www.okenews.net

Selasa, 11 November 2025

Bupati Lotim Soroti Lahan Mangkrak, Siap Ambil Langkah Tegas

Pemda Lombok Timur

Okenews.net– Keberadaan lahan yang dibiarkan mangkrak oleh sejumlah perusahaan pemegang izin sejak puluhan tahun lalu menjadi perhatian serius Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin. Isu tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungannya ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada Senin (10/11/2025).

Bupati menegaskan, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam terhadap lahan-lahan yang tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

“Pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas dan sesuai peraturan terhadap lahan yang dibiarkan mangkrak oleh pemilik izin pengelolaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tegas tersebut harus didukung pemahaman regulasi yang tepat agar kebijakan yang diambil tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku.

“Kita perlu memahami regulasinya agar bisa memberikan kebijakan yang tepat terkait permasalahan agraria di daerah,” jelasnya.

Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah daerah mengamankan lahan yang tidak dimanfaatkan oleh penerima izin serta melindungi kawasan pertanian pangan dari ancaman alih fungsi lahan.

Kunjungan tersebut juga menjadi ajang sinkronisasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam penanganan berbagai persoalan agraria di Lombok Timur.

Selain persoalan lahan mangkrak, Bupati Haerul Warisin yang didampingi Sekda H. Muhammad Juaini Taofik turut membahas perkembangan wilayah Kecamatan Sembalun dan Jerowaru yang dinilai memerlukan rencana detail tata ruang (RDTR). Hal serupa juga disorot untuk kawasan pulau-pulau kecil di wilayah utara Lombok Timur yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Fauzan Khalid Donor Darah HUT NasDem ke-14

Fauzan Khalid
Okenews.net– Berbagai kegiatan dilakukan kader dan pengurus dari tingkat pusat hingga daerah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Partai NasDem, 11 Nopember 2025. DPD Partai NasDem Lombok Barat, misalnya melakukan kegiatan aksi donor darah hingga pemberian santunan ke panti asuhan.

Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid menyempatkan diri mengunjungi kegiatan donor darah dan cek kesehatan gratis kepada masyarakat di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, NTB, Sabtu (8/11/2025). Fauzan juga melakukan aksi nyata dengan ikut serta melakukan donor darah pada kegiatan ini.

Fauzan, yang terpilih dari daerah pemilihan (dapil) NTB II Pulau Lombok mengapresiasi kegiatan aksi donor darah dalam rangka HUT Partai NasDem ke-14 yang digelar DPD Partai NasDem Lombok Barat. Menurut Fauzan,  aksi donor darah merupakan kegiatan sukarela menyumbangkan darah untuk disalurkan kepada orang yang membutuhkan. 

Fauzan mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat yang dapat menyelamatkan nyawa, serta bermanfaat bagi kesehatan tubuh pendonor. Aksi ini juga merupakan salah satu upaya agar para kader dan pengurus Partai NasDem tetap berkontribusi dan selalu dekat dengan semua masyarakat.

“Terima kasih kepada DPD Partai NasDem Lombok Barat yang telah menginisiasi aksi donor darah dan cek kesehatan gratis untuk masyarakat. Teruskan pengabdian melalui aksi donor darah, selalu dekat dan berkontribusi untuk kesejahteraan semua masyarakat,” ucap Fauzan, Ketua KPU NTB periode 2008-2013.

Ketua Panitia HUT Partai NasDem Lombok Barat, Pauzul Bayan mengucapkan terima kasih kepada Anggota Komisi II DPR RI Fraksi NasDem, Fauzan Khalid yang datang ke kokasi dan turut mendonorkan darah. “Kehadiran Fauzan Khalid menjadi motivasi bagi kami di DPD Lombok Barat untuk terus menggelar berbagai kegiatan bermafaat untuk masyarakat.” ucapnya. 

Pauzul mengatakan, berbagai kegiatan sosial dalam rangka HUT Partai NasDem ke-14 merupakan bukti dan komitmen partai yang ingin dan selalu dekat dengan masyarakat. Pauzul berharap, seiring bertambahnya usia Partai NasDem akan semakin solid, kompak, dan berjuang untuk kemajuan. 

Ketua DPD Partai NasDem Lombok Barat, Tarmizi mengatakan, aksi donor darah diikuti oleh semua lapisan masyarakat dan disambut antusias oleh warga. Kegiatan dalam rangka HUT Partai NasDem ke-14 ini merupakan instruksi dari DPP Partai NasDem, sebagai wujud kepedulian sosial dan solidaritas, sejalan dengan ajaran agama dan nilai-nilai kemanusiaan.

Selain kegiatan donor darah, DPD Partai NasDem juga menggelar berbagai kegiatan lain seperti cek kesehatan gratis kepada masyarakat, lomba tenis meja, serta pemberian santunan ke panti asuhan.

“Terima kasih kepada Kodim Mataram/ Lombok Barat atas dukungan dan partisipasinya terhadap aksi donor darah dan cek kesehatan gratis yang digelar Partai NasDem. Terim kasih juga kepada masyarakat yang turut serta dalam kegiatan donor darah dan cek kesehatan gratis ini,” ujar Tarmizi.

Bawaslu Bangun Literasi Demokrasi di Gen Z Berkebutuhan Khusus

Badan Pengawas Pemilu Lombok Timur

Okenews.net- Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Lombok Menggelar Pengawasan Partisipatif di Sekolah Luar Biasa ( SLB ) Kabupaten Lombok Timur pada hari Selasa ( 11/11/2025).

Ketua Bawaslu Kabupaten Lombok Timur Suadi Mahsun mengatakan, kegiatan ini silaturrahmi dan memperkuat pengawasan partisipatif. Karena melihat berbagai kebutuhan kita di Bawaslu,Bahwa pengawasan ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh bawaslu itu tanpa melibatkan banyak pihak.

"Bawaslu memiliki kepentingan terhadap pemilih disabilitas terutama siswa-siswi yang ada di sekolah luar biasa negeri satu Lombok Timur ini harus dikawal hak pilihnya,"ujarnya.

Ia mengatakan, dengan adanya pengawasan partisipatif yang dilakukan di SLB ini katanya, terjalin kolaborasi, kerjasama yang baik di dalam memberikan pemahaman terkait dengan kepemiluan.Lebih-lebih, siswa-siswa yang ada di sini ada yang akan memasuki sebagai pemilih pemula

"Dari hasil pertemuan hari ini, ada yang kita dapatkan informasi ada yang sudah berusia 17 tahun, ada yang sudah berusia 17 tahun. Bahka  ada yang sudah memilih pada pemilu pemilihan yang telah lalu,"ujarnya.

Selain itu tambahnya, dalam pertemuan ini, yang paling penting, bagi pemilih disabilitas ini bahwa seluruh memastikan apakah sudah terpenuhi segala hak-haknya sebagai pemilih disabilitas di dalam menyalurkan hak potensinya. Diantaranya, yang berkaitan dengan hak disabilitas.

"Apakah yang bersangkutan sudah terdaftar tidak di DPT? I Apakah sudah terdaftar sebagai pemilih? apakah pemilih disabilitas ini mendapatkan akses gampang di dalam menyalurkan hak pilihnya,"ungkap ketua.

Dikatakannya juga, dalam kegiataj pangawasan Partisipatif di sekolah Luar biasa in, dimana para siswa merupakan siswa yang berkebutuhan khusus, tentunya kebutuhan - kebutuhannya harus terpenuhi seperti pendampingan, surat suara bagi yang tidak bisa melihat dan lain - lain.

"Dari seluruh pengawasan yang kita lakukan oleh Bawaslu ya, kita melihat memang kaitannya dengan soal pemilih disabilitas ini ya kurang terekspose, kurang dapat perhatian yang serius dari penyelenggara,"akunya.

Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan seperti ini, kita dapat menumukan solusi untuk mengatasi persoalan - persoalan yang kongkret soal kebutuhan disabilitas dan menjadi titik fokus pada pemilihan mendatang.

Sementara itu, Kepala sekolah Slb Takariyanto menjelaskan, jumlah siswa di SLB sebanyak 200 siswa, dimana jumlah siswa ini dibagi menjadi lima katagori. diantaranya Tuna Netra, Tuna rungu, tuna grahita, tuna Daksa, Autis.

"Yang paling banyak sekarang yang kita temukan adalah penyakit autis,"katanya.

Ia mengakan, dengan adanya pengawasan partisipatif dan kerja sama yang dilakukan dengan Bawaslu ini, tentunya akan sangat membantu bagi siswa kita, mengingat banyak yang akan menjadi pemilih pemula pada pemilihan tahun 2029 mendatang.

"Untuk siswa kita disini, dalam memberikan pembelajaran, harus dengan edukai  yang nyata, tidak terlalu banyak teori,"katanya

Untuk itu, berkat ada kegiatan seperti ini, sekolah merasa sangat berterima kasih karena mau memberikan pemahaman kepada siswa."ini merupakan salah satu bentuk untuk membangkitkan semagat siswa, "katanya.

Lalu Yudhistira Praya Manggala Serap Aspirasi dan Bantu Perbaikan Jalan Masjid

LOMBOK TENGAH – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah dari fraksi partai Demokrat, Lalu Yudhistira Praya melaksanakan reses masa persidangan I tahun 2025/2026 di Musholla Nurul Iman, Kampung Bagek Telu, Kelurahan Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Senin (10/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung hangat tersebut menjadi ajang bagi masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan infrastruktur lingkungan yang masih belum tersentuh pembangunan.

Dalam dialog bersama warga, sejumlah usulan mengemuka, diantaranya penerangan jalan lngkungan, penataan jalan dengan batu sikat, pembuatan jembatan penyeberangan, pembangunan talud jalan menuju masjid, pembuatan drainase, serta pengadaan terop ukuran 4×6 untuk kegiatan warga.

Selain menyerap aspirasi, Lalu Yudhistira Praya Manggala yang akrab di panggil Lalu Anggrak juga langsung merespon keluhan warga mengenai kondisi jalan menuju masjid yang tergenang air. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena kerap menghambat aktivitas ibadah, terutama pada malam hari.

Menanggapi hal itu, Lalu Anggrak bertindak cepat dengan memberikan bantuan pribadi berupa uang untuk membeli tanah uruk sebanyak 10 truk, serta 15 sak semen guna memperbaiki jalan dan area sekitar masjid.

“Kalau sudah menyangkut kenyamanan masyarakat dan tempat ibadah, tidak bisa menunggu lama. Harus segera kita bantu,” ujarnya.

Politisi Dapil I Praya-Praya Tengah itu juga menegaskan bahwa seluruh aspirasi warga akan diperjuangkan, agar dapat masuk dalam program prioritas pembangunan daerah tahun mendatang.

“Semua usulan ini akan saya sampaikan ke pemerintah daerah agar bisa diwujudkan bertahap. Tapi saya juga berharap masyarakat tetap kompak menjaga fasilitas yang sudah ada,” tambahnya.

Warga yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan respon cepat Lalu Anggrak, yang dinilai menunjukkan kepedulian nyata terhadap kebutuhan masyarakat di akar rumput. (*)

Pembangunan RS Masbagik Dikebut, Ditarget Rampung Lebih Cepat dari Jadwal

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RS Masbagik, Darajata

Okenews.net— Proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Masbagik terus menunjukkan progres menggembirakan. Pekerjaan fisik rumah sakit yang menjadi salah satu proyek strategis kesehatan di Lombok Timur ini ditargetkan selesai lebih cepat dari jadwal kontrak.


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RS Masbagik, Darajata, pada Selasa (11/11/2025) mengungkapkan bahwa pihak kontraktor menargetkan penyelesaian fisik pada 10 Desember 2025, lebih awal dari batas waktu kontrak yang berakhir 17 Desember 2025.


“Targetnya mereka 10 Desember sudah rampung, tinggal urusan administrasi. Kontraknya memang sampai 17 Desember, tapi mereka ingin lebih cepat,” ujar Darajata.


Meski hampir rampung secara fisik, Darajata menegaskan bahwa keputusan terkait operasional penuh RS Masbagik sepenuhnya menjadi kewenangan Bupati Lombok Timur.


“Untuk operasional, titik kebijakannya ada pada Bupati. Beliau menginginkan agar pembukaan layanan tidak terburu-buru, supaya kualitas pelayanan bisa benar-benar siap,” jelasnya.


RS Masbagik diharapkan sudah bisa mulai dimanfaatkan pada momen Tahun Baru 2026, meskipun masih ada sejumlah fasilitas penunjang yang akan dilengkapi secara bertahap. Beberapa kebutuhan mendesak seperti pembangunan dapur permanen masih belum dianggarkan, namun sementara waktu akan disediakan dapur darurat agar operasional bisa berjalan.


Selain itu, beberapa ruang dan peralatan seperti ruang di lantai 3, ruang CT Scan, dan instalasi gas medis belum sepenuhnya difungsikan karena keterbatasan anggaran senilai Rp 9,7 miliar. Meski demikian, fasilitas dasar rumah sakit sudah memadai untuk pelayanan awal.


Sementara itu, pekerjaan penataan jalan dan lingkungan di area RS terus dikebut. Dengan anggaran Rp 1,3 miliar, progres penataan telah mencapai lebih dari 50%, dengan area depan sudah dipaving dan ditahan, serta fokus saat ini diarahkan pada penyelesaian halaman utama.


Tak hanya itu, Puskesmas Masbagik Baru yang terintegrasi langsung dengan rumah sakit juga menunjukkan progres cepat, dengan penyelesaian mencapai 80%.

Dengan intensitas hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir, PPK telah meminta kontraktor untuk menambah jam kerja agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai rencana.


“Secara fisik baru sekitar 50%, tapi karena nilai besar pengadaan seperti AC dan plafon belum terpasang, begitu itu masuk, progres akan langsung melonjak cepat,” terang Darajata optimistis.


Pembangunan RS Masbagik ini diharapkan menjadi tonggak peningkatan layanan kesehatan di wilayah bagian tengah Lombok Timur, sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap fasilitas medis yang representatif dan modern.

Semangat Pahlawan, Kantor Pertanahan Lombok Utara Teguhkan Komitmen Pelayanan

Upacara Peringantan Hari Pahlawan

Okenews.net- Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025, pada Senin (10/11/2025), di halaman kantor setempat. Upacara dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Muhajir Irfani dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Kantor Pertanahan Lombok Utara.


Tahun ini, peringatan Hari Pahlawan mengusung tema nasional “Pahlawanku Teladanku, Terus Melanjutkan Perjuangan.” Tema tersebut menjadi pengingat bagi seluruh ASN untuk meneladani semangat juang para pahlawan dan menerapkannya dalam tugas pelayanan publik yang profesional serta berintegritas.


Dalam amanatnya, Muhajir Irfani menekankan pentingnya semangat pengabdian, kedisiplinan, dan kerja kolektif seluruh pegawai dalam mendukung transformasi layanan pertanahan yang adaptif dan modern. 


Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai bentuk nyata melanjutkan perjuangan para pahlawan bangsa.


Upacara berlangsung khidmat dan penuh makna, menjadi momentum bagi Kantor Pertanahan Lombok Utara untuk memperkuat nilai-nilai integritas, tanggung jawab, dan pengabdian dalam setiap proses pelayanan kepada masyarakat.

Anak Sholeh: Doa, Puisi, dan Kesendirian yang Penuh Makna

Catatan Agus K Saputra

Okenews.net-Kembali saya menerima puisi dari Didu. Sebuah kebiasaan yang kini menjadi semacam ritual persahabatan kami. Ia menulis, saya membaca, lalu kami berbagi makna di balik kata. Kali ini puisinya berjudul “Anak Sholeh”, dan seperti biasa, ada sesuatu yang lebih dari sekadar susunan larik-larik indah di dalamnya.

_Anak Sholeh_

_busur anak panah_

_menebar penjuru bumi_

_dalam sekali hentak_

_bekal doa ayah ibu_

_pelecut langkah tegap_

_menyemai kedamaian_

_bukan harta_

_bukan sanjungan_

_mutiara hidup kawan sejati_

Ketika membaca tiga bait itu, saya seolah ikut menembus ruang batin Didu yang tenang namun bergetar. Ada kekuatan yang tersembunyi di antara kesederhanaan kata. Bait-baitnya pendek, padat, namun memuat semesta makna tentang perjalanan hidup, tentang kasih orang tua, tentang nilai hidup yang tak bisa diukur oleh materi.

Dan entah kenapa, setiap kali membaca puisinya, saya selalu teringat sisi lain Didu—sosok yang kerap menyebut dirinya “duda breg,” istilah khas yang ia ciptakan untuk menyebut statusnya sebagai _single parent_. Bukan dengan nada getir, melainkan dengan semacam kelakar yang lembut, menandakan penerimaan yang penuh humor terhadap takdir hidupnya.

Bagi Didu, menulis puisi tampaknya bukan sekadar aktivitas estetika. Ia menjadikannya cermin kehidupan. Dalam “Anak Sholeh,” saya membaca jejak refleksi seorang ayah yang belajar mengasuh anak seorang diri, yang memahami betapa dalam makna doa, dan betapa panjang perjalanan seorang anak menuju kebaikan.

Bait pertama — _“busur anak panah / menebar penjuru bumi / dalam sekali hentak”_ — adalah metafora yang tajam dan jujur. Seorang anak digambarkan seperti anak panah yang dilepaskan dari busur: ia akan melesat menuju arah hidupnya sendiri. 

Seorang ayah hanya bisa menarik busur itu dengan niat dan doa, lalu melepaskannya dengan ikhlas. Ada getar kehilangan, tapi juga kepercayaan. Begitulah cinta seorang orang tua sejati — melepaskan bukan berarti berpisah, melainkan memberi ruang untuk tumbuh.

Didu, saya tahu, bukan hanya menulis tentang anak. Ia menulis tentang dirinya sendiri. Tentang keikhlasan yang tumbuh perlahan dalam hidup yang ia jalani sendirian. Tentang perjalanan membesarkan anak dengan segala keterbatasan, namun penuh ketulusan.

Doa sebagai Bekal, Bukan Sekadar Ucapan

Bait kedua berbunyi: _“bekal doa ayah ibu / pelecut langkah tegap / menyemai kedamaian.”_ Kalimat ini begitu sederhana, tapi justru karena kesederhanaannya, ia terasa menohok. Doa orang tua menjadi “bekal” bagi anak, bukan sekadar kata-kata yang dilantunkan di ujung malam. Ia adalah energi kehidupan yang mendorong langkah si anak untuk tegak dan tangguh.

Didu, dalam kesendiriannya, barangkali telah memahami hal ini secara mendalam. Ia mungkin merasa harus menjadi dua sosok sekaligus — ayah yang keras tapi bijak, dan ibu yang lembut namun tegas. Doa menjadi satu-satunya ruang tempat ia menggantungkan harapan. 

Tidak ada yang lebih nyata bagi orang tua tunggal selain keyakinan bahwa doa bisa menggantikan apa pun yang tak mampu diwujudkan oleh tangan manusia.

Maka dari itu, bait ini seakan-akan merupakan pengakuan spiritual: bahwa Didu tidak menulis tentang teori, tapi tentang realitas yang ia jalani setiap hari. Doa bukan sekadar kata — ia adalah bahan bakar kesabaran, penopang cinta, dan sekaligus pelipur lara.

Bait terakhir mungkin yang paling menggetarkan: _“bukan harta / bukan sanjungan / mutiara hidup kawan sejati.”_ Di sini, Didu seperti sedang berbicara bukan hanya kepada anaknya, tapi juga kepada dirinya sendiri — bahkan mungkin kepada dunia. 

Bahwa ukuran hidup bukanlah kekayaan, bukan pula penghargaan. Hidup yang sejati adalah ketika seseorang menemukan kedamaian di dalam diri dan memiliki teman sejati yang mampu memahami perjalanan batinnya.

Didu tahu benar makna kesepian. Namun dari kesepian itu, ia menemukan kedalaman. Ia belajar bahwa kehilangan bisa menjadi sumber cahaya. Ia tahu bahwa menjadi orang tua tunggal bukanlah kekurangan, tapi kesempatan untuk memahami cinta tanpa syarat.

Saya sering melihatnya tertawa, seolah dunia tidak pernah memberatkan langkahnya. Tapi saya juga tahu, di balik tawa itu, ada semacam kesunyian yang tenang — seperti laut di pagi hari, tampak datar namun dalam. 

Dan mungkin dari kedalaman itulah lahir puisi-puisi yang ia kirimkan: sebagai bentuk doa, bentuk dialog, dan bentuk pengingat bahwa hidup tidak pernah selesai untuk dimaknai.

Setiap kali Didu mengirim puisi, saya merasakan ada sesuatu yang lebih dari sekadar komunikasi antarteman. Ia seperti sedang berbagi sebagian dirinya yang tak bisa diungkapkan dalam percakapan biasa. Puisi menjadi wadah paling jujur bagi jiwanya.

Dan saya, sebagai penerima, selalu merasa beruntung. Karena di tengah dunia yang kian bising oleh citra dan penampilan, Didu masih memilih kata-kata sebagai medium keheningan. Ia menulis bukan untuk dipuji, melainkan untuk hidup.

Melalui puisinya, saya belajar lagi tentang makna doa, tentang keberanian untuk berjalan sendirian, tentang cinta yang tak membutuhkan imbalan. “Anak Sholeh” bukan sekadar puisi tentang anak, tapi juga tentang keteguhan seorang ayah yang berusaha menjadi manusia seutuhnya — meski hanya dengan satu tangan, tapi dengan hati yang utuh.

Kesendirian yang Tak Pernah Sepi

Membaca “Anak Sholeh,” saya merasa Didu bukan sekadar penyair, melainkan peziarah. Ia berjalan pelan, tapi pasti. Dalam kesendiriannya, ia tidak mencari simpati, melainkan makna.

Dan mungkin, di situlah letak keindahan sejati dari puisi ini. Ia bukan tentang kehilangan, tapi tentang penerimaan. Ia bukan tentang kesedihan, tapi tentang harapan.

Didu memang menyebut dirinya “duda breg,” tapi dalam kenyataannya, ia adalah seorang ayah penuh cinta, seorang penyair yang berdamai dengan hidup, dan seorang sahabat yang tahu cara membuat keheningan menjadi rumah.

Puisi “Anak Sholeh” menjadi saksi kecil tentang bagaimana doa, cinta, dan kesederhanaan bisa menjelma menjadi karya yang abadi.

Wagub NTB dan Wabup Lombok Timur Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional TGKH. Zainuddin Abdul Majid

Peringatan Hari Pahlwan Nasional
Okenews.net– Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional ke-80 Tahun 2025, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Indah Dhamayanti Putri bersama Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya melaksanakan upacara dan ziarah ke Makam Pahlawan Nasional TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid di Pancor, Senin (11/11/2025).

Upacara penghormatan kepada arwah Pahlawan Nasional tersebut berlangsung khidmat, diikuti oleh jajaran Forkopimda dan OPD Lombok Timur, para Masyaikh Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDQH) NWDI Pancor, pengurus YPH PPD NWDI Pancor, serta para santri.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur NTB menyampaikan bahwa peringatan Hari Pahlawan hendaknya menjadi momentum untuk meneladani nilai perjuangan dan semangat pengabdian para pahlawan bangsa.


“Saya berharap kita tidak hanya membanggakan Pahlawan Nasional kita, tetapi benar-benar menjadikan perjuangan dan keteladanannya sebagai inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Wagub.


Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menyampaikan bahwa semangat perjuangan TGKH. Zainuddin Abdul Majid merupakan teladan bagi masyarakat Lombok Timur dalam membangun daerah melalui pendidikan, dakwah, dan persatuan.


“Nilai perjuangan beliau harus terus kita hidupkan dalam setiap langkah pembangunan, terutama dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan cinta tanah air,” ungkap Wabup.


Pada kesempatan yang sama, Wagub juga menyampaikan apresiasi atas ditetapkannya Sultan Muhammad Salahuddin dari Bima sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto tahun ini. Ia berharap dua tokoh besar asal NTB tersebut menjadi sumber motivasi bagi generasi penerus daerah.


“Keduanya adalah contoh nyata perjuangan dan pengabdian untuk bangsa. Semoga ketokohan mereka menumbuhkan semangat juang bagi masyarakat NTB,” tambahnya.


Sebagai informasi, Sultan Muhammad Salahuddin (1888–1951 M) merupakan Sultan Bima XIV yang dikenal dengan perjuangannya melawan penjajahan Belanda di Bima. Gelar Pahlawan Nasional yang dianugerahkan kepadanya tahun 2025 menjadi pengakuan atas jasa dan pengorbanannya bagi bangsa dan negara.


Senin, 10 November 2025

Bawaslu Lotim dan Pramuka Bentuk Saka Adhyasta Pemilu, Tanamkan Semangat Demokrasi Sejak Dini

Badan Pengawas Pemilu Lotim

Okenews.net Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Timur menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Lombok Timur, Senin (10/11/2025). Kerja sama ini dilakukan dalam rangka pembentukan Saka Adhyasta Pemilu, satuan karya yang berfokus pada pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif di kalangan remaja.

Ketua Bawaslu Lombok Timur, Suhaidi Mahsun, mengatakan pembentukan Saka Adhyasta Pemilu merupakan langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini, terutama bagi kalangan pemilih pemula.

“Kerja sama ini berfungsi membantu pengawasan sekaligus memberikan edukasi politik kepada anggota Pramuka, khususnya tingkat Penegak dan Pandega yang akan segera menjadi pemilih,” jelas Suhaidi.

Ia menambahkan, jumlah pemilih pemula di Lombok Timur hingga semester III tahun ini mencapai 47 ribu orang, angka yang dinilainya sangat signifikan. Karena itu, keterlibatan Pramuka sebagai mitra strategis dinilai penting untuk memperluas jangkauan pengawasan partisipatif.

“Personel Bawaslu hanya sekitar 350 orang, sementara pemilih di Lombok Timur lebih dari satu juta. Maka pengawasan partisipatif menjadi solusi efektif, salah satunya melalui kerja sama dengan Gerakan Pramuka,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Lotim, Johari Marjan, menegaskan bahwa pembentukan Saka Adhyasta Pemilu merupakan tindak lanjut dari arahan Bawaslu RI.

“Saka Adhyasta sudah lama menjadi bagian dari struktur Bawaslu. Momentum Hari Pahlawan ini memberi semangat baru bagi kami untuk memperkuat pendidikan dan pengawasan Pemilu,” ungkapnya.

Ke depan, kata Johari, Bawaslu dan Kwarcab akan menggelar berbagai kegiatan kolaboratif untuk memperluas pemahaman tentang demokrasi dan meningkatkan partisipasi aktif generasi muda dalam pengawasan Pemilu.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lombok Timur, H. Lalu Ahmadi, menyambut baik kerja sama ini.

“Kami bersyukur Bawaslu menggandeng Pramuka sebagai mitra dalam membentuk Saka Adhyasta Pemilu. Ini menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk berperan aktif dalam kehidupan demokrasi,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, diharapkan semangat kepahlawanan dan nilai-nilai demokrasi dapat tumbuh kuat di kalangan generasi muda Lombok Timur.

Wabup Edwin Ajak Masyarakat Lanjutkan Semangat Juang Pahlawan dengan Karya Nyata

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya

Okenews.net- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025 di halaman Kantor Bupati, Senin (10/11/2025). Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”


Dalam amanatnya, Wabup Edwin mengajak seluruh peserta upacara untuk mengenang sekaligus menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang demi masa depan bangsa.


“Perjuangan para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit, tetapi lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” ujarnya.


Menyampaikan pesan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wabup menuturkan bahwa ada tiga hal yang dapat diteladani dari para pahlawan bangsa, yakni kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, serta visi jauh ke depan.


Ia menegaskan, kemerdekaan tidak diraih secara instan, melainkan hasil dari perjuangan panjang yang ditempa oleh waktu dan keikhlasan. Para pahlawan, katanya, berjuang bukan untuk jabatan atau imbalan, tetapi untuk kemaslahatan rakyat.


“Kehormatan sejati para pahlawan terletak pada manfaat yang mereka tinggalkan, bukan pada posisi yang dimiliki,” tegasnya.


Lebih lanjut, Wabup Edwin menyampaikan bahwa perjuangan para pahlawan merupakan doa dan pengabdian tanpa henti bagi kemanusiaan. Semangat inilah yang menjadi modal dasar generasi masa kini untuk melanjutkan cita-cita luhur bangsa.


“Kini perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, tetapi dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama: membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tak ada anak bangsa tertinggal dari arus kemajuan,” ujarnya.


Ia menambahkan, semangat itu sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang mencakup penguatan ketahanan nasional, kemajuan pendidikan, penegakan keadilan sosial, serta pembangunan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.


Menutup amanatnya, Wabup mengajak seluruh peserta untuk menjaga semangat juang para pahlawan dengan tindakan nyata.


“Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus. Kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam,” pungkasnya.

Dalam 100 Hari, BAZNAS Lotim Salurkan Rp 5,2 Miliar ke 10 Ribu Penerima Manfaat

Baznas Lombok Timur

Okenews.net — Momentum Hari Pahlawan Nasional tahun ini menjadi bukti nyata semangat kepahlawanan di era modern. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mencatat capaian luar biasa dengan menyalurkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sebesar Rp 5.216.245.674 atau Rp 5,2 miliar kepada 10.434 Mustahik hanya dalam waktu 100 hari kerja, terhitung sejak 18 Juli hingga 31 Oktober 2025.


Capaian ini menunjukkan bahwa nilai kepahlawanan masa kini dapat diwujudkan melalui aksi sosial dan pemberdayaan umat, bukan sekadar perjuangan fisik.

Dari total dana yang disalurkan, Bidang Kemanusiaan menjadi yang tertinggi dengan porsi 41,67%, mencerminkan tingginya kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan mendesak. Adapun distribusi dana lainnya meliputi:


Pendidikan: 21,38%

Dakwah & Advokasi: 20,67%

Kesehatan: 9,11%

Ekonomi: 7,17%, yang difokuskan pada penguatan ekonomi umat.


Ketua BAZNAS Lotim, H. Muhammad Kamli, menyampaikan apresiasi kepada seluruh Muzakki yang telah menyalurkan amanahnya melalui lembaga tersebut.


“Setiap langkah kami adalah wujud cinta dan kepedulian yang Anda titipkan. Kebaikan tak berhenti di seratus hari — kami akan terus memberikan pelayanan terbaik bagi para mustahik,” ujarnya, Senin (10/11/2025).


Ia menegaskan, BAZNAS Lotim akan terus berpegang teguh pada prinsip 8 Asnaf sesuai Al-Qur’an serta menjunjung tinggi transparansi dalam setiap proses pengelolaan dana umat.


Komitmen tersebut sejalan dengan visi BAZNAS Lotim menjadi lembaga yang SMART (Santun, Mapan, Amanah, Responsif, dan Transparan). Tujuannya jelas: mendorong mustahik menjadi muzakki sebagai bentuk keberlanjutan program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat.


“Dari zakat yang Anda tunaikan, lahirlah kekuatan untuk bangkit — satu keluarga, satu harapan, satu Lombok Timur. Mari terus bersama menebar keberkahan,” tutup H. Muhammad.

Sabtu, 08 November 2025

Wabup Edwin Apresiasi Desa Sakra Selatan: Pemerintah Harus Hadir Dekat dengan Pelayanan

Wakil Bupati Lombok Timur, Edwin Hadiwijaya

Okenews.net - Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Sakra Selatan yang berinisiatif membangun lapangan dan pasar desa sebagai bagian dari penataan dan perencanaan pembangunan yang baik.

Menurutnya, pasar menjadi pusat pergerakan ekonomi, sementara lapangan berfungsi sebagai pusat aktivitas dan silaturahmi masyarakat. “Inisiatif membangun lapangan berhadapan dengan desa patut kita apresiasi. Pasar juga demikian, karena menjadi pusat ekonomi. Tentu ini layout yang bagus, Pak Kades,” ujar Wabup Edwin saat menghadiri Event Budaya Betanduran Gumi Paer di Lapangan Desa Sakra Selatan, Sabtu (08/11/2025).

Kegiatan bertema Pandik Daus, Janjam Jalung, Popot Purak ini digelar dalam rangka peringatan 15 tahun berdirinya Desa Sakra Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Wabup berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang kebudayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan, kehadiran pemerintah dalam acara seperti ini bisa sekaligus membawa pelayanan administrasi kependudukan, PBB, dan lain-lain agar masyarakat bisa merasakan manfaat langsung,” harapnya.

Ia juga mendorong agar pemerintah desa dapat mengoptimalkan dana desa untuk pembangunan, sementara Pemda akan terus mendukung melalui pengelolaan pajak daerah, seperti pajak bumi dan bangunan serta pajak kendaraan bermotor.

Sementara itu, Kepala Desa Sakra Selatan, Lalu Burhan, menjelaskan bahwa kegiatan yang diisi dengan jalan santai dan berbagai hiburan rakyat ini merupakan perayaan hari jadi pertama yang diselenggarakan sejak berdirinya desa 15 tahun lalu. Ia juga menyampaikan rencana pemanfaatan sebagian tanah pecatu desa untuk pembangunan lapangan dan pasar desa sebagai penunjang kemajuan wilayah.

Event budaya tersebut turut dihadiri oleh Direktur RSUD dr. R. Soedjono, perwakilan PMI Lombok Timur yang membuka stan donor darah, serta sejumlah sponsor dari pihak swasta. Antusiasme masyarakat tampak tinggi, terutama saat menunggu pengundian doorprize usai kegiatan jalan santai.

Anggota DPR RI Fauzan Khalid Soroti Penurunan Integritas dan Kemandirian Penyelenggara Pemilu

Fauzan Khalid, Anggota DPR RI

Okenews.net- Anggota Komisi II DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid menilai integritas dan kemandirian penyelenggara pemilu dari waktu ke waktu semakin tergerus. Prinsip utama yang seharusnya menjadi pegangan, saat ini menjadi hal yang paling lemah.


“Kemandirian dan integritas merupakan prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh para penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu, DKPP) dalam menjalankan tugas. Tapi justru prinsip ini yang saya rasakan semakin berkurang,” kata Fauzan saat menjadi narasumber focus group discussion (FGD) tentang prinsip


penyelenggaraan pemilu dan tata kerja Anggota KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/ Kota di Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (07/11/2025).


Fauzan, menyatakan, kemandirian dan integritas pada praktiknya merupakan hal krusial dan semestinya dijaga untuk memastikan proses demokrasi berjalan adil, dan dapat dipercaya. Kemandirian dan integritas penyelenggara pemilu, merupakan hal prinsip yang diwujudkan dalam tindakan nyata untuk memastikan pemilu berjalan transparan, dan bebas dari pengaruh pihak lain.


Terkait penyelenggaraan pemilu yang dinilai banyak pihak semakin menurun, Fauzan dalam pemaparannya menjelaskan, kritik ini bukan hanya isu belaka, tetapi faktanya memang benar di lapangan. Bahkan ada beberapa oknum penyelenggara pemilu yang minta imbalan kepada peserta pemilu.


“Saya merasakan yang kurang enak saat menjadi peserta pemilu pada pemilu 2024 lalu. Ada penyelenggara pemilu yang terus terang minta duit ke saya. Padahal oknum itu tahu saya pernah menjadi Ketua KPU NTB. Ini luar biasa. Saya tidak habis pikir, kok berani sekali,” jelas Fauzan, Ketua KPU NTB 2008-2013. 


Tindakan oknum ini dinilai Fauzan merusak marwah penyelenggara pemilu. Oleh karena itu, Fauzan mengajak, penyelenggara pemilu di semua tingkatan seperti KPU, Bawaslu, PPK, PPS, dan KPPS, untuk selalu menjaga marwah penyelenggara pemilu.


“Penyelenggara pemilu harus netral dan profesionalisme menjalankan tugas. Penyelenggara juga harus aktif menolak dan mencegah praktik politik uang (money politics) yang merusak integritas demokrasi,” ucap Fauzan, Anggota DPR RI yang terpilih dari daerah pemilihan (dapil) NTB II Pulau Lombok ini.


Dalam FGD ini, Fauzan juga meminta para komisioner KPU untuk mempersiapkan diri karena ada kemungkinan sistem pemilu berubah. Menurut Fauzan, ada tiga sistem pemilu yang sering dibahas kemungkinannya, yaitu system proporsional terbuka yang saat ini berlaku, system proporsional tertutup, dan system campuran atau variasi.


“Ini masih digodok di Komisi II DPR RI. Mana yang diterapkan untuk pemilu mendatang, kita tunggu saja. Yang penting bagi kita semua, termasuk penyelenggara pemilu, harus siap melaksanakan tugas apa pun sistem pemilu yang akan diputuskan,” ucapnya.


Acara focus group discussion (FGD) yang digelar KPU RI ini diikuti 60 peserta, terdiri dari para Ketua KPU Provinsi, Divisi SDM, Sekretaris KPU Provinsi, dan para Kepala Bagian KPU Provinsi se-Indonesia.

Jumat, 07 November 2025

Kolaborasi untuk Kesejahteraan: BPN Lombok Utara Gelar Diseminasi Akses Reforma Agraria

ATR/BPN Lombok Utara

Okenews.net — Dalam upaya memperkuat sinergi antarinstansi dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Lombok Utara menggelar Rapat Diseminasi Akses Reforma Agraria pada Jumat, 07/11/2025, bertempat di Aula Kantah Lombok Utara.


Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Dinas Koperasi, Usaha Menengah, Perindustrian dan Perdagangan, UPTD KPP Kecamatan Bayan, PT BPR NTB PERSERODA KC Bayan, Bank NTB Syariah KC Tanjung, serta Kepala Desa Bayan.


Rapat dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Amrullah Armin mewakili Kepala Kantor Pertanahan Lombok Utara. Dalam sambutannya, Amrullah menegaskan bahwa reforma agraria bukan sekadar program redistribusi tanah, melainkan juga bentuk nyata keberpihakan negara terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses ekonomi yang berkeadilan.


Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi hasil implementasi Akses Reforma Agraria di Desa Bayan oleh Field Staff Reforma Agraria. Paparan tersebut menyoroti berbagai capaian dan tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan, sekaligus membuka ruang diskusi bagi para stakeholder untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.


Rapat yang berlangsung dalam suasana konstruktif itu menghasilkan komitmen bersama untuk terus menindaklanjuti hasil kegiatan secara berkelanjutan. Seluruh pihak sepakat bahwa kolaborasi yang erat antara lembaga pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan reforma agraria di daerah.


“Harapan kami, sinergi ini dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Bayan khususnya, dan masyarakat Lombok Utara pada umumnya,” ujar Amrullah menutup kegiatan.


Melalui kegiatan ini, Kantah Lombok Utara menegaskan perannya tidak hanya sebagai pelaksana kebijakan pertanahan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis keadilan agraria yang berkelanjutan.

Amrullah: Pemkab Lombok Timur Lalai, Pembahasan KUA-PPAS APBD 2026 Molor

Anggota DPRD Lombok Timur

Okenews.net - DPRD Kabupaten Lombok Timur menyoroti kinerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam merancang Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD Tahun Anggaran 2026.

Anggota DPRD Lombok Timur Ahmad Amrullah menyoroti lambannya eksekutif menyerahkan dokumen rancangan KUA-PPAS tersebut.

Menurut Politikus PDI Perjuangan itu, keterlambatan penyerahan rancangan KUA-PPAS bukan sekadar persoalan teknis dalam siklus penyusunan APBD. 

Tetapi merupakan cermin dari lemahnya disiplin perencanaan dan koordinasi di tubuh TAPD. 

"Keterlambatan ini bukan hanya menunjukkan kelalaian administratif, tetapi juga mencerminkan kegagalan TAPD dalam memastikan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel," kata Amrullah kepada awak media pada jumat (07/11/2025).

Ia menjelaskan, merujuk kepada Permendagri Nomor 14 Tahun 2025 tentang 

Pedoman Penyusunan Anggaran dan Pendapatan Belaja Daerah Tahun Anggaran 2026 poin (g) bahwa Kepala daerah menyampaikan rancangan KUA dan rancangan PPAS kepada DPRD paling lambat minggu kedua bulan Juli untuk dibahas dan disepakati bersama antara kepala daerah dan DPRD paling lambat Minggu II bulan Agustus.

Baru selanjutnya diserahkan dok Rancangan Perda APBD paling lambat minggu ke II bulan September bagi daerah yang  menerapkan 5 (lima) hari kerja per minggu atau paling lambat Minggu IV bulan September bagi daerah yang menerapkan 6 (enam) hari kerja per minggu.

Artinya, penyampaian rancangan KUA-PPAS, Rancangan Perda APBD oleh kepala daerah kepada DPRD memiliki jadwal yang ketat dan tidak bisa diabaikan.

Selanjutnya, dokumen ini menjadi landasan utama bagi DPRD dalam membahas dan menyepakati arah kebijakan fiskal serta prioritas pembangunan daerah. Dengan demikian, keterlambatan penyampaian KUA-PPAS akan menimbulkan efek domino terhadap seluruh tahapan penyusunan APBD.

"Secara teknis, keterlambatan tersebut menyebabkan molornya pembahasan RAPBD, dan pada akhirnya berpotensi menggagalkan penetapan APBD tepat waktu. Jika hingga akhir November dokumen APBD belum di sahkan maka akan ada sanksi yang sudah diatur dalam undang-undang, papar Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lombok Timur itu.

Konsekuensinya, kata Amrullah sangat besar. Program strategis, belanja pembangunan, hingga pelayanan publik akan tertunda. 

Masyarakat pun menjadi pihak yang paling dirugikan akibat kelalaian birokrasi ini.

Dari sisi tata kelola pemerintahan, keterlambatan KUA-PPAS mengindikasikan lemahnya koordinasi antara TAPD dan perangkat daerah lainnya. 

"TAPD seharusnya berfungsi sebagai motor penggerak perencanaan anggaran, memastikan bahwa setiap SKPD menyerahkan dokumen perencanaan sesuai jadwal, dan seluruh proses berjalan dalam koridor hukum yang berlaku," ujarnya.

Ketika TAPD gagal melaksanakan tugas tersebut, artinya ada persoalan mendasar pada manajemen internal baik dalam hal perencanaan, komunikasi, maupun pengendalian waktu.

Lebih jauh lagi, keterlambatan penyerahan KUA-PPAS juga memiliki implikasi politik. DPRD sebagai lembaga legislatif berhak menilai bahwa pemerintah daerah tidak serius menjalankan amanat undang-undang. 

Hal ini dapat memicu ketegangan antara eksekutif dan legislatif, menghambat proses pembahasan, dan menurunkan kepercayaan publik terhadap integritas pemerintahan daerah.

"Fakta bahwa KUA-PPAS terlambat diserahkan menjadi bukti bahwa TAPD tidak menjalankan peran strategisnya dengan optimal. Dalam konteks tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), keterlambatan semacam ini tidak dapat dianggap sepele," beber Amrullah.

Menurutnya, fakta ini menunjukkan rendahnya komitmen terhadap akuntabilitas dan efisiensi birokrasi, yang pada akhirnya merugikan daerah sendiri.

Keterlambatan bukan hanya soal waktu, melainkan soal kepemimpinan, tanggung jawab, dan integritas. 

"Karena itu, disiplin waktu dalam penyusunan dan penyerahan KUA-PPAS sejatinya adalah ukuran nyata dari keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola keuangan publik dengan profesional dan berorientasi pada hasil," jelasnya.

"Jika hal ini terus terulang, maka publik berhak menyebut: keterlambatan KUA-PPAS adalah bukti nyata TAPD lalai menjalankan amanahnya," sambungnya.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi