Pembelajaran Berdiferensiasi Sebagai Strategi Pembelajaran yang Berpihak Pada Murid - www.okenews.net | selalu oke di hati | All rights reserved

Breaking

Halaman

Minggu, 23 Mei 2021

Pembelajaran Berdiferensiasi Sebagai Strategi Pembelajaran yang Berpihak Pada Murid

OLEH: Misbah, S.Pd (Guru SD Negeri Bajo Kecamatan Soromandi Kab. Bima-NTB)



SEBAGAI pemimpin pembelajaran di kelas seorang guru pasti akan melakukan berbagai hal dan strategi sehingga pembelajaran bisa terlaksana dengan lancar dan optimal, misalnya menyiapkan  rencana pembelajaran juga  pengelolah kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar murid, semua itu dilakukan oleh seorang guru agar tercapai tujuan pembelajaran yang berdasarkan kurikulum. Salah satu rutinitas guru yang pasti dilakukan adalah menyiapkan Rencana Persiapan pembelajaran (RPP). 


Apapun kurikulumnya mulai dari kurikulun 1984 dengan pembagian mata pelajaran dengan cara belajar siswa Aktif (CBSA) biasa disebut kurikulum CBSA sepuluh tahun kemudian kurikulun 1984 diganti lagi dengan kurikulum 1994 dikenal dengan kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).  Kurikulum KBK ganti lagi  kurikulum 2006 yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)  dan yang digunakan sekarang adalah kurikulun  2013 (K13). 


Meskipun kurikulum yang berlaku diganti dengan nama yang berbeda-beda namun bagi seorang guru merancang Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP) tetap rutin dilakukan  karena menjadi kebutuhan sebagai persiapan dalam merancang strategi pembelajara di kelas.  Selama ini pembuatan RPP hanya fokus pada tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian tanpa melihat bagaimana pengeloaan kelas yang memenuhi kebutuhan murid secara individu, minat, kesiapan dan profil belajar murid yang bisa menciptakan pembelajaran yang efektif.


Untuk membantu guru dalam merancang pembelajaran yang berpihak pada murid maka sekarang dirancang pembelajaran yang memperhatikan aspek kebutuhan belajar murid, minat dan profil belajar murid yang dikenal dengan  Pembelajaran Berdiferensiasi. Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid (Tomlinson, 2001). Pembelajaran Berdiferensiasi ini adalah serangkaian pembelajaran yang dirancang oleh guru dalam RPP yang berorientasi pada kebutuhan belajar murid. Dalam RPP yang dibuat terkait dengan;

  1. Cara guru menciptakan lingkungan belajar yang mengundang murid untuk belajar guru akan berusaha untuk mencapai tujuan yang maksimal dan memastikan setiap murid di kelasnya sehingga murid mengetahui bahwa akan selalu ada dukungan  untuk mereka di sepanjang proses pembelajaran.
  2. Tujuan pembelajaran  terdifinisi secara jelas  sehingga mudah dipahami baik oleh guru maupun oleh murid.
  3. Membuat penilaian yang berkelanjutan dengan menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilain formatif yang telah dilakukan untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan atau sebaliknya murid mana yang lebih dahulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan sehingga guru bisa memberikan remedial bagi siswa yang masih ketinggalan dan pengayaan bagi siswa yang sudah memahami materi pembelajaran.
  4. Guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya sehingga guru akan menyesuaikan rencana pembelajaran yang bisa  memenuhi kebutuhan belajar, profil, dan minat belajar murid sehingga guru akan menggunakan sumber pembelajaran serta penugasan dan penilaian yang berbeda-beda. 
  5. Guru akan membuat menejemen kelas yang efektif sehingga tercipta proses, rutinitas dan metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas juga struktur yang jelas, sehingga kegiatan di kelas akan lebih efektif.


Pembelajaran berdiferensiasi haruslah berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar murid dan bagaiman guru merespon kebutuhan belajar murid sehingga perlu melakukan identifikasi kebutuhan belajar dengan lebik komprehensif agar dapat merespon dengan lebih tepat terhadap kebutuhan  belajar murid. 


Dalam pembelajaran berdiferensiasi guru akan melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid sehingga guru bisa menciptakan pembelajaran  yang efektif dan efisien, namun tepat sasaran  pada tujuan dan proses belajar yang berpihak pada murid.  Pembelajaran berdiferensiasi akan nampak dalam RPP yaitu dalam langkah-langkan pembelajaran. 


Pemetaan kebutuhan belajar siswa dalam pembelajaran diferensiasi terdiri dari tiga langkah yaitu:

  1. Pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan  kesiapan melajar murid  pemetaan kebutuhan yang mempertimbangkan tingkat kesiapan murid dalam mempelajari materi baru dengan menggunakan berbagai strategi dan lingkungan belajar yang tepat dengan dukungan sumber belajar yang sesuai sehinnga  siswa akan mampu memahami dan menguasai materi baru yang ajarkan. Ada banyak cara untuk membedakan kesiapan belajar. Tomlinso (2001) mengatakan bahwa merancang pemelajaran berdiferensiasi mirip dengan menggunakan tombol equalizer pada stereo atau pemutar compact disc (CD).  Untuk  mendapatkan kombinasi suara terbaik biasanya kita akan menggeser-geser tombol tersebut. Artinya dengan metode pembelajaran berdiferensiasi ini guru  menyesuaikan metode dan strategi pembelajaran yang tepat untuk menyesuaikan kebutuhan belajar murid sehingga siswa siap menerima materi pelajara dengan jenis kegiatan yang sesuai dengan minat belajarnya.
  2. Pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan Minat belajar murid. Minat adalah salah satu motivator penting bagi murid untuk dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Dalam merancang  pembelajaran tentu memiliki tujuan di antaranya membantu murid menyadari dalam pembelajaran selalu ada kecocokan antara sekolah dan keinginan mereka sehingga akan menumbuhkan minat belajar yang akan membuat mereka belajar dengan kemauan sendiri siswa juga akan menyadari ada keterhubungan antara semua pembelajaran dengan minat dan keinginan mereka,  karena guru menggunakan ketrampilan atau ide-ide  yang yang sering didengar oleh murid sehingga murid akan lebih cepat memahami pelajaran yang diterimanya dengan metode pembelajaran yang sesuai dengan minat belajar ini siswa akan meningkat motivasi belajarnya. Merancang pembelajaran dengan memperhatikan minat belajar siswa dapat di lakukan dengan berbagai cara antara lain; meminta murid untuk memilih apakah mereka ingin mendemonstrasikan pemahaman dengan cara mereka sendiri misalnya anak yang suka bernyanyi akan mendemonstrasikan pemahamanya dengan melalui lagu, anak yang suka menggambar akan menuangkan pemahamanya dalam bentuk gambar. Guru juga bisa menggunakan strategi investigasi kelompok berdasarkan minat, misalnya anak yang mempunyai minat yang sama akan di kelompokan. Siswa juga bisa diminta untuk mmembuat sebuah ketrampilan sesuai dengan minatnya dan siswa sendiri yang akan penentukan ketrampilan yang akan mereka buat sehingga bakat dan kreatifitas siswa akan tereksplor dengan maksimal.
  3. Pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan profil belajar murid. Tujuan dari pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan profil belajar adalah untuk memberi kesempatan pada murid untuk belajar secara natural dan efisien, ini berhubungan dengan gaya belajar siswa yang mempunyai profil belajar sndiri. Hal ini sangat penting diketahui oleh guru agar dapat memvariasikan metode dan pendekatan mengajar. Seorang guru harus memperhatikan beberapa hal yang berhubungan dengan profil belajar murid karena profil belajar murid berkaitan dengan banyak faktor seperti lingkungan, bahasa, budaya, dan gaya belajar siswa. 


Hal-hal yang perlu dipehatikan oleh guru dalam pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan profil belajar siswa antara lain;

  1. Faktor lingkungan seperti suhu  ruangan, aktifitas pembelajaran, tingkat kebisingan dan jumlah cahaya dalam ruangan. Faktor lingkungan ini harus diperhatikan betul oleh serang guru sehingga faktor penghambat seperti suhu ruangan yang tetlalu panas, ruangnan yang telalu bising, dan pencahayaan harus di atur sehingga proses pembelajaran bisa berjalan dengan nyaman. 
  2. Visual yaitu gaya belajar siswa yang harus dengan melihat seperti pembelajaran yang menggunakan diagram, pawer poin, catatan, peta, grafik atau benda-benda kongkrit yang ada di sekitar siswa. 
  3. Auditori adalah profil atau gaya belajar siswa dengan mendengar misalnya belajar sambil mendengar musik atau belajar dengan mendengar teman lain yang membaca dengan suara keras juga belajar sambil membaca dengan suara keras.
  4. Kinestetik yaitu belajar sambil melakukan sesuatu seperti membaca sambil bergerak dan merenggangkan tubuh, menjelaskan sesuatu sambil memperagakan atau belajar sambil berjalan atau berpindah-pindah tempat sehingga anak anak yang mempunyai profil belajar kinestetik biasanya tidak bisa diam.

Dengan memperhatikan ketiga aspek dalam mengkategorikan kebutuhan belajar murid maka guru akan bisa mengoptimalkan pembelajaran yang bisa di kembangkan sesuai deangan kebutuhan siswa sehingga akan mempunyai dampak yang positif bagi murid. Pembelajaran berdiferensiasi menjadi angin segar bagi seorang guru untuk merancang pembelajaran yang menarik efisien dan berpihak pada murid.