www.okenews.net

Berita Utama

Politik

Sosial



 


Video

Rabu, 19 Agustus 2026

Kongres Internasional Bahasa Sasak Mulai Dimatangkan

Okenews.net- Persiapan Sangkep (Kongres) Internasional I Bahasa Sasak terus dimatangkan oleh panitia. Sangkep yang diinisiasi Majelis Adat Sasak (MAS) ini dipersiapkan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dari berbagai paer.

Panitia menggelar koordinasi dan konsolidasi di Rembiga, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (19/8/2026). Pertemuan membahas kesiapan kepanitiaan, agenda kegiatan, keterlibatan tokoh, akademisi, serta substansi kongres

Pelibatan berbagai paer menjadi bagian penting dalam persiapan sangkep. Budayawan, akademisi, pakar, pemerhati bahasa dan budaya, tokoh adat, komunitas, serta elemen masyarakat dilibatkan untuk memperkaya gagasan.

Sangkep Internasional I Bahasa Sasak dijadwalkan berlangsung 28–30 Oktober 2026. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bersama untuk menyatukan pandangan dan merumuskan langkah strategis bagi masa depan bahasa Sasak.

Ketua Panitia Kongres Internasional I Bahasa Sasak, Dr. Khairil Anwar, M.Pd., mengatakan konsolidasi dilakukan untuk memastikan sangkep memiliki arah jelas dan menghasilkan agenda yang dapat ditindaklanjuti setelah kongres.

“Kita ingin sangkep ini menghasilkan sesuatu yang nyata. Bukan hanya berdiskusi, tetapi melahirkan kesepakatan, rekomendasi, program prioritas, dan peta jalan bersama untuk bahasa dan sastra Sasak,” ujar akademi yang kerap disapa Chae itu.

Menurutnya, pelibatan berbagai kalangan penting karena agenda kongres menyangkut masa depan bahasa dan sastra Sasak. Perspektif akademisi, budayawan, lembaga adat, komunitas, pemerintah, sekolah, dan masyarakat diperlukan.

Bahasa Sasak memiliki posisi strategis sebagai identitas budaya sekaligus bagian penting dalam memperkuat solidaritas dan kohesi sosial masyarakat Sasak. Penguatannya perlu menjawab dinamika global serta perubahan pola penggunaan bahasa.

Karena itu, bahasa Sasak tidak cukup hanya dipertahankan keberadaannya. Bahasa tersebut perlu dipastikan tetap hidup, digunakan, diwariskan, dikembangkan, dan relevan dengan kebutuhan generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Sejalan dengan tujuan tersebut, substansi kongres yang sedang dimatangkan mencakup empat fokus utama, yakni digitalisasi; pembinaan dan pengajaran; pelestarian dan pelindungan; serta pengembangan tata bahasa, aksara, sastra, dan tata istilah.

Pada aspek digitalisasi, pembahasan mencakup upaya mendokumentasikan sekaligus memperluas penggunaan bahasa dan sastra Sasak di ruang digital. Agenda tersebut meliputi digitalisasi manuskrip, naskah, kamus, cerita rakyat, dan karya sastra.

Selain itu, pengembangan korpus digital, kamus dan platform pembelajaran, dokumentasi audio-visual, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI menjadi bagian dari agenda digitalisasi bahasa dan sastra Sasak.

Pada aspek pembinaan dan pengajaran, perhatian diberikan pada penguatan pembelajaran di sekolah, penyusunan bahan ajar, peningkatan kompetensi guru, penggunaan bahasa Sasak dalam keluarga, serta pembinaan komunitas.

Gagasan “Gerakan Sasak di Sekolah” dan “Kelas Bahasa Sasak untuk Generasi Muda” menjadi contoh program yang dapat dikembangkan untuk memperkuat pewarisan bahasa melalui pendidikan formal maupun kegiatan pembelajaran di masyarakat.

“Pembinaan tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru, keluarga, komunitas, budayawan, tokoh masyarakat, dan masyarakat secara luas,” ujar Khairil, yang juga Sekretaris Jenderal Majelis Adat Sasak.

Sementara itu, pelestarian dan pelindungan berangkat dari sejumlah tantangan, antara lain perubahan pola komunikasi, dominasi bahasa Indonesia dan bahasa asing, serta berkurangnya penggunaan bahasa Sasak kalangan generasi muda.

Tantangan lainnya adalah semakin terbatasnya penutur dan pewaris sejumlah ragam bahasa serta tradisi sastra Sasak. Karena itu, pelestarian mencakup pemetaan kondisi bahasa, pendataan penutur, dokumentasi, dan revitalisasi berbasis komunitas.

Penguatan peran keluarga dan lembaga adat serta pengembangan kebijakan pelindungan juga menjadi bagian penting. Upaya tersebut diharapkan membangun sistem pelestarian yang tidak bergantung pada satu pihak saja.

Fokus lainnya adalah pengembangan tata bahasa, aksara, sastra, dan tata istilah. Agenda tersebut ditujukan memperkuat fondasi ilmiah bahasa Sasak agar memiliki rujukan kuat dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

Keempat fokus tersebut dirancang sebagai satu kesatuan. Pengembangan memperkuat fondasi bahasa, pelindungan menjaga penutur dan warisan, pembinaan memastikan pewarisan antargenerasi, sedangkan digitalisasi membuka ruang baru bagi bahasa Sasak.

Karena itu, sangkep ditargetkan tidak berhenti sebagai forum diskusi. Kongres diharapkan menghasilkan keluaran konkret berupa peta jalan digitalisasi, model pembinaan dan pengajaran, peta jalan pelestarian, serta rekomendasi pengembangan bahasa.

Konsolidasi panitia bersama berbagai unsur masyarakat dari berbagai paer menjadi langkah penting untuk menyatukan visi. Muaranya adalah memastikan bahasa Sasak tetap hidup, digunakan, diwariskan, dan berkembang sebagai identitas budaya masyarakat Sasak.

Selasa, 18 Agustus 2026

61 Pj Kades Dilantik, Bupati Lotim Tekankan Netralitas Pilkades

Okenews.net– Sebanyak 61 Penjabat (Pj) Kepala Desa se-Kabupaten Lombok Timur resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Selasa (18/8/2026).

Pelantikan berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur dan dihadiri Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bersama Sekda, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, para camat serta kepala desa yang telah menyelesaikan masa tugasnya.

Dalam arahannya, Bupati Haerul Warisin mengingatkan para Pj Kades bahwa jabatan tersebut bukan sekadar tugas sementara, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Penetapan para Pj Kades dilakukan berdasarkan usulan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melalui proses verifikasi pemerintah daerah.

Meski hanya menjabat hingga terpilihnya kepala desa definitif, para Pj Kades dituntut tetap menunjukkan profesionalisme dan integritas sebagai aparatur pemerintahan.

Terlebih, Kabupaten Lombok Timur akan menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung Februari mendatang. Bupati meminta seluruh Pj Kades menjaga netralitas dan tidak memberikan dukungan kepada calon tertentu.

“Ukuran keberhasilan Pj Kades bukan hanya menjalankan pemerintahan, tetapi bagaimana mampu menciptakan rasa aman, tenteram dan damai di tengah masyarakat,” tegas Haerul Warisin.

Selain menjaga kondusivitas desa, para Pj Kades juga diminta memastikan validasi data Perlindungan Sosial (Perlinsos). Mereka diharapkan turun langsung untuk memastikan masyarakat miskin dan rentan tercatat secara akurat sehingga tidak ada warga yang tertinggal dari program bantuan pemerintah.

Dalam menjalankan pemerintahan, Bupati juga mengingatkan para Pj Kades agar menerapkan pola hidup sederhana, memperkuat silaturahmi dengan masyarakat dan menghindari janji-janji yang tidak realistis.

Ia menekankan pentingnya koordinasi dalam menyelesaikan persoalan desa. Menurutnya, desa dan dusun merupakan garda terdepan pemerintahan karena menjadi tempat pertama masyarakat menyampaikan berbagai persoalan.

“Setelah dilantik, segera kembali ke desa. Duduk bersama masyarakat, dengarkan persoalan mereka dan selesaikan melalui silaturahmi serta koordinasi,” pesan Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Haerul Warisin juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa yang telah mengakhiri masa tugas. Pemerintah daerah memastikan hak pesangon bagi kepala desa purna tugas dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pelantikan 61 Pj Kades tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan sekaligus menjaga stabilitas menjelang pelaksanaan Pilkades serentak di Lombok Timur.

Tak Punya Banyak, Tapi Punya Semangat: Warga Ganang Rawat Tradisi Upacara Kemerdekaan

Okenews.net– Keterbatasan ekonomi dan kesibukan mencari nafkah tak menyurutkan semangat warga Ganang RT 20, Lingkungan Lendang Bedurik Induk, Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Lombok Timur, untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Semangat itu diwujudkan melalui upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang telah menjadi tradisi warga setempat selama tiga tahun terakhir. Upacara digelar di halaman rumah salah seorang warga, Ibu Kartini, Senin (17/8/2026).

Ratusan warga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, mereka mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan penuh khidmat dan antusias.

Ketua RT 20, M. Nazri, SH, mengatakan antusiasme warga menjadi hal yang patut diapresiasi. Di tengah kondisi sebagian besar masyarakat yang bekerja sebagai pekerja serabutan, mereka tetap menyempatkan diri untuk mengikuti upacara sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan kemerdekaan Indonesia.

“Ada hal yang menarik dan perlu menjadi contoh bagi saudara-saudara kami yang lain. Warga di sini meskipun rata-rata pekerja serabutan, rela meluangkan waktu untuk mencari nafkah guna mengikuti pelaksanaan upacara bendera dan mereka terlihat sangat antusias,” kata Nazri.

Menurutnya, semangat warga tersebut menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan dengan kegiatan besar dan biaya yang mahal. Dengan keterbatasan yang ada, masyarakat tetap mampu menghadirkan rasa nasionalisme melalui kebersamaan.

Dalam amanatnya, pembina upacara, Ustadz Zuhri, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menumbuhkan semangat patriotisme serta memahami nilai perjuangan para pahlawan yang telah mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan.

Ia juga menekankan pentingnya disiplin dan semangat belajar bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dunia digital.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus mengisi kemerdekaan. Sebab, masa depan bangsa berada di tangan generasi penerus.

“Mari kepada para pemuda kita tanamkan rasa syukur dengan menanamkan semangat patriotisme mempertahankan kemerdekaan ini sebagai bentuk hormat kita kepada para pahlawan yang telah gugur,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT Kemerdekaan RI warga Ganang, M. Sukri, mengatakan semangat masyarakat dalam menyambut hari-hari besar nasional maupun keagamaan telah menjadi bagian dari tradisi warga setempat.

Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan bangsa, berbagai kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah, kebersamaan, gotong royong, dan rasa kekeluargaan antarwarga.

Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pelaksanaan upacara hingga penyediaan door prize, dilakukan secara swadaya melalui sumbangan sukarela masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan agar seluruh warga, terutama anak-anak dan generasi muda, semakin termotivasi untuk ikut ambil bagian dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

“Ini semua kami anggarkan secara sukarela, dari pelaksanaan upacara hingga door prize yang kami suguhkan untuk masyarakat. Tujuannya hanya satu, agar mereka juga ikut termotivasi merayakan dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai ini,” tandas Sukri.

Bagi warga Ganang, kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah keterbatasan, semangat untuk mengibarkan Merah Putih tetap menyala. Tradisi sederhana yang dirawat selama tiga tahun itu menjadi bukti bahwa rasa cinta tanah air tumbuh kuat dari kebersamaan masyarakat.

BPN Lombok Utara Kobarkan Semangat Kemerdekaan, Pengabdian Jadi Napas Pelayanan

Okenews.net– Keluarga besar Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara turut mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di halaman Kantor Wilayah BPN Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin (17/8/2026).


Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Bertindak sebagai pemimpin upacara, Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kanwil BPN Provinsi NTB, Dendi Herlan.


Kegiatan tersebut diikuti jajaran Kanwil BPN Provinsi NTB, Kantor Pertanahan Kota Mataram, serta Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara.


Keikutsertaan jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara menjadi momentum untuk mengenang sekaligus menghormati jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara, Muhammad Shaleh Basyarah,  menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diterjemahkan melalui kerja nyata, khususnya dalam memberikan pelayanan pertanahan kepada masyarakat.


“Kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus kita isi dengan kerja nyata. Bagi kami, bentuk pengabdian itu adalah memberikan pelayanan pertanahan yang profesional, cepat, transparan, dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Muhammad Shaleh Basyarah.


Menurutnya, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga menjadi pengingat bagi seluruh jajaran BPN untuk terus memperkuat integritas, disiplin, persatuan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.


“Semangat para pahlawan harus menjadi energi bagi kita untuk terus bekerja dengan integritas. Tanah adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat, sehingga pelayanan pertanahan harus benar-benar memberikan kepastian dan manfaat,” tambahnya.


Upacara tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat nasionalisme dan kebersamaan antarjajaran BPN di NTB. Semangat tersebut diharapkan terus terbawa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari demi mewujudkan pelayanan pertanahan yang semakin baik bagi masyarakat.

Senin, 17 Agustus 2026

362 Warga Binaan Lapas Selong Terima Remisi HUT RI

Okenews.net– Sebanyak 362 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong menerima remisi dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Penyerahan remisi tersebut dihadiri Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin. Dalam kesempatan itu, Bupati membacakan amanat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menekankan bahwa pemberian remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi bagian dari proses pembinaan dan reintegrasi sosial.

Mengusung tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” pemerintah menempatkan sistem pemasyarakatan sebagai bagian penting dalam membangun penegakan hukum yang tetap mengedepankan nilai kemanusiaan.

Kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran dinilai menjadi tiga unsur yang saling berkaitan. Penegakan hukum tidak hanya ditujukan untuk memberikan sanksi, tetapi juga membuka kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Secara nasional, pemerintah pada momentum HUT ke-81 RI memberikan Remisi Umum kepada 173.706 narapidana serta Pengurangan Masa Pidana Umum kepada 1.085 Anak Binaan.

Khusus di Lapas Kelas IIB Selong, sebanyak 362 warga binaan memperoleh remisi dengan besaran yang berbeda. Sebanyak 63 orang menerima remisi satu bulan, 86 orang dua bulan, 107 orang tiga bulan, 61 orang empat bulan, 37 orang lima bulan, dan delapan orang memperoleh remisi enam bulan.

Pemberian remisi tersebut menjadi bentuk penghargaan negara terhadap warga binaan yang telah mengikuti proses pembinaan dengan baik. Di sisi lain, remisi juga diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperbaiki perilaku serta mempersiapkan diri kembali ke lingkungan sosial.

Dalam amanatnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan juga menekankan pentingnya sinergi dalam proses pembinaan. Dukungan petugas pemasyarakatan, keluarga, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat luas diperlukan agar proses reintegrasi berjalan optimal.

Jajaran pemasyarakatan juga diminta menjaga integritas dan profesionalisme. Tidak boleh ada toleransi terhadap peredaran gelap narkotika, penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, percaloan, penyelundupan barang terlarang maupun pelanggaran etik lainnya.

Momentum pemberian remisi HUT RI ke-81 ini diharapkan menjadi pengingat bahwa proses pemasyarakatan tidak berhenti pada pemberian hukuman. Lebih dari itu, pembinaan diarahkan untuk melahirkan warga binaan yang sadar hukum, mandiri, berdaya saing, dan mampu kembali memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi sistem pemasyarakatan dalam mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, berkeadilan dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

Wabup Edwin Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Lombok Timur

Okenews.net – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar upacara peringatan detik-detik Proklamasi dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Upacara yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Lombok Timur tersebut dipimpin Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya selaku inspektur upacara. Sementara pembacaan teks Proklamasi dilakukan Ketua DPRD Lombok Timur H. Muhammad Yusri.

Suasana khidmat terasa sepanjang rangkaian upacara. Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin turut hadir bersama Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, organisasi wanita, serta aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Perhatian juga tertuju pada Paskibraka Kabupaten Lombok Timur yang menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih dengan lancar.

Halizatul Fitri dari SMAN 1 Aikmel dipercaya sebagai pembawa baki. Tugas pembawa bendera dijalankan Muhamad Pajar dari SMAN 1 Sakra, sedangkan posisi pembentang dipercayakan kepada Gevin Hijriansyah Dharmawan dari SMAN 3 Selong.

Sementara itu, Irwan Hadi dari MA NW Debok Santong bertugas sebagai pengerek bendera di bawah komando Danpok 17, Tristan Zaki Aldizaen dari SMAN 1 Selong.

Selain menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan, peringatan HUT ke-81 RI di Lombok Timur juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial.

BAZNAS Kabupaten Lombok Timur menyerahkan bantuan melalui program Lombok Timur Religius untuk bidang dakwah dan advokasi serta program Mustahik Sejahtera di bidang ekonomi.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendorong masyarakat penerima manfaat agar semakin berdaya.

Peringatan HUT ke-81 RI pun tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, pengabdian, dan kepedulian dalam membangun Lombok Timur.

Wabup Edwin Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81 di Lombok Timur

Okenews.net – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Lombok Timur ditutup dengan upacara penurunan Bendera Merah Putih yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Senin (17/8/2026).

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Muhammad Edwin Hadiwijaya, kembali dipercaya menjadi inspektur upacara. Prosesi penurunan bendera berlangsung tertib dan lancar hingga penyerahan Sang Merah Putih.

Upacara tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan organisasi wanita, serta para veteran.

Iptu Rahimahullah KJ bertindak sebagai komandan upacara. Sementara itu, tugas dalam prosesi bendera dipercayakan kepada sejumlah pelajar.

Ela Ramdhani, siswi MAN 1 Sikur, bertugas sebagai pembawa baki. Aldi Firmansah dari SMAN 3 Selong menjadi pembentang bendera, L. Roja Surya Putra dari SMAN 1 Terara sebagai pengerek, dan Teguh Pratama dari SMAN 1 Labuhan Haji sebagai pembawa bendera.

Kekhidmatan semakin terasa ketika paduan suara SMPN 1 Selong membawakan sejumlah lagu perjuangan, di antaranya Berkibarlah Benderaku, Hari Merdeka, dan Syukur.

Penurunan Bendera Merah Putih menjadi penutup seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lombok Timur.

Momentum tersebut tidak sekadar menjadi seremoni penutup, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus menghargai perjuangan para pahlawan serta memperkuat persatuan dalam mengisi kemerdekaan.

Semangat tersebut diharapkan terus terjaga dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan, menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Polres Lombok Timur Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Kobarkan Semangat Nasionalisme

Okenews.net – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Apel Polres Lombok Timur, Senin (17/8/2026) pagi.

Upacara yang dimulai pukul 08.00 Wita tersebut dipimpin langsung Wakapolres Lombok Timur, Kompol Sidik Pria Mursita, S.H., dan diikuti seluruh personel Polres Lombok Timur. Rangkaian upacara berlangsung khidmat, tertib, dan lancar.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Rusmaladi, mengatakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum penting bagi seluruh personel untuk kembali menghayati makna perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, upacara kemerdekaan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa nasionalisme dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

“Upacara ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi memiliki banyak makna. Salah satunya untuk mengenang pengorbanan para pejuang dan para pahlawan yang gugur dalam membela bangsa dan negara Indonesia, sekaligus menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa nasionalisme,” ujar Iptu Rusmaladi.

Ia menegaskan, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dengan menjaga persatuan, meningkatkan kecintaan terhadap tanah air, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Peringatan HUT ke-81 RI, lanjutnya, juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami berharap di usia negara kita yang ke-81 tahun ini, bangsa dan negara kita semakin maju, makmur, sejahtera, dan semakin kondusif,” harapnya.

Upacara tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan jajaran Polres Lombok Timur terhadap jasa para pahlawan. Semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu bangsa diharapkan terus menjadi inspirasi bagi setiap personel dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dengan semangat “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” jajaran Polres Lombok Timur berkomitmen menjadikan momentum kemerdekaan sebagai pengingat untuk terus bekerja dengan penuh integritas, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

HUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan

Okenews.net - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menghadirkan tiga transformasi dalam layanan dan organisasi sebagai kado kemerdekaan bagi masyarakat. Ketiga transformasi tersebut meliputi layanan Pengukuran Terjadwal, Peralihan Hak Terintegrasi, dan penerapan sistem Organisasi Berbasis Wilayah, yang diluncurkan di Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Administrasi Jakarta Barat pada Senin (17/08/2026).

“Dengan suasana yang baik pada 17 Agustus 2026 ini, saya nyatakan pelayanan Peralihan Hak Terintegrasi dengan target penyelesaian 10 hari efektif diberlakukan mulai hari ini. Kemudian Pengukuran Terjadwal, meskipun sudah banyak yang berjalan, kita nyatakan efektif juga hari ini di 446 kantor. Ini kado buat rakyat Indonesia,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid.

Transformasi pertama dihadirkan lewat layanan Pengukuran Terjadwal dalam proses pendaftaran tanah, yang menetapkan masa tunggu pengukuran maksimal tujuh hari dan penyelesaian berkasnya dalam lima hari. Selanjutnya, transformasi melalui layanan Peralihan Hak Terintegrasi atau balik nama, menargetkan keseluruhan prosesnya selesai maksimal 10 hari. Transformasi ketiga dilakukan dalam tubuh Kementerian ATR/BPN, yakni penerapan Organisasi Berbasis Wilayah yang menetapkan struktur organisasi dan tata kelola (SOTK) baru di 10 Kantah, dengan penataan jabatan Kepala Seksi (Kasi) berdasarkan wilayah kecamatan atau kelurahan.

Peluncuran tiga transformasi tersebut ditandai dengan penekanan tombol oleh Menteri ATR/Kepala BPN, didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan; Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan; Inspektur Jenderal ATR/BPN, Pudji Prasetijanto Hadi; Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (Dirjen PHPT), Asnaedi; serta Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR), Virgo Eresta Jaya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nusron menegaskan bahwa transformasi merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan untuk memastikan pelayanan publik mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, transformasi pelayanan harus berpedoman pada peraturan yang berlaku sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Esensi pelayanan publik adalah menciptakan kepuasan masyarakat karena pelayanan publik itu hak dasar daripada warga negara. Kita sebagai pemerintah, sebagai aparatur negara harus memberikan hak dasar warga negara,” tegas Menteri Nusron.

Untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan transformasi layanan dan organisasi, 17 Kepala Kantah yang menjadi lokasi _pilot project_ fase I Peralihan Hak Terintegrasi atau balik nama, dalam kesempatan ini melakukan penandatanganan Pakta Integritas. Enam Kepala Kantah melakukan penandatanganan secara langsung, yaitu dari Kantah Kota Administrasi Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Depok.

Sementara itu, 11 Kepala Kantah lainnya melakukan penandatanganan secara daring, yakni Kantah Kota Surabaya I, Kabupaten Malang, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Batam, Kota Pontianak, Kota Samarinda, Kabupaten Badung, Kabupaten Buleleng, Kota Makassar, dan Kota Kupang. Pakta Integritas juga ditandatangani oleh Dirjen PHPT, Asnaedi.

“Asas kita melakukan inovasi ini adalah memberikan kepastian sama masyarakat, kapan masalahnya selesai kalau dia datang ke BPN. Jadi tidak boleh orang datang ke BPN itu tidak ada kepastian kapan masalahnya selesai,” tutur Menteri Nusron.

Turut hadir dalam acara _Launching_ Transformasi Layanan dan Organisasi ini, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN; Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat beserta para Kepala Kantah; Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta beserta jajaran; Ketua Pengurus Pusat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah; dan Wali Kota Jakarta Barat beserta Forkopimda. 

HUT RI ke-81, Kantah KLU Ajak Jadikan Semangat Pahlawan sebagai Energi Melayani

Okenews.net– Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum bagi Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara untuk kembali meneguhkan semangat pengabdian kepada masyarakat.


Mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” keluarga besar Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara mengajak seluruh elemen masyarakat mengisi kemerdekaan dengan persatuan, kerja keras dan pelayanan yang memberikan manfaat nyata.


Peringatan HUT RI yang jatuh pada Senin, 17/8/2026, tidak hanya dimaknai sebagai perayaan tahunan. Momentum ini sekaligus menjadi refleksi bagi jajaran Kantah Lombok Utara untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan.


Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara, Muhammad Shaleh Basyarah, mengatakan semangat kemerdekaan harus mampu diterjemahkan menjadi etos kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


“Jangan biarkan semangat kemerdekaan berhenti pada seremoni. Mari kita hidupkan melalui kerja, pelayanan dan pengabdian. Setiap tugas yang kita selesaikan dengan penuh integritas adalah bagian dari cara kita mengisi kemerdekaan,” tegasnya.


Ia menambahkan, perjuangan para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik sesuai bidang masing-masing.


Bagi jajaran Kantah Lombok Utara, pengabdian tersebut diwujudkan melalui upaya menghadirkan pelayanan pertanahan yang profesional, mudah, transparan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


“Semakin baik pelayanan yang kita berikan, semakin besar pula kontribusi kita bagi masyarakat. Itulah semangat yang harus terus kita jaga dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera,” katanya.


Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara pun mengajak masyarakat menjadikan HUT ke-81 RI sebagai momentum memperkuat persatuan dan menjaga semangat gotong royong.


Kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan menjadi amanah bersama. Kini, tugas setiap anak bangsa adalah meneruskannya dengan karya, pelayanan dan pengabdian demi Indonesia yang semakin berdaulat, sejahtera dan maju.

41 Anak Binaan LPKA Lombok Tengah Terima Pengurangan Masa Pidana


Okenews.net – Sebanyak 41 Anak Binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah mendapat Pengurangan Masa Pidana (PMP) Umum dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Penyerahan PMP secara simbolis berlangsung di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Praya, Senin (17/8/2026). Penyerahan dilakukan Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. Muhammad Nursiah, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala LPKA Kelas II Lombok Tengah dan Kepala Rutan Kelas IIB Praya.

Dua Anak Binaan hadir mewakili penerima PMP dan menerima surat keputusan secara simbolis dalam kegiatan tersebut.

Kepala Seksi Registrasi dan Klasifikasi LPKA Kelas II Lombok Tengah, Ahmad Saepandi, menjelaskan, dari 41 Anak Binaan yang memperoleh pengurangan masa pidana, 40 orang menerima PMP Umum I dan satu orang mendapatkan PMP Umum II.

Adapun besaran pengurangan masa pidana yang diberikan bervariasi. Sebanyak 16 anak memperoleh pengurangan satu bulan, 17 anak mendapat pengurangan dua bulan, dan delapan anak memperoleh pengurangan tiga bulan.

Ahmad mengatakan, pemberian PMP merupakan bagian dari pemenuhan hak Anak Binaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Pengurangan tersebut diberikan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, di antaranya perilaku baik, kepatuhan terhadap tata tertib, keaktifan mengikuti program pembinaan, serta adanya penurunan tingkat risiko selama menjalani masa pidana.

“Pemberian Pengurangan Masa Pidana ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Anak Binaan untuk terus mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh, mempertahankan perilaku baik, serta meningkatkan kesiapan untuk kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Pemberian PMP pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bentuk pemenuhan hak, tetapi juga mendorong Anak Binaan terus memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Minggu, 16 Agustus 2026

32 Paskibraka Lotim Dikukuhkan, Bupati: Tegakkan Hati Saat Mengibarkan Merah Putih

Okenews.net – Sebanyak 32 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lombok Timur resmi dikukuhkan untuk menjalankan tugas pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.

Pengukuhan berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur, Ahad (16/8), dan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya. Prosesi tersebut turut disaksikan Bupati Lombok Timur, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta para orang tua dan wali anggota Paskibraka.

Bupati Lombok Timur menyampaikan kebanggaannya kepada para anggota Paskibraka yang berhasil melewati proses seleksi dan persaingan ketat hingga terpilih menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera tahun ini.

Menurutnya, menjadi Paskibraka bukan kesempatan yang dimiliki semua pelajar. Dari ribuan siswa yang memiliki keinginan untuk mengemban tugas tersebut, hanya 32 orang yang akhirnya terpilih.

“Tidak semua bisa dan memiliki kesempatan besar ini,” tegasnya.

Ia mengingatkan, tugas Paskibraka bukan sekadar mengibarkan bendera Merah Putih. Di balik tugas tersebut terdapat nilai sejarah, perjuangan, dan pengorbanan para pahlawan yang harus dimaknai oleh setiap anggota.

“Ketika berdiri tegak di hadapan Merah Putih, jangan hanya tegakkan badan saja, tapi tegakkan hati,” pesannya.

Bupati juga meminta para anggota Paskibraka mengingat perjuangan orang tua, guru, serta para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia.

Ia menekankan, berakhirnya tugas sebagai Paskibraka bukan berarti berakhir pula nilai-nilai yang selama ini mereka dapatkan selama menjalani pelatihan.

Disiplin, kekompakan dan keberanian, kata Bupati, harus terus menjadi bagian dari karakter mereka dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalian akan menjadi penerus generasi akan datang, baik di pemerintahan ataupun di tempat lainnya. Disiplin yang diterima itu harus menjadi karakter dan terus dibawa di kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain itu, Bupati mengingatkan para anggota Paskibraka agar tidak melupakan ibadah dan kewajiban berbakti kepada orang tua.

“Jangan begitu selesai kemudian pakaian Paskibraka dibuka dan semua ikut selesai,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan, doa dan pengorbanan selama proses seleksi hingga pelatihan.

“Di balik anak-anak hebat ini, ada doa dan pengorbanan orang tua yang luar biasa,” katanya.

Apresiasi juga diberikan kepada para pembina dan pelatih yang telah membentuk kedisiplinan para anggota Paskibraka selama menjalani persiapan.

Bupati meminta seluruh anggota menjalankan setiap arahan pelatih saat bertugas. Sebab, penampilan mereka saat mengibarkan Sang Merah Putih nantinya tidak hanya disaksikan peserta upacara, tetapi juga masyarakat luas.

Sebanyak 32 anggota Paskibraka tersebut selanjutnya akan bertugas pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Lombok Timur hingga upacara penurunan bendera yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Lombok Timur.

Festival Gawe Beleq Sakra Barat 2026 Siap Digelar, Ribuan Warga Diajak Rayakan HUT RI ke-81

Okenews.net– Lapangan Umum Kecamatan Sakra Barat sebentar lagi kembali bergemuruh. Festival Gawe Beleq Sakra Barat 2026 resmi membuka ruang bagi seluruh masyarakat Lombok Timur untuk bersama-sama memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selama tujuh hari, mulai 17 hingga 23 Agustus 2026, Sakra Barat akan disulap menjadi pusat pesta rakyat yang sarat hiburan, budaya, olahraga, religi hingga kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.

Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti masyarakat secara gratis tanpa tiket maupun syarat khusus. Warga dapat datang bersama keluarga, sahabat, maupun kerabat untuk menikmati berbagai agenda yang telah disiapkan panitia.

Ketua Panitia Festival Gawe Beleq Sakra Barat 2026, Faizun Fikry, S.IP., M.AP., mengatakan festival tahun ini tidak semata-mata menghadirkan hiburan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat Lombok Timur.

Mengusung tema “Karya Bersama Untuk Semua Menuju Lombok Timur Smart”, Gawe Beleq diharapkan mampu menjadi panggung bagi masyarakat untuk berkarya sekaligus merayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan.

“Kami mengundang Bapak, Ibu dan seluruh masyarakat Lombok Timur untuk hadir. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan tawa, doa, budaya dan karya bersama. Sakra Barat siap menyambut dengan tangan terbuka,” ujar Faizun.

Sekretaris Panitia, M. Ilham Jauhari, S.Pd.I., menambahkan, rangkaian kegiatan sengaja dirancang agar dapat dinikmati berbagai kalangan dan usia.

Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari lantunan Alba yang akan membuka malam kemerdekaan, Cilokaq Tokol Songak yang menghadirkan hiburan khas masyarakat, Temu Karya sebagai ruang bertukar gagasan dan kreativitas, hingga Sakbar Bersholawat yang menjadi momentum memperkuat nilai religius.

Kemeriahan diprediksi mencapai puncaknya pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ribuan warga diperkirakan memadati Lapangan Umum Sakra Barat untuk menyaksikan Rudat Temu Karya sekaligus pelepasan 1.000 lampion yang akan menghiasi langit Sakra Barat.

Sebelum malam puncak, masyarakat juga dapat mengikuti Jalan Sehat dan Senam Bersama. Panitia turut menghadirkan Samsat Keliling dan Bazar Murah, sehingga kehadiran festival tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, rangkaian festival akan ditutup dengan kegiatan olahraga Fun Bike pada 23 Agustus 2026.

Panitia juga memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi melalui bazar. Langkah ini diharapkan dapat ikut menggerakkan perekonomian masyarakat selama festival berlangsung.

Ilham mengajak seluruh masyarakat Lombok Timur untuk tidak sekadar mendengar kemeriahan Gawe Beleq, tetapi datang dan menjadi bagian dari perayaan tersebut.

“Jangan sampai hanya dengar ceritanya. Datang langsung dan jadilah bagian dari Gawe Beleq Sakra Barat 2026. Karena ini bukan acara panitia, ini acara kita semua,” tegasnya.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Hairuman Syahroni di 081917802277 atau Agus Satriawan di 081944388887.

Sakra Barat telah bersiap menyambut masyarakat. Kini, ajakan untuk meramaikan Festival Gawe Beleq Sakra Barat 2026 menjadi milik seluruh warga Lombok Timur.

Sabtu, 15 Agustus 2026

FISE Universitas Hamzanwadi Lepas 184 Mahasiswa Asistensi Mengajar ke 30 Sekolah

Dekan FISE Prof. Dr. Muh. Fahrurrozi, M.M
Okenews.net — Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) Universitas Hamzanwadi melepas 184 mahasiswa peserta Asistensi Mengajar (AM) ke 30 satuan pendidikan, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Para mahasiswa tersebut akan menjalankan kegiatan pembelajaran dan program pendidikan di sekolah mitra dengan pendampingan 15 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) selama pelaksanaan program.

Asistensi Mengajar merupakan kegiatan akademik yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sesuai bidang keilmuan sekaligus memahami dinamika pendidikan di satuan pendidikan.

Program tersebut diarahkan untuk memberikan pengalaman experiential learning kepada mahasiswa, sekaligus mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan profesional, komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan pemecahan masalah. 

Dekan FISE Universitas Hamzanwadi, Prof. Dr. Muh. Fahrurrozi, M.M., mengatakan Asistensi Mengajar harus dipandang sebagai ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan pendidikan secara langsung.

Menurutnya, mahasiswa perlu memperoleh pengalaman nyata di sekolah agar mampu memahami persoalan pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan berinteraksi dengan peserta didik dan lingkungan sekolah.

“Mahasiswa harus mampu menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang nyata, bukan hanya untuk mengajar, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan,” ujar Fahrurrozi.

Ia berharap kehadiran mahasiswa di sekolah mitra mampu memberikan kontribusi positif sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa sebagai calon tenaga profesional yang memiliki kompetensi dan tanggung jawab di bidang pendidikan.

Fahrurrozi juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater, menghormati guru pamong, membangun komunikasi yang baik, serta menunjukkan kedisiplinan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Jangan melihat Asistensi Mengajar hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi jadikan kesempatan ini untuk belajar menjadi pendidik profesional, adaptif, bertanggung jawab, dan mampu memberikan solusi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia AM FISE, Danang Prio Utomo, M.M., mengatakan persiapan pelaksanaan telah dilakukan melalui sejumlah tahapan untuk memastikan mahasiswa memiliki pemahaman dan kesiapan sebelum menjalankan program.

Menurut Danang, mahasiswa terlebih dahulu memperoleh pembekalan mengenai konsep, tujuan, mekanisme, tata krama kehidupan sekolah, pengelolaan lembaga pendidikan, serta berbagai aspek teknis pelaksanaan program. 

“Pembekalan diarahkan agar mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi memahami etika, tanggung jawab, serta cara membangun kerja sama dengan sekolah selama menjalankan program,” jelas Danang.

Setelah pembekalan, mahasiswa melakukan pendalaman bersama DPL untuk memperoleh arahan mengenai pelaksanaan kegiatan, termasuk penyusunan program dan mekanisme pendampingan selama berada di sekolah sasaran.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyusun program berdasarkan permasalahan dan potensi sekolah, kemudian melaksanakan kegiatan melalui kerja sama dengan pihak sekolah serta melakukan konsultasi secara berkala. 

Mahasiswa juga diwajibkan mencatat kegiatan melalui logbook, mendokumentasikan pelaksanaan program, melakukan refleksi, serta menyusun laporan sebagai bagian dari pertanggungjawaban akademik.

Selain pelaksanaan program di sekolah, mahasiswa juga diwajibkan menghasilkan artikel ilmiah dari kegiatan Asistensi Mengajar untuk dipublikasikan pada jurnal yang terindeks minimal SINTA 4. Publikasi artikel tersebut menjadi salah satu syarat dikeluarkannya nilai Asistensi Mengajar. 

Dalam proses publikasi, DPL memiliki kewajiban membimbing mahasiswa dalam penyusunan artikel ilmiah, sementara mahasiswa wajib mencantumkan nama DPL dalam artikel yang dipublikasikan. 

Sementara itu, DPL bertugas memberikan bimbingan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi, termasuk mengontrol program, membimbing penyusunan laporan dan artikel, serta melakukan monitoring lapangan. 

Program Asistensi Mengajar FISE Universitas Hamzanwadi dilaksanakan selama satu semester dengan pola blok selama 24 minggu efektif, sedangkan waktu efektif kegiatan ditetapkan selama enam hari kerja setiap minggu. 

Pelaksanaan program diharapkan tidak hanya memenuhi capaian akademik mahasiswa, tetapi memperkuat hubungan kemitraan antara FISE Universitas Hamzanwadi dan satuan pendidikan dalam mendukung pengembangan kualitas pembelajaran.

Asistensi Mengajar juga menjadi sarana memperkuat kemitraan sekaligus memberikan dukungan pemikiran, tenaga, ilmu, dan teknologi bagi pengembangan pembelajaran di sekolah. 

Melalui program tersebut, FISE Universitas Hamzanwadi berharap mahasiswa memperoleh pengalaman profesional yang kuat, menghasilkan karya ilmiah, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi sekolah selama menjalankan Asistensi Mengajar 2026.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi