www.okenews.net

Berita Utama

Politik

Sosial

JOB FAIR Tunggal


 

 


Video

Selasa, 16 April 2024

Rohmi Djalilah Dilirik Banyak Figur, Mi6 Nilai Sangat Potensial Berpasangan dengan Haji Firin

 

Okenews.net--Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 kembali membeberkan analisa terkait dinamika politik terkini Bumi Gora yang masih sangat dinamis dan bakal penuh dengan kejutan. Terbaru, Mi6 menilai gerakan yang menghendaki agar Hj Sitti Rohmi Djalilah maju bertarung sebagai calon gubernur dan pisah jalan dengan Doktor Zul, kian membesar.

”Paket Zul-Rohmi harus diakui bakal menemui tantangan yang besar, terutama soal apakah paket ini akan masih bersama atau justru pisah jalan,” kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto didampingi Penasehat Khusus Mi6, H Ruslan Turmuzi yang juga anggota DPRD NTB dari PDI Perjuangan NTB,  di Mataram, Selasa (16/4/2024).

Analis politik kawakan Bumi Gora yang karib disapa Didu ini mengemukakan, konstalasi politik Bumi Gora memang masih berpotensi menghadirkan kejutan-kejutan seiring dengan dinamika politik yang sangat dinamis. Dalam hal ini, pasangan Zul-Rohmi yang merupakan petahana dinilai bakal menemui tantangan paling besar, musabab menjadi kandidat yang paling ingin diusik.

Yang menarik, tantangan terhadap pasangan Zul-Rohmi untuk kembali bertarung dalam Pilkada NTB 2024 kata Didu, tidak cuma datang dari eksternal semata. Namun, datang juga dari internal. Saat ini kata Didu, suara yang menginginkan agar Rohmi pisah jalan dengan Doktor Zul dan maju sebagai kandidat calon gubernur bukannya meredup, tapi malah membesar. Hal tersebut misalnya terus bergelora di internal Ormas Islam NWDI, dimana Rohmi Djalilah merupakan salah satu figur sentralnya.

Selain itu, berembus pula aneka kabar angin. Misalnya saja yang terkait dengan kesiapan finansial untuk menatap Pilgub NTB 2024. Entah benar atau tidak, ada yang menyebut-nyebut perlu syarat setidaknya kesiapan dana terlebih dahulu untuk menopang operasional Tim Pemenangan, baru pasangan Zul-Rohmi bisa dideklarasikan.

Tanda-tanda tantangan dari internal itu juga kata Didu, kian mudah dibaca oleh publik, mengingat ada keinginan agar pasangan Zul-Rohmi Jilid II dideklarasikan usai Lebaran Idul Fitri. Namun, dari sisi Rohmi Djalilah, hal tersebut masih disambut dingin. Malah, sejumlah figur perwakilan dari sisi Zulkieflimansyah maupun dari sisi Rohmi, tak sungkan saling berbalas komentar di media, yang menandakan sejumlah hal masih belum ada titik temu.

”Dalam politik, satu hal yang pasti adalah ketidakpastian. Dalam banyak pengalaman, dinamika yang sangat berubah dengan cepat, dapat menciptakan kejutan yang tidak terduga,” kata Didu.

Dari sisi eksternal, pasangan Zul-Rohmi banyak menemui tantangan lantaran sejumlah figur juga menggoda Rohmi Djalilah untuk berganti pasangan di Pilkada 2024. Muncul misalnya ke permukaan, bagaimana Pj Gubernur NTB saat ini, HL Gita Ariadi, ingin pula berpasangan dengan Rohmi Djalilah. Tujuh bulan menjabat sebagai orang nomor satu di NTB, menjadikan nama Gita Ariadi memang banyak mewarnai perbincangan warga Bumi Gora, yang menjadikan popularitas dan elektabilitasnya merangkak naik.

Tentu saja kata Didu, tak ada yang keliru dengan kian membesarnya keinginan agar Rohmi Djalilah pisah jalan dengan Doktor Zul, dan maju untuk memperebutkan kursi NTB 1. Mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB dua periode ini mengemukakan, sebagai figur yang merepresentasikan Ormas Islam NWDI, Rohmi memang menjadi idola.

Didu mengatakan, NWDI memiliki pengaruh politik yang kuat di NTB. Organisasi ini memiliki jaringan yang luas, punya basis anggota yang besar, dan juga kapasitas mobilitasi yang signifikan. Karena itu kata Didu, figur yang merepresentasikan organisasi massa ini, potensial memenangkan Pilkada. Sebab, kehadiran organisasi massa dapat memberikan kandidat akses ke sumber daya politik, termasuk dukungan finansial, relawan, dan basis pemilih yang solid.

Bukti pengaruh politik NWDI ini misalnya dapat dilihat dari penyelenggaraan Pemilihan Legislatif yang belum lama usai. Bagaimana NWDI menggendong Partai Perindo di NTB, dan bagaimana figur-figur NWDI mendulang perolehan suara yang signifikan untuk posisi DPR RI, DPD RI, maupun DPRD di Provinsi dan Kabupaten/kota di NTB.

Didu juga haqqulyakin, keinginan agar Rohmi maju sebagai Bacagub di Pilkada 2024, juga telah didasarkan kalkulasi elektoral. Petahana yang memilih pisah jalan umumnya kata Didu, didasari fakta kalau kandidat tersebut memiliki basis pemilih yang setia atau jaringan dukungan personal yang kuat yang memungkinkan untuk bersaing.

”Keputusan pisah jalan dalam pilkada bagi petahana adalah langkah strategis yang kompleks dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor politik, personal, dan kontekstual. Tentu harus ada pertimbangan cermat sebelum keputusan akhir dibuat,” ucap Didu.

*Potensi Gandeng Musyafirin*

Lantas bagaimana lanskap politik Rohmi Djalilah andai memutuskan pisah jalan dengan Doktor Zul? Penasehat Mi6, H Ruslan Turmuzi  menyebut, berdasarkan sejumlah parameter dan kalkulasi elektoral yang disimulasikan Mi6 menunjukkan potensi Rohmi bisa mengandeng figur HW Musyafirin, Bupati Sumbawa Barat saat ini untuk bertarung di Pilkada.

Ruslan  mengatakan, sebagai figur yang berasal dari Pulau Sumbawa, Musyafirin memang merupakan salah satu kandidat yang tengah dipertimbangkan banyak kandidat. Memadukan pasangan dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, masih akan menjadi ”kombinasi maut” untuk mendapatkan dukungan pemilih yang signifikan dan mengantarkan pada kemenangan.

Pasangan yang mewakili daerah asal yang berbeda kata Didu, dapat membantu memastikan representasi yang lebih luas dari berbagai komunitas dan kepentingan. Hal ini memungkinkan untuk menjangkau pemilih dari berbagai wilayah dengan lebih baik dan meningkatkan keterlibatan pemilih serta mendapatkan dukungan lintas wilayah.

”Pasangan yang berasal dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa juga dapat membantu menyeimbangkan kekuatan politik. Mampu menciptakan kesempatan untuk memperluas dukungan dan mengurangi resistensi dari kelompok-kelompok tertentu,” tandas Ruslan Turmuzi yang akrab disapa RT. 

Selain itu, figur Haji Firin, begitu Musyafirin karib disapa, memiliki rekam jejak yang mentereng selama dua periode menjabat sebagai Bupati Sumbawa Barat. Rekam jejak impresif tersebut, terekam antara lain dalam pencapaian pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan berbagai inovasi dalam kebijakan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat lapisan bawah.

Sebagai kepala daerah, Musyafirin disebut RT, telah memiliki pengalaman eksekutif yang signifikan dalam menjalankan pemerintahan daerah. Hal tersebut menjadikan mantan Sekretaris Daerah Sumbawa Barat tersebut telah terbiasa dengan dinamika politik, bagaimana mengelola anggaran, mengambil keputusan strategis, serta berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Nilai plus lain yang dimiliki Musyafirin adalah tiket maju dalam Pilgub NTB 2024 yang sudah dikantongi dari PDI Perjuangan. Dengan begitu, Haji Firin datang tidak dengan tangan kosong. Sudah begitu, memiliki pengalaman dua kali dalam kontestasi Pilkada di tingkat kabupaten dan menang dengan suara sangat signifikan, Haji Firin pasti sudah tahu, betapa kontestasi pilkada butuh sumber daya politik dan finansial, dan tahu pula bagaimana menggunakannya. Itu sebabnya, Haji Firin di NTB dijuluki politisi sejati. Sebab, dia bukan tipe pemimpin daerah yang hemat terhadap masyarakatnya.

*Doktor Zul Pasti Move On*

Di sisi lain, andai pun Rohmi memilih pisah jalan, Doktor Zul diyakini Didu pasti akan cepat move on. Didu mengatakan, dinamika politik yang tinggi, mengharuskan memang ada rencana cadangan.

"Sebagai politisi dengan rekam jejak yang sangat panjang, Doktor Zul pasti mafhum tahu tentang ketidakpastian dalam politik. Meskipun ada tren dan analisis, kejutan politik dapat muncul dari berbagai faktor yang tidak terduga,” kata Didu.

Menurut analis politik yang dikenal humble ini, berganti pasangan bagi petahana adalah hal normal belaka. Hal tersebut sama seperti perlunya rencana cadangan sebagai respons terhadap perubahan mendadak seperti misalnya pergeseran dalam opini publik terhadap kandidat, perubahan arah dukungan pemilih potensial, atau peristiwa luar biasa yang dapat memengaruhi hasil pemilihan.

Lagi pula kata Didu, akan sangat banyak figur yang juga berkeinginan untuk digandeng oleh Doktor Zul. Sebagai Gubernur NTB petahana, Doktor Zul adalah magnet yang akan selalu menarik figur lain untuk merapat dan dengan sukacita digandeng menjadi pasangan.

Didu menyebut, kandidat petahana seperti Doktor Zul telah memiliki pengalaman dalam memimpin daerah dan telah membuktikan diri mereka dalam jabatan sebelumnya. Pengalaman ini memberi Doktor Zul keunggulan dalam hal kredibilitas di mata pemilih. Dan sudah pasti, pengalaman dan kredibilitas tersebut bisa menjadi aset berharga dalam menarik dukungan pemilih.

”Kandidat petahana juga seringkali memiliki infrastruktur kampanye yang sudah ada dari kampanye sebelumnya. Infrastruktur ini termasuk jaringan relawan, basis pemilih yang sudah ada, dan sumber daya kampanye lainnya,” kata Didu.

Di luar itu, Didu melihat ada faktor lain yang juga menjadikan keunggulan tersendiri bagi Doktor Zul. Yakni, langkah politisi Partai Keadilan Sejahtera ini yang tak pernah henti berkeliling bertemu dengan masyarakat dari berbagai lapisan di NTB. Dan jika sejumlah figur baru memulai hal tersebut saat ini, Doktor Zul telah melakukannya dalam jangka waktu yang sangat lama.

Dan yang menarik menurut Didu, Doktor Zul tidak hanya bertemu dan menyapa, serta mendengar keinginan masyarakat dari dekat. Namun, Doktor Zul sangat pandai ”memanusiakan” masyarakat yang ditemuinya secara langsung tersebut.

”Dalam setiap pilkada, pengalaman dan kredibilitas kandidat adalah faktor penentu. Petahana memiliki keunggulan yang signifikan dalam hal pengalaman memimpin dan memahami dinamika politik yang terjadi. Itu memberikan mereka potensi yang kuat untuk meraih kemenangan," Pungkas Didu diamini juga oleh RT.

Sabtu, 13 April 2024

Testing The Water Terlalu Lama, Mi6 Nilai Poros dan Kandidat Pilgub NTB Bisa Ketiban Dampak Negatif Signifikan

 

Okenews.net--Munculnya sejumlah poros yang memasangkan dan mematutkan sejumlah figur untuk bertarung dalam Pemilihan Gubernur NTB tahun 2024, disambut baik Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6. Namun, diingatkan agar poros dan pasangan figur-figur tersebut tidak hanya membangun opini di tingkat elite belaka. Apalagi sampai terlalu lama ”testing the water”.

”Terlalu lama "testing the water" bagi kandidat dan pasangan kepala daerah dapat memiliki dampak negatif yang signifikan. Semakin lama kandidat menunda untuk mengambil tindakan nyata, semakin besar kemungkinan mereka kehilangan momentum,” kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto di Mataram, Sabtu (13/4/2024).

Pilkada serentak 2024, kata analis politik kawakan Bumi Gora yang karib disapa Didu ini, kini sudah memasuki tahapan secara resmi. Awal Mei mendatang, penyerahan dokumen untuk persyaratan kandidat perseorangan bahkan sudah dibuka oleh KPU. Sementara pendaftaran resmi kandidat hanya dibuka tiga hari oleh KPU yakni pada 27-29 Agustus 2024.

Karena itu, Didu mengemukakan, kandidat yang terlalu lama hanya melakukan "testing the water" mungkin kehilangan kesempatan untuk membangun dukungan awal yang penting dan memperoleh keunggulan kompetitif di fase-fase krusial.

Seperti diketahui, sejumlah poros kandidat calon gubernur dan wakil gubernur yang digagas berbagai pihak kini sudah mulai dimunculkan ke publik. Misalnya, ada Poros Tengah, yang menggagas tampilnya sejumlah figur nama-nama besar dari Lombok Tengah. Muncul pula poros yang menempatkan Pj Gubernur NTB HL Gita Ariadi sebagai magnet utama. 

Ada pula figur-figur lain yang sudah dipasang-pasangkan. Seperti HL Pathul Bahri, Bupati Lombok Tengah yang juga Ketua DPD Partai Gerindra NTB, dipasangkan dengan Indah Dhamayanti Putri (IDP) yang merupakan Bupati Bima dan politisi Partai Golkar. Terakhir Poros Suhaili dengan Musyafirin, Iqbal - Rohmi, Iqbal - IDP  atau Iqbal - Musyafirin. 

Sayangnya kata Didu, berbagai poros dan kandidat tersebut, saat ini hanya masih membangun opini di tingkat elite belaka. Belum terlihat aksi-aksi nyata dari mereka, kecuali cuma masif mengenalkan diri di group-group percakapan aplikasi perpesanan atau juga melalui media sosial. Hal yang dimaknai sebagai upaya sekadar ”cek ombak” atau “testing the water” semata.

”Bicara belaka tanpa aksi nyata yang konkret, hanya akan menimbulkan ketidakpastian di antara pemilih dan pendukung potensial. Ketidakpastian ini malah hanya akan dapat merusak citra kandidat sebagai pemimpin yang tegas dan dapat diandalkan,” tandas Didu.

Dia menekankan, salah satu aspek penting yang harus dilakukan di fase awal pilkada seperti saat ini adalah memperkuat nama kandidat di benak pemilih. Dan terlalu lama menunda-nunda untuk masuk ke arena politik yang sesungguhnya dapat mengurangi jumlah waktu yang tersedia untuk memperkenalkan diri kepada pemilih dan memperkuat identitas dan pesan kandidat.

Belum lagi jika memperhitungkan para pesaing justru sudah selangkah lebih maju. Seperti sudah aktif membangun dukungan, memperkuat basis pemilih, dan mengumpulkan sumber daya. Sehingga kata Didu, terlalu lama menunda aksi nyata dapat memberikan keunggulan kepada pesaing yang lebih proaktif dan dapat mengurangi peluang kandidat yang masih ”testing the water” untuk berhasil.

Langsung Sosialisasi

Didu pun menyarankan, agar poros-poros dan kandidat yang sudah muncul tersebut untuk langsung sosialisasi di tengah-tengah masyarakat. Mendatangi mereka, mendengar langsung apa yang mereka inginkan, dan bila perlu dibarengi dengan kegiatan-kegiatan bhakti sosial. Lengkapi pula hal tersebut dengan menyiapkan publikasi baik melalui media luar ruang ataupun media massa.

”Kandidat perlu mempertimbangkan dengan cepat apakah mereka akan mencalonkan diri atau tidak, dan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memulai pengenalan diri secara langsung ke masyarakat,” saran Didu.

Mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB dua periode ini menegaskan, semakin cepat keputusan dibuat, maka semakin cepat pula bagi para kandidat untuk membangun tim pemenangan yang kuat, kompeten, dan terorganisir dengan baik. Kaberadaan tim pemenangan ini dapat membantu kandidat untuk segera memulai aktivitas pengenalan diri yang efektif.

Selain itu, strategi kampanye jangka pendek dan jangka panjang juga segera bisa disiapkan. Sebab, sangat krusial bagi kandidat untuk memiliki rencana kampanye yang terstruktur dan terperinci yang mencakup kegiatan jangka pendek dan jangka panjang untuk memaksimalkan dampak kampanye.

”Kandidat harus mulai hadir di acara-acara masyarakat dan memperkenalkan diri kepada pemilih potensial. Inilah cara terbaik bagi kandidat memaksimalkan peluang mereka untuk berhasil dalam kampanye politik dan membangun dukungan yang kuat di masyarakat,” tandas Didu.

Didu tak menampik, bahwa saat ini adalah era digital. Karena itu, pengenalan diri melalui group-group aplikasi perpesanan dan juga melalui media sosial, juga bagian penting dari proses pengenalan diri bagi kandidat. Namun, ditegaskan analis politik yang dikenal humble ini, dengan langsung sosialisasi di tengah-tengah masyarakat, akan dapat memberikan keuntungan besar bagi kandidat yang ingin memperkenalkan dirinya kepada pemilih.

”Sosialisasi langsung itu tak tergantikan. Karena itu memungkinkan kandidat untuk membangun konektivitas emosional dengan pemilih,” tandas Didu.

Dengan bertemu langsung, kandidat memiliki kesempatan untuk berbicara secara langsung dengan warga, mendengarkan masalah dan kekhawatiran mereka, serta menunjukkan empati dan pemahaman yang lebih dalam terhadap kebutuhan mereka. Hal itu kata Didu, dapat menciptakan ikatan yang kuat antara kandidat dan pemilih, yang dalam banyak pengalaman tidak dapat dicapai melalui sosialisasi di media sosial saja.

Kehadiran langsung kandidat di masyarakat juga bisa memberikan kesan bahwa kandidat peduli dan bersedia berinvestasi waktu dan energi untuk mendengarkan dan berinteraksi dengan pemilih. Sehingga, hal tersebut dengan sendirinya dapat membantu membangun kepercayaan pemilih terhadap kandidat, karena mereka melihat kandidat secara langsung dan memiliki kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban secara langsung.

Di luar itu, sosialisasi langsung memberikan kandidat kesempatan untuk mengatasi ketidakpastian atau mispersepsi yang mungkin ada di antara pemilih. Melalui dialog langsung, kandidat dapat memberikan klarifikasi tentang platform, visi, dan rencana mereka secara langsung, sehingga mengurangi peluang terjadinya kesalahpahaman atau informasi yang salah.

”Berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat dapat membangun kepercayaan terhadap kandidat. Jangan lupa, pemilih cenderung lebih menerima dan percaya pada kandidat yang mereka lihat secara langsung dan berinteraksi dengannya,” tandas Didu.

Di samping itu, sosialisasi langsung memungkinkan kandidat untuk memperkuat citra autentik mereka. Sebab, tatkala mereka berbicara secara langsung dengan masyarakat, pemilih dapat menilai integritas dan keaslian kandidat dengan lebih baik daripada melalui media sosial yang sering kali sudah pasti disaring.

Pada saat yang sama, pertemuan langsung dengan kandidat dapat menciptakan pengalaman yang berkesan bagi pemilih. Ini dapat membantu kandidat untuk membedakan diri mereka dari pesaing dan meningkatkan kesan positif yang mempengaruhi pemilih saat mereka pergi ke tempat pemungutan suara.

Dan yang paling penting dari semua itu kata Didu, dengan sosialisasi langsung, kandidat dapat meningkatkan kesadaran pemilih tentang proses politik dan pentingnya pemilihan. Dengan berinteraksi langsung dengan pemilih, kandidat dapat mendorong partisipasi aktif dalam proses demokrasi, seperti memberikan informasi tentang cara mendaftar sebagai pemilih, mengajak pemilih untuk menggunakan hak pilih mereka, dan meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya memilih pemimpin yang tepat.

"Tidak ada yang lebih kuat dalam politik daripada momentum. Mereka yang terampil memanfaatkan momentum akan menguasai panggung politik. Momentum itu tak ubahnya peluru ajaib yang mengubah calon menjadi pemenang,” tandas Didu.

Jumat, 12 April 2024

Hadiri Halal Bihalal, Syamsul Luthfi: Ikhtiar Merawat Tradisi Hamzanwadi

HM Syamsul Luthfi bersama ibu Hj Rahmayani Luthfi
Okenews.net - HM Syamsul Luthfi, usai perayaan lebaran makin menguatkan interaksi dengan menyapa jamaah. Pada hari ini (11 April 2024), Luthfi menghadiri acara halal bihalal di Birrul Walidain Pancor Lombok Timur. 

"Acara tersebut merupakan bagian dari cara merawat tradisi Maulanaseikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid atau yang dikenal dengan Kiyai Hamzanwadi tetap dijalankan sebagai penghormatan kepada beliau, meskipun beliau telah tiada," ujar Luthfi.

Pantauan media, HM Syamsul Luthfi tampak antusias berbaur dengan jamaah, menyapa dan bersalaman satu per satu dengan hangat dan sejumlah tokoh yang hadir dari berbagai wilayah kecamatan di Lombok Timur.

Namun demikian, ia menegaskan acara halal bihalal ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi menjadi momentum penting dalam menjalin dan memperkuat ikatan sosial, spiritual, dan kemanusiaan.

Pada kesempatan itu, Luthfi memberikan pesan-pesan yang penuh makna, mengajak jamaah untuk terus memperkokoh ukhuwah Islamiyah di tengah situasi bangsa pasca pemilu dan pemilihan presiden termasuk pilkada November 2024 mendatang.

Selain itu, HM Syamsul Luthfi juga berkesempatan untuk bertukar pikiran dengan tokoh agama dan masyarakat mengenai situasi pembangun daerah, khususnya Lombok Timur yang membutuhkan keterlibatan dan dukungan masyarakat.

Di sisi lain, ia juga tampak mendengarkan dengan seksama aspirasi dan harapan jamaah, sembari memberikan motivasi untuk terus berjuang dalam kebaikan dan menjaga persatuan di tengah-tengah perbedaan.

Syamsul Luthfi juga mengajak jamaah untuk bersama-sama berperan aktif dalam menjawab tantangan-tantangan sosial dan kemasyarakatan yang saat ini memerlukan perhatian semua stakeholder.

"Isu-isu terkini perlu langkah konkret untuk diselesaikan, seperti isu kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup sehingga indeks pembangunan manusia (IPM) di Lombok Timur terus meningkat," ujarnya.

Oleh sebab itu, ia mengajak jamaah agar terus menjaga stabilitas daerah. Peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan lainnya perlu diperhatikan sehingga  mampu meningkatkan IPM di Lombok Timur secara signifikan.

Selasa, 09 April 2024

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Polres Lotim Patroli Rumah Kosong, di Tinggal Mudik Pemilik

Patroli Satuan Reserse Lotim
Okenews.net-- Anggota Satuan Reserse Polres Lombok Timur patroli pemukiman warga guna memantauan rumah kosong yang ditinggal mudik oleh pemiliknya saat libur lebaran. 

"Patroli ini untuk mencegah terjadinya aksi pencurian terhadap harta benda milik warga yang ditinggal saat melaksanakan mudik lebaran," Katanya Kapolres Lombok Timur AKBP Hariyanto melalui kasat Reskrim Polres Lotim AKP I Made Dharma, Selasa, 09/04/2024.

Ia menyebut, Patroli yang dilakukan ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, terutama bagi masyarakat yang meninggalkan rumahnya untuk mudik keluar daerah.

Salah satu pengamanan yang dilakukan petugas kepolisian Polres Lotim  yaitu untuk mengantisipasi terjadinya aksi kejahatan pencurian rumah kosong, saat masyarakat meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang cukup lama.

"Ini adalah salah satu bentuk menjaga kamtibmas di bulan ramadahan dan menjelang hari raya Idul fitri,” Terangnya.

Ia mengimbau masyarakat yang akan mudik lebaran agar dapat memasang kunci pengaman tambahan di rumah masing-masing, sehingga diharapkan lebih aman saat ditinggal.

Minggu, 07 April 2024

Bangun Sinergitas dengan Insan Pers, Bapenda Lotim bersama FJLT Bedah Perda Pajak Daerah Terbaru

 

Pojok jurnalis, Fjlt bersama Bapenda Lotim
Okenews.net-- Pojok Jurnalis yang dilaksanakan Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) bertemakan "Sosialisasi Regulasi Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Bersama Insan Pers" bersama Bapenda Lombok Timur. Sabtu (6/4/2024)

Salah satu yang menjadi penopang lancarnya pembangunan di Daerah adalah dengan lancarnya masyarakat membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB). Dalam rangka memaksimalkan pendapatan PBB pemda Lombok Timur luncurkan PERIR LOTIM yang dapat diakses melalui search google.

Hal itu disampaikan, Tohri Habibi, Kepala Bidang PBB dan BPHTB Bapenda Lombok Timur, Pajak sesuai pasal 1 ayat 22 UU nomor 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintahan Daerah (HKPD).

Hal itu merupakan kontribusi wajib kepada daerah yang terutang oleh pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk kepentingan daerah sebesar besarnya untuk kemakmuran Rakyat.

Ada beberapa jenis pajak Daerah diantaranya PBB-P2 (pajak Bumi bangunan Perdesaan-perkotaan), BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan bangunan), PBJT (Pajak Barang dan jasa Tertentu), Pajak MBLB (Mineral Bukan Logam & Batuan), Pajak Sarang Burung Walet, Pajak Reklame, Pjak Air Tanah (Sumur Bor Komersial).

"Ada pajak yang berlakunya pada tahuh 2025 yakni OPSEN PKB dan OPSEN BBNKB," sebut Habib.

Sementara untuk Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Dijelaskan Habib bahwa NJOP adalah harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar, dan bilamana tidak terdapat transaksi jual beli.

"NJOP ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis, atau nilai perolehan baru, atau NJOP pengganti (PERDA 6/2023 Psl 1 ayat 15)," terang Habib.

Betapa pentingnya pembayaran PBB ini untuk pembangunan, Disampaika  bahwa 10% dari realisasi pendapatan pajak daerah merupakan bagian pemerintah desa dalam bentuk BHPRD

"Artinya 90% pajak daerah juga masuk dalam mekanisme APBD yang minimal 10% APBD menjadi ADD," tegasnya.

Sementara untuk mempermudahan para wajib pajak dan tidak perlu datang ke kantor, Pemerintah Daerah Lombok memberikan kemudahan pada masyarakat.

Habib menyampaikan Cukup dengan mengetik PERIRI LOTIM di google search, pilih Lombok Timur periri Periksa mandiri SPPT, selanjutnya akan diarahkan ke menu Informasi SPPT PBB, tinggal masukkan NOP PBB (sesuai SPPT).

Setelah mengisi data yang sesuai maka akan muncul tinggal pilih PBB, maka jumlah tagihan PBB akan ditampilkan selanjutnya apakah mau dibayar langsung melalui online tinggal pilih bank pembayaran, baik Bank NTB Syariah, atau bank lain yang penting punya saldo digital atau bisa melalui Alfamart atau Indomart.

"Cukup dari rumah sudah bisa bayar PBB yang penting ada saldo digitalnya," tutup Habib.

MAN 1 Lotim Salurkan 1,5 Ton Beras dan Uang Zakat Fitrah


Okenews.net - Bulan Ramadhan 1445H ini keluarga besar MAN 1 Lotim berhasil mengumpulkan zakat fitrah sejumlah 1.5 ton beras beserta uang sejumlah 9 jutaan rupiah. 

Upaya pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah ini, kepala MAN 1 Lotim menetapkan tim panitia dari unsur guru agama dan pengurus orsima MAN 1 Lotim.

"Panitia juga berkoordinasi dengan kawil lingkungan sekitar madrasah dan berbahagai pihak lainnya dalam rangka pendataan dan penyalurannya," ungkap ketua pelaksana Lalu Dedi Mardono, S.Ag.

Ia menegaskan penyaluran zakat ini fokus pada masyarakat kurang mampu pada beberapa lingkungan masyarakat sekitar Selong sejumlah 275 orang.

Penyaluran juga ke beberapa panti asuhan sekitar Selong dan Pancor serta para siswa, tenaga honorer yang disalurkan selama dua  hari  mulai tanggal 3 sd 4April 2024. 

Program ini dihajatkan sebagai bagian dari cara proses pengajaran dan pendidikan  dan dalam upaya melakukan penguatan praktik pengamalan ibadah siswa serta penguatan sikap peduli pada orang lain.  Semoga program terus berkelanjutan dan  berkah manfaat. Aamin, harap Dedi. (nwt)

Jumat, 05 April 2024

Gema MSL Gelar Silaturrahmi dan Buka Puasa Bersama Masyarakat

Acara buka bersama bersama masyarakat dari berbagai elemen
Okenews.net - Gerakan Muda Milenial Muhammad Syamsul Luthfi (Gema MSL) menggelar buka puasa bersama dan silaturrahmi bersama ratusan masyarakat dari berbagai kalangan, Kamis (04/04/2024)

Direktur Gema MSL Syamsuddin mengatakan buka puasa bersama yang dilaksanakan di rumah makan Rarang merupakan silaturahmi perdana bakal calon bupati Lombok Timur Muhammad Syamsul Luthfi (MSL).

"Alhamdulillah bakal calon Bupati Lombok Timur Muhammad Syamsul Luthfi bisa hadir dalam acara buka puasa bersama dan silaturrahmi perdana ini," ucapnya.

Meskipun hujan, namun tidak menjadi penghalang antusiasme ratusan masyarakat perwakilan dari 21 Kecamatan Kabupaten Lotim hadir yang terjaring dari semua elemen Ormas, aktivis, jurnalis, pengusaha, generasi muda mudi.

Keterlibatan semua elemen ini menurutnya merupakan konsep inklusif yakni sangat terbuka untuk semua kalangan dengan tujuan agar rekan-rekan yang hadir sebagai perwakilan 2024 Bedait Malik untuk wujudkan Lombok Timur lebih maju dan sejahtera bersama HM. Syamsul Luthfi.

Sementara itu, HM Muhammad Syamsul Luthfi menyampaikan pentingnya semangat berbagi dan kebersamaan di bulan Ramadan, serta pentingnya menjaga tali silaturahmi untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat.

"Acara silaturahmi seperti ini akan terus kita lakukan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan di tengah tengah masyarakat," ucap anggota DPR RI dua periode itu.

Tampak masyarakat yang hadir sangat antusias menyambut acara ini, menyatu dalam kebersamaan yang hangat dan penuh kegembiraan.

Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan sebagai wujud komitmen bersama untuk mempererat ikatan sosial dan harmoni di antara seluruh masyarakat.

Rabu, 03 April 2024

Bahas Politik dan Keagamaan, Universitas Hamzanwadi Hadirkan Peneliti Alumni ENS Lyon Prancis

Okenews.net - Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) Universitas Hamzanwadi menggelar kuliah tamu dengan tema Transformasi Sosial Politik dan Keagamaan Generasi Muslim Milenial dan Z di Indonesia.

Kuliah tamu yang berlangsung Rabu (03/04/2024) itu menghadirkan Andar Nubowo, DEA, PhD, Peneliti Postdoctoral IRASEC Bangkok Thailand sekaligus alumni dari École Normale Supérieure (ENS) Lyon Prancis.

Dekan FISE Dr Muhammad Fahrurrozi menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam menguatkan keilmuan generasi muslim milenial di Indonesia di tengah kemajuan teknologi yang begitu canggih.

Melalui tema itu diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan pemahaman mendalam terhadap tantangan dan peluang generasi muda dalam konteks sosial, politik, dan keagamaan di Indonesia saat ini.

Menurutnya, kehadiran Andar Nubowo sebagai narasumber dalam acara ini juga menjadi magnet tersendiri. Dengan latar belakang pendidikan yang prestisius dan pengalaman riset yang luas.

“Pemateri membawa pemahaman tentang berbagai isu yang menjadi fokus perbincangan hari ini. Melalui perspektifnya yang unik dan terkini, diharapkan memberikan wawasan baru dan solusi,” ujar Fahrurrozi.

Acara ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa, dosen, dan para praktisi untuk berbagi ide, pengalaman, serta melakukan diskusi yang konstruktif dalam merespons dinamika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. 

Dengan demikian, FISE Universitas Hamzanwadi berkomitmen untuk terus menjadi pusat kegiatan akademik yang bermutu dan relevan dengan perkembangan zaman, serta turut berperan aktif dalam membentuk generasi muslim milenial dan Z yang cerdas, berintegritas, dan memiliki kontribusi positif bagi bangsa dan negara

Lebih lanjut ia mengatakan acara yang diselenggarakan FISE ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Sejarah, dan Pendidikan Geografi untuk mendalami isu-isu krusial yang melanda masyarakat Indonesia.

Diskusi berkisar pada kompleksitas dinamika sosial keagamaan, terutama dalam konteks perbandingan antara organisasi keagamaan di Indonesia yang telah lama berkiprah dan memberikan kontribusi dalam pembanguan di Indonesia.

“Organisasi itu di antaranya NU, Muhammadiyah, Alwasliyah, NWDI dan munculnya kelompok keagamaan baru (New Emerging Islam) seperti Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Jamaah Islamiyah, Jamaah Tabligh, dan lain-lain,” sambungnya.

Tampak partisipasi aktif dari mahasiswa FISE yang menghasilkan diskusi mendalam, khususnya dalam menganalisis pengaruh signifikan yang ditimbulkan oleh dinamika tersebut terhadap generasi Milenial dan Z di Indonesia. 

“Mereka menjadi sasaran utama dakwah dari berbagai kelompok keagamaan, yang memunculkan narasi baru dalam Islam Washatiyah (moderasi beragama) sebagai solusi atas berbagai tantangan sosial, politik, dan keagamaan yang dihadapi masyarakat,” tuturnya.

Dalam sesi penutup, terdapat pertanyaan yang mencerminkan refleksi mendalam tentang bagaimana masa depan Islam di Indonesia, serta peran kunci yang akan dimainkan oleh generasi Milenial dan Z dalam membentuknya. 

Diskusi ini memberikan ruang untuk berbagai pandangan dan pemikiran yang menjadi dasar bagi langkah-langkah konstruktif ke depan dalam menghadapi dinamika dan tantangan yang semakin rumit.

Ia berharap suksesnya acara ini akan membuka pintu untuk dialog yang lebih luas dan lebih dalam mengenai dinamika sosial, politik, dan keagamaan di Indonesia, khususnya di kampus Universitas Hamzanwadi Lombok Timur NTB.

“Dengan begitu, generasi Milenial dan Z dapat memainkan peran penting dalam merumuskan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk kemajuan bersama dengan daya saing yang mumpuni,” pungkasnya.

Lapas Selong Usulkan 259 Narapidana Terima Remisi Idul Fitri 1445 H

 

Lapas Kelas IIB Selong
Okenews.net -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong Kanwil Kemenkumham NTB, telah mengusulkan sebanyak 259 warga binaan untuk memperoleh remisi khusus pada Hari Raya Idulfitri 2024 atau 1445 H.

“Alhamdulillah sebanyak 259 orang telah kita usulkan dapat RK I (pengurangan sebagian masa hukuman) ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DitjenPAS) Kemenkumham RI, saat ini masih tahap verifikasi,” terang Sihabudin, Selasa (02/4/2024).

Kalapas Kelas IIB Selong, Ahmad Sihabudin merinci, dari jumlah tersebut sebanyak 129 orang merupakan napi kasus tindak pidana umum sementara sisanya 130 orang terdiri dari 124 Tindak Pidana Narkotika dan 6 orang tindak pidana korupsi.

Adapun besaran remisi yang diusulkan mulai dari 15 Hari, 1 Bulan, 1 Bulan 15 Hari hingga 2 Bulan.

Kalapas Sihabudin menjelaskan, bahwa sesuai pasal 10 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan bahwa setiap narapidana tanpa terkecuali mendapatkan remisi asalkan telah memenuhi syarat tertentu.

“Tidak ada pengecualian, asalkan memenuhi syarat (sesuai UU), pasti diusulkan, seluruh proses pengusulan juga melalui Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN) oleh tim asesemen,” tegas Sihabudin

Syarat warga binaan yang diusulkan, lanjut Kalapas, merupakan warga binaan yang telah menunjukkan perubahan sikap dan perilaku ke arah lebih baik selama menjalani masa hukuman, aktif mengikuti program pembinaan serta telah memenuhi syarat administratif dan substansif.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik&Giatja), Nasrudin menjelaskan, Surat Keputusan (SK) remisi hari Raya Idulfitri biasanya terbit paling lambat satu hari sebelum Hari Raya (H-1).

“Baru kemudian (penyerahan SK) dilaksanakan di hari H, saat ini usulan remisi dari setiap Lapas maupun Rutan di seluruh Indonesia masih dalam tahap diverifikasi pihak DitjenPas,” tambahnya.

Selasa, 02 April 2024

Pemasangan CCTV Disekolah Diharapkan Mampu Monitor Kegiatan Siswa dan Guru

 

Ilustrasi CCTV
Okenews.net--Kasus perundungan/bullying dan pelecehan seksual kerap terjadi di lingkungan sekolah, meski segala upaya telah dilakukan oleh pihak satuan pendidikan yang dimulai dari guru, UPTD Kecamatan, hingga Dinas terkait.

Terbaru, video perkelahian yang melibatkan dua orang peserta didik tingkat Sekolah Dasar di Lombok Timur menghebohkan jagad dunia maya. Peristiwa tersebut tentu saja menyita perhatian banyak pihak, hingga memunculkan beragam tanggapan.

Hal itulah yang medasari tercetusnya sebuah ide briliant dari kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (UPT DIKBUD) Kecamatan Sikur Karyatul Aini, S.Pd, yakni dengan memasang CCTV di semua sekolah.

Menurut Karmila, panggilan akrab Karyatul Aini, bahwa ide tersebut bahkan terbersit di benaknya sejak 2023 lalu. Bermula dari beberapa laporan yang ia terima bahwa seorang oknum guru di salah satu SMP kerap melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap muridnya.

"Saya beberapa kali menerima laporan bahwa ada oknum guru yang berprilaku tidak pantas. Misalnya, oknum guru tersebut memberikan sebuah polpen, tapi dia suruh ambil sendiri polpennya yang ditaruh ditempat sensitif," tutur Karmila, Selasa (2/4/2024).

Dirinya kemudian memanggil oknum guru bersangkutan. Setelah melakukan BAP, ia kemudian menempatkan oknum tersebut di kantor UPT DIKBUD Sikur agar memudahkan pemantauan serta memudahkannya untuk melakukan pembinaan.

Selang beberapa bulan kemudian oknum guru tersebut terpaksa dipindahkan ke sekolah yang berbeda, karena oknum itu sering meminta dengan alasan supaya sertifikasinya tidak terhapus.

Namun lagi-lagi dirinya mendapatkan laporan yang sama dari kepala sekolah yang baru tempat oknum itu dipindahkan. Atas rasa tanggungjawabnya, ia kemudian mengumpulkan semua pengurus gugus dan ketua K3S untuk membahas langkah-langkah yang harus dilakukan.

Maka tercetuslah gagasan agar semua sekolah di wilayah satuan pendidikan kecamatan Sikur untuk dipasangkan CCTV. Upaya tersebut dipandang perlu agar kepala sekolah dapat melakukan pengawasan secara menyeluruh di lingkungan sekolah.

"Nah sehingga pada bulan Januari 2024 lalu, para kepala sekolah dan K3S bersepakat untuk memasang CCTV di sekolah," bebernya.

Menindaklanjuti kesepakatan itu, atas nama kepala UPTD dirinya kemudian memberikan imbauan secara lisan saat rapat dengan semua kepala sekolah.

Menurut dia, himbauan yang ia berikan tentu saja tidak mengandung unsur paksaan, tetapi disesuaikan dengan kemampuan keuangan sekolah masing-masing. Setiap sekolah tentu diharapkan untuk mendahulukan kebutuhan yang lebih mendasar.

"Jadi tidak ada paksaan sebenarnya. Silahkan masing-masing sekolah memenuhi kebutuhan yang lebih urgent, seperti alat peraga, buku, laptop dan lain-lain," terangnya.

Terbukti, dari 52 sekolah negeri yang ada di kecamatan Sikur hanya sebanyak 28 sekolah yang sudah mendaftarkan diri untuk memesan, dan yang sudah memasang baru 15 sekolah saja. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa tidak ada paksaan didalamnya.

Selanjutnya ia menegaskan, bahwa dalam proses pengadaan CCTV pihak sekolah yang memilih sendiri tempat mereka memesan, bahkan pembayarannya pun bukan ke UPT. Sehingga kesimpulannya UPT tidak pernah menjadi suplayer.

"Kalo masalah spesifikasi dan harga saya tidak tau sama sekali. Silahkan itu ditanyakan ke pihak sekolah dan K3S, tentu mereka punya faktur pembeliannya," pungkasnya.

Menanggapi adanya imbauan seluruh sekolah di Kecamatan Sikur untuk pemasangan CCTV oleh Kanit UPTD Dikbud justru diapresiasi Sekdis Dikbud Lombok Timur, Yulian Ugi Listianto. Menurutnya, pemasangan CCTV itu akan sangat berdampak positif bagi keamanan sekolah.

"kami malah mengupresiasi apa yang dilakukan Kepala UPT Sikur yang mau mempelopori pemasangan CCTV di sekolah untuk menghindaribterjadinya buliying dan tindak kejahatannlainnya di sekolah," ungkap Ugi di ruang kerjanya pada Rabu (27/03/2024) di ruang kerjanya.

Dikatakan Ugi kedepan Ia berharap semua sekolah yang ada bisa mengikuti jejak positif ini untuk dilakukan, karena dampaknya sangat bagus.

"Kita ingin jejak ini dapat diikuti oleh sekolah lain bila kebutuhan mendasar disekolah sudah terpenuhi dan bisa disisihkan untuk pemasangan CCTV di sekolah masing-masing," pungkas Ugi.

Selamat Idul Fitri 1444 H


Selamat Idul Fitri 1444 H

 

Pendidikan

Hukum

Ekonomi