www.okenews.net

Berita Utama

Politik

Sosial



 


Video

Jumat, 09 Oktober 2026

BPN NTB Ekspose Hasil NPGT 2026, Perkuat Arah Pemanfaatan Tanah Regional

Okenews.net- Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Ekspose Hasil Neraca Penatagunaan Tanah (NPGT) Regional Tahun Anggaran 2026, Kamis (1/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemahaman terhadap kondisi penggunaan dan pemanfaatan tanah di wilayah NTB.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi NTB, Stanley, S.E., S.SiT., M.M., serta dihadiri para kepala bidang di lingkungan Kanwil BPN NTB. Ekspose dilaksanakan secara hybrid, yakni melalui pertemuan tatap muka dan daring menggunakan Zoom Meeting.


Melalui penyusunan dan pemaparan NPGT Regional, BPN berupaya menghadirkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi penatagunaan tanah. Analisis ini mencakup aspek penggunaan, penguasaan, ketersediaan, hingga kesesuaian pemanfaatan tanah dengan rencana tata ruang.


Integrasi data tersebut menjadi bagian penting untuk memahami dinamika pemanfaatan tanah antardaerah sekaligus mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terarah. Dengan informasi yang komprehensif, kebijakan pertanahan diharapkan semakin memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan pembangunan, ketersediaan lahan, dan ketentuan tata ruang.


Sementara, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara, Muhammad Shaleh Basyarah, menyambut pentingnya kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan tata kelola pertanahan yang berbasis data dan perencanaan.


“Neraca Penatagunaan Tanah menjadi instrumen penting untuk memahami kondisi dan arah pemanfaatan tanah. Dengan data yang terintegrasi, kita dapat mendorong kebijakan pertanahan yang lebih tepat sasaran, terukur, dan selaras dengan rencana tata ruang,” ujarnya.


Menurutnya, hasil analisis NPGT dapat menjadi salah satu rujukan dalam mendukung pengambilan keputusan di bidang pertanahan, termasuk dalam mengidentifikasi potensi dan tantangan pemanfaatan tanah di daerah.


Ia berharap, penguatan koordinasi dan pemanfaatan data penatagunaan tanah dapat terus ditingkatkan agar penyelenggaraan urusan pertanahan semakin efektif dan mampu mendukung pembangunan yang berkelanjutan.


Melalui ekspose NPGT Regional 2026, BPN NTB diharapkan semakin memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan pemanfaatan tanah yang tertib, terencana, dan sesuai dengan arah pembangunan wilayah.

Perkuat Kerja Sama Akademik, Universitas Hamzanwadi dan UNU NTB Tandatangani MoU

Fose bareng usai tanda tangan MoU di Universitas Hamzanwadi

Okenwes.net — Berangkat dari kesamaan tradisi pendidikan pesantren dan pengabdian organisasi kemasyarakatan Islam, kedua perguruan tinggi berkomitmen memperluas kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi, memperkuat kelembagaan, serta membangun lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat.

Universitas Hamzanwadi dan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) memperkuat kerja sama kelembagaan melalui silaturahmi dan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kesepakatan yang berlangsung Rabu (07/10/2026) di Rektorat Universitas Hamzanwadi ini menjadi landasan formal bagi pengembangan kemitraan akademik kedua institusi yang memiliki kedekatan historis melalui tradisi pendidikan Islam dan pesantren.

Penandatanganan MoU dilakukan Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Rektor UNU NTB Dr. Hj. Baiq Mulyanah, M.Pd disaksikan jajaran pimpinan kedua perguruan tinggi.

Rektor Universitas Hamzanwadi didampingi Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, dan Wakil Rektor IV. Sementara itu, dari UNU NTB hadir Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Kepala Penjaminan Mutu, dan Kepala Pusat Ekonomi.

Pertemuan kedua rektor perempuan tersebut turut menegaskan peran kepemimpinan perempuan dalam pengembangan pendidikan tinggi, penguatan jejaring kelembagaan, dan perluasan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

Penguatan Kerja Sama Akademik dan Kelembagaan

Kerja sama Universitas Hamzanwadi dan UNU NTB telah berkembang melalui keterlibatan dosen dan sivitas akademika dalam berbagai kegiatan bersama, terutama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hubungan akademik tersebut menjadi modal awal bagi pengembangan kemitraan pada tingkat kelembagaan.

Selama ini, kolaborasi berkembang melalui jejaring antardosen, pertukaran gagasan, dan kesamaan perhatian terhadap persoalan pendidikan serta pemberdayaan masyarakat. Namun, kerja sama tersebut belum diperkuat dengan dokumen kesepahaman formal pada tingkat pimpinan universitas.

Penandatanganan MoU memberikan landasan kelembagaan bagi pengembangan kerja sama yang lebih terarah. Melalui kesepakatan ini, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat merencanakan program bersama, menetapkan sasaran kegiatan, serta mengevaluasi pelaksanaannya secara sistematis dan berkelanjutan.

Ruang lingkup kerja sama mencakup penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kapasitas dosen, serta peningkatan kualitas pembelajaran dan pengalaman akademik mahasiswa. Program-program tersebut diharapkan memperkuat mutu akademik sekaligus memperluas kontribusi kedua institusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Kemitraan Perguruan Tinggi untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

Kedua rektor berpandangan bahwa kemajuan perguruan tinggi membutuhkan keterbukaan dan kemitraan antarlembaga. Tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks menuntut institusi untuk memperluas jejaring, mengembangkan keunggulan akademik, dan meningkatkan kapasitas kelembagaan melalui kerja sama.

Di Nusa Tenggara Barat, kemitraan antarkampus memiliki arti strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat penelitian, dan memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat. Pertukaran pengalaman, pemanfaatan sumber daya, dan pengembangan program bersama dapat memperkaya proses akademik sekaligus meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan daerah.

Kerja sama Universitas Hamzanwadi dan UNU NTB diharapkan turut memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di NTB yang terbuka terhadap pertukaran pengetahuan, responsif terhadap persoalan masyarakat, dan berorientasi pada peningkatan mutu akademik.

Kepemimpinan kedua rektor perempuan juga mencerminkan kontribusi perempuan dalam pengambilan keputusan strategis, pengembangan kemitraan, dan pengelolaan institusi pendidikan tinggi. Peran tersebut penting dalam mendorong tata kelola perguruan tinggi yang inklusif dan berorientasi pada kemajuan bersama.

Kesamaan Tradisi Pendidikan dan Pengabdian NWDI–NU

Universitas Hamzanwadi dan UNU NTB memiliki kedekatan historis dan kultural melalui tradisi pendidikan Islam, pesantren, serta pengabdian kepada masyarakat yang berkembang dalam lingkungan organisasi kemasyarakatan Islam.

Universitas Hamzanwadi berakar pada perjuangan pendidikan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), sedangkan UNU NTB tumbuh dalam lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Kedua organisasi memiliki tradisi pengabdian dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kesamaan orientasi tersebut menjadi modal sosial bagi kedua perguruan tinggi untuk memperluas kontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat. Tradisi pendidikan dan pengabdian yang melatarbelakangi kedua institusi juga menjadi landasan kultural bagi penguatan hubungan antarkampus.

Kedekatan historis tersebut tercermin dalam hubungan personal sejumlah dosen UNU NTB dengan lingkungan pendidikan di Pancor. Sebagian di antaranya merupakan alumni atau pernah menempuh pendidikan keagamaan di lingkungan pesantren Pancor.

Latar belakang tersebut turut menghadirkan suasana kekeluargaan dalam pertemuan kedua institusi. Silaturahmi ini mempererat hubungan persaudaraan yang telah terjalin melalui jejaring pendidikan dan keagamaan sekaligus membuka ruang bagi pengembangan kemitraan akademik yang lebih luas.

Tata Kelola Pendidikan dan Perlindungan Warga Kampus

Selain membahas pengembangan kerja sama akademik, pertemuan kedua perguruan tinggi turut menyoroti pentingnya tata kelola lembaga pendidikan yang menjamin keamanan, perlindungan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Perhatian tersebut relevan di tengah pemberitaan mengenai kasus kekerasan terhadap perempuan, anak, dan santri di sejumlah lingkungan pendidikan dan keagamaan. Persoalan tersebut menegaskan pentingnya sistem pencegahan dan perlindungan yang terencana dalam penyelenggaraan pendidikan.

Mutu lembaga pendidikan perlu tercermin melalui capaian akademik, tata kelola, serta kemampuan institusi menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan bagi seluruh warga kampus. Dalam pendidikan berbasis keagamaan, nilai moral dan ajaran kemanusiaan perlu diwujudkan melalui kebijakan serta praktik kelembagaan yang konsisten.

Universitas Hamzanwadi dan UNU NTB memiliki tanggung jawab untuk memperkuat nilai kemanusiaan, keteladanan, dan perlindungan terhadap kelompok rentan. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan sistem pencegahan dan penanganan kekerasan, peningkatan kesadaran sivitas akademika, serta penerapan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Kemitraan kedua perguruan tinggi juga dapat dikembangkan melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan kampus, pendidikan karakter, serta perlindungan terhadap perempuan, mahasiswa, dan santri. Pengembangan bidang tersebut perlu didukung program yang terencana dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing institusi.

Kepemimpinan kedua rektor perempuan diharapkan turut memperkuat perhatian terhadap perlindungan dan kesetaraan di lingkungan pendidikan. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kebijakan, mekanisme perlindungan, dan budaya kelembagaan yang menghormati martabat setiap warga lingkungan pendidikan.

Dari Silaturahmi Menuju Kolaborasi Berdampak

Kehadiran jajaran pimpinan kedua universitas mencerminkan dukungan kelembagaan terhadap pengembangan kemitraan yang menjangkau fakultas, program studi, lembaga, dan unit pelaksana kegiatan akademik. Pelibatan berbagai unsur tersebut penting agar kesepakatan pada tingkat pimpinan dapat ditindaklanjuti melalui program yang terarah.

Ke depan, kerja sama ini diharapkan menghasilkan penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, inovasi pembelajaran, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kedua perguruan tinggi juga dapat mengembangkan program pemberdayaan sosial dan ekonomi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan daerah.

Penandatanganan MoU menjadi landasan formal bagi pengembangan kemitraan yang lebih terstruktur. Keberlanjutan kerja sama memerlukan tindak lanjut melalui penyusunan program, pembagian peran, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi bersama.

Melalui kemitraan tersebut, Universitas Hamzanwadi dan UNU NTB diharapkan memperkuat mutu kelembagaan sekaligus memperluas kontribusi pendidikan tinggi bagi masyarakat. Kesamaan tradisi pendidikan dan pengabdian menjadi modal bagi kedua institusi untuk mengembangkan kolaborasi yang berdampak bagi kehidupan akademik, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan daerah di Nusa Tenggara Barat.

 

Kamis, 08 Oktober 2026

Salat Istisqo di Kantor Bupati, Pemkab Lotim Mohon Hujan dan Ajak Warga Jaga Alam

Okenews.net- Menghadapi kondisi kekeringan dan keterbatasan air, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar salat Istisqo di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (8/10/2026).

Salat memohon hujan tersebut menjadi ikhtiar bersama pemerintah daerah dan jajaran aparatur untuk memohon rahmat serta pertolongan Allah SWT agar Lombok Timur segera mendapatkan curah hujan yang cukup.

Salat Istisqo diikuti Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran karyawan Pemkab Lombok Timur. TGH. Muhayyan bertindak sebagai imam, sementara khutbah disampaikan TGH. Khusyairi.

Bupati Haerul Warisin mengatakan, salat Istisqo menjadi momentum untuk menyadari keterbatasan manusia di hadapan Allah SWT. Menurutnya, hujan bukan sekadar kebutuhan, melainkan bagian dari rahmat Allah yang menopang kehidupan masyarakat.

“Hari ini kita sujud bukan dengan kesombongan, tetapi dengan ketundukan; bukan dengan kekuatan, tetapi dengan mengakui kelemahan di hadapan Allah SWT. Salah satu bagian utama dari hujan adalah rahmat dari Allah,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan kondisi kekeringan sebagai momentum untuk melakukan muhasabah. Selain memperbanyak istighfar dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, masyarakat juga diminta mempererat hubungan dengan sesama serta menjaga hubungan dengan alam.

Menurutnya, pesan tersebut sejalan dengan kandungan Surah Nuh ayat 10–11 yang mengajarkan pentingnya memohon ampun kepada Allah SWT sebagai salah satu jalan menghadapi kesulitan.

“Salat Istisqo ini mari kita jadikan momentum memohon dengan hati yang bersih, penuh ketundukan, dan mengakui kelemahan kepada Allah agar hujan segera diturunkan sesuai yang kita harapkan,” katanya.

Haerul juga menegaskan bahwa persoalan air berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Ketersediaan air sangat dibutuhkan, terutama oleh para petani yang menggantungkan kehidupan dan aktivitas ekonominya dari sektor pertanian.

Karena itu, pemerintah daerah, kata dia, akan terus berupaya mengambil langkah untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air.

Di sisi lain, Bupati mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kelestarian lingkungan. Ia meminta warga tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak hutan maupun sumber mata air, serta menggunakan air secara bijak.

“Menjaga alam adalah bagian dari amanah,” tegasnya.

Sementara itu, TGH. Khusyairi dalam khutbahnya mengajak jamaah memperbanyak istighfar dan bersabar dalam menghadapi kondisi kekeringan. Ia mengingatkan agar kesulitan yang terjadi menjadi bahan evaluasi dan muhasabah untuk memperbaiki diri serta meningkatkan ketakwaan.

Salat Istisqo tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk memperbanyak amal kebaikan, bersedekah, menjaga lingkungan, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Dengan ikhtiar lahir dan batin tersebut, Pemkab Lombok Timur berharap hujan segera turun dan ketersediaan air kembali mencukupi kebutuhan masyarakat.

BAZNAS Lotim Salurkan Bantuan untuk 116 LKSA

Okenews.net- Kepedulian terhadap lembaga yang mengasuh dan melayani anak-anak terus diperkuat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur. Melalui Program BAZNAS Peduli, sebanyak 116 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) menerima bantuan.

Penyaluran bantuan berlangsung di Aula BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, Kamis (8/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Lombok Timur H. Muhammad Kamli, jajaran wakil ketua, sekretaris, kepala pelaksana serta unsur terkait lainnya.

Ketua BAZNAS Lombok Timur H. Muhammad Kamli mengatakan, penerima bantuan ditetapkan melalui proses verifikasi yang dilakukan secara langsung di lapangan.

Menurutnya, BAZNAS sebelumnya menerima data sebanyak 201 LKSA dari Dinas Sosial Lombok Timur. Namun, seluruh data tersebut terlebih dahulu diverifikasi untuk memastikan kondisi dan kelayakan lembaga sebelum bantuan disalurkan.

“Dari 201 LKSA yang kami terima datanya, kami tidak langsung menetapkan seluruhnya sebagai penerima. Kami melakukan verifikasi faktual ke lapangan dan setelah melalui proses tersebut, sebanyak 116 LKSA dinyatakan berhak menerima bantuan,” ujar Kamli.

Ia menegaskan, proses verifikasi merupakan bagian dari upaya BAZNAS menjaga amanah masyarakat yang telah menyalurkan zakat, infak dan sedekah melalui lembaga tersebut.

“Ini merupakan komitmen kami untuk memastikan dana ZIS yang diamanahkan masyarakat benar-benar disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi yang membutuhkan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Lombok Timur Dr. H. Hamidi, ST., M.Pd., mengatakan bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu mendukung keberlangsungan pelayanan sosial di masing-masing LKSA.

“Kami ingin pendistribusian zakat benar-benar memberikan dampak bagi penerima manfaat. Dukungan kepada LKSA diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan anak-anak sekaligus memperkuat pelayanan lembaga,” ungkapnya.

Menurut Hamidi, bantuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat zakat, infak dan sedekah kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Bagi pengelola LKSA, bantuan yang diterima menjadi tambahan dukungan dalam menjalankan tugas pengasuhan anak. Salah seorang pengelola mengaku terharu atas perhatian yang diberikan BAZNAS Lombok Timur.

“Di tengah perjuangan kami memenuhi kebutuhan anak-anak, BAZNAS hadir memberikan perhatian. Bantuan ini sangat membantu sekaligus menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik,” tuturnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Lombok Timur dan para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak dan sedekahnya untuk disalurkan melalui BAZNAS.

Program BAZNAS Peduli menjadi salah satu bentuk komitmen BAZNAS Lombok Timur dalam memastikan dana ZIS dikelola secara amanah dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dukungan para muzaki, munfik dan masyarakat diharapkan terus menjadi kekuatan bagi BAZNAS dalam memperluas manfaat zakat dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat di Lombok Timur.

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Okenews.net- Dalam proses sertipikasi tanah, sekarang masyarakat tak perlu lagi menebak-nebak kapan tanah akan diukur. Sejak ada layanan Pengukuran Terjadwal, masyarakat kini bisa mengetahui jadwal pasti sejak awal sehingga bisa menyesuaikannya dengan kegiatan sehari-hari. Kemudahan itu dirasakan Ratna S. Husain, warga Kota Ternate, saat mengurus pendaftaran tanah pertama kali di Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Ternate.

"Program Pengukuran Terjadwal ini sangat membantu masyarakat karena jadwalnya sudah jelas sehingga pelayanan menjadi lebih terukur, teratur dan tidak membuat masyarakat tanpa kepastian,” ujar Ratna S. Husain usai membayar SPS di Kantah Kota Ternate.

Prosesnya pun terasa singkat bagi Ratna S. Husain. Setelah melengkapi berkas pada 4 September lalu, Kantah Kota Ternate sudah menginfokan lagi pada 8 September bahwa Surat Perintah Setor (SPS) bisa diambil sekaligus menjadwalkan pengukuran yang dilakukan dua hari kemudian. 

“Saya senang sekali karena sekarang setelah mendaftar pengukuran, kita bisa pilih jadwalnya kapan dan petugas ukurnya siapa. Kita sudah tahu kapan tanah kita akan diukur sehingga bisa mempersiapkan diri dan menyesuaikan waktu," ungkap Ratna S. Husain.

Kepastian jadwal membuat proses sertipikasi tanah ini lebih mudah dipersiapkan olehnya. Ratna S. Husain berharap, Pengukuran Terjadwal dapat terus diterapkan di banyak Kantah. “Saya berharap Pengukuran Terjadwal ini terus dilanjutkan karena sangat memudahkan masyarakat dan membuat pelayanan menjadi lebih tertib, pasti dan nyaman,” ujarnya.

Pengalaman serupa juga dialami Muhammad Riza Farezi, warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang baru saja mendaftarkan tanahnya untuk pertama kali di Kantah Kabupaten OKU. Ia mengapresiasi adanya sistem Pengukuran Terjadwal karena dapat membantu memudahkan masyarakat dalam urusan pertanahan.

“Terima kasih karena sistem Pengukuran Terjadwal dari BPN bisa membantu kami dalam memantau jadwal dengan petugas secara transparan,” ujar Muhammad Riza Farezi.

Pengukuran Terjadwal ini diterapkan sebagai salah satu upaya Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk memberikan kepastian pada tahapan pengukuran bidang tanah. Kepastian jadwal diharapkan membuat proses layanan pertanahan berjalan lebih terukur dan teratur. Dengan demikian, masyarakat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kapan pengukuran dilaksanakan dan dapat menyesuaikan waktu untuk mengikuti proses tersebut. 

Awalnya Ragu, Masyarakat Buktikan Pengukuran Terjadwal Tidak Membuatnya Menunggu dalam Ketidakpastian




Okenews.net- Masyarakat di beberapa wilayah mulai merasakan perubahan kecepatan layanan pertanahan. Mereka yang sudah mencoba layanan Pengukuran Terjadwal dalam proses sertipikasi tanah, bisa mendapatkan kepastian sejak awal mengenai jadwal kedatangan petugas ukur ke lokasi tanah sehingga proses dapat dipersiapkan lebih teratur.

“Awalnya saya sempat ragu sangat ingin mengurus pendaftaran tanah pertama kali karena saya pikir prosesnya bakal ribet dan makan waktu lama. Tapi, pengalaman saya di Kantor Kabupaten Halmahera Barat jauh di luar dugaan, tidak ada lagi cerita menunggu dalam ketidakpastian. Petugas memberikan kepastian jadwal yang jelas kapan tim ukur akan datang ke lokasi,” ujar warga Halmahera Barat, Ningsih, saat ditemui di Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Halmahera Barat.

Penerapan layanan Pengukuran Terjadwal membuat warga Halmahera Barat ini terbebas dari ketidakpastian waktu layanan pertanahan sebagaimana yang ia bayangkan sebelumnya. “Semuanya jadi sangat terencana, transparan, dan efisien. Pelayanan dari stafnya juga sangat ramah dan profesional,” ungkap Ningsih.

Baginya, perubahan tersebut membuat proses pengurusan sertipikat tanah terasa lebih mudah dan memberikan ketenangan bagi masyarakat. “Terima kasih kepada Bapak Nusron Wahid, Menteri ATR/Kepala BPN dan Kantah Kabupaten Halmahera Barat atas pelayanan ini. Urus sertipikat tanah sekarang jadi lebih cepat, pasti, dan bikin tenang," tutur Ningsih.

Layanan Pengukuran Terjadwal ini juga merubah pengalaman warga Sabak Barat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Toni. Saat ia mencoba mengurus pendaftaran tanahnya sendiri tanpa perantara, Toni merasakan langsung kemudahannya, terutama berkat kepastian waktu layanan pertanahan. 

Menurutnya, kepastian jadwal pengukuran menghindarkan masyarakat dari benturan jadwal yang sebelumnya dapat terjadi ketika kedatangan petugas untuk melakukan pengukuran belum diketahui secara pasti. “Terima kasih untuk programnya yang sebelumnya kami bisa dadakan dari BPN datang, tiba-tiba saling berbenturan jadwalnya. Tapi, dengan program ini sangat terbantu sekali,” ujar Toni.

Melalui penjadwalan yang lebih teratur, masyarakat dapat mengetahui waktu pelaksanaan pengukuran sejak awal sehingga dapat menyiapkan diri dan lokasi tanah sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pengukuran Terjadwal ini lahir sebagai upaya Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam layanan pertanahan. 

Rabu, 07 Oktober 2026

LDS Rilis Survei Pilkades Jango 2026, 1.000 Responden Petakan Preferensi Pemilih

Okenews.net — Lombok Democracy Survey (LDS) – Independent Research & Public Opinion merilis hasil survei pemetaan opini publik terkait Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jango, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah.


Survei yang dilaksanakan pada 28 September hingga 6 Oktober 2026 tersebut melibatkan 1.000 responden yang berasal dari populasi pemilih Desa Jango.

Dalam simulasi elektabilitas, responden ditanya mengenai calon yang akan dipilih apabila Pilkades Jango dilaksanakan pada saat survei dilakukan. Hasilnya, Muniruddin, S.Pd. (nomor urut 1) tercatat memperoleh 540 pilihan atau 54 persen.


Sementara Sukardi (nomor urut 2) memperoleh 260 pilihan atau 26 persen, disusul Zainul Muttaqin (nomor urut 3) dengan 130 pilihan atau 13 persen. Adapun 70 responden atau 7 persen menyatakan belum menentukan pilihan.


Selain mengukur elektabilitas, LDS juga memetakan sejumlah persepsi masyarakat terhadap para calon, di antaranya tingkat pengenalan, kepercayaan, kemampuan kepemimpinan, kedekatan dengan masyarakat, serta kepastian pilihan pemilih.


Dari total 1.000 responden, masih terdapat 70 orang atau 7 persen yang belum menentukan pilihan. Kelompok tersebut menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dalam membaca dinamika preferensi masyarakat menjelang pelaksanaan Pilkades Jango.


Direktur Lombok Democracy Survey (LDS), M. Fatihil Abror, MM., menegaskan bahwa hasil survei merupakan gambaran opini publik pada saat pengumpulan data dilakukan.


“Survei merupakan potret preferensi masyarakat pada saat pengukuran. Karena dinamika politik desa masih berlangsung, pilihan masyarakat tetap dapat mengalami perubahan sampai hari pemungutan suara,” ujar M. Fatihil Abror.


Ia menambahkan, hasil survei perlu dibaca secara proporsional dan tidak dijadikan sebagai kepastian mengenai hasil akhir Pilkades Jango.


Menurut LDS, preferensi pemilih masih dapat berkembang seiring dengan dinamika yang terjadi di tingkat masyarakat hingga tahapan pemungutan suara berlangsung.

Selasa, 06 Oktober 2026

BAZNAS Lotim dan Kodim 1615 Perkuat Sinergi ZIS, Dorong Terwujudnya Lombok Timur SMART

Okenews.net- Upaya memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur. Kali ini, BAZNAS Lotim menggandeng Kodim 1615/Lombok Timur melalui silaturahmi kelembagaan sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kodim 1615/Lombok Timur tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Lombok Timur H. Muhammad Kamli bersama jajaran pimpinan dan sekretariat BAZNAS Lotim. Hadir pula Dandim 1615/Lombok Timur Letkol Inf. Hadiasyah serta seluruh Komandan Rayon Militer (Danramil) se-Kabupaten Lombok Timur.

Dalam kesempatan tersebut, H. Muhammad Kamli memaparkan sejumlah program unggulan BAZNAS Lotim yang selama ini menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari sosial kemasyarakatan, kesehatan, dakwah hingga advokasi.

Di bidang sosial kemasyarakatan, BAZNAS Lotim secara rutin menyalurkan bantuan sembako bagi fakir miskin, program Rumah Layak Huni (Mahyani), bantuan modal usaha produktif bagi mustahik, hingga santunan bagi kaum jompo dan dhuafa.

Sementara di bidang kesehatan, BAZNAS memberikan bantuan biaya pengobatan, kursi roda, serta dukungan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami sakit menahun. Di bidang dakwah dan advokasi, perhatian diberikan kepada marbot masjid, guru ngaji, fisabilillah, hingga bantuan pembangunan masjid dan musala di wilayah pelosok.

H. Muhammad Kamli menegaskan, seluruh program tersebut merupakan amanah yang bersumber dari para muzaki dan donatur sehingga diperlukan kolaborasi yang semakin luas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

“Semua program ini adalah amanah dari para muzaki dan donatur. Untuk itu, kami ingin membangun sinergi, kolaborasi dan mempererat hubungan dengan Kodim 1615, sekaligus menggali potensi ZIS di wilayah Kodim 1615 Lombok Timur,” ujar H. Muhammad Kamli.

Ia juga mengajak jajaran TNI, khususnya di lingkungan Kodim 1615/Lombok Timur, untuk bersama-sama menjadi bagian dari gerakan zakat dan membantu mengoptimalkan penghimpunan ZIS.

Menurutnya, dana yang terkumpul nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan mustahik di wilayah masing-masing.

“Kami mengajak seluruh anggota TNI menjadi duta zakat. Dana yang terkumpul di lingkup Kodim akan kami distribusikan kembali kepada mustahik di wilayah tugas masing-masing Danramil. Prinsipnya, dari umat dan kembali untuk umat,” tegasnya.

Gayung bersambut. Dandim 1615/Lombok Timur Letkol Inf. Hadiasyah menyampaikan dukungan terhadap langkah kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi antara Kodim dan BAZNAS dapat menjadi jembatan untuk memperluas manfaat program sosial kepada masyarakat.

“Kami siap bekerja sama. Kodim 1615 beserta seluruh Danramil dan Babinsa di 21 kecamatan siap menjadi jembatan kebaikan antara BAZNAS dengan masyarakat,” ujar Letkol Inf. Hadiasyah.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat berjalan searah dengan visi pembangunan daerah dalam mewujudkan Lombok Timur SMART, khususnya melalui penguatan kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan Nota Kesepahaman (MoU) antara BAZNAS Kabupaten Lombok Timur dan Kodim 1615/Lombok Timur.

MoU tersebut menjadi langkah konkret untuk memperkuat sinergi pengelolaan dan penghimpunan ZIS di lingkungan Kodim 1615/Lombok Timur hingga jajaran Danramil yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Lombok Timur.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kelembagaan, tetapi juga membuka ruang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan untuk mendapatkan manfaat dari dana ZIS secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

Senin, 05 Oktober 2026

HUT ke-81 TNI, BPN Lombok Utara Apresiasi Dedikasi dan Pengabdian untuk Negeri

Okenews.net — Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diperingati pada Senin, 5 Oktober 2026.


Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian TNI dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara, Muhammad Shaleh Basyarah, mengatakan, peringatan HUT TNI menjadi momentum untuk menghargai seluruh pengabdian dan perjuangan prajurit TNI dalam menjaga keamanan dan persatuan bangsa.


“TNI merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Semangat pengabdian dan dedikasi TNI patut menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Muhammad Shaleh.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan nasional.


“Sinergi dan kebersamaan adalah kekuatan besar dalam membangun Indonesia. Ketika TNI dan rakyat berjalan bersama, semangat menjaga persatuan dan membangun negeri akan semakin kuat,” katanya.


Keluarga besar Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi TNI yang selama ini hadir dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan keutuhan Indonesia.


Mengusung semangat “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” momentum HUT ke-81 TNI diharapkan semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat serta memperkuat semangat kebangsaan seluruh masyarakat Indonesia.


“Selamat HUT ke-81 TNI. Semoga TNI senantiasa kuat, profesional, dekat dengan rakyat, dan terus menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” tutup Muhammad Shaleh.

Monev PTSL 2026, BPN Lombok Utara Perkuat Tertib Administrasi dan Kepastian Hukum

Okenews.net — Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara terus memperkuat kualitas pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2026. Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilaksanakan Tim Monitoring dan Evaluasi Kantor Wilayah BPN Provinsi NTB di Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara, Kamis (1/10/2026).


Monev dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan PTSL berjalan sesuai target, ketentuan, serta standar yang telah ditetapkan. Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah opname fisik pemberkasan PTSL 2026 dengan memeriksa dan mencocokkan berkas hasil pelaksanaan di lapangan.


Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan tertib administrasi, akurasi data, serta akuntabilitas pelaksanaan PTSL. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh, setiap proses diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.


Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara, Muhammad Shaleh Basyarah, menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting untuk menjaga kualitas pelayanan pertanahan.


“Monev ini bukan sekadar pemeriksaan administrasi, tetapi menjadi langkah bersama untuk memastikan setiap tahapan PTSL dilaksanakan secara tertib, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.” ungkapnya


Menurutnya, keberhasilan PTSL tidak hanya diukur dari capaian jumlah sertipikat, tetapi juga dari kualitas data dan ketepatan proses yang dilakukan.


“Kami ingin memastikan setiap sertipikat yang diterbitkan benar-benar memberikan kepastian hukum dan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kualitas data dan ketertiban pemberkasan menjadi perhatian utama,” tambahnya.


Muhammad Shaleh juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang terus bekerja mengawal pelaksanaan PTSL 2026.


“Kami terus mendorong seluruh jajaran untuk bekerja secara profesional, teliti dan berintegritas. Semangat kami adalah memberikan pelayanan pertanahan yang semakin baik dan terpercaya bagi masyarakat Lombok Utara.” Pungkasnya.


Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara berkomitmen mengawal PTSL 2026 agar berjalan tertib, transparan, akuntabel dan berkualitas.

Jabatan Komisaris Dipersoalkan, Logis NTB Desak Musyafirin Mundur dari Bank NTB Syariah

Okenews.net-  Lembaga kajian dan pemantau kebijakan publik Lombok Global Institute (Logis) NTB menyoroti serius posisi H. W. Musyafirin sebagai Komisaris Independen PT Bank NTB Syariah, menyusul terungkapnya fakta bahwa yang bersangkutan tidak pernah mengundurkan diri secara sukarela dari keanggotaan PDI Perjuangan.

Direktur Lombok Global Institute (Logis) NTB, M. Fihiruddin, menilai persoalan tersebut tidak boleh dipandang semata sebagai urusan politik praktis. Menurutnya, ketika seseorang telah menerima amanah sebagai Komisaris Independen pada sebuah bank milik daerah, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi pribadi, tetapi juga integritas, independensi, kredibilitas, dan kepercayaan publik terhadap institusi perbankan.

Musyafirin tercatat sebagai Komisaris Independen Bank NTB Syariah berdasarkan keputusan RUPSLB pada 4 Desember 2025. Nama Musyafirin juga tercantum dalam publikasi resmi Bank NTB Syariah sebagai bagian dari Dewan Komisaris.

Polemik kemudian menguat setelah Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H. Rachmat Hidayat, menyatakan bahwa Musyafirin sebelumnya telah diminta mengundurkan diri dari partai dan mengembalikan KTA, tetapi yang bersangkutan disebut tidak bersedia. Rachmat bahkan menyatakan partai kemudian akan mengambil langkah pemberhentian terhadap Musyafirin

Bagi Fihiruddin, fakta tersebut menimbulkan pertanyaan mendasar: mengapa seorang yang hendak menduduki jabatan yang menuntut independensi justru tidak sejak awal menyelesaikan status politiknya secara terbuka dan administratif

“Ini bukan lagi sekadar soal Musyafirin anggota partai atau bukan. Ini soal etika ketika seseorang menerima jabatan yang menuntut independensi. Kalau memang ingin menjadi Komisaris Independen, mestinya sejak awal seluruh potensi konflik kepentingan dan keterikatan politik diselesaikan secara terang,” kata Fihiruddin, Senin 5 Oktober 2026

Bukan Sekadar Soal Anggota Partai, tetapi Independensi

Fihiruddin mengingatkan bahwa ketentuan mengenai komisaris BUMD memang harus dibaca secara cermat. PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD, khususnya Pasal 38 huruf k, mensyaratkan calon anggota Dewan Pengawas atau Komisaris tidak sedang menjadi pengurus partai politik, calon kepala daerah atau wakil kepala daerah, dan/atau calon anggota legislatif. Ketentuan yang sama juga tercantum dalam Pasal 6 huruf k Permendagri Nomor 37 Tahun 2018.

Karena itu, menurut Fihiruddin, persoalannya harus dibedakan antara status anggota partai dan status pengurus partai.

“Jangan dipelintir seolah-olah aturan hanya berbicara soal kartu anggota. Norma hukumnya memang secara eksplisit menyebut pengurus partai. Karena itu yang harus dibuka adalah apakah pada saat proses seleksi dan pengangkatan Musyafirin masih tercatat sebagai pengurus, bagaimana status administrasinya, dan apa yang diverifikasi oleh Pansel,” tegasnya.

Namun demikian, Fihiruddin menilai persoalan tersebut tidak berhenti pada norma Pasal 38 PP 54/2017. Sebab, Bank NTB Syariah sendiri dalam Kode Etiknya menyatakan bahwa pengurus dan pegawai dilarang menjadi pengurus dan/atau anggota partai politik. 

Kode etik tersebut juga menekankan kepatuhan terhadap hukum, menjaga nama baik bank, penerapan tata kelola yang adil, jujur dan transparan, serta pentingnya menjaga kredibilitas dan akuntabilitas bank.

“Di sinilah persoalannya menjadi lebih serius. Bank NTB Syariah punya standar etik internal yang harus dijunjung oleh orang-orang yang berada dalam organ bank. Maka publik berhak bertanya: bagaimana status politik Musyafirin ketika proses seleksi berlangsung, apakah sudah diverifikasi, dan apakah seluruh dokumen serta pernyataan yang menjadi dasar pengangkatannya benar-benar menggambarkan kondisi yang sebenarnya?” ujar Fihiruddin.

Logis NTB: Jangan Ada Pembohongan kepada Publik

Fihiruddin menyebut persoalan tersebut sebagai persoalan kejujuran administratif dan etika jabatan. Ia menilai jika benar Musyafirin tidak pernah mengajukan pengunduran diri dari PDI Perjuangan, sementara pada saat bersamaan menerima jabatan Komisaris Independen, maka publik patut mempertanyakan apakah proses tersebut telah dilakukan dengan standar transparansi yang seharusnya.

“Kalau benar tidak pernah ada pengunduran diri, jangan kemudian publik seolah-olah dibuat percaya bahwa persoalan politiknya sudah selesai. Bagi kami, itu bukan perkara kecil. Ini menyangkut kejujuran informasi dan integritas seseorang yang duduk dalam jabatan strategis,” katanya.

“Jangan ada pembohongan kepada publik. Bank NTB Syariah mengelola kepercayaan masyarakat. Komisaris bukan jabatan seremonial. Karena itu, siapa pun yang duduk di sana harus benar-benar mampu menunjukkan bahwa dirinya independen, bebas dari kepentingan politik, dan tidak membawa beban afiliasi politik ke dalam ruang pengawasan bank,” sambung Fihiruddin.

Menurutnya, istilah Komisaris Independen sendiri memiliki konsekuensi etis yang jauh lebih besar daripada sekadar nomenklatur jabatan.

OJK mewajibkan bank menerapkan prinsip tata kelola yang baik yang mencakup antara lain keterbukaan, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran. Dalam tata kelola bank, Dewan Komisaris juga memiliki ketentuan mengenai komposisi dan independensi.

“Independensi itu bukan sekadar tulisan di struktur organisasi. Independensi harus terlihat dalam sikap, rekam administrasi, hubungan politik, dan cara seseorang menjalankan amanah. Kalau sejak awal saja status politiknya menimbulkan persoalan, maka wajar kalau publik mempertanyakan independensinya,” jelas Fihiruddin.

Pansel Bank NTB Syariah Juga Harus Dipertanyakan

Selain menyoroti Musyafirin, Logis NTB juga mempertanyakan proses yang dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) Bank NTB Syariah ketika melakukan rekrutmen jajaran direksi dan komisaris.

Sebab, pada Mei 2025, Pansel Bank NTB Syariah menyatakan telah menyelesaikan seleksi awal calon Komisaris Independen dan menyerahkan 10 nama kepada Gubernur NTB. Dari 10 nama tersebut, enam calon kemudian akan diusulkan untuk mengikuti tahapan seleksi OJK.

Pemerintah Provinsi NTB pada saat itu juga 

menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara profesional, objektif dan transparan serta menyatakan bahwa seluruh proses merujuk pada ketentuan yang berlaku.

Menurut Fihiruddin, justru karena pemerintah pernah menjamin proses tersebut profesional dan transparan, maka polemik mengenai status politik Musyafirin harus dijawab secara terbuka.

“Pansel jangan hanya bicara kompetensi, pengalaman dan kemampuan manajerial. Untuk jabatan komisaris BUMD, ada aspek integritas, independensi dan kepatuhan terhadap persyaratan yang harus diperiksa secara serius. Kalau status politik seorang calon ternyata baru menjadi persoalan setelah dia diangkat, maka publik pantas bertanya: apa saja yang diverifikasi Pansel?” katanya.

Ia juga mempertanyakan apakah Pansel telah melakukan background check secara memadai terhadap seluruh calon

 “Apakah Pansel meminta surat pernyataan bahwa calon tidak sedang menjadi pengurus partai? Apakah diverifikasi kepada partai politik? Apakah ada dokumen yang menyatakan status politik calon sudah selesai? Kalau ada, buka kepada publik. Kalau tidak ada, jelaskan mengapa tidak ada,” tegas Fihiruddin.

Menurutnya, proses seleksi jabatan publik pada BUMD tidak boleh berhenti pada formalitas administratif. “Jangan sampai seleksi hanya kuat di atas kertas, tetapi lemah ketika menyentuh fakta. Bank NTB Syariah adalah aset masyarakat NTB. Karena itu, proses pengisian jabatan strategis di dalamnya harus memenuhi standar yang lebih tinggi daripada sekadar lolos tahapan seleksi,” katanya.

OJK Juga Perlu Memastikan Kembali

Fihiruddin mengatakan, persoalan tersebut juga layak menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terutama karena pengangkatan jajaran komisaris Bank NTB Syariah berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan OJK melalui mekanisme penilaian kemampuan dan kepatutan.

Bank NTB Syariah sendiri mencatat Musyafirin 

sebagai Komisaris Independen dalam susunan Dewan Komisaris, dengan dasar pengangkatan keputusan RUPSLB 4 Desember 2025 dan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan OJK.

“Kalau sekarang muncul fakta baru atau informasi yang sebelumnya belum terbuka mengenai status politik calon pada saat proses seleksi, maka menurut saya OJK tidak boleh hanya diam. Harus dipastikan kembali apakah seluruh persyaratan dan pernyataan yang menjadi dasar pengangkatan memang benar dan sesuai kondisi faktual,” ujar Fihiruddin.

Ia menambahkan, hal tersebut bukan berarti Logis NTB hendak mencampuri kewenangan OJK. “Justru kami meminta lembaga yang memiliki kewenangan untuk bekerja. Periksa dokumennya, periksa prosesnya, periksa status politiknya pada saat seleksi, kemudian simpulkan berdasarkan aturan. Jangan berdasarkan tekanan politik dan jangan pula berdasarkan pembelaan politik,” katanya.

Lebih jauh, Logis NTB meminta Musyafirin mengambil sikap dengan mengutamakan kepentingan Bank NTB Syariah dan menjaga marwah jabatan yang dipercayakan kepadanya.

Fihiruddin menilai mundur dari jabatan komisaris dalam situasi seperti sekarang bukanlah bentuk kekalahan politik, melainkan bentuk tanggung jawab moral apabila yang bersangkutan menyadari bahwa status politiknya telah menimbulkan persoalan terhadap independensi jabatan.

“Kalau saya melihatnya sederhana. Jabatan itu amanah. Ketika jabatan tersebut mulai menimbulkan keraguan terhadap independensi institusi, maka yang harus didahulukan adalah kepentingan institusi, bukan kepentingan pribadi,” ujarnya.

Karena itu, Logis NTB secara terbuka meminta Musyafirin mundur dari jabatan Komisaris Independen Bank NTB Syariah apabila persoalan status politik tersebut tidak dapat dijelaskan secara meyakinkan dan administratif.

“Kalau memang merasa tidak ada masalah, buktikan secara terbuka. Tetapi kalau persoalan ini benar dan tidak bisa dijelaskan dengan dokumen yang terang, saya kira sikap yang paling terhormat adalah mundur. Jangan tunggu sampai persoalan ini semakin mencederai nama Bank NTB Syariah,” tegas Fihiruddin.

Jangan Korbankan Marwah Bank NTB Syariah

Fihiruddin menegaskan, kritik Logis NTB bukan ditujukan untuk menjatuhkan Bank NTB Syariah.

Sebaliknya, kritik tersebut justru dimaksudkan untuk menjaga agar bank milik daerah itu tidak terseret terlalu jauh ke dalam persoalan politik praktis.

“Bank NTB Syariah harus kita jaga bersama. Ini bukan milik satu kelompok, bukan milik satu partai, dan bukan milik satu pejabat. Ini bank milik daerah yang menyangkut kepentingan masyarakat NTB,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa reputasi bank dibangun dalam waktu panjang, tetapi dapat terganggu hanya oleh persoalan tata kelola yang tidak diselesaikan secara transparan.

“Jangan karena mempertahankan satu jabatan, kemudian yang dipertaruhkan adalah nama besar Bank NTB Syariah. Jangan karena kepentingan satu orang, kemudian masyarakat mempertanyakan seluruh proses rekrutmen dan tata kelola bank,” ucapnya.

Fihiruddin juga meminta Pemerintah Provinsi NTB selaku pemegang saham pengendali tidak bersikap pasif.

“Gubernur sebagai pemegang saham pengendali harus memberikan penjelasan. Kalau prosesnya sudah benar, buka dan jelaskan kepada publik. Kalau ada kekeliruan, jangan takut memperbaikinya. Pemerintahan yang baik bukan pemerintahan yang tidak pernah salah, tetapi pemerintahan yang berani mengoreksi ketika menemukan persoalan,” katanya.

Logis NTB Minta Audit Proses Rekrutmen

Sebagai penutup, Logis NTB meminta dilakukan peninjauan menyeluruh terhadap proses rekrutmen jajaran Bank NTB Syariah, khususnya terkait aspek integritas, independensi, afiliasi politik dan kelengkapan dokumen para calon.

“Yang kami minta bukan sekadar Musyafirin menjelaskan dirinya. Kami ingin prosesnya juga diperiksa. Panselnya diperiksa, dokumennya diperiksa, mekanismenya diperiksa. Kalau semua sudah sesuai, publik tentu akan menghormatinya. Tetapi kalau ada yang tidak sesuai, harus ada koreksi,” kata Fihiruddin.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini harus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola Bank NTB Syariah ke depan.

“Jangan jadikan bank daerah sebagai ruang kompromi politik. Komisaris harus independen, profesional dan berintegritas. Kalau sejak awal ada persoalan independensi, maka persoalan itu harus diselesaikan. Bagi saya, menjaga marwah Bank NTB Syariah jauh lebih penting daripada mempertahankan satu kursi komisaris,” pungkasnya.

Sabtu, 03 Oktober 2026

Institut Elkatarie Serukan Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Pelestarian Budaya Sasak

Okenews.net- Institut Elkatarie menggelar Seminar Nasional bertajuk “Urgensi Pahlawan Kebudayaan dalam Penguatan Kearifan Budaya Sasak”, Sabtu (3/10/2026). Forum tersebut menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran budaya lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Sasak di tengah perubahan zaman.

Seminar menghadirkan akademisi dan praktisi budaya yang membahas berbagai persoalan terkait pelestarian kebudayaan, mulai dari pentingnya menjaga tradisi hingga upaya mentransformasikan nilai-nilai kearifan lokal agar tetap relevan bagi generasi masa kini.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mahasiswa, akademisi, pemerhati budaya, serta masyarakat mengikuti seminar dengan penuh perhatian. Nuansa budaya Sasak juga terasa kuat melalui kehadiran peserta yang mengenakan busana dan atribut tradisional.

Dalam diskusi, budaya Sasak tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai modal sosial dan identitas masyarakat yang dapat dikembangkan untuk menjawab tantangan masa depan. Nilai-nilai lokal dinilai memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi dalam pendidikan, ekonomi kreatif, pariwisata hingga pembangunan masyarakat.

Komitmen untuk terus menjadikan perguruan tinggi sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus tempat merawat dan menghidupkan kembali kekayaan budaya lokal.

Pesan penting yang mengemuka dalam seminar tersebut adalah perlunya keterlibatan lintas generasi dalam menjaga keberlanjutan budaya Sasak. Generasi muda memiliki peran strategis agar kearifan lokal tidak sekadar menjadi simbol atau romantisme masa lalu, melainkan tetap hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan dinamika zaman.

“Merawat budaya berarti menjaga identitas, sementara menghidupkan kearifan lokal berarti menyiapkan masa depan.”

Melalui seminar nasional ini, Institut Elkatarie berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa kebudayaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus dirawat, dikaji, dan diwariskan sebagai kekuatan bagi generasi mendatang.


Kantah Lombok Utara Dorong Kejelasan Batas Kawasan Hutan di Mumbul Sari

Oknews.net— Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Lombok Utara turut memperkuat sinergi bersama pemerintah desa dan masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Batas Kawasan Hutan Wilayah Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, Rabu (30/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Mumbul Sari tersebut diikuti sebagai ruang bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai batas kawasan hutan serta keterkaitannya dengan pengelolaan dan pemanfaatan tanah.


Kantah Lombok Utara diwakili Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa, Ardian, S.H. Kehadiran Kantah menjadi bagian dari upaya mendorong tersedianya informasi pertanahan yang lebih jelas dan dapat dipahami masyarakat.


“Kejelasan batas bukan sekadar persoalan garis di atas peta, tetapi menyangkut kepastian informasi, pengelolaan ruang, perlindungan kawasan hutan, serta pemahaman masyarakat terhadap status dan pemanfaatan tanahnya,” pungkasnya


Sosialisasi ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antarlembaga dengan masyarakat dalam membangun pemahaman yang sama mengenai batas kawasan hutan.


Dengan informasi yang lebih jelas, masyarakat diharapkan dapat memahami status tanah dan ruang di wilayahnya secara lebih baik, sekaligus mendukung upaya menjaga kawasan hutan dan menciptakan tata kelola pertanahan yang tertib.


Kantah Juga pastikan, Lombok Utara menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan pertanahan yang Melayani, Profesional, dan Terpercaya.

PTSL 2026, Warga Mumbul Sari Terima Sertipikat Tanah

Okenews.net— Masyarakat Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, menerima sertipikat tanah hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2026, Selasa (29/9/2026).


Penyerahan sertipikat tersebut dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara melalui Panitia Pelaksana PTSL 2026. Kegiatan dipimpin langsung Ketua Tim PTSL 2026, Amrulloh Armin, bersama jajaran pelaksana PTSL.


Penyerahan sertipikat menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian dan perlindungan hukum atas kepemilikan tanah masyarakat. Selain itu, program tersebut turut mendorong terciptanya tertib administrasi pertanahan di wilayah Kabupaten Lombok Utara.


Ketua Tim PTSL 2026, Amrulloh Armin, menegaskan bahwa sertipikat yang diterima masyarakat bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi merupakan bukti penting atas kepastian hak tanah.

“Sertipikat ini bukan hanya bukti kepemilikan, tetapi juga memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi masyarakat atas tanah yang mereka miliki. Kami berharap sertipikat ini dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Amrulloh.


Menurutnya, penyerahan sertipikat secara langsung kepada masyarakat merupakan bagian dari komitmen Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara untuk terus menghadirkan pelayanan pertanahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Dengan diterimanya sertipikat tersebut, masyarakat Desa Mumbul Sari diharapkan semakin memahami pentingnya tertib administrasi pertanahan sekaligus memiliki kepastian hukum terhadap bidang tanah yang dimiliki.

Hari Kesaktian Pancasila, Kantah Lombok Utara Teguhkan Semangat Persatuan

Okenews.net— Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026), di halaman Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara.


Upacara berlangsung khidmat sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat komitmen seluruh jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila.


Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat.


Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara Muhammad Shaleh Basyarah menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas, termasuk dalam memberikan pelayanan pertanahan kepada masyarakat.


“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi perekat dalam menjalankan pengabdian. Semangat persatuan harus kita hadirkan melalui pelayanan yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.


Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan momentum Hari Kesaktian Pancasila sebagai penyemangat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.


Dengan semangat tersebut, Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus memperkokoh nilai kebangsaan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi