www.okenews.net: Hukum
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 November 2022

TNI Polri di Sakbar Kompak Pantau Keamanan Pasar Umum

Personel Koramil Sakra bersama Polsek Sakbar pantau pasar Mont. Beter
Okenews.net - Aparat gabungan TNI Polri dari Posramil Sakra Barat Koramil 1615-07/Sakra dan Polsek Sakra didampingi Kepala Pasar melaksanakan pemantauan keamanan dan ketertiban di Pasar Umum Montong Beter Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur, Senin (14/11).

Pemantauan keamanan yang dipimpin langsung Kapolsek Sakra Barat Iptu Saeful Hadi dan Serka Mustaan bersama anggota merupakan kegiatan rutinitas yang dilakukan setiap bulan.

Danramil 1615-07/Sakra Kapten Chb Ismail, SH., mengapresiasi kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dengan aparat Kepolisian khususnya Polsek Sakra Barat.

Menurutnya, kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi keamanan dan ketertiban khususnya di tempat keramaian.

Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penertiban tempat jualan, pengecekan dan pemantauan harga sembako, penataan tempat parkir termasuk merapikan tempat helm.

"Alhamdulillah moment ini sangat bagus untuk berinteraksi dan mengedukasi masyarakat untuk lebih tertib dan menjaga barang bawaan masing-masing ," ujar Danramil.

Sedangkan Kapolsek Sakra Barat Iptu Saeful Hadi mengatakan kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan untuk memberikan imbauan sekaligus memantau harga barang di pasaran.

Seperti diketahui, lanjutnya, beberapa bulan yang lalu terjadi kelangkaan minyak goreng di pasaran sehingga dilakukan operasi pasar. Namun kali ini kata Saeful Hadi, harga barang khususnya Sembako masih normal.

Selain itu, Saeful Hadi juga menyampaikan warga yang melakukan aktivitas jual beli di pasar perlu mendapatkan pengawasan baik dalam area pasar maupun diluar area pasar yang berkaitan dengan kelancaran lalu lintas. 

"Kalau di dalam pasar agar warga baik penjual maupun pengunjung mengamankan diri dan bawaan masing-masing sehingga tidak terjadi kehilangan atau lainnya. Sedangkan diluar area pasar ketertiban sangat diperlukan terutama parkiran sehingga tidak mengganggu pengguna jalan yang dapat membuat kemacetan," bebernya.

Untuk itu, ia mengimbau seluruh warga baik para penjual, pengunjung ataupun petugas parkir untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban sehingga semua berjalan sesuai harapan bersama.

Kamis, 27 Oktober 2022

Ratusan Personel Kodim 1615 Terima Penyuluhan Hukum

Penyuluhan Hukum di Makodim 1615/Lotim
Okenews.net – Untuk menambah pengetahuan dan disiplin para prajurit, ratusan personel Kodim 1615/Lotim, ASN dan ibu-ibu Persit KCK Cabang XIX menerima penyuluhan hukum.

Penyuluhan itu disampaikan Kumdam IX/Udayana yang dipimpin Ketua tim Mayor Chk Sugito, SH., dan didampingi Lettu Chk Gede Brahmantata, SH., di Bale Langgak Makodim jalan Prof. M. Yamin Selong, Kamis (27/10/2022).

Komandan Kodim 1615/Lotim diwakili Kasdim Mayor Inf Lalu Muhammad Syukur, S.Ag., menyampaikan penyuluhan hukum ini sangat penting bagi seluruh personel untuk mencegah adanya pelanggaran hukum baik yang dilakukan perorangan maupun kelompok.

Di Kodim Lotim sendiri, sambung Kasdim, ada beberapa permasalahan yang pernah terjadi seperti Tidak Hadir Tanpa izin (THTI) yang kemudian mengarah pada tindakan desersi, kasus narkoba dan perceraian.

Untuk itu, Lalu Muhammad Syukur meminta kepada seluruh peserta agar menyimak dan menanyakan hal-hal yang kurang jelas sehingga betul-betul memahami materi yang disampaikan.

“Mari kita dengarkan, kita simak bersama, dan tanyakan apabila ada yang kurang jelas sehingga menjadi pengetahuan untuk dipedomani dalam melaksanakan tugas,” tutup Kasdim.

Usai memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan penyuluhan hukum yang disampaikan oleh Ketua tim Mayor Chk Sugito terkait dengan tindak pidana seperti asusila, judi, perceraian.

Termasuk beberapa jenis tindak pidana lainnya baik yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer, KUHP maupun diluar kedua peraturan tersebut.

Penyuluhan hukum dengan tema "Melalui Penyuluhan Hukum Kita Tingkatkan Kesadaran Hukum Prajurit Guna Meminimalisir Tingkat Pelanggaran di Satuan TNI-AD" ditutup dengan penyerahan buku.

Buku itu berupa buku saku Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan secara simbolis dari Ketua tim kepada Kasdim 1615/Lotim.

Jumat, 14 Oktober 2022

Sekda Lotim: Kasus Kekerasan Seksual Belum Bisa Ditekan

Sekda Lotim HM Juaini Taofik
Okenews.net - Kasus kekerasan seksual terhadap anak hingga pernikahan dini  disebabkan berbagai faktor.

Meskipun memiliki regulasi berupa peraturan bupati dan awik-awik di setiap desa untuk pencegahan perkawinan usia anak, namun kasus tersebut belum bisa ditekan.

Kasus-kasus tersebut berdampak luas terhadap berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi.

Selain awik-awik, upaya mengantisipasi kasus kekerasan dan pernikahan usia anak terus dilakukan edukasi. Upaya itu dilakukan melalui sekolah, posyandu, pendamping desa, kader dan elemen lainnya.

Sekretaris Daerah M Juaini Taofik didampingi Tim DP3AKB menerima kunjungan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Prorvinsi NTB, Jumat (14/10/2022) di ruang kerja.

Kunjungan tersebut dalam rangka kerjasama antara Pemerintah Daerah dan UNICEF untuk bersama-sama dalam program perlindungan terhadap anak.

Sekda mengakui kasus kekerasan terhadap anak dan pernikahan anak masih terjadi di Lombok Timur.

Karenanya, kerja sama ini selain menurunkan kasus juga diharapkan  berdampak positif pada kesehatan masyarakat,  serta cerahnya kehidupan generasi mendatang. 






Kamis, 06 Oktober 2022

Kasus Alsintan, Pengacara Yakin Kliennya tidak Pernah Dapat Keuntungan

Para petani penerima Alsintan saat diperiksa BPKP NTB (foto ist)
Okenews.net - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur telah menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) di Dinas Pertanian Lombok Timur. 

Ketiga tersangka tersebut, yakni berinisial Z, mantan Kepala Dinas Pertanian, mantan anggota DPRD Lotim berinisial S, dan AM yang merupakan pelakasan yang disuruh S membentuk UPJA yang akan diajukan ke Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur

Pengacara mantan DPRD Lombok Timur, Suhardi SH dalam rilisnya menyampaikan, pada proyek yang bersumber dari bantuan Direktorat Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian pada Kementerian Pertanian tahun Anggaran 2018 itu, kliennya sama sekali tidak pernah memperoleh keuntungan maupun manfaat dari peristiwa hukum tersebut. 

Terlebih, secara faktual kliennya dalam peristiwa hukum ini hanya sebagai pengusul dan bukan sebagai penerima manfaat maupun sebagai pejabat pengadaan. Bahkan, dalam peristiwa ini, tersangka disebut sama sekali tidak memiliki niat jahat. 

“Niat jahat dalam rumpun common law sistem dikenal dengan an act is not criminal in the absence of a guilty mind atau dalam bahasa Latin disebut dengan actus non est reus, nisi mens sit rea. Yang juga berlaku dalam rumpun civil law sistem, yang dalam praktek hukum pidana, niat jahat sebagai kesalahan (schuld) dapat dinilai sebagai geen straf zonder schuld beginsel yang dimaknai sebagai tiada pidana tanpa kesalahan,” terangnya dalam rilis, Rabu malam, 5 Oktober 2022.

Pengacara dari  Platonic Law Firm itu, mengaku kliennya sejak proses sosialisasi terhadap program pemerintah pusat kepada kader PDI Perjuangan di Kabupaten Lombok Timur, justru ikut mendorong terbentuknya UPJA Lemor Maju di Desa Suela, Kecamatan Suela dan UPJA Cahaya Pelita di Kecamatan Pringgabaya. 

Bahkan, sampai dengan proses terdistribusikan alsintan pada kelompok penerima sasaran oleh Dinas Pertanian setempat, justru sama sekali tidak pernah memperoleh keuntungan maupun manfaat dari peristiwa hukum tersebut. 

“Apa yang dilakukan oleh klien kami, semata-mata dalam upaya untuk mendorong akses alat pertanian bagi kelompok tani serta sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam kapasitasnya sebagai anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur,” ujarnya. 

Ia mengatakan, jika merujuk kaidah hukum yang terdapat di dalam Pasal 373 huruf e UU Nomor 17 Tahun 2014 MPR, DPR dan DPD RI, bahwa anggota DPRD kabupaten/kota selalu penyelenggara negara memiliki kewajiban untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan rakyat melalui mekanisme pembentukan kelompok tani. 

Bahkan sebagaimana diamanahkan UU Nomot 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani secara tegas disebutkan jika Petani berkewajiban bergabung dan berperan aktif dalam Kelembagaan Petani seperti  Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani, Asosiasi Komoditas Pertanian, dan Dewan Komoditas Pertanian Nasional. 

Suhardi menegaskan, langkah yang dilakukan kliennya, adalah semata-mata dalam upaya menjalankan perintah UU dalam kapasitas sebagai anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam mengakses alat pertanian. 

Baca juga: Kejari Tetapkan 3 Tersangka Kasus Alsintan

“Tapi, jika langkah itu, justru dipandang sebagai suatu peristiwa hukum yang menyebabkan kerugian negara senilai Rp 3 miliar lebih, sebagaimana Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara Nomor PE.03 / SR / LHP – 290 / PW 23 / 5 / 2002 tanggal 19 Juli 2022 Tentang Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara, kami tetap menghormati dan menghargai proses penegakan hukum yang sedang dijalankan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Lombok Timur,” jelasnya. 

Hanya saja, lanjut Suhardi, sebagai bentuk dan sikap hukum terhadap sangkaan ini, pihaknya  telah menempuh upaya keberatan maupun banding administratif  terhadap lahirnya Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara yang menjadi rujukan Kejari Lotim menetap status tersangka itu. 

Padahal secara faktual, seluruh alat mesin pertanian tersebut telah terdistribusi dan diterima oleh penerima manfaat. Yakni, tiga Usaha Jasa Alsintan (UPJA) dan sebanyak 21 kelompok tani penerima manfaat yang berada di Kabupaten Lombok Timur. 

“Upaya keberatan dan banding administratif, sudah kami tempuh secara formil, sebagai bentuk penolakan terhadap perhitungan nilai kerugian negara yang dikeluarkan oleh BPKP Provinsi NTB yang kemudian dijadikan dasar bagi Penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Lombok Timur dalam memperhitungkan nilai kerugian negara,” katanya.

Minggu, 21 Agustus 2022

Gabungan Aparat Gerebek Judi Sabung Ayam di Pringgbaya

Gabungan aparat mengamankan pelaku dan barang bukti
Okenews.net - Gabungan aparat keamanan menggerebek judi sabung ayam di Dusun Padamara Desa Pringgabaya Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (20/8/2022).

Usai melaksanakan apel pengecekan, sekitar satu peleton gabungan anggota  Koramil, Polsek dan Satpol PP.

Gabungan dipimpin langsung Danramil 1615-02/Pringgabaya Kapten Inf Masrun, Kapolsek Pringgabaya AKP Toto Suharyanto dan Camat Nasihun menuju sasaran 

Menurut Kapten Inf Masrun, penggerebekan dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat.

Dijelaskannya, penggerebekan itu dilakukan berdasarkan laporan pengaduan dari masyarakat karena sudah meresahkan warga disekitar.

"Berdasarkan laporan ini, pihaknya bersama Kapolsek dan Camat berupaya untuk memberantas penyakit masyarakat yang sudah meresahkan," ujarnya.

Masrun juga menegaskan pihaknya siap membackup Kepolisian maupun Pemerintah Kecamatan dalam mewujudkan kondusifitas wilayah.

Hal ini juga dilakukan guna memberantas penyakit masyarakat dan mencegah tindakan kriminalitas di wilayah Koramil yang meliputi Kecamatan Pringgabaya dan Suela.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat gabungan berhasil mengamankan 39 unit sepeda motor, 4 ekor ayam dan 12 pelaku dan dibawa ke Polsek Pringgabaya.

Jumat, 12 Agustus 2022

Kejari Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Bantuan Alsintan

Kasi Intel L Muhammad Rasyidi bersama kasi Pidsus
Okenews.net - Kejaksaa negeri (Kejari) menetapkan tersangka pada kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan Alsintan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur.

Kasi Intel Kejari Lalu Mohamad Rasyidi mengatakan, hari ini Jumát 12 Agustus 2022 berdasarkan hasil ekpose perkara dugaan korupsi penyaluran bantuan Alsintan menetapkan tersangka.

Disebutkan, dugaan penyalahgunaan bantuan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur itu berasal dari Bantuan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian pada Kementerian Pertanian Republik Indonesia Tahun Anggaran 2018.

Dari hasil ekspose tersebut Tim Penyidik telah menetapkan 3 (tiga) orang tersangka yaitu S mantan Anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur.

S berperan menyuruh AM untuk membentuk UPJA yang akan diajukan ke Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur.

UPJA tersebut akan diusulkan untuk diterbitkan SK CPCL oleh Kadis Pertanian. SK CPCL merupakan syarat untuk bisa menerima bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian.

Sementara AM yang berperan  membentuk 2 UPJA sesuai permintaan dari S di Kecamatan Pringgabaya dan UPJA di  Kecamatan Suela.

Akan tetapi UPJA yang dibentuk tersebut hanya formalitas saja agar dapat meneriman bantuan Alsintan.

Tersangka ketiga, Z mantan Kepala Dinas Pertanian tahun 2018 yang telah menerbitkan SK CPCL atas usulan S.

SK CPCL tersebut tidak melalui mekanisme verifikasi kebenaran dan keabsahan CPCL yang diusulkan tersebut.

Adapun batuan Alsintan yang diperuntukkan untuk UPJA tahun 2018 terdiri dari traktor roda 4 sebanyak 5 unit.

Traktor roda 2 sebanyak 60 unit,
pompa air (inari pompa air diameter 3 inchi enggine honda 6,5 HP) sebanyak 121 unit, pompa air (honda pompa irigasi WB30XN) sebanyak 29 unit
hand sprayer sebanyak 250 unit.

"Ternyata setelah dilakukan penyaluran ternyata Alsintan tersebut tidak dimanfaatkan sebagai mana mestinya," ungkap Rasyid.

Pemanfaatannya yaitu untuk menunjang kegiatan pertanian, akan tetapi sebagian dari Alsintan tersebut telah digunakan oleh tersangka.

Tersangka S dan AM untuk kepentingan pribadinya yaitu dengan cara dijual dan dibagikan kepada orang-orang yang tidak berhak.

"Bahwa akibat penyalahgunaan bantuan Alsintan yang dilakukan oleh para tersangka telah menimbulkan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 3.817.404.290," katanya.

Kerugian itu mengacu pada Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara oleh BPKP Perwakilan Provinsi NTB Nomor: PE.03/SR/LHP-290/PW23/5/2022, tanggal 19 Juli 2022.

Perbuatan para tersangka disangkakan melanggar pasal 2 dan 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi dan Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Sabtu, 06 Agustus 2022

Diduga Cabuli Siswi, Oknum Pegawai Dinas Dipolisikan

Kasat Reskrim Polres Dompu AKP Adhar, S.Sos
Okenews.net - Oknum pegawai salah satu dinas dilaporkan ke polisi lantaran diduga mencabuli gadis belia yang masih duduk di bangku SMK di Dompu inisial Y (16 tahun).

Kasat Reskrim Polres Dompu AKP Adhar, S.Sos menyebutkan, kasus itu mengemuka setelah H (40) selaku ibu kandung korban melaporkan ke Polres Dompu, Rabu malam (03/08/2022) lalu.

"Korban diduga dilecehkan oleh oknum pegawai di salah kantor cabang dinas NTB di Dompu inisial S, tempat korban magang. Kasus pelecehan seksual itu terjadi pada Senin (01/08/2022) saat jam kerja," terangnya, Sabtu (06/08/2022).

Kasus itu terungkap dari sikap korban yang tak biasa. Sering murung dan jarang makan. Orang tuanya pun menanyakan perihal yang dialami korban. Karena khawatir, korban pun menceritakan semuanya.

Dituturkan, kasus itu bermula ketika korban dipanggil masuk ke ruang kerja terduga pelaku menanyakan beberapa berkas. Setelah korban masuk ruangan, S spontan mengajaknya selfie.

Karena masih polos dan tidak menaruh curiga, korban menerima. Terduga pelaku pun memanfaatkan kesempatan dengan memeluk korban hingga diperlakukan secara tidak senonoh.

Orang tua korban langsung melaporkan kasus itu ke Polres Dompu. Mereka berharap kasus itu diusut tuntas. “Korban sudah diperiksa oleh Unit PPA Polres Dompu,” jelas Adhar.

Ia belum bisa membeberkan secara detail hasil pemeriksaan tersebut. Saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti.

Polisi Amankan 1,7 Kilogram Narkoba di Lombok Timur

Konferensi Pers Polda NTB soal penangkapan Narkoba
Okenews.net - Polda NTB berhasil mengamankan dua bungkus besar narkoba jenis ganja seberat 1,7 kiligram di jalan Montong Baan Sikur Lombok Timur.

Kabid Humas Polda NTB Komber Pol Artanto mengatakan, pengungkapan dua bungkus besar Narkoba jenis Ganja tersebut berdasarkan laporan warga.

"Pengungkapan ini berdasarkan laporan dari warga, sehingga tim Ditresnarkoba Polda NTB melakukan penyelidikan," jelas Artanto, Jumat (05/08/2022).

Pelaku berinisial IR alias Don. Ia ditangkap oleh tim Ditresnarkoba Polda NTB pada Senin 01 Agustus 2022.

Modus yang dipakai pelaku menyelundupkan barang ke NTB, menggunakan kardus diikat erat menggunakan lakban.

Meski begitu, tim Ditresnarkoba Polda NTB tidak terkecoh dan barang tersebut berhasil diamankan.

"Barang bukti yang diamankan berupa dua bungkus besar Narkoba jenis Ganja seberat 1,7 Kg, dua unit HP dan satu buah timbangan," ujarnya.

Pelaku terancam dijerat dengan pasal Pasal 111 ayat (2) UU RI NO 35 Thun 2009 dan pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 dengan hukuman penjara paling lama 6 tahun.

Selebihnya Artanto berharap, warga ikut memberantas peredaran narkoba di NTB, jika ada yang mengetahui keberadaannya langsung lapor ke Polisi.

"Kami berharap, warga ikut terlibat memberantas Narkoba di NTB, laporkan kepada kami sekecil apapun tentang peredaran Narkoba ini, untuk kita Basmi sama-sama," pungkasnya.

Kamis, 30 Juni 2022

Geger, Seorang Ibu Diduga Gigit Bayinya Sampai Meninggal

Terduga yang diamankan polisi
Okenews.net - Warga Desa Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima NTB digegerkan dengan adanya dugaan pembunuhan bayi berusia tiga bulan.

Ironisnya lagi, diduga pelaku pembuahan itu adalah ibu kandungnya. Ibu muda berinisial NA (27) diduga menggigit anaknya hingga meninggal.

Peristiwa itu terjadi Selasa (28/7/22) sekitar Pukul 15.00 wita. Bayi mungil tak berdosa berjenis kelamin perempuan yang itu diduga tewas akibat luka-luka gigitan.

“Dari laporan internal yang diterima, korban mengalami luka-luka bekas gigitan di pipi bagian kiri kanan, di hidung dan di tangan kiri,” ujar Kasi Humas Polres Bima Iptu adib Widayaka.

Dituturkannya, kasus pembunuhan bayi yang diduga dilakukan oleh ibu kandungnya itu, diketahui kepolisian lewat anggota Piket Polsek Bolo.

“Anggota yang diinfokan oleh Ketua BPD Desa Rasabou langsung menuju TKP,” tutur Adib.

Setiba di TKP, sekitar Pukul 15.05 Wita, pihak kepolisian langsung mengecek keadaan korban, dan mengamankan terduga pelaku ke Mako Polsek Bolo.

Berdasarkan keterangan Ketua BPD desa setempat, Syarifuddin kala itu tengah duduk bersama warga di sekitar TKP. 

Tetiba, datang seorang ibu yang mengabarkan adanya kasus penganiayaan itu dan dimintai untuk mengecek keadaan korban.

Mendengar hal itu, Syafruddin mendatangi rumah korban (TKP) dan menemukan korban telah dibaringkan dan ditutupi kain batik dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Di samping jasad korban, ayah kandungnya terlihat menangis memandangi bayinya yang sudah terbujur kaku tersebut.

Sementara terduga pelaku, ibu kandungnya tengah berdiri di depan pintu kamar sambil menggendong putra sulungnya yang berumur dua tahun.

“Saat itu saya bertanya ‘Kamu apakan anakmu?’, kemudian dijawabnya ‘Saya tidak tahu apa-apa’ dengan muka kebingungan,” tutur Syafruddin mengutip Adib.

Polisipun saat ini telah mengamankan terduga pelaku, serta meminta keterangan awal dari saksi-saksi. Sedangkan korban dibawa ke PKM Bolo untuk keperluan visum.

Berdasarkan keterangan awal dari para saksi, disebutkan bahwa terduga pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaaan. Diperkuat informasi dari keluarganya bahwa terduga memang sering kesurupan.


Rabu, 29 Juni 2022

Polisi Bakar Tempat Judi Sabung Ayam di Desa Lekor

Penggerebekan judi sabung ayam di Kapit Desa Lekor
Okenews.net - Polsek Janapria menggerebek dan pembubaran judi sabung ayam di Dusun Kapit Desa Lekor, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (27/06/2022) sekitar Pukul 16.40 Wita.

Penggerebekan dan pembubaran judi sabung ayam tersebut dipimpin langsung Kapolsek Janapria IPTU H. Muhdar dan melibatkan seluruh Personel Polsek Janapria serta Babinsa se-Kecamatan Janapria.

Penggerebekan itu sebagai upaya menindak lanjuti aduan masyarakat serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Janapria.

Kapolsek Janapria IPTU H. Muhdar menyampaikan, pada saat itu personel Polsek Janapria melaksanakan pengamanan pawai ta'aruf pembukaan seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Ke-XXVII tingkat Kecamatan.

Di sela-sela itu, Kapolsek menerima telepon langsung dari warga bahwa tengah berlangsung kegiatan judi sabung ayam di TKP.

Menerima laporan tersebut, Kapolsek langsung mengumpulkan personel di depan kantor Desa Lekor serta Babinsa se-Kecamatan Janapria untuk membackup Polsek Janapria.

Setelah memberikan arahan tim gabungan menuju TKP, namun sesampainya di TKP pelaku judi sabung ayam langsung melarikan diri meninggalkan lokasi.

"Karena meresahkan masyarakat akhirnya tempat lokasi sabung ayam tersebut dibakar guna memberikan efek jera bagi pelaku. Harapannya agar tempat lokasi sabung ayam tersebut tidak dibuka lagi" jelas Kapolsek. 

Adapun terduga pelaku dan barang bukti yang berhasil diamankan dilokasi inisial AA, laki laki, 64 tahun alamat Desa Lekor, Kecamatan Janapria.

Ada juga barang bukti berupa 7 unit sepeda motor, 2 buah kurungan ayam, 1 buah terpal dan 9 ayam aduan yang 7 diantaranya telah mati.

"Selanjutnya semua barang bukti diamankan ke Polsek Janapria," terang Kapolsek. 

Setelah dilakukan penggerebekan dan pembubaran Kapolsek berharap agar tidak lagi membuka tempat sabung ayam di wilayah hukum Polsek Janapria.

Terhadapa terduga pelaku yang mengadakan lokasi kegiatan tersebut diberikan arahan. Mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya yang dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai.

Senin, 20 Juni 2022

Kisah Bapak dan Anak yang Diduga Jual Sabu

Foto: Penangkapan bapak dan anak yang diduga jual sabu

Okenews.net
- Tragis... kisah keluarga di Mataram yang nekat menjajakan sabu untuk mencukupi kehidupan keluarganya. Namun akhirnya terhenti karena dibekuk Tim opsenal Resnarkoba Polresta Mataram.

Keluarga yang terdiri Bapak dan Anak tersebut ditangkap di rumahnya, lingkungan Gapuk, Dasan Agung Kota Mataram pada Senin (20/06) sekitar pukul 16:30 wita.

Penangkapan itu dilakukan tim opsnal setelah penyelidikan atas informasi yang diterima dari masyarakat. Atas hasil penyelikan tim polis terjun ke lokasi.

"Terduga penjual sabu tersebut dapat diamankan bersama sejumlah barang bukti," ungkap Kasat Narkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Porusa Utama SE SIK, usai penangkapan berlangsung.

Terduga yang diamankan tersebut yakni M pria (54 tahun) dan Z pria (33 tahun) alamat lingkungan Gapuk, Dasan Agung kota Mataram.

"Dari keterangan terduga dan para saksi bahwa M merupakan orang tua (bapak) dari Z. Keduanya pas berada di lokasi saat tim kami tiba di lokasi," jelas Yogi.

Keduanya diamankan, karena dari hasil penggeledahan yang disaksikan aparat lingkungan setempat ditemukan sabu seberat 2,84 gram brutto. 

Selanjutnya sabu tersebut diamankan bersama barang bukti lainnya seperti alat konsumsi sabu, alat komunikasi, peralatan menjual sabu serta sejumlah uang tunai yang diduga hasil penjualan sabu.

"Barang bukti Sabu dan beberapa barang lainnya sudah diamankan bersama terduga yang merupakan bapak dan anak di Mapolres Mataram guna menjalani proses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku," kata Yogi.

Kedua terduga  akan dijerat pasal 114 dan atau 112 UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman  5 tahun penjara.

Selasa, 07 Juni 2022

Dugaan Buronan Asal Jepang di Indonesia, Polri Bergerak Cepat

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo memberikan keterangan pers

Okenews.net
- Polri menegaskan bergerak cepat melakukan koordinasi dengan kepolisian Jepang dan imigrasi terkait dugaan buronan Mitsuhiro Taniguchi (47) yang berada di Indonesia.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, upaya koordinasi pro aktif ini dilakukan untuk memastikan kebenaran keberadaan buronan asal Jepang tersebut. 

"Polri pro aktif koordinasi dengan kepolisian Jepang (NPA) dan pihak terkait atau imigrasi untuk  melacak keberadaan yang bersangkutan," kata Dedi kepada wartawan, Jakarta, Senin (6/6/2022).

Apabila ditemukan di Indonesia akan segera diinfokan ke Slo Kepolisian Jepang untuk ditindaklanjuti secara administrasi.

Disisi lain, Dedi menyatakan, Mitsuhiro Taniguchi saat ini belum masuk ke dalam daftar buronan atau red notice sebagai tersangka. 

Meski begitu, Dedi memastikan, Polri siap berkoordinasi untuk melacak keberadaan dari buronan tersebut agar tidak berkeliaran di Indonesia. 

"Langkah pro aktif sudah berkoordinasi dengan imigrasi untuk mengecek kepastian perlintasan tersangka masuk atau keluar dari wilayah hukum Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, polisi Jepang mengusut kasus dugaan penipuan dana subsidi bagi usaha kecil yang mengalami dampak Pandemi Covid-19. 

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Rie Taniguchi (45), Daiki (22) dan putra keduanya yang namanya belum disebutkan berusia 21 tahun. 

Para tersangka diduga diminta oleh Mitsuhiro mengajukan pengembalian pajak atas nama orang yang telah terdaftar di kantor pajak atau memalsukan permohonan.

Kisah Janda yang Nekat Teruskan Bisnis Sabu Milik Pacarnya

Kasat Narkoba Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Purusa Utama 

Okenews.net
  - Kisah kehidupan masing-masing orang memiliki jalan cerita hidup tersendiri.  Tidak orang yang memilih jalan terlarang dan bertentangan dengan aturan.

Seperti yang dialami seorang janda inisial NWES (32 tahun) yang harus berurusan dengan aparat kepolisian di Kota Mataram NTB. 

Tragisnya lagi, ia ditangkap karena diduga meneruskan bisnis pacarnya yang saat ini dibui lantaran tindak pidana narkotika.

Ia mengaku terpakasa meneruskan bisnis jual sabu milik pacarnya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. 

NWES diringkus Satuan Reserse Narkoba Polresta Mataram di rumah kontrakannya di seputaran jalan Pakis, BTN Sweta Indah, Lingkungan Sayo Baru, Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Kamis (02/06/2022).

Dalam sebuah wawancara, Kasat Narkoba Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Purusa Utama mengatakan penangkapan NWES berdasarkan informasi masyarakat.

"Atas informasi tersebut tim kami langsung menyelidiki. Saat penangkapan rumah kontrakannya ditemukan belasan pocket klip diduga sabu," ungkap Yogi, Senin (06/06/2022).

Selain mengamankan 10,5 gram sabu, polisi menemukan 2 timbangan elektrik dan bendelan klip kosong.

Polisi juga mengamankan perkakas alat hisapnya, ATM, dan alat komunikasinya untuk keperluan penyidikan.

Disebutkan, NWES merupakan pacar dari salah seorang tersangka tindak pidana narkotika yang telah ditangkap beberapa bulan lalu. 

Mereka telah mengontrak rumah tersebut kurang lebih satu tahun dan tinggal serumah dengan status tanpa nikah.

"Memang rumah kontrakannya ini kerap dijadikan tempat transaksi narkoba jenis sabu, dari semenjak pacarnya belum tertangkap," tuturnya.

Namun kali ini menurut keterangan singkat NWES dia terpaksa melanjutkan bisnis haram tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dari hasil penyidikan terhadap NWES beserta barang buktinya, perempuan janda ini terancam pasal 114, 112 UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun penjara.

Kasat Narkoba mengimbau masyarakat kota Mataram terutama kepada keluarga tersangka agar berhati-hati dengan oknum yang mengaku bisa membebaskan tersangka.

Ia memastikan hal itu penipuan. Bila ingin mengetahui kejelasan dan perkembangan kasus keluarganya, diharapkan untuk segera menghubungi atau datang langsung ke Polresta Mataram.

"Jadi kalau ada yang menelpon katanya bisa membantu, itu adalah bohong, silahkan langsung ke Polresta Mataram untuk mengetahui dengan jelas," pungkasnya.

Minggu, 29 Mei 2022

Terduga Pelaku Pencurian Emas Diamankan Polsek Praya

Identifikasi dan oleh TKP

Okenews.net
- Polsek Praya mengamankan terduga pelaku pencurian emas yang terjadi di toko emas Intan Berlian Dua, kompleks pertokoan pasar Renteng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, pada Sabtu 28/05/2022, sekitar pukul 11.15 Wita.

Korban atas nama H. Suhardi (50 tahun) PNS, alamat Jln Kesenan No.11, Perumnas Tampar Ampar, Kelurahan Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. 

Terduga pelaku inisial H, perempuan (47 tahun) alamat Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur.

Kapolsek Praya IPTU Hariono menyampaikan kronologis kejadian bahwa Dede Firman, Laki-laki, 22 tahun, sebagai penjaga toko sedang bekerja di Toko Emas Intan Berlian Dua.

Terduga pelaku H datang sendirian dan melihat-lihat perhiasan di dalam etalase toko, selanjutnya meminta Dede untuk mengeluarkan 2 kalung emas yang berada didalam etalase untuk dicoba.

Setelah 2 buah kalung emas tersebut dikeluarkan dan dicoba, secara tiba-tiba pelaku langsung berlari dengan membawa kabur kalung emas tersebut.

"Kemudian Dede berteriak meminta tolong kepada warga sekitar toko di pasar Renteng," jelas Kapolsek

Pelaku berhasil diamankan oleh beberapa orang disekitar TKP, lalu diamankan didalam toko dan korban langsung menghubungi pihak Kepolisian Sektor Praya.

Adapun barang yang diambil oleh terduga pelaku yaitu 2 buah kalung emas rantai dengan berat 47,390 gram dengan rincian masing-masing sekitar 27,620 gram dan 19,670 gram dengan total kerugian sekitar Rp.42.500.000,- 

Menerima laporan kejadian tersebut anggota Polsek Praya langsung menuju lokasi kejadian dan mengamankan terduga pelaku beserta Barang Bukti untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. tutup Kapolsek.

Kamis, 26 Mei 2022

Kapolresta Mataram Pastikan Peredaran Foto Korban Pemanahan di Medsos Hoax

Konferensi Pers Polresta Mataram soal kasus peredaran foto korban pemanahan di medsos
Okenews.net - Polresta Mataram NTB menegaskan, kasus beredarnya foto-foto korban pemanahan beberapa hari lalu (24/05/2022) yang awalnya disebar oleh seseorang melalui medsos (WhatsApp/ Facebook) itu merupakan informasi hoax.

Oleh karena itu meminta Polresta Mataram meminta kepada masyarakat kota Mataram pada khususnya agar tidak terpancing dan tidak perlu diresahkan.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi mengatakan, berdasrkan keterangan hasil upaya penyelidikan terkait foto-foto tersebut tidak benar.

"Hasil penelusuran akhirnya diketahui identitas pelaku yang selanjutnya diamankan guna dilakukan pemeriksaan," ucap Kapolresta, Kamis (26/05/2022).

Pelaku yang berjumlah dua orang yakni  UW, pria  39 tahun beralamat Desa Giri Sasak Kuripan, Lombok Barat, dan EH, pria 39 tahun alamat Desa Babussalam, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.

"Keduanya telah diamankan di Polresta Mataram  Polda NTB untuk menjalani pemeriksaan," ucap Heri.

Adapun Kronologis singkat berdasarkan keterangan pelaku, mulanya foto-foto tersebut diupload oleh UW dijadikan status WA. 

Karena EH dan UW merupakan teman dan nomor kontak pun tersimpan di Hp masing-masing. Oleh karenanya EH langsung screenshot foto dari status UW.

Selanjutnya diupload lagi oleh EH diakun facebook pribadinya dengan membuat status foto hasil screenshot tersebut serta menambahkan narasi yang menjelaskan foto tersebut adalah korban pemanahan yang terjadi di Mataram.

"Atas postingan EH banyak masyarakat yang menjadi resah dan takut keluar rumah. Karena ini menimbulkan rasa tidak nyaman di tengah masyarakat, akhirnya polisi menyelidiki serta mengamankan kedua pelaku," beber Heri.

Ia menyebutkan, pelaku telah mengakui bahwa foto tersebut dirinya yang memposting di Facebook dengan tujuan mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada.

Kedua pelaku saat ini ditangani Penyidik Satreskrim polresta Mataram untuk di periksa secara mendalam. Sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan proses pemeriksaan.

Sebagaimana dimaksud pasal 54A ayat (1) Jo. Pasal 28 ayat (1) UU RI nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 14 ayat (1) (2) UU nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan atau denda Rp 1 milyar.

Selasa, 24 Mei 2022

Diduga Acam Sebar Foto Mantan Pacar, Pria ini Terancam Enam Tahun Bui

Terduga pelaku (baju kuning) diamankan Polresta Mataram
Okenews.net - Seorang Pria di Mataram terpaksa berurusan dengan polisi karena dilaporkan atas kasus ITE. 

Saat ini Pelaku bernama AHP/AD, pria 21 tahun yang beralamat Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram tersebut telah diamankan tim Opsenal Sat Reskrim Polresta Mataram.

Penangkapan terhadap pelaku setelah korban PF, prempuan 18 tahun, beralamat di lingkungan yang sama dengan pelaku melaporkan peristiwa yang terjadi 25 Januari 2022 lalu atas kasus ITE.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polresta Mataram Polda NTB Kompol Kadek Adi Budi Astawa SIK saat menggelar konferensi pers, Selasa (24/05/2022) di Gedung unit PPA Sat Reskrim Polresta Mataram.

Kasat menceritakan, bahwa peristiwa kasus ini berawal saat tahun 2018 hingga 2021, pelaku (AHP/AD) mempunyai hubungan berpacaran dengan korban (PF). 

Selama masa tersebut menjalin hubungan pacaran dan keduanya sempat melakukan hubungan intim suami isteri. Kejadian ini divideokan oleh pelaku menggunakan Hp milik pribadinya yang hingga saat ini masih tersimpan.

Namun karena sesuatu dan lain hal hubungan berpacaran keduanya putus. Dan ketika pelaku mengetahui bahwa si korban (PF) akan menikah dengan pria lain.

Tidak terima dengan hal itu, maka pada hari Selasa 25 Januari 2022 sekitar pukul 12:44 Wita pelaku mengirim pesan WhatsApp berupa foto korban dalam keadaan telanjang yang discreenshot dari hasil video hubungan intimnya pada saat keduanya berpacaran.

"Foto yang discreenshot tersebut dikirim ke nomor WhatsApp korban disertai dengan pesan yang berbentuk ancaman dengan kata-kata kotor," jelas Kadek.

Atas kalimat yang dikirim tersebut, korban keberatan dan akhirnya melapokan ke Polresta Mataram.

Kadek menjelaskan pula barang bukti yang telah diamankan berupa Hp korban dan pelaku, serta screenshot percakapan WhatsApp yang memuat gambar (foto) asusila.

Atas peristiwa tersebut pelaku diancam pasal 45 ayat (1), Jo. 27 ayat (1) UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman pidana 6 tahun dan atau denda 1 Milyar rupiah.

Jumat, 06 Mei 2022

Diduga, Pria ini Ditangkap Gegara Curi Kutang

MU, terduga pelaku pencuri dua kutang

Okenews.net
-- Diduga kebelet dengan kemolekan istri orang, pria inisail MU (23) warga Loang Sorok Desa Darmasari Kecamatan Sikur Lombok Timur diduga nekat mencuri jemuran dua pasang kutang milik seorang ibu rumah tangga.

Akibat kejadian yang berlangsung sekitar pukul 12.00 Wita Kamis (05/05/2022) itu, pria itu terpaksa berurusan dengan dengan warga dan aparat penegak hukum.

Kapolsek Sikur melalui Kasi Humas Polres Lotim Iptu Nikolas Osman mengatakan, setelah mengambil dua kutang itu, seketika MU mencium dan menggosokkan pembungkus payudara itu ke bagian alat vitalnya. 

Kelakuan pria yang menjadi buruh kasar itu membuat Umar Fendi (29) marah, karena kutang istrinya diambil pelaku dan melakukan perbuatan yang kurang lazim dan tidak pantas.

Pelaku MU langsung ditangkap saksi Umar Fendi  bersama warga lainnya, dan pencuri 2 kutang  saat itu juga diamankan anggota Polsek Sikur.

Kronologisnya, saat itu MU mengendarai sepeda motor jenis honda beat warna hitam melintas di depan rumah Umar Fendi.

Melihat jemuran kutang, pelaku seketika menghentikan laju motornya, dan berjalan kaki memasuki pekarangan rumah di Peneh Dusun Presak Sire, Desa Montong Baan Selatan, Kecamatan Sikur.

Begitu sampe ke tempat jemuran, pelaku mengambil dua pasang kutang dan langsung mencium dan menggosokkan ke bagian kelaminnya.

Aksi bejat pelaku dilihat suami korban (Umar Fendi),  karena tertangkap tangan pelaku seketika membuang kutang tersebut. 

Karena tidak diterima dengan kelakuan pelaku, Umar Fendi berusaha menangkap MU. Warga yang mendengar suara gaduh pun datang ke lokasi kejadian.

Tidak berselang lama, pelaku diamankan polisi bersama barang bukti berupa dua pasang kutang warna biru tua dan hijau serta sepeda motor diangkut ke Polsek Sikur untuk proses lebih lanjut.

Kamis, 28 April 2022

Apgab Gelar Operasi Petasan dan Balap Liar di Lotim

Apgab lakukan razia petasan
Okenews.net - Aparat gabungan (Apgab) di Kabupaten Lombok Timur kompak menggelar operasi petasan (mercon) dan balap liar di bulan puasa hingga malam takbiran Idul Fitri 1443 H.

Hal itu dilakukan menurut Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Amin Muhammad Said, SH., disela-sela kesibukannya di Makodim, Kamis (28/4), untuk menciptakan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam beribadah di bulan puasa hingga lebaran nanti.

Operasi gabungan yang diselenggarakan oleh Satpol PP Kabupaten Lombok Timur tersebut melibatkan berbagai unsur salah satunya personel Kodim 1615/Lotim.

"Alhamdulillah ini upaya pemerintah untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan puasa terutama yang berkaitan dengan petasan dan balap liar," ungkapnya.

"Ketika warga sudah merasa terganggu maka kenyamanan itu sendiri akan hilang," imbuhnya.

Amin juga mengingatkan para orang tua untuk menjaga anak-anak mereka agar tidak bermain petasan karena bisa jadi korban letusan atau ledakan petasan itu sendiri yang berakibat fatal seperti luka bakar termasuk juga balap liar.

"Balap liar ini rawan kecelakaan lalu lintas dan mengganggu pengguna jalan. Jadi mari jaga anak-anak kita dengan mengarahkannya untuk melakukan hal-hal yang positif di bulan suci ini," ajaknya.

Sedangkan Kasatpol PP H. Sudirman via telepon seluler mengatakan operasi petasan dan balap liar sesuai jadwal di mulai dari tanggal 18 April hingga 1 Mei mendatang sebagai sok terapi bagi para pedagang petasan dengan mengambil beberapa sample sebagai barang bukti untuk diamankan di kantor.

"Alhamdulillah beberapa barang bukti sudah kita amankan di Kantor Satpol PP untuk kita musnahkan bersama," ujarnya.

Ia juga berharap agar kedepan ada pembinaan lebih lanjut terhadap para pedagang petasan untuk tidak melakukan pelanggaran terhadap Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Timur sehingga Lombok Timur tetap aman dan kondusif.

Terkait dengan kondusifitas wilayah menjelang Idul Fitri, Sudirman mengatakan sampai saat ini masih terpantau aman. Namun demikian, lanjutnya, pemantauan wilayah akan terus dilakukan bersama TNI, Polri dan instansi terkait.

Jumat, 22 April 2022

Kodim Lotim Siap Back Up Operasi Ketupat Rinjani 2022

Pasukan Kodim Lotim siap backup aoperasi Ketupat Rinjani

Okenews.net
- Dalam waktu dekat, umat Islam akan melaksanakan perayaan Idul Fitri 1443 H tidak terkecuali di NTB khususnya di Kabupaten Lombok Timur.

Untuk mendukung perayaan besar tersebut, Polres Lotim menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Rinjani 2022 yang dipimpin langsung Kapolres Lotim AKBP Herman Suriyono di Mapolres Lotim, Jumat (22/4/2022).

Terkait dengan itu, Komandan Kodim 1615/Lombok Timur Letnan Kolonel Inf Amin Muhammad Said, SH., mengatakan apel gelar pasukan ini sebagai representasi kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama perayaan Idul Fitri tahun ini.

Dijelaskannya, Operasi Ketupat akan dilaksanakan sebelum dan sesudah Idul Fitri mulai tanggal 28 April hingga 9 Mei mendatang.

"Jadi pelaksanaannya selama 14 dengan untuk menjamin rasa aman, nyaman dan tertib sesuai tema operasi ketupat," terang Amin.

Operasional Ketupat Rinjani 2022 yang melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran dan Pramuka mengusung tema "Wujud sinergi polri dengan instansi terkait untuk menjamin masyarakat aman dan sehat dalam perayaan Idul Fitri 1443 H.

Kodim dalam hal ini, lanjutnya, siap memback up penuh operasi tersebut sebagai bentuk sinergitas antar instansi terkait dalam menjaga ketertiban masyarakat selama perayaan Idul Fitri terutama lokasi-lokasi yang rawan kriminalitas dan pusat keramaian.

Adapun beberapa tempat yang menjadi sasaran operasi yakni masjid, pusat perbelanjaan, tempat wisata, terminal, pelabuhan dan lainnya.

Selain itu, orang nomor satu di Kodim Lotim itu mengajak dan mengimbau seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah agar pelaksanaan Idul Fitri berjalan aman dan lancar.

Selasa, 19 April 2022

Pengakuan Pembegal Amak Sinta yang Terancam 12 Tahun Penjara

Pembegal Amaq Sinta (baju merah) yang diamanka Polda NTB
Okenews.net - Pasca ditutupnya kasus Amak Sinta, korban Begal Jadi Tersangka di Lombok Tengah, Polda NTB menghadirkan satu diantara 4 tersangka begal dalam acara Konferensi Pers di Gedung Presisi Polda NTB, Senin (18/04/2022).

Berdasarkan pengakuan salah seorang saksi, rencana pembegalan sudah direncanakan saat mereka minum tuak di Pasar Beleka bersama rekannya termasuk dua pelaku yang meninggal dunia.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan, hari ini pihaknya hadirkan 1 tersangka begal di Lombok Tengah karena 2 diantaranya meninggal dan satunya lagi di Polres Lombok Tengah.

Artanto menjelaskan, setelah dilakukan penyelidikan didapati fakta bahwa kedua janazah yang ditemukan tergeletak di Jalan Raya Dusun Ganti dan dua orang rekannya yang berhasil selamat adalah pelaku curas atau begal.

Fakta berikutnya, berdasarkan sejumlah saksi yang dimintai keterangan, pihaknya menyimpulkan bahwa diduga kuat keempat orang tersebut adalah pelaku curas atau begal.

Ia menyebutkan, dalam menentukan kasus tersebut, selain melakukan penyelidikan dan olah TKP, Polda NTB juga melibatkan sejumlah pakar hukum untuk membedah kasus tersebut. 

"Saat ini sudah lima saksi yang kita mintai keterangan," jelasa Artanto didampingi Direktur dan Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum saat Konferensi Pers.

Berdasarkan fakta penyidikan, ia mengaskan, peristiwa itu terjadi pada tanggal (10/4/2022). Korban yang hendak ke Lombok Timur dipepet oleh pelaku menggunakan sepeda motor.

Korban begal atau curas bernama Amak Sinta alias Murtade, sontak melakukan perlawanan dan menikam kedua korban begal tersebut dengan pisau yang dibawanya sendiri.

Melihat rekannya tersungkur W dan H mencabut pedangnya dan berusaha menebas Amak Sinta namun berhasil dihindari.

Melihat Amak Sinta tidak terkalahkan, dua orang pelaku melarikan diri, sementara dua orang lagi tersungkur dan meregang nyawa di tempat akibat luka tusuk dibagian dada dan punggung oleh Amak Sinta.

Hasil visum yang dilakukan terhadap Amak Sinta, dia mengalami luka memar di tangan kanannya, karena menangkis serangan pelaku.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata mengatakan, berdasarkan beberapa saksi menerangkan bahwa sebelum kejadian itu, keempat pelaku merencanakan aksinya ditempat minum tuak.

"Kita sudah mintai keterangan 5 orang saksi, termasuk korban Amak Sinta, dan sebagiannya lagi saksi yang mengetahui rencana mereka di tempat minum tuak," jelas Haribrata.

Sementara pelaku yang dihadirkan saat itu, juga mengaku merencanakan hal itu saat berada di pasar Beleka bersama rekannya termasuk dua pelaku yang meninggal dunia.

"Penyelidikan ini merupakan hasil dari tim gabungan Polda NTB dengan Polres Lombok Tengah," terangnya. Pelaku terancam dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.

Dirgahayu RI ke-77

 


Selamat Hari Jadi Lombok Tengah



 

Pendidikan

Hukum

Ekonomi