www.okenews.net: Ekonomi
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 November 2021

WSBK Diharap Pulihkan Pariwisata, Kemenkominfo Pastikan Jaringan Internet Lancar

Okenews.net - Ajang balap bergengsi World Superbike (WSBK) di Mandalika International Street Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dibuka Jumat 19 November 2021.


Mandalika International Street Circuit menjadi tuan rumah menjadi magnet luar biasa bagi Indonesia. Terutama memulihakan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi Covid-19. 


Diketahui kawasan Mandalika masuk 5 Destinasi Super Prioritas (DSP) menjadi salah satu program prioritas pemerintah  pada 2021. 


Presiden menetapkan Mandalika sebagai tuan rumah dalam berbagai penyelenggaraan event internasional, di antaranya World SuperBike (WSBK) 2021, MotoGP 2022, dan L’Etape Indonesia by Tour de France (2022).


Untuk mendukung itu, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) ikut serta mendorong penguatan ekonomi 

bersama di destinasi pariwisata Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika untuk warga setempat. 


“Destinasi pariwisata Mandalika yang telah ditetapkan menjadi program strategis nasional dapat menumbuhkan ekonomi kreatif warga lokal,” kata 

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong.


Program tersebut diharapkan dapat membantu pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk menjadi lokomotif dalam menciptakan lapangan pekerjaan, terutama untuk sektor yang banyak menyerap dan menggerakkan ekonomi. 


Usman Kansong juga menjelaskan, Kemenkominfo sangat mendukung pelaksanaan WSBK dan berupaya memastikan jaringan internet yang lancar dengan menyiapkan  infrastruktur komunikasi yang memadai untuk kenyamanan acara ini.

Puluhan Ribu Tas Ketak Diekspor ke Arab Saudi

Okenews.net - Pemerintah Provinsi NTB mengekspor 37.944 ribu tas dari kerajinan ketak ke Arab Saudi dengan menggunakan kontainer internasional melalui Pelabuhan Lembar ke Surabaya kemudian langsung ke Kota Riyadh Arab Saudi.


Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, produk-produk lokal NTB tidak akan pernah meningkat penjualannya, tanpa diekspor ke berbagai negara yang membutuhkan ribuan hingga ratusan ribu produk.


"Ekspor adalah kunci untuk meningkatkan nilai jual produk-produk para UMKM kita. Sehingga peluang pertumbuhan ekonomi akan semakin besar kalau kegiatan ekspor kita tinggi," ungkap Zul saat melepas ekspor tas ketak ke Arab Saudi, Selasa (16/11/2021).


Menurut Zul, keberhasilan mengekspor kerajinan ini menjadi pemicu bagi produk kerajinan lainnya untuk diekspor ke berbagai negara. Hal ini menjadi bukti, NTB bukan hanya bisa memproduksi kerajinan tas tapi mampu menciptakan mesin-mesin canggih yang bisa bersaing dengan negara lainnya.


"Mudah-mudahan ekspor kita meningkat, ke depan bukan hanya tas tapi kita juga bisa mengekspor sepeda listrik dan mesin-mesin kita," harap Zul.


Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Fathurrahman mengatakan, kerajina tas ketak yang akan diekspor ke negara Arab Saudi merupakan produk lokal yang melibatkan sekitar 700 pengrajin asal Lombok Tengah dan Lombok Barat.


"Proses pemenuhan pemesanan kerajinan tas ketak ini merupakan perjalanan panjang yang dimulai sejak Mei 2021. Dan Alhamdulillah ekspornya bisa terealisasi hari ini," ungkapnya.


Diketahui, kerajinan tas ketak merupakan kerajinan memanfaatkan tanaman ketak sebagai bahan baku utamanya. Tanaman Ketak adalah sejenis rumput liar yang merusak tanaman lainnya. Biasanya menjulur ke pohon-pohon.


Sedangkan pembuatan tas Ketak merupakan kombinasi tanaman ketak dan rotan. Kini justru rumput ini sangat berharga. Karena menjadi bahan utama kerajinan anyaman. Dari rumput ketak, terlahir aneka kerajinan bernilai tinggi seperti tas, berbagai peralatan rumah tangga, alas piring, alas gelas, maupun tempat aksesoris.


Kamis, 04 November 2021

Gerakan Petani Digital, Kominfo Fasilitasi Panen Raya di Loteng

Okenews.net - Kementerian Komunikasi dan informatika (Kominfo) melalui direktorat ekonomi digital melakukan implementasi gerakan petani digital 4.0. 


Program ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan bisnis pada setiap rantai nilai pertanian melalui pemanfaatan teknologi digital, menargetkan petani dengan komoditas tanaman pangan seperti padi dan jagung serta tanaman hortikultura, seperti cabai dan bawang merah. 


Pada tahun 2021, program ini dilaksanakan di beberapa lokasi yaitu Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Malang. 


Gerakan petani digital 4.0 di Kabupaten Lombok Tengah telah diimplementasikan sejak pertengahan tahun 2021 di Desa Bilebante Kecamatan Pringgarata. 


Kegiatan ini memfokuskan pada pemanfaatan teknologi digital dalam rantai nilai budi daya melalui pemanfaatan alat sensor tanah dan cuaca yang dapat memberikan informasi lingkungan pertanian secara real-time seperti suhu udara curah hujan, arah angin kelembaban tanah, suhu tanah, pH tanah hingga electrical conductivity.   


Parameter-parameter tersebut dibutuhkan untuk mengetahui kebutuhan tanaman secara lebih presisi sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas hasil panen.


Adapun rangkaian program ini dimulai sejak pemasangan alat internet of things sensor tanah dan cuaca, pendampingan petani dalam penggunaan teknologi digital, hingga pengambilan bestline data pertanian setempat.


Hal ini dilakukan untuk membantu memberikan rekomendasi tindakan yang diperlukan seperti jumlah air yang diperlukan tanaman, jenis pupuk yang dibutuhkan, tinggal rekomendasi waktu pemupukan good agricultural practices.


Upaya ini dilakukan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia pada Agustus 2020 tentang peningkatan infrastruktur digital transformasi pada sektor strategis percepatan integrasi pusat data nasional, kebutuhan SDM talenta digital, dan skema regulasi pembiayaan transformasi digital.


Gerakan petani digital 4.0 terselenggara atas kerjasama yang baik dari berbagai stakeholder seperti kementerian Pertanian, pemerintah daerah, akademisi, startup digital, dan peran serta aktif dari petani daerah setempat.


Pada gelaran panen raya gerakan petani digital 4.0 ini turut hadir perwakilan Dirjen tanaman pangan kementerian Pertanian Dr. Rachmat selaku koordinator padi irigasi dan rawa, Sekdis Pertanian Lombok Tengah Taufiqurrahman Pua serta pakar pertanian dari UGM, Eko Putranto.


Gerakan petani digital 4.0 merupakan upaya dari kementerian kominfo sebagai fasilitator dan akselerator dalam meningkatkan adopsi teknologi digital di sektor pertanian. 


Langkah ini untuk mewujudkan Indonesia yang siap menjadi negara digital dan turut andil dalam akselerasi perekonomian global.


"Besar harapan saya bahwa program ini dapat dilakukan bersama-sama oleh seluruh pihak, dengan komitmen untuk menciptakan ekosistem pendukung implementasi teknologi digital sektor pertanian yang berkelanjutan," tutup Samuel Abrijani P, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (APTIKA) Kominfo.


Jumat, 15 Oktober 2021

Sorgum, Bijian Berprotein Tinggi

Okenews | Keberagaman hayati menjadi kelehihan bumi Indonesia. Salah satunya beragamnya pilihan makanan pokok, termasuk sorgum, bijian tinggi protein yang bisa jadi pengganti beras untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat maupun pakan ternak.


Sorgum kaya protein, kalsium, zat besi, fosfor dan serat. Karena itu Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy meminta Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menyosialisasikan sorgum sebagai pengganti nasi. 


Dua tahun mendatang, pembangunan juga akan difokuskan di bidang pertanian, dengan salah satu produk unggulan yakni sorgum sehingga ketahanan pangan tetap terjaga. 


Hal tersebut disampaikan Bupati Sukiman pada acara Sosialisasi Budidaya Tanaman Sorgum, Kamis (14/10) di Ponpes TGH. Fadil Tohir Bodak, Dasan Geres-Borok Lelet, Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik.


Tidak hanya Dinas Ketahanan Pangan, OPD lainnya juga diharapkan bersinergi menyukseskan budidaya tanaman tersebut. 


“Tahun 2022 mendatang, pemerintah akan memfasilitasi dinas pertanian. Kita akan bersinergi dan melakukan apa yang kita bisa sesuai dengan kemampuan,” kata ungkapnya. 


Diharapkan salah satunya melalui program ini Lombok Timur dapat kembali `bersinar` mengingat kasus pandemi covid-19 yang berdampak luas terhadap berbagai sendi kehidupan masyarakat kian melandai.


Bupati juga mengajak masyarakat setempat mendukung pengembangan dan budidaya sorgum sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan mereka. 


“Mari dukung program pemerintah ini, kita bersama-sama ikhtiarkan dengan tekad yang kuat, semangat membara dan kinerja faktual yang dapat kita laksanakan,” serunya.


Hadir pada acara tersebut sejumlah pimpinan OPD terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, Dinas  Peternakan, Dinas Lingkungan Hidup beserta jajarannya, Camat, Kades, dan masyarakat setempat.


Senin, 02 Agustus 2021

Lagi, PT Gerbang NTB Emas dan DNA Kirim Ratusan Ton Jagung Rendah Aflatoksin

Okenews - Setelah berhasil mengirimkan 100 ton jagung rendah aflatoksin pada tahap pertama bulan Mei lalu. Hari ini (Senin, 02/08/2021) Kemitraan PT Gerbang NTB Emas (GNE) dan DNA kembali  mengirim tahap kedua sebanyak 120 ton dengan tujuan PT Miwon Indonesia sehingga total yang sudah dikirim 220 ton. 




Dean Novel, selaku pengusaha PT DNA mengaku percaya terhadap kualitas jagung rendah aflatoksin NTB yang di kirim ke PT Miwon Indonesia. "Kualitas jagung rendah aflatoksin kita bersaing, makanya kita kirim dengan jumlah lebih banyak," terangnya.


Kedepan bersama PT GNE akan adakan pengembangan jagung rendah aflatoksin dengan budidaya sendiri di lahan pertanian yang dikelola dengan pola mekanisasi dan modern.


Produk jagung dengan spesifikasi khusus merupakan sektor yang menarik untuk dikembangkan di NTB. Dan PT GNE terus berupaya maksimal termasuk pada sektor lainnya. 


Klik: PT Gerbang NTB Emas


Ia menywbutkan, sektor pertanian seperti padi kita sudah bangun ekosistem bisnisnya, termasuk jagung kita mulai melalui kerjasama dengan PT DNA. 


"Kedepan masuk pada sektor perkebunan seperti tembakau. Kita berharap seluruh hasil sumberdaya kita di NTB bisa dikelola maksimal oleh BUMD," ungkap Syamsul Hadi selaku Direktur Utama PT GNE.


Samsul Hadi berjanji akan terus membuka ruang selebar-lebarnya bagi para pengusaha yang ingin bekerja sama untuk membantu para petani jagung di NTB. 


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Muhammad Riadi menyampaikan apresiasi atas capaian PT GNE dan DNA dalam pengembangan dan pengiriman komoditas jagung rendah aflatoksin. Termasuk model pertanian modern yang diusung oleh PT DNA. 


"Jadi petani itu jangan jadi petani tradisional, kita harus lihat peluang pasar dulu, baru melakukan penanaman seperti pola yang dicontohkan PT DNA," pesannya.


Selain itu perwakilan Bank NTB Syariah Kasri Arrahman juga menyampaikan, kerjasama Bank NTB Syariah dengan PT GNE sudah berlangsung lama, termasuk kerja sama dalam pengadaan jagung bersama PT DNA. 


Kepala Sub Branch Manager Bank NTB syariah KCP Sueta tersebut mengungkapkan akan terus mensupport pengadaan jagung yang dilakukan oleh PT GNE dan DNA. 


Ia meneyebut, kerjasama dengan PT GNE dalam beberapa item. Salah satunya pada hasil pertanian. "Kami akan mensupport PT GNE tergantung dari berapa pesanan order dari PT Miwon," pungkasnya.

Rabu, 16 Juni 2021

Terdesak Ekonomi, Janda Beranak Tiga ini Nekat Jual Sabu

Okenews - Desakan ekonomi terkadang menjadi alasan orang untuk menghalalkan segala cara mengais rejeki. Tidak peduli barang terlarang hingga memilih cara yang mudah pun menjadi alternatif.



Seperti yang dilakukan seorang janda beranak tiga asal Karang Medain, Kota Mataram Provinsi NTB, berinisial NL (41). Dengan alasan kebutuhan ekonomi, NL yang kini menjadi tulang punggung keluarganya, mencari nafkah dari berjualan sabu.


Tim Satresnarkoba Polresta Mataram pada Senin (14/6/2021), menangkap NL dirumahnya. Dia ditangkap ketika sedang mengonsumsi sabu bersama dua pelanggannya, HN (34), dan perempuan berinisial ML (34). Selain tiga orang itu, polisi juga menangkap sepasang kekasih yang menginap di rumah NL, berinisial PG (29), dan NKS (39).


"Kita tangkap mereka di rumah NL dengan barang bukti yang berkaitan dengan penyalahgunaan Narkotika jenis sabu," kata Kasat Resnarkoba Polresta Mataram AKP I Made Yogi Purusa Utama, SIK di Mataram, Rabu, (16/06/2021).


Dari penggerebekkannya, polisi mengamankan barang bukti poketan sabu seberat 0,5 gram serta yang masih tersisa dipipet kaca seberat 1,5 gram turut diamankan.


"Kelengkapan alat isap, telepon genggam mereka dan klip plastik bening bekas poketan sabu turut kita amankan sebagai barang bukti," terangnya.


Dari pemeriksaan, dikatakan Yogi, tes urine kelimanya telah dinyatakan positif mengandung zat methampetamin yang ada kaitannya dengan bahan baku sabu.


Karenanya, kini kelimanya ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 112 Ayat 1 dan atau Pasal 114 Ayat 1 dan atau Pasal 127 Ayat 1 Huruf a Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika.


"Sesuai sangkaan pidananya, kini mereka terancam pidana penjara paling singkat empat tahun penjara," ujarnya.


Dari pemeriksaan, NL diduga menjual sekaligus menyediakan tempat untuk mengonsumsi sabu bagi para pelanggannya.


Terkait dengan asal-usul sabu yang dijual NL, pihak kepolisian mendapatkan identitas seseorang yang masih berasal dari wilayah Karang Medain. Namun keberadaan yang bersangkutan tidak terdeteksi ketika polisi melakukan penggerebekkan di rumahnya.


"Pada saat penangkapan berlangsung, orang yang disebut sebagai asal barang ini tidak kita temukan. Tetapi identitasnya sudah kita kantongi dan untuk keberadaannya masih kita dalami," ucap dia.


Kini NL bersama empat orang lainnya masih menjalani pemeriksaan penyidik dan mereka telah menjalani penahanan di balik jeruji besi Mapolresta Mataram.

Selasa, 15 Juni 2021

Inilah Cara Satgas Pamtas Bangkitkan Ekonomi Masyarakat Melalui Pertanian

Okenews – Ditengah lesunya perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19, Satgas Pengamanan Perbatasan RI – RDTL Sektor Timur berupaya untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat melalui pertanian seperti yang dilakukan Pos Salore Kipur I.



Hari ini Pos Salore bersama masyarakat Dusun Dubanas Desa Tulakadi Kecamatan Tasifeto Timur mulai mengolah lahan seluas 2 hektar menggunakan traktor dari Dinas Pertanian Kabupaten Belu untuk ditanami jagung manis dan sayur-sayuran.


Menurut Danpos Salore Sertu Anjasmansari, lahan tersebut milik desa yang akan dikelola anggota pos bersama kelompok tani. Lahan tersebut sesuai kesepakatan akan dibagi menjadi dua, 1 hektar untuk tanaman jagung manis dan sisanya 1 hektar lagi untuk tamanan sayur-sayuran.


“Bibitnya nanti disiapkan oleh pos dan perawatannya bersama masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Wira Yudha Desa Tulakadi,” terang Anjasmansari.


Terkait dengan hasil panen, Anjasmansari menjelaskan, hasilnya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat melalui desa dengan harapan minimal dapat membantu masyarakat binaan pos melalui pertanian.


Terpisah, Komandan Satgas Pamtas Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Infanteri Bayu Sigit Dwi Untoro di Mako Satgas Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat memberikan apresiasi langkah positif pos-pos jajarannya yang berupaya membantu masyarakat di bidang pertanian khususnya mengolah lahan untuk bercocok tanam.


Selain Pos Salore, kata Dansatgas, Pos lain seperti Pos Nunura dan Pos Dafala juga melakukan hal yang sama yakni membantu masyarakat untuk memanfaatkan lahannya secara maksimal sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat.


“Jadi ini kita lakukan semata-mata untuk membantu masyarakat dan hasilnya pun akan dikembalikan kepada masyarakat sekitar pos,” kata Bayu Sigit.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Mako Satgas, yakni memanfaatkan lahan disekeliling Mako Satgas untuk menanam sayur-sayuran, kacang panjang, cabe, sawi, terong dan timun.


“Alhamdulillah sebagian sudah bisa di panen dan sebagian lagi masih dalam proses penanaman dan perawatan,” pungkasnya.

Senin, 31 Mei 2021

PT Gerbang NTB Emas dan DNA Kirim Jagung Rendah Aflatoksin

Okenews - PT Gerbang NTB Emas (GNE) sebagai Badan Usahan Milik  Daerah dengan DNA sebagai mitra melakukan pengiriman jagung rendah aflatoksin  keluar Nusa Tenggara Barat (NTB) sejumlah 100 ton dengan tujuan PT Miwon Indonesia. 



Pengiriman jagung rendah aflatoksin ini merupakan pengiriman bertahap dari yang direncanakan pengiriman sejumlah 15.000 Ton jenis tersebut yang di order oleh PT Miwon Indonesia.


Terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur memberikan apresiasi terhadap gebrakan yang dilakukan oleh PT DNA yang ada di Pringgabaya yang bermitra dengan perusahaan daerah PT Gerbang NTB Emas itu. 


"Mudahan ini bisa mengangkat ekonomi masyarakat, sehingga kedepan betul-betul jagung ini menjadi salah satu komoditas andalan, tentu dengan pengawalan kualitas," ucapnya saat pelepasan angkutan di gudang PT DNA, Minggu, 30 Mei 2021 


Disebutkan, pengiriman akan bertahap sesuai dengan pengumpulan jagung rendah aflatoksin dari petani binaan yang berada di sekitar wilayah Pringgabaya dan Sambelia Lombok Timur. 


Pengiriman dilakukan bertahap karena pengumpulan jagung sudah disusun jadwalnya secara bertahap. Hal ini disebab oleh proses yang memerlukan treatmen khusus sejak dari pembibitan sampai pemanenan untuk menghasilkan jagung rendah afllatoksin ini.


Disebutkan, di Lombok Timur baru kurang lebih 1000 hektar lahan yang digarap untuk menghasilkan jagung seperti ini, dan itu hanya ada di lahan yang dibina oleh PT GNE dan DNA sehingga produksinya juga belum maksimal.


Sementara itu, Dinas Pertanian NTB dan Dinas Pertanian Lombok Timur melihat pesanan jagung rendah aflatoksin begitu tinggi serta harga untuk petani juga sangat bagus. Oleh karena itu pihaknya akan memperluas lahan penanaman untuk jagung rendah aflatoksin dengan memperkuat kerjasama pihak perbankan terutama bank daerah (Bank NTB Syariah) dan BUMD serta perusahaan lain.


Sementara itu Direktur Operasional PT GNE, M Ikhsanul Wathoni menerangkaan, PT GNE dilibatkan untuk mengambil peran dengan kerjasama bank NTB syariah untuk mendapatkan akses permodalan bagi para petani termasuk binaan kita dalam pengembangan jagung rendah aflatoksin.


Keberhasilan PT GNE dan DNA mengirim jagung rendah aflatoksin ini sebagai bukti kualitas jagung di NTB sangat bagus dan Pabrik-Pabrik makanan serta merek-merek besar di Indonesia sangat menggantung suplay jagung rendah aflatoksin dari luar negeri. 


"Dari PT. Miwon sudah melakukan sampling dan menyatakan bahwa jagung binaan GNE-DNA memenuhi spesifikasi khususnya sesuai Permentan tahun 2018," ungkap Dean Novel Selaku Pengusaha dari PT DNA.


Selain itu, dengan formula harga yang menarik yang disepakati dengan PT. Miwon Indonesia, pihaknya akan memberikan keuntungan bagi para petani binaan. "Dengan adanya produksi jagung rendah aflatoksin di NTB diharapkan food industri dalam negeri bisa membeli jagung di Nusa Tenggara Barat," tutupnya.

Rabu, 19 Mei 2021

Wagub NTB Dukung Pembangunan Kawasan Ekonomi Hijau

Okenews - Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Sitti Rohmi Djalilah mendukung rencana Alas Strait Green Regional Development Program (Program Pembangunan Ekonomi Hijau Selat Alas NTB) yang didanai dari GCF (Dana Iklim Hijau) Indonesia.

Dr. Hj Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd (foto dokumen)


The Green Climate Fund (GCF) adalah dana yang didirikan dalam kerangka UNFCCC untuk membantu negara-negara berkembang dalam menjalankan praktik-praktik adaptasi dan mitigasi menghadapi perubahan iklim. 


"Apalagi konsep dalam program ini berbasis lingkungan, memanfaatkan konsep eko dan pemberdayaan masyarakat," kata Ummi Rohmi sapaan Wagub saat menerima audiens dan kunjungan Ketua Konsorsium Program Pembangunan Ekonomi Hijau Selat Alas NTB Dr.H Rosyadi Sayuti terkait Progres GCF, Rabu (19/05/2021) di Aula Pendopo Wagub.


Oleh sebab itu, menurut Ummi Rohmi, konsep program berbasis lingkungan yang ditawarkan kepada Pemerintah Daerah ini, sejalan dengan program unggulan NTB Gemilang, seperti NTB Hijau, Zero Waste dan industrialisasi kawasan penangkapan budidaya lobster.


Program ramah lingkungan ini juga menurut Wagub, dapat saling mendukung sumber daya yang ada disekitar kawasan tersebut. Seperti bagaimana membangun dermaga yang menggunakan sumber daya listrik dan  tenaga surya, kapal yang menggunakan tenaga surya atau listrik dan serba ramah lingkungan.


Sehingga Industrialisasi produk laut, seperti budidaya lobster, ikan, rumput laut, terumbu karang tidak tercemar karena semua konsep program berbasis lingkungan. Selain itu, konsep pemberdayaan masyarakat juga mampu mendukung ekonomi masyarakat demi kesejahteraannya.


Wagub juga meminta regulasi dan aturan terkait pengelolaan lingkungan disekitar ditegakkan. "Karena tugas kita adalah bagaimana menghadirkan rasa aman untuk para investor yang berinvestasi di NTB," tegasnya.  Masyarakat sebagai penerima manfaat juga diharapkan partisipasi dan dukungannya. 


Ia juga meminta agar koordinasi dan kolaborasi terus dibangun antara Forkopimda Kabupaten/Kota dan Provinsi, untuk mensukseskan program ini.  "Bila ada kendala teknis di lapangan dapat segera teratasi dengan mudah dan cepat,"tutupnya.


Sebelumnya, Ketua Konsorsium Program Pembangunan Ekonomi Hijau Selat Alas NTB H Rosiady Sayuti menyampaikan bahwa konsorsium ini merupakan gabungan antara Universitas Mataram, Pemerintah Daerah Provinsi, Lombok Timur dan KSB, dan PT. Eco Solutions Lombok, yang mengusulkan Program Pembangunan Ekonomi Hijau Selat Alas. 


"Menurut berbagai pakar dunia Selat Alas merupakan kawasan yang sangat indah dengan potensi yang luar biasa, karena dekat dengan kawasan pegunungan dan pantai yang bagus diantara pulau Lombok dan Sumbawa," kata Rosiady.


Program berbasis lingkungan ini difokuskan pada wilayah Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Lombok Timur. Dengan menitikberatkan pada pembangunan ekonomi bernuansa lingkungan. Mulai dari pariwisata, transportasi laut, budidaya laut, dan pembangunan medical tourism berbasis tanaman obat-obatan bernilai ekonomi tinggi.


"Jadi kapal yang dioperasikan disana adalah kapal bertenaga surya atau listrik, sehingga tidak mengganggu budidaya perikanan seperti lobster dan lain-lain," sebut mantan Sekda NTB ini.


Juga yang menjadi focus kegiatan ini adalah reboisasi dan reforestrasi pada 2 kabupaten, pembangunan pabrik berbasis lingkungan di KSB, pabrik industri bambu, pabrik pengolahan tailing dan abu dari PLU di Benete yang akan dijadikan bahan bangunan, serta perumahan berbasis lingkungan dan tahan gempa. 


Perkiraan nilai pembangunan ini sekitar 700 Miliar hingga 1 Triliun Rupiah. Sumber dananya merupakan patungan dari lembaga internasional GCF, Pihak swasta dan sebagian infrastrukturnya dari Pemerintah Daerah.


"Tujuan utamanya jelas, untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, dan ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat NTB," tutup Bang Ros sapaannya.


Sementara itu, Komisaris Utama PT. Eco Solutions Lombok NTB Indonesia, John Laurence Higson menghimbau Pemrov. NTB agar menyelesaikan semua kendala teknis dilapangan. "Sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai rencana," tegasnya.


GCF bertujuan untuk mengkatalisasi aliran pendanaan untuk berinvestasi dalam pembangunan rendah emisi dan tahan iklim, mendorong perubahan paradigma dalam respons global terhadap perubahan iklim.


Turut mendampingi Wagub, Assisten II Setda Provinsi NTB, Kepala Dinas LHK, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perhubungan, dan Kepala Dinas PMPTSP Provinsi NTB. 

Senin, 26 April 2021

Bertemu Wagub, MUI Siap Dukung Pemberdayaan Ekonomi Ummat di NTB

Okenews - Ketua Tim Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI NTB Prof. Dr. H. Moh. Hasil Tamsil, M.Si mengatakan MUI melalui programnya siap mendukung pengembangan dan pemberdayaan ekonomi ummat di Provinsi NTB.

Ketua MUI bertemu dengan Wakil Gubernur NTB
Hal tersebut diungkapkannya ketika menemui Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd di ruang kerja wagub, Senin (26/4/2021). Tamsil juga menjelaskan, Komisi Pemberdayaan Ekonomi Ummat (KPEU) MUI NTB ingin berbuat maksimal bagi pemberdayaan ekonomi umat, terutama disekitar kawasan wisata superprioritas KEK Mandalika. 


NTB dikenal sebagai kawasan wisata halal, oleh sebab itu MUI pusat memberikan perhatian serius terhadap pengembangan dan pemberdayaan ekonomi ummat di daerah ini. Sehingga dengan demikian NTB ke depannya bisa dijadikan sebagai contoh atau mode pengembangan wisata halal bagi daerah lainnya di Indonesia.


“Pada intinya kita siap mengawal, membina para petani dan peternak kita yang menghasilkan produksi telur, daging ataupun sayur-mayur untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata dengan hasil produksi yang berkualitas , halal dan bersih," ungkapnya. 


"Dengan keterlibatan MUI seperti ini merupakan wujud kepedulian kita bersama untuk pemberdayaan ekonomi ummat,” pungkas Tamsil yang diamini seluruh anggota KPEU MUI NTB lainnya. 


Sementara itu, menanggapi program MUI tersebut, Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi ini mengungkapkan bahwa upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat atau ummat sejatinya telah menjadi program prioritas Pemprov NTB bersama pemerintah kabupaten/kota se-NTB. 


Seperti bagaimana upaya mendorong pembangunan destinasi pariwisata superprioritas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, dimana pada ekosistem ekonomi di kawasan tersebut masayarakat NTB diharapkan menjadi bagian dari pelaku usaha yang mensupport aktivitas industri pariwisata itu sendiri. 


“Masyarakat tak hanya dijadikan penonton. Karena itu masyarakat kita dorong untuk turut terlibat dalam mendukung pengembangan kawasan wisata di KEK Mandalika. Caranya masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sayur-mayur, daging, telur, industri kerajinan dan lain sebagainya agar masyarakat juga secara ekonomi bisa lebih berdaya,” kata Ummi Rohmi. 


Demikian pula ketika membahas aktivitas riil ekonomi masyarakat NTB, dikatakan Wagub, meski usaha unggas dan ayam petelur di NTB sudah semakin bergeliat, namun kebutuhan akan telur ayam di NTB ini masih defisit kurang lebih 700 ribu telur. Karena itu melalui KPEU MUI NTB, masyarakat harus terus didorong untuk mengembangkan usaha ini guna memenuhi kebutuhan pangan NTB, terlebih diberbagai kawasan wisata.


“Selain itu masyarakat kita agar terus-menerus dibina dan dilatih agar kebutuhan akan sayur-mayur dan daging di NTB bisa dihasilkan lebih berkualitas dan bisa memenuhi permintaan industri pariwisata secara mandiri. Tapi Insya Allah dengan terus didorongnya masyarakat termasuk dari KPEU MUI NTB yang selalu bersinergi dan melakukan pembinaan kebutuhan akan telur ayam, daging, ikan dan sayur-mayur secara bertahap akan bisa dipenuhi masyarakat petani dan peternak kita,” harap Wagub.


Ia juga mengaku bersyukur di NTB dampak Covid-19 tidak terlalu dikhawatirkan secara ekonomi, karena andalan ekononi NTB yakni sektor pertanian dalam arti luas masih menjadi basis yang bisa menopang ekonomi masyarakat. 


“Bali yang hanya mengandalkan sektor unggulan pariwisatanya ternyata dampak ekonominya begitu besar bagi masyarakat. Kita bersyukur masih ada pertanian, pengembangan industri dan lainnya,” tutup wagub. 


Ad Placement

Pendidikan

Hukum

Ekonomi