www.okenews.net: Wisuda
Tampilkan postingan dengan label Wisuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisuda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Desember 2025

Wisuda Unik Institut Elkatari, Gubernur NTB Apresiasi Integrasi Budaya dan Keislaman

Institut Elkatari

Okenews.net – Institut Elkatari kembali mencatatkan momen bersejarah dengan menggelar Wisuda ke-2 secara unik dan sarat makna budaya. Bertempat di Grand Madani, Kota Mataram, Senin (29/12/2025), prosesi wisuda ini dihadiri langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Mohammad Iqbal.


Keunikan wisuda Institut Elkatari ditandai dengan pemberian sembeq buraq kepada lima perwakilan wisudawan terbaik. Tradisi sakral ini dipimpin langsung oleh Pengrakse MAS, Dr. H. L. Sajim Sastrawan, sebagai simbol pemberkatan dan doa keselamatan bagi para lulusan dalam mengarungi kehidupan pasca-kampus.


Kehadiran Gubernur NTB semakin menambah semarak acara. Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal mengapresiasi keberadaan Institut Elkatari yang dinilainya memiliki diferensiasi kuat dibandingkan perguruan tinggi lainnya, yakni dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan keislaman sebagai fondasi keilmuan.


“Perguruan tinggi harus memiliki pembeda. Lulusan yang keluar tanpa keunikan akan sulit mendapatkan tempat di masyarakat. Institut Elkatari memiliki kekuatan karena mempertemukan ilmu agama dan budaya sebagai dasar keilmuan,” ujar Iqbal.


Mantan Duta Besar RI untuk Turki itu juga menyoroti lemahnya pembangunan keilmuan di Indonesia yang selama ini kurang memberi ruang pada ilmu dasar seperti sosiologi, antropologi, dan sejarah. Padahal, menurutnya, ilmu-ilmu tersebut sangat krusial dalam merumuskan kebijakan publik yang sesuai dengan karakter masyarakat.


“Banyak kebijakan pembangunan gagal diterapkan karena minimnya kajian sosiologis dan antropologis. Saya mendorong Institut Elkatari untuk terus mengembangkan kajian budaya dan bahkan membuka program studi berbasis ilmu dasar,” tegasnya.


Sementara itu, Rektor Institut Elkatari, Dr. Asbullah Muslim, mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin mengheningkan cipta dan mendoakan saudara-saudara di Aceh dan Sumatra. Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bertujuan melahirkan insan cerdas, tetapi juga manusia yang berakhlak dan berbudaya.


“Transformasi akhlak dalam perspektif budaya menjadi ciri khas Institut Elkatari. Hal ini diwujudkan melalui integrasi kurikulum keislaman, kearifan lokal, serta praktik budaya dalam proses akademik,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa transformasi akhlak merupakan kata kunci dalam pemajuan sumber daya manusia di masa depan.

Wisuda ke-2 Institut Elkatari juga dihadiri Kasubdit Pengembangan Akademik Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. A. Rafiq Zainul Mun’im. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan filosofi pergeseran tali toga dari kiri ke kanan.


“Pergeseran tali ini melambangkan pergeseran paradigma, dari mahasiswa menjadi pengabdi. Dari dominasi otak kiri ke otak kanan. Jika sebelumnya mahasiswa dituntut menjawab soal di kelas, setelah diwisuda mereka dituntut menjawab soal-soal kehidupan,” jelasnya.


Ia menutup dengan pesan moral bahwa setiap manusia adalah pemimpin, dimulai dari memimpin diri sendiri. “Jadilah sebaik-baik manusia, yaitu yang paling banyak memberi manfaat bagi sesama,” pungkasnya.

Sabtu, 20 Desember 2025

TGB Zainul Majdi: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian Nyata Alumni IAIH Pancor

Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Okenews.net- Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. M. Zainul Majdi, MA., menyampaikan pesan kebangsaan dan keilmuan dalam acara Wisuda ke-35 IAIH Pancor yang berlangsung khidmat di GOR Hamzanwadi Pancor, Lombok Timur, Sabtu (20/12/2025).


Dalam sambutannya, TGB menegaskan bahwa wisuda bukanlah titik akhir dari proses pendidikan, melainkan awal pengabdian nyata para alumni di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya kesiapan lulusan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh secara bertanggung jawab dan berorientasi pada kemaslahatan.


“Wisuda bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari pengabdian. Tantangan zaman menuntut integrasi antara kecerdasan intelektual, kekuatan spiritual, dan kepekaan sosial,” ungkap TGB di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.


Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan tidak boleh menjauhkan manusia dari nilai-nilai kemanusiaan dan akhlak. Oleh karena itu, lulusan IAIH Pancor diharapkan mampu bersikap adaptif terhadap perubahan, tanpa kehilangan identitas keislaman dan tradisi kepesantrenan.


“Ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan akhlak. Gelar akademik bukan sekadar simbol keberhasilan, tetapi amanah untuk memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” tegasnya.


Lebih lanjut, TGB mengingatkan para wisudawan agar tetap memegang teguh nilai moderasi beragama (wasathiyah) serta menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Ia juga menekankan pentingnya semangat khidmah dan pengabdian, sebagaimana nilai perjuangan yang diwariskan oleh pendiri Nahdlatul Wathan sekaligus pendiri IAIH Pancor, Al-Magfurulah TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.


Selain itu, TGB mendorong sivitas akademika IAIH Pancor untuk terus memperkuat kualitas pendidikan tinggi Islam yang mampu menjawab tantangan global, sekaligus berakar kuat pada tradisi keilmuan dan nilai-nilai lokal.


“Kita ingin melahirkan generasi yang cerdas secara global, tetapi kokoh secara moral dan spiritual-generasi yang berotak maju, berhati lurus, dan berpihak pada kemaslahatan,” ujarnya.


Wisuda ke-35 IAIH Pancor diikuti oleh 549 wisudawan dari berbagai program studi dan jenjang pendidikan. Momentum wisuda ini diharapkan menjadi titik tolak lahirnya alumni yang berintegritas, berdaya saing, serta siap berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat dan bangsa.


Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi