Okenews.net- Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, H. Fauzan Khalid mengajak masyarakat
untuk tetap menjaga persatuan dan menciptakan rasa kebersamaan. Hal ini sangat
penting, terutama menjelang pemilihan Kepala Desa di berbagai wilayah di Pulau
Lombok.
“Mari kita jaga kebersamaan dan persatuan.
Tentu hal ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya konflik horizontal di masyarakat,”
kata Fauzan saat menjadi khatib salat Jum’at di Masjid Baitul Makmur Desa Gapuk, Kecamatan
Gerung, Lombo Barat, NTB, Jum’at (16/10/2026).
Dihadapan para jemaah, Fauzan mengajak masyarakat
menjaga kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini merupakan fondasi
utama untuk menciptakan lingkungan yang aman, rukun, dan damai.
Ketika rasa kebersamaan kuat, lanjutnya, setiap
anggota masyarakat akan saling peduli, menghormati, dan melindungi. Menjaga persaudaraan dan kebersamaan di tengah
hangatnya suasana pilkades, pilkada maupun pemilu merupakan hal yang sangat pentng
“Perbedaan
pilihan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun hubungan baik
dengan keluarga, teman, dan tetangga harus tetap menjadi yang utama.” tegas
Fauzan, Bupati Lombok Barat dua periode (2016-2024) ini.
Fauzan, Ketua KPU NTB (2008-2013) ini
menambahkan, menjaga kerukunan selama musim pesta demokrasi berlangsung, baik
pilkades, pilkada maupun pemilu lainnya, dapat dilakukan dengan saling menghormati
pilihan. Setiap orang memiliki sudut pandang dan alasan sendiri dalam memilih
pemimpin.
“Perbedaan pilihan bukanlah alasan untuk
memutus silaturahmi. Pilkades atau pemilu lain hanyalah peristiwa politik
sesaat. Persaudaraan dan kebersamaan adalah investasi sosial seumur hidup,”
katanya.
Fauzan, Anggota Komisi II DPR RI dari
dapil NTB II Pulau Lombok, dalam khotbah Jum’at juga mengajak masyarakat untuk
selalu berperilaku baik kepada semua orang. Ajakan ini, merujuk pada ajaran Islam, yang melarang
perbuatan buruk.
Perbuatan
buruk tersebut diantaranya menjauhi prasangka buruk atau su’udzon, tidak
mencari kesalahan orang lain atau tajassus, dan menjauhi ghibah atau
menggunjing. Lebih lanjut, Fauzan mengatakan, sebagian besar prasangka tanpa
bukti adalah dosa.
Fauzan
menambahkan, kita diperintahkan untuk selalu mengedepankan prasangka baik atau husnudzon
dan selalu melakukan tabayyun atau mengecek kebenaran, Kita juga
diperintahkan untuk tidak mencarii aib orang lain, dan tidak membicarakan
keburukan orang lain.
“Sekali lagi, mari kita jaga kebersamaan dalam bermasyarakat. Ini tentu sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, rukun, dan damai.” jelas Fauzan, alumnus Fakultas Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada ini.
.png)
