![]() |
| Penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemda Lotim, PT Bank NTB Syariah, dan PT BPR NTB Perseroda |
Okenews.net – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui akses pembiayaan yang lebih luas. Upaya tersebut diwujudkan dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemda Lotim, PT Bank NTB Syariah, dan PT BPR NTB Perseroda.
Kesepakatan tentang pemasaran dan penyaluran kredit atau pembiayaan bagi UMKM tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur, Jumat (30/10), dihadiri Bupati H. Haerul Warisin dan Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik.
Bupati Haerul Warisin menegaskan, kerja sama ini merupakan bagian dari keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang telah berjalan sejak 2020. Menurutnya, program yang terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat harus tetap dilanjutkan, tanpa terpengaruh pergantian kepemimpinan.
“Tidak ada program yang kita tinggalkan. Program apa pun, siapa pun bupatinya, selama bermanfaat bagi rakyat, harus dilanjutkan,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan dan dukungan terhadap bank milik daerah dengan membuka rekening serta memanfaatkan layanan perbankan yang tersedia.
Menurutnya, kebiasaan menabung masyarakat, meskipun dalam jumlah kecil, dapat memberikan kontribusi besar terhadap penguatan permodalan bank daerah.
“Sekecil apa pun tabungan, jika berasal dari banyak orang, akan membantu permodalan yang besar bagi Bank NTB Syariah,” ujarnya.
Warinis juga meminta agar penyaluran pembiayaan terus ditingkatkan, terutama untuk sektor pertanian dan perikanan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat Lombok Timur.
Ia mendorong perbankan agar lebih aktif melihat kebutuhan pelaku usaha, termasuk kelompok perikanan darat yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.
Bupati menilai subsidi bunga pembiayaan selama ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, ia berharap dukungan subsidi tersebut dapat ditingkatkan pada 2027, termasuk bagi pelaku usaha sektor perikanan.
Direktur Utama PT BPR NTB Perseroda, Faisal, menyampaikan komitmen untuk menjalankan amanah pemerintah daerah melalui optimalisasi penyaluran pembiayaan kepada masyarakat.
Pihaknya berharap dalam dua bulan ke depan dapat merealisasikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekaligus menyelesaikan penyerapan subsidi bunga KUR di Lombok Timur.
“Kami berterima kasih atas amanah dari Kabupaten Lombok Timur. Harapan kami, program seperti ini dapat terus berlanjut,” katanya.
Sementara itu, Direktur Pembiayaan PT Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di Lombok Timur.
Ia menyebut Lombok Timur sebagai pemegang saham terbesar ketiga Bank NTB Syariah. Pihaknya berharap dukungan dan kontribusi daerah tersebut semakin meningkat, termasuk melalui rencana penambahan modal untuk memperkuat pengembangan bisnis.
Agus mengungkapkan, setelah delapan tahun tidak menyalurkan KUR, Bank NTB Syariah kembali mendapat kepercayaan untuk menyalurkan program tersebut pada Juli dengan kuota sekitar Rp40 miliar, yang diperuntukkan bagi UMKM dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Meski demikian, penyerapan KUR untuk PMI masih belum optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, Bank NTB Syariah mengembangkan kerja sama dengan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), termasuk mendukung pemberangkatan peserta ke Jepang.
Melalui kantor cabang Selong dan Masbagik, Bank NTB Syariah berkomitmen mendukung program pemerintah daerah serta mengoptimalkan penyaluran pembiayaan selama sisa waktu dua bulan terakhir tahun ini.
Sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan tersebut diharapkan mampu memperluas akses modal, meningkatkan kapasitas usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Lombok Timur secara berkelanjutan.
.png)
