www.okenews.net: Adat
Tampilkan postingan dengan label Adat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Agustus 2021

Satgas Pamtas Bantu Warga Perbatasan Bangun Rumah Adat

Okenews - Jajaran Pos Satgas Pengamanan Perbatasan RI - RDTL di wilayah Sektor Timur setiap hari Jumat melaksanakan program gotong royong bersama masyarakat binaan masing-masing pos seperti yang dilakukan dua pos Kipur III hari ini, Jumat (06/08/2021)





Telihat personel pos Fohululik dengan masyarakat Dusun Haulata Desa Lutharato dan personel Pos Nananoe kompak bahu membahu bersama masyarakat Dusun Makokon Desa Nananoe bergotong mendirikan rumah adat desa setempat. 

Komandan Kipur III Kapten Inf Lutfi Sulthoni mengatakan hari ini seluruh pos melaksanakan karya bakti dengan mengajak masyarakat sesuai dengan program Satgas dalam rangka membangkitkan kembali budaya gotong royong ditengah-tengah masyarakat.


Khusus untuk dua pos itu, kata Lutfi, fokus membantu masyarakat mendirikan rumah adat yang merupakan salah satu ciri dari masyarakat adat yang masih dijaga kelestariannya di NTT khususnya Belu.


Terpisah, Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur di Mako Satgas Pamtas Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat mengapresiasi atas kelompok dan kebersamaan masyarakat dengan para Prajuritnya bergandengan tangan setiap hari Jumat menggelar gotong royong untuk kepentingan umum.


Dijelaskannya, gotong royong salah satu peninggalan nenek moyang bangsa untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan kepentingan umum terutama terkait dengan pembangunan, kebersihan lingkungan dan lainnya.


Namun demikian, sambung Bayu Sigit, pihaknya juga siap memberikan bantuan kepada masyarakat yang sedang membutuhkan seperti yang dilakukan beberapa pos yang membantu warganya sedang membangun rumah.


Sedangkan Kepala Dusun Makokon Rubertha Rafu mengatakan proses pembangunan rumah adat tersebut sejak awal melibatkan personel pos Nananoe mulai pembuatan dasar hingga sekarang menaikan tiga tiang utama rumah adat.


"Setelah ini akan dilanjutkan dengan pemasangan atap yang diawali dengan acara adat," ujarnya.


Kadus Makokon juga mengucapkan terimakasih atas kerjasama dan partisipasi personel Satgas yang kerap membantu setiap kegiatan masyarakat di dusunnya.

Rabu, 07 Juli 2021

Satgas Pamtas Bantu Pembangunan Rumah Adat Nananoe

Okenews – Rumah adat merupakan tempat untuk melakukan berbagai kegiatan ritual baik upacara adat, musyawarah maupun kegiatan lainnya yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. 



Berkaitan dengan itu, personel Pos Nananoe Kipur III membantu masyarakat Dusun Nanaenoe Desa Nananoe Kecamatan Nanaet Duabesi Kabupaten Belu untuk membangun rumah adat masyarakat setempat.


Demikian dikatakan Komandan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI – RDTL Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur disela-sela kegiatannya di Mako Satgas Pamtas Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat, Sabtu (10/7/2021).


Dalam proses pembangunannnya, sambung Bayu Sigit, pihaknya selalu mendukung tahap demi tahap pelaksanaan pembangunan mulai dari menggali dan pembuatan pondasi dan tahap sekarang yakni penyiapan tiang rumah adat.


“Ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian adat istiadat dan budaya di NTT khususnya di Kabupaten Belu sekaligus untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong ditengah-tengah masyarakat yang dirasakan kian memudar,” ujarnya.


Melalui kegiatan tersebut, personel Pos Nananoe juga dapat menjalin silaturahmi dan komunikasi sosial dengan masyarakat dengan harapan terjalinnya kedekatan dan hubungan yang harmonis antara pos dengan masyarakat.


Bayu Sigit juga menginstruksikan Danpos Nananoe Sertu Rezha Arli bersama anggotanya untuk tetap membantu masyarakat dalam pembuatan rumah adat hingga selesai secara fisik yakni pemasangan atap, sedangkan acara adatnya diserahkan kepada masyarakat adat setempat.

Sabtu, 19 Juni 2021

Wabup Lotim Didaulat Sebagai Pengerakse Adat

Okenews – Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur (Lotim) H. Rumaksi yang menghadiri acara pasang penyawe’ (pemasangan tanda) awal dimulainya pembangunan sekolah kebudayaan di Desa Sembalun Bumbung Kecamatam Sembalun.

Wabup Lotim H Rumaksi (tengah)

Wabup Rumaksi yang juga didaulat sebagai Pengeraksa Adat Sembalun dalam kesempatan itu menyatakan, budaya sebagai identitas yang mencerminkan karakter saat ini terancam tergerus arus modernisasi yang tidak jarang bertentangan dengan nilai-nilai kearifan lokal.

“Kalau kita berbicara budaya, itu artinya kita berbicara adab. Dari itu pemahaman kita terhadap agama dan budaya harus komprehensif, karena keduanya tidaklah bertentangan,” papar Ketua DPD NasDem Lotim itu, Jumat (18/06/2021).

Sebagai pimpinan daerah, Rumaksi sangat berterimakasih atas kepedulian masyarakat dan pihak terkait atas konsentrasinya dalam menjaga kelestarian kebudayaan lokal etnis Sasak yang menjadi warisan leluhur.

“Sembalun sebagai pusat pariwisata tidak boleh kehilangan jati diri. Dari itu kami sangat berterimakasih, kami pun siap untuk berpartisipasi dalam ikhtiar ini,” tegas Rumaksi.

“Pak Camat harus mendorong semua kepala desa untuk mengajak warganya bergotong royong. Dan masyarakat Sembalun harus mengambil andil, berpartisipasi dalam hal ini,” harapnya.

Camat Sembalun Maryadi dalam sambutannya mengakui, generasi muda saat ini mulai kehilangan identitas budayanya, termasuk Sembalun sebagai destinasi pariwisata nasional.

Oleh karena itu ia berharap, keberadaan sekolah kebudayaan yang akan dibangun, akan menjadi benteng dan pusat aktivitas untuk mempertahankan nilai-nilai dan norma kearifan lokal.

“Banyak kitab-kitab peninggalan pendahulu kami, tapi kami tidak bisa mempelajarinya. Sekolah kebudayaan ini tentu akan menjadi solusi,” harapnya.

Camat menilai, saat ini pembangunan pariwisata Sembalun, cenderung menjurus pada degradasi budaya. Hal ini tentu merupakan suatu bentuk kemunduran di tengah masyarakat.

Fenomena itu merupakan tantangan dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal ditengah pesatnya pembangun pariwisata. Di satu sisi, sektor pariwisata merupakan ujung tombak perekonomian masyarakat.

Ia sangat berharap, pesatnya pembangunan pariwisata, tidak boleh meninggalkan nilai kebudayaan Sembalun. Nilai dan norma budaya harus bertahan dari pengaruh budaya luar yang masuk di Sembalun.

Ia juga mengakui, saat ini generasi muda mengalami kegagapan kebudayaan, termasuk pada masyarakat Sembalun umumnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peninggalan leluhur Sembalun tidak bisa dipelajari.

“Terdapat banyak peninggalan sejarah di Sembalun yang sampai saat ini tidak bisa dipelajari oleh masyarakat Sembalun. Sekolah Kebudayaan ini harus mampu menjawab itu,” tutupnya.

Pantauan wartawan, masyarakat Sembalun Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyambut baik pembangunan sekolah budaya yang berlokasi di Desa Sembalun Bumbung.

Diharapkan Sekolah Kebudayaan yang akan dibangun 29 Juli 2021 mendatang mampu menjadi wadah yang menjaga nilai-nilai kearifan lokal Sasak di tengah arus modernisasi pembangunan pariwisata Sembalun yang mulai dikenal dunia.

Hadir dalam acara penyawe’an pembangunan sekolah kebudayaan itu, para tokoh budayawan, tokoh agama, masyarakat berserta semua unsur pemerintah se-Kecamatan Sembalun.


Ad Placement

Pendidikan

Hukum

Ekonomi