www.okenews.net: Sensus
Tampilkan postingan dengan label Sensus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sensus. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Mei 2026

BPS Terapkan Mekanisme Rekrutmen Terbuka untuk Mitra Sensus Ekonomi 2026

Foto: Kepala BPS Provinsi NTB

Okenews.net-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mematangkan berbagai persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Termasuk proses rekrutmen mitra pendataan yang akan menjadi ujung tombak pengumpulan data di lapangan.

“Kami tidak sedang mencari peserta dengan nilai tertinggi semata. Kami sedang mencari orang yang tepat untuk wilayah yang tepat,” tegas Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin, Minggu 31 Mei 2026

Untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di seluruh kabupaten dan kota di NTB, BPS membutuhkan sebanyak 5.210 mitra pendataan yang akan bertugas selama kurang lebih dua setengah bulan. Mereka akan melakukan pendataan secara langsung kepada rumah tangga dan pelaku usaha di wilayah kerja masing-masing.

Menurut Wahyudin, peran mitra pendataan sangat strategis karena menjadi garda terdepan dalam memastikan seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dapat tercatat secara lengkap dan akurat. Oleh karena itu, BPS membutuhkan petugas yang tidak hanya memiliki kemampuan yang baik, tetapi juga memahami wilayah tugasnya serta siap menjalankan tanggung jawab pendataan secara profesional.

“Data yang berkualitas berawal dari pendataan yang berkualitas. Karena itu, kami membutuhkan mitra yang kompeten, berintegritas, dan siap bekerja di lapangan,” ujarnya.

Wahyudin menambahkan, saat ini BPS juga tengah melaksanakan rekrutmen mitra tambahan melalui mekanisme yang sama. Rekrutmen tersebut dilakukan untuk memperkuat ketersediaan sumber daya mitra statistik yang dapat mendukung berbagai kegiatan pengumpulan data yang dilaksanakan BPS.

Menurutnya, tidak seluruh peserta yang dinyatakan lulus dalam rekrutmen tambahan tersebut otomatis akan ditugaskan pada kegiatan Pendataan Sensus Ekonomi 2026. Kebutuhan mitra untuk kegiatan Sensus Ekonomi telah ditetapkan sebanyak 5.210 orang, sementara proses rekrutmen mitra tambahan juga diharapkan untuk menyediakan basis calon mitra yang sewaktu-waktu dapat menjadi pendukung bagi berbagai kegiatan statistik BPS sesuai kebutuhan.

“BPS secara rutin melaksanakan berbagai kegiatan statistik. Karena itu, kebutuhan mitra tidak hanya untuk Sensus Ekonomi 2026. Mitra yang memenuhi kualifikasi dapat dipertimbangkan untuk mendukung kegiatan statistik lainnya sesuai kebutuhan lapangan,” jelasnya.

Seluruh proses rekrutmen, termasuk mitra tambahan, dilaksanakan secara terbuka melalui aplikasi Sobat BPS maupun laman mitra.bps.go.id. Pada tahap awal, calon mitra melakukan registrasi mandiri dengan melengkapi profil yang mencakup identitas diri, domisili, pendidikan terakhir, pengalaman kegiatan statistik, serta informasi mengenai kemampuan dan sarana pendukung yang dimiliki.

Setelah itu dilakukan verifikasi administrasi untuk memastikan kesesuaian antara dokumen yang diunggah dengan data yang diinput peserta. Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi kemudian mengikuti tes kompetensi yang dilaksanakan secara daring melalui sistem.

“Semua peserta masuk melalui pintu yang sama dan diseleksi dengan cara yang sama. Tidak ada jalur khusus dalam rekrutmen ini,” tegas Wahyudin.

Ia menjelaskan, seluruh tahapan seleksi dirancang untuk berlangsung secara objektif, terukur, dan transparan. Hasil tes kompetensi menjadi salah satu komponen penting dalam proses seleksi. Namun, nilai tes bukan satu-satunya faktor yang menentukan kelulusan mitra pendataan.

Menurut Wahyudin, rekrutmen mitra pendataan memiliki karakteristik yang berbeda dengan seleksi yang semata-mata menentukan kelulusan berdasarkan urutan nilai tertinggi. Sebab, BPS tidak hanya membutuhkan individu yang memiliki kemampuan baik, tetapi juga harus memastikan ketersediaan petugas yang memadai dan tersebar secara proporsional di seluruh wilayah pendataan.

“Nilai yang tinggi tentu menjadi modal penting. Namun, kebutuhan Sensus Ekonomi tidak hanya soal nilai. Kami juga harus memastikan setiap wilayah memiliki petugas yang cukup untuk melaksanakan pendataan secara optimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, petugas akan bekerja hingga tingkat desa dan kelurahan. Karena itu, kedekatan domisili mitra dengan wilayah tugas menjadi salah satu aspek yang ikut dipertimbangkan. Petugas yang memahami karakteristik wilayah setempat umumnya lebih mudah menjangkau responden, mengenali kondisi lapangan, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat maupun pelaku usaha.

Selain itu, BPS juga perlu memastikan sebaran petugas tidak terkonsentrasi di lokasi tertentu. Dalam kondisi tertentu, dapat saja terdapat banyak peserta dengan nilai baik yang berasal dari wilayah yang sama, sementara wilayah lain membutuhkan petugas untuk mendukung pelaksanaan pendataan.

“Kami harus melihat kebutuhan secara menyeluruh. Tidak ideal apabila petugas menumpuk di satu wilayah sementara wilayah lain mengalami kekurangan petugas. Karena itu, komposisi dan sebaran petugas menjadi bagian penting dalam proses penetapan mitra,” kata Wahyudin.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kesiapan peserta untuk ditempatkan di luar wilayah tempat tinggalnya juga menjadi salah satu pertimbangan dalam mendukung kebutuhan lapangan. Hal tersebut diperlukan agar pelaksanaan pendataan tetap dapat berjalan efektif pada wilayah-wilayah yang membutuhkan tambahan petugas.

Menurut Wahyudin, seluruh pertimbangan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berlangsung secara efektif, efisien, dan menghasilkan data yang lengkap, akurat, serta dapat dipercaya.

Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan rekrutmen dilaksanakan berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan dan didukung oleh sistem yang dirancang untuk menjaga objektivitas proses seleksi. BPS berkomitmen menjaga transparansi, profesionalisme, dan integritas dalam setiap tahapan rekrutmen, sehingga proses yang berjalan dapat dipertanggungjawabkan.

Setelah dinyatakan lulus seleksi akhir, calon mitra diwajibkan menyetujui pakta integritas melalui aplikasi Sobat BPS sebelum dapat ditetapkan sebagai mitra pendataan. Pakta integritas tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kualitas dan kredibilitas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Melalui proses rekrutmen yang terbuka dan berbasis sistem tersebut, BPS NTB berharap dapat menghadirkan petugas lapangan yang kompeten, berintegritas, dan siap mendukung penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi salah satu fondasi penting dalam perencanaan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Tujuan kami sederhana. Menghadirkan petugas terbaik di setiap wilayah agar data yang dihasilkan lengkap, akurat, dan dapat dipercaya,” tutup Wahyudin.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi