![]() |
| Foto: Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd bersama rombongan dan pejabat UPM usai seminar internasional di Malaysia |
Malaysia – Universitas Hamzanwadi, Indonesia terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui kolaborasi strategis antara Program Pascasarjana Universitas Hamzanwadi dan Universiti Putra Malaysia (UPM).
Salah satu
implementasi nyata kerja sama tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan
seminar internasional di kampus UPM, Malaysia yang melibatkan mahasiswa
Pascasarjana Universitas Hamzanwadi bersama mahasiswa, dosen, dan akademisi UPM,
Senin 13 Juli 2026.
Seminar internasional
itu menjadi momentum strategis mempertemukan akademisi kedua perguruan tinggi
dalam forum ilmiah untuk bertukar gagasan, mempresentasikan penelitian, serta
memperluas jejaring akademik lintas negara.
Kegiatan tersebut juga
memberikan kesempatan bagi mahasiswa memperluas wawasan global, meningkatkan
kapasitas akademik, sekaligus membangun jejaring internasional sebagai bekal
menghadapi tantangan masa depan.
Rektor Universitas
Hamzanwadi, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengatakan seminar
internasional di UPM merupakan langkah strategis memperkuat implementasi kerja
sama akademik antara kedua perguruan tinggi.
Menurutnya, seminar
internasional bukan sekadar agenda akademik, melainkan pintu masuk membangun
kolaborasi berkelanjutan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui
berbagai program bersama.
"Esensi kerja
sama ini adalah membangun kolaborasi yang produktif melalui riset bersama,
publikasi ilmiah internasional, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, serta
pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata," ujar Ummi Rohmi.
Rektor menjelaskan
kolaborasi dengan UPM dirancang menghasilkan luaran yang terukur, memperkuat
kualitas pendidikan, penelitian, serta memperluas jejaring akademik
internasional bagi kedua institusi secara berkelanjutan.
Wagub NTB periode
2018-2023 itu menegaskan, kemitraan tersebut dibangun berdasarkan prinsip
saling memperkuat dan saling melengkapi keunggulan masing-masing perguruan
tinggi demi menghasilkan kolaborasi akademik yang semakin berkualitas dan
berdaya saing.
"Setiap perguruan
tinggi memiliki keunggulan masing-masing. Karena itu, kolaborasi ini dibangun
dalam semangat saling memperkuat dan saling mengisi untuk mendukung pencapaian
Sustainable Development Goals atau SDGs," katanya.
Sebagai perguruan
tinggi yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, Universitas Hamzanwadi
terus mengembangkan berbagai pusat studi sebagai wadah kolaborasi riset,
inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Di antaranya terdapat
Pusat Studi Geopark yang berfokus mengembangkan potensi kawasan berbasis
konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta Pusat Gender
Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI).
Pusat GESDI menjadi
wujud komitmen Universitas Hamzanwadi menciptakan lingkungan akademik yang
aman, inklusif, ramah, setara, serta terbuka bagi seluruh sivitas akademika
tanpa diskriminasi dalam bentuk apa pun.
Melalui pusat studi
tersebut, universitas terus memperkuat nilai kesetaraan gender, penghormatan
terhadap keberagaman, pemenuhan hak penyandang disabilitas, serta pengembangan
budaya akademik yang inklusif dan berkeadilan.
Rektor berharap
kolaborasi internasional bersama UPM terus berkembang menjadi kemitraan jangka
panjang yang menghasilkan inovasi, publikasi bereputasi, peningkatan mobilitas
akademik, serta pengabdian masyarakat yang berdampak luas.
"Seminar
internasional di UPM menjadi langkah awal yang sangat penting. Kami optimistis
forum ilmiah ini melahirkan kerja sama berkelanjutan yang memperkuat kontribusi
Universitas Hamzanwadi pada pengembangan ilmu pengetahuan global,"
pungkasnya.
.png)
