www.okenews.net

Sabtu, 08 Januari 2022

Pria Ini Diduga Lakukan Pelecehan Sesksual Terhadap Peremuan yang Hendak BAB


Okenews.net
- Seorang pria berinisial AP (22) di Brang Rea diduga melakukan aksi pelecehan seksual kepada perempuan inisial IS (21 tahun), Kamis (06/01/2022) sekitar pukul 16.30 Wita. 

Peristiwa yang menimpa IS terjadi di lokasi persawahan Lang Jorok Desa Tepas Sepakat Kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) NTB. 

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Heru Muslimin melalui Kasi Humas IPDA Eddy Soebandi Adireja mengatakan, kronologis kejadian pada awalnya korban sedang buang air besar (BAB) di dalam semak-semak di lokasi persawahan tersebut. 

"Tiba-tiba datang pelaku inisial AP yang menghampiri korban dalam semak dan pelaku menanyakan kepada korban, "Sedang apa kamu di sini?" Korban menjawab "tidak ada," tutut IPDA Eddy. 

Kemudian pelaku, kata IPDA Eddy, langsung menarik tangan korban, menjatuhkan korban ke tanah dan menindih tubuh korban dan langsung melakukan aksi tak senonohnya.

"Beruntung saat pelaku melancarkan aksinya, adik ipar korban inisial AN datang sehingga pelaku langsung pergi meninggalkan korban," tutur IPDA Eddy. 

Tidak terima dengan kejadian itu, korban melaporkan ke Polsek Brang Rea. Selanjutnya piket jaga mengamankan terduga pelaku ke Polres Sumbawa Barat untuk diperiksa lebih lanjut. 

Dari peristiwa ini tidak ada barang bukti (BB) yang diamankan," pungkas IPDA Eddy. Adapun tindakan yang dilakukan kepolisian yaitu menerima laporan pengaduan, mengamankan terduga pelaku.

"Setelah itu berkoordinasi dengan unit PPA Polres Sumbawa Barat untuk penanganan kasus tersebut," pungkas IPDA Eddy.


Jumat, 07 Januari 2022

Geger! Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Gantung Diri


Okenews.net
- Warga Desa Tepas Kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat digegerkan dengan ditemukannya seorang pemuda berinisial DS (31) yang tewas karena gantung diri, Jum'at (7/01/2022). 

Kapolres AKBP Heru Muslimin melalui Kasi Humas IPDA Eddy Soebandi membenarkan prihal tersebut. Ia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga setempat, sekitar pukul 11.10 Wita. 

"Saat itu saksi lewat di sebuah rumah persawahan tempat kejadian perkara (TKP) untuk melihat sawahnya. Balik dari sawah, saksi melihat koban sudah dalam keadaan meninggal," jelas IPDA Eddy.

Saat itu, saksi melihatnya dengan posisi tergantung dan tidak bergerak, kemudian saksi kaget dan langsung melaporkan ke Polsek Brang Rea, kemudian Anggota jaga langsung menuju TKP. 

Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, lanjutnya, korban pada hari Kamis, sekitar pukul.23.00 Wita malam keluar dari rumahnya. Namun korban tidak berbicara sepatah kata pun, mau kemana dan tujuannya kemana. Sehingga, korban sampai hari Jum'at pagi tak kunjung pulang. 

"Mengetahui, korban tak kembali membuat pihak keluarga panik dan mencari korban hingga ke wilayah Desa Rarak Ronges dan rumah istri korban yang berada di Taliwang. Namun, usaha yang dilakukan keluarga korban sia-sia. Sehingga korban ditemukan warga sudah meninggal dunia dalam keadaan gantung diri," ujarnya.

Sekitar, pukul 12.25 Wita, Tim Inafis Polres Sumbawa Barat datang ke TKP langsung memasang police line. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Brang Rea untuk dilakukan identifikasi oleh Tim Inafis Polres Sumbawa Barat. 

"Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Bahkan, dari pihak keluarga menerima atas meninggalnya korban, dan menolak untuk dilakukan autopsi," demikian," tutupnya.


Dewan Sayangkan Pemecatan Pegawai IPDN

H Ahmad Supli
Okenews.net - DPRD Lombok Tengah turut prihatin atas pemberhentian 106 pegawai Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berhembus kabar, ratusan mantan pegawai tersebut tidak mendapatkan pesangon. "Masalah pesangon ini akan kami kaji," kata anggota DPRD Lombok Tengah H. Ahmad Supli, Jumat (7/1/2022).

Menurutnya, pemberhentian tanpa kesalahan yang jelas harusnya tidak dilakukan. Terlebih, hal ini terjadi di IPDN yang merupakan simbol pendidikan aparatur negara. "Negara semakin maju malah lakukan pemecatan," sentilnya.

Dia juga menilai, harus ada komunikasi pihak IPDN dengan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten. Sehingga rakyat tidak menjadi korban atas permasalahan yang sebenarnya menjadi dasar pemecatan. "Harus ada komunikasi untuk menemukan solusi," ujarnya.

Politisi PKS itu mendorong Pemerintah Kabupaten segera melakukan koordinasi dengan pihak IPDN. Apalagi, sebelumnya Wakil Bupati sudah bersedia melakukan koordinasi.

Menurutnya, Wakil Bupati yang juga Ketua Alumni IPDN Lombok Tengah bisa mencarikan jalan keluar atas permasalahan itu. Sementara itu, pihak IPDN belum bisa dikonfirmasi. 


Gubernur NTB: Jadi Penyiar Harus Miliki Talenta Khusus


Okenews.net-
Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah mengatakan, revolusi sosial media yang terjadi menyebabkan adanya peningkatan kontribusi masyarakat dalam menyampaikan informasi. 

"Dan teman-teman yang bekerja di dunia penyiaran akan menjadi ujung tombak itu semua,” kata Zulkieflimansyah saat diskusi  bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi NTB, Kamis (6/1/2021).

Zul juga menyatakan, kerja di penyiaran itu tidak gampang dan harus memiliki talenta khusus sehingga tidak semua orang mampu menjalani itu. 

Ia mengingatkan bahwa kedepannya, tantangan bisnis akan semakin banyak. Kemajuan teknologi dan informasi menjadikan dunia penyiaran harus benar-benar siap dan pandai mencari peluang.

“Kemajuan teknologi yang unstopable menyebabkan dunia penyiaran harus mampu menemukan pasar dan cara bisnisnya sendiri," sambungnya.

Karena diketahui, bisnis TV dan Radio itu susah. Jangan sampai karena terlalu asik dengan cara lama sehingga tidak tahu kalau zaman sudah berubah. 

Zul juga mengapresiasi para reporter atau wartawan yang telah berusaha maksimal dalam menjalankan tugasnya meskipun tidak mudah.

Acara tersebut diselenggarakan untuk melakukan diskusi dan sharing serta mencari solusi terkait berbagai permasalahan yang masih dihadapi para wartawan dalam menyampaikan informasi ke publik.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB diwakili Sekretaris Dinas Kominfotik, Kepala TVRI Provinsi NTB, Ketua KPID Provinsi NTB serta wartawan lingkup Pemprov NTB. 


Tangani Problema Remaja, Pemerintah Perlu Kolaborasi Psikolog


Okenews.net - Peran dan keterlibatan para psikolog untuk menangani berbagai masalah yang dihadapi oleh para remaja di NTB sangat penting.

Mulai dari masalah narkoba, pernikahan dini, depresi dan berbagai masalah lainnya harus benar-benar ditangani dengan baik termasuk koloborasi pemerintah dengan psikolog.

"Ini PR yang harus kita tangani bersama untuk menangani berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para remaja di NTB," ungkap Wakil Gubernur saat menerima Audiensi Psikolog di ruang kerjanya, Kamis (06/01/2022).

Menurutnya, penanganan terhadap problematika remaja memang tidak cukup hanya dengan program pelatihan dan edukasi. 

Namun, keterlibatan para psikolog menjadi faktor penting yang bisa mengungkapkan penyebab dan pemicu remaja banyak terlibat narkoba, pergaulan bebas, pernikahan anak.

"Pemerintah provinsi akan lebih intens melalukan koordinasi dengan kabupaten kota terutama dalam kegiatan training of trainer bersama psikolog," jelas Ummi Rohmi 

Selanjutnya, ia berharap pemerintah kabupaten/kota bisa melakukan ke tingkat kecamatan dan seterusnya. 


Kamis, 06 Januari 2022

Pemprov NTB Mulai Fokus Persiapkan MotoGP 2022


Okenews.net
- Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah mengajak seluruh kepala OPD untuk tetap fokus bekerja sukseskan event internasional. 

Penyelenggaraan event kelas dunia di Mandalika Internasional Street Circuit pada Maret mendatang menjadi perhatian utama Pemprov NTB sebagai tuan rumah. 

Hal tersebut disampaikan pada rapat pimpinan bersama seluruh Kepala OPD lingkup Pemprov NTB, bertempat di Gedung Graha Bhakti Kantor Gubernur NTB (6/01/2022).

Zulkiefli menyebutkan, ketika penyambutan tamu, jangan hanya maknai sebagai tugas dan kewajiban. Tetapi itu kesempatan berinteraksi dengan orang-orang penting untuk kesuksesan event internasional.

Gibernur berharap, event internasional ini bisa sukses baik dari free sesionnya pada pertengahan Februari, kemudian MotoGP bulan Maret untuk dipersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Wagub NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah menenakankan dalam penanganan covid-19 meminta betul-betul dikawal dengan baik melalui aplikasi peduli lindungi.

"Aplikasi peduli lindungi merupakan sistem di NTB yang baik sehingga harus dikawal dengan baik," tegasnya perempuan pertama wakil gubernur NTB itu.

Soal event di Mandalika kata Wagub merupakan peluang yang luar biasa, sekaligus memiliki tantangan yang cukup berat. Jika tidak berhasil melaluinya, maka akan tertinggal di belakang.

Melalui rapim ini ia berharap untuk betul-betul mengawal melakukan persiapan secara detail keseluruhan proses dalam penyelenggaraan event nanti.


Lagi, Demonstran Minta Usir Kelompok Penghina Leluhur


Okenews.net
- Gelombang aksi atas dugaan penghinaan terhadap makam leluhur tokoh agama yang telah berjasa di Lombok NTB terus bergelora. Bahkan mereka meminta kelombok penghina leluhur. 

Kemarin (Rabu 05/10/2022) ribuan jamaan yang mengatasnamakan Aliansi Bela Leluhur mendatangi Kantor Bupati Lombok Timur. 

Baca: Pengunjukrasa Minta Bubarkan Wahabi di Lombok Timur

Hari ini (06/01/2021) kembali aksi meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menindak dan menghukum seberat-beratnya penghina makam leluhur.

Ribuan massa aksi dari organisasi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) itu menilai penyampaian ceramah yang beredar dalam video yang diduga melecehkan itu telah membuat umat marah sehingga gaduh. 

"Karena ia telah membuat gaduh masyarakat. Semua yang terjadi hari ini bukan karena pengrusakan, tapi telah membuat gaduh dan membuat rusak otak generasi," tegas orator aksi Muhammad Halqi. 

Mereka meminta, jika Lombok Timur ingin aman maka harus mengusir kelompok wahabi yang selalu menghina ormas dan kelompok lain di Indonesia. 

Terduga Teroris Poso Tewas


Okenews.net
- Seorang terduga teroris Poso Sulawesi Tengah tewas setelah terjadi baku tembah dengan Satgas Madago Raya di Bendungan Desa Dolago Padang, Parigi Selatan, Parigi Moutong.

Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Rudy Sufahriadi mengatakan terduga yang tewas itu merupakan DPO kelompok teroris Poso inisial AG alias Ahmad Panjang alias Basir. 

"Pada kontak tembak itu, satu anggota kelompok teroris Poso tertembak," kata Kapolda, Selasa (4/01/2021).

Rudy menjelaskan, tim Satgas Madago Raya masih melakukan proses evakuasi terhadap jenazah Basir. 

Saat ini tim Satgas Madago Raya masih akan terus melakukan pengejaran terhadap DPO sisa anggota kelompok teroris Poso itu. 

Rabu, 05 Januari 2022

Tujuh Janazah Korban Kapal Tenggelam Tiba di Lombok


Okenews.net
- Pemulangan tujuh jenazah korban kapal tenggelam di Johor Baru Malaysia tiba di Bandara Zainuddin Abdul Majid NTB, Rabu (05/01/2022) sekitar pukul 15.00 wita.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono melalui Kapolsubsektor Bizam IPDA Agung Bayu mengatakan, jenazah yang dipulangkan berjumlah tujuh orang. 

Ahmad Sutrisno Pratama (32) asal Denggen Lauq, Kelurahan Denggen, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. 

Dedy Suryadi (34) asal Dusun Anjani Timur Desa Anjani, Kecamatan Surelaga Kabupaten Lombok Timur. 

Baharudin (40 tahun) Lingkoq Kudung Desa  Barabali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. 

Rusdi (41) asal Dusun Ramban Bela Desa Lenek Kecamatan Lenek Kabupaten Lombok Timur. 

Sadi (47) asal Desa Prako Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah. 

Supardi (52) warga Dasan Baru Desa Lenek Kecamatan Lenek Kabupaten Lombok Timur. 

Unwanul Hubbi (35) warga Otak Re, Desa Aiq Prapa, Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. 

Serah terimakan jenazah oleh BP2MI kepada masing - masing pihak keluarga dan dibuatkan berita acara serah terima yang di tanda tangani oleh kedua belah pihak.






Polisi Bongkar Investasi Bodong Berkedok Arisan


Okenews.net
- Satuan Reskrim Polres Dompu NTB berhasil mengungkap kasus investasi bodong berkedok arisan dengan omset miliaran rupiah. 

Polisi mengamankan satu orang perempuan inisial SAM yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. 

"Kita sudah tetapkan satu orang tersangka inisial SAM. Dia sudah ditahan dan berkasnya sudah rampung," ungkap Kasat Reskrim Polres Dompu, AKP Adhar pada wartawan Rabu (05/01/2022). 

Adhar mengatakan, kasus penipuan investasi bodong ini mulai dijalankan pada Juni 2021 lalu.  

"Ada 11 orang korban dengan kerugian mulai dari puluhan juta, Rp 300 juta bahkan sampai Rp 700 juta. Hingga kerugian korban mencapai Rp 1,3 miliar," jelasnya. 

Modus operandinya, tersangka mengajak para korban untuk melakukan investasi berkedok arisan duos dengan tawaran investasi Rp50 juta akan mendapatkan keuntungan Rp70 juta dalam waktu 7 hari. 

Tersangka mengakui dirinya sebagai admin yang telah bekerja sama dengan perusahaan pembangunan BTN dan gudang-gudang pemilik bahan bangunan, sehingga para korban lebih banyak dan semakin tergiur.  

Kasus ini terbongkar setelah para korban curiga dengan sikap tersangka yang tak kunjung mengembalikan uang mereka. Kasus itu dilaporkan dan ditangani oleh pihak kepolisian. 


Selamat Idul Fitri 1443 H


Selamat Idul Fitri 1443 H

Pendidikan

Hukum

Ekonomi