Okenews.net-Anggota
Komisi II DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid meminta Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) untuk memastikan
output dan outcome setiap kegiatan yang dilakukan Aparatur Sipil
Negara (ASN) melalui penerapan sasaran kinerja pegawai (SKP) yang terukur.
“Apakah ada mekanisme kontrol yang
dilakukan. Bagaimana efektifitasnya agar sesuai target. Pastikan kinerja
berdasarkan pada hasil kerja dan dampak nyata, bukan hanya kehadiran fisik,”
kata Fauzan dalam rapat kerja (raker) Komisi II DPR RI dengan MenPAN RB, Kepala
BKN, Kepala LAN, Kepala ANRI, dan Ketua Ombdsman RI di Kompleks Parlemen
Senayan, Jakarta, Rabu (10/06/2026).
Fauzan mencontohkan hadirnya Mal Pelayanan
Publik (MPP) yang sudah tersebar di ratusan wilayah setingkat kabupaten dan
kota di seluruh Indonesia. Menurut Fauzan, hadirnya MPP biasanya efektif
sebulan hingga enam bulan, namun setelah itu berjalan kurang maksimal.
Ada banyak alasan dari pemerintah di
daerah, hingga menyebabkan MPP berjalan kurang maksimal. Menurut Fauzan, salah
satunya karena terbatasanya sumber daya manusia (SDM) di daerah yang menangani
MPP tersebut.
“Saya berharap kepada MenPAN RB untuk
tidak hanya memastikan MPP itu masih ada dan berjalan efektif. Namun, sistemnya
juga harus dipastikan berjalan maksimal dan berdampak pada baiknya pelayanan
masyarakat,” tandasnya.
Dalam raker, Fauzan, Bupati Lombok Barat
dua periode (2016-2024) juga menyinggung soal manajemen talenta. Fauzan minta
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) memperketat pengawasan terhadap
pengangkatan pejabat di daerah.
Fauzan menilai, pengawasan terhadap
manajemen talenta saat ini semakin menurun. Saat ini banyak pejabat ditempatkan
sebagai kepala dinas, padahal tidak sesuai bidangnya. Misal, sarjana pendidikan
ditempatkan menjadi kepala dinas kesehatan, karena menjadi tim sukses kepala
daerah tersebut.
“Saya minta pengawasan manajemen talenta ini
diperketat lagi. Kalau misalnya dibentuk panitia seleksi (pansel) untuk
menentukan pejabat, itu hanya formalitas di daerah karena rangking pun sudah
diatur, kata Fauzan.
Manajemen talenta merupakan strategi
pengelolaan sumber daya manusia untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan
mempertahankan pegawai terbaik. Tujuannya untuk memastikan organisasi memiliki kader pemimpin
masa depan dan SDM unggul untuk mencapai tujuan strategis.
.png)
