![]() |
| Foto: Sekertaris Daerah Lombok Timur dalam Upacara Hari Lahir Pancasila |
Okenews.net– Pancasila dinilai tetap relevan dan menjadi fondasi utama yang menjaga keutuhan bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga pesatnya perkembangan teknologi.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Senin (1/6).
Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi pedoman sekaligus jangkar moral bagi Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis. Berkat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, Indonesia mampu menjaga persatuan dan stabilitas di tengah berbagai dinamika dunia.
"Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi bintang penuntun bangsa dalam menghadapi berbagai perubahan zaman," demikian kutipan amanat Kepala BPIP yang dibacakan Sekda.
BPIP juga menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila menjadi landasan kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Prinsip musyawarah dan mufakat yang menjadi ciri bangsa Indonesia dinilai mampu menjadi jembatan dalam menyelesaikan berbagai konflik dan perbedaan di tingkat global.
Selain itu, Indonesia dinilai terus menunjukkan peran nyata dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui keterlibatan pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), partisipasi dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan.
Pada momentum Hari Lahir Pancasila ini, BPIP mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya dipahami sebagai simbol atau teks sejarah, tetapi diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata, termasuk dalam menghadapi perkembangan ekonomi dan teknologi yang semakin pesat.
BPIP juga meminta seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah memastikan setiap kebijakan publik berorientasi pada keadilan sosial, melindungi hak-hak masyarakat, serta tidak meninggalkan kelompok yang paling rentan.
Di akhir amanat, masyarakat diajak memperkuat persatuan serta bersama-sama menolak intoleransi dan radikalisme yang berpotensi mengganggu harmoni kebangsaan.
"Pancasila harus terus menjadi kekuatan pemersatu bangsa dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang berdiri kokoh karena persatuan, kemanusiaan, dan nilai-nilai religius yang dimilikinya," tutup amanat tersebut.
.png)
