Guru Lauq Indonesia Resmi Buka Program English Camp - www.okenews.net

Selasa, 28 Juli 2026

Guru Lauq Indonesia Resmi Buka Program English Camp


okenews.net
– Guru Lauq Indonesia secara resmi membuka Program English Camp bagi santri jenjang SMP dan SMA di Pondok Madinatul Qur’an Lombok, Bunut Baok, Praya, Lombok Tengah, Selasa (28/7/2027).

Kegiatan tersebut merupakan implementasi nota kesepahaman (MoU) antara Guru Lauq Indonesia dan Yayasan Madinatul Qur’an Lombok. Pembukaan program dihadiri Ketua Yayasan Madinatul Qur’an Lombok, pengurus yayasan, para ustaz dan ustazah, seluruh peserta English Camp, serta rombongan Guru Lauq Indonesia.

Suasana pembukaan berlangsung penuh antusias sebagai penanda dimulainya kolaborasi kedua lembaga dalam memperkuat kapasitas santri melalui penguasaan bahasa Inggris yang terintegrasi dengan pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman.

Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Guru Lauq Indonesia dalam memperluas akses pendidikan berkualitas melalui program-program penguatan kompetensi generasi muda. Sementara itu, bagi Yayasan Madinatul Qur’an Lombok, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas lulusan pesantren agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tuntutan global.

Guru Lauq Indonesia menugaskan sejumlah tutor berpengalaman untuk tinggal bersama santri selama satu bulan penuh. Pendampingan dilakukan secara intensif, sehingga santri tidak hanya belajar bahasa Inggris di ruang kelas, tetapi menggunakannya sebagai bahasa komunikasi dalam berbagai aktivitas sehari-hari di lingkungan pesantren.

Selama program berlangsung, para santri akan mengikuti berbagai kegiatan, seperti speaking class, conversation, public speaking, diskusi kelompok, presentasi, permainan edukatif, praktik kepemimpinan, hingga pembiasaan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Founder Guru Lauq Indonesia, Dr. Hanapi, M.Si, mengatakan English Camp dirancang untuk membangun lingkungan belajar yang mampu mendorong santri menggunakan bahasa Inggris secara aktif sekaligus membentuk karakter, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi.

“Program ini merupakan ikhtiar membangun budaya berbahasa Inggris di lingkungan pesantren melalui pembelajaran dan praktik yang dilakukan setiap hari. Pembiasaan tersebut diharapkan mempercepat peningkatan kemampuan komunikasi santri sekaligus menumbuhkan karakter, kedisiplinan, dan keberanian dalam menghadapi tantangan global,” ujar Hanapi.

Menurut Hanapi, pembelajaran bahasa Inggris di pesantren perlu dibangun melalui pengalaman nyata, bukan hanya penguasaan teori. Ketika santri terbiasa mendengar, berbicara, berdiskusi, dan berinteraksi menggunakan bahasa Inggris setiap hari.

Ia menambahkan, penguasaan bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda pada era globalisasi. Bagi santri, kemampuan tersebut akan menjadi bekal untuk memperluas akses terhadap literatur internasional, melanjutkan pendidikan, memperoleh peluang beasiswa, hingga menyampaikan dakwah kepada masyarakat dunia.

“Kami berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan jangka pendek, tetapi menjadi awal terbentuknya budaya berbahasa Inggris di lingkungan pesantren. Dengan demikian, santri memiliki daya saing global tanpa kehilangan identitas, akhlak, dan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama pendidikan pesantren,” tambah Hanapi.

Melalui kolaborasi tersebut, Guru Lauq Indonesia dan Yayasan Madinatul Qur’an Lombok berharap Program English Camp mampu melahirkan santri yang unggul dalam ilmu keislaman, memiliki kemampuan komunikasi internasional, berkarakter kuat, serta siap menjadi generasi yang mampu berkontribusi bagi bangsa dan umat di tingkat nasional maupun global.

 

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments