www.okenews.net: Pendidikan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2026

Perkuat Kolaborasi Global, Mahasiswa Pascasarjana Hamzanwadi Ikuti Seminar Internasional di Malaysia

Foto: Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd bersama rombongan dan pejabat UPM usai seminar internasional di Malaysia

Malaysia
– Universitas Hamzanwadi, Indonesia terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui kolaborasi strategis antara Program Pascasarjana Universitas Hamzanwadi dan Universiti Putra Malaysia (UPM).

Salah satu implementasi nyata kerja sama tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar internasional di kampus UPM, Malaysia yang melibatkan mahasiswa Pascasarjana Universitas Hamzanwadi bersama mahasiswa, dosen, dan akademisi UPM, Senin 13 Juli 2026.

Seminar internasional itu menjadi momentum strategis mempertemukan akademisi kedua perguruan tinggi dalam forum ilmiah untuk bertukar gagasan, mempresentasikan penelitian, serta memperluas jejaring akademik lintas negara.

Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa memperluas wawasan global, meningkatkan kapasitas akademik, sekaligus membangun jejaring internasional sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengatakan seminar internasional di UPM merupakan langkah strategis memperkuat implementasi kerja sama akademik antara kedua perguruan tinggi.

Menurutnya, seminar internasional bukan sekadar agenda akademik, melainkan pintu masuk membangun kolaborasi berkelanjutan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui berbagai program bersama.

"Esensi kerja sama ini adalah membangun kolaborasi yang produktif melalui riset bersama, publikasi ilmiah internasional, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata," ujar Ummi Rohmi.

Rektor menjelaskan kolaborasi dengan UPM dirancang menghasilkan luaran yang terukur, memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, serta memperluas jejaring akademik internasional bagi kedua institusi secara berkelanjutan.

Wagub NTB periode 2018-2023 itu menegaskan, kemitraan tersebut dibangun berdasarkan prinsip saling memperkuat dan saling melengkapi keunggulan masing-masing perguruan tinggi demi menghasilkan kolaborasi akademik yang semakin berkualitas dan berdaya saing.

"Setiap perguruan tinggi memiliki keunggulan masing-masing. Karena itu, kolaborasi ini dibangun dalam semangat saling memperkuat dan saling mengisi untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs," katanya.

Sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, Universitas Hamzanwadi terus mengembangkan berbagai pusat studi sebagai wadah kolaborasi riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Di antaranya terdapat Pusat Studi Geopark yang berfokus mengembangkan potensi kawasan berbasis konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta Pusat Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI).

Pusat GESDI menjadi wujud komitmen Universitas Hamzanwadi menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, ramah, setara, serta terbuka bagi seluruh sivitas akademika tanpa diskriminasi dalam bentuk apa pun.

Melalui pusat studi tersebut, universitas terus memperkuat nilai kesetaraan gender, penghormatan terhadap keberagaman, pemenuhan hak penyandang disabilitas, serta pengembangan budaya akademik yang inklusif dan berkeadilan.

Rektor berharap kolaborasi internasional bersama UPM terus berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang menghasilkan inovasi, publikasi bereputasi, peningkatan mobilitas akademik, serta pengabdian masyarakat yang berdampak luas.

"Seminar internasional di UPM menjadi langkah awal yang sangat penting. Kami optimistis forum ilmiah ini melahirkan kerja sama berkelanjutan yang memperkuat kontribusi Universitas Hamzanwadi pada pengembangan ilmu pengetahuan global," pungkasnya.

Direktur Pascasarjana Hamzanwadi: Seminar Internasional di Malaysia jadi Ruang Pertukaran Gagasan Mahasiswa

Direktur Pascasarjana Universitas Hamzanwadi Dr. H Musifuddin bersama mahasiswa hadiri seminar di UPM Malaysia
Malaysia – Mahasiswa Pascasarjana Universitas Hamzanwadi mengikuti seminar internasional di Universiti Putra Malaysia (UPM), Senin (13/7/2026) sebagai bagian penguatan kapasitas akademik dan jejaring global.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi diproyeksikan sebagai ruang mempertemukan gagasan, hasil penelitian, serta jejaring kolaborasi ilmiah antara akademisi Indonesia dan Malaysia.

Direktur Pascasarjana Universitas Hamzanwadi, Dr. H. Musifuddin, M.Pd mengatakan seminar internasional memiliki peran strategis membangun budaya akademik yang terbuka terhadap pertukaran pengetahuan serta perkembangan ilmu pengetahuan lintas negara.

Menurutnya, forum ilmiah internasional memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen menguji kualitas gagasan, memperoleh perspektif baru, sekaligus memperkaya pendekatan penelitian melalui interaksi dengan akademisi berbagai negara.

"Seminar internasional bukan sekadar tempat mempresentasikan hasil penelitian, tetapi ruang mempertemukan berbagai perspektif keilmuan yang melahirkan gagasan baru, kolaborasi riset, dan publikasi ilmiah bereputasi," ujarnya.

Musifuddin menjelaskan mahasiswa Pascasarjana Universitas Hamzanwadi akan berinteraksi langsung dengan mahasiswa, dosen, peneliti, serta akademisi Universiti Putra Malaysia dalam berbagai sesi akademik dan diskusi ilmiah.

Interaksi tersebut menjadi pengalaman akademik yang berharga untuk membangun kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan komunikasi ilmiah, sekaligus memperluas jejaring profesional dalam lingkungan akademik bertaraf internasional.

Ia menilai pengalaman mengikuti seminar internasional akan memperkaya cara pandang mahasiswa terhadap berbagai isu global sekaligus memperkuat kemampuan menghasilkan penelitian yang relevan, inovatif, dan aplikatif.

Ketua ABKIN NTB itu menegaskan, seminar internasional tersebut diharapkan menjadi titik awal lahirnya kolaborasi akademik lebih luas antara Pascasarjana Universitas Hamzanwadi dan Universiti Putra Malaysia dalam berbagai bidang strategis.

Menurutnya, momentum ini juga diperkuat dengan adanya keinginan kuat dari pihak UPM untuk melakukan kunjungan (visit) balasan ke Universitas Hamzanwadi dalam waktu dekat, sebagai wujud nyata dari jalinan kerja sama yang kuat antar kedua institusi.

"Forum ilmiah seperti ini bernilai strategis karena mempertemukan akademisi yang memiliki perhatian pada bidang keilmuan serupa sehingga peluang menghasilkan riset bersama semakin terbuka," katanya.

Musifuddin menambahkan Pascasarjana Universitas Hamzanwadi terus mendorong mahasiswa aktif mengikuti forum ilmiah internasional sebagai bagian pembentukan akademisi yang adaptif, kritis, inovatif, dan berdaya saing global.

Menurutnya, keberhasilan seminar internasional tidak hanya diukur dari jumlah peserta ataupun makalah, tetapi juga dari lahirnya jejaring akademik, kolaborasi riset, dan inovasi berkelanjutan.

"Karena itu, kami berharap seminar internasional di UPM menjadi awal lahirnya kolaborasi akademik yang semakin produktif serta memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," pungkasnya.

Kamis, 02 Juli 2026

ICM Gelar Pelatihan Jurnal Ilmiah, Diikuti Akademisi dari Berbagai Kampus

Okenews.net– Insan Cendekia Mandalika (ICM) sukses menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Jurnal Ilmiah pada Kamis (2/7/2026) di Kantor Insan Cendekia Mandalika (ICM), Jl. Raya Sukamulia No. 9, Kecamatan Selong, Lombok Timur.


Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen ICM dalam meningkatkan kapasitas akademisi dan pengelola jurnal ilmiah agar mampu mengelola jurnal secara profesional sesuai standar nasional.


Dalam sambutannya, Direktur Insan Cendekia Mandalika (ICM), Dr. Irfan Azim, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa kualitas perguruan tinggi pada era saat ini sangat ditentukan oleh produktivitas publikasi ilmiah dan tata kelola jurnal yang profesional.


«"Jurnal ilmiah bukan hanya menjadi wadah publikasi hasil penelitian, tetapi juga menjadi cerminan mutu sebuah perguruan tinggi. Karena itu, pengelolaan jurnal harus dilakukan secara profesional, mengikuti perkembangan teknologi, serta memenuhi standar akreditasi nasional maupun internasional. Melalui pelatihan ini, ICM ingin membangun ekosistem publikasi ilmiah yang berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia," ujar Dr. Irfan Azim.»


Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pelatihan ini sebagai momentum membangun jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi.


«"Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi menjadi awal lahirnya kolaborasi dalam pengembangan jurnal, peningkatan kualitas penelitian, dan penguatan budaya akademik. ICM siap menjadi mitra bagi perguruan tinggi dan lembaga yang ingin mengembangkan jurnal ilmiahnya menuju akreditasi dan indeksasi bereputasi," tambahnya.»


Pelatihan menghadirkan materi mengenai tata kelola jurnal ilmiah, pengelolaan Open Journal Systems (OJS), manajemen editorial, proses peer review, strategi akreditasi jurnal melalui ARJUNA, indeksasi jurnal, serta etika publikasi ilmiah.


Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dengan diikuti 27 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga, di antaranya Universitas Negeri Semarang, IAI Hamzanwadi NW Lombok Timur, Institut Elkatarie, STAI Insan Cendekia Mandalika, STMIK SZ NW, UNISDA Lamongan, IAI NU Al-Mannan, STIS Harsyi, BAZNAS Lombok Timur, serta Insan Cendekia Mandalika.


Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi dan konsultasi mengenai berbagai tantangan dalam pengelolaan jurnal, mulai dari proses editorial, peningkatan kualitas artikel, hingga strategi menuju akreditasi dan indeksasi bereputasi.


Di akhir kegiatan, para peserta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan yang dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi pengelola jurnal ilmiah. ICM berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah di Indonesia.


"Kelola Jurnal Secara Profesional, Wujudkan Publikasi Ilmiah Bereputasi."

Selasa, 30 Juni 2026

Dikbud Lotim Larang Sekolah Wajibkan Beli Seragam saat Daftar Ulang

Foto: Kepala Dinsa Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur
Okenews.net– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur melarang sekolah negeri menjual seragam kepada siswa. Kebijakan itu ditegaskan dalam revisi Surat Edaran Nomor 100.4.4/911/Dikbud/2026 yang mulai berlaku pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, M Nurul Wathoni, mengatakan salah satu poin utama dalam edaran tersebut adalah larangan menjadikan pembelian seragam di sekolah sebagai syarat daftar ulang peserta didik baru.


“Dikbud Lotim secara eksplisit melarang sekolah mensyaratkan pembelian seragam pada saat daftar ulang siswa baru. Pembelian seragam siswa menjadi urusan mandiri pihak siswa atau wali murid, bukan tanggung jawab sekolah,” ujar Wathoni di Selong, Selasa (30/06)  2026.


Ia menegaskan, aturan ini sejalan dengan Permendikbud Nomor 50 Tahun 2022 yang menyebut pengadaan seragam merupakan tanggung jawab orang tua atau wali murid. 

Dalam edaran yang ditujukan kepada Kepala UPTD, Pengawas, dan Kepala Sekolah SDN serta SMPN se-Lombok Timur itu, Dikbud menekankan dua hal utama.


Pertama, sekolah hanya mengatur jadwal pemakaian seragam yang sudah ada. Sekolah dilarang menambah jenis seragam di luar ketentuan. 


“Selama ini Dikbud mencatat banyak masukan dan temuan sekolah yang menambah-nambah jenis seragam. Aturan ini tujuannya membuat penggunaan seragam lebih sederhana dan membatasi sekolah mengadakan seragam di luar ketentuan,” jelas Wathoni.


Kedua, terkait seragam batik khas. Bagi sekolah yang belum memilikinya, diminta berkoordinasi dengan UPTD dan pengawas agar penyesuaiannya tidak memberatkan siswa dan orang tua. Untuk siswa yang belum memiliki batik khas, sekolah juga diminta berkoordinasi.


Wathoni menambahkan, pemakaian seragam budaya atau muatan lokal tidak perlu tiap minggu. “Seragam yang dipakai tinggal memilih putih merah, atau Pramuka dan baju adat. Kita atur tidak tiap minggu lagi, tapi sekali sebulan supaya nilai budaya tetap terpelihara,” katanya.


Edaran ini juga mengatur seragam guru. Kebijakan itu diambil menindaklanjuti banyaknya laporan tenaga pendidik yang masuk sekolah dengan pakaian bebas.“Edaran disusun berdasarkan masukan PGRI dan pihak terkait. Penyusunan jadwal dan aturan seragam sudah mendapatkan masukan dari berbagai pihak, termasuk PGRI,” ujarnya.


Wathoni meminta seluruh Kepala UPTD, Pengawas, dan Kepala Sekolah memahami dan menindaklanjuti edaran tersebut.


 “Kebijakan ini diharapkan menertibkan praktik di sekolah, meringankan beban orang tua, dan memastikan PPDB berjalan sesuai aturan tanpa pungutan terselubung,” tegasnya.

Kamis, 18 Juni 2026

Miliki Cita-Cita Membangun Daerah Asal, Putra Papua Pilih Timba Ilmu di Politeknik Agraria STPN

Okenews.net– Keinginan untuk kembali dan berkontribusi membangun daerah asal menjadi motivasi kuat bagi sejumlah generasi muda Papua dalam menentukan pilihan pendidikan tinggi. Berangkat dari harapan tersebut, mereka memilih menimba ilmu di Politeknik Agraria STPN, perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), guna membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanahan serta tata ruang.

Salah satunya Alfando Almendo, Taruna Tingkat II asal Manokwari, Papua Barat. Ia menilai Papua masih membutuhkan banyak sumber daya manusia yang memahami persoalan agraria untuk mendukung pembangunan daerah di masa depan.

“Yang saya pikirkan ketika memutuskan berkuliah di Politeknik Agraria STPN sederhana saja, nantinya saya ingin terlibat membangun daerah saya. Papua masih membutuhkan banyak pembangunan dan tentu membutuhkan sumber daya manusia yang memahami bidang pertanahan dan tata ruang,” ujar Alfando Almendo.

Menurut Alfando, berbagai persoalan pertanahan yang masih ditemui di Papua menjadi alasan dirinya tertarik mendalami ilmu agraria. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan dapat menjadi bekal untuk berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan tersebut ketika kembali ke daerah asal.

Selain bidang keilmuan yang spesifik dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, Alfando juga mengaku mendapatkan banyak pengalaman melalui sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di Politeknik Agraria STPN. Baginya, lingkungan pendidikan tersebut turut membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemampuan kepemimpinan.

“Di sini kami tidak hanya belajar akademik, tetapi juga belajar disiplin, kepemimpinan, dan hidup bersama dengan teman-teman dari seluruh Indonesia. Ini menjadi modal penting untuk bisa bersinergi dengan teman-teman dari banyak daerah untuk membangun Papua,” ucapnya.

Semangat serupa dimiliki Rafael Korwa, Taruna Tingkat II asal Merauke, Papua Selatan. Ketertarikannya terhadap peta sejak kecil membawanya mengenal dunia survei dan pertanahan. Namun, selama menjalani pendidikan, ia menyadari bahwa bidang tersebut memiliki peran yang jauh lebih luas dalam kehidupan masyarakat.

“Dari kecil saya memang suka melihat peta. Setelah mengetahui dan mempelajari bidang pertanahan, saya jadi tahu bahwa ilmu ini sangat penting untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di masyarakat, termasuk masalah sengketa tanah yang sering terjadi di lingkungan saya,” ungkap Rafael Korwa.

Menurut Rafael, masih banyak masyarakat yang belum memahami hak atas tanah maupun aspek hukum pertanahan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang agraria menjadi semakin penting, khususnya di wilayah dengan karakteristik pertanahan yang kompleks seperti Papua.

“Harapannya setelah lulus nanti saya bisa kembali dan membagikan ilmu yang saya dapatkan kepada masyarakat. Dengan begitu masyarakat bisa lebih memahami hak-haknya dan tidak mudah dirugikan dalam urusan pertanahan,” tuturnya.

Bagi Alfando dan Rafael, pendidikan di Politeknik Agraria STPN bukan sekadar sarana untuk meraih gelar, tetapi juga jalan untuk mempersiapkan diri menjadi bagian dari pembangunan daerah asal. Keduanya berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pertanahan yang lebih baik.

Kisah mereka menunjukkan bahwa kebutuhan akan sumber daya manusia yang memahami bidang agraria tidak hanya hadir di pusat-pusat pembangunan, tetapi juga di daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan pertanahan dan tata ruang. Karena itu, kesempatan untuk mempelajari bidang ini terbuka bagi generasi muda yang ingin mengambil peran dalam pembangunan daerah melalui jalur pendidikan.

Bagi lulusan SMA/sederajat yang tertarik mendalami bidang pertanahan dan tata ruang, pendaftaran Taruna/Taruni Politeknik Agraria STPN masih dibuka hingga 18 Juni 2026. Informasi mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi Politeknik Agraria STPN. 

Kamis, 11 Juni 2026

Australia dan Happy Hearts Resmikan Gedung Baru SDN 2 Pohgading, Pemda Lotim Apresiasi Dukungan Pendidikan Senilai Rp1 Miliar

Okenews.net – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengapresiasi dukungan Kedutaan Besar Australia dan organisasi Happy Hearts yang terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas sarana pendidikan di daerah tersebut. Apresiasi itu disampaikan saat peresmian gedung baru SDN 2 Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kamis (10/6/2026).

Kunjungan tim Kedutaan Besar Australia bersama Happy Hearts dilakukan untuk meresmikan sekaligus memastikan seluruh proses revitalisasi sekolah telah rampung dan siap digunakan oleh para siswa serta tenaga pendidik.

Program revitalisasi di SDN 2 Pohgading meliputi pembangunan empat ruang kelas baru, dua unit kamar mandi, serta penyediaan mebel dan berbagai sarana pendukung pembelajaran lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, menjelaskan bahwa pihaknya berperan sebagai penerima manfaat dalam program tersebut. Seluruh proses pembangunan dilaksanakan oleh pihak yang ditunjuk langsung oleh Happy Hearts.

“Dalam program bantuan revitalisasi dari Happy Hearts ini, Dikbud Lombok Timur dan pihak sekolah menerima hasil jadi. Seluruh pekerjaan dilaksanakan oleh tim yang telah ditunjuk Happy Hearts,” ujar Wathoni saat mendampingi kunjungan bersama Kabid SMP Samsul Wajdi dan Kepala UPTD Dikbud Pringgabaya M. Nasir.

Menurutnya, bantuan dengan nilai lebih dari Rp1 miliar itu menggunakan konsep bangunan ramah lingkungan yang dirancang tahan gempa dan tahan api. Material yang digunakan merupakan bahan daur ulang yang telah melalui proses pengolahan khusus sehingga memiliki daya tahan hingga puluhan tahun.

“Atas nama Bupati Lombok Timur, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyalurkan bantuannya melalui Happy Hearts,” katanya.

Wathoni mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Juni 2026, Happy Hearts Australia telah membangun enam sekolah dasar di Lombok Timur. Program tersebut akan terus berlanjut dengan rencana revitalisasi sekitar enam sekolah lainnya pada periode Juli hingga Desember 2026 yang saat ini masih dalam tahap verifikasi.

Ia menjelaskan, pihak Dikbud hanya mengajukan data sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan. Selanjutnya, tim Happy Hearts melakukan penilaian dan verifikasi secara independen berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

“Kami hanya menyampaikan data sekolah yang membutuhkan bantuan. Proses verifikasi dilakukan secara mandiri oleh Happy Hearts dan tidak dapat diintervensi karena mereka memiliki standar penilaian tersendiri,” jelasnya.

Di akhir kegiatan, Wathoni mengingatkan seluruh warga sekolah agar menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian para donatur dari berbagai negara yang harus dijaga kebermanfaatannya untuk jangka panjang.

“Ini adalah bantuan sosial dari para donatur luar negeri. Sebagai penerima manfaat, kita harus menjaga dan merawatnya dengan baik sebagai bentuk rasa syukur dan penghargaan atas kepercayaan yang diberikan,” pungkasnya.

Rabu, 10 Juni 2026

Pelaku Usaha Tetebatu Antusias Ikuti Pendampingan NIB Gratis dari DPMPTSP dan Mahasiswa KKN UNHAM

Penyerahan NIB yang langsung jadi usai pendampingan oleh Penata Perizinan DPMPTSP Lotim, Widiyanto, S.Sos., M.M (Kanan)
Okenews.net
- Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi (UNHAM) Kelompok 10 Desa Tetebatu bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Timur menggelar sosialisasi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis bagi masyarakat, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Orong Gerisak, Desa Tetebatu, diikuti pelaku usaha dan pemilik bangunan usaha yang beroperasi di kawasan desa wisata. Selain mendapatkan pemahaman mengenai regulasi perizinan, peserta memperoleh pendampingan langsung dalam proses penerbitan NIB.

Ketua KKN Universitas Hamzanwadi Kelompok 10 Desa Tetebatu, Muhammad Yusril mengatakan program tersebut lahir dari kolaborasi mahasiswa, pemerintah desa, dan DPMPTSP untuk membantu masyarakat memperoleh legalitas usaha secara lebih mudah.

“Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan seluruh perangkat Desa Tetebatu dan menjadi momentum bagi kami untuk meningkatkan legalitas resmi usaha masyarakat Desa Tetebatu yang dikenal sebagai desa wisata,” ujarnya.

Menurut Yusril, legalitas usaha menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku usaha agar dapat menjalankan kegiatan usaha secara lebih aman, tertib, dan memiliki kepastian hukum.

Kepala Desa Tetebatu, Sabli mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut sebagai langkah untuk memperkuat usaha yang dimiliki. Ia menilai pemahaman terhadap regulasi dan program pemerintah menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan ekonomi masyarakat.

“Penting bagi seluruh masyarakat untuk melegalkan usaha yang dimiliki dan memahami program pemerintah yang dapat mendukung perkembangan usaha,” katanya.

Pada kesempatan itu, Penata Perizinan DPMPTSP Lombok Timur, Widiyanto, S.Sos., M.M., memaparkan materi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Ia menjelaskan persyaratan, prosedur, manfaat, serta pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan perizinan bagi pelaku usaha.

Widiyanto menegaskan kepemilikan NIB dan PBG tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi menjadi salah satu syarat untuk mengakses berbagai program pengembangan usaha yang disediakan pemerintah.

Setelah sesi sosialisasi, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan NIB secara langsung melalui sistem perizinan berbasis elektronik. Tim DPMPTSP mendampingi peserta mulai dari proses pendaftaran hingga penerbitan dokumen perizinan.

Seluruh layanan pendampingan diberikan tanpa dipungut biaya. Kesempatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang memanfaatkan forum untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan perizinan usaha dan bangunan yang selama ini belum dipahami secara menyeluruh.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pelaku usaha yang memiliki legalitas resmi di Desa Tetebatu. Dengan semakin banyak usaha yang terdaftar dan memenuhi ketentuan perizinan, daya saing sektor pariwisata dan ekonomi lokal di desa wisata tersebut diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan.

Senin, 08 Juni 2026

Langgar Edaran Karya Wisata, Kepsek SDN 5 Pengadangan Bakal Dievaluasi

Foto: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur

Okenews.net– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur akan melakukan evaluasi terhadap Kepala SDN 5 Pengadangan menyusul meninggalnya seorang siswi dalam kegiatan perpisahan sekolah yang digelar di Gili Kondo, Kecamatan Sambelia. Langkah tersebut diambil karena kegiatan karya wisata tersebut dinilai tidak mengindahkan surat edaran yang telah diterbitkan Dikbud sekitar tiga bulan lalu.

Kepala Dikbud Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, bersama Sekretaris Dinas L. Bayan Purwadi, didampingi para pengawas sekolah, Kepala UPTD Pringgasela, serta guru-guru SDN di wilayah Pringgasela, mengunjungi rumah duka almarhumah Arena Olivia, siswi SDN 5 Pengadangan yang meninggal dunia saat mengikuti kegiatan tersebut.

Kunjungan yang berlangsung pada Sabtu itu dilakukan di kediaman orang tua korban, Anto, di Dusun Bebokar, Desa Pengadangan. Selain menyampaikan belasungkawa, rombongan juga bersilaturahmi dengan keluarga korban, kepala desa, tokoh masyarakat, serta para guru.

"Alhamdulillah, kami sudah diterima baik oleh pihak keluarga, termasuk kepala desa dan tokoh masyarakat di Dusun Bebokar. Pihak keluarga Bapak Anto selaku orang tua almarhumah Arena Olivia telah menerima musibah ini dengan lapang dada sebagai takdir Allah SWT dan menyampaikan terima kasih atas perhatian dari Dinas Pendidikan dan para guru," ujar Wathoni.

Dalam kesempatan tersebut, Wathoni menegaskan bahwa pihaknya telah menerbitkan surat edaran yang mengatur pelaksanaan kegiatan perpisahan sekolah. Dalam edaran itu, sekolah diperbolehkan menggelar perpisahan, namun harus dilaksanakan secara sederhana di lingkungan sekolah dan tidak memberatkan orang tua siswa.

"Ada poin khusus yang melarang kegiatan karya wisata dalam rangka perpisahan demi menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik. Namun ternyata masih ada sekolah yang melaksanakannya dengan berbagai alasan," tegasnya.

Menurutnya, sosialisasi surat edaran tersebut telah dilakukan secara luas melalui UPTD, pengawas sekolah, media sosial, dan berbagai saluran informasi lainnya agar dipahami oleh seluruh sekolah dan wali murid.

Menyikapi insiden yang terjadi di SDN 5 Pengadangan, Dikbud Lombok Timur memastikan akan mengambil langkah tegas dengan memanggil kepala sekolah dan pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi.

"Kami tetap berpegang pada regulasi dan surat edaran yang telah diterbitkan. Karena sejak awal karya wisata dalam kegiatan perpisahan sudah kami larang, maka kejadian ini akan kami evaluasi secara menyeluruh. Setelah proses klarifikasi selesai, kami akan berkoordinasi dengan tim internal dan BKPSDM untuk menentukan langkah selanjutnya," kata Wathoni.

Ia menambahkan, peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh satuan pendidikan di Lombok Timur agar lebih mengutamakan keselamatan siswa serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

"Kami mengingatkan seluruh kepala sekolah, pengawas, dan UPTD agar setiap program sekolah terkoordinasi dengan baik. Jangan sampai ada sekolah yang berjalan sendiri tanpa koordinasi. Keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama," pungkasnya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh sekolah untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), serta memastikan setiap kegiatan yang melibatkan siswa dilaksanakan sesuai regulasi demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Selasa, 02 Juni 2026

Mendikdasmen Respons Cepat, Dua SD Rusak Berat di Lombok Timur Segera Direhabilitasi

Okenews.net- Kabar baik datang bagi dunia pendidikan di Lombok Timur. Dua sekolah dasar yang mengalami kerusakan berat, yakni SDN 5 Kotaraja dan SDN 1 Jerowaru, dipastikan akan segera mendapatkan penanganan dari pemerintah pusat.

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, usai melakukan pertemuan dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Abdul Mu’ti di Jakarta, Selasa (2/6).

Menurut Bupati, kondisi kedua sekolah tersebut mendapat perhatian langsung dari Menteri Dikdasmen. Bahkan, Menteri Abdul Mu’ti disebut telah memberikan arahan kepada jajarannya agar proses penanganan dapat segera dilakukan.

“Alhamdulillah, sekolah dasar kita yang mengalami rusak berat di Jerowaru dan Kotaraja langsung direspons. Pak Menteri memberikan direktif kepada jajarannya untuk segera menindaklanjuti penanganannya dalam waktu dekat,” ujar Haerul Warisin.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, Bupati memaparkan kondisi sejumlah sekolah di daerah tersebut yang masih mengalami kerusakan, baik kategori sedang maupun berat. Ia berharap pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen dapat mengakomodasi program revitalisasi sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa serta tenaga pendidik.

Selain menyampaikan kebutuhan rehabilitasi sarana pendidikan, Pemkab Lombok Timur juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan lingkungan dan budaya pendidikan yang mendukung proses pembelajaran mendalam dan berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut tercermin dari capaian sektor pendidikan di Lombok Timur. Pada 2025, Harapan Lama Sekolah (HLS) tercatat mencapai 14,08 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) berada di angka 7,71 tahun. Kedua indikator tersebut menunjukkan tren peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam sektor pendidikan juga telah terlihat sebelumnya melalui peresmian 87 satuan pendidikan di Lombok Timur yang selesai direvitalisasi pada pertengahan Mei lalu.

Dengan adanya dukungan pemerintah pusat, diharapkan perbaikan SDN 5 Kotaraja dan SDN 1 Jerowaru dapat segera terealisasi sehingga aktivitas belajar mengajar berlangsung lebih aman, nyaman, dan optimal.

Sabtu, 30 Mei 2026

Peringati HKN 2026, Sekda Lotim Ingatkan Bahaya Echo Chamber bagi Pemuda

Foto: Peringatan HKN 2026

Okenews.net- Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam fenomena echo chamber di media sosial yang dapat mengancam persatuan dan mempersempit cara pandang terhadap keberagaman.

Pesan tersebut disampaikan Juaini saat menjadi narasumber dalam dialog Hari Kebangkitan Nasional (HKN) 2026 bertema “Peran Strategis Pemuda dalam Menjaga Persatuan Bangsa di Era Digital” yang digelar Komunitas Literasi dan Diskursus Politik Narasi Politik di Kedai Teduh, Kembang Sari, Selong, Jumat (29/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Juaini menyoroti besarnya potensi bonus demografi Indonesia. Saat ini sekitar 60 persen penduduk berada pada usia produktif, sementara mayoritas pengguna internet berasal dari kalangan muda.

“Ini adalah peluang besar bagi bangsa Indonesia. Pemuda harus kreatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif,” ujarnya di hadapan mahasiswa, komunitas pemuda, dan masyarakat umum.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas diri. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak menghabiskan masa produktif hanya untuk kesenangan sesaat.

“Jangan waktu muda hanya digunakan untuk foya-foya. Masa muda harus dimanfaatkan untuk belajar, membangun kapasitas diri, dan berkontribusi bagi bangsa,” tegasnya.

Juaini juga menyoroti fenomena echo chamber, yakni kondisi ketika seseorang hanya menerima informasi yang sejalan dengan pandangannya sendiri. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memicu fanatisme sempit, polarisasi, hingga sikap intoleran.

“Indonesia adalah negara yang majemuk. Kita membutuhkan pemuda yang terbuka, toleran, dan mampu menjaga harmoni sosial di tengah perbedaan. Anak muda tidak boleh menutup diri. Mereka harus aktif berdialog dan memperluas wawasan agar tidak mudah terjebak pada sikap intoleran,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai agen persatuan, pelopor literasi digital, penggerak perubahan sosial, sekaligus benteng dalam menghadapi radikalisme dan disinformasi di ruang digital.

Tak hanya itu, Juaini juga mendorong generasi muda untuk terlibat dalam proses perumusan kebijakan publik. Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam menentukan isu-isu prioritas pembangunan sangat penting agar kebijakan yang lahir benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Peran pemuda dalam agenda setting sangat penting. Anak muda harus berani terlibat dalam proses penyusunan kebijakan agar kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Dialog berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar tantangan menjaga persatuan bangsa, dampak media sosial, serta peran generasi muda dalam memperkuat demokrasi dan kebhinekaan.

Sementara itu, Direktur Narasi Politik, Ahmad, berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran politik, literasi digital, serta semangat kebangsaan di kalangan generasi muda Lombok Timur.

“Melalui forum seperti ini, kami berharap lahir pemuda yang kritis, cerdas bermedia, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan di tengah perkembangan era digital,” ujarnya.


Rabu, 20 Mei 2026

Bupati Lotim Hadiri Penamatan Santri YPP Darul Iman, Janji Bantu Ruang Kelas

Foto: Bupati Lotim Saat Menghadiri Acara Tasyakuran Penamatan Santri dan Santriwati

Okenews.net – Suasana haru dan khidmat mewarnai acara tasyakuran penamatan santri dan santriwati Yayasan Pondok Pesantren Darul Iman Wattaqwa NW Boro’ Tumbuh, Kecamatan Suralaga, Rabu (20/5). Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Lombok Timur Haerul Warisin bersama para tuan guru, wali murid, dewan guru, serta masyarakat sekitar.

Mengusung tema “Membentuk Generasi Sukses di Era Globalisasi, Cerdas Spiritual dan Cerdas Sosial,” acara penamatan berlangsung penuh semangat dan doa bagi masa depan para santri.

Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana damai dan aman di Lombok Timur. Menurutnya, kondisi daerah yang tenteram menjadi modal utama dalam membangun pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin Lombok Timur tetap damai, masyarakat bisa bekerja dengan baik, hidup aman dan tenteram,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan pondok pesantren yang dinilai memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus membantu pemerintah dalam pendidikan moral masyarakat.

“Kalau tidak ada pondok pesantren, tentu pemerintah akan sangat berat memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena itu kami sangat bersyukur dengan keberadaan pesantren,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati turut membuka peluang bantuan hibah untuk pembangunan ruang kelas tambahan di lingkungan yayasan. Ia meminta pihak pengurus segera mengajukan proposal agar pembangunan dapat dibantu pemerintah daerah.

“Silakan ajukan proposal, nanti akan kami bantu dana hibah untuk pembangunan ruang kelas,” tegasnya.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan para santri agar terus menjaga akhlakul karimah dan menjauhi penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Sementara itu, Sekretaris Umum YPP Darul Iman Wattaqwa NW Hariadi berpesan kepada seluruh santri agar tidak berhenti menuntut ilmu dan selalu menghormati guru.

“Belajar itu wajib dari lahir sampai meninggal dunia. Hormati guru agar ilmu yang diperoleh menjadi berkah,” pesannya.

Tahun ajaran 2025/2026 ini, sebanyak 131 santri dinyatakan tamat, terdiri dari 41 santri TK, 16 Madrasah Ibtidaiyah, 49 MTs, dan 25 Madrasah Aliyah.

Minggu, 17 Mei 2026

Mendikdasmen Letakkan Batu Pertama Gedung Rektorat ITSKes Muhammadiyah Selong

Foto: Sekertaris Daerah Lombok Timur Dampingi Menteri Pendidikan Dasar di Muhammadiyah Selong 

Okenews.net– Pembangunan gedung Rektorat Institut Teknologi Sosial dan Kesehatan (ITSKes) Muhammadiyah Selong resmi dimulai. Peletakan batu pertama dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti didampingi Sekretaris Daerah Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik, Ahad (17/5).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Mendikdasmen di Kabupaten Lombok Timur. Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya membangun semangat kemajuan seiring pembangunan fisik kampus.

Menurutnya, gedung yang dibangun tidak hanya menjadi simbol infrastruktur, tetapi juga harus menghadirkan semangat untuk menjadi institusi pendidikan terbaik. Ia meminta seluruh civitas akademika ITSKes Muhammadiyah Selong terus berinovasi dan terbuka terhadap perubahan.

“Jangan anti perubahan. Belajar dari yang baik dan terus berbenah agar kampus memiliki keunggulan,” ujarnya.

Ia juga mendorong kampus untuk membuka program studi yang sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Namun demikian, kualitas pendidikan tetap harus menjadi prioritas utama.

Abdul Mu’ti berharap ITSKes Muhammadiyah Selong mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan daerah, termasuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak buruh migran yang mengalami kendala melanjutkan sekolah.

Sementara itu, gedung rektorat yang dirancang tiga lantai tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sembilan bulan. Kehadiran gedung baru diharapkan menjadi penguat visi pengembangan kampus Muhammadiyah di Lombok Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat pendidikan Provinsi NTB, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTB, Kepala UPT Dikdasmen NTB, Kepala BPMP, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, serta jajaran organisasi Aisyiyah Lombok Timur.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi