www.okenews.net: Pilkades
Tampilkan postingan dengan label Pilkades. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkades. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Oktober 2026

Sekda Lotim Tegaskan Verifikasi Bakal Calon Kades Harus Transparan dan Objektif

Okenews.net – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menekankan pentingnya transparansi, objektivitas, dan netralitas dalam proses verifikasi dokumen persyaratan bakal calon kepala desa. Seluruh panitia pemilihan diminta menjalankan tahapan tersebut sesuai regulasi tanpa dipengaruhi kepentingan maupun tekanan dari pihak tertentu.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, saat mengikuti rapat koordinasi secara daring terkait verifikasi dokumen persyaratan bakal calon kepala desa, Senin (27/10).

Rapat yang dipimpin Sekda selaku Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Kabupaten tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Bagian Hukum, panitia pilkades dari 157 desa, serta panitia pengawas tingkat kecamatan.

Dalam arahannya, Juaini Taofik mengingatkan bahwa kewenangan verifikasi berada pada panitia pemilihan tingkat desa. Karena itu, setiap hasil pemeriksaan administrasi harus disampaikan secara terbuka kepada masing-masing bakal calon.

Bagi bakal calon yang dinyatakan belum memenuhi syarat (TMS), panitia perlu memberikan penjelasan melalui mekanisme klarifikasi. Dengan demikian, setiap pihak dapat memahami secara jelas alasan suatu dokumen atau persyaratan dinyatakan belum memenuhi ketentuan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari unsur aparatur sipil negara (ASN), baik PNS maupun PPPK, perangkat desa, anggota BPD, serta panitia pemilihan desa.

Berdasarkan hasil konsultasi, dukungan KTP dari unsur tersebut tidak dapat diperhitungkan sebagai dukungan bakal calon. Ketentuan ini berkaitan dengan kewajiban menjaga netralitas sebagaimana diatur dalam PP Nomor 94 Tahun 2021 dan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.

Selain itu, rapat juga membahas peluang perbaikan dokumen administrasi. Panitia masih dapat memberikan kesempatan klarifikasi terhadap dokumen yang telah dilampirkan, tetapi belum lengkap atau belum sempurna. Namun, kesempatan tersebut tidak berlaku untuk persyaratan yang sama sekali tidak disertakan maupun ketentuan yang secara tegas diwajibkan dalam regulasi.

Persyaratan pendidikan juga menjadi perhatian khusus. Setiap bakal calon kepala desa diwajibkan memiliki pendidikan minimal tamat SMP atau sederajat. Oleh sebab itu, keabsahan ijazah harus dapat dibuktikan melalui dokumen yang sah.

Juaini mengingatkan agar panitia tidak mengganti persyaratan yang telah ditetapkan dalam peraturan daerah maupun peraturan bupati dengan dokumen lain yang tidak dibenarkan oleh ketentuan.

Ia juga meminta seluruh panitia tidak ragu melakukan konsultasi apabila menghadapi persoalan teknis maupun administrasi. Koordinasi dapat dilakukan dengan panitia di tingkat kecamatan, panitia pengawas, hingga panitia kabupaten agar setiap keputusan memiliki dasar hukum yang jelas.

Pengambilan keputusan, lanjutnya, harus melalui mekanisme rapat pleno dan tidak dilakukan hanya berdasarkan keputusan pribadi ketua panitia.

Menurutnya, prinsip ketidakberpihakan atau imparsialitas harus menjadi pegangan seluruh penyelenggara pilkades. Panitia tidak boleh membedakan bakal calon berdasarkan jumlah pendukung, kekuatan massa, maupun kepentingan politik tertentu.

Dengan pemahaman regulasi yang sama, proses verifikasi diharapkan berjalan profesional, adil, dan memberikan ruang klarifikasi secara proporsional kepada seluruh bakal calon.

Adapun verifikasi dokumen persyaratan bakal calon kepala desa dijadwalkan mulai 28 Oktober 2026, setelah masa pendaftaran resmi ditutup pada 27 Oktober 2026.

Kamis, 22 Oktober 2026

Hulyani Usung Semangat TANGGUH, Dorong Desa Danger Lebih Transparan dan Mandiri

Okenews.net- Bakal calon Kepala Desa Danger, Hulyani, S.KH., mulai memantapkan langkah menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027. Mengusung tagline Bersama Menuju Desa Danger TANGGUH, Hulyani menawarkan konsep pembangunan desa yang menitikberatkan pada transparansi tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pemberdayaan masyarakat.


Hulyani mengatakan, kontestasi Pilkades tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan jabatan kepala desa. Menurutnya, momentum demokrasi tersebut juga harus menjadi ruang mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.


"Ini proses demokrasi yang menjadi ruang bagi kita, tidak hanya berbicara tentang kompetisi, tetapi juga ruang untuk bersilaturahmi dan mendekatkan diri, khususnya bagi kita yang ada di Desa Danger," kata Hulyani, Kamis 22/10


Dia mengakui setiap bakal calon kepala desa memiliki pandangan dan konsep masing-masing dalam membangun desa. Karena itu, Hulyani bersama para pendukungnya yang tergabung dalam Sahabat TANGGUH ingin membawa semangat kebersamaan untuk mewujudkan pembangunan Desa Danger yang lebih baik.


Menurutnya, ada tiga hal utama yang menjadi perhatian dalam konsep pembangunan yang ditawarkan.


Pertama, mendorong transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa. Hulyani menilai keterbukaan menjadi bagian penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.


Kedua, meningkatkan kualitas SDM sebagai salah satu faktor penunjang pelayanan kepada masyarakat. Dia menilai aparatur desa perlu memiliki kapasitas yang memadai agar mampu memberikan pelayanan secara maksimal.


Selain itu, Hulyani menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam membangun desa. Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan satu orang atau kelompok tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


Ketiga, memperkuat pemberdayaan masyarakat yang berdampak pada kemandirian desa. Dia mendorong seluruh sektor dan potensi yang dimiliki Desa Danger agar dikembangkan melalui kolaborasi dan sinergi antarelemen.


"Pemberdayaan harus berdampak terhadap kemandirian desa. Semua sektor yang ada di Desa Danger perlu dikembangkan dengan semangat kebersamaan dan sinergitas. Semua elemen harus terlibat, karena kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri," ujarnya.


Ajak Masyarakat Bersatu di Tengah Keterbatasan Anggaran


Hulyani mengatakan, semangat TANGGUH juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk tetap bersatu dalam menghadapi tantangan pembangunan desa, terutama di tengah kondisi anggaran yang terbatas.


Menurutnya, pembangunan desa membutuhkan strategi, kerja sama, dan kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar program yang direncanakan dapat berjalan secara optimal.


Dia menilai sinergi dengan pemerintah daerah dan anggota DPRD menjadi salah satu hal penting untuk mendukung pembangunan Desa Danger ke depan.


"Kita harus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, teman-teman anggota dewan, serta seluruh elemen masyarakat. Komunikasi yang baik dan sinergitas harus dibangun agar kita bisa bersama-sama membangun desa di tengah kondisi anggaran yang ada," jelasnya.


Hulyani berharap seluruh masyarakat dapat mengambil bagian dalam proses pembangunan, tanpa membedakan pilihan politik dalam kontestasi Pilkades.


Baginya, semangat kebersamaan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan pembangunan, termasuk dampak kebijakan pemerintah pusat yang melakukan pemangkasan anggaran.


Siap Menang dan Siap Kalah


Terkait persaingan dalam Pilkades serentak 2027, Hulyani menyatakan kesiapannya menerima apa pun hasil dari proses demokrasi tersebut.


Dia menegaskan bahwa setiap calon harus memiliki sikap dewasa dalam berdemokrasi, baik ketika memperoleh kemenangan maupun saat harus menerima kekalahan.


"Siapa pun dia, menang harus siap, kalah pun harus siap, karena dalam sebuah proses tidak mungkin semua akan menang. Kami bersama Sahabat TANGGUH siap menerima apa pun hasil dari proses yang ada," tegasnya.


Hulyani berharap Pilkades Desa Danger dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan dan menentukan arah pembangunan desa ke depan.


Melalui semangat Bersama Menuju Desa Danger TANGGUH, dia ingin mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, pelayanan publik yang lebih baik, serta pemberdayaan masyarakat demi mewujudkan desa yang lebih mandiri.

Rabu, 21 Oktober 2026

Bikin Kejutan di Bintang Rinjani, Abdul Fatah Daftar Kades Tawarkan Surat Gratis hingga Jaminan Sosial Lansia

Okenews.net- Peta Pilkades Bintang Rinjani 2027-2035 berubah. Abdul Fatah resmi mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa pada Senin 19 Oktober 2026 dan langsung mencuri perhatian dengan program yang tak biasa.

Diantar barisan pendukungnya ke sekretariat panitia, Abdul Fatah datang membawa tagline sederhana namun mengena: Maju Bersama Membangun Desa.

"Bintang Rinjani tidak bisa dibangun sendiri. Harus maju bersama dengan masyarakat," ujarnya lantang.

Tak seperti calon yang sibuk menebar janji infrastruktur megah, Abdul Fatah justru menyentuh dua hal yang paling sensitif bagi warga desa: transparansi anggaran dan biaya surat menyurat.

Ia menjanjikan APBDes dipublikasikan secara terbuka, bisa diakses semua warga. Bahkan pelayanan administrasi di kantor desa, termasuk surat jual beli tanah antar warga desa, digratiskan 100 persen tanpa pungli.

Gebrakan lainnya ada di sektor jaminan sosial. Ia menyiapkan program pendaftaran warga usia 61-64 tahun ke BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran ditanggung penuh pemerintah desa, plus santunan kematian bagi warga yang belum ter-cover.

"Selama ini bantuan sering tidak tepat sasaran. Kita akan data ulang warga miskin, supaya yang berhak benar-benar menerima," tegasnya.

Visi besarnya adalah mewujudkan Desa Bintang Rinjani yang Maju, Mandiri, Religius, Sejahtera dan Berkeadilan. Untuk itu ia meramu 7 misi Maju Bersama: pemerintahan bersih dan melayani, pembangunan merata hingga pelosok dusun, ekonomi desa bergerak lewat BUMDes dan UMKM, kesehatan dan pendidikan yang peduli ibu hamil hingga guru PAUD, penguatan sosial keagamaan, keamanan lingkungan dengan siskamling aktif, dan pembangunan untuk semua golongan tanpa terkecuali.

Ia juga menyentil praktik pemerintahan bayangan yang kerap terjadi di desa.

"Tidak boleh ada pimpinan di balik pimpinan. Desa ini harus dipimpin oleh kepala desa yang dipilih rakyat, bukan dikendalikan kelompok di belakang layar," katanya.

Di akhir, ia menitip pesan damai untuk semua kontestan Pilkades.

"Apapun pilihannya nanti, kita tetap satu keluarga, warga Desa Bintang Rinjani," pungkasnya.

Dikawal Ratusan Warga, Ainuddin Usung Misi Perubahan untuk Desa Tumbuh Mulia

Okenews.net- Ratusan warga mengiringi langkah Ainuddin saat mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Tumbuh Mulia. Dengan dukungan masyarakat dan pengalaman panjang dalam pemerintahan desa, ia membawa misi mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, transparan, dan berdaya melalui semangat gotong royong.


Kedatangan Ainuddin di sekretariat Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tumbuh Mulia disambut langsung oleh Ketua Panitia, Makruf. Ia menjadi salah satu pendaftar awal setelah tahapan pencalonan resmi dibuka pada 15 Oktober 2026.


Keputusan Ainuddin maju dalam kontestasi Pilkades tidak terlepas dari pengalamannya mengabdi kepada masyarakat sejak 2012. Ia pernah terlibat dalam Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), hingga menjabat sebagai kepala wilayah.


Pengalaman tersebut menjadi bekal baginya untuk mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih terbuka, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.


“Desa ini harus maju dengan cara kita sendiri, melalui gotong royong, kejujuran, dan keterbukaan. Berbeda pilihan itu biasa, tetapi kekeluargaan harus tetap kita jaga,” tegas Ainuddin di hadapan para pendukungnya.


Ainuddin mengusung visi mewujudkan Desa Tumbuh Mulia yang mandiri, sejahtera, transparan, dan berdaya melalui gotong royong serta pemberdayaan masyarakat.


Untuk merealisasikan visi tersebut, ia menyiapkan 10 misi utama. Di antaranya membangun pemerintahan desa yang amanah dan terbuka, menghadirkan pelayanan administrasi yang cepat tanpa pungutan liar, serta memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kelompok tani.


Ia juga menaruh perhatian terhadap kelompok masyarakat rentan, seperti lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan anak yatim, agar mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan dan kemampuan desa.


Sejumlah program unggulan turut disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satunya Gerakan Desa Gotong Royong, yang mendorong partisipasi warga dalam menjaga kebersihan dan lingkungan melalui kegiatan kerja bakti secara sukarela.


Selain itu, terdapat program Desa Produktif dan Mandiri melalui pendataan serta promosi digital UMKM, Gerakan Pekarangan Produktif untuk mendukung ketahanan pangan keluarga, dan Pelayanan Desa Terbuka yang memberikan akses informasi serta menyediakan saluran pengaduan masyarakat.


Ainuddin juga menawarkan program Desa Peduli dan Berjejaring untuk memperluas akses masyarakat terhadap berbagai program bantuan dan peluang kerja sama, baik dari pemerintah maupun dunia usaha.


Menurutnya, seluruh program tersebut harus dirancang secara realistis, sesuai kewenangan pemerintahan desa dan kemampuan keuangan yang sah. Pembangunan desa, kata dia, tidak boleh hanya bergantung pada Dana Desa, tetapi juga perlu didukung oleh kreativitas, partisipasi masyarakat, dan pengembangan potensi lokal.


Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Tumbuh Mulia, Makruf, mengingatkan seluruh pihak agar menjadikan pesta demokrasi tingkat desa sebagai sarana menentukan pemimpin, bukan menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat.


“Pilkades ini milik kita bersama. Mari jaga damai,” ujarnya.


Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perbedaan dukungan dan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, persaudaraan dan kebersamaan masyarakat harus tetap menjadi prioritas.


Dengan membawa pengalaman pengabdian dan sejumlah gagasan pembangunan, Ainudin berharap Pilkades Tumbuh Mulia dapat menjadi momentum untuk memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus mendorong desa menuju masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera.

Jumat, 08 September 2023

Pilkades Serentak, Pemkab Dompu Berharap Para Calon Jaga Kondusifitas

 


Okenews.net-para calon Kepala Desa (Kades) yang mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 23 Oktober 2023 diharapkan bisa mewujudkan Pilkades yang aman dan damai.

"Mewujudkan Pilkades Damai tidak hanya menjadi tugas panitia, namun para calon kepala desa serta simpatisan harus sepakat mewujudkan Pilkades Damai di Dompu," kata Asisten I Setda Dompu, Burhan.

Ia mengatakan, untuk menciptakan Pilkades di 33 desa berjalan aman dan damai, pihaknya selaku panitia Pilkades kabupaten telah melakukan pelatihan kepada panitia ditingkat desa. Selain itu, telah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk sama-sama mendukung Pilkades yang aman dan damai untuk kemajuan bersama.

"Pilkades 2023 akan berjalan aman dan damai, jika semua komponen tetap berkomitmen untuk mendukung kegiatan tersebut," katanya.

Ia juga berharap kepada para calon kepala desa untuk siap mewujudkan Pilkades yang aman dan damai dengan melakukan kampanye sesuai dengan aturan dan tetap mengedepankan Kamtibmas.

Selain itu, panitia juga tetap berkomitmen menjalankan tugas, akan bekerja dengan sunggu-sungguh, jujur dan cermat demi suksesnya pemilihan Kepala Desa, tegaknya demokrasi dan keadilan serta mengutamakan kepentingan negara dari pada kepentingan pribadi atau golongan.

"Panitia juga diharapkan melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai panitia pemilihan kepala desa dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan peraturan," katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk sama-sama mengawasi Pilkades tersebut supaya aman dan damai dan Jagan mudah percaya dengan isu yang tidak benar, yang dapat mengganggu Kamtibmas di wilayah Kabupaten Dompu.

"Semoga Pilkades 2023 ini berjalan aman dan damai, seperti yang diharapkan semua pihak," katanya.

Adapun 33 desa yang akan melaksanalkan Pilkades serentak tahun 2023 ini diantaranya Desa Mangge Nae, Karambura, Sorisakolo, O’o, dan Desa Dorebara Kecamatan Dompu. Kecamatan Woja diantaranya Desa Serakapi, Nowa, Riwo, Saneo, Rababaka, Wawonduru, dan Desa Bakajaya. Desa Tembalo Kecamatan Pajo, Desa Jala dan Adu di Kecamatan Huu.

Kemudian, Desa Banggo, Tanju, Kwangko, Kampasi Meci, Nangatumpu, Lanci Jaya, Soriutu, dan Desa Tekasire Kecamatan Manggelewa. Desa Soro, Tolokalo, Dorokobo, dan Desa Kempo Kecamatan Kempo. Desa Doropeti, Karombo, dan Desa Kadindi Kecamatan Pekat, serta Desa Lasi, Mbuju, dan Desa Kramat Kecamatan Kilo.

Kamis, 17 Juni 2021

Quick Count Pilkades Kadindi, Petahana Raih Suara Terbanyak

Okenews - Pemilihan Kepala Desa Kadindi Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung Kamis (17/06/2021). Tiga calon bertarung merebut suara terbanyak.



Berdasarkan hasil quick count Panitia Pilkades, dari tiga calon kepala desa, Doriwanto selaku calon petahana meraih suara terbanyak yakni 1137, disusul A. Wahab Ahmad 869 suara, dan Dedi Purwanto meraih suara 621.


Ketua Panitia Pilkades Ahmad Ramli mengatakan, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) terkonfirmasi sebanyak 3.156. Jumlah suara sah sebanyak 2.627, suara tidak sah 2.


Meski demikian, Ahmad Ramli berharap agar semua masyarakat terutama pendukung calon kepala desa menunggu hasil hitungan resmi (real count) biar semua jelas.


"Saya rasa kita bersabar dulu sampai besok, setelah kita melakukan pleno resmi yang akan digelar Jum'at 18 Juni 2021 pukul 08.30 di sekretariat panitia," harapnya. 


"Jadi hasil ini adalah hasil sementara dan harapan kami kepada masyarakat ataupun simpatisan untuk tetap tenang sampai hasil pleno keluar," imbaunya. 


Disebutkan, titik lokasi tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan kepala desa periode 2021-2027 ini sebanyak 7 lokasi, sesuai dengan jumlah dusun di Desa Kadindi dan semua proses pemilihan berjalan lancar dan aman.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi