www.okenews.net: Sosial
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juli 2024

HIPMI ResmibTetapkan Ketua Umum baru, Priode 2024-2027

 

Okenews.net-- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi telah menetapkan calon Ketua Umum baru yang akan memimpin organisasi ini untuk masa bhakti 2024-2027. 

Proses penetapan ini berlangsung melalui mekanisme yang transparan dan demokratis, mencerminkan komitmen HIPMI NTB untuk terus mendorong perkembangan ekonomi dan kewirausahaan di wilayah NTB.

Setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat, panitia pemilihan HIPMI NTB akhirnya mengumumkan beberapa nama yang berhasil lolos sebagai calon Ketua Umum. Para calon ini merupakan sosok-sosok pengusaha muda yang memiliki rekam jejak dan visi yang kuat dalam memajukan dunia usaha di NTB.

Ketua Panitia Pengarah HIPMI NTB, Budi Wawan, menyatakan pihaknya bangga dengan antusias para calon ketua umum BPD HIPMI NTB masa bhakti 2024-2027.

"Kami sangat bangga dengan antusiasme dan partisipasi para anggota HIPMI NTB dalam proses MUSDA ini. Kedua calon yang telah ditetapkan telah menunjukkan kompetensi dan dedikasi yang luar biasa. Kami yakin bahwa siapapun yang terpilih nanti akan mampu membawa HIPMI NTB ke arah yang lebih baik, bertanding untuk bersanding," kata Budi Wawan dalam keterangan resminya pada Rabu (17/7/2024).

Berikut dua calon Ketua Umum HIPMI NTB (Urutan penyebutan nama berdasarkan waktu pendaftaran) yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:

1. Ismed Fathurrahman Maulana

2. Azizah Awaliah Hadi

Proses tahapan dan jadwal MUSDA XV Ketua Umum HIPMI NTB ini akan dilanjutkan dengan pemaparan visi dan misi oleh masing-masing calon pada tanggal 17 Juli 2024. Pemungutan suara akan dilakukan pada Musyawarah Daerah XV HIPMI NTB yang rencananya digelar pada Agustus 2024.

HIPMI NTB berharap bahwa Ketua Umum yang terpilih nantinya dapat membawa kekuatan sinergi dan inovasi baru bagi organisasi, serta mampu mengembangkan potensi ekonomi daerah dan memperkuat jaringan pengusaha muda di NTB.

Selasa, 16 Juli 2024

HIPMI NTB Resmi Tutup Pendaftaran Calon Ketua

 

Okenews.net--Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menutup pendaftaran bakal calon Ketua Umum pada hari ini, Senin 15 Juli 2024, Pukul 00.00 Wita. 

Proses pendaftaran yang berlangsung selama seminggu telah menarik beberapa kader yang berminat sebagai Calon Ketua Umum. 

Ketua Panitia Pengarah MUSDA XV HIPMI NTB Budi Wawan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh bakal calon yang telah mendaftarkan diri dan berpartisipasi dalam proses demokrasi internal HIPMI NTB.

"Kami sangat menghargai antusiasme dan semangat para pengusaha muda yang ingin berkontribusi dalam memajukan organisasi ini. Kami yakin dengan partisipasi aktif dari semua pihak, HIPMI NTB akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggotanya," ujar Bewe sapaan akrabnya, Selasa 16 Juli 2024

Bewe mengatakan,  dalam proses pendaftaran kali ini, HIPMI NTB menerima pendaftaran dari pertama saudara Ismed Fathurrahman Maulana dan Azizah Awaliah Hadi.

Selanjutnya,  Panitia Pengarah akan segera melakukan verifikasi dan validasi administrasi untuk memastikan bahwa semua calon memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan

"selanjutnya ditetapkan sebagai Calon Ketua Umum BPD HIPMI NTB periode 2024-2027," imbuhnya. 

Bewe menambahkan Proses verifikasi dan penetapan Calon Ketua Umum BPD HIPMI NTB ini akan dilanjutkan dengan tahap kampanye dan debat kandidat, talkshow dan kuliah umum yang akan memberikan kesempatan bagi calon untuk memaparkan visi dan misinya serta menjawab pertanyaan dari anggota HIPMI NTB. 

"Tahap kampanye ini dijadwalkan akan berlangsung satu kali saja dengan dihadiri oleh semua komponen BPC HIPMI se-NTB baik secara offline dan online sebelum pemilihan dilakukan," kata Bewe

Terpisah, Ketua Umum BPD HIPMI NTB, I Putu Dedy Saputra menambahkan,    Pemilihan Ketua Umum HIPMI NTB yang baru diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang mampu membawa organisasi ini semakin maju dan berkontribusi positif bagi perekonomian daerah.

"Ketua Umum terpilih nantinya akan memiliki tugas dan tanggung jawab besar dalam mengembangkan potensi pengusaha muda di NTB serta menjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah dan berbagai stakeholders lainnya," papar I Putu Dedy Saputra Ketua

Selanjutnya Ketum Dedy , Panggilan Akrab I Putu Dedy Saputra  mengajak seluruh anggota untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pemilihan dan memberikan suara terbaiknya demi masa depan HIPMI NTB yang lebih baik.

"Dengan berakhirnya masa pendaftaran ini, HIPMI NTB berharap agar seluruh anggota tetap solid dan mendukung proses pemilihan yang berlangsung secara demokratis dan transparan," pungkas Ketum Dedy.

Senin, 15 Juli 2024

Optimalisasi Pengelolaan SDA, Ini Gagasan Cemerlang Tuan Guru Fatihin

 

Okenews.net-- Kemiskinan dan Kebodohan merupakan hal utama yang harus diperangi di negeri ini, termasuk di Kabupaten Lombok Timur. Oleh karenanya, peran pemerintah sangat penting untuk fokus membangun sektor pengerak ekonomi dan sektor pendidikan di daerah.

Sumber Daya Alam (SDA) mesti dikelola secara optimal dan berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) harus terus ditingkatkan dari masa ke masa.

"Untuk kemaslahatan ummat, khalayak masyarakat Lotim secara luas, maka kuncinya dua itu ; SDA dikelola dengan baik dan optimal kemudian SDM kita tingkatkan kapasitasnya baik lewat pendidikan formal maupun non formal," kata Ketua STMIK Syaikh Zainuddin NW, TGH Khairul Fatihin, Minggu 14 Juli 2024

Menurut TGH Fatihin, SDA Lombok Timur sangat luar biasa kaya dan beragam. Potensinya menyebar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga bahari.

Lotim juga mendapat berkah alam luar biasa dengan Gunung Rinjani sebagai ikon yang bukan saja kaya akan local wisdom, tapi juga membawa daerah ini kesohor hingga mancanegara.

SDA sangat luar biasa. Artinya Lotim ini bukan hanya daerah yang terbanyak penduduknya di NTB, tetapi juga potensi SDA-nya sangat komplit. 

Tinggal bagaimana kedua hal ini diakselerasi pembangunannya, yakni pengelolaan SDA dan peningkatan SDM. 

"Insya Allah dua kunci ini akan membuat Lotim yang sama sama kita cintai ini akan semakin maju dan bermartabat ke depan," papar TGF, sapaan karib Tuan Guru Fatihin.

Cucu Pahlawan Nasional, Maulauna Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ini menilai, arah pembangunan Lotim saat ini sudah cukup baik. 

Namun, tanpa menafikan keberhasilan kepemimpinan terdahulu, TGF mengatakan perlu ada akselerasi atau langkah percepatan untuk Gumi Patuh Karya ini agar bisa lebih baik lagi ke depan.

TGF mencontohkan, sumber daya bahari di Lombok Timur adalah salah satunya. Potensinya luar biasa, Lotim memiliki panjang garis pantai  mencapai 220 km²  dengan sejumlah Kecamatan pesisir  dan 35 pulau-pulau kecil atau Gili.

Di dalamnya ada potensi perikanan tangkap, budidaya udang dan lobster, budidaya mutiara, budidaya rumput laut, dan tentu saja potensi pariwisata yang luas.

Potensi bahari ini ke depan harus ada akselerasi. Bukan hanya mengundang minat invetasi, tetapi SDA yang ada harus didorong untuk dapat dikelola  dan dimanfaatkan oleh masyarakat. 

"Tugas pemerintah ke depan itu memberikan dukungan, peningkatan SDM, dan bantuan yang diberikan dalam mensupport termasuk merubah mindset berpikir masyarakat pesisir untuk lebih kreatif," katanya.

Gagasan cemerlang TGF itu cukup make sense. Sebab akan menjadi ironi jika di daerah yang kaya akan potensi SDA, namun jumlah penduduk miskin tak juga mampu terentaskan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Timur mencatat, jumlah penduduk miskin di Lotim kembali meningkat.

Pada tahun 2021 jumlah penduduk miskin di Lotim sebanyak 190.840 jiwa atau 15,38 persen, kemudian menurun menjadi 189.640 jiwa atau 15,14 persen di tahun 2022, namun kembali meningkat di tahun 2023 menjadi 197 630 jiwa atau 15,63 persen.

Data yang sama menunjukan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Lombok Timur pada 2021 sebesar 2,88 poin, kemudian 2022 sebesar 2,58 poin, dan meningkat signifikan menjadi 3,57 poin di tahun 2023.

Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Lotim tercatat 0,88 poin di tahun 2021, 0,85 poin di tahun 2022, kemudian meningkat signifikan di tahun 2023 menjadi 1,16 poin.

Padahal jumlah APBD Lotim terus meningkat dari tahun ke tahun selaras dengan peningkatan jumlah penduduknya.

Data terakhir menyebutkan jumlah penduduk Lombok Timur hampir mencapai 1,4 juta jiwa. Sementara APBD Lotim tercatat meningkat dari sekitar Rp 2.8 Triliun di tahun 2023 menjadi Rp.3.4 Triliun di tahun 2024.

TGH Khairul Fatihin mengatakan, akselerasi pembangunan Lombok Timur harus segera dilakukan, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan di Lombok Timur.

"Karena itu lah, sejak dulu niniknda kami Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, berjuang melalui NW untuk mendorong dakwah, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi. Tiga aspek penting dalam kehidupan, berbangsa dan bernegara. Dan ini masih sangat relevan saat ini," ujarnya.

TGF menekankan, jangan sampai Lotim terbranding sebagai daerah penghasil tembakau dan lobster terbaik nasional, sementara di lain sisi juga masih terstigma sebagai daerah kantung kemiskinan dan pengirim TKI terbesar.

"Insha Allah, semua akselarasi pembangunan baik SDA dan SDM ini yang akan kami prioritaskan jika kelak diberi amanah di Lombok Timur ini," katanya.

Profil Singkat TGF

Tuan Guru Fatihin (TGF) bernama lengkap TGH Lalu Gede Muhammad Khairul Fatihin, merupakan Ketua PBNW Provinsi NTB yang sudah menyatakan maju di Pilkada Lombok Timur 2024.

TGH Fatihin lahir di Kota Mataram pada 17 November 1990. Ia merupakan putra bungsu dari pasangan Lalu Gede Wiresentane dan Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid.

TGF adalah cucu pahlawan nasional dan pendiri NW, Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

TGH Fatihin merupakan adik kandung Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) TGKH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani.

TGH Fatihin menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Dakwah IAIH NW Lombok Timur pada tahun 2012.

Pada tahun yang sama, dia menyelesaikan pendidikan di Ma'had Darul Qur'an Wal-Hadits (MDQH) Nahdlatul Wathan Anjani dan memperoleh gelar Q.H.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, TGF ke Makkah melanjutkan pendidikan ke Madrasah legendaris dan tertua di Mekah yaitu Madrasah Al-Shaulatiyah, mengikuti jejak kakeknya.

Sepulang dari Makkah, TGF melanjutkan pendidikan Magister di STIE YAPAN Surabaya dan selesai pada 2019.

Saat ini, TGF menjabat Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Anjani Lombok Timur sekaligus sebagai Masyaikh Ma'had Darul Qur'an Wal-Hadits (MDQH) Nahdlatul Wathan Anjani.

Pengalaman organisasi mengisi masa muda TGF sejak di bangku sekolah dan kuliah.

Seperti menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIH NW Lombok Timur hingga Ketua Senat MDQH NW Anjani.

Fatihin dipercaya sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) Provinsi NTB selama 2 (dua) periode sejak 2019 hingga saat ini.

Jajal Lomba Marching Band Nasional, Tim Marching Band MAN Lotim Rebut 4 Juara

Tim marching band MAN 1 Lotim yang juara di Bali
Okenews.net - Guna menambah pengalaman, mental, dan meningkatkan kemampuannya, tim marching band Tala Syiar MAN 1 Lotim mengikuti lomba marching band tingkat nasional.

Lomba yang diselenggarakan Universitas Udayana Bali itu berlangsung 11 sampai 13 Juli 2024 bertempat di Gor Debes Tabanan Bali diikuti berbagai tim marching band terbaik di Bali dan Pulau Jawa. 

Termasuk tim marching band Tulung Agung Jawa Timur sebagai tim marching band yang selalu meraih juara di tingkat nasional.

Pada lomba yang dibiayai secara penuh oleh pihak madrasah ini bertajuk Langgam Indonesia XXXVI / 2024 mempertandingkan berbagai mata Lomba.

Di antaranya, Display, Konser, Stred Parade, Drumline Battle, Brass Ansambel, Individual Percussion, individual Brass, dan Individual Colur Guard. 

Di lomba ini tim marching band MAN 1 Lotim di bawah binaan M Sayuti, Rois Bukhori dan Yuzi Ruyanto ini mengikuti dua mata lomba yakni Brass Ansamble dan Individual Percussion. 

Pada lomba ini tim marching band MAN 1 Lotim sukses meraih empat prestasi juara yakni; Juara 3 Individual Multitom devisi senior diraih Lalu Adriansyah, juara 2 penyajian pencapaian Ansamble Brass, juara 2 penguasaan Materi Ansamble brass Devisi Senior dan Peringkat Umum 2 Ansamble Brass.

Atas torehan prestasi membanggakan ini, kepala MAN 1 Lotim M Nurul Wathoni menyatakan rasa syukur dan apresiasi kepada tim marching band yang telah raih juara.

"Prestasi yang membanggakan karena tim marching band MAN 1 Lotim baru pertama kali mengikuti lomba tingkat nasional dan sukses membawa ragam juara," ujarnya, Senin (15/07/2024).

Tentu prestasi ini menjadi motivasi dan penyemangat untuk semakin memaksimalkan pembinaan termasuk bisa tampil dalam mengisi berbagai event agar kemampuan siswa bisa semakin baik dan semakin mampu bersaing di kancah nasional di masa datang.

Suksesnya tim marching band ini mengikuti lomba di Bali tentu tidak lepas dari semangat pembina dan tim siswa yang secara tekun melakukan latihan rutin termasuk dukungan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Denpasar.

"BDK Denpasar telah memberikan kami kemudahan dalam urusan penginapan tim siswa kami termasuk transportasinya. Dukungan yang luar biasa, semoga berkah  dan menjadi jariyah bersama untuk kemajuan madrasah ke depan," ungkap Wathoni.

Sabtu, 13 Juli 2024

Forum BKD Silaturrahmi dengan BKD Se-Lombok Timur

 

Okenews.net-- Forum Komunikasi Badan Keamanan Desa Lombok Timur adakan kegiatan silaturahmi denga seluruh anggota Badan Keamana Desa ( BKD) se - Lombok Timur, Sabtu, 13/7/2024

Kegiatan acara silaturahmi yang diadakan di Lapangan Umum Desa Aik Dewa tersebut turut hadir Camat Desa Pringgasela Lukmanun Hakim, kepala desa Aik Desa Sosisawan Putra, Kapolsek Pringgasela, Danposramil peringgasela, bersama ketua Forum Kepala desa Lombok timur

Rangkaian acara yang di laksanakan mulai puku 14.30 wita tersebut di awali dengan pembukaan acara lalu di lanjutkan dengan menyanyikan lagu kembangsaan indonesia raya kemudian di lanjutkan dengan sambutan - sambutan.

Kepala Desa Aik Dewa Sosiawan Putra dalam sambutannya menyampaikan ucapan trimakasih dan rasa bangganya terhadap seluruh anggota BKD atas pengabdiannya kepada desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban di desanya masing- masing.

Camat Peringgasela Lukmanul Hakim pada rangkaian acara sambutan menyampaikan harapannya kepada pihak terkait dalam hal ini pemerintah daerah kabupaten Lombok Timur untuk memperhatikan kesejahteraan anggota BKD yang ada di masing - masing desa.

Disampaikan juga dalam sambutannya anggota BKD sangat membantu menjaga kelancaran setiap kegiatan - kegiatan yang diadakan di masing - masing desa.

Senin, 08 Juli 2024

Polres Lombok Utara Lakukan Patroli Dialogis Malam Hari

Iptu I Gusti Made Suarjaya

Okenews.net--Satuan Samapta Polres Lombok Utara terus meningkatkan kegiatan preventip multi sasaran untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kegiatan patroli malam hari.

Selain melakukan patroli, ia memberikan imbauan Kamtibmas kepada seluruh masyarakat di wilayah Hukum Lombok Utara pada minggu malam, 07/07/2024.

Saat patroli, petugas mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menciptakan Sitkamtibmas yang aman dan kondusif.

Kasat Samapta IPTU I Gusti Made Suarjaya mengatakan, Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K, M.Si. telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk meningkatkan  kegiatan patroli dialogis malam hari.

“Kegiatan ini merupakan  wujud hadirnya anggota Polri di tengah masyarakat ketika warga sedang beristirahat. Karena pada jam - jam tersebut sering dimanfaatkan para pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya,” Ujar Gusti Jaya

“Patroli dialogis malam hari ini selain sasaran pemukiman warga, petugas juga melaksanakan patroli ketempat strategis meliputi Bank, Tempat Tongkrongan, Pelabuhan Bangsal serta Lokasi lainnya yang memerlukan kehadiran Polri saat malam hari,” Imbuhnya.

Oleh sebab itu petugas patroli secara masif melaksanakan patroli dengan metode multi sasaran guna memastikan wilayah hukum Polres Lombok Utara aman dan terhindar dari potensi terjadinya gangguan kamtibmas maupun kriminalitas.

Jumat, 05 Juli 2024

Pj Bupati Juaini Taofik Ajak Masyarakat Lombok Timur Sukseskan PIN

 

Kegiatan senam dan sosialisasi PIN Polio 2024
Okenews.net-- Penjabat Pj Bupati Lombok Timur H. M Juaini Taufik ajak seluruh lapisan masyarakat untuk mensukseskan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2024.

Hal Itu disampaikannya saat mengikuti kegitan Sosialisasi Pekan Imunisasi Nasional Polio yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Jumat, 05/07/2024

Sosialisasi tersebut turut dihadiri, Pj Sekda, seluruh Kepala Dinas dan seluruh Kepala Puskesmas di kabupaten Lombok Timur dirangkai dengan senam pagi bersama, dihalaman Kantor Dinas Kesehatan Lombok Timur, 

Pj Bupati dalam sambutanya mengajak seluruh elemen untuk sama sama berperan aktif dalam mensukseskan pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional Polio pada 2024 mendatang, diingatkannya juga jumlah sasaran pada pekan Polio Tersebut lumayan besar dengan sasaran 210.458 anak, dari Usia 0 sampai 7 Tahun

"Sasaran kita jumlahnya lumayan besar, jadi melalui kesempatan yang baik ini, mari kita Gass Bersama",ajaknya.

Dikatakannya juga, Faktor yang harus menjadi perhatian bersama dalam menjaga kesehatan ditegah masyarakat ialah faktor lingkungan, menurutnya, lingkungan yang kurang baik kerap menjadi faktor berkembangnya virus jahat",ungkapnya

Ditegaskanya juga, soal kesehatan dan kesadaran masytakat akan kebersihan lingkungan harus terus disosialisasikan, dan tak kalah penting juga pelayanan yang maksimal harus terus di perbaiki.

"Tantangan kita hari ini ialah kualitas pelayanan kita yang paling utama. Jadi kata kunci yang harus kita perjuangan adalah kualitas pelayanan",tegasnya

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesahatan Lombok Timur Pathurrahman menyampaikan, sampai saat Ini Kasus Polio di Lombok Timur masih Nol. Namun tetap akan dilakukan upaya upaya pencegahan dengan dilakukannya Imunisasi.

"Walaupun Lombok Timur kasus Polio Masih Nol. Kita akan terus berupaya untuk melakukan pencegahan, dengan mengikhtiarkanya lewat imunisasi", ungkapnya.

Menurunya juga, selain imunisasi, sosialisasi bahaya Polio juga harus tetap di ingatkan, demi kesadaran ditengah masyrakat.

"Dengan mengundang teman teman media, semoga jangkauan sosialisasi juga akan menjadi semakin luas, guna memerangi polio bersama", tutupnya 

Diahir acara, Pj Bupati juga turut menyerahkan bantuan, 37 Unit Laptop untuk entri data petugas Gizi, 2 Unit Ambulance untuk puskesmas, dan 140 Unit Oksigen konsentrat dari Kementrian Kesehan RI.

Kamis, 04 Juli 2024

Puskesmas Sembalun Pertama Gunakan Starlink Milik Elon Musk di NTB

Starlink Puskesmas Sembalun
Okenews.net--Puskesmas Sembalun di Kecamatan Sembalun Lombok Timur telah menjadi fasilitas kesehatan pertama di NTB yang menggunakan layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk.

Layanan internet dari perusahaan Elon Musk ini telah memperoleh izin untuk menyediakan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dan internet bagi masyarakat.

Elon Musk dan Presiden Jokowi telah meresmikan layanan internet berbasis satelit Starlink di Denpasar, Bali pada hari Minggu, (19/5/2024).

Kepala Puskesmas Sembalun Asrihadi menyatakan, mereka telah menggunakan Starlink selama satu minggu. Ia mengklaim bahwa Puskesmas Sembalun adalah fasilitas kesehatan pertama yang menggunakan Starlink di Lombok Timur bahkan di NTB.

"Saya mengetahui bahwa di bidang kesehatan, hanya Puskesmas Sembalun yang menggunakan Starlink di Lombok Timur, bahkan di NTB," ujar Asrihadi Kamis, 04/07/2024.

Asrihadi mengungkapkan, alasan Puskesmas memilih Starlink adalah karena kecepatannya yang sangat memadai dan stabil. Meskipun Sembalun termasuk dalam zona blank spot sinyal internet.

Sebelum menggunakan Starlink, pihak puskesmas telah meninjau video ulasan dari beberapa pengguna Starlink yang ada di media sosial dan grup Starlink.

"Sebelum membeli, kami sudah melihat ulasan pengguna di grup Starlink dan media sosial. Kecepatan bisa mencapai 250 Mbps, dan ternyata itu benar. Ada perbedaan kecepatan yang signifikan dibandingkan jaringan sebelumnya," ungkap Asrihadi.

Ia juga menyebutkan bahwa sebelumnya Puskesmas Sembalun menggunakan dua jaringan internet lokal, namun sering mengalami masalah, lambat, atau tidak stabil meskipun cuaca bagus.

"Selama satu minggu kami menggunakan Starlink, biasanya ada keluhan jaringan di bidang pelayanan, sekarang tidak ada lagi," kata Asrihadi.

Dengan menggunakan Starlink, sistem Rekam Medik Elektronik (RME) juga berjalan lancar karena membutuhkan jaringan internet yang memadai dan stabil. Sebelumnya, mengakses aplikasi RME saja memerlukan waktu lama.

"Setelah menggunakan Starlink, pelayanan RME kami sekarang lancar, tidak ada antrean panjang lagi," katanya.

Salah satu keunggulan Starlink adalah tetap berfungsi saat mati lampu. Di Sembalun, jaringan internet biasanya hilang saat mati lampu.

"Dengan Starlink, cukup menghidupkan genset, jaringan kembali normal," jelas Asrihadi.

Yaga Yingde Group Lotim Salurkan Bantuan pada Penerima Manfaat

 

Yaga Yingda Group Lotim
Okenews.net-- Yaga Yingde Group Lombok Timur Salurkan Bantuan pada Keluarga Penerima bertempat di Dusun Desa Dames Damai, Kecamatan Suralaga. Kamis (4/7/2024)

"Alhamdulillah.. Hari kami menyalurkan bantuan pada keluarga yang telah kami usulkan sebelumnya," ucap Adi Patoni, Ketua Yaga Yingde Group Lombok Timur.

Dikesempatan itu, Yaga Yingde Group Lombok Timur menyerahkan bantuan berupa uang tuani sebesar Rp. 1.000.000 (Satu juta rupiah) dan kebutuan sehari hari seperti besar, minyak goreng, mie instan, tas sekolah, dan buku tulis senilai Rp.800.000 (Delapan Ratus Ribu Rupiah).

Sesuai harapan dari perusahaan Yaga Yingde Group bantuan ini dapat dipergunakan untuk membenatu meringankan pembiayaan anak penerima yang masih bersekolah serta bisa meningkatkan minat anaknya untuk belajar agar bisa meraih masa depan yang lebih baik dikemudian hari.

"Jika merujuk pada yang disampaikan oleh perwakilan perusahaan Yaga Yingde Group, bantuan ini sifatnya berkelanjutan hingga anak sampai kuliah," terang Bang Toni panggilan akrabnya.

"Mudahan ini betul dan sangat membatu karena kekuarga yang menjadi sasaran kita ini memang dari keluarga dibawah rata-rata dari kata mampu," sambung bang Toni.

Ditempat yang sama, Setelah dilakukan penyerahan bantuan, Masyhurudin, Menyampaikan sangat bersyukur dan tidak menduga bantuan ini diberikan padanya. Apalagi saat ini sudah malai tahun ajaran baru anak akan mulai bersekolah setelah libur kenaikan kelas.

"Saya ucakan banyak terimakasih pada Yaga Yingde Group bersama tim atas bantuan ini. Semoga perusahan diberikan berkah dan tambah maju agar tetap menyalurkan bantuan pada kami yang kurang mampu ini," ungkapnya dengan tulus didampingi Istri Siti Hadijah dan anaknya Rido Jibran Aspani.

Dalam penyaluran bantuan itu, Tim Yaga Yingde Group Lombok Timur juga membantu membersihkan rumah, belajar besama anak penerima bantuan dan acara berakhir ditutup dengan doa bersama keluarga penerima bantuan dan tim. 

Kamis, 27 Juni 2024

Lapas Selong Buka Pelatihan Kemandirian dan Pengambangan Diri

 

Pembukaan pelatihan pengembangan diri Lapas Kelas IIB Selong
Okenews.net--Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selong Kanwil Kemenkumham NTB jalin kerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan Lombok Timur dan PKBM Mumtaz guna mengambangkan potensi yang dimiliki waega binaan yang ada di lingkup Lapas Kelas IIB Selong,

Pembukaan kegiatan pelatihan tersebut Berlangsung di Lingkungan Lapas Kelas II B Selong Tahun Anggaran 2024, Kamis, 27/06/2024

Kegiatan tersebut merupakan upaya petugas dalam meningakatkan keterampilan bagi warga binaan yang ada didalam lapas dengan tujuan terbentuknya kemandirian yang di masing masing diri warga binaan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Plh. Kalapas dan jajaran Lapas Selong, Kepala Disnaker, Ketua PKBM Mumtaz, Perwakilan Instruktur dari Aledroses Barbershop, dan 40 orang Warga Binaan Lapas Selong sebagai pesertanya.

Dalam acara pembukaan tersebut, turut dipaparkan kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan, diantaranya, Pangkas Rambut, Pembuatam Paving Blok, Pengolahan Hasil Pertanian dan lain sebagainya.

Plh Lapas Kelas IIB Selong, Nasruddin dalam sambutannya menyampaikan kegiatan kerjasama pelatihan yang akan diadakan dinilai sangat berguna bagi semua pihak terutama bagi pesertanya. Terlebih karena keterampilan yang didapatkan setelah mengikuti pelatihan ini dapat digunakan untuk mencari pekerjaan. 

"Kegiatan Pelatihan pengembangan diri ini merupakan kegiatan yang sangat positif bagi para warga binaan, untuk mempersiapkan potensi dalam diri yang lebih baik nanti saat keluar dari lapas", ungakpnya

Dirinya juga berharap, agar kegitan positif tersebut dapat diikuti oleh seluruh warga binaan, guna menmbah wawasan dan pengembangan diri.

"saya berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan pelatihan ini  dengan maksimal, sehingga dapat menyerap semua ilmu yang diberikan untuk mempersiapkan diri menjadi insan yang lebih baik dan lebih mandiri," sambungnya.

Nasruddin juga mengatakan akan terus melaksanakan fungsi  pembinaan yang efektif dan berkualitas sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Lapas Kelas IIB Selong akan terus melakukan intensifikasi dan diversifikasi program pembinaan dengan memperhatikan potensi sumber daya yang ada.

"Saya harap kerjasama yang baik dari semua pihak dapat terus terjalin, sesuai undang undang yang berlaku", tutupnya.


Rabu, 26 Juni 2024

Curhat PKL di Bima: Perizinan, Relokasi PKL hingga Bantuan Permodalan

 

Okenews.net--Roadshow Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 di Pulau Sumbawa terus berlanjut. Setelah sebelumnya singgah di Kabupaten Sumbawa Barat atau Bumi 'Pariri Lema Bariri' dan Kabupaten Dompu, kali ini, skuad Mi6 singgah di Kabupaten Bima. 

Di Bima, Mi6 mengumpulkan puluhan Pedagang Kaki Lima (PK) di bawah naungan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kabupaten Bima dan Kota Bima. Skuad Mi6 dipimpin langsung oleh Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto. Bambang Mei didampingi langsung oleh Ketua APKLI Provinsi NTB Abdul Majid. Tampak hadir juga Ketua Ansor kota Bima, Rafik,  Ketua Ansor Kabupaten Bima, Kurniawan dan sejumlah aktivis PMII dan Kopri Bima. 

Di Bima, tepatnya di Kompleks Pantai Lawalata, Mi6 bersama APKLI NTB mengumpulkan puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di Kota Bima dan Kabupaten Bima pada Selasa (25/6/2024). Pertemuan yang dilakukan di lapak PKL pinggir pantai menambah semarak suasana. 

Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto  menerangkan,  bahwa agenda yang dilakukan Mi6 semata-mata untuk mendengar dari lebih dekat suara dari para PKL. Menurutnya, PKL merupakan eksponen atau kelompok profesi yang perlu diperhatian lebih oleh pemerintah. 

PKL merupakan kelompok 'rentan' penyangga ekonomi keluarga. Selain itu, pria yang beken disapa Didu itu memandang bahwa laju dan gerak perekonomian masyarakat paling bawah dapat dilihat salah satunya dari kesejahteraan para PKL. 

"Kami dari Mi6 ingin turun langsung, berdialog dengan teman-teman PKL. Kami tidak ingin memperoleh informasi yang kurang tepat. Kami ingin melihat dan merasakan langsung bagaimana kondisi real dari masyarakat. Selain itu, acara ini kan juga bisa menjadi ajang silaturrahim antara Mi6 dengan teman-teman PKL di Bima," kata Didu. 

Mantan Eksekutif Daerah (ED) Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTB itu melihat, kondisi dan penataan para PKL di Bima cukup tertata, baik yang ada di pusat kota maupun sepanjang bibir pantai. Nantinya, aspirasi dan harapan dari para PKL akan pihaknya tuangkan dalam bentuk aspirasi tertulis untuk kemudian disampaikan kepada para calon kepala daerah yang akan berlaga di Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2024, khususnya kepada Rohmi Firin karena lebih memiliki kepedulian dan keberpihakan kepada PKL. 

"Mi6 mendorong Paket Rohmi Firin untuk membuat Komitmen Politik dan Pakta Integritas Bersama PKL untuk memenangkan Pilgub NTB 2024," kata didu. 

Didu menambahkan Paket Rohmi Firin jika kelak memenangkan Pilgub NTB 2024 perlu memangkas semua prosedur/ aturan  yang merumitkan PKL untuk berusaha. 

"Bantuan dan Pembinaan perlu diperbanyak agar PKL bisa merasakan langsung kehadiran Pemimpin yang Baru NTB," imbuh didu 

Selain itu terkait pengurusan  Label Halal PKL , Mi6 mendorong APKLI mengkolektifkan pengurusan izin Sertifikat Halal PKL kota Bima agar lebih efektif dan efisien. 

"Hal ini penting agar PKL kota Bima bisa merasakan kehadiran APKLI dan Pemerintah sebagai pengayom dan pelindung PKL," urai didu. 

Terakhir, Didu memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada APKLI NTB yang telah memfasilitasi pertemuan antara Mi6 dengan para PKL di Kabupaten Bima dan Kota Bima. 

"Kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Ketua APKLI NTB Pak Abdul Majid yang hebat yang telah memfasilitasi pertemuan dengan teman-teman PKL di Bima," bebernya.

Terpisah Ketua Ansor Kota Bima, Rafik mendukung upaya Mi6 menyampaikan aspirasi PKL Kota Bima kepada Rohmi Firin. 

"Momen ini sangat penting sekali untuk ditindak-lanjuti keatas, misalnya Mi6 ini mengarahkan kita ke Bu Rohmi dan Musyafirin , kita siap galang PKL se kota Bima," ujar Rafik seraya menambahkan dirinya dekat sekali dengan PKL di dua titik yang merupakan pusat PKL di Kota Bima yakni di Sarasuta dan Amahami. 

Selain itu  Ketua Ansor Kota Bima menambahkan PKL kota Bima perlu pendampingan ekstra dari APKLI , khususnya pendampingan untuk mendapatkan bantuan. 

"Yang kedua, pendampingan terkait inovasi dan kreatifitas agar dagangan/jajanannya lebih bisa dikonsumsi oleh publik ," tandas Rafik 

Sementara itu, Ketua APKLI NTB Abdul Majid dalam arahannya berharap agar para PKL di Bima memanfaatkan acara tersebut untuk menyampaikan keluhan dan harapannya. Pihaknya juga mengapresiasi upaya Mi6 yang ingin turun langsung melihat kondisi para PKL untuk nantinya disampaikan kepada para paslon yang akan berlaga di Pilgub NTB 2024. 

Lebih jauh, Abdul Majid mengapresiasi atas perhatian yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Bima dan Pemkot Bima yang telah memberikan perhatian kepada para PKL selama ini. 

"Saya dapat informasi, di Bima ini belum pernah ada penggusuran PKL. Tapi juga memang kami lihat belum ada penataan lebih lanjut. Kami tentu meminta Pemda untuk lebih memperhatikan para PKL sekaligus berterima kasih atas pembinaan yang selama ini diberikan kepada PKL Bima. Kami tetap berharap Pemda di Bima dapat lebih memberikan pembinaan lebih banyak kepada para PKL," tutur Majid.

Majid menggarisbawahi, saat ini harus diakui memang masih ada tantangan untuk mengintegrasikan suara PKL dalam perumusan kebijakan publik. Karena itu, diharapkan pemetaan isu strategis roadshow ini akan dapat melahirkan dan menciptakan platform dialog antara pemerintah dan PKL untuk memahami kebutuhan dan kekhawatiran mereka.

Selain itu, diharapkan pula akan dapat menggagas penyediaan fasilitas dan infrastruktur. Hal yang teramat penting untuk memastikan PKL memiliki akses ke fasilitas yang layak, semisal tempat berjualan yang bersih dan aman. Termasuk juga untuk pengembangan kapasitas, semisal pelatihan dan bantuan teknis untuk meningkatkan kemampuan para PKL dalam manajemen bisnis.

"Kalau mau disimpulkan, mendengarkan suara PKL pada akhirnya akan membantu kepala daerah memastikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya melayani segelintir kelompok elite, tetapi juga populasi yang lebih luas,” tutup Majid

Curhatan PKL di Kabupaten Bima dan Kota Bima

Sementara itu, Ketua APKLI Kota Bima Kusdiono berterima kasih kepada Mi6 dan APKLI NTB yang berkenan hadir mendengar langsung keluhan dan harapan PKL di Bima. Pria yang akrab disapa Dion itu bercerita, dalam lima tahun terakhir, pernah ada penggusuran PKL dari pemerintah.

"Tetapi saat itu bisa kita selesaikan, diberikan alternatif dan setelah itu bisa ditata," bebernya.

Catatan yang paling penting menurut Dion adalah bantuan permodalan. Dion tak menampik bahwa Pemkot Bima memang telah memberikan bantuan gerobak untuk para PKL. 

Selanjutnya, Dion menyorot soal kian ramainya trend jualan online di Kota Bima. Selanjutnya, pihaknya juga menyoroti ihwal pemberian izin retail modern di Kota Bima. 

"Ketika Pemkot memberi izin retail modern, ini banyak penolakan. Akhirnya dibuat kesepakatan, boleh retail masuk tetapi produk lokal kami wajib diterima. Nyatanya tidak seperti yang kami harapkan. Sampai saat ini tidak ada tindaklanjut," ujarnya.

Selanjutnya, Dion berharap ada pemberian pelatihan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) para PKL untuk lebih adaptif dengan perkembangan zaman.

"Grab di Bima ini dikenal bukan untuk ngangkut orang, tetapi antar makanan. PKL yang kita otomatis terlindas," paparnya. 

Selanjutnya, Dion juga berharap ada perhatian lebih khusus kepada para PKL yang berjualan makanan atau jajanan khas Bima. 

Selanjutnya, salah seorang PKL yakni Mega Mustika menyampaikan curhatannya. Pedagang Jajanan tradisional Khas mbojo  itu mengaku merasa senang bisa diundang hadir di acara tersebut. 

"Selaku PKL, kemarin belum setahun di kampung saya dapat bantuan rombong (gerobak) tetapi yang dapat justru orang yang tidak masuk kelompok, dan mungkin kurang aktif. Saya pribadi yang aktif malah ndak dapat. Padahal saya berjualan setiap hari," bebernya.

"Mungkin Bapak-Bapak bisa mewakili untuk menyampaikan. Kalau di Kota Bima juga lapak belum tertata rapi, setahu saya PKL harus diberikan tempat khusus, terutama di dekat istana. Di sana kan belum bagus (tertata)," imbuhnya.

Ia juga berharap, khusus di tempat-tempat seperti Pantai Amahami, pihaknya berharap tidak hanya diberikan berjualan pada hari Minggu saja. 

"Selanjutnya ini ada masalah perizinan, kalau kita punya usaha kan harus ada izin, ini saya kira terlalu ribet. Termasuk juga pemberian label halal, ini sangat penting dan kami butuh," bebernya 

Ketua APKLI Kabupaten Bima M. Iqbal juga menyampaikan perspektifnya soal kondisi para PKL di Kabupaten Bima. 

"Persoalan kota dan kabupaten hampir sama, tapi kami di kabupaten memamg wilayahnya lebih luas. Beberapa PKL yang sudah kami akomodir soal izin, label halal, sudah kami difasilitasi. Kami intens berkomunikasi dengan dinas perindustrian dan perdagangan," bebernya. 

"Di beberapa tempat kami sudah mengajukan pinjaman tanpa bunga dengan Bank NTB Syariah. Ini hasil arahan Ketua APKLI NTB, kemarin sudah terealisasi mendapat pinjaman Rp 5 juta tanpa bunga. Tapi tahun 2024 belum ada bantuan fisik, kalau tahun sebelumnya sudah ada bantuan boks jaulan, payung dan lain-lain," sambung Iqbal.

Selasa, 25 Juni 2024

Mi6 Petakan Isu Strategis Bareng PKL Dompu

Okenews.net--Lembaga Kajian Sosial dan Politik kenamaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni Mi6 kembali melalukan roadshow pemetaan isu strategis untuk Pemilihan Kepala Pilkada (Pilkada) NTB 2024. Usai pada akhir pekan kemarin menyambangi Bumi Pariri Lema Bariri Sumbawa Barat, kali ini skuad Mi6 hadir di Kabupaten Dompu. 

Di Kabupaten Dompu, Mi6 mengumpulkan puluhan Pedagang Kaki Lima (PK) di bawah naungan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kabupaten Dompu. Skuad Mi6 dipimpin langsung oleh Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto  didampingi langsung oleh Ketua APKLI Provinsi NTB Abdul Majid.

Pertemuan Mi6 dengan para PKL Dompu digelar di Gelanggang Pemuda KNPI  Kabupaten Dompu pada Senin (24/6/2024). Pertemuan berlangsung cair dan hangat. Para PKL tampak antusiasi menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada Mi6.

Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto yang akrab disapa didu dalam sambutannya menerangkan,  bahwa agenda yang dilakukan Mi6 semata-mata untuk mendengar dari lebih dekat suara dari para PKL. Menurutnya, PKL merupakan eksponen atau kelompok profesi yang perlu diperhatian lebih oleh pemerintah. 

PKL merupakan kelompok 'rentan' penyangga ekonomi keluarga. Selain itu, pria yang beken disapa Didu itu memandang bahwa laju dan gerak perekonomian masyarakat paling bawah dapat dilihat salah satunya dari kesejahteraan para PKL. 

"Kami dari Mi6 ingin turun langsung, berdialog dengan teman-teman PKL. Kami tidak ingin memperoleh informasi yang kurang tepat. Kami ingin melihat dan merasakan langsung bagaimana kondisi real dari masyarakat. Selain itu, acara ini kan juga bisa menjadi ajang silaturrahim antara Mi6 dengan teman-teman PKL di Dompu," kata Didu. 

Mantan Eksekutif Daerah (ED) Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTB itu melihat, kondisi dan penataan para PKL di Dompu cukup rapi. PKL di Dompu, khususnya di pusat kota juga menjamur. Nantinya, aspirasi dan harapan dari para PKL akan pihaknya tuangkan dalam bentuk aspirasi tertulis untuk kemudian disampaikan kepada para calon kepala daerah yang akan berlaga di Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB 2024.

"Saya mau meminta persepsi mereka agar para calon secara umum atau kontestan punya concern untuk memberikan tawaran kepada masyarakat nanti untuk dielaborasikan dalam janji dan visi-misi untuk menarik simpati rakyat," tegasnya.

Selanjutnya didu mengatakan dalam kontek Pilgub NTB 2024 mendatang, sesungguhnya komunitas PKL memiliki posisi tawar politik yang kuat dalam kontestasi tersebut. Hal ini karena jumlah PKL yang cukup signifikan disetiap daerah yang dipakai alat untuk menyampaikan aspirasi politiknya terkait problem PKL agar bisa diendors oleh pemimpin daerah yang terpilih kelak. 

"PKL hendaknya mulainya menyatukan barisan dan kekuatannya untuk menghadapi Pilgub NTB 2024 agar posisi tawar politik bisa diperhitungkan jika tidak tercerai berai," kata didu. 

Terakhir, Didu memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada APKLI NTB yang telah memfasilitasi pertemuan antara Mi6 dengan para PKL di Kabupaten Dompu. 

"Kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Ketua APKLI NTB Pak Abdul Majid yang hebat yang telah memfasilitasi pertemuan dengan teman-teman PKL di Dompu," bebernya.

Di tempat yang sama, Ketua APKLI NTB Abdul Majid dalam sambutannya berharap agar para PKL di Kabupaten Dompu memanfaatkan acara tersebut untuk menyampaikan keluhan dan harapannya. Pihaknya juga mengapresiasi upaya Mi6 yang ingin turun langsung melihat kondisi para PKL untuk nantinya disampaikan kepada para paslon yang akan berlaga di Pilgub NTB 2024. 

Lebih jauh, Abdul Majid mengapresiasi atas perhatian yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Dompu yang telah memberikan perhatian kepada para PKL selama ini. Meski demikian, ia tetap berharap agar Pemkab Dompu tetap mau melihat lebih dalam dan mendengar lebih jauh harapan dari para PKL. 

"Saya dapat informasi, di Dompu ini belum pernah ada penggusuran PKL. Tapi juga memang kami lihat belum ada penataan lebih lanjut. Kami tentu meminta Pemkab Dompu untuk lebih memperhatikan para PKL sekaligus berterima kasih atas pembenaan yang selama ini diberkman Pemkab Dompu kepada PKL. Kami tetap berharap Pemda Dompu dapat lebih memberikan pembinaan lebih banyak kepada para PKL," tutur Majid.

Majid menggarisbawahi, saat ini harus diakui memang masih ada tantangan untuk mengintegrasikan suara PKL dalam perumusan kebijakan publik. Karena itu, diharapkan pemetaan isu strategis roadshow ini akan dapat melahirkan dan menciptakan platform dialog antara pemerintah dan PKL untuk memahami kebutuhan dan kekhawatiran mereka.

Selain itu, diharapkan pula akan dapat menggagas penyediaan fasilitas dan infrastruktur. Hal yang teramat penting untuk memastikan PKL memiliki akses ke fasilitas yang layak, semisal tempat berjualan yang bersih dan aman. Termasuk juga untuk pengembangan kapasitas, semisal pelatihan dan bantuan teknis untuk meningkatkan kemampuan para PKL dalam manajemen bisnis.

"Kalau mau disimpulkan, mendengarkan suara PKL pada akhirnya akan membantu kepala daerah memastikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya melayani segelintir kelompok elite, tetapi juga populasi yang lebih luas,” tutup Majid

Isu Strategis dari PKL Kabupaten Dompu

Mengawali penyampaiannya, Ketua APKLI Kabuapten Dompu Supriadin memberikan uplause kepada Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 yang telah datang ke Kabupaten Dompu. 

"Dari lubuk hati yang paling dalam tentu kami mengacungi jempol kepada Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 didampingi Pak Ketua APKLI NTB Abdul Majid yang telah hadir di Kabupaten Dompu," bebernya. 

Supriadin berharap Pemkab Dompu lebih aktif menggelar dialog dengan para pedagang kaki lima. Pihaknya mendorong agar Pemkab Dompu lebih memperbaiki tata kelola PKL. 

Tata kelola PKL ini menurutnya menjadi salah satu faktor yang akan menentukan keindahan kota. Pihaknya juga mengungkao adanya rencana penggusuran yang akan dilakukan Pemkab Dompu kepada para PKL. 

"Ada informasi atau rencana penertiban bagi para PKL. Pemkab Dompu perlu menyiapkan langkah antisipatif, minimal ada langkah atau solusi yang sudah sudah disiapkan jika rencana tersebut dilakukan," jelasnya.

Selain itu, pihaknya mendorong agar Pemkab Dompu lebih banyak memberikan pembinaan, pelatihan kepada para PKL. 

"Ini sepertinya yang perlu diperbanyak. Pelatihan, pembinaan kepada PKL, misalnya juga pemberian bantuan baik alat seperti gerobak dan tentunya modal," bebernya.

Selanjutnya Ketua APKLI Dompu menyinggung keberadaan PKL yang turut serta melestarikan Makanan/Jajanan Tradisional khas Dompu seperti Timbu , Dahi, karencu, Manggemada, pangaha balu,ponte hala,karampi,le'de, saronco peke di pasar induk dompu maupun Lapak PKL di lokasi lainnya. Hal tersebut dibenarkan oleh pedagang jajanan khas dompu yakni Junari dan Shinta yang sehari-harinya berjualan panganan khas dompu.

"Saya jualan jajanan tradisional dompu sudah 4 tahun ini dan selalu habis terjual. Hal ini berarti warga dompu masih mencintai kuliner tradisional," ujar Shinta dan Junari. 

Terakhir, Supriadin mendorong Pemkab Dompu agar lebih serius memperhatikan para PKL yang menjual makanan khas Dompu. Makanan khas tersebut juga menurutnya perlu terus diperluas agar masyarakat luar mengetahui 'kekayaan kuliner' Dompu. 

Sementara itu, Abi Abrian mengungkap minimnya bantuan permodalan kepada para PKL. Bantuan modal menurutnya amat sangat dibutuhkan oleh para PKL.

"Ini yang menurut kami sangat urgent. bantuan permodalan. Ini yang mau kita coba bangun komitmen dengan calon kepala daerah. Sering kami juga dipersulit dalam mendapatkan pinjaman," paparnya.

Selain itu, Abi juga menyoroti ketidakteraturan pasar di Dompu. Khususnya yang ada di pusat kota. Menurutnya, pasar sebagai episentrum perekonomian masyarakat harus ditata.

"Masalah lain kita juga adalah pasar. Pasar ini sejujurnya harus lebih ditata. Sering bikin macet," bebernya.

Selain itu, salah satu keluhan yang juga disampaikan oleh para pedagang kaki lima adalah kenaikan harga bahan baku. Para pedagang ini menghadapi kesulitan karena harga bahan baku yang semakin mahal, sementara mereka harus menjaga agar harga jual tetap terjangkau bagi pembeli. Hal ini menimbulkan tekanan keuangan bagi para pedagang kaki lima, yang mengandalkan pendapatan harian mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Senin, 24 Juni 2024

Mi6 Gandeng PKL Serap Isu Strategis untuk Pilgub NTB 2024

 

Okenews.net--Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 kembali menggelar roadshow pemetaan isu strategis untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2024. Kali ini, skuad Mi6 menyambangi Kabupaten Sumbawa Barat pada Minggu (23/6/2024) sore. 

Kali ini, pemetaan isu strategis tersebut menggandeng para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang bermukim di pulau yang kaya dengan mineral tambang itu. Rombongan Mi6 dipimpin langsung oleh Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto didampingi Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Provinsi NTB Abdul Majid. 

Mereka disambut hangat para pedagang kaki lima di Bumi Pariri Lema Bariri. Dalam agenda tersebut, Mi6 menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama puluhan pedagang kaki lima Sumbawa Barat yang hadir. Dalam sambutannya Direktur Mi6,  Bambang Mei F yang akrab disapa didu mengungkap alasan menggandeng para pedagang kaki lima. 

"Pertama kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Ketua APKLI NTB Pak Abdul Majid yang telah memfasilitasi pertemuan dengan teman-teman PKL di Sumbawa Barat," kata didu

Selain itu didu mengungkapkan bahwa Pedagang Kaki Lima merupakan penopang ekonomi kerakyatan yang tangguh sekaligus membuka lapangan kerja disektor riil di masyarakat bawah. 

"Eksistensi PKL sebagai soko guru ekonomi kerakyatan tak terbantahkan. Saat Covid 19 menghantam perekonomian, PKL justru tetap eksis dan bertahan," tandas didu 

Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI ) Provinsi NTB, Abdul Majid mengakui pihaknya dihubungi Mi6 terkait Road Show Pemetaan Isu Strategis PKL untuk Wilayah Sumbawa, Dompu dan Bima. 

"APKLI NTB sudah berkoordinasi dengan dikabupaten/kota untuk menyiapkan anggota APKLI sekitar 50 PKL untuk menggelar pertemuan dengan Mi6," Kata Abdul Majid. 

Lebih jauh Abdul Majid  mengungkapkan, saat ini harus diakui memang masih ada tantangan untuk mengintegrasikan suara PKL dalam perumusan kebijakan publik. Karena itu, diharapkan pemetaan isu strategis roadshow ini akan dapat melahirkan dan menciptakan platform dialog antara pemerintah dan PKL untuk memahami kebutuhan dan kekhawatiran mereka.

Selain itu, diharapkan pula akan dapat menggagas penyediaan fasilitas dan infrastruktur. Hal yang teramat penting untuk memastikan PKL memiliki akses ke fasilitas yang layak, semisal tempat berjualan yang bersih dan aman. Termasuk juga untuk pengembangan kapasitas, semisal pelatihan dan bantuan teknis untuk meningkatkan kemampuan para PKL dalam manajemen bisnis.

"Kalau mau disimpulkan, mendengarkan suara PKL pada akhirnya akan membantu kepala daerah memastikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya melayani segelintir kelompok elite, tetapi juga populasi yang lebih luas,” tutup Majid

Sejumlah Isu Strategis dari PKL Sumbawa Barat

Ketua APKLI Sumbawa Barat Hamzanwadi menuturkan sejumlah persoalan yang selama ini hinggap di PKL. Tidak hanya di KSB, tetapi itu menjadi persoalan umum yang ditemukan hampir di seluruh daerah. 

Pertama, Hamzanwadi mengungkap lemahnya perlindungan hukum terhadap para PKL. Ada kesan pemerintah atau aparat semena-mena dalam melakukan penertiban terhadap para PKL.

"Perlindungan hukum ini sudah kita bahas saat rakor APKLI NTB. Pemerintah sering semena-mena, sembarang membongkar, mengusir para PKL dari lapak," ujarnya.

Kedua, Hamzanwadi mengaku, PKL merupakan tulang punggung keluarga. Tulang punggung perekonomian. Selama ini, pemerintah kurang perhatian terhadap nasib keluarga PKL, terutama anak-anak. Pihaknya mendorong agar pemerintah atau kepala daerah terpilih nanti di Pilkada NTB 2024 dapat memberikan jaminan pendidikan kepada anak-anak PKL dalam bentuk beasiswa pendidikan.

"Ketiga adalah bantuan permodalan. Ini yang mau kita coba bangun komitmen dengan calon kepala daerah. Sering kami juga dipersulit dalam mendapatkan pinjaman. Sekarang sudah ada namanya Kredit Usaha Rakyat (KUR), secara prinsip ini dipermudah, tetapi dalam pelaksanaannya kenyatananya sulit," terangnya.

Hamzanwadi kemudian berharap, kontestasi Pilkada NTB 2024 dapat menjadi wadah bagi para calon kepala daerah untuk membangun kesepahaman dengan PKL. Pihaknya mengaku siap mendukung paslon yang pro-terhadap PKL. 

"Mudah-mudahan kawan-kawan di Mi6 bisa memberi angin segar kepada PKL, menjadi jembatan kami untuk bersuara kepada para paslon," bebernya. 

APKLI Sumbawa Barat mengapresiasi ada Putra Asli Sumbawa Barat yakni Bupati Sumbawa Barat dua periode Musyafirin yang kini akan berlaga di Pemilihan Kepala Daerah NTB 2024.

"Mi6 mengapresiasi ada putera KSB , H Musyafirin yang maju dalam konstestasi Pilgub NTB 2024 berpasangan Ibu Hj Sitti Rohmi. Semoga Paket Rohmi Firin membuat sejarah baru dalam Pilgub NTB mendatang," sambung didu. 

Di tempat yang sama, salah seorang PKL Sumbawa Barat Raifal menyampaikan persoalan yang hampir sama dengan Ketua APKLI Sumbawa Barat Hamzanwadi. Rafial meminta Mi6 untuk menyampaikan harapannya kepada para calon kepala daerah di Pilkada NTB 2024 nanti. 

"Pertama kami berterima kasih Mi6 sudah berkenan hadir, ini merupakan wadah yang penting, ini yang dari lama kami mencari tempat kami menyandarkan bahu," ujar Raifal.

Saat ini di Sumbawa Barat kata Rafial, jumlah PKL terus bertambah. Hal itu seiring dengan kian berkembangnya pembangunan di Sumbawa Barat. 

Ia berharap, di tengah kian menjamurnya jumlah para PKL, pemerintah perlu terus membuka dialog kepada para PKL untuk menemukan jembatan komunikasi yang baik dalam penataan para PKL. 

Selain Raifal, PKL Sumbawa Barat yang lain yakni Gufron, menyoroti pedagang kaki lima yang ada di Pelabuhan Poto Tano. Ia meminta semua pihak ikut memperhatikan para pedagang kaki lima di Pelabuhan Poto Tano. 

"Yang perlu kita pikirkan juga adalah nasib PKL di pelbuhan. PKL di sana kan dk bawah ASDP, kadang-kadang PKL ndak dikasi jualan. Di kapal dsiapkan makanan tetapi harganya tinggi, saya dapat masukan ini dari para PKL di sana, termasuk juga para pedagang asongan di sana juga kita perlu pikirkan," bebernya.

Ia mendorong pemerintah untuk aktif membangun komunikasi dengan pihak ASDP terhadap persoalan tersebut. Sementara itu, Mi6 berkomitmen untuk menyampaikan sejumlah isu tersebut kepada para paslon yang akan berlaga nanti di Pilkada NTB yang akan dihelat pada 27 November mendatang.

Sabtu, 22 Juni 2024

Mi6 Gelar Roadshow Episode II di Pulau Sumbawa


Okenews.net--Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 kembali menggelar Roadshow Pemetaan Isu Strategis Pilkada di lima kabupaten/kota di Pulau Sumbawa. Kali ini, pemetaan tersebut akan menghimpun isu strategis dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang bermukim di pulau yang kaya dengan mineral tambang itu.

”Pedagang Kaki Lima adalah urat nadi ekonomi. Mereka menyuntikkan kehidupan ke dalam perekonomian daerah kita dengan menciptakan lapangan kerja dan menyediakan barang-barang terjangkau bagi masyarakat. Suara mereka penting dan sudah sepantasnya didengar," kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto di Mataram, Sabtu (22/6/2024).

Analis politik kawakan Bumi Gora yang karib disapa Didu ini mengungkapkan, roadshow tersebut akan mengundang dan melibatkan para pedagang kaki lima di Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

Roadshow akan berlangsung sepanjang 23-26 Juni 2024. Rencananya, pada hari pertama, roadshow akan melibatkan PKL dari Sumbawa Barat dan Kabupaten Sumbawa. Kemudian disusul roadshow yang melibatkan PKL dari Kabupaten Dompu, dan di hari terakhir roadshow akan melibatkan PKL dari Kabupaten Bima dan Kota Bima.

Roadshow ini merupakan episode kedua, setelah pada akhir Mei lalu, Mi6 juga telah melakukan pemetaan isu strategis serupa, yang menyasar dan melibatkan para jurnalis dan pekerja media dari seluruh Pulau Sumbawa.

Didu menjelaskan, PKL adalah bagian integral dari perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat Bumi Gora. Sayangnya, mereka selama ini acap diabaikan atau dipinggirkan dalam perencanaan kebijakan publik. Padahal, mendengarkan dan melibatkan PKL dalam proses perumusan kebijakan adalah kunci untuk menciptakan daerah yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

"Pedagang kaki lima itu pelaku ekonomi yang tak terhitung nilai kontribusinya. Mereka itu sesungguhnya wirausahawan tangguh yang memastikan roda ekonomi terus berputar meski dalam keterbatasan," ucap Didu.

Saat ini kata Didu, di seluruh Indonesia, PKL menyediakan lapangan kerja bagi jutaan orang dan sering kali menjadi tulang punggung ekonomi informal. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor informal, termasuk PKL, berkontribusi sekitar 60% dari PDB nasional dan menciptakan lebih dari 97% lapangan kerja.

PKL menawarkan produk dan jasa dengan harga terjangkau yang menarik konsumen dari berbagai lapisan masyarakat dan membantu menjaga daya beli masyarakat. Pada saat yang sama kata Didu, aktivitas ekonomi PKL mendorong pertumbuhan di sektor lain, seperti transportasi dan manufaktur kecil, yang menguntungkan ekonomi daerah secara keseluruhan.

Masalahnya kata Didu, PKL sering kali beroperasi di ruang publik yang membuatnya terkadang terlibat dalam konflik kepentingan dengan otoritas pemerintahan terutama yang terkait dengan penggunaan ruang. Itu mengapa di banyak tempat, kadang terjadi pengusiran yang tak jarang berujung pada penyitaan barang dagangan.

”Roadshow ini ingin mendengar dari hati ke hati, apa yang dinginkan, apa yang dibutuhkan saudara-saudara kita pedagang kaki lima. Dengan mendengar kebutuhan dan suara mereka, pemerintah kita harapkan tidak menerapkan kebijakan yang keliru pada PKL yang pada akhirnya dapat menimbulkan ketidakstabilan ekonomi dan sosial,” kata Didu.

Seluruh isu strategis yang muncul adalam roadshow ini akan dihimpun dan didokumentasikan oleh Mi6 secara tertulis, dan kemudian akan diberikan kepada kepala daerah yang memenangkan kontestasi pada Pilkada Serentak yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang.

Misalnya, jika Pemilihan Gubernur NTB dimenangkan pasangan Hj Sitti Rohmi Djalilah-HW Musyafirin, maka hasil pemetaan isu strategis Mi6 ini akan langsung diberikan kepada pasangan yang merupakan perpaduan pemimpin dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa tersebut.

Didu mencontohkan pula, mengingat Rohmi Djalilah merupakan pemimpin dari kalangan perempuan, maka hasil pemetaan isu strategis dari para PKL ini diharapkan pula dalam kepemimpinan Rohmi-Firin di NTB lima tahun mendatang, akan melahirkan kebijakan yang memihak dan memberdayakan para pedagang kaki lima dari kaum perempuan.

Kekuatan Suara Kolektif

Tak hanya melulu dari sisi ekonomi. PKL juga kata Didu, memiliki peran sosial yang sangat signifikan di tengah masyarakat. Hal itu menjadikan PKL bukan hanya sekadar penjual, tetapi juga berfungsi sebagai titik fokus komunitas.

Didu mengatakan, tempat di mana PKL beroperasi dan berjualan, sering kali menjadi pusat interaksi sosial bagi berbagai komunitas. Hal tersebut pada akhirnya memperkuat jaringan sosial dan solidaritas. Pada saat yang sama, PKL juga menyediakan akses mudah ke barang dan jasa, terutama di daerah yang mungkin kekurangan fasilitas dan jaringan ritel formal.

Dalam konteks politik pun, tak ada satu pun alasan untuk mengabaikan dan menepikan PKL. Mereka kata Didu, adalah bagian dari kelompok pemilih yang signifikan. Mengabaikan mereka berarti kehilangan potensi dukungan politik yang kuat.

”Dengan jumlah mereka yang besar, PKL memiliki kekuatan suara kolektif yang dapat mempengaruhi hasil pemilihan kepala daerah. Dan sebagai anggota aktif komunitas, PKL memiliki kemampuan untuk memobilisasi dukungan dan menyebarkan informasi politik,” tandas Didu.

Karena itu, dengan menggagas roadshow pemetaan isu strategis dari PKL ini, Mi6 ingin agar para pedagang kaki lima tidak lagi diabaikan. Ke depan, PKL harus mendapatkan kebijakan yang adil yang pada akhirnya dapat mendorong model bisnis yang berkelanjutan untuk mereka. Apalagi, jika peran mereka dalam mengurangi angka kemiskinan sama sekali juga tak boleh diabaikan.

”Jangan pernah lupa. Bagi banyak orang kita, menjadi pedagang kaki lima adalah jembatan keluar dari kemiskinan. PKL menciptakan peluang usaha mikro yang berharga dan mengubah keterbatasan menjadi kesempatan,” kata Didu.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia  ( APKLI ) NTB, Abdul Majid mengakui pihaknya dihubungi Mi6 terkait Road Show Pemetaan Isu Strategis PKL untuk Wilayah Sumbawa, Dompu dan Bima. 

"APKLI NTB sudah berkoordinasi dengan dikabupaten/kota untuk menyiapkan anggota APKLI sekitar 50 PKL untuk menggelar pertemuan dengan Mi6," Kata Abdul Majid. 

Lebih jauh Abdul Majid  mengungkapkan, saat ini harus diakui memang masih ada tantangan untuk mengintegrasikan suara PKL dalam perumusan kebijakan publik. Karena itu, diharapkan pemetaan isu strategis roadshow ini akan dapat melahirkan dan menciptakan platform dialog antara pemerintah dan PKL untuk memahami kebutuhan dan kekhawatiran mereka.

Selain itu, diharapkan pula akan dapat menggagas penyediaan fasilitas dan infrastruktur. Hal yang teramat penting untuk memastikan PKL memiliki akses ke fasilitas yang layak, semisal tempat berjualan yang bersih dan aman. Termasuk juga untuk pengembangan kapasitas, semisal pelatihan dan bantuan teknis untuk meningkatkan kemampuan para PKL dalam manajemen bisnis.

Majidpun menjelaskan, ada banyak contoh yang memungkinkan untuk diterapkan. Dari dalam negeri misalnya, layak menjadi rujukan bagaimana Pemerintah Surabaya selama kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini, menerapkan kebijakan yang inklusif terhadap PKL dengan menyediakan lokasi khusus dan fasilitas pendukung, yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan PKL tetapi juga keindahan dan kenyamanan kota.

Sementara dari luar negeri, layak ditiru bagaimana Pemerintah Kota Seoul di Korea Selatan, melibatkan PKL dalam perencanaan dan pengelolaan ruang kota untuk menciptakan area yang khusus untuk PKL sehingga mengurangi konflik ruang dan meningkatkan kondisi kerja mereka.

”Kalau mau disimpulkan, mendengarkan suara PKL pada akhirnya akan membantu kepala daerah memastikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya melayani segelintir kelompok elite, tetapi juga populasi yang lebih luas,” tutup Majid

Kamis, 06 Juni 2024

Mi6 Tolak Larangan Kesenian Kecimol

 

Mi6 Tegas menolak Larangan Kecimol
Okenews.net-– Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 menolak larangan atau pembubaran kesenian musik Kecimol di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Belum lama ini Kecimol yang menampilkan penari erotis beredar di media sosial sehingga memicu pro kontra dan permintaan untuk ditertibkan dan bahkan dibubarkan.

Beberapa pemerintah daerah di Lombok telah mengkaji penertiban dan bahkan pelarangan Kecimol di jalanan.

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto menolak rencana penertiban dan pembubaran Kecimol. 

Didu sapaan akrab Direktur Mi6 mengatakan wacana pembubaran Kecimol dengan alasan sering membuat keributan atau kegaduhan dinilai terlalu berlebihan. Kecimol kata Didu merupakan kesenian rakyat yang dapat dinikmati masyarakat kelas bawah. Sehingga tidak adil jika itu dibubarkan.

“Jadi soal kegaduhan akibat Kecimol ini yang seharusnya diperbaiki adalah kedewasaan masyarakat sebagai penikmat seni, bukan justru kesenian (Kecimol) itu yang dibubarkan,” katanya, Kamis, 6 Juni 2024.

Kegaduhan merupakan risiko dari hiburan jalanan. Tidak hanya Kecimol, tapi kegaduhan juga dapat terjadi pada Gendang Beleq atau saat Nyongkolan. Artinya, mindset masyarakat selaku penikmat kesenian yang mesti berubah, bukan justru menghilangkan kesenian itu sendiri.

Kemudian soal Kecimol yang kerap kali menampilkan penari erotis, Didu menggarisbawahi bahwa Kecimol merupakan kesenian kontemporer Lombok, di mana kesenian tidak bersentuhan dengan etika atau moral. Kesenian itu adalah soal estetika bukan etika.

“Kesenian itu tidak bicara soal etika. Itu murni estetika, murni ekspresi,” ujarnya.

Analogi bisa diambil di bidang olahraga seperti renang wanita, lompat indah putri, lompat galah putri dan bahkan voli pantai yang menampilkan atlet wanita berpakaian terbuka. Jika soal olahraga pun harus ditarik ke ranah etika, maka hampir sama dengan kasus Kecimol. Karena cabang-cabang olahraga tersebut menampilkan perempuan dengan kostum terbuka.

“Artinya apa, ya kedewasaan masyarakat yang perlu diperbaiki. Mereka menikmati kesenian sebagai hiburan atau menikmati tontonan erotis,” ujarnya.

“Sekali lagi kesenian tidak berurusan dengan moral, yang berurusan dengan moral itu agama. Kesenian bukan ranah etik tapi estetika. Kesalahan yang fatal jika kesenian dikaitkan dengan ranah etik. Mereka yang sering kaitkan kesenian dengan ranah etik itu tidak paham budaya. Kesenian murni ekspresi,” jelasnya.

Hiburan Rakyat Jelata

Didu mengatakan para pelaku usaha Kecimol merupakan masyarakat kelas bawah yang tersisih secara sosial ekonomi. Pemerintah mestinya mendukung masyarakat tersebut menyambung hidup dengan melestarikan kesenian kontemporer.

Hiburan Kecimol merupakan hiburan masyarakat kelas bawah yang dapat dinikmati oleh semua lapisan. Masyakakat pelosok yang tinggal di lingkungan sepi hiburan dan jauh dari gemerlap kota, tentu sangat diuntungkan dengan kehadiran kesenian kontemporer ini. 

Apalagi saat ini kesenian tradisional Lombok nyaris saja hampir punah karena minimnya bantuan pemerintah. Seperti Wayang Sasak maupun penatah wayang yang nyaris tidak mendapat bantuan pemerintah.

“Alih-alih membantu melestarikan kesenian, eh justru mau dibubarkan. Kok ruwet sekali,” ujar dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Mataram resmi melarang kesenian musik tradisional Lombok, Kecimol. Hal tersebut karena orkes musik jalanan tersebut dinilai sering menampilkan penari erotis dan kemacetan. Menyusul juga daerah-daerah lain di Lombok saat ini tengah mempertimbangkan rencana mengatur kesenian Kecimol.

Sejarah Singkat

Kecimol diketahui merupakan suatu kesenian tradisional yang terbentuk berdasarkan akulturasi budaya dengan budaya luar. Kecimol adalah seni kontemporer yang merupakan produk masa kini sebagai bagian dari akulturasi budaya akibat aksi interaksi dengan budaya lain.

Akulturasi budaya dimaksud yaitu budaya Eropa yang bermula dari drum band. Dari drum band tersebut, muncul ide untuk membentuk kesenian baru yang dikenal dengan Kecimol.

Dilansir dari koranntb.com, Kecimol berkembang pertamakali dari Kecamatan Masbagik, Lombok Timur. Kecimol mulai dikenal sekitar era 80-an dan mulai berkembang menjadi seni hiburan saat Nyongkolan atau tradisi mengantar pengantin suku Sasak. Dahulu Kecimol dikenal dengan nama Esot.

Dulunya Kecimol digunakan untuk menghibur masyarakat yang sedang bergotong royong di masjid atau sedang bekerja di sawah, yang kemudian mulai digunakan di acara perkawinan.

Rabu, 05 Juni 2024

Pj Bupati Minta Masyarakat Jaga Lungkungan

 

Apel peringatan hari lingkungan hidup
Okenews.net--Moment apel peringatan hari lingkungan hidup menyampaikan agar selalu menjaga lingkungan, ia menyebut Jika tidak menjaga lingkungan maka pastilah daya dukung dan tampung lingkungan semakin berkurang. ungkap Pj. Bupati Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik sewaktu menjadi pemimpin apel pada peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2024, Rabu (05/06/2024)  di Hutan Kota Selong.

Ia berpesan untuk senantiasa menjaga lingkungan karena lingkungan bukan warisan melainkan titipan bagi generasi mendatang. Menurutnya, lingkungan harus dirawat dan dijaga dengan baik karena pada akhirnya akan ditinggalkan oleh generasi lama dan akan digantikan oleh generasi baru atau kaum muda.

Lebih lanjut, Ia juga menyinggung isu air yang dilatarbelakangi oleh peningkatan kebutuhan sumber daya air di masa sekarang ini. Karena itu dibutuhkan tindakan kolektif, kerja sama dan solusi untuk mengatasi permasalahan air yang kian mendesak dan melanda dunia.

Ia mengingatkan menjaga lingkungan tidak hanya tugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) melainkan menjadi tugas semua elemen. Ia mengingatkan untuk lebih memahami dan memaknai lingkungan lebih luas. Peringatan hari lingkungan hidup sedunia, meski berlangsung sederhana diharapkan dapat dimaknai secara luas, “Semangat rekan-rekan, walaupun perayaannya secara sederhana tetapi maknanya luas,” ujarnya.

Terakhir, Ia mengajak seluruh komponen untuk ikut berperan dalam penanaman 1000 bakau di Labuhan Haji yang akan dilaksanakan Jumat mendatang, sebagai bagian dari perayaan hari lingkungan hidup sedunia. Ia menyebut manfaat bakau yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan tetapi juga dapat memperbaiki kondisi lingkungan yang nantinya berdampak pula bagi perbaikan ekosistem dan pada akhirnya berdampak terhadap perekonomian dan kesejahteraan.

Upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kabupaten Lombok Timur diikuti Dinas LHK, TNI, SatPol PP dan organisasi pemerhati lingkungan.

Selamat Idul Fitri 1444 H


Selamat Idul Adha 1445 H

 


Pendidikan

Hukum

Ekonomi