www.okenews.net: Sosial
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juni 2026

Tangis Pimpinan BAZNAS Lotim Pecah Saat Serahkan Kursi Roda untuk Baiq Damatun, Bukti Nyata Amanah Zakat Muzakki

BAZNAS Lotim

Okenews.net– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur kembali menyalurkan amanah para muzakki kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan berupa satu unit kursi roda diberikan kepada Baiq Damatun (65), warga Dusun Setanggor Selatan, Desa Setanggor Selatan, Kecamatan Sukamulia, yang telah lama menderita sakit parah hingga mengalami kelumpuhan.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan BAZNAS Lombok Timur, H. Murjoko, didampingi tim BAZNAS Lotim, Rabu (9/6), setelah sebelumnya dilakukan verifikasi faktual untuk memastikan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat.

Suasana haru menyelimuti rumah sederhana Baiq Damatun saat bantuan diserahkan. Melihat kondisi lansia yang sudah lama terbaring lemah dan tidak mampu berjalan, H. Murjoko tak kuasa menahan air mata. Dengan mata berkaca-kaca, ia mendorong kursi roda baru itu ke samping tempat tidur penerima manfaat.

"Ini kursi roda dari zakat, infak, dan sedekah para muzakki Lombok Timur. Mari kita titipkan doa untuk seluruh muzakki yang telah berbagi rezeki. Semoga Allah SWT mengangkat penyakit beliau, memberikan kesembuhan, dan membalas kebaikan para muzakki dengan keberkahan yang berlipat ganda," ujar H. Murjoko dengan suara bergetar.

Rasa syukur juga terpancar dari keluarga Baiq Damatun. Anak dan cucunya mengaku terharu atas respon cepat BAZNAS Lotim sejak laporan diterima hingga bantuan disalurkan. Selama ini, Baiq Damatun hanya bisa digendong atau dibantu anggota keluarga saat hendak keluar rumah karena tidak memiliki alat bantu mobilitas.

"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Lombok Timur dan seluruh muzakki. Baru beberapa hari kami melapor, bantuan sudah datang. Bahkan kami ikut terharu melihat Bapak Pimpinan sampai menangis menyaksikan kondisi ibu kami. Ini membuktikan bahwa zakat yang dititipkan melalui BAZNAS benar-benar disalurkan kepada yang membutuhkan," ungkap salah seorang anggota keluarga.

H. Murjoko menegaskan bahwa bantuan kursi roda tersebut merupakan wujud nyata amanah zakat yang dipercayakan masyarakat kepada BAZNAS. Ia memastikan setiap dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun akan disalurkan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan mustahik di lapangan.

"Kami hanya menjadi perantara. Semua ini terwujud karena kepercayaan para muzakki. Senyum dan doa Baiq Damatun hari ini adalah bukti bahwa zakat mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan," tegasnya.

BAZNAS Lombok Timur terus mengajak masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Setiap amanah yang dititipkan akan dicatat, diverifikasi, dan disalurkan kepada mustahik yang berhak, termasuk kaum dhuafa, lansia, yatim piatu, serta masyarakat yang membutuhkan bantuan mendesak.

Sabtu, 30 Mei 2026

Peringati HKN 2026, Sekda Lotim Ingatkan Bahaya Echo Chamber bagi Pemuda

Foto: Peringatan HKN 2026

Okenews.net- Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam fenomena echo chamber di media sosial yang dapat mengancam persatuan dan mempersempit cara pandang terhadap keberagaman.

Pesan tersebut disampaikan Juaini saat menjadi narasumber dalam dialog Hari Kebangkitan Nasional (HKN) 2026 bertema “Peran Strategis Pemuda dalam Menjaga Persatuan Bangsa di Era Digital” yang digelar Komunitas Literasi dan Diskursus Politik Narasi Politik di Kedai Teduh, Kembang Sari, Selong, Jumat (29/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Juaini menyoroti besarnya potensi bonus demografi Indonesia. Saat ini sekitar 60 persen penduduk berada pada usia produktif, sementara mayoritas pengguna internet berasal dari kalangan muda.

“Ini adalah peluang besar bagi bangsa Indonesia. Pemuda harus kreatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif,” ujarnya di hadapan mahasiswa, komunitas pemuda, dan masyarakat umum.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas diri. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak menghabiskan masa produktif hanya untuk kesenangan sesaat.

“Jangan waktu muda hanya digunakan untuk foya-foya. Masa muda harus dimanfaatkan untuk belajar, membangun kapasitas diri, dan berkontribusi bagi bangsa,” tegasnya.

Juaini juga menyoroti fenomena echo chamber, yakni kondisi ketika seseorang hanya menerima informasi yang sejalan dengan pandangannya sendiri. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memicu fanatisme sempit, polarisasi, hingga sikap intoleran.

“Indonesia adalah negara yang majemuk. Kita membutuhkan pemuda yang terbuka, toleran, dan mampu menjaga harmoni sosial di tengah perbedaan. Anak muda tidak boleh menutup diri. Mereka harus aktif berdialog dan memperluas wawasan agar tidak mudah terjebak pada sikap intoleran,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai agen persatuan, pelopor literasi digital, penggerak perubahan sosial, sekaligus benteng dalam menghadapi radikalisme dan disinformasi di ruang digital.

Tak hanya itu, Juaini juga mendorong generasi muda untuk terlibat dalam proses perumusan kebijakan publik. Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam menentukan isu-isu prioritas pembangunan sangat penting agar kebijakan yang lahir benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Peran pemuda dalam agenda setting sangat penting. Anak muda harus berani terlibat dalam proses penyusunan kebijakan agar kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Dialog berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar tantangan menjaga persatuan bangsa, dampak media sosial, serta peran generasi muda dalam memperkuat demokrasi dan kebhinekaan.

Sementara itu, Direktur Narasi Politik, Ahmad, berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran politik, literasi digital, serta semangat kebangsaan di kalangan generasi muda Lombok Timur.

“Melalui forum seperti ini, kami berharap lahir pemuda yang kritis, cerdas bermedia, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan di tengah perkembangan era digital,” ujarnya.


Jumat, 22 Mei 2026

Pramuka Jadi Sarana Pembinaan Karakter Anak Binaan LPKA Lombok Tengah

Foto: Kegiatan LPKA Kelas II Lombok Tengah

Okenews.net– Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah terus menghadirkan kegiatan positif bagi anak binaan. Salah satunya melalui kegiatan kepramukaan yang digelar bekerja sama dengan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Lombok Tengah, Jumat (22/5).

Kegiatan tersebut berlangsung penuh antusias dengan pendampingan dari pembina Pramuka Haris Fadli dan Nila Yunita. Anak binaan diberikan berbagai materi kepramukaan yang berfokus pada peningkatan disiplin, kekompakan, kerja sama tim, hingga pembentukan karakter.

Kepala LPKA Lombok Tengah, Hidayat, mengatakan kegiatan Pramuka menjadi bagian penting dalam proses pembinaan anak binaan selama berada di lingkungan LPKA.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut anak binaan diajarkan untuk memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, serta rasa percaya diri yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pramuka menjadi media pembinaan yang efektif untuk menanamkan nilai kebersamaan, kepemimpinan, dan semangat kebangsaan kepada anak binaan,” ujar Hidayat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kwarcab Lombok Tengah yang telah mendukung program pembinaan di LPKA melalui kegiatan kepramukaan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak binaan mampu mengembangkan potensi diri dan memiliki karakter yang lebih baik sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

Kamis, 21 Mei 2026

TMMD ke-128 di Lotim Resmi Ditutup, Jalan Tani hingga Sumur Bor Rampung

Foto: Bupati Lotim Saat Menyerahkan Kunci Rumah  Secara Simbolis

Okenews.net – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Lombok Timur resmi ditutup melalui upacara yang berlangsung di Lapangan Suralaga, Kamis (21/5). Penutupan kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bersama jajaran TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Upacara penutupan dipimpin Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief yang membacakan amanat Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto. Dalam amanatnya ditegaskan bahwa TMMD menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa,” program tersebut dinilai berhasil mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat.

“Partisipasi masyarakat yang begitu tinggi selama kegiatan berlangsung menunjukkan semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah,” demikian amanat Pangdam yang dibacakan Danrem.

Di Lombok Timur, seluruh sasaran fisik dan nonfisik berhasil diselesaikan 100 persen. Pekerjaan fisik meliputi perabatan Jalan Usaha Tani sepanjang 60 meter serta pentalutan jalan sepanjang 1.130 meter.

Selain itu, Satgas TMMD juga mencatat capaian tambahan berupa rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan empat unit sumur bor, pembangunan tower penampungan air, hingga perbaikan fasilitas MCK dan tempat wudhu.

Tak hanya pembangunan infrastruktur, kegiatan nonfisik juga mendapat perhatian serius. Satgas TMMD menggelar berbagai penyuluhan dan pelayanan masyarakat, mulai dari wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, penanggulangan bencana, edukasi hidup sehat, hingga sosialisasi rekrutmen TNI.

Program kesehatan dan lingkungan juga turut dilaksanakan melalui pelayanan KB kesehatan, Posyandu, Posbindu, pencegahan stunting, pengobatan gratis, penanaman 1.000 pohon, serta aksi bakti sosial pembersihan lingkungan.

Keberhasilan program tersebut didukung kekuatan personel gabungan sebanyak 150 orang dari unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah, bersama keterlibatan aktif masyarakat Desa Paok Lombok.

Dalam kesempatan itu, Pangdam IX/Udayana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan TMMD hingga berjalan lancar dan sukses.

Senin, 18 Mei 2026

Baznas Lotim Salurkan Bantuan Kesehatan untuk Ratusan Warga

Foto: Baznas Lombok Timur

Okenews.net – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur kembali menyalurkan bantuan kesehatan kepada ratusan warga kurang mampu di Kantor Baznas Lotim, Senin (18/5/2026).

Penyaluran bantuan tersebut dipimpin langsung Wakil Ketua I Baznas Lombok Timur, H. Murjoko. Bantuan diberikan dalam bentuk santunan tunai kepada masyarakat yang telah terdaftar sebagai penerima manfaat berdasarkan usulan yang masuk ke Baznas.

H. Murjoko mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam memastikan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga yang membutuhkan, khususnya di bidang kesehatan.

Menurutnya, kesehatan menjadi salah satu kebutuhan penting yang harus mendapat perhatian bersama. Karena itu, Baznas Lotim terus mendorong berbagai program sosial agar mampu membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu.

“Dana zakat yang dipercayakan masyarakat kepada Baznas harus benar-benar kembali kepada umat melalui program yang bermanfaat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain program kesehatan, Baznas Lombok Timur juga terus menjalankan bantuan di sektor pendidikan, ekonomi, hingga kegiatan sosial keagamaan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Kegiatan penyaluran bantuan itu turut dihadiri petugas Baznas, perwakilan unit pengumpul zakat kecamatan, serta para penerima manfaat yang tampak antusias menerima bantuan.

Jumat, 15 Mei 2026

TMMD di Paok Lombok Dinilai Sukses Bangkitkan Semangat Gotong Royong

Foto: Sekertaris Daerah Lombok Timur bersama tim Pengawas dan Evaluasi Pada pelaksanaan TMMD 

Okenews.net – Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menghadiri kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) pada pelaksanaan TMMD ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Posko TMMD Kodim 1615/Lotim, Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Jumat (15/5).

Dalam sambutannya, Sekda memberikan apresiasi terhadap jajaran Kodim 1615/Lotim atas sinergi yang terbangun bersama pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan di desa.

Menurutnya, kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan berbagai program pembangunan, khususnya melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

“Kalau bekerja sendiri-sendiri tentu sulit mencapai target. Dengan kebersamaan dan sinergi, pekerjaan bisa lebih cepat diselesaikan,” ujar Juaini Taofik.

Ia menjelaskan, Desa Paok Lombok dipilih sebagai lokasi TMMD karena memiliki potensi besar sebagai sentra pangan dan hortikultura di Kecamatan Suralaga. Infrastruktur yang dibangun seperti talut dan jalan dinilai tidak hanya memberi manfaat bagi warga setempat, tetapi juga desa-desa di sekitarnya.

Sekda juga menilai kehadiran TMMD mampu menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.

“Yang paling membanggakan adalah semangat TNI mampu membangkitkan kembali budaya gotong royong dan suasana kebersamaan di desa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Wasev Brigjen TNI Wawan Setiawan menyampaikan bahwa proses perencanaan hingga pelaksanaan TMMD di Lombok Timur berjalan baik dan melibatkan aspirasi masyarakat sejak tingkat desa.

Ia berharap program fisik maupun nonfisik yang dijalankan dapat mempercepat pembangunan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui TMMD, kita ingin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dan membangun kembali semangat gotong royong,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Tim Wasev juga menyerahkan bantuan sarana dan paket sembako secara simbolis kepada masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi pengerjaan program TMMD di Desa Paok Lombok.

Selasa, 12 Mei 2026

BAZNAS Lotim Gencarkan Sosialisasi Kurban hingga Pelosok Desa

Foto: Ketua Baznas Lombok Timur, H. M. Kamli

Okenews.net – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur terus menggencarkan sosialisasi program kurban 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan melibatkan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kecamatan hingga masyarakat luas.

Ketua BAZNAS Lombok Timur, H. M. Kamli, mengajak masyarakat dan para dermawan untuk menyalurkan hewan kurban melalui BAZNAS agar pendistribusiannya lebih merata dan tepat sasaran.

“Berkurban melalui BAZNAS lebih amanah dan tepat sasaran. Daging kurban nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk di wilayah terpencil di Lombok Timur,” ujarnya, Senin (11/5).

Ia menjelaskan, BAZNAS Lombok Timur membuka layanan penerimaan kurban secara langsung di kantor BAZNAS maupun melalui UPZ di masing-masing kecamatan. Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan pembayaran secara daring melalui rekening resmi dan platform digital BAZNAS dengan pilihan hewan kurban sapi maupun kambing.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengumpulan BAZNAS Lombok Timur, Mirwan, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi mingguan bersama Bidang Pengumpulan dan UPZ kecamatan se-Lombok Timur untuk memperkuat strategi sosialisasi program kurban tahun ini.

Menurutnya, berbagai langkah dilakukan agar informasi program kurban dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemasangan spanduk, banner, dan baliho di titik strategis hingga pemanfaatan media sosial.

“Melalui berbagai media sosialisasi, kami ingin masyarakat semakin memahami kemudahan dan manfaat berkurban melalui BAZNAS,” katanya.

Mirwan menambahkan, UPZ kecamatan memiliki peran penting dalam mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berkurban melalui BAZNAS. Karena itu, seluruh UPZ diminta aktif melakukan sosialisasi ke desa-desa, masjid, hingga kelompok masyarakat.

Selain meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berkurban, upaya tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap target pengumpulan dana Off Balance Sheet BAZNAS secara nasional yang tahun ini ditargetkan mencapai Rp130 miliar.

Kamis, 07 Mei 2026

Program Lumbung Pangan Baznas Lotim Sukses Ubah Petani Jadi Muzakki

Foto: Baznas Lombok Timur

Okenews.net- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur mencatat capaian positif melalui program Lumbung Pangan hasil kolaborasi bersama Baznas RI dan Baznas Provinsi NTB. Program tersebut dinilai berhasil meningkatkan kesejahteraan petani binaan hingga mampu bertransformasi dari penerima zakat (mustahiq) menjadi pemberi zakat (muzakki).


Wakil Ketua Baznas Lombok Timur, Hamidi, mengatakan keberhasilan program tersebut menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat secara produktif mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya petani di Lombok Timur.


“Melalui pendampingan intensif dari Baznas RI dan Baznas Lombok Timur, para petani kini memiliki penghasilan yang melampaui nisab. Hari ini menjadi momen bersejarah karena mereka tidak lagi sebagai penerima zakat, tetapi sudah menjadi muzakki,” ujar Hamidi, Kamis (7/5).


Ia menjelaskan, program Lumbung Pangan didukung pendanaan dari tiga tingkatan Baznas, yakni Baznas RI sebesar 70 persen, Baznas Provinsi NTB 20 persen, dan Baznas Kabupaten Lombok Timur sebesar 10 persen.


Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kekuatan utama dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan pemberdayaan petani secara berkelanjutan.


Hamidi menambahkan, capaian tersebut merupakan pengalaman pertama bagi sebagian besar petani binaan yang mampu memperoleh hasil panen melimpah hingga dapat menunaikan zakat mal dari hasil pertaniannya sendiri.


“Ini pertama kali dalam hidup mereka bisa panen dalam jumlah besar dan menunaikan zakat dari hasil usaha pertaniannya. Ada rasa haru dan bangga karena petani kini bisa ikut berkontribusi membantu umat melalui zakat,” katanya.


Baznas Lombok Timur berharap keberhasilan program itu dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dikelola lebih produktif dan tepat sasaran.


“Kami mengajak seluruh masyarakat, ASN, pengusaha, petani, dan semua pihak untuk memperkuat syiar zakat. Dengan berzakat melalui Baznas, kita tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi umat,” tutupnya.


Rabu, 06 Mei 2026

Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Fauzan Khalid: Sistem Pendidikan Pondok Pesantren Yang Terbaik

Foto: DPRRI Fauzan Khalid

Okenews.net- Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid, menyatakan, sistem pendidikan pondok pesantren (ponpes) merupakan sistem pendidikan yang terbaik. Sistem pendidikan di asrama pondok pesantren memiliki karakter khas, kekeluargaan, inklusif (terbuka) dan tidak paternalistik.

“Hubungan santri dan ustaz (kiai) dekat, memiliki ikatan persaudaraan  (ukhuwah) yang kuat, termasuk dengan sesama santri. Pondok tempat bertemunya santri dari berbagai latar belakang etnis, sosial, mengajarkan toleransi dan tidak diskriminasi,” kata Fauzan saat memberi sambutan pada pembukaan majelis taklim di Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahad (03/05/2026).

Menurut Fauzan, Anggota Komisi II DPR RI dari dapi NTB II Pulau Lombok, kehidupan di pondok pesantren didasarkan pada prinsip persaudaraan dan persamaan. Santri terbiasa saling membantu dan sangat menghargai perbedaan. 

Pengawasan selama 24 jam di asrama oleh ustaz, lanjut Fauzan, menekankan kemandirian, kesederhanaan, disiplin tinggi, dan tata krama atau adab. Karena itu, ponpes mampu mencetak santri dengan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kedalaman ilmu agama, dan kehalusan akhlak.

“Selama menimba ilmu di ponpes, santri mendapatkan keseimbangan ilmu dunia dan akhirat. Karena itu, santri jangan merasa rendah diri karena bersekolah di ponpes,” jelasnya.

Banyak para ahli menilai sistem pendidikan di ponpes, kata Fauzan, merupakan yang terbaik dan menjadi contoh pelaksanaan pendidikan. Contohnya, home schooling mengadopsi konsep pendidikan yang diterapkan ponpes. 

Dihadapan jamaah majelis taklim Yayasan Ponpes Nurul Qur’an Wal Ahkam, Fauzan, Bupati Lombok Barat dua periode (2016-2024), minta agar orangtua tidak ragu menyekolahkan anak dengan alasan apa pun, termasuk alasan ketidakmampuan ekonomi. Orangtua harus bertekad menyekolahkan anak sebagai fondasi bagi masa depan anak.

Menurut Fauzan, pendidikan merupakan sarana pengembangan karakter, keterampilan kognitif, dan kemampuan sosial. Melalui sekolah, anak didik memperoleh pengetahuan, kemandirian, nilai moral, dan kejujuran yang membentuk kepribadian positif menghadapi masa depan. 

“Sekali lagi, jangan ragu menyekolahkan anak. Jangan keluar kata-kata, saya tidak mampu menyekolahkan anak. Rezeki dari Allah SWT, yakinlah anak yang bersekolah sudah ada rezekinya dari Allah SWT. Karena itu, mari kita dorong anak-anak kita untuk sekolah,” tegasnya.

Sebagai orangtua, kata Fauzan, tugasnya adalah membiayai anak-anak untuk menempuh pendidikan sebagai bekal masa depan. Selain itu, oranguta wajib memberikan kenyamanan bagi anak unuk belajar.

“Buat lingkungan rumah yang nyaman bagi anak untuk belajar. Jangan bertengkar, karena kalau orangtua bertengkar, ini bisa membuat anak tidak nyaman belajar,” katanya. Fauzan, dalam kesempatan ini mengajak masyarakat untuk terus menimba ilmu sampai akhir hayat (long life learning) sebagai landasan utama meraih kebahagiaan dunia akhirat

Selasa, 05 Mei 2026

Bupati Lotim Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pringgabaya, Janji Pulihkan Aktivitas Pasar

Foto: Bupati Lombok Timur dalam Acara Penyerahan Bantuan Terhadap Korban Terdampak Kebakaran Pasar Peringgabaya

Okenews.net– Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran di Kecamatan Pringgabaya, Selasa (5/5). Bantuan tersebut disalurkan melalui program pemberdayaan asnaf miskin yang digagas BAZNAS Kabupaten Lombok Timur dan berlangsung di aula Kantor Camat Pringgabaya.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung saat peristiwa kebakaran terjadi. Ia menjelaskan, pada waktu bersamaan dirinya tengah berada di Jakarta untuk mengurus persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi ratusan ribu warga Lombok Timur yang dinonaktifkan.

Selain penyaluran bantuan, pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk memulihkan kondisi pasar yang terdampak kebakaran. Bupati menyebut, upaya normalisasi aktivitas ekonomi masyarakat menjadi prioritas, meski tetap harus melalui tahapan perencanaan dan prosedur yang berlaku.

“Pemerintah ingin aktivitas pasar segera kembali normal, namun semua harus melalui proses, mulai dari perencanaan hingga penganggaran,” ujarnya.

Adapun bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp2 juta untuk masing-masing penerima. Meski dinilai belum sebanding dengan kerugian yang dialami para pedagang, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban sekaligus menjadi bentuk kepedulian pemerintah.

Bupati juga menekankan pentingnya dukungan moral dan kebersamaan dalam menghadapi musibah tersebut. Ia meminta para pedagang untuk bersabar sembari menunggu langkah lanjutan dari pemerintah daerah dalam memulihkan fasilitas pasar.

“Kami akan berupaya mengembalikan kebutuhan masyarakat di pasar. Mohon bersabar, karena semua harus melalui mekanisme yang ada,” pungkasnya.

Senin, 04 Mei 2026

Ratusan Rumah Tidak Layak Huni Terima Bantuan Aspirasi Fauzan Khalid di Lombok

Fauzan Kahlid

Okenews.net-  Sedikitnya 150 rumah tidak layak huni (RTLH) di Pulau Lombok pada tahun 2026 dipastikan menerima bantuan aspirasi Anggota DPR RI Fraksi NasDem dapil NTB II Pulau Lombok, H. Fauzan Khalid. Bantuan aspirasi berupa bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).

Bantuan BSPS secara resmi diserahkan kepada para penerima bantuan di Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (02/05/2026). Bantuan diserahkan bertahap, karena sejumlah  penerima bantuan lain masih dalam proses verifikasi dari pemerintah.

Fauzan mengatakan, verifikasi ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan para penerima layak mendapat bantuan BSPS. Fauzan mengaku setuju dengan langkah yang dilakukan pemerintah melakukan verifikasi sebelum penerima dipastikan layak sesuai kriteria penerima BSPS.

“Pastikan para penerima tidak pernah ikut judi online (judol). Kalau pernah ikut judi online, calon penerima pasti dicoret dan batal mendapatkankan bantuan,” kata Fauzan, Anggota Komisi II DPR RI dari dapil NTB II Pulau Lombok.

Karena itu, lanjut Fauzan, Bupati Lombok Barat dua periode (2016-2024), minta masyarakat untuk tidak bermain judol. Judol tidak akan membuat masyarakat untung, tetapi rugi karena tidak akan pernah menang.

“Bandar judol sudah atur. Makanya, jangan berharap, bapak, ibu akan mendapat untung dari bermain judol. Dari sisi agama juga, tidak boleh bermain judi. Judi akan membuat sengsara. Jangan ya, bapak ibu semua,” paparnya.

Ia mengaku mengapresiasi dan setuju dengan syarat penerima BSPS, bebas dari judi online. Tujuan menjadikan syarat penerima BSPS bebas judol, untuk memastikan dana bantuan yang bersumber dari APBN benar-benar digunakan untuk peningkatan kualitas fisik hunian layak huni, aman, dan sehat.

Selain itu, untuk mencegah uang stimulan disalahgunakan untuk modal judol, bukan untuk membeli material bahan bangunan. Dana BSPS diberikan kepada penerima senilai Rp 20 juta per rumah, untuk membeli bahan bangunan di toko lokal, agar warga sekitar tempat tinggal penerima mendapat manfaat ekonomi.

Pemerintah melalui Dinas Teknis dan Pemerintah Desa atau Kelurahan, tambah Fauzan, melakukan pengawasan ketat. Penerima bantuan akan diberi peringatan, bahkan bisa dicabut status penerima jika terbukti menyalahgunakan bantuan untuk judi online atau perilaku tidak produktif lain. 

“Program bantuan RTLH bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui hunian layak, aman, dan sehat. DPR bersama pemerintah berusaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian sesuai standar keamanan, kesehatan dan dapat dihuni masyarakat dengan nyaman,” katanya.

Selasa, 28 April 2026

Bupati Lotim Sampaikan Masalah Sekolah Rakyat dan BPJS ke Mensos

Bupati Lombok Timur bersama Kementrian Sosial RI

Okenews.net- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyampaikan sejumlah persoalan strategis kepada Saifullah Yusuf dalam audiensi bersama Kementerian Sosial RI di Jakarta, Selasa (28/4).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang didampingi Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik menyoroti dua isu utama, yakni program Sekolah Rakyat dan kepesertaan BPJS Kesehatan.

Bupati Haerul mengungkapkan, pelaksanaan Sekolah Rakyat di Lombok Timur yang telah berjalan selama dua tahun masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Saat ini, sebanyak 100 siswa setingkat SD masih menumpang di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lenek, sementara 125 siswa setingkat SMA menggunakan gedung eks Akper Sakra.

Pemda, lanjutnya, sebenarnya telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare untuk mendukung program tersebut. Namun, belakangan diketahui kebutuhan lahan mencapai 7 hektare. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk melanjutkan program tersebut.

Selain itu, Bupati juga menyoroti persoalan BPJS Kesehatan. Ia menyebut sekitar 130 ribu warga Lombok Timur mengalami penonaktifan kepesertaan. Padahal, pada 2026 Pemda telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk pembiayaan BPJS, meningkat dari Rp80 miliar pada tahun sebelumnya.

Menurutnya, jika seluruh peserta yang dinonaktifkan tidak ditanggung pemerintah pusat, maka daerah harus menambah anggaran hingga Rp50 miliar, yang dinilai cukup membebani APBD.

Sementara itu, untuk penyaluran bantuan sosial, Bupati memastikan kondisi di Lombok Timur relatif aman dan berjalan lancar.

Menanggapi hal tersebut, Mensos Saifullah Yusuf menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program Sekolah Rakyat, mulai dari pelaksanaan hingga pengawasan.

Terkait BPJS, ia menjelaskan bahwa dari 130 ribu peserta yang dinonaktifkan, sekitar 70 ribu di antaranya berdasarkan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Di sisi lain, sebanyak 72 ribu warga justru diaktifkan kembali sesuai kriteria penerima bantuan.

Mensos menegaskan, penyesuaian data dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Ia juga meminta pemerintah daerah tidak lagi menganggarkan peserta yang sudah ditanggung pemerintah pusat.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi