www.okenews.net: Sosial
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Januari 2026

Kolaborasi Pemda dengan Baznas, Puluhan Rumah Layak Huni dan Modal Usaha, Diserahkan untuk Warga Lombok Timur

Penyerahan Bantuan Rumah Layak Huni

Okenews.net- Upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lombok Timur terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan lembaga keuangan. Mengawali tahun 2026, sebanyak 73 unit rumah layak huni resmi diserahkan kepada masyarakat pada Kamis (08/01/2026).


Bantuan tersebut terdiri dari 50 unit Rumah Layak Huni (Mahyani) yang bersumber dari dana bagi hasil serta zakat Bank NTB, dan 23 unit rumah hasil program rehabilitasi BAZNAS Lombok Timur. Tidak hanya hunian, pemerintah juga menyalurkan bantuan ekonomi produktif berupa 20 paket gerobak usaha dan modal usaha masing-masing sebesar Rp1,5 juta guna memperkuat kemandirian ekonomi warga.


Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin dalam sambutannya menyampaikan refleksi perjalanan pengelolaan zakat di daerahnya yang penuh dinamika, namun memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia juga mengungkapkan tantangan besar yang masih dihadapi pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan rumah layak huni.


“Masih ada sekitar 20 ribu unit rumah tidak layak huni yang tersebar di 21 kecamatan. Untuk itu, kami terus melakukan lobi intensif ke pemerintah pusat agar persoalan ini dapat ditangani secara bertahap,” ujar Bupati.


Selain sektor perumahan, Bupati juga memaparkan sejumlah capaian program strategis nasional di Lombok Timur, seperti program Kementerian Kelautan dan Perikanan di kawasan Ekas serta proyek SPAM Pantai Selatan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Pemprov NTB, dan pemerintah pusat terus terjaga sebagai kunci percepatan pembangunan.


Sementara, Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Timur H. Muhammad Kamli menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban lembaga dalam menjalankan amanah umat.


“Alhamdulillah, kegiatan hari ini adalah kewajiban kami sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam urusan sosial kemasyarakatan. Kami berkomitmen agar tidak ada lagi saudara-saudara kita yang harus tidur di bawah rintikan hujan karena rumahnya tidak layak,” ungkapnya.


Ia menambahkan, 23 unit rumah layak huni telah tuntas dibangun, sementara program Mahyani yang merupakan inovasi asli NTB kini telah diadopsi secara nasional. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan lembaga zakat, diharapkan persoalan kemiskinan ekstrem di Lombok Timur dapat dituntaskan lebih cepat.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi NTB TGH. L. Muhyi Abidin menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan zakat di NTB tidak terlepas dari peran aktif kepala daerah. Menurutnya, Bupati Lombok Timur telah menunjukkan kepemimpinan sejati dengan mendorong kesadaran berzakat di seluruh lapisan masyarakat.


“Kepala daerah di NTB patut dibanggakan karena telah mendapat penghargaan dari BAZNAS Pusat atas komitmennya mendorong para aghniya dan PNS untuk berzakat. Ketika Bupati mendorong zakat, sejatinya beliau sedang menjalankan tugas kepemimpinan, karena BAZNAS adalah perpanjangan tangan pemerintah,” tegasnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menunda berbuat kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Menurutnya, ZIS merupakan kewajiban religius yang tidak harus menunggu kaya, tetapi bertujuan membentuk kepedulian sosial.


Senin, 05 Januari 2026

LKS Istiqomah Boyemare Bersama BAZNAS Lotim Salurkan Bantuan untuk Lansia dan Anak Yatim

Baznas Lombok Timur

Okenews.net- Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak dan Lanjut Usia (LKSA–LKSLU) Istiqomah Desa Boyemare bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat jompo dan anak yatim, Senin, 05/01/2026


Kegiatan yang berlangsung di Dusun Montong Belo, Desa Boyemare ini menyasar sebanyak 100 penerima manfaat, berupa paket sembako dan uang santunan. Acara berlangsung penuh haru dan kebahagiaan, dihadiri oleh pengurus LKS Istiqomah, tokoh masyarakat, perwakilan FKDM Sakra Barat, serta BAZNAS Lombok Timur.


Ketua LKS Istiqomah, Fahrurrozi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Lombok Timur dan BAZNAS Lombok Timur atas dukungan yang terus diberikan kepada masyarakat Desa Boyemare.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemda Lombok Timur dan BAZNAS Lombok Timur yang selalu hadir saat masyarakat kami membutuhkan. Ini adalah upaya tulus kami untuk membantu warga, mencarikan solusi agar mereka tetap bisa tersenyum dan merasa diperhatikan,” ungkap Fahrurrozi.


Ia menegaskan, LKS Istiqomah akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam persoalan-persoalan kemanusiaan. Menurutnya, keberpihakan kepada masyarakat kecil merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan.


“Kami akan selalu hadir untuk masyarakat bawah, terlebih dalam urusan kemanusiaan. Ini juga bagian dari komitmen kami membantu pemerintah dalam menekan angka kemiskinan,” imbuhnya.


Sementara itu, perwakilan BAZNAS Lombok Timur, M. Ilham Jauhari, selaku Kasubag Administrasi dan SDM, menyampaikan bahwa sinergi dan kebersamaan menjadi kunci dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi umat.


“Soal kemaslahatan umat, kita harus bergandengan tangan membantu sesama. Melihat senyum para mustahik adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami,” tutupnya.

Awal 2026, Presiden Prabowo Tinjau 600 Rumah Hunian Korban Bencana di Sumatra

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto

Okenews.net Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengawali tahun 2026 dengan meninjau langsung pembangunan rumah hunian bagi korban bencana alam di Sumatra. Kunjungan tersebut dilakukan pada hari pertama tahun baru, dengan fokus pada 600 unit pertama dari total 15.000 rumah yang tengah dibangun oleh Danantara.

Pemerintah menunjukkan respons cepat pascabencana yang terjadi sekitar satu bulan lalu. Hingga kini, lebih dari 1.000 unit rumah hunian telah rampung dibangun dan tersebar di tiga provinsi. Proses pembangunan masih terus berlanjut, disertai dengan perbaikan berbagai fasilitas publik secara bertahap.

Salah satu lokasi pembangunan berada di Aceh Tamiang. Rumah hunian di kawasan ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang kehidupan warga, seperti akses WiFi gratis, air bersih, listrik, tempat ibadah, fasilitas bermain anak, serta akses jalan yang memadai dan terhubung langsung dengan jalan utama.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan para korban bencana dapat segera kembali menjalani kehidupan yang layak, aman, dan nyaman. Pembangunan hunian ini menjadi bagian dari upaya pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana alam.

Minggu, 04 Januari 2026

Sambut KUHP Baru 2026, Kemenimipas Siapkan 968 Lokasi Pidana Kerja Sosial

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto
Okenews.net– Menjelang implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru pada 2026, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung penerapan pidana non-pemenjaraan. Sebanyak 968 lokasi kerja sosial telah disiapkan sebagai tempat pelaksanaan pidana kerja sosial di seluruh Indonesia.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, mengatakan kesiapan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara Balai Pemasyarakatan (Bapas) di seluruh daerah dengan pemerintah daerah serta mitra terkait.

“Melalui Kepala Bapas di seluruh Indonesia, kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan mitra untuk mendukung pelaksanaan pidana kerja sosial sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” ujar Agus, Sabtu (03/01/2026).

Agus menjelaskan, 968 lokasi tersebut mencakup berbagai fasilitas publik, mulai dari sekolah, tempat ibadah, taman kota, panti asuhan, hingga pesantren, yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi kerja sosial bagi terpidana.

Selain itu, Kemenimipas juga menyiapkan 94 Griya Abhipraya (GA) yang dikelola oleh Bapas untuk mendukung proses pembimbingan selama pelaksanaan pidana kerja sosial.

“Sebanyak 1.880 mitra di Griya Abhipraya Bapas telah siap terlibat. Pembimbingan akan disesuaikan dengan hasil asesmen atau penelitian kemasyarakatan (litmas) yang disusun Pembimbing Kemasyarakatan (PK), serta berdasarkan putusan hakim dan eksekusi jaksa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menteri Agus berharap penerapan pidana kerja sosial dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan overcrowding di lapas dan rutan, sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan.

“Harapannya, warga binaan yang kembali ke masyarakat menjadi pribadi yang mandiri secara keterampilan dan ekonomi, menyadari kesalahannya, serta tidak mengulangi tindak pidana,” tegasnya.

Ia juga menargetkan kebijakan ini mampu menekan angka residivisme hingga nol, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Sebagai bagian dari persiapan, Kemenimipas telah mengirimkan surat resmi kepada Ketua Mahkamah Agung pada 26 November 2025, yang memuat daftar lokasi pelaksanaan pidana kerja sosial.

Sebelumnya, melalui 94 Bapas di seluruh Indonesia, Kemenimipas telah melakukan uji coba pelaksanaan kerja sosial pada periode Juli hingga November 2025. Program ini melibatkan 9.531 klien, dengan dukungan mitra dari unsur pemerintahan maupun lembaga nonpemerintah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 2.686 Pembimbing Kemasyarakatan (PK) yang siap bertugas. Pihaknya juga telah mengusulkan penambahan 11 ribu PK, serta pembangunan 100 unit Bapas dan Pos Bapas baru guna memperkuat implementasi KUHP baru.

Rabu, 31 Desember 2025

BAZNAS Lombok Timur Tancap Gas Awal 2026, Bidik ZIS Rp30 Miliar dan Luncurkan Program Pemberdayaan

Ketua Baznas Lombok Timur

Okenews.net – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur langsung memacu kinerja sejak awal tahun 2026. Di bawah kepemimpinan yang baru Baznas menargetkan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) hingga Rp30 miliar, seiring bertambahnya puluhan muzakki baru yang siap berkomitmen.


Ketua Baznas Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, mengungkapkan bahwa penandatanganan kesepakatan dengan para muzakki baru dijadwalkan berlangsung pada pekan kedua Januari 2026. Momentum tersebut akan menjadi pintu masuk peluncuran sejumlah program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


“Insya Allah Januari akan menjadi awal gebrakan. Kami sudah berkoordinasi dengan Bapak Bupati untuk meresmikan beberapa program besar. Target awal Rp20 miliar kami optimistis bisa terlampaui, bahkan mencapai Rp30 miliar,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).


Menutup tahun 2025, Baznas Lombok Timur juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap kemanusiaan. Bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Baznas berhasil menghimpun dana kemanusiaan sebesar Rp350.800.000 untuk membantu korban bencana di Aceh dan Sumatera.


Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Bupati Lombok Timur di sela peresmian jalan di Kecamatan Terara. Donasi ini melengkapi bantuan yang sebelumnya telah disalurkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, sehingga total bantuan daerah tersebut mencapai kisaran Rp800 juta hingga Rp1 miliar.


“Kolaborasi dengan KNPI dan FKDM sangat efektif karena jaringan mereka menjangkau hingga desa. Ini adalah wujud empati dan solidaritas masyarakat Lombok Timur bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” jelas Kamli.


Memasuki 2026, Baznas Lombok Timur juga telah menyiapkan sejumlah program unggulan berbasis pemberdayaan masyarakat. Di antaranya penyerahan 25 unit gerobak usaha untuk pelaku UMKM, peresmian 57 unit rumah layak huni, serta rehabilitasi 27 rumah warga. Selain itu, Rumah Sakit Baznas juga masuk dalam agenda prioritas.


Kamli menegaskan, transformasi manajemen terus dilakukan guna memperkuat kepercayaan publik. Baznas Lombok Timur berkomitmen menjadi lembaga yang SMART Santun, Mapan, Amanah, Responsif, dan Transparan.


“Peran media sangat penting. Tanpa media, BAZNAS tidak akan dikenal hingga lapisan masyarakat pinggiran. Bersama media, kami ingin menumbuhkan kepercayaan publik dan melahirkan lebih banyak muzakki demi memperluas manfaat bagi sesama,” pungkasnya.

Kamis, 25 Desember 2025

Estafet Kepemimpinan Lapas Selong Resmi Berganti

Pisah Sambut Kepala Lapas Kelas IIB Selong

Okenews.net- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong menggelar acara pisah sambut Kepala Lapas Selong, Kamis (25/12/2025). Tongkat estafet kepemimpinan resmi berpindah dari Ahmad Sihabudin, kepada Sudirman, dalam suasana hangat dan penuh komitmen untuk melanjutkan transformasi positif di lingkungan pemasyarakatan.


Ahmad Sihabudin yang akan mengemban amanah baru sebagai Kepala Administrasi di Kepulauan Riau, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada awak media. Menurutnya, media memiliki peran strategis bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga mitra evaluasi kinerja Lapas.


“Media adalah corong kami untuk menyebarkan berita positif sekaligus membentengi dari informasi negatif yang tidak berimbang. Selama ini kami membuka akses seluas-luasnya, baik terkait anggaran maupun program pembinaan,” ujarnya.


Ia juga menyoroti keberhasilan program pembinaan kepribadian warga binaan, khususnya melalui kerja sama dengan Muhammadiyah dalam program Zero Buta Huruf Al-Qur’an. Melalui program tersebut, setiap warga binaan diwajibkan mampu membaca Al-Qur’an sebelum menghirup udara bebas.


Meski demikian, Sihabudin mengakui tantangan besar yang masih dihadapi Lapas Selong, yakni persoalan overkapasitas. Saat ini, jumlah warga binaan mencapai lebih dari 300 orang, sementara kapasitas ideal hanya 139 orang.


Menutup sambutannya, Sihabudin menitipkan pesan terkait target besar tahun 2026, terutama dalam penguatan ketahanan pangan yang telah dirintis di Minang Kabaris. Ia berharap media terus mengawal dan mendukung program tersebut bersama kepemimpinan yang baru.


Sementara itu, Sudirman dalam perkenalan perdananya sebagai Kepala Lapas Selong menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program pembinaan yang telah berjalan, memperkuat sinergi internal, serta mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berintegritas.


“Saya siap melanjutkan estafet kepemimpinan ini dengan semangat kolaborasi dan pengabdian. Mari bersama-sama membangun Lapas Selong menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Sabtu, 20 Desember 2025

Guru Lauq Indonesia Kembali Berbagi untuk Lansia

Bingkisan yang diterma lansia (dok/ist)

Okenews,net
Guru Lauq Indonesia kembali menggelar aksi sosial dengan menyalurkan bantuan kepada lansia Oleng, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur

Sebelumnya, penyaluran bantuan diberikan kepada sejumlah lansia di Sukarme, Aikmel, Telone Desa Sekaroh, Montong Gading, Lombok Timur. 

Aksi tersebut merupakan bagian dari program sosial berkelanjutan yang secara berkala dilakukan Guru Lauq Indonesia di berbagai dusun. 

Sasaran kegiatan difokuskan pada para lansia dan anak yatim yang membutuhkan perhatian dan dukungan sosial di tingkat dusun. 

Direktur Eksekutif Guru Lauq Indonesia, Hasan Basri mengatakan aksi sosial ini lahir dari semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama, khususnya para orang tua yang telah banyak berjasa namun kerap luput dari perhatian. 

“Kami menyadari nilai bantuan ini tidak seberapa, namun kami berharap dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban para lansia,” ujar Hasan, Sabtu (20/12/2025). 

Menurut Hasan Basri, esensi kegiatan tersebut tidak terletak pada besarnya bantuan yang diberikan, melainkan pada kehadiran, empati, dan kepedulian sosial yang dibangun antara komunitas dan masyarakat. 

Ia menegaskan, Guru Lauq Indonesia berkomitmen untuk terus menanamkan nilai solidaritas sosial sebagai bagian dari gerakan kepedulian sosial dan kemanusiaan.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Para lansia penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. 

Warga setempat menilai kehadiran Guru Lauq Indonesia membawa dampak sosial yang berarti, terutama dalam memperkuat rasa kebersamaan di masyarakat.

Ke depan, Guru Lauq Indonesia berencana melanjutkan berbagai program sosial dan edukatif sebagai wujud kontribusi nyata dalam memperkuat nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan keberlanjutan gerakan komunitas di tengah masyarakat.

Rabu, 17 Desember 2025

Pemkab Lombok Timur Salurkan 15.405 Paket Sembako untuk Tekan Dampak Inflasi

Pemda Lombok Timur

Okenews.net- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur mulai menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada ribuan warga sebagai langkah strategis pengendalian inflasi sekaligus upaya konkret penanganan kemiskinan ekstrem. Program tersebut diluncurkan di Kantor Desa Pringgabaya Utara, Rabu (17/12/2025).


Penyaluran bantuan ini menjadi wujud komitmen Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menekan angka kemiskinan ekstrem. Kegiatan launching dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur H. M. Juaini Taofik, jajaran Dinas Perdagangan, Dinas Sosial, para camat se-Lombok Timur, serta perwakilan masyarakat penerima manfaat.


Sekda Lombok Timur, Juaini Taofik, menjelaskan bahwa program bantuan ini menyasar 15.405 warga miskin ekstrem yang datanya bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) per Oktober 2025. Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Lombok Timur mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar dari APBD.


“Dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah, bantuan ini diprioritaskan bagi masyarakat yang berada pada lapisan paling bawah dan benar-benar membutuhkan intervensi pemerintah,” tegas Juaini Taofik di hadapan para camat dan kepala desa.


Setiap penerima manfaat memperoleh satu paket sembako berisi beras 10 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, serta tiga bungkus mi instan. Secara keseluruhan, sebanyak 15.405 paket akan disalurkan ke seluruh wilayah Lombok Timur. Khusus di Desa Pringgabaya Utara, tercatat 67 warga sebagai penerima bantuan.


Dalam kesempatan tersebut, Juaini Taofik juga memaparkan kondisi sosial ekonomi daerah. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,44 juta jiwa, angka kemiskinan Lombok Timur per Maret 2025 berada di kisaran 13,53 persen atau sekitar 174 ribu jiwa. Sementara itu, jumlah penduduk miskin ekstrem diperkirakan mencapai 3,2 persen atau sekitar 42 ribu jiwa.


Ia menekankan pentingnya transparansi dan pengawasan dalam proses penyaluran bantuan, mengingat seluruh data penerima telah ditetapkan berdasarkan DTSEN.


“Karena datanya sudah terkunci, mari kita kawal bersama agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya.


Distribusi bantuan dilakukan hingga ke kantor desa, dengan harapan pemerintah desa dapat membantu mempermudah masyarakat dalam membawa bantuan ke rumah masing-masing.


Salah seorang penerima bantuan, Sahrun, mengaku sangat bersyukur atas perhatian pemerintah daerah.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur,” ungkapnya. 

Selasa, 16 Desember 2025

Program Mahyani Baznas Lotim Berlanjut, 50 Rumah Layak Huni Dibangun untuk Warga Kurang Mampu

Sekretaris Baznas Lombok Timur, Nurul Hadi

Okenews.net – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat kontribusinya dalam pengentasan kemiskinan melalui program pembangunan rumah layak huni Mahyani. Program ini menjadi wujud nyata pemanfaatan zakat produktif yang dikelola secara berkelanjutan dan berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu.

Sekretaris Baznas Lombok Timur, Nurul Hadi, menjelaskan bahwa pada tahap awal, Baznas telah merealisasikan pembangunan 25 unit rumah layak huni yang bersumber dari dana bagi hasil antara Baznas Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Baznas Kabupaten Lombok Timur. Pembangunan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Terara, Sikur, dan Masbagik, yang masing-masing telah menuntaskan lima unit rumah.

Sementara itu, proses pembangunan di Kecamatan Jerowaru masih terus berjalan, sedangkan Kecamatan Sakra Timur ditargetkan rampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada tahun 2025.

“Setiap unit rumah dibangun dengan anggaran sebesar Rp25 juta. Seluruh proses pembangunan dikelola langsung oleh Baznas hingga rumah siap dan layak dihuni oleh penerima manfaat,” ungkap Nurul Hadi, Selasa (16/12/2025).

Ia menambahkan, sasaran utama program Mahyani adalah masyarakat yang memiliki rumah dengan kondisi tidak layak huni, baik dari sisi keamanan, kesehatan, maupun kelayakan struktur bangunan, sehingga memerlukan perbaikan secara menyeluruh.

Menurut Nurul Hadi, hingga saat ini pelaksanaan program berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Hal tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang baik antara Baznas kabupaten dan Baznas provinsi, serta dukungan berbagai pihak terkait di tingkat daerah.

Selain tahap awal, Baznas Lombok Timur juga kembali menggulirkan tahap lanjutan program Mahyani dengan target pembangunan 25 unit rumah tambahan. Program lanjutan ini juga bersumber dari skema dana bagi hasil zakat dan mulai dikerjakan di sejumlah kecamatan, seperti Terara, Pandan Wangi, Sambelia, Pringgasela, serta beberapa wilayah lainnya di Lombok Timur.

Melalui program Mahyani, Baznas Lombok Timur berharap dapat menghadirkan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus menegaskan peran zakat sebagai instrumen strategis dalam pembangunan sosial dan peningkatan kualitas hidup warga.

Kalapas Selong Hadiri Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025, Tegaskan Komitmen Inklusivitas

Lapas kelas IIB Selong

Okenews.net – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Selong menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2025 yang digelar oleh SLB Negeri 1 Lombok Timur, Selasa (16/12/2025). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan jalan sehat dan pentas seni sebagai wujud apresiasi serta dukungan terhadap penyandang disabilitas.


Peringatan HDI ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya nilai inklusivitas, kesetaraan, dan penghormatan terhadap hak-hak penyandang disabilitas. Suasana acara berlangsung semarak dengan melibatkan peserta didik, tenaga pendidik, serta tamu undangan dari berbagai instansi.


Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan sehat yang diikuti penuh antusias, kemudian dilanjutkan dengan pentas seni. Dalam pentas tersebut, siswa-siswi SLB Negeri 1 Lombok Timur menampilkan beragam pertunjukan kreatif yang mencerminkan bakat, kreativitas, dan potensi luar biasa para peserta didik penyandang disabilitas.


Kehadiran Kalapas Kelas IIB Selong menjadi simbol dukungan nyata terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Partisipasi ini juga menegaskan komitmen Lapas Selong dalam mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan serta memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan, institusi pendidikan, dan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang inklusif dan humanis.


“Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap individu memiliki hak yang sama untuk dihargai, diberdayakan, dan mendapatkan ruang berkontribusi di tengah masyarakat. Kami di Lapas Selong berkomitmen mendukung nilai-nilai inklusivitas dan kemanusiaan, serta mendorong terciptanya lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas,” tutup Sihabudin.

Baznas Lotim Gandeng PTKIS Galang Dana Peduli Bencana Sumatera dan Aceh

Baznas Lotim

Okenews.net- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur menggelar rapat koordinasi bersama pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Lombok Timur dan sekitarnya, guna membahas penggalangan dana kemanusiaan bagi korban bencana alam di wilayah Sumatera, Aceh, dan sekitarnya.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua IV Baznas Lombok Timur, Dr. Asbullah Muslim, yang menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen, khususnya civitas akademika, dalam aksi kemanusiaan tersebut.


“Ini bukan sekadar soal bantuan materi, tetapi wujud empati dan solidaritas kita sesama anak bangsa. Kita harus bahu-membahu dan saling membantu,” ujar Asbullah.


Ia menjelaskan, hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh masing-masing PTKIS di Lombok Timur dan wilayah sekitar akan dihimpun dan disalurkan melalui Baznas Lombok Timur agar pendistribusiannya terkoordinasi dan tepat sasaran.


Dalam upaya memastikan efektivitas gerakan, Baznas Lombok Timur juga telah membagi tim penggalangan dana di berbagai wilayah di Lombok Timur agar pelaksanaan di lapangan berjalan tertib dan terkoordinir.


Lebih lanjut, Asbullah yang juga Rektor Elkatarie mengungkapkan hasil Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas se-NTB, yang salah satunya menyepakati rencana pembangunan satu masjid di Aceh. Selain itu, seluruh Baznas kabupaten/kota di NTB juga didorong untuk segera membentuk Tim Tanggap Bencana.


Sementara itu, Rektor STIT Palapa Nusantara, Dr. L. Fahri, selaku tuan rumah rapat, menyatakan komitmen penuh institusinya dalam mendukung gerakan kemanusiaan tersebut. Ia menegaskan akan mengerahkan seluruh unsur kampus, mulai dari mahasiswa, BEM, DPM hingga MENWA, untuk turun langsung ke masyarakat melakukan sosialisasi sekaligus penggalangan dana.


“Kami siap menggerakkan semua komponen kampus untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Ini adalah tanggung jawab moral kita bersama,” tegas Fahri yang juga Dewan Syariah Baznas Lombok Timur.


Melalui kesepakatan bersama seluruh pimpinan PTKIS yang hadir, kegiatan penggalangan dana tersebut resmi dimulai.



Sabtu, 13 Desember 2025

Rakorda Baznas Se-NTB 2025 Tegaskan Komitmen Kemanusiaan, Tim Tanggap Bencana Resmi Dikukuhkan

Rakorda Baznas Se-NTB
Okenews.net- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas se-NTB yang berlangsung selama tiga hari, 10–12 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi kelembagaan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan penanganan kebencanaan melalui pengukuhan Tim Baznas Tanggap Bencana tingkat provinsi.

Pengukuhan tim dilakukan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat, Saida Sakwan, MA, bersama para Ketua Baznas kabupaten/kota se-NTB. Kehadiran pimpinan pusat tersebut menegaskan perhatian serius BAZNAS RI terhadap penguatan respon kemanusiaan di daerah rawan bencana seperti Nusa Tenggara Barat.

Pengukuhan Tim Baznas Tanggap Bencana ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menghadirkan layanan kemanusiaan yang cepat, terukur, dan berkelanjutan. Melalui Rakorda ini, BAZNAS NTB menegaskan tekadnya agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu memberikan perlindungan dan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya saat terjadi bencana.

Dalam rangkaian Rakorda, BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi NTB juga menyalurkan secara simbolis berbagai program unggulan. Tercatat, sebanyak 7 program pendayagunaan dan 13 program pendistribusian diserahkan sebagai bentuk konkret pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk masyarakat NTB.

Program-program tersebut menyasar berbagai sektor strategis, mulai dari pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan, layanan kesehatan, sosial kemanusiaan, hingga penguatan kesejahteraan mustahik yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB. Penyaluran ini mencerminkan sinergi kuat antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota dalam menghadirkan layanan zakat yang tepat sasaran dan berkeadilan.

Tak hanya itu, Rakorda BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-NTB juga menghasilkan 40 resolusi strategis yang disepakati dan ditandatangani bersama. Resolusi tersebut mencakup penguatan pengumpulan ZIS, peningkatan efektivitas pendistribusian dan pendayagunaan, pembenahan sistem keuangan dan pelaporan, penguatan sumber daya manusia, hingga aspek kelembagaan.

Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam mendorong tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat peran BAZNAS sebagai pilar kesejahteraan umat di Nusa Tenggara Barat.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi