Dikbud Gelar Dialog Kebudayaan, Kadis Sebut NTB Masuk Nomer 5 IPK Nasional - Okenews.net | PT Bintang Mediaoke Pratama. All rights reserved

Breaking

Halaman

Kamis, 02 Juli 2020

Dikbud Gelar Dialog Kebudayaan, Kadis Sebut NTB Masuk Nomer 5 IPK Nasional

OkeNews.net - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur menggelar dialog kebudayaan dengan melibatkan tokoh-tokoh budaya guna membahas tindaklanjut dari pokok-pokok pikiran pemajuan kebudayaan.
Kadis Dikbud, HM Zainuddin (2 dari kanan) saat buka dialog kebudayaan bersama tokoh budaya Lombok Timur

Disebutkan, saat ini Lombok Timur telah memiliki dokumen tentang 10 objek pokok-pokok pikiran pemajuan kebudayaan, namun masih perlu dilengkapi untuk penyempurnaannya. Oleh sebab itu ia berharap dalam dialog itu banyak masukan.

Ditegaskan Kadis, saat ini, tidak hanya indeks pembangunan manusia (IPM) yang dirilis, namun ada indeks pembangunan kebudayaan (IPK). "Dan indeks pembangunan kebudayaan NTB masuk pada nomor 5 secara nasional," ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, HM. Zainuddin, Kamis (02/07/2020).

Indeks pembangunan kebudayaan merupakan suatu instrumen yang disusun bersama antara Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas, Badan Pusat Statistik (BPS).

Indeks ini diperlukan untuk mengukur capaian pembangunan kebudayaan sesuai dengan amanat Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

"Indeks pembangunan kebudayaan telah diluncurkan dalam acara Pekan Kebudayaan Nasional, 10 Oktober 2019 menjadi yang pertama di Indonesia bahkan di dunia. Indeks ini akan segera spesifik mengukur capaian pembangunan kebudayaan di tingkat nasional dan daerah," ulasnya.

Lebih lanjut dipaparkan, ada beberapa permasalahan dalam pokok-pokok pikiran kebudayaan yakni, belum adanya peraturan daerah, belum terupdatenya data 10 pokok pemajuan kebudayaan, belum memiliki tenaga ahli, pengaruh budaya luar, kurangnya kesadaran, dan tradisi ritual sering bertentangan dengan pemuka agama.

Meski demikian, pihaknya telah menyusun langkah-langkah strategis dalam memajukan kebudayaan seperti perlindungan, pengembangan,  dan pemanfaatan bertujuan memperkuat unsur-unsur dalam ekosistem kebudayaan, sementara pembinaan bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam ekosistem kebudayaan.