
“Proses pembelajaran yang diberikan
melalui Lembaga Administrasi Negara (LAN) harus menghasilkan ASN yang memiliki
keinginan belajar, berkembang, dan mampu menularkan pengetahuan yang diperoleh
kepada lingkungan kierjanya. Saya kira ini penting untuk kita dorong agar
produk LAN tidak hanya bersifat formalitas saja,” kata Fauzan dalam Rapat Dengar
Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) di
Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (24/08/2026).
Menurut Fauzan, pendidikan dan pelatihan
ASN seharusnya menjadi bagian dari proses untuk membangun budaya pembelajar di
lingkungan birokrasi. Melalui pendidikan dan pelatihan ini, diharapkan akan
terbentuk ASN berkualitas, yang diharapkan dapat memberi pelayanan yang semakin
baik kepada masyarakat.
Apalagi di era kemajuan teknologi saat
ini, lanjutnya, kompetensi ASN merupakan hal yang mendesak untuk ditingkatkan
dan didorong melalui berbagai pendidikan dan pelatihan. “Saya membayangkan ASN kita
bisa menjadi ASN pembelajar, dan setelah itu, mereka mampu mentransfer ilmunya
kepada aparat dibawahnya,” ungkap Fauzan, Bupati Lombok Barat dua periode
(2016-2024).
Lebih lanjut, Fauzan mengatakan, pesatnya
perkembangan teknologi dan informasi saat ini, menuntut ASN untuk selalu memperbaharui
pengetahuan yang dimiliki. Di era saat ini, ilmu pengetahuan terus berkembang. “Jika
kita terlena dan enggan menambah ilmu, maka kita akan sulit beradaptasi dengan
perkembangan ilmu dan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Fauzan mengatakan, budaya pembelajar pada
akhirnya nanti bukan semata-mata tentang peningkatan kompetensi individu,
tetapi menjadi bagian penting guna membangun birokrasi yang adaptif. Selain
itu, akan mampu memberikan pelayanan masyarakat sesuai perubahan zaman.
.png)