Okenews.net– Keterbatasan ekonomi dan kesibukan mencari nafkah tak menyurutkan semangat warga Ganang RT 20, Lingkungan Lendang Bedurik Induk, Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Lombok Timur, untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Semangat itu diwujudkan melalui upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang telah menjadi tradisi warga setempat selama tiga tahun terakhir. Upacara digelar di halaman rumah salah seorang warga, Ibu Kartini, Senin (17/8/2026).
Ratusan warga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, mereka mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan penuh khidmat dan antusias.
Ketua RT 20, M. Nazri, SH, mengatakan antusiasme warga menjadi hal yang patut diapresiasi. Di tengah kondisi sebagian besar masyarakat yang bekerja sebagai pekerja serabutan, mereka tetap menyempatkan diri untuk mengikuti upacara sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan kemerdekaan Indonesia.
“Ada hal yang menarik dan perlu menjadi contoh bagi saudara-saudara kami yang lain. Warga di sini meskipun rata-rata pekerja serabutan, rela meluangkan waktu untuk mencari nafkah guna mengikuti pelaksanaan upacara bendera dan mereka terlihat sangat antusias,” kata Nazri.
Menurutnya, semangat warga tersebut menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan dengan kegiatan besar dan biaya yang mahal. Dengan keterbatasan yang ada, masyarakat tetap mampu menghadirkan rasa nasionalisme melalui kebersamaan.
Dalam amanatnya, pembina upacara, Ustadz Zuhri, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menumbuhkan semangat patriotisme serta memahami nilai perjuangan para pahlawan yang telah mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin dan semangat belajar bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dunia digital.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus mengisi kemerdekaan. Sebab, masa depan bangsa berada di tangan generasi penerus.
“Mari kepada para pemuda kita tanamkan rasa syukur dengan menanamkan semangat patriotisme mempertahankan kemerdekaan ini sebagai bentuk hormat kita kepada para pahlawan yang telah gugur,” pintanya.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT Kemerdekaan RI warga Ganang, M. Sukri, mengatakan semangat masyarakat dalam menyambut hari-hari besar nasional maupun keagamaan telah menjadi bagian dari tradisi warga setempat.
Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan bangsa, berbagai kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah, kebersamaan, gotong royong, dan rasa kekeluargaan antarwarga.
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pelaksanaan upacara hingga penyediaan door prize, dilakukan secara swadaya melalui sumbangan sukarela masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan agar seluruh warga, terutama anak-anak dan generasi muda, semakin termotivasi untuk ikut ambil bagian dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.
“Ini semua kami anggarkan secara sukarela, dari pelaksanaan upacara hingga door prize yang kami suguhkan untuk masyarakat. Tujuannya hanya satu, agar mereka juga ikut termotivasi merayakan dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai ini,” tandas Sukri.
Bagi warga Ganang, kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah keterbatasan, semangat untuk mengibarkan Merah Putih tetap menyala. Tradisi sederhana yang dirawat selama tiga tahun itu menjadi bukti bahwa rasa cinta tanah air tumbuh kuat dari kebersamaan masyarakat.
.png)
