www.okenews.net: HMI
Tampilkan postingan dengan label HMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HMI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Mei 2026

Hardiknas 2026, HMI Mataram Desak Pemprov NTB Penuhi 20% Anggaran Pendidikan

Foto: Ketua Umum HMI Mataram

Okenews.net- Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dimanfaatkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram untuk menyuarakan kritik tajam terhadap kebijakan anggaran pendidikan Pemerintah Provinsi NTB. Ketua Umum HMI Mataram, Ahmad Nasri, menegaskan bahwa Hardiknas seharusnya tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum refleksi atas kondisi pendidikan yang dinilai masih memprihatinkan Sabtu. (2/5/2026)

Menurut Nasri, realitas pendidikan di NTB belum sejalan dengan visi “NTB Makmur Mendunia” yang kerap digaungkan pemerintah daerah. Ia mengungkapkan, angka putus sekolah masih tinggi. Pada tahun ajaran 2023/2024 tercatat sekitar 2.500 siswa SMA/SMK dan 1.235 siswa SD putus sekolah. Tren tersebut bahkan berlanjut hingga 2025.

Berdasarkan data Satu Data NTB, sebanyak 24,09 persen penduduk NTB pada 2025 tidak bersekolah atau putus sekolah. “Artinya, satu dari empat warga NTB belum merasakan hak konstitusionalnya di bidang pendidikan,” tegas Nasri.

Ia juga menyoroti minimnya alokasi anggaran pendidikan dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) RAPBD 2026 yang baru mencapai sekitar 7 persen. Padahal, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mewajibkan pemerintah daerah mengalokasikan minimal 20 persen APBD untuk sektor pendidikan.

“Ini mandatory spending, bukan pilihan. Lalu ke mana 13 persen hak konstitusional anak-anak NTB?” ujarnya.

Nasri mempertanyakan tingginya angka putus sekolah dan masih adanya 4.104 ruang kelas dalam kondisi rusak, meskipun pemerintah pusat telah mengucurkan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp27,07 triliun ke NTB pada 2025, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk pendidikan.

Ia menilai faktor ekonomi dan keterbatasan daya tampung menjadi penyebab utama tingginya angka putus sekolah. Meski telah ada larangan pungutan di sekolah negeri melalui Pergub NTB Nomor 44 Tahun 2018, praktik sumbangan sukarela masih terjadi akibat keterbatasan dana operasional sekolah.

“Banyak siswa terpaksa berhenti sekolah bukan karena tidak mau, tetapi karena biaya. Mereka memilih merantau dibanding melanjutkan pendidikan. Ini kondisi yang sangat mengkhawatirkan,” kata Nasri.

Dalam momentum Hardiknas 2026, HMI Cabang Mataram menyampaikan tiga tuntutan kepada Pemprov NTB. Pertama, transparansi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari total APBD, disertai keterbukaan informasi kepada publik. Kedua, jaminan operasional sekolah melalui kebijakan beasiswa tepat sasaran bagi siswa dan mahasiswa kurang mampu. Ketiga, percepatan perbaikan 4.104 ruang kelas rusak serta peningkatan daya tampung sekolah.

“Penuhi dulu 20 persen anggaran, tambah daya tampung, baru bicara mutu. Bagaimana mencetak SDM unggul jika ruang kelasnya masih rusak?” tegasnya.

Nasri menekankan bahwa pendidikan bukan beban APBD, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. Ia meyakini, peningkatan anggaran pendidikan yang tepat sasaran dapat menekan angka kemiskinan dan mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi tantangan global.

“Tanpa penguatan sektor pendidikan, Hardiknas hanya akan menjadi seremoni di atas puing-puing ruang kelas. Visi NTB Makmur Mendunia akan kosong jika pendidikan tidak menjadi prioritas,” pungkasnya.

Minggu, 07 Desember 2025

Ahmad Nasri Terpilih Pimpin HMI Mataram dalam Konfercab ke-45

Ahmad Nasri, Ketua Umum Tetpilih

Okenews.net - Konferensi Cabang (Konfercab) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram ke – XLV (45) menetapkan Ahmad Nasri sebagai ketua umum (ketum) terpilih.

Forum yang berlangsung sejak 26 November sampai dengan 7 Desember 2025 ini diselenggarakan di Aula Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB hingga berpindah di Aula Wisma Nusantara.

Nasri sapaan akrab ketum terpilih mengatakan, jabatan yang diemban sekarang ialah amanah besar dari keluarga besar HMI Cabang Mataram yang harus dijaga dengan baik.

“Kedepannya berbagai persoalan harus diselesaikan dengan kangkah yang bijak, teratur dan sistematis selama satu tahun demi menjaga nama baik Himpunan Mahasiswa Islam," ujarnya, Minggu 7 Desember 2025.

Mempimpin organisasi kemahasiswaan tertua dan terbesar dengan jumlah ribuan kader adalah tantangan yang harus dijaga dengan baik. Pada dasarnya HMI adalah organisasi berstatus mahasiswa dan berperan sebagai organaisasi perjuangan. Karena itu, kata Nasri, HMI merupakan organisasi yang tepat untuk membentuk intelektual akademik ditengah-tengah jumlah kader 12 ribu lebih, sehingga akan menjadi sebuah modal kekuatan gerakan organisasi kedepannya.

Dengan jumlah 21 Komisariat yang tersebar diberbagai Perguruan Tinggi di Kota Mataram, jelas Nasri, kita mesti jadikan HMI bisa sebagai kiblat gerakan perjuangan mahasiswa di Mataram. 

"Terkhusus Mataram merupakan pusat pemerintahan provinsi NTB, maka seyogyannya untuk aktif menyuarakan kepentingan masyarakat guna mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah Swt," pungkasnya.

Dalam kepemimpinannya, Nasri mengusung tagline HMI Futuristik yang memiliki arti kembali pada kerangka gerakan perjuangan organisasi yang menyatukan kekuatan nilai, ketajaman berpikir, kesiapan dan kecakapan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan semangat membangun bersama serta rasa kebersamaan anggota sebagai dasar untuk menghadapi tantangan zaman dan memastikan organisasi tetap relevan dalam lanskap  sosial, ekonomi, budaya dan politik yang senantiasa berubah secara terus menerus.

Tentunya kesadaran yang dimaksud diatas, kata dia, mesti harus berangkat dari gagasan dan tindakan yang besar agar tercapainya tujuan bersama. "Optimalisasi gerakan HMI cabang Mataram yang kosmopolit, berkarakter pejuang dengan memperkuat ilmu pengetahuan dan adaptif terhadap perkembangan zaman," tukasnya.

Adapun misi yang disusun Ahmad Nasri dalam memimpin organisasi kemahasiswaan tertua selama setahun kedepannya, yakni.

1. Mengintegrasikan Kajian Intelektual dengan Pengembangan SDM melalui Peningkatan Mutu Perkaderan Guna Menyiapkan Kader Yang Loyalitas.

2. Menumbuhkan Kesadaran Kritis Kader Terhadap Persoalan Keummatan dan Kebangsaan.

3. Mengoptimalkan Kerja LPP Sebagai Wadah pencetak intelektual akademik sesuai dengan corak keprofesiannya masing-masing. 

4. Menjaga dan memperluas gerakan dengan membentuk serta memekarkan komisariat diberbagai Perguruan Tinggi di Kota Mataram.

5. Merangkul seluruh perangkat internal dalam rangka akselerasi tujuan organisasi.

"Saya berharap dan akan terus berusaha semaksimalnya untuk terus mejaga sistem kaderisasi yang ada ditataran HMI Cabang Mataram dengan semangat kolektif di internal," tutup Nasri.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi