www.okenews.net: agama
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juni 2026

Fauzan Khalid Ajak Generasi Muda Kenali Kalender Hijriah dalam Gawe Beleq Kawule Midang

Okenews.net– Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid, menghadiri pembukaan kegiatan Begawe Beleq Kawule Midang dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Desa Midang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan yang telah memasuki penyelenggaraan tahun ketujuh tersebut dibuka dengan pemukulan gendang beleq oleh Fauzan Khalid, disusul penampilan tarian tradisional gendang beleq yang menjadi simbol pelestarian budaya masyarakat Sasak.

Dalam sambutannya, Fauzan mengapresiasi inisiatif masyarakat dan para pemuda Midang yang terus menjaga tradisi menyambut Tahun Baru Islam melalui kegiatan yang memadukan nilai keagamaan, budaya, dan kebersamaan masyarakat.

Menurut mantan Bupati Lombok Barat dua periode itu, peringatan 1 Muharram bukan sekadar menandai pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat silaturahmi, serta meningkatkan kualitas ibadah.

“Secara spiritual, 1 Muharram adalah momentum muhasabah, hijrah menuju pribadi yang lebih baik, dan menumbuhkan harapan baru untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan,” ujar Fauzan.

Ia menjelaskan, Tahun Baru Islam memiliki makna penting karena menjadi penanda peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah yang menjadi titik awal kebangkitan umat Islam. Selain itu, Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam, sehingga umat dianjurkan memperbanyak amal saleh.

Fauzan juga menekankan pentingnya mengenalkan kalender Hijriah kepada generasi muda. Ia mengaku prihatin karena masih banyak anak muda yang belum mengenal atau menghafal bulan-bulan dalam kalender Islam, padahal hampir seluruh ibadah dan hari besar keagamaan Islam berpatokan pada kalender Hijriah.

“Jangan sampai kita menjalankan ajaran agama yang semuanya berbasis kalender Hijriah, tetapi kita sendiri tidak mengenal bulan-bulannya. Ini penting dipahami, terutama oleh generasi muda,” tegasnya.

Ia berharap kesadaran yang tumbuh di kalangan pemuda Midang dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Lombok bahkan Indonesia dalam menghidupkan kembali tradisi menyambut Tahun Baru Islam.

Pada kesempatan tersebut, Fauzan juga memberikan apresiasi kepada panitia yang berhasil menjaga keberlangsungan Begawe Beleq Kawule Midang selama tujuh tahun berturut-turut dengan dukungan swadaya masyarakat dan para donatur.

“Ini kegiatan luar biasa. Saya berharap ke depan semakin banyak pihak yang mendukung sehingga masyarakat tidak lagi terbebani biaya penyelenggaraan. Insya Allah saya akan ikut memfasilitasi agar kegiatan ini terus berkembang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Begawe Beleq Kawule Midang, H. Taufan Buana, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keinginan masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat menyambut Tahun Baru Islam sekaligus menjaga identitas budaya masyarakat Sasak.

Menurutnya, selain menjadi sarana syiar Islam, kegiatan tersebut juga bertujuan melestarikan tradisi-tradisi lokal yang mulai ditinggalkan serta mendorong pertumbuhan pelaku UMKM di wilayah Midang.

“Melalui Gawe Beleq Kawule Midang, kami ingin merawat tradisi dan mengawalnya dengan inovasi. Harapannya, peringatan Tahun Baru Islam seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain untuk ikut memeriahkannya,” ujar Taufan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Fauzan Khalid yang kembali hadir membuka kegiatan tersebut, sebagaimana pernah dilakukan saat menjabat Bupati Lombok Barat pada 2019.

Kegiatan Begawe Beleq Kawule Midang tahun ini diwarnai berbagai pertunjukan seni budaya, permainan tradisional, serta aktivitas yang melibatkan masyarakat sebagai bentuk persiapan menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Sabtu, 02 Mei 2026

Bupati Lotim Lepas 393 JCH Kloter 9, Tekankan Ibadah Khusyuk dan Jaga Kesehatan

Foto: Bupati Lombok Timur dalam Pelepasan Jamaah Hajji Kloter 9

Okenews.net- Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, secara resmi melepas jamaah calon haji (JCH) kloter 9 Embarkasi Lombok yang seluruhnya berasal dari Lombok Timur. Pelepasan berlangsung di Aula Bir Ali I, Asrama Haji Lombok, Sabtu (2/5).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan selamat kepada para jamaah yang mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji tahun 1447 Hijriah. Ia menyebut, dari sekitar 1,5 juta penduduk Lombok Timur, hanya 1.406 orang yang berangkat haji tahun ini, termasuk 393 jamaah dalam kloter 9.

“Tidak semua orang yang mampu bisa berangkat haji. Bapak dan Ibu adalah tamu Allah yang istimewa,” ujarnya.

Bupati juga mengakui keterbatasan pemerintah daerah dalam memberikan fasilitas bagi jamaah. Tahun ini, Pemkab Lombok Timur baru dapat menyediakan seragam sebagai identitas bagi para JCH agar mudah saling mengenali di Tanah Suci.

Meski demikian, ia berjanji ke depan pelayanan akan ditingkatkan, salah satunya dengan memastikan seluruh jamaah terlindungi program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Rencananya, iuran BPJS akan ditanggung pemerintah daerah mulai tiga bulan sebelum keberangkatan hingga tiga bulan setelahnya.

“Ke depan tidak boleh ada JCH yang tidak memiliki perlindungan BPJS. Ini penting untuk menjamin keamanan jamaah dan keluarganya,” tegasnya.

Selain itu, Bupati berpesan agar seluruh jamaah fokus menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan, menjaga sikap, serta menghindari perbuatan dan perkataan yang tidak baik selama di Tanah Suci.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental serta mematuhi arahan petugas haji selama menjalankan rangkaian ibadah.

Di akhir sambutannya, Bupati meminta para jamaah untuk turut mendoakan Lombok Timur agar senantiasa aman, maju, dan terhindar dari berbagai bencana.

Acara pelepasan tersebut turut dihadiri perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB, jajaran Kementerian Agama Lombok Timur, serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Lombok Timur.

Jumat, 01 Mei 2026

Wabup Lotim Hadiri HUT ke-74 Maraqitta’limat, Gubernur NTB Tekankan Pentingnya Adab dan Pengentasan Kemiskinan

Foto: Wabup Lotim Bersama Gubernur dan Sekertaris Daerah Lotim

Okenews.net – Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Yayasan Maraqitta’limat yang dirangkaikan dengan Haul ke-35 Almaghfurullah TGH. Zainuddin Arsyad. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Maraqitta’limat, Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Jumat (1/5).

Acara ini juga dihadiri Gubernur NTB H. Lalu Muhammad Iqbal yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap peran Yayasan Maraqitta’limat, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya, lembaga pendidikan di bawah yayasan tersebut tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai adab. Ia mencontohkan profesi perawat yang tidak hanya dituntut memiliki kompetensi, tetapi juga sikap ramah dan empati kepada pasien.

“Bukan hanya karena kemampuannya, tetapi juga adabnya. Dalam kondisi apa pun, seorang perawat harus mampu menghadirkan senyum kepada pasien, dan itu menjadi ciri khas lulusan Maraqitta’limat,” ujarnya.

Gubernur Iqbal juga menyoroti pentingnya nilai adab di tengah masyarakat yang dinilainya semakin sulit ditemukan. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk mendukung pengembangan yayasan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut memaparkan tiga program prioritas Pemerintah Provinsi NTB untuk lima tahun ke depan, yakni pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan sektor pariwisata.

Ia menyebut NTB memiliki potensi besar di berbagai sektor yang perlu dimaksimalkan agar tidak lagi masuk dalam kategori 12 provinsi termiskin di Indonesia. Namun, menurutnya, capaian tersebut sangat bergantung pada dukungan sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Gubernur Iqbal juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa visi NTB Makmur Mendunia harus diwujudkan secara inklusif tanpa meninggalkan satu pun kelompok masyarakat.

“NTB tidak hanya harus makmur dan mendunia, tetapi dalam prosesnya tidak boleh ada satu pun yang tertinggal,” tegasnya.

Ia mengakui target tersebut bukan hal mudah, namun optimistis dapat dicapai dengan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Rabu, 22 April 2026

Peletakan Batu Pertama Masjid As Syuhada, Bupati Lotim Soroti Semangat Pembangunan Warga

Peletakan Batu Pertama Masjid Asyuhada

Okenews.net- Komitmen masyarakat dalam membangun sarana keagamaan kembali terlihat di Kabupaten Lombok Timur. Pembangunan Masjid As Syuhada di Dusun Lendang Belo, Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, resmi dimulai dengan peletakan batu pertama, Rabu (22/4).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, yang memberikan apresiasi terhadap antusiasme warga dalam membangun rumah ibadah. Masjid ini diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp3 miliar dan diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus aktivitas sosial keagamaan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati menilai geliat pembangunan yang dilakukan masyarakat menjadi sinyal positif bagi daerah. Ia menyebut, semangat gotong royong yang tumbuh saat ini merupakan bagian dari keberkahan yang dirasakan bersama.

“Pembangunan rumah ibadah yang semakin masif menunjukkan kondisi masyarakat yang semakin baik. Ini patut kita syukuri,” ujarnya.

Menurutnya, capaian ekonomi Lombok Timur yang tumbuh hingga 4,39 persen turut mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Angka tersebut menempatkan Lombok Timur di posisi kedua di Provinsi NTB setelah Kota Mataram.

Selain pembangunan Masjid As Syuhada, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan sejumlah proyek besar lainnya. Di antaranya renovasi Masjid Agung Al-Mujahiddin Selong dengan anggaran sekitar Rp50 miliar, serta rencana pembangunan Gedung Wanita Selong menjadi fasilitas representatif berkapasitas hingga 5.000 orang.

Bupati juga mengungkapkan bahwa Lombok Timur masuk dalam nominasi nasional sebagai daerah dengan konsep Entrepreneur Government atau pemerintahan berbasis kewirausahaan. Ia berharap dukungan masyarakat agar daerah tersebut mampu meraih hasil terbaik.

Di sisi lain, perhatian pemerintah terhadap sektor keagamaan terus ditingkatkan. Sepanjang 2025, Pemkab Lombok Timur telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp7 miliar untuk membantu pembangunan masjid dan pondok pesantren.

Khusus untuk Masjid As Syuhada, pemerintah daerah turut memberikan bantuan berupa 250 sak semen sebagai bentuk dukungan awal terhadap pembangunan tersebut.

Selasa, 21 April 2026

Bupati Lotim Lepas Kloter Pertama JCH, 378 Jamaah Siap Berangkat ke Tanah Suci


Bupati Lotim Saat Pelepasan Jamaah Hajji Kloter Pertama

Okenews.net- Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, secara resmi melepas kelompok terbang (kloter) pertama jamaah calon haji (JCH) asal Lombok Timur, Selasa (21/4). Prosesi pelepasan berlangsung di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong dengan suasana khidmat.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya meluruskan niat dalam menjalankan ibadah haji semata-mata karena Allah. Ia juga mengingatkan para jamaah agar menjaga sikap, memperkuat kesabaran, serta saling membantu selama berada di Tanah Suci.

“Jaga keikhlasan, perbuatan, dan kebersamaan. InsyaAllah dengan itu semua jamaah dapat meraih haji yang mabrur,” pesannya.

Selain itu, Bupati turut meminta para jamaah untuk mendoakan Lombok Timur agar terus berkembang, baik dari sisi pembangunan maupun peningkatan keimanan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, kami melepas bapak-ibu dengan harapan perjalanan berjalan lancar, selalu sehat, dan kembali sebagai haji yang mabrur,” ujarnya.

Pada musim haji 2026, Lombok Timur memberangkatkan sebanyak 1.406 jamaah yang terbagi dalam lima kloter, terdiri dari tiga kloter penuh dan dua kloter campuran. Kloter pertama berjumlah 378 jamaah dan menjadi rombongan awal dari Provinsi NTB.

Usai pelepasan, para jamaah dijadwalkan masuk ke Asrama Haji NTB sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April.

Pemerintah daerah juga menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan haji, termasuk rencana penyediaan lahan untuk kantor urusan haji serta mendorong penambahan kuota agar masa tunggu jamaah dapat semakin dipersingkat.

Jumat, 17 April 2026

Pemda Lotim Siapkan Integrasi Masjid At-Taqwa Pancor dengan Ruang Publik

Foto: Sekertaris Daerah Lombok Timur dalam Acara Pelantikan Pengurus Masjid At-Taqwa

Okenews.net- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berencana mengintegrasikan Masjid Besar At-Taqwa Pancor dengan ruang terbuka publik di sekitarnya. Rencana tersebut disampaikan Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik saat menghadiri pelantikan pengurus masjid periode 2026-2030, Jumat (17/4).

Menurut Sekda, konsep integrasi ini mengacu pada penataan Masjid Besar Masbagik yang telah lebih dulu terhubung dengan fasilitas ruang publik. Saat ini, pemerintah daerah tengah melakukan kajian administratif serta prosedur pengelolaan aset untuk mendukung rencana tersebut, termasuk kemungkinan penambahan lahan bagi masjid.

Ia menjelaskan, proses pengelolaan aset harus melalui tahapan sesuai regulasi, dimulai dari penyerahan hak pengelolaan sebelum dapat ditingkatkan menjadi hibah penuh. Arahan Bupati, lanjutnya, agar kajian tersebut segera dituntaskan sehingga pemanfaatan aset dapat optimal bagi kepentingan jamaah.

Selain itu, Pemda juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar dari APBD untuk revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong. Program ini direncanakan berjalan selama tiga tahun dan akan disinergikan dengan penataan kawasan Taman Tugu di depan Pendopo.

Sekda menegaskan, perhatian terhadap masjid-masjid strategis merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun masyarakat religius sekaligus modern. Berdasarkan data Kementerian Agama, jumlah masjid di Lombok Timur mencapai 1.435 unit yang tersebar dari tingkat desa hingga kabupaten.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi pengurus masjid yang dinilai mampu menjaga amanah dengan penuh keikhlasan dan transparansi. Menurutnya, pola pengelolaan masjid dapat menjadi contoh bagi tata kelola pemerintahan.

Dengan jumlah penduduk yang mendekati 1,5 juta jiwa, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam pembangunan sosial. Karena itu, Masjid At-Taqwa diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan pendidikan umat.

Sekda turut mengingatkan jamaah calon haji asal Lombok Timur agar menjaga sikap dan etika selama menjalankan ibadah. Ia meminta jamaah tidak menyampaikan keluhan melalui media sosial, melainkan berkoordinasi langsung dengan petugas pendamping.

Pemerintah daerah, kata dia, telah menyiapkan tenaga kesehatan untuk mendampingi jamaah selama perjalanan ibadah haji. Jamaah diimbau disiplin mengikuti anjuran medis, termasuk menjaga asupan cairan dan kondisi fisik, guna memastikan ibadah berjalan lancar.

Jumat, 27 Februari 2026

Safari Ramadan di Suralaga, Gubernur NTB dan Bupati Lotim Perkuat Kebersamaan dengan Warga

Safari Ramadhan Bupati Lotim Bersama Gubernur NTB

Okenews.net- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar Safari Ramadan di Masjid Al-Muttaqin, Kecamatan Suralaga, Jumat malam (27/2/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Lalu Muhamad Iqbal, Indah Dhamayanti Putri, serta Haerul Warisin.

Kehadiran tiga pimpinan daerah tersebut disambut antusias masyarakat Suralaga yang telah berkumpul sejak sore untuk mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari buka puasa bersama hingga tausiah Ramadan.

Safari Ramadan hari ke-9 ini menjadi momen istimewa. Pasalnya, untuk pertama kalinya Gubernur dan Wakil Gubernur NTB menghadiri kegiatan buka puasa bersama dalam satu masjid secara bersamaan, sekaligus didampingi Bupati Lombok Timur.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa kebersamaan tersebut merupakan simbol sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam melayani masyarakat.

“Ini menjadi momen kebersamaan. Kehadiran kami bersama di sini menunjukkan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kedekatan dengan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menegaskan bahwa hubungan antara pimpinan daerah tidak hanya bersifat formal dalam struktur pemerintahan, tetapi juga didasari rasa kepedulian terhadap masyarakat.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan perhatian kepada warga sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pemerintahan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga persaudaraan dan tidak lagi terjebak pada perbedaan pilihan politik yang terjadi pada masa lalu.

“Kontestasi politik telah selesai. Saat ini yang terpenting adalah menjaga persaudaraan dan kebersamaan demi kemajuan daerah,” tegasnya.

Selain tausiah keagamaan, kegiatan Safari Ramadan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi ajang memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam menjaga stabilitas serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Selasa, 24 Februari 2026

Safari Ramadan di Wanasaba, Bupati Harap Potensi Daerah Tekan Kemiskinan

Safari Ramadhan

Okenews.net -Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kali ini, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bersama jajaran Forkopimda dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengunjungi masyarakat Dusun Gerisak, Desa Wanasaba Daya, Kecamatan Wanasaba, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid At-Taqwa Dusun Gerisak tersebut menjadi ajang silaturahmi pemerintah daerah dengan masyarakat setempat sekaligus menyampaikan berbagai program pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Haerul Warisin mengapresiasi kondisi Kecamatan Wanasaba yang dinilai memiliki angka kemiskinan relatif rendah. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi daerah, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.

Ia menyebut, selain Wanasaba, Kecamatan Sembalun juga termasuk wilayah yang dinilai berhasil menekan angka kemiskinan. Ke depan, pemerintah daerah berharap semakin banyak wilayah di Lombok Timur yang mampu mengoptimalkan potensi lokal sehingga tingkat kemiskinan dapat terus ditekan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengungkapkan bahwa selama setahun masa kepemimpinannya, ia jarang menghadiri undangan kegiatan keagamaan. Hal itu dilakukan karena fokus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk menarik anggaran pembangunan ke Lombok Timur.

Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah akibat adanya pemotongan dana dari pemerintah pusat membuat Pemda harus aktif melakukan komunikasi dengan kementerian di Jakarta guna mendapatkan dukungan pendanaan.

Dari upaya tersebut, salah satu hasil yang diperoleh adalah program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dengan nilai sekitar Rp23 miliar. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak hanya menyediakan asupan makanan bagi siswa sekolah, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Program-program tersebut diharapkan mampu menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem secara bertahap.

“Jika masyarakat memiliki pekerjaan, itu menjadi salah satu bukti bahwa kita menuju kesejahteraan,” ujar Bupati optimistis.

Pemda Lombok Timur juga tengah berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait sekitar 97 ribu warga yang sebelumnya dihapus dari daftar peserta BPJS Kesehatan. Pemerintah daerah berupaya agar warga tersebut dapat kembali terakomodasi sebagai penerima bantuan iuran dari pemerintah pusat.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak masyarakat untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan penuh kegembiraan serta memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.

Jumat, 06 Februari 2026

Janda Baru Terus Bertambah: Mayoritas Gugatan Diajukan Istri

Pengadilan Agama Selong

Okenews.net- Gelombang perceraian di Kabupaten Lombok Timur belum juga surut. Dengan demikian jumlah janda terus bertambah. Sepanjang tahun 2025, Pengadilan Agama (PA) Selong mencatat 1.514 perkara perceraian yang telah diputus, dengan satu fakta mencolok, mayoritas gugatan diajukan oleh para istri.


Data resmi PA Selong menunjukkan, dari total 2.164 perkara yang ditangani sepanjang Januari hingga Desember 2025 gabungan perkara baru dan sisa tahun sebelumnya sebanyak 1.224 perkara merupakan cerai gugat yang diajukan pihak perempuan.


Sementara itu, cerai talak oleh suami hanya tercatat 290 perkara, menciptakan jurang yang cukup lebar dalam inisiatif perceraian. Panitera PA Selong, H. Nuzuluddin, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa persoalan rumah tangga di Lombok Timur masih berkutat pada masalah klasik yang tak kunjung usai.


“Penyebab paling dominan adalah perselisihan dan pertengkaran terus-menerus, lalu disusul masalah ekonomi,” ungkapnya saat ditemui di Selong, Jumat (6/2/2026).


Ia merinci, sepanjang 2025 terdapat 569 perkara perceraian yang dipicu konflik berkepanjangan. Akar masalahnya beragam, mulai dari cemburu, tekanan ekonomi, hingga ketidakcocokan yang berlarut-larut.


Selain itu, PA Selong juga mencatat sejumlah faktor lain yang memicu perpisahan, seperti meninggalkan pasangan sebanyak 68 perkara, poligami 66 perkara, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 3 perkara, serta hukuman penjara yang hanya tercatat 1 perkara.


Tak hanya perceraian, Lombok Timur juga menorehkan angka tinggi dalam perkara gugatan waris. Bahkan, tren ini disebut-sebut sebagai salah satu yang tertinggi di Indonesia.


“Untuk gugatan waris, Lombok Timur termasuk yang paling banyak. Bisa jadi dibandingkan pengadilan agama lain di seluruh Indonesia, kita masuk jajaran teratas,” kata H. Nuzuluddin.


Sepanjang 2025, tercatat 97 perkara waris, dengan 79 perkara berhasil diselesaikan, sementara 18 perkara masih berlanjut ke tahun berikutnya.


Memasuki Januari 2026, beban kerja PA Selong justru kian menumpuk. Dalam satu bulan pertama, sudah masuk 338 perkara baru. Jika digabungkan dengan sisa perkara lama, total perkara yang sedang diproses mencapai 398 perkara.


Polanya pun tak berubah. Dari ratusan perkara tersebut, 213 istri kembali mengajukan gugatan cerai, sedangkan cerai talak dari pihak suami hanya 49 perkara.


Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa fenomena “banjir janda baru” di Lombok Timur belum akan mereda. Tanpa penguatan ketahanan keluarga dan intervensi sosial yang serius, tren perceraian dikhawatirkan akan terus menjadi cerita tahunan di daerah ini.

Selasa, 20 Januari 2026

TGB Zainul Majdi Sampaikan Tausiah Al-Qur’an di Thailand, Santri Darussalam Antusias

Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi

Okenews.net- Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., menyampaikan kajian keislaman di Sekolah Darussalam, Narathiwat, Thailand. Kehadiran ulama dan cendekiawan Al-Qur’an tersebut disambut antusias oleh para santri dan santriwati.

Sambutan selamat datang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Rusdi yang mewakili pihak Sekolah Darussalam. Ia mengungkapkan rasa bahagia sekaligus kehormatan atas kehadiran Rektor IAIH Pancor di lingkungan pendidikan mereka.

“Kami merasa sangat bahagia dan terhormat atas kehadiran Rektor IAIH Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., di Sekolah Darussalam. Kehadiran beliau menjadi kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi para santri dan seluruh keluarga besar Darussalam,” ujar Rusdi, Senin (19/01/2026).

Rusdi juga berharap terjalinnya kerja sama keilmuan dan pendidikan yang berkelanjutan antara Sekolah Darussalam dan Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi. Menurutnya, fokus kajian Darussalam pada integrasi Al-Qur’an dan sains sejalan dengan keilmuan TGB sebagai ulama dan cendekiawan Al-Qur’an.

“Kami berharap kerja sama keilmuan dan pendidikan ini dapat terus terjalin. Fokus kajian Darussalam pada integrasi Al-Qur’an dan sains sangat sejalan dengan keilmuan beliau,” tambahnya.

Dalam tausiahnya, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi menekankan keutamaan Al-Qur’an sebagai sumber keberkahan dan penjaga kehidupan manusia. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang menjaga dan menekuni Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh, maka Al-Qur’an akan menjadi penjaga sekaligus pembuka berbagai pintu kebaikan dalam hidupnya.

“Siapa yang menjaga Al-Qur’an, maka Al-Qur’an akan menjaganya. Dan siapa yang menekuni Al-Qur’an, akan dibukakan baginya banyak jalan dan pintu keberkahan,” ungkap TGB yang juga Ketua Umum PB NWDI dan Ketua OIA Al-Azhar Indonesia.

Ia turut membagikan perjalanan hidupnya sebagai motivasi bagi generasi muda. TGB mengisahkan mulai menghafal Al-Qur’an pada usia 17 tahun dan mampu menyelesaikannya dalam waktu sekitar satu setengah tahun.

“Saya mulai menghafal Al-Qur’an pada usia 17 tahun dan menyelesaikannya dalam waktu sekitar satu setengah tahun. Keberkahan Al-Qur’an telah membuka banyak jalan penting dalam hidup saya, mulai dari pendidikan S1 hingga doktoral di Universitas Al-Azhar Mesir, hingga amanah sebagai anggota DPD RI, Gubernur NTB dua periode, dan Ketua Alumni Al-Azhar Indonesia,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, TGB berharap generasi muda Muslim di Thailand, khususnya para santri Sekolah Darussalam, menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kehidupan dan perjuangan intelektual. Ia meyakini, dari ketekunan terhadap Al-Qur’an akan lahir generasi dan aktor-aktor peradaban pada masa mendatang.

“Saya berharap para santri menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kehidupan dan perjuangan intelektual. Jika Al-Qur’an ditekuninya secara konsisten, saya yakin dari Darussalam akan lahir generasi dan aktor peradaban di masa depan,” pungkasnya.

Rabu, 12 November 2025

Wabup Edwin Buka MTQ Aikmel, Dorong Lahirnya Generasi Qurani Berprestasi

Pembukaan MTQ Ke-31 Aikmel

Okenews.net– Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 tingkat Kecamatan Aikmel resmi dibuka oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, pada Selasa (11/11/2025) di Masjid Jami’atul Islamiyah Lendang Karang, Desa Kalijaga Timur.
 

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Camat Aikmel, Danramil, seluruh kepala desa se-Kecamatan Aikmel, Dewan Hakim, Tuan Guru, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, pemerintah kecamatan, desa, Dewan Hakim, dan pondok pesantren yang telah berpartisipasi aktif mengirimkan kafilah terbaiknya. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju MTQ tingkat Kabupaten Lombok Timur yang akan digelar pada akhir November mendatang.


“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tapi memiliki misi besar sebagai wadah pembinaan generasi Qurani di tengah pesatnya perkembangan zaman,” ujar Wabup Edwin. 


Ia juha menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi daerah yang SMART, di mana salah satu poin utamanya adalah religiusitas.


Pemda, lanjutnya, menargetkan peningkatan prestasi Lombok Timur pada MTQ tingkat Provinsi tahun 2026 mendatang, dengan ambisi masuk tiga besar. Untuk mencapai hal tersebut, pembinaan sejak tingkat kecamatan menjadi kunci utama. 


Wabup menekankan pentingnya peran Dewan Hakim untuk bekerja jeli, objektif, dan profesional dalam menyeleksi peserta terbaik yang layak menjadi duta kabupaten.

Selain itu, pola pelatihan dan Training Center (TC) bagi para peserta MTQ tingkat kabupaten juga akan diperkuat. Hal ini merupakan tindak lanjut dari hasil kaji tiru Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Lombok Timur ke Kabupaten Lombok Tengah, yang dikenal berhasil menorehkan prestasi di tingkat provinsi.


“Apresiasi bagi para juara juga akan ditingkatkan sebagai bentuk motivasi dan penghargaan atas prestasi mereka,” tambahnya.


Menutup sambutan, Wabup Edwin mengingatkan seluruh pihak untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan objektivitas selama pelaksanaan MTQ. Ia yakin setiap langkah dan upaya yang dilakukan bernilai ibadah serta menjadi bagian dari pembentukan karakter Qurani di Lombok Timur.


MTQ ke-31 tingkat Kecamatan Aikmel ini akan berlangsung selama lima hari, mulai 11 hingga 15 November, dan diharapkan melahirkan para juara yang siap membawa nama baik daerah di ajang MTQ tingkat kabupaten maupun provinsi.

Jumat, 12 September 2025

Ratusan Jamaah Padati Peringatan Maulid Nabi di Lombok Timur, Wabup Edwin Ajak Warga Jaga Kondusivitas

Wakil Bupati Lombok Timur

Okenews.net– Ratusan jamaah memadati Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, Kabupaten Lombok Timur, pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar Jumat (05/09/2025). Acara tingkat kabupaten ini dihadiri Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta para tokoh agama dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Edwin menyoroti perbedaan peringatan maulid dengan perayaan Tahun Baru Hijriah atau 1 Muharram. Menurutnya, perayaan maulid digelar hampir di setiap masjid dan mushala desa, meskipun Kementerian Dalam Negeri sebelumnya mengimbau pemerintah daerah untuk membatasi kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian.

“Alhamdulillah, kondisi masyarakat kita tetap aman dan damai meski sempat menghadapi gelombang demonstrasi. Masyarakat Lombok Timur tidak mudah terpancing emosi oleh isu-isu di media sosial. Ini patut kita syukuri dan jaga bersama,” ujar Edwin. Ia menegaskan pentingnya kebersamaan agar situasi kondusif tetap terpelihara.

Sementara itu, penceramah TGH. M. Rizki Hamzar dalam uraian hikmah maulid menekankan keutamaan Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah atau teladan terbaik bagi umat Islam, khususnya dalam menghadapi dinamika sosial saat ini. Di akhir ceramah, ia memanjatkan doa agar Lombok Timur senantiasa diberikan keamanan, kenyamanan, dan masyarakatnya tetap bersatu dalam ikatan silaturahmi.

Selasa, 08 Juli 2025

Wujud Toleransi, Polres Lombok Utara Resmikan Vihara

Peresmian Vihara, Polres Kabupaten Lombok Utara

Okenews.net- Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., meresmikan Vihara Diraya Manggala yang dibangun di lingkungan Markas Komando (Mako) Polres Lombok Utara, Selasa (08/07/2025).


Nama Diraya Manggala berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti pelindung bijaksana demi menciptakan kedamaian agung.

Pembangunan vihara ini merupakan bentuk komitmen Polres Lombok Utara dalam menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan keberagaman antarumat beragama, khususnya di lingkungan internal Polri.


Acara peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri pejabat utama Polres Lombok Utara, Ketua Bhayangkari Cabang Ny. Heny Agus Purwanta beserta staf, Ketua FKUB, perwakilan pemerintah daerah, tokoh agama Buddha, tokoh masyarakat, serta umat Buddha dari berbagai wilayah di Kabupaten Lombok Utara.


Dalam sambutannya, Kapolres menyampaikan bahwa kehadiran Vihara Diraya Manggala menjadi simbol dukungan terhadap kebebasan beragama dan pelayanan spiritual bagi personel serta masyarakat.


"Dengan diresmikannya vihara ini, maka Polres Lombok Utara kini memiliki empat rumah ibadah yang lengkap: masjid, gereja, pura, dan vihara. Ini mencerminkan lingkungan kerja yang inklusif dan menghargai keberagaman," ujar Kapolres.


Peresmian ditandai dengan pemotongan pita, penandatanganan prasasti, doa bersama, dan ramah tamah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan.

Polres Lombok Utara berharap, kehadiran rumah ibadah yang lengkap ini dapat menjadi contoh bagi institusi lain dalam mendukung kerukunan antarumat beragama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Senin, 07 Juli 2025

Masjid Nurul Hadi di Sakra Timur Mulai Dibangun, Bupati Letakkan Batu Pertama

Momnt peletakan batu pertama di masjid Nurul Hadi Gereneng
Okenews.net- Pembangunan Masjid Nurul Hadi di Dusun Batu Tameng, Desa Gereneng Timur, Kecamatan Sakra Timur, resmi dimulai pada Senin (07/07/2025). Tanda dimulainya pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin.

Acara tersebut berlangsung penuh semangat kebersamaan dan gotong-royong. Hadir dalam acara ini Kepala Desa Gereneng Timur, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Kegiatan dimulai dengan doa bersama untuk kelancaran pembangunan dan kemaslahatan umat.


Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan arti nama "Nurul Hadi" sebagai simbol iman dan kebenaran, serta berharap masjid ini menjadi pusat pendidikan dan kegiatan keagamaan masyarakat.


Bupati juga menyebut Lombok Timur dikenal sebagai Kabupaten 1.000 Masjid, mencerminkan tingginya semangat masyarakat dalam membangun tempat ibadah. Ia mengapresiasi kekompakan warga Gereneng Timur yang memulai pembangunan masjid ukuran 25x20 meter dengan dana swadaya awal sebesar Rp 500 juta, meski total biaya diperkirakan mencapai Rp 7 miliar.


Pemkab Lombok Timur turut mendukung dengan menyumbang 300 sak semen. Bupati juga mengajak masyarakat terus bersedekah dan bergotong-royong demi kelancaran pembangunan.


 "Sedekah sedikit untuk rumah Allah akan diganti berlipat saya juga berharap agar Masjid Nurul Hadi menjadi pusat ibadah dan pemberdayaan umat di Gereneng Timur." Pungkasnya

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi