![]() |
| Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi |
Okenews.net- Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., menyampaikan kajian keislaman di Sekolah Darussalam, Narathiwat, Thailand. Kehadiran ulama dan cendekiawan Al-Qur’an tersebut disambut antusias oleh para santri dan santriwati.
Sambutan selamat datang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Rusdi yang mewakili pihak Sekolah Darussalam. Ia mengungkapkan rasa bahagia sekaligus kehormatan atas kehadiran Rektor IAIH Pancor di lingkungan pendidikan mereka.
“Kami merasa sangat bahagia dan terhormat atas kehadiran Rektor IAIH Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., di Sekolah Darussalam. Kehadiran beliau menjadi kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi para santri dan seluruh keluarga besar Darussalam,” ujar Rusdi, Senin (19/01/2026).
Rusdi juga berharap terjalinnya kerja sama keilmuan dan pendidikan yang berkelanjutan antara Sekolah Darussalam dan Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi. Menurutnya, fokus kajian Darussalam pada integrasi Al-Qur’an dan sains sejalan dengan keilmuan TGB sebagai ulama dan cendekiawan Al-Qur’an.
“Kami berharap kerja sama keilmuan dan pendidikan ini dapat terus terjalin. Fokus kajian Darussalam pada integrasi Al-Qur’an dan sains sangat sejalan dengan keilmuan beliau,” tambahnya.
Dalam tausiahnya, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi menekankan keutamaan Al-Qur’an sebagai sumber keberkahan dan penjaga kehidupan manusia. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang menjaga dan menekuni Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh, maka Al-Qur’an akan menjadi penjaga sekaligus pembuka berbagai pintu kebaikan dalam hidupnya.
“Siapa yang menjaga Al-Qur’an, maka Al-Qur’an akan menjaganya. Dan siapa yang menekuni Al-Qur’an, akan dibukakan baginya banyak jalan dan pintu keberkahan,” ungkap TGB yang juga Ketua Umum PB NWDI dan Ketua OIA Al-Azhar Indonesia.
Ia turut membagikan perjalanan hidupnya sebagai motivasi bagi generasi muda. TGB mengisahkan mulai menghafal Al-Qur’an pada usia 17 tahun dan mampu menyelesaikannya dalam waktu sekitar satu setengah tahun.
“Saya mulai menghafal Al-Qur’an pada usia 17 tahun dan menyelesaikannya dalam waktu sekitar satu setengah tahun. Keberkahan Al-Qur’an telah membuka banyak jalan penting dalam hidup saya, mulai dari pendidikan S1 hingga doktoral di Universitas Al-Azhar Mesir, hingga amanah sebagai anggota DPD RI, Gubernur NTB dua periode, dan Ketua Alumni Al-Azhar Indonesia,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, TGB berharap generasi muda Muslim di Thailand, khususnya para santri Sekolah Darussalam, menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kehidupan dan perjuangan intelektual. Ia meyakini, dari ketekunan terhadap Al-Qur’an akan lahir generasi dan aktor-aktor peradaban pada masa mendatang.
“Saya berharap para santri menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kehidupan dan perjuangan intelektual. Jika Al-Qur’an ditekuninya secara konsisten, saya yakin dari Darussalam akan lahir generasi dan aktor peradaban di masa depan,” pungkasnya.
.png)
