Jeruk Manis Festival IV Digelar, Sekda Puji Kemandirian Warga - www.okenews.net

Selasa, 11 Agustus 2026

Jeruk Manis Festival IV Digelar, Sekda Puji Kemandirian Warga

Okenews.net– Semangat masyarakat Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, dalam menggelar kegiatan secara mandiri mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik saat membuka Jeruk Manis Festival IV, Senin (11/8), mewakili Bupati Lombok Timur. Festival yang dipusatkan di Lapangan Desa Jeruk Manis itu berlangsung hingga 17 Agustus 2026.

Juaini menilai penyelenggaraan festival secara mandiri menjadi bukti kuatnya partisipasi dan kemandirian masyarakat. Terlebih, pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung di tengah efisiensi anggaran pemerintah.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat alokasi dana desa juga banyak diarahkan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangat Pemerintah Desa dan masyarakat Jeruk Manis untuk tetap menghadirkan kegiatan bagi masyarakat.

“Tidak banyak desa yang secara mandiri mau menyelenggarakan acara ini. Desa Jeruk Manis tidak menyurutkan semangatnya terus membangun masyarakatnya dan menggelar acara-acara seperti ini. Artinya, kemandirian masyarakatnya sudah sangat bagus,” ujar Juaini.

Selain kemandirian, Sekda juga mengapresiasi konsistensi masyarakat Jeruk Manis dalam menjaga adat dan budaya warisan leluhur, salah satunya Adat Kayu Jejeneng.

Menurut Juaini, tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari identitas masyarakat, tetapi juga mengandung nilai kebijaksanaan serta mencerminkan hubungan yang harmonis antara adat dan ajaran agama.

“Kayu Jejeneng ini banyak sekali nilai yang terkandung di dalamnya. Tidak ada persoalan di Lombok antara agama dan adat, semuanya sudah menjadi satu kesatuan,” katanya.

Nilai adat tersebut, lanjutnya, juga tercermin dalam cara masyarakat menjaga lingkungan. Berada di kawasan selatan Rinjani, Desa Jeruk Manis dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hutan dan alam yang manfaatnya tidak hanya dirasakan warga setempat, tetapi juga masyarakat Lombok Timur secara luas.

Dalam kesempatan itu, Juaini turut menyampaikan rencana pemerintah memasang lampu jalan di sekitar 8.000 titik. Desa wisata menjadi salah satu prioritas pemasangan penerangan tersebut.

Program itu diharapkan dapat direalisasikan pada 2027 sehingga mendukung pengembangan pariwisata sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Jeruk Manis Nasipudin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut mendukung pelaksanaan festival tahunan tersebut.

Ia mengatakan, Jeruk Manis Festival menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan potensi desa sekaligus mempertahankan adat yang diwariskan leluhur.

“Bersatu dalam adat, bersama dalam kemerdekaan” menjadi tema yang diusung pada Jeruk Manis Festival IV tahun ini.

Beragam kegiatan turut memeriahkan festival, mulai dari pameran hasil alam, produk UMKM masyarakat, hingga berbagai perlombaan.

Festival yang digelar setiap Agustus tersebut juga menjadi bagian dari upaya masyarakat menjaga keberlanjutan tradisi lokal, termasuk Adat Kayu Jejeneng yang biasanya dilaksanakan sebelum begawe.

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments