www.okenews.net: Desa
Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Oktober 2026

Hulyani Usung Semangat TANGGUH, Dorong Desa Danger Lebih Transparan dan Mandiri

Okenews.net- Bakal calon Kepala Desa Danger, Hulyani, S.KH., mulai memantapkan langkah menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027. Mengusung tagline Bersama Menuju Desa Danger TANGGUH, Hulyani menawarkan konsep pembangunan desa yang menitikberatkan pada transparansi tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pemberdayaan masyarakat.


Hulyani mengatakan, kontestasi Pilkades tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan jabatan kepala desa. Menurutnya, momentum demokrasi tersebut juga harus menjadi ruang mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.


"Ini proses demokrasi yang menjadi ruang bagi kita, tidak hanya berbicara tentang kompetisi, tetapi juga ruang untuk bersilaturahmi dan mendekatkan diri, khususnya bagi kita yang ada di Desa Danger," kata Hulyani, Kamis 22/10


Dia mengakui setiap bakal calon kepala desa memiliki pandangan dan konsep masing-masing dalam membangun desa. Karena itu, Hulyani bersama para pendukungnya yang tergabung dalam Sahabat TANGGUH ingin membawa semangat kebersamaan untuk mewujudkan pembangunan Desa Danger yang lebih baik.


Menurutnya, ada tiga hal utama yang menjadi perhatian dalam konsep pembangunan yang ditawarkan.


Pertama, mendorong transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa. Hulyani menilai keterbukaan menjadi bagian penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.


Kedua, meningkatkan kualitas SDM sebagai salah satu faktor penunjang pelayanan kepada masyarakat. Dia menilai aparatur desa perlu memiliki kapasitas yang memadai agar mampu memberikan pelayanan secara maksimal.


Selain itu, Hulyani menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam membangun desa. Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan satu orang atau kelompok tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


Ketiga, memperkuat pemberdayaan masyarakat yang berdampak pada kemandirian desa. Dia mendorong seluruh sektor dan potensi yang dimiliki Desa Danger agar dikembangkan melalui kolaborasi dan sinergi antarelemen.


"Pemberdayaan harus berdampak terhadap kemandirian desa. Semua sektor yang ada di Desa Danger perlu dikembangkan dengan semangat kebersamaan dan sinergitas. Semua elemen harus terlibat, karena kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri," ujarnya.


Ajak Masyarakat Bersatu di Tengah Keterbatasan Anggaran


Hulyani mengatakan, semangat TANGGUH juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk tetap bersatu dalam menghadapi tantangan pembangunan desa, terutama di tengah kondisi anggaran yang terbatas.


Menurutnya, pembangunan desa membutuhkan strategi, kerja sama, dan kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar program yang direncanakan dapat berjalan secara optimal.


Dia menilai sinergi dengan pemerintah daerah dan anggota DPRD menjadi salah satu hal penting untuk mendukung pembangunan Desa Danger ke depan.


"Kita harus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, teman-teman anggota dewan, serta seluruh elemen masyarakat. Komunikasi yang baik dan sinergitas harus dibangun agar kita bisa bersama-sama membangun desa di tengah kondisi anggaran yang ada," jelasnya.


Hulyani berharap seluruh masyarakat dapat mengambil bagian dalam proses pembangunan, tanpa membedakan pilihan politik dalam kontestasi Pilkades.


Baginya, semangat kebersamaan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan pembangunan, termasuk dampak kebijakan pemerintah pusat yang melakukan pemangkasan anggaran.


Siap Menang dan Siap Kalah


Terkait persaingan dalam Pilkades serentak 2027, Hulyani menyatakan kesiapannya menerima apa pun hasil dari proses demokrasi tersebut.


Dia menegaskan bahwa setiap calon harus memiliki sikap dewasa dalam berdemokrasi, baik ketika memperoleh kemenangan maupun saat harus menerima kekalahan.


"Siapa pun dia, menang harus siap, kalah pun harus siap, karena dalam sebuah proses tidak mungkin semua akan menang. Kami bersama Sahabat TANGGUH siap menerima apa pun hasil dari proses yang ada," tegasnya.


Hulyani berharap Pilkades Desa Danger dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan dan menentukan arah pembangunan desa ke depan.


Melalui semangat Bersama Menuju Desa Danger TANGGUH, dia ingin mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, pelayanan publik yang lebih baik, serta pemberdayaan masyarakat demi mewujudkan desa yang lebih mandiri.

Rabu, 21 Oktober 2026

Bikin Kejutan di Bintang Rinjani, Abdul Fatah Daftar Kades Tawarkan Surat Gratis hingga Jaminan Sosial Lansia

Okenews.net- Peta Pilkades Bintang Rinjani 2027-2035 berubah. Abdul Fatah resmi mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa pada Senin 19 Oktober 2026 dan langsung mencuri perhatian dengan program yang tak biasa.

Diantar barisan pendukungnya ke sekretariat panitia, Abdul Fatah datang membawa tagline sederhana namun mengena: Maju Bersama Membangun Desa.

"Bintang Rinjani tidak bisa dibangun sendiri. Harus maju bersama dengan masyarakat," ujarnya lantang.

Tak seperti calon yang sibuk menebar janji infrastruktur megah, Abdul Fatah justru menyentuh dua hal yang paling sensitif bagi warga desa: transparansi anggaran dan biaya surat menyurat.

Ia menjanjikan APBDes dipublikasikan secara terbuka, bisa diakses semua warga. Bahkan pelayanan administrasi di kantor desa, termasuk surat jual beli tanah antar warga desa, digratiskan 100 persen tanpa pungli.

Gebrakan lainnya ada di sektor jaminan sosial. Ia menyiapkan program pendaftaran warga usia 61-64 tahun ke BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran ditanggung penuh pemerintah desa, plus santunan kematian bagi warga yang belum ter-cover.

"Selama ini bantuan sering tidak tepat sasaran. Kita akan data ulang warga miskin, supaya yang berhak benar-benar menerima," tegasnya.

Visi besarnya adalah mewujudkan Desa Bintang Rinjani yang Maju, Mandiri, Religius, Sejahtera dan Berkeadilan. Untuk itu ia meramu 7 misi Maju Bersama: pemerintahan bersih dan melayani, pembangunan merata hingga pelosok dusun, ekonomi desa bergerak lewat BUMDes dan UMKM, kesehatan dan pendidikan yang peduli ibu hamil hingga guru PAUD, penguatan sosial keagamaan, keamanan lingkungan dengan siskamling aktif, dan pembangunan untuk semua golongan tanpa terkecuali.

Ia juga menyentil praktik pemerintahan bayangan yang kerap terjadi di desa.

"Tidak boleh ada pimpinan di balik pimpinan. Desa ini harus dipimpin oleh kepala desa yang dipilih rakyat, bukan dikendalikan kelompok di belakang layar," katanya.

Di akhir, ia menitip pesan damai untuk semua kontestan Pilkades.

"Apapun pilihannya nanti, kita tetap satu keluarga, warga Desa Bintang Rinjani," pungkasnya.

Dikawal Ratusan Warga, Ainuddin Usung Misi Perubahan untuk Desa Tumbuh Mulia

Okenews.net- Ratusan warga mengiringi langkah Ainuddin saat mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Tumbuh Mulia. Dengan dukungan masyarakat dan pengalaman panjang dalam pemerintahan desa, ia membawa misi mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, transparan, dan berdaya melalui semangat gotong royong.


Kedatangan Ainuddin di sekretariat Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tumbuh Mulia disambut langsung oleh Ketua Panitia, Makruf. Ia menjadi salah satu pendaftar awal setelah tahapan pencalonan resmi dibuka pada 15 Oktober 2026.


Keputusan Ainuddin maju dalam kontestasi Pilkades tidak terlepas dari pengalamannya mengabdi kepada masyarakat sejak 2012. Ia pernah terlibat dalam Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), hingga menjabat sebagai kepala wilayah.


Pengalaman tersebut menjadi bekal baginya untuk mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih terbuka, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.


“Desa ini harus maju dengan cara kita sendiri, melalui gotong royong, kejujuran, dan keterbukaan. Berbeda pilihan itu biasa, tetapi kekeluargaan harus tetap kita jaga,” tegas Ainuddin di hadapan para pendukungnya.


Ainuddin mengusung visi mewujudkan Desa Tumbuh Mulia yang mandiri, sejahtera, transparan, dan berdaya melalui gotong royong serta pemberdayaan masyarakat.


Untuk merealisasikan visi tersebut, ia menyiapkan 10 misi utama. Di antaranya membangun pemerintahan desa yang amanah dan terbuka, menghadirkan pelayanan administrasi yang cepat tanpa pungutan liar, serta memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kelompok tani.


Ia juga menaruh perhatian terhadap kelompok masyarakat rentan, seperti lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan anak yatim, agar mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan dan kemampuan desa.


Sejumlah program unggulan turut disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satunya Gerakan Desa Gotong Royong, yang mendorong partisipasi warga dalam menjaga kebersihan dan lingkungan melalui kegiatan kerja bakti secara sukarela.


Selain itu, terdapat program Desa Produktif dan Mandiri melalui pendataan serta promosi digital UMKM, Gerakan Pekarangan Produktif untuk mendukung ketahanan pangan keluarga, dan Pelayanan Desa Terbuka yang memberikan akses informasi serta menyediakan saluran pengaduan masyarakat.


Ainuddin juga menawarkan program Desa Peduli dan Berjejaring untuk memperluas akses masyarakat terhadap berbagai program bantuan dan peluang kerja sama, baik dari pemerintah maupun dunia usaha.


Menurutnya, seluruh program tersebut harus dirancang secara realistis, sesuai kewenangan pemerintahan desa dan kemampuan keuangan yang sah. Pembangunan desa, kata dia, tidak boleh hanya bergantung pada Dana Desa, tetapi juga perlu didukung oleh kreativitas, partisipasi masyarakat, dan pengembangan potensi lokal.


Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Tumbuh Mulia, Makruf, mengingatkan seluruh pihak agar menjadikan pesta demokrasi tingkat desa sebagai sarana menentukan pemimpin, bukan menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat.


“Pilkades ini milik kita bersama. Mari jaga damai,” ujarnya.


Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perbedaan dukungan dan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, persaudaraan dan kebersamaan masyarakat harus tetap menjadi prioritas.


Dengan membawa pengalaman pengabdian dan sejumlah gagasan pembangunan, Ainudin berharap Pilkades Tumbuh Mulia dapat menjadi momentum untuk memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus mendorong desa menuju masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera.

Senin, 19 Oktober 2026

Anggota DPR RI F-NasDem, H. Fauzan Khalid: Kaji Ulang Rencana Penyaluran Gaji ASN melalui Koperasi

Okenews.net– Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid mengusulkan agar pemerintah  mengkaji ulang rencana penyaluran gaji aparatur sipil negara (ASN) melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Kaji ulang rencana tersebut. Dikhawatirkan akan menimbulkan banyak hambatan dan risiko tinggi. Sistem internal koperasi, saya kira ini belum setara dengan perbankan. Koperasi belum siap baik dari sisi infrstruktur maupun sumber daya manusia,” kata Fauzan menanggapi wacana penyaluran gaji ASN melalui Koperasi Desa Merah Putih, di sela-sela melaksanakan kegiatan reses di Mataram, NTB, Senin (19/10/2026).

Fauzan mengatakan, kebijakan ini akan menambah panjang alur birokrasi pencairan dana dari negara ke tangan pegawai. Bahkan ASN berisiko mengalami hambatan likuiditas atau keterlambatan pencairan jika operasional harian koperasi di tingkat desa belum stabil. 

Selain itu, lanjutnya, pengalihan dana gaji dari sistem perbankan ke koperasi desa akan mengurangi likuiditas dan sumber pendanaan utama bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) dan perbankan lain yang selama ini menyalurkan gaji ASN. 

“Kesiapan koperasi secara teknis mengelola dana masif milik negara juga masih dipertanyakan,” jelas  Fauzan, Anggota Komisi II DPR RI dari dapil NTB II Pulau Lombok ini.

Fauzan, Bupati Lombok Barat dua periode (2016-2024) menambahkan, penyaluran gaji ASN melalui koperasi sangat tidak efisien. Bahkan, berpotensi menimbulkan celah penyalahgunaan (fraud) atau risiko korupsi dalam pengelolaan dana gaji ASN.

Menurut Fauzan, mekanisme penyaluran gaji ASN saat ini sebaiknya tetap dipertahankan melalui sistem perbankan digital. Sistem yang berjalan saat ini diatur lewat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 11/PMK.05/2016 melalui rekening Bank Umum/ BPD secara terpusat. 

Prosesnya instan, digital, aman, dan bisa ditarik di ATM mana saja. Fauzan menyatakan, pembayaran gaji ASN tda hanya mentransfer uang gaji, namun terkait dengan validasi data kepegawaian, potongan pajak, dan mitigasi risiko. 

Mengalihkan jalur ini ke lembaga non-bank seperti koperasi desa. Kata Fauzan, dikhawatirkan memicu kerumitan birokrasi, inefisiensi waktu, serta risiko keamanan siber. 

“Mayoritas ASN memiliki sistem autodebit yang terikat dengan rekening bank saat ini, seperti untuk cicilan rumah (KPR) atau pinjaman lain. Mengubah jalur penyaluran akan mengacaukan manajemen keuangan personal mereka,” cetusnya.

Wacana pembayaran gaji ASN melalui koperasi muncul setelah Kementerian Koperasi mengusulkan agar koperasi menjadi salah satu mitra penyaluran pembayaran pemerintah. 

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan usulan pembayaran gaji ASN melalui koperasi telah diajukan kepada Kementerian Keuangan. Namun, mekanisme dan waktu pelaksanaannya masih menunggu kejelasan lebih lanjut. Sementara itu, wacana penyaluran uang pensiun melalui koperasi juga belum diakomodasi dalam ketentuan yang berlaku. 

Rabu, 14 Oktober 2026

Resmikan Kantor Lurah Tanjung, Bupati Lotim Siapkan Penataan Kota Selong

 

Okenews.net – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik dan penataan kawasan perkotaan. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Kantor Lurah Tanjung yang telah direhabilitasi setelah terdampak bencana angin kencang, Rabu (14/10).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengingatkan bahwa kantor pemerintahan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat pelayanan masyarakat yang harus memberikan rasa aman, nyaman, dan kemudahan bagi warga.

Ia meminta jajaran lurah dan camat memberikan pelayanan yang cepat dan berkualitas. Masyarakat juga diajak bersama-sama menjaga fasilitas kantor agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memperbaiki fasilitas publik sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Lombok Timur.

Selain pelayanan publik, Haerul Warisin turut menyoroti rencana efisiensi anggaran daerah apabila pembiayaan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu untuk guru dan tenaga kesehatan ditanggung pemerintah pusat melalui APBN.

Ia menyebutkan, kebijakan tersebut berpotensi menghemat anggaran daerah hingga Rp257 miliar. Dana itu diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan penataan ruang publik.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Sisik. Bupati meminta agar disiapkan anggaran Rp2 miliar untuk menata kawasan tersebut, termasuk mengembangkan aset tanah milik daerah menjadi ruang terbuka hijau (RTH) dan taman kota.

Penataan itu dinilai penting karena Sisik memiliki nilai sejarah bagi Lombok Timur. Kawasan tersebut disebut sebagai pusat pemerintahan pertama pada masa penjajahan Belanda pada 1885.

Bupati juga mendorong kawasan Sisik dan Labuhan Haji kembali dihidupkan sebagai destinasi sejarah dan wisata. Menurutnya, kawasan tersebut perlu dilengkapi dengan berbagai aktivitas masyarakat yang tidak hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian lokal.

Di sisi lain, perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), pemerintah daerah telah memetakan sejumlah titik jalan yang membutuhkan penanganan agar pelaksanaannya lebih terarah.

Penataan Kota Selong juga menjadi perhatian, termasuk pembenahan trotoar agar lebih seragam, indah, dan nyaman bagi masyarakat.

“Sudah sekian lama Lombok Timur terkesan tidak mengalami perubahan yang signifikan,” ujar Haerul Warisin, seraya menegaskan keinginannya untuk mendorong perubahan wajah kota menjadi lebih tertata.

Sementara itu, Lurah Tanjung M. Martha Hardiyanto mengatakan, kantor yang telah direhabilitasi tersebut diharapkan menjadi simbol komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang modern dan responsif.

Ia menegaskan, pihaknya akan menjadikan Kantor Lurah Tanjung sebagai pusat musyawarah masyarakat sekaligus tempat pelayanan yang mengedepankan kecepatan, transparansi, dan keadilan.

Dengan pembenahan fasilitas pemerintahan dan rencana penataan kawasan perkotaan, pemerintah daerah berharap kualitas pelayanan masyarakat semakin meningkat dan ruang publik di Lombok Timur dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Rabu, 07 Oktober 2026

LDS Rilis Survei Pilkades Jango 2026, 1.000 Responden Petakan Preferensi Pemilih

Okenews.net — Lombok Democracy Survey (LDS) – Independent Research & Public Opinion merilis hasil survei pemetaan opini publik terkait Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jango, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah.


Survei yang dilaksanakan pada 28 September hingga 6 Oktober 2026 tersebut melibatkan 1.000 responden yang berasal dari populasi pemilih Desa Jango.

Dalam simulasi elektabilitas, responden ditanya mengenai calon yang akan dipilih apabila Pilkades Jango dilaksanakan pada saat survei dilakukan. Hasilnya, Muniruddin, S.Pd. (nomor urut 1) tercatat memperoleh 540 pilihan atau 54 persen.


Sementara Sukardi (nomor urut 2) memperoleh 260 pilihan atau 26 persen, disusul Zainul Muttaqin (nomor urut 3) dengan 130 pilihan atau 13 persen. Adapun 70 responden atau 7 persen menyatakan belum menentukan pilihan.


Selain mengukur elektabilitas, LDS juga memetakan sejumlah persepsi masyarakat terhadap para calon, di antaranya tingkat pengenalan, kepercayaan, kemampuan kepemimpinan, kedekatan dengan masyarakat, serta kepastian pilihan pemilih.


Dari total 1.000 responden, masih terdapat 70 orang atau 7 persen yang belum menentukan pilihan. Kelompok tersebut menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dalam membaca dinamika preferensi masyarakat menjelang pelaksanaan Pilkades Jango.


Direktur Lombok Democracy Survey (LDS), M. Fatihil Abror, MM., menegaskan bahwa hasil survei merupakan gambaran opini publik pada saat pengumpulan data dilakukan.


“Survei merupakan potret preferensi masyarakat pada saat pengukuran. Karena dinamika politik desa masih berlangsung, pilihan masyarakat tetap dapat mengalami perubahan sampai hari pemungutan suara,” ujar M. Fatihil Abror.


Ia menambahkan, hasil survei perlu dibaca secara proporsional dan tidak dijadikan sebagai kepastian mengenai hasil akhir Pilkades Jango.


Menurut LDS, preferensi pemilih masih dapat berkembang seiring dengan dinamika yang terjadi di tingkat masyarakat hingga tahapan pemungutan suara berlangsung.

Selasa, 18 Agustus 2026

61 Pj Kades Dilantik, Bupati Lotim Tekankan Netralitas Pilkades

Okenews.net– Sebanyak 61 Penjabat (Pj) Kepala Desa se-Kabupaten Lombok Timur resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Selasa (18/8/2026).

Pelantikan berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur dan dihadiri Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bersama Sekda, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, para camat serta kepala desa yang telah menyelesaikan masa tugasnya.

Dalam arahannya, Bupati Haerul Warisin mengingatkan para Pj Kades bahwa jabatan tersebut bukan sekadar tugas sementara, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Penetapan para Pj Kades dilakukan berdasarkan usulan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melalui proses verifikasi pemerintah daerah.

Meski hanya menjabat hingga terpilihnya kepala desa definitif, para Pj Kades dituntut tetap menunjukkan profesionalisme dan integritas sebagai aparatur pemerintahan.

Terlebih, Kabupaten Lombok Timur akan menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung Februari mendatang. Bupati meminta seluruh Pj Kades menjaga netralitas dan tidak memberikan dukungan kepada calon tertentu.

“Ukuran keberhasilan Pj Kades bukan hanya menjalankan pemerintahan, tetapi bagaimana mampu menciptakan rasa aman, tenteram dan damai di tengah masyarakat,” tegas Haerul Warisin.

Selain menjaga kondusivitas desa, para Pj Kades juga diminta memastikan validasi data Perlindungan Sosial (Perlinsos). Mereka diharapkan turun langsung untuk memastikan masyarakat miskin dan rentan tercatat secara akurat sehingga tidak ada warga yang tertinggal dari program bantuan pemerintah.

Dalam menjalankan pemerintahan, Bupati juga mengingatkan para Pj Kades agar menerapkan pola hidup sederhana, memperkuat silaturahmi dengan masyarakat dan menghindari janji-janji yang tidak realistis.

Ia menekankan pentingnya koordinasi dalam menyelesaikan persoalan desa. Menurutnya, desa dan dusun merupakan garda terdepan pemerintahan karena menjadi tempat pertama masyarakat menyampaikan berbagai persoalan.

“Setelah dilantik, segera kembali ke desa. Duduk bersama masyarakat, dengarkan persoalan mereka dan selesaikan melalui silaturahmi serta koordinasi,” pesan Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Haerul Warisin juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa yang telah mengakhiri masa tugas. Pemerintah daerah memastikan hak pesangon bagi kepala desa purna tugas dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pelantikan 61 Pj Kades tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memastikan roda pemerintahan desa tetap berjalan sekaligus menjaga stabilitas menjelang pelaksanaan Pilkades serentak di Lombok Timur.

Sabtu, 08 Agustus 2026

Pemuda Desa Surabaya Hidupkan UMKM Lewat Pasar Malam HUT RI

Okenews.net – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Surabaya, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, tidak hanya diisi dengan berbagai kegiatan hiburan. Momentum kemerdekaan itu juga dimanfaatkan para pemuda untuk menggerakkan roda perekonomian warga melalui Semarak Pasar Malam.

Kegiatan yang digagas Karang Taruna Desa Surabaya tersebut mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, M. Juaini Taofik, saat hadir dan melihat langsung aktivitas para pelaku UMKM, Jumat (7/8/2026).

Juaini menilai kreativitas pemuda dalam mengemas perayaan kemerdekaan menjadi ruang promosi dan pemasaran produk lokal merupakan langkah positif. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemuda desa memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Ini patut diapresiasi. Pemuda tidak hanya mengisi peringatan kemerdekaan dengan berbagai perlombaan, tetapi juga menghadirkan ruang bagi UMKM untuk berkembang sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Juaini yang akrab disapa Kak Ofik.

Menurutnya, pasar malam dapat menjadi sarana efektif bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan konsumen. Aktivitas ekonomi yang tercipta pun diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat setempat.

Ia mengingatkan, kegiatan serupa akan semakin memberikan manfaat apabila didukung fasilitas dan akses yang memadai. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kelancaran akses jalan agar aktivitas pasar malam tidak mengganggu mobilitas warga.

“Selama infrastruktur mendukung, dalam artian akses jalan tidak tertutup, ini menjadi kegiatan yang positif,” katanya.

Semarak pasar malam tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Puluhan pedagang memanfaatkan kesempatan itu untuk menjajakan berbagai produk, mulai dari makanan hingga jajanan kekinian.

Salah seorang pedagang bahkan mengaku mampu membukukan omzet sekitar Rp700 ribu dari modal Rp500 ribu selama mengikuti kegiatan tersebut.

Bagi Juaini, capaian tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan sederhana di tingkat desa dapat membuka peluang ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Menariknya, sebagian besar pedagang yang ambil bagian merupakan warga Desa Surabaya. Dari sekitar 60 pelaku UMKM yang berjualan, hanya sekitar 10 pedagang yang berasal dari desa tetangga.

Kondisi tersebut membuat perputaran uang dari kegiatan pasar malam lebih banyak dirasakan oleh masyarakat Desa Surabaya sendiri.

Saat meninjau lokasi, Juaini juga menyempatkan diri menyapa para pedagang dan mencicipi sejumlah kuliner yang tersedia. Beragam makanan ditawarkan, di antaranya kebab, cilok, salad hingga makanan bercita rasa Korea.

Ramainya aktivitas jual beli menjadi pemandangan tersendiri dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Desa Surabaya.

Bagi pemerintah daerah, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Tidak hanya melalui seremoni dan perlombaan, tetapi juga lewat gerakan nyata yang memberi ruang bagi masyarakat untuk berusaha.

Semangat pemuda Desa Surabaya pun menjadi contoh bahwa perayaan kemerdekaan bisa sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat UMKM dan menggerakkan ekonomi dari desa.

Minggu, 26 Juli 2026

M. Zaini Menang Telak, Warga Pancor Sanggeng Antusias Sambut Kepala Dusun Baru

Okenews.net – Antusiasme warga mewarnai pelaksanaan Pemilihan Kepala Dusun (Kadus) Pancor Sanggeng yang digelar pada Minggu (26/7). Proses demokrasi tingkat dusun tersebut berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, M. Zaini berhasil meraih kemenangan dengan memperoleh 70 suara, mengungguli dua kandidat lainnya, yakni M. Nasri yang memperoleh 54 suara, dan Alimudin dengan 9 suara. Dari total 135 Daftar Pemilih Tetap (DPT), hampir seluruh warga menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin dusun yang baru.

Kemenangan putra asli Dusun Pancor Sanggeng itu disambut suka cita oleh keluarga, pendukung, tokoh masyarakat, dan warga yang sejak awal mengikuti jalannya pemungutan hingga penghitungan suara.

Dalam pernyataannya usai dinyatakan terpilih, M. Zaini mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut merupakan kemenangan seluruh warga, bukan hanya para pendukungnya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Pancor Sanggeng atas kepercayaan yang telah diberikan. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Kemenangan ini bukan milik saya pribadi, tetapi kemenangan seluruh warga. Mari kita bersama-sama membangun Dusun Pancor Sanggeng menjadi lebih maju, aman, harmonis, dan sejahtera," ujar M. Zaini.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk kembali bersatu setelah proses pemilihan usai serta menghilangkan perbedaan pilihan yang sempat terjadi selama pesta demokrasi berlangsung.

Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir berharap kepemimpinan baru mampu membawa perubahan positif bagi Dusun Pancor Sanggeng. Mereka menaruh harapan agar berbagai program pembangunan dapat menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi warga, penguatan peran pemuda, hingga menjaga nilai-nilai persatuan dan gotong royong.

Pelaksanaan pemilihan yang berlangsung aman dan kondusif dinilai menjadi bukti kedewasaan demokrasi masyarakat di tingkat dusun. Tingginya partisipasi warga juga menjadi modal penting bagi kepala dusun terpilih untuk menjalankan roda pemerintahan dengan dukungan penuh dari masyarakat.

Dengan mandat yang diberikan melalui proses demokrasi tersebut, M. Zaini diharapkan mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan dusun yang lebih baik serta menghadirkan program-program yang berpihak pada kepentingan masyarakat demi kemajuan dan kesejahteraan Dusun Pancor Sanggeng.

Rabu, 22 Juli 2026

Dukungan Menggema dari Lima Wilayah Kenyalu, Tim Sebut 99% Masyarakat Bersama Munirudin

Okenews.net– Dukungan terhadap bakal calon Kepala Desa Jango, Munirudin, terus menguat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Jango. Tim pendukung menyebut antusiasme masyarakat semakin tinggi, khususnya di wilayah Kekadusan Kenyalu yang meliputi Kenyalu Timur, Kenyalu Barat, Kenyalu Utara, Kenyalu Selatan, dan Kenyalu Tengah.

Menurut tim pendukung, berdasarkan hasil konsolidasi dan komunikasi dengan masyarakat di lima wilayah tersebut, dukungan terhadap Munirudin diklaim telah mencapai sekitar 99 persen. Pernyataan tersebut merupakan klaim dari tim pendukung dan bukan hasil survei atau rekapitulasi resmi penyelenggara Pilkades.

Tim pendukung menilai besarnya dukungan tersebut lahir dari harapan masyarakat akan hadirnya kepemimpinan yang mampu membawa perubahan positif bagi Desa Jango. Visi "Mewujudkan Desa Jango yang Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan" dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan yang merata, pelayanan publik yang berkualitas, serta tata kelola pemerintahan desa yang transparan.

Munirudin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan masyarakat. Ia menegaskan bahwa seluruh proses menjelang Pilkades akan dijalani sesuai ketentuan yang berlaku serta mengedepankan persatuan masyarakat.

"Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga persaudaraan, menghormati setiap perbedaan pilihan, serta menciptakan suasana Pilkades yang damai, aman, dan bermartabat," ujar Munirudin.

Tim pendukung juga mengajak seluruh masyarakat Desa Jango untuk menjaga kondusivitas menjelang tahapan Pilkades serta menghormati seluruh proses yang akan dilaksanakan oleh panitia sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dengan semakin menguatnya dukungan dari berbagai wilayah, tim optimistis Munirudin akan memperoleh kepercayaan masyarakat pada pelaksanaan Pilkades mendatang. Namun demikian, mereka tetap mengajak seluruh pendukung untuk menjaga etika, menghormati bakal calon lainnya, serta menjadikan Pilkades sebagai momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan warga Desa Jango.

Rabu, 13 Mei 2026

Lantik 87 Pj Kades, Bupati Lotim Tekankan Kepemimpinan untuk Semua Warga

Foto: Pelantikan PJS Kepala Desa

Okenews.net – Sebanyak 87 Penjabat Kepala Desa resmi dilantik oleh Bupati H. Haerul Warisin di Pendopo Bupati Lombok Timur, Rabu (13/5/2026). Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa kepala desa harus menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan kelompok pendukung.


Menurut Haerul Warisin, seorang pemimpin wajib memberikan pelayanan secara merata setelah dipercaya menduduki jabatan. Ia menilai kepemimpinan yang baik akan meninggalkan teladan bagi generasi berikutnya.


“Ketika sudah menjadi pemimpin, maka yang dilayani adalah seluruh masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu,” tegasnya.


Ia juga meminta para Pj. Kepala Desa yang baru dilantik bekerja secara maksimal dalam menjalankan roda pemerintahan desa serta fokus pada program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah daerah, lanjutnya, yakni perbaikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pembaruan data dinilai penting untuk memastikan bantuan sosial benar-benar diterima warga yang membutuhkan.


Selain pembenahan data sosial, program pemberdayaan masyarakat desa juga diminta menjadi perhatian serius para penjabat kepala desa, termasuk mendukung pelaksanaan program Desa Berdaya.


Bupati mengingatkan bahwa tugas di tingkat desa memiliki beban kerja yang cukup berat. Karena itu, perlindungan ketenagakerjaan bagi aparatur desa harus dipastikan berjalan dengan baik.

Ia menegaskan seluruh kepala desa hingga kepala lingkungan wajib terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan guna memberikan jaminan perlindungan kerja.


Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan turut memberikan sosialisasi terkait penghargaan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Desa. Selain itu, dilakukan pula penyerahan simbolis manfaat BPJS Ketenagakerjaan dan santunan Jaminan Hari Tua (JHT) kepada sejumlah penerima manfaat.

Senin, 16 Februari 2026

TPA Kebon Kongok Overload, Kades Suka Makmur Ajak Semua Pihak Duduk Bersama

Kades Suka Makmur

Okenews.net- Kepala Desa Suka Makmur, H. Selamet, menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi TPA Kebon Kongok yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas. Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat di sekitarnya.

Menurut H. Selamet, kondisi tempat pembuangan akhir yang sudah overload harus segera ditangani secara komprehensif dan terencana. Jika dibiarkan berlarut-larut, dampaknya tidak hanya dirasakan warga sekitar, tetapi juga dapat meluas ke wilayah lain.

“Kondisi TPA yang overload tidak bisa dibiarkan terus berlanjut. Dampaknya akan sangat luas jika tidak segera ditemukan solusi yang tepat,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa penanganan persoalan ini bukan semata tanggung jawab satu pihak. Pemerintah desa, pemerintah daerah, pengelola TPA, hingga masyarakat harus bersinergi dalam mencari jalan keluar yang efektif dan berkelanjutan.

Pemerintah Desa Suka Makmur, lanjutnya, siap menjadi mitra strategis dalam setiap langkah penanganan yang dirancang pemerintah daerah. Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap kebijakan dilakukan secara terbuka, transparan, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

“Kami dari Pemerintah Desa mendukung penuh setiap kebijakan dan strategi yang dirancang untuk menangani masalah ini. Yang paling penting adalah adanya komunikasi yang terbuka dan sosialisasi yang menyeluruh kepada masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan masalah baru,” jelas H. Selamet.

Selain aspek lingkungan, H. Selamet juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah dinamika yang berkembang. Ia mengajak warga untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami mengimbau seluruh warga untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas, dan bersinergi menjaga kedamaian. Pemerintah desa siap berperan sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah, demi mewujudkan solusi yang adil, tepat, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pengelola TPA, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan persoalan overload TPA Kebon Kongok dapat segera diatasi secara menyeluruh, sehingga kualitas lingkungan tetap terjaga dan kehidupan sosial masyarakat tetap harmonis.

Jumat, 23 Januari 2026

Mahasiswa Unram Dorong Olahan Kelapa Jadi VCO di Desa Korleko

KKN PMD Universitas Mataram

Okenews.net- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram menggelar sosialisasi bertema optimalisasi potensi kelapa melalui produksi Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, (22/01/2026), bertempat di Aula Kantor Desa Korleko, dan diikuti oleh pemuda serta masyarakat setempat.


Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang besarnya potensi kelapa sebagai komoditas unggulan desa yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN PMD mendorong terbentuknya kelompok UMKM baru yang mandiri, peningkatan keterampilan teknis produksi, diversifikasi usaha berbasis kelapa, serta peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat desa.


Selama ini, mayoritas petani di Desa Korleko menjual kelapa secara borongan kepada tengkulak dengan harga relatif murah. Kelapa tersebut kemudian dipasarkan keluar daerah setelah dipisahkan dari serabutnya dengan harga yang jauh lebih tinggi. Rendahnya nilai jual di tingkat petani disebabkan oleh minimnya pengolahan dan lemahnya sistem niaga. Padahal, di berbagai daerah lain, kelapa telah diolah menjadi beragam produk bernilai tambah dengan teknologi sederhana yang dapat diterapkan oleh industri kecil dan menengah.


Sebelum sosialisasi digelar, Tim KKN PMD Universitas Mataram Desa Korleko telah melaksanakan pelatihan pembuatan VCO bersama perwakilan pemuda dari setiap dusun. Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pemaparan program kerja yang disampaikan kepada pemerintah desa pada 29 Desember 2025.


Sekretaris Desa Korleko, Mawardi, S.Pd., menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia berharap kegiatan yang dijalankan mahasiswa KKN PMD dapat berkelanjutan.


“Jika adik-adik mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram mampu merancang program yang berkelanjutan, kami dari pihak desa siap mendukung pendanaannya. Kami juga meminta setiap dusun mengirimkan perwakilan pemuda untuk mengikuti pelatihan pembuatan VCO,” ujarnya.


Sebagai langkah keberlanjutan, Tim KKN PMD Universitas Mataram Desa Korleko membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang melibatkan pemuda desa. Pelatihan produksi Virgin Coconut Oil (VCO) dilaksanakan secara intensif mulai 5 hingga 17 Januari 2026.


Anggota Tim KKN PMD Universitas Mataram Desa Korleko 2025, Salju Anorawi, menyebutkan bahwa program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat.


“Program ini tidak hanya menambah pendapatan, tetapi juga menumbuhkan semangat wirausaha dan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal. Masyarakat Korleko kini mulai antusias memasarkan produk VCO di wilayah Labuhan Haji,” ungkapnya.


Melalui pengolahan kelapa menjadi VCO, masyarakat Desa Korleko diharapkan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari peningkatan nilai tambah produk. Selain mendongkrak pendapatan rumah tangga, program ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap fluktuasi harga kelapa mentah.


Kamis, 22 Januari 2026

Puluhan Desa Terkendala Lahan, Pemda Lotim Bentuk Tiga Desk Percepat Koperasi Merah Putih

 

Rapat Koordinasi Pembangunan KDKMP

Okenews.net – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai tancap gas mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Salah satu langkah konkret yang diambil adalah pembentukan tiga desk khusus untuk mengurai persoalan lahan yang hingga kini masih menjadi hambatan utama di puluhan desa.

Langkah tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pembangunan KDKMP yang digelar di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (22/01/2026).

Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, mengapresiasi tingginya kehadiran kepala desa dan lurah. Menurutnya, partisipasi tersebut mencerminkan kepatuhan aparatur desa terhadap kebijakan pemerintah, yang menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025.

“Kepatuhan terhadap regulasi adalah pilar utama kebijakan, selain sumber daya, komunikasi, dan struktur birokrasi,” tegas Sekda.

Ia menjelaskan, rakor ini menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan fisik gerai pergudangan beserta kelengkapan KDKMP. Namun di lapangan, pemerintah masih dihadapkan pada persoalan klasik, yakni keterbatasan dan ketidaksiapan lahan.

Bahkan, berdasarkan pemetaan awal, terdapat 14 desa yang sama sekali tidak memiliki potensi lahan untuk pembangunan gerai KDKMP. Selain itu, banyak desa menghadapi kendala teknis lain yang membutuhkan penanganan lintas sektor.

“Prinsipnya, optimalkan dulu potensi lahan desa. Jangan langsung bergantung pada lahan milik kabupaten atau provinsi,” ujar Juaini.

Untuk itu, Pemkab Lombok Timur membentuk tiga desk khusus yang akan fokus menangani persoalan lahan. Desk tersebut masing-masing dipimpin oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Kepala Bidang Aset BPKAD Lombok Timur.

Data Kodim 1615 Lombok Timur mencatat, kendala pembangunan KDKMP meliputi luas lahan tidak sesuai ketentuan di 36 desa, lokasi tidak strategis (24 desa), lahan berada di wilayah desa lain (14 desa), persoalan perizinan (8 desa), tukar guling (15 desa), penimbunan (11 desa), hingga keberadaan bangunan di atas lahan (22 desa).

Komandan Kodim 1615 Lombok Timur, Letkol Inf. Eky Anderson, menekankan pentingnya verifikasi awal oleh kepala desa sebelum persoalan dibahas lebih lanjut di masing-masing desk.

“Pastikan dulu kondisi lahan di desa masing-masing. Setelah itu baru kita lanjutkan ke pembahasan teknis dan peninjauan lapangan,” ujarnya.

Dengan pembentukan desk ini, Pemkab Lombok Timur berharap seluruh hambatan dapat diurai secara sistematis, sehingga pembangunan Koperasi Merah Putih benar-benar berjalan sesuai target dan memberi dampak nyata bagi penguatan ekonomi desa.


Sabtu, 06 Desember 2025

Warga Gang Ganang Swadaya Bangun Talut Irigasi Sepanjang 40 Meter

Warga Gang Ganang, Lendang Bedurik

Okenews.net- Puluhan warga Gang Ganang RT 20, Lingkungan Lendang Bedurik Induk, Kelurahan Sekarteja, melakukan gotong royong membangun talut atau jalur irigasi pada Jumat pagi (05/12/2025). 

Kegiatan ini diprakarsai oleh Pemerintah Kelurahan Sekarteja yang mengalokasikan dana sebesar Rp5 juta untuk pembelian material berupa batu, semen, dan pasir.

Ketua Lingkungan Lendang Bedurik Induk, M. Said, menjelaskan bahwa pembangunan jalur irigasi ini penting untuk mencegah penyumbatan air saat musim hujan yang kerap membuat air meluap ke badan jalan. Selain itu, irigasi juga dibutuhkan warga yang memiliki lahan perkebunan. 

“Ke depan aliran irigasi tetap dibutuhkan, terlebih di sini akan dibangun BTN, jadi memang irigasi itu sebuah keharusan,” ujarnya.

Meski dana pembangunan terbilang minim, warga tetap bersemangat melaksanakan pembangunan secara swadaya. Menurut M. Said, antusiasme masyarakat tinggi sehingga pembangunan irigasi sepanjang 40 meter tersebut dapat dikerjakan bersama. 

“Alhamdulillah, antusias masyarakat tinggi, jadi dengan semangat gotong royong irigasi ini bisa selesai,” lanjutnya.

Warga yang sebagian besar bekerja serabutan bahkan melanjutkan pengerjaan hingga larut malam. Adapun target penyelesaian talut ini diproyeksikan rampung dalam tiga hari. M. Said berharap pembangunan yang didukung dana material dari Pemerintah Kelurahan Sekarteja tersebut membawa manfaat besar bagi warga sekitar.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Irigasi, Ustadz Zuhri, mengatakan bahwa pembangunan ini menjadi pemantik semangat bagi warga, pemerintah, maupun donatur untuk turut berpartisipasi. Ia berharap ke depan ada tambahan bantuan agar irigasi dapat diperpanjang dan dibangun lebih permanen.

Selama proses gotong royong berlangsung, para ibu terlihat turut membantu dengan menyiapkan konsumsi sederhana secara sukarela. Warga berharap pembangunan irigasi ini membawa keberkahan dan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Rabu, 19 November 2025

BPN Dorong Desa di Lombok Utara Lebih Siap Tangani Sengketa Pertanahan

ATR/BPN Lombok Utara

Okenews.net - Upaya memperkuat kapasitas desa dalam menangani berbagai persoalan pertanahan terus dilakukan Kantor Pertanahan Kabupaten Lombok Utara. Hal ini terlihat dari kehadiran Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa, Ardian, S.H., dalam Pelatihan Peningkatan Kapasitas Anggota Majelis Kehormatan Desa (MKD) dan para Kepala Desa se-Kabupaten Lombok Utara yang digelar pada Rabu (19/11/2025).

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman perangkat desa mengenai mekanisme penanganan sengketa pertanahan di tingkat akar rumput. Ardian menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki peran strategis sebagai lini terdepan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, sehingga pemahaman yang kuat mengenai aturan dan administrasi pertanahan menjadi sangat penting.

Dalam sambutannya, Ardian menyampaikan bahwa banyak persoalan pertanahan sesungguhnya dapat dicegah jika desa memiliki tata kelola administrasi yang tertib dan mampu melakukan komunikasi efektif dengan masyarakat. Menurutnya, kemampuan mengidentifikasi potensi masalah sejak dini akan membantu pemerintah desa mencegah konflik sebelum berkembang menjadi sengketa berkepanjangan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara desa dan Kantor Pertanahan. Kerja sama yang baik diharapkan dapat mempercepat proses klarifikasi, meningkatkan akurasi data pertanahan, serta memperkuat penyelesaian masalah secara berjenjang sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, desa tidak lagi menjadi titik rawan sengketa, melainkan menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan ketertiban pertanahan.

Melalui pelatihan ini, para peserta didorong untuk lebih memahami prosedur penanganan sengketa, mulai dari identifikasi masalah, penelusuran data, hingga langkah mediasi awal sebelum berkoordinasi lebih lanjut dengan Kantor Pertanahan. Selain penguatan kapasitas, kegiatan ini juga dipandang sebagai momentum memperkokoh kelembagaan desa agar lebih profesional, responsif, dan mampu memberikan pelayanan pertanahan yang lebih baik kepada masyarakat.

Kegiatan pelatihan berjalan interaktif, dengan berbagai sesi diskusi mengenai kasus-kasus pertanahan yang sering terjadi di tingkat desa. Para peserta tampak antusias menggali pengetahuan dan berbagi pengalaman, terutama terkait praktik administrasi dan upaya pencegahan konflik.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, pemerintah berharap desa-desa di Lombok Utara semakin siap dalam menghadapi persoalan pertanahan, serta mampu menyediakan layanan yang lebih tertib, transparan, dan sesuai regulasi demi menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.

Sabtu, 08 November 2025

Wabup Edwin Apresiasi Desa Sakra Selatan: Pemerintah Harus Hadir Dekat dengan Pelayanan

Wakil Bupati Lombok Timur, Edwin Hadiwijaya

Okenews.net - Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Sakra Selatan yang berinisiatif membangun lapangan dan pasar desa sebagai bagian dari penataan dan perencanaan pembangunan yang baik.

Menurutnya, pasar menjadi pusat pergerakan ekonomi, sementara lapangan berfungsi sebagai pusat aktivitas dan silaturahmi masyarakat. “Inisiatif membangun lapangan berhadapan dengan desa patut kita apresiasi. Pasar juga demikian, karena menjadi pusat ekonomi. Tentu ini layout yang bagus, Pak Kades,” ujar Wabup Edwin saat menghadiri Event Budaya Betanduran Gumi Paer di Lapangan Desa Sakra Selatan, Sabtu (08/11/2025).

Kegiatan bertema Pandik Daus, Janjam Jalung, Popot Purak ini digelar dalam rangka peringatan 15 tahun berdirinya Desa Sakra Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Wabup berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang kebudayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan, kehadiran pemerintah dalam acara seperti ini bisa sekaligus membawa pelayanan administrasi kependudukan, PBB, dan lain-lain agar masyarakat bisa merasakan manfaat langsung,” harapnya.

Ia juga mendorong agar pemerintah desa dapat mengoptimalkan dana desa untuk pembangunan, sementara Pemda akan terus mendukung melalui pengelolaan pajak daerah, seperti pajak bumi dan bangunan serta pajak kendaraan bermotor.

Sementara itu, Kepala Desa Sakra Selatan, Lalu Burhan, menjelaskan bahwa kegiatan yang diisi dengan jalan santai dan berbagai hiburan rakyat ini merupakan perayaan hari jadi pertama yang diselenggarakan sejak berdirinya desa 15 tahun lalu. Ia juga menyampaikan rencana pemanfaatan sebagian tanah pecatu desa untuk pembangunan lapangan dan pasar desa sebagai penunjang kemajuan wilayah.

Event budaya tersebut turut dihadiri oleh Direktur RSUD dr. R. Soedjono, perwakilan PMI Lombok Timur yang membuka stan donor darah, serta sejumlah sponsor dari pihak swasta. Antusiasme masyarakat tampak tinggi, terutama saat menunggu pengundian doorprize usai kegiatan jalan santai.

Senin, 22 September 2025

Bocah 9 Tahun Diserang Anjing Liar di Terara, Warga Resah Serangan Terulang Enam Kali

Korban gigitan Anjing Liar

Okenews.net – Warga Dusun Keliwatanja, Desa Terara, Kecamatan Terara digemparkan oleh serangan anjing liar yang melukai seorang bocah berusia 9 tahun, Senin (22/09/2025) sore. Insiden ini merupakan kejadian yang ke enam kali di dalam beberapa bulan terakhir.

R A, warga dusun keliwatanja, diserang saat hendak pulang dari mengaji sekitar pukul 14.00 WITA. Namun Saat melintas di pematang sawah dekat rumahnya, ia tiba-tiba diserang dua ekor anjing liar dan mengalami luka gigitan pada bagian kaki hingga paha.

Melihat kejadian itu, Selamah alias Papuk Amok (63) segera menolong korban dan memanggil warga sekitar untuk membantu mengusir anjing liar tersebut. Sekitar pukul 14.20 WITA, keluarga bersama warga melarikan korban ke Puskesmas Terara untuk mendapat pertolongan medis. Namun, karena luka yang cukup serius, korban kemudian dirujuk ke RSUD Selong pada pukul 17.40 WITA untuk perawatan lebih lanjut.

Kapolsek Terara menyampaikan pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian, mengecek kondisi korban, serta memberikan himbauan ke masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Polisi juga melakukan koordinasi dengan UPT Peternakan dan Kesehatan Hewan Kecamatan Terara serta Pemerintah Desa Terara untuk melakukan langkah penanggulangan.

Menurut informasi yang diterima, serangan anjing liar di Dusun Keliwatanja bukan yang pertama. namun kejadian tersebut telah terjari hingga enam kali dan diduga dilakukan oleh anjing yang sama. Kondisi ini membuat warga semakin cemas akan keselamatan anak-anak dan masyarakat sekitar.

Sementara Pihak UPT Peternakan dan Kesehatan Hewan menyebut, eliminasi hewan liar sudah lama tidak dilakukan karena adanya protes dari pecinta hewan dan keterbatasan anggaran. Namun, menyusul insiden ini, koordinasi dengan pemerintah desa dan dinas terkait akan segera dilakukan untuk mencari solusi agar anjing liar yang meresahkan dapat ditangani tanpa menimbulkan korban lebih lanjut.

Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar rumah, sembari menunggu tindakan resmi dari pemerintah dan pihak terkait untuk menuntaskan persoalan anjing liar yang sudah sangat meresahkan ini.

Minggu, 24 Agustus 2025

Kades Batu Putik dan Ketua Pansel Tegas Bantah Tudingan Nepotisme Seleksi Kawil

Kantor Desa Batu Putik

Okenews.net- Proses seleksi Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Esoh dan Batu Putik, Desa Batu Putik, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, menuai polemik. Sejumlah warga menduga seleksi tidak transparan dan sarat permainan panitia seleksi (pansel) serta kepala desa. Warga bahkan berencana menggelar aksi demonstrasi pada Senin (25/08/2025).

Menanggapi isu tersebut, Kepala Desa Batu Putik menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memihak pada salah satu calon Kawil. Ia menyebut, justru peserta yang dinyatakan lolos seleksi merupakan mantan pendukung lawan politiknya saat Pilkades 2023 lalu.

“Sebagaimana sudah saya jelaskan ke Kepala Dinas PMD, saya tidak punya orang pilihan. Yang lolos seleksi rata-rata malah mantan tim pendukung lawan politik saya waktu Pilkades kemarin,” ujarnya melalui pesan daring, Minggu (24/08/2025).

Kades juga membantah kabar adanya rekayasa seleksi. Menurutnya, proses sudah berjalan sesuai aturan. Untuk Dusun Esoh, hanya satu calon yang mengikuti seleksi. Sementara seorang calon bernama Hamzah dinyatakan gugur karena tidak hadir tanpa keterangan meski sudah menerima undangan resmi.

“Kalau tidak hadir, otomatis gugur. Itu sudah jelas diatur dalam Perbup tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pansel juga angkat bicara. Ia menolak tudingan keberpihakan dan memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan transparan sesuai prosedur.

Namun, sebagian warga tetap bersikukuh menilai seleksi cacat prosedur. Mustawan, salah seorang tokoh masyarakat, menduga pansel tidak netral dan sudah mengusung calon tertentu.

“Indikatornya jelas, ada lembar soal dan kunci jawaban yang beredar ke calon tertentu. Ini mencederai keadilan,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat mengklaim memiliki sejumlah bukti lain yang memperkuat dugaan adanya praktik curang dalam seleksi tersebut.

“Bukti-bukti sudah ada, Senin besok kami akan mendatangi kantor desa Batu Putik untuk meminta penjelasan langsung dari kepala desa dan pansel,” tandasnya.

Rabu, 20 Agustus 2025

Kades Sekaroh Tegas Bantah Isu Pungli TORA: Hanya Poto Arisan, Diduga Bermuatan Politik

Okenews.net- Kepala Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Mansyur angkat bicara terkait tuduhan pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di wilayahnya. Ia menegaskan, kabar yang beredar tidak benar dan justru sarat kepentingan politik.

Menurut Mansyur, tidak ada transaksi ilegal dalam program yang bertujuan memberikan kepastian hukum atas tanah bagi warga. Ia bahkan menyebut, foto yang beredar luas di masyarakat bukanlah bukti pungli TORA, melainkan dokumentasi arisan warga.

“Saya pastikan pemerintah desa tidak pernah memungut biaya dari masyarakat. Foto yang beredar itu bukan transaksi TORA,” tegasnya saat ditemui wartawan, Selasa (19/08/2025).

Mansyur menambahkan, jika ada dana yang dikeluarkan masyarakat, hal itu murni hasil kesepakatan bersama, bukan kebijakan resmi desa. Program TORA sendiri, kata dia, diawasi langsung oleh Kementerian ATR/BPN serta KLHK, sehingga sangat kecil kemungkinan terjadi penyimpangan.

Program TORA merupakan bagian dari Reforma Agraria Nasional yang menyasar 9 juta hektare lahan di Indonesia. Di Desa Sekaroh, program ini tidak hanya memberi kepastian hukum atas tanah, tetapi juga mempermudah pembangunan rumah warga, fasilitas umum, hingga tempat ibadah.

"Tidak ada paksaan. Masyarakat justru dengan sadar ikut serta karena merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Sejak dijalankan pada 2023, program TORA di Sekaroh diklaim berjalan lancar. Bahkan 95 persen penerima sertifikat tanah merasa terbantu dan bersyukur karena status kepemilikan lahan mereka kini jelas.

Lebih jauh, Mansyur menilai isu pungli ini sengaja digulirkan untuk kepentingan tertentu. Ia mempersilakan siapa pun yang keberatan untuk melapor secara hukum.

"Silakan lapor ke pihak berwenang. Kami siap ikuti proses hukum. Tapi saya yakin isu ini sarat kepentingan politik,” tegasnya.

"Banyak konflik lahan yang bisa terselesaikan. TORA menjadi jalan keluar atas persoalan agraria yang sudah lama terjadi,” tutup Mansyur.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi