www.okenews.net: Kabar Desa
Tampilkan postingan dengan label Kabar Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Desa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Agustus 2022

LRC Dampingi Danger Menuju Desa Inklusif

Kades Danger Kaspul Hadi (kiri)
Suasana pagi ini, Senin (01/08/2022) di Kantor Desa Danger Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur cukup ramai.

Di aula kantor desa sudah berkumpul warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, lerempuan, kepala lingkungan dan beberapa unsur perwakilan masyarakat.

"Kita akan melakukan musyawarah pembentukan Tim RKPDes," ungkap Kepala Desa Danger Bapak Kaspul Hadi.

Menurutnya, Desa Danger melaksanakan musyawarah perencanaan pembangunan desa lebih cepat dibanding dengan desa lain di Kecamatan Masbagik.

Musrenbang ini melibatkan semua komponen masyarakat, lembaga, pemerintah desa untuk menyepakati skala prioritas pembangunan yang diajukan untuk tahun selanjutnya. 

"Rencana pembangunan tersebut dibiayai oleh berbagai sumber dana baik itu ADD, dana desa, pendapatan asli desa, dan sumber dana lainnya," ujarnya.

Ia menegaskan, hasil Musrenbang ini akan menghasilkan Rencana kerja Pembangunan Desa (RKPDes) yang inkulsi. 

Desa Danger harus menjadi desa yang Inklusi, karena keberadaan desa inklusif sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah desa.

Kepedulian pemerintah terhadap penyandang disabilitas dan juga sesuai dengan mandat undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa.

Undang-undang itu menekankan perlindungan kelompok rentan dan marjinal seperti perempuan, anak, lansia, masyarakat adat, difabel dan lain-lain. 

"Desa Danger harus menjadi Desa yang Inklusi," tegas kades yang purnatugas di TNI itu.

Koordinator Program Inklusi LRC-BaKTI Titis Yulianti mengatakan, program ini juga merujuk pada Permendagri No. 114 tahun 2014 tentang pedoman pembangunan desa.

Ada juga Permendes No.21 tahun 2020 tentang pedoman umum pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Desa wajib menyusun rencana kerja pemerintahan desa pada tahun sebelumnya sebagai acuan dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja desa pada tahun berikutnya.

Saat ini, Lombok Research Center (LRC) juga sedang melaksanakan program terkait dengan pembangunan yang inklusif, dan Desa Danger merupakan salah satu lokasi dampingan. 

Program ini akan berfokus pada penghapusan kekerasan yang didasarkan pada kondisi kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih tinggi serta masih sulitnya akses terhadap layanan sosial.

Terutama oleh kelompok miskin, marginal, dan disabilitas karena minimnya sarana prasarana (termasuk jarak), dan pemahaman masyarakat tentang kekerasan itu sendiri. 

"Sarana dan prasarana yang responsif gender, ramah anak, dan inklusif menjadi faktor utama aksesibilitas terhadap layanan," terang Titis Yulianti

Ia menilai Desa Danger memiliki komitmen yang bagus terkait dengan perencanaan pembangunan desa yang inklusif sehingga harapan ini bisa diwujudkan.

"Kedepan, semoga tujuan yang baik ini terkait Desa Danger menjadi Desa Inklusi segera terwujud," pungkas titis Yulianty.

Selasa, 02 Agustus 2022

Forum Desa Inklusif, Wahana Untuk Mendorong Akses Perlindungan Sosial

Pengukuhan Forum Desa Inklusif
Inisiatif untuk membantu kelompok rentan seperti lansia, perempuan, penyandang disabilitas dan kelompok minoritas agama di NTB yang terekslusi dalam mendapatkan hak dasar dan akses perlindungan sosial di masa pandemi telah hadir. 

Forum Desa Inklusif yang merupakan wadah yang terdiri dari perwakilan warga, kelompok rentan dan pemerintah desa untuk menjembatani kepentingan kelompok rentan dengan pemerintah desa dan pemerintah daerah untuk mengakses perlindungan sosial telah dibentuk di lima desa. 

Kelima forum desa yang ada di Desa Jenggik Utara, Desa Gereneng di Kabupaten Lombok Timur, Desa Loang Maka di Kabupaten Lombok Tengah, Desa Loloan di Kabupaten Lombok Utara dan Kelurahan Pejanggik di Mataram telah dikukuhkan pada 27-29 Juni, dan 1 Agustus 2022.

“Tujuan dari pengukuhan Forum Desa Inklusif ini untuk mendapatkan pengakuan secara legal dan secara sosial dari para pemangku kebijakan mulai dari level desa, kabupaten hingga provinsi. Dukungan dan kolaborasi dari semua pihak tersebut penting untuk memastikan keberlanjutan dari FDI,” ujar Zico, Project Manager HEAL dari Yayasan Tifa. 

Pembentukan FDI ini tidak lahir secara instan dan dari ruang hampa. Forum ini lahir dari tahapan proses yang cukup panjang mulai dari riset tentang situasi pemenuhan HAM kelompok rentan yang hasilnya telah di diseminasikan ke Pemerintah Daerah NTB pada tahun 2021, peningkatan kapasitas untuk FDI tentang HAM dan perlindungan sosial, diskusi konsep, hingga penetapan SK Kepala Desa/Lurah.

Apresiasi dan komitmen dukungan datang dari para pemangku kebijakan pada rangkaian pengukuhan FDI di 5 desa/kelurahan di NTB. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, HM Juaini Taufik menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Tifa yang telah memfasilitasi pembentukan FDI. 

“Saya berharap bisa berkolaborasi dengan FDI untuk memastikan layanan dan pembangunan fasum (fasilitas umum) yang bisa memenuhi aksesibilitas bagi kaum disabilitas dan lansia,” pungkasnya.

Demikian pula ajakan untuk mendukung upaya mencegah perkawinan anak yang menjadi isu besar di Lombok Timur. Dukungan juga muncul dari Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Barlian pada saat pengukuhan Forum Kelurahan Inklusif Pejanggik pada Kamis (28/07) Juli lalu.

Kemudian, pada pengukuhan FDI Loang Maka, Kabupaten Lombok Tengah hari Jumat (29/7) kemarin, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri mengatakan melalui Forum Desa Inklusif diharapkan dapat meningkatkan perlindungan kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak serta kelompok minoritas atas hak-hak mereka terutama dalam mengakses program perlindungan sosial dari pemerintah.

Pada pengukuhan FDI di Desa Loloan, Lombok Utara hari Senin (01/08), Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto mengatakan dengan adanya FDI, bisa membantu melakukan pemetaan kelompok rentan mulai dari tingkat bawah seperti RT atau lingkungan hingga dusun. Lalu menyusun rencana kerja dan Menyusun advokasi kebijakan untuk pemenuhan hak asasi kelompok rentan.

Setelah pengukuhan FDI ini, Yayasan Tifa berkomitmen dalam memberikan peningkatan kapasitas lanjutan untuk melakukan pendataan dan monitoring kondisi kelompok rentan di 5 desa tersebut lalu mendiskusikan hasil temuannya kepada pemerintah desa, kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat. 

Adapun semua rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari program HEAL (Promote Human Rights and Equality to Achieve Sustainability) yang dilaksanakan oleh Yayasan Tifa bersama Save the Children dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sejak tahun 2021 dengan dukungan dari Uni Eropa.

Tujuannya ialah memastikan semua kelompok rentan, termasuk anak-anak, di Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur lebih terlindungi hak-nya termasuk perlindungan sosial secara penuh dan berkelanjutan.

Senin, 01 Agustus 2022

Puluhan Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Lakukan PKKM di Dasan Borok

Pelepasan mahasiswa Universitas Hamzanwadi yang lakukan PKKM di Dasan Borok
Okenews.net - Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) tahun 2022 merupakan program lanjutan yang telah diperoleh program studi farmasi fakultas Kesehatan Universitas Hamzanwadi sejak tahun 2021 melalui hibah bersaing Kemendikbudristek. 

“Melalui PKKM, mahasiswa dan aparatur desa berkolaborasi dalam membangun desa dan masyarakat desa terutama kader-kader desa serta karang taruna,” ungkap DPL Muhlisun Azim, M.Sc Senin (01/08/2022) di Dasan Borok Suraalga Lombok Timur. 

Kepada mahasiswa ia berpesan agar senantiasa memprioritaskan 7 program kerja utama, karena akan terintegrasi dan terkonversi 20 sks mata kuliah wajib dan pilihan yang ada pada program studi farmasi. 

Program-program tersebut berupa pendampingan posyandu keluarga, sosialisasi pendewasaan usia perkawinan pada remaja, kesehatan ibu, dan Lansia, pendampingan program Zero Waste, pelaksanaan dan pendampingan survey tanaman obat-obatan. 

“Ada juga pendampingan pemanfaatan tanaman obat keluarga, pengolahan, penentuan dosis dan penggunaannya. Keenam, pendampingan pengolahan limbah rumah tangga dan peternakan menjadi biogas, dan terakhir, pendampingan penggunaan obat yang baik,” ucapnya. 

Seluruh kegiatan tersebut telah terintegrasi oleh setiap capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang telah disusun dalam buku panduan teknis PKKM pada setiap mata kuliah yang dapat dikonversi pada program PKKM Bina Desa.  

Selain itu Dekan Fakultas Kesehatan Dr. Hj. Hartini Haritani menegaskan akan memprioritaskan program-program kesehatan seperti posyandu keluarga, pendataan dan pendampingan untuk mencegah naiknya angka stunting serta pendewasaan usia perkawinan.

Karena menurutnya, kasus stunting di Lombok Timur dan NTB pada umumnya telah mengalami penurunan sehingga upaya ini harus terus ditingkatkanm sebab stunting ini menghambat pertumbuhan, kemajuan, kesejahteraan, dan kebahagiaan.

“Bahkan penurunan angka stunting menjadi sangat penting, karena ada kemungkinan 5 sampai 10 tahun ke depan angka stunting bisa menjadi syarat pergaulan antar negara,” tutupnya

Senin, 04 Juli 2022

Menyentuh, Begini Pesan Mantan Kades Krama Jaya

Suhaemi
Okenews.net - Meski sudah tidak lagi menjadi orang nomor satu di Desa Krama Jaya, Kecamatan Narmada, Lombok Barat (Lobar) NTB, namun kepedulian Suhaemi Ahmad begitu tinggi untuk masyarakat dan wilayahnya.

Pesan yang mendalam nan menyentuh sebagai mantan Kepala Desa (Kades) pun digaungkan demi kemajuan dan kebermanfaatan bersama.

Suhaemi mengingatkan masyarakat Krama Jaya untuk bersatu membangun desa sehingga menjadi desa yang kompetitif dengan desa lainnya.

Dia juga meminta warganya untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif dalam rangka meningkatkan pembangunan di desa setempat.

"Selaku mantan kades, saya meminta warga bersatu padu untuk kemajuan desa yang lebih berintegritas dan mermartabat dalam segala bidang," katanya, Senin (04/07/2022).

Diingatkan juga kepada warga untuk tidak mudah terpancing dengan informasi-informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.

"Berita hoax itu mudah memecah belah dan harus kita hindari," pesannya.

Selain itu, dia juga meminta warga melupakan persoalan atau hal yang kurang baik di masa lalh demi kemajuan desa. 

"Siapapun yang akan terpilih nantinya menjadi kades hasil PAW mari kita dukung dan kompak dalam membangun desa," serunya.

Minggu, 03 Juli 2022

Babinsa Bersama Warga Kompak Gotong Royong Bersihkan Jalan Wisata Tetebatu Selatan

Babinsa Bersama Warga memberishkan badan jalan di Tetebatu Selatan
Okenews.net - Babinsa Tetebatu Selatan Koramil 1615-09/Sikur Koptu Anang M. Wijaya dan Babinkamtibmas Bripka Nasrul Hady melaksanakan gotong royong bersama warga. 

Warga Dusun Tetebatu Selatan membersihkan dan menimbun badan jalan Dusun Sompang menuju Dusun Penyonggok Desa Tetebatu Selatan Kecamatan Sikur Lombok Timur.

Terlihat Babinsa dan Babinkamtibmas bersama Sekdes Tetebatu Selatan dan masyarakat kompak membersihkan rumput dan semak dipinggir jalan yang menutupi badan jalan.

Danramil 1615-09/Sikur Kapten Inf Keman, Minggu (03/07/2022) memberikan apresiasi kepada masyarakat yang senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.

"Desa Tetebatu ini merupakan daerah wisata, jadi lingkungannya harus tetap bersih dan asri sehingga para pengunjung akan merasa nyaman selama berada disana," ujarnya.

Dijelaskannya, gotong royong merupakan salah satu sarana perekat tali silaturahmi antar individu dalam masyarakat terutama TNI dengan warga binaannya.

Gotong royong menurutnya, sudah menjadi tradisi dan budaya bangsa dalam menyelesaikan berbagai masalah yang menyangkut kepentingan bersama.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar memupuk kebersamaan, kekompakan dan persatuan melalui nilai-nilai budaya gotong royong untuk meningkatkan kekeluargaan antar warga masyarakat.

Rabu, 01 Juni 2022

Delapan Desa di Lotim Dapat Bantuan Akses Internet

Acara penyerahan internet desa dari Kemenkominfo di Desa Gunung Rajak
Okenews.net - Delapan desa di Lombok Timur mendapat bantuan akses internet desa mandiri dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar dapat mengembangkan usahanya.

Desa-desa tersebut yakni Desa Gunung Rajak dan Sukarara kecamatan Sakra Barat, Pringgasela, Kembang Kuning dan Tetebatu Selatan Kecamatan Sikur, Seruni Mumbul Kecamatan Pringgabaya, Sugian Kecamatan Sambelia, dan Kwang Rundun Kecamatan Jerowaru. 

Selain bantuan internet desa secara mandiri ada pula bantuan internet bagi UMKM agar para pelaku memiliki akses lebih luas dalam rangka mengembangkan usahanya.

Peresmian pengelolaan internet desa mandiri dan bantuan internet untuk UMKM tersebut dilaksanakan Rabu (01/06/2022) di desa Gunung Rajak Kecamatan Sakra Barat.

Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian Kominfo yang memberikan perhatian kepada para BUMDes dan pelaku UMKM.

Bupati berharap masyarakat baik BUMDes, Pemerintah Desa maupun UMKM dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk memperoleh hasil maksimal. 

Pemanfaatan itu tidak hanya untuk satu aspek saja melainkan berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, maupun pendidikan.

Bupati mengakui keterbatasan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan internet masyarakat sehingga diharapkan lebih banyak desa yang bisa mendapatkan bantuan serupa.

Direktur Pengembangan Pita Lebar Kementerian Kominfo Marvels Situmorang memiliki harapan sama untu memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan.

Para penerima diharapkan mampu meningkatkan produktivitas yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Ia berharap pula agar apa yang telah diberikan kepada desa maupun UMKM dapat diteruskan secara mandiri, mengingat bantuan yang diberikan saat ini hanya berupa stimulus.


Kamis, 17 Februari 2022

Pangdam IX/Udayana Siap Lanjutkan Program Hydram Pump di Bali Nusra


Okenews.net
- Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Sonny Aprianto Memanfaatkan kunjungan perdananya di Lombok NTB untuk meninjau pembangunan hydram pump (pompa hydram) di Dusun Mertaksari Desa Lendang Nangka Kecamatan Masbagik Lombok Timur, Kamis (17/2/2022).

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam IX/Udayana bersama rombongan didampingi Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Lalu Rudy Irham Srigede disambut Dandim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Amin Muhammad Said bersama Forkopimca Masbagik dan masyarakat setempat.

Usai mendapat paparan tentang pompa hydram dari Dandim 1615/Lotim, Pangdam IX/Udayana melaksanakan peninjauan dan pengecekan bak penampungan primer pompa hydram dan melihat langsung derasnya air yang dialirkan dari pompa ke bak penampungan tersebut.

Dalam wawancaranya dengan awak media, Pangdam IX/Udayana menyatakan siap melanjutkan program Pangdam IX/Udayana sebelumnya (Mayjen TNI Maruli Simanjuntak) tentang pompa hydram untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan pompa hydram tersebut sebagai bukti negara dan TNI AD hadir ditengah-tengah masyarakat khususnya di wilayah teritorial Kodam IX/Udayana yang meliputi Bali dan Nusa Tenggara.

Sonny Aprianto juga memohon doa agar bisa melaksanakan tugas untuk membantu kesulitan masyarakat di Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

"Doakan semoga kami dapat bekerja dengan baik untuk dapat membantu kesulitan masyarakat di tiga provinsi yang menjadi tanggung jawab Kodam IX/Udayana," harapnya.

Selain itu, Jenderal bintang dua itu juga berharap pompa hydram yang sudah dibuat dipelihara dan dirawat agar masa pemakaiannya lebih lama dan tidak sia-sia. 

Sebelumnya perwakilan masyarakat Dusun Mertaksari Muhammad Arozi mengucapkan terimakasih kepada Pangdam IX/Udayana  karena sudah membantu masyarakat dalam pengelolaan air bersih melalui pompa hydram sehingga masyarakat yang berada didaerah ketinggian tidak lagi kesulitan air bersih.

Selasa, 11 Januari 2022

Pemdes Diminta Ajukan Proposal Penerima DBH-CHT


Okenews.net
- Penyaluran bantuan langsung tunai dana bagi hasil cukai hasil Tembakau (DBH-CHT) kepada Petani Kabupaten Lombok Timur tahun ini harus diusulkan pemerintah desa (Pemdes). 

Kepada wartawan, Selasa (11/01/2022) Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Lombok Timur Marepudin berharap kepada kepala desa agar melakukan pengajuan proposal tentang calon petani sasaran penerima bantuan tersebut.

Proposal tersebut harus disertai lampiran nama-nama petani yang menanam tembakau di tahun 2022 dan ditandatangani oleh kepala desa, PPI, Kepala Unit Pelaksana Teknis Penyuluh Pertanian, dan mengetahui Camat setempat. 

Ia memaparkan kriteria para petani calon peneriama (DBH-CHT) antara lain, petani yang menanam tembakau jenis virgina FC dan tembakau rajang. Petani yang memiliki lahan yang layak untuk ditamami tembakau. 

Sarat lain, petani berdomisili di Kabupaten Lombok Timur di buktikan dengan surat pernyataan menanam, masing masing yang bersangkutan di atas materai Rp.10.000.

Petani juga hanya boleh diusulkan satukali dalam satu tahun oleh desa sesuai alamat e-KTP calon Penerima.

'Dan bantuan (DBH-CHT) hanya boleh diajukan oleh satu orang dalam satu kartu keluarga (KK)," tutupnya.

#Jurnalis: Suhirman Amrullah #Editor: Amaq Aliya

Minggu, 14 November 2021

Sekda Lotim Apresiasi Desa yang Melakukan Inovasi

Okenews.net - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur HM. Juaini Taofik mengapresiasi Pemerintah Desa Kesik yang terus melakukan upaya pembenahan dan melakukan inovasi.


Apresiasi itu disampaikan Sekda saat mewakili bupati menghadiri ritual adat nunas nede di Desa Kesik Kecamatan Masbagik, Ahad (14/11/2021). 


"Kalau kita amati Desa Kesik ini dari tahun ke tahun terus berjuang dan berbenah. Sekilas kalau kita lewat dari desa ini, selalu ada perubahan," ungkap Sekdakab termuda di NTB itu. 


Menurut Sekda, maju mundurnya suatu desa tidak terlepas dari dukungan masyarakat, namun peran serta pemimpin tidak kalah penting dalam menentukan prrubahan dan kemajuan itu. 


Maka dari itu, bagi kepala desa yang ingin berikhtiar berjuang membangun desa, pasti akan merubah desa tersebut menjadi desa yang lebih baik dari sebelumnya.


Mengutip salah satu ungkapan bijak, Sekda menyebutkan, “apabila kita bermimpi sendiri, pasti itu mimpi. Akan tetapi apabila kita bermimpi bersama-sama, maka pastilah mimpi itu jadi kenyataan".


Sekda melihat, ritual Nunas Nede ini merupakan acara yang luar biasa. Salah satu makna dan nilai yang terkandung dari ritual ini adalah nilai kebersamaan seluruh masyarakat, pemerintah, tokoh agama, tokoh adat untuk bersatu saling bahu-membahu.


"Tujuan dari acara ini saya lihat semata-mata mengajak kita bersama-sama bergotong royong membangun Desa Kesik ke arah yang lebih baik," ulasnya.


Sekda juga menyampaikan terima kasihnya atas terobosan yang telah dilakukan oleh Kepala Desa Kesik. Ia berharap dengan kehadiran pejabat baik kabupaten maupun provinsi dan beberapa dari unsur budaya di acara ini dapat membawa kebaikan untuk kemajuan Desa Wisata Kesik.


"Insyaallah jika tidak ada aral melintang, saya yakinkan kepada Kepala Desa Kesik bahwa di tahun 2022 bantuan desa wisata dari pusat akan jatuh di desa ini," ujarnya optimis. 


Ia juga mengajak Pemdes Kesik dan masyarakat untuk terus berbenah. Hal ini untuk menyambut wisatawan dalam ajang WSBK, Best Tourism Village  yang digelar United Nation World Tourism Organization (UNWTO) hingga MotoGP yang akan segera dimulai. 


Semua kegiatan itu menurut Sekda tentunya merupakan peluang besar untuk menambah Pendapatan Asli Desa (PADes). Namun hal itu harus dibarengi dengan persiapan sesuai dengan kondisi yang ada. 


Acara adat yang dihadiri oleh Kepala Dinas Dukcapil dan PMD Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Kepala Bapenda Lotim serta pihak lainnya diakhiri dengan peletakan batu pertama pembangunan Waterpark Tirta Ratu Desa Kesik.


Sabtu, 18 September 2021

Sekda Lotim: Inovasi Desa Harus Ditingkatkan

Okenews - Inovasi menjadi suatu keharusan untuk mencapai kemajuan. Sekda Lombok Timur HM. Juaini Taofik mengapresiasi semangat warga Desa Pengadangan yang terus menciptakan inovasi guna mencapai kemajuan.



Sekda menegaskan hal itu saat menghadiri Pengadangan Expo 2021 yang berlangsung di Pesanggrahan Desa Timbanuh, Kecamatan Pringgasela, Sabtu (18/09/2021) sekaligus launching satu dusun satu produk, serta peresmian Kampung Media.


Menurut Sekda, inovasi ini menjadi roh dalam menyongsong suatu desa menjadi lebih baik pada masa mendatang. Namun hal itu harus sejalan dengan akselerasi. Akselerasi merupakan modal utama agar tercipta keselarasan dalam setiap inovasi itu.


“Pengadangan tidak seperti Desa Kembang Kuning, Tetebatu atau desa sekitarnya. Namun panorama alamnya tidak kalah dengan desa itu. Hanya saja, Pengadangan belum memiliki penginapan sehingga pengelolaanya belum secara maksimal,” terang Juaini Taofik.


Lebih jauh pria yang pernah meraih predikat sekda terbaik di NTB itu memaparkan, Pengadangan tak kalah menariknya dalam atraksi bidang seni dan budaya yang kini telah terkenal hingga ke mancanegara.


Meski fasilitas pendukung belum tersedia dalam menunjang sektor pariwisata, Juaini Taofik berkeyakinan, beberapa tahun kedepan Pengadangan akan dikenal hingga ke mancanegara.


“Sesuai tagline yang ada, tak kalah pentingnya adanya akselerasi. Pesan itu yang penting sehingga sampai ke telinga dunia,” kata Juaini Taofik yang juga Ketua Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lotim itu.


Desa dengan hanya mengandalkan pertanian saja tidak akan suitanable. Oleh karena itu desa tidak bisa maju dengan hanya mengandalkan satu sektor saja, melainkan berinovasi dengan sektor lain agar lebih maju.


Inovasi dalam dunia wisata itu tergantung kemasannya sehingga wisatawan banyak berkunjung ke tempat ini. Kalau kemasannya menarik dan pemasarannya baik, ia yakin suatu produk akan mendapat pangsa pasar hingga luar daerah bahkan mancanegara.


“Ukuran kemajuan itu bagaimana orang datang ke tempat kita dalam jumlah besar. Kita ingin Pengadangan ini bukan lagi meng-NTB tapi mendunia,” kata Sekda Lotim itu optimis.


Demikian pula kehadiran Kampung Media sebagai sarana informasi yang kini menjadi inovasi Pengadangan. Gambaran desa ini bisa terkenal lebih luas melalui informasi secara masif oleh media.


“Inilah yang disebut akselerasi. Kondisi desa dengan segala keindahan dan panorama dapat dipublikasikan melalui media agar dikenal hingga ke mancanegara,” sarannya.


Sementara itu, Kepala Desa Pengadangan Iskandar menilai Pengadangan Expo 2021 menjadi tolok ukur bagi desa untuk memperkenalkannya pada publik. Baik pariwisata, kesenian, dan produk rumahan (home industry) dari masyarakat setempat.

 

“Launching satu dusun satu produk dan kampung media, atas inisiatif mahasiswa dan karang taruna. Pemdes Pengadangan merespon positif kegiatan ini sebagai bagian memperkenalkan daerah kami,” kata Iskandar.


Ia merasa optimis masyarakat luas akan banyak mengenal Pengadangan secara lebih luas lagi melalui media digital yang akan mempublikasikan kondisi desanya dengan hal-hal positif.


Dalam kegiatan itu, Kepala Desa Pengadangan mendampingi Sekda Lotim HM. Juaini Taofik menggunting pita dan menandatangani prasasti sekaligus peluncuran satu dusun satu produk dan Kampung Media.

Rabu, 01 September 2021

Personel Pos Maubusa Panen di Demplot Percontohan Warga Perbatasan

Okenews [Belu NTT] - Personel Pos Maubusa Kipur II Satgas Pengamanan Perbatasan RI-RDTL Sektor Timur panen bawang bersama warga di atas lahan seluas 15 are di Dusun Haekesak Desa Tohe Kecamatan Raihat Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/09/2021).



Selain menanam bawang, sayur kol dan kangkung, personel Pos Maubusa juga menanam bawang di atas lahan seluas 20 are di Dusun Makerek Badaen Desa Asumanu Kecamatan Raihat.


Danpos Maubusa Letda Inf Armi Nugraha menjelaskan penanaman bawang di atas lahan ini sebagai lahan percontohan (demplot) khususnya untuk tanaman bawang karena tidak banyak membutuhkan air dan hasilnya lumayan bagus.


"Yang penting lahannya langsung kena terik matahari, air yang cukup dan tentunya perawatan," terangnya. Adapun hasil panen selain diserahkan kepada pemilik lahan, juga dibagikan kepada masyarakat di sekitar lahan biar bisa menikmati hasil panen walaupun sama-sama sedikit.


Terkait dengan itu, Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur di sela-sela kesibukannya di Mako Satgas Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat memberikan apresiasi atas upaya pos jajarannya untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah perbatasan.


Menurut, anggota jajarannya tidak hanya menanam bawang, namun juga dibeberapa pos bekerja sama dengan pemilik lahan untuk menanam ubi, semangka, jagung dan berbagai macam sayur-sayuran untuk kebutuhan dapur.


"Anggota pos bekerjasama dengan pemilik lahan untuk memanfaat lahan yang memang kurang produktif sebagai lahan demplot dengan harapan warga khususnya pemilik lahan kedepan mengelola lahannya dengan baik," papar Bayu Sigit.


Dengan demikian, lahan-lahan yang ada dimanfaatkan secara maksimal oleh pemiliknya sehingga dapat menambah perekonomian keluarga minimal bisa memenuhi kebutuhan dapur keluarga.

Rabu, 11 Agustus 2021

Panen Bawang, Satgas Pamtas Bantu Warga Perbatasan

Okenews – Anggota Pos Turiscain Kipur II Satgas Pengamanan Perbatasan RI – RDTL Sektor Timur panen bawang bersama masyarakat di atas lahan seluas 50 are di Dusun Sirai Desa Maumutin Kecamatan Raihat Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur, Rabu (11/8/2021).



Menurut Danpos Turiscain Serka Sigit Roniwan, penanaman bibit bawang di atas lahan milik Abilio tersebut dilakukan sekitar bulan Juni lalu dan sekarang sudah dipanen bersama dengan pemilik lahan dan warga.


“Kebetulan bibit bawang ini kami bawa dari Mataram sekitar 30 kg dan ditanam di atas tersebut, alhamdulillah hasilnya hampir mencapai 500 kg,” terang Danpos.


Adapun hasilnya, selain dibagi dengan pemilik lahan, juga dibagikan kepada masyarakat sekitar dan sisanya di jual untuk membeli bibit baru lagi dan ditanam kembali.


Terpisah, Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur di Mako Satgas Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat mengapresiasi langkah positif satuan jajarannya yang terus berupaya membangkitkan gairah pertanian di wilayah pos masing-masing mengingat selain Pos Turiscain, ada juga beberapa yang melakukan hal yang sama.


Dansatgas Pamtas lantas menyebutkan beberapa pos yang ikut berperan aktif membantu ketahanan pangan (Hanpang) di wilayah perbatasan seperti Pos Dafala Kipur III yang sudah panen buah semangka, Pos Nunura dengan program ubi ungu dan Pos Salore bersama masyarakat menanam berbagai kebutuhan dapur seperti sayur-sayuran, cabe, terong, tomat dan lainya.


“Ini semata-mata dilakukan untuk membangkitkan minat warga dalam mengusahakan lahannya dengan menanam berbagai macam komoditi tanaman sehingga ketahanan pangan di wilayah perbatasan terjaga dengan baik. Minimal tidak membeli kebutuhan dapur, syukur-syukur dapat menambah penghasilan keluarga,” ungkapnya.


Bayu Sigit juga berharap ditengah pandemi Covid-19 ini, masyarakat harus memiliki inovasi dan kreasi dalam mengolah lahan atau sawahnya sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Sedangkan salah seorang warga setempat A. Ameral sangat mengapresiasi anggota pos yang mengajarkannya cara bercocok tanam bawang mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan hingga panen dengan hasil yang cukup bagus pada musim kemarau seperti sekarang ini.


“Ini contoh yang bagus untuk diikuti dan akan kami coba untuk menanam bawang di atas lahan kami, semoga berhasil seperti ini,” tutupnya.

Dirgahayu RI ke-77

 


Selamat Hari Jadi Lombok Tengah



 

Pendidikan

Hukum

Ekonomi