www.okenews.net: Lombok Timur
Tampilkan postingan dengan label Lombok Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lombok Timur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Oktober 2026

BAZNAS Lotim Bersama TNI-Polri Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Sukadamai

Okenews.net – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui penyaluran bantuan sembako berupa telur kepada warga Dusun Embung Dalam, Desa Sukadamai, Kecamatan Jerowaru, Jumat (30/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Lotim bersinergi dengan Dandim 1615/Lombok Timur, Polres Lombok Timur, serta jajaran Brimob. Kolaborasi lintas institusi ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam membantu masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga.

Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan sosial tidak semata-mata diukur dari jumlah atau besarnya bantuan yang disalurkan. Lebih dari itu, nilai utama yang ingin dibangun adalah kepedulian, kebersamaan, dan terjalinnya silaturahmi.

Ia mengajak masyarakat untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT serta menjadikan setiap kesempatan berkumpul sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan hubungan baik antarsesama.

“Jangan melihat dari seberapa banyak atau seberapa besar bantuan yang kami bawa, tetapi lihatlah nilai silaturahmi dan kebersamaan yang terbangun. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus menjaga hubungan baik, memperkuat persaudaraan, dan saling mendoakan dalam kebaikan,” pesannya.

Kamli berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat penerima. Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara BAZNAS, TNI, Polri, dan berbagai elemen masyarakat merupakan kekuatan penting dalam memperluas jangkauan kepedulian sosial dan kegiatan kemanusiaan di Lombok Timur.

Sementara itu, Dandim 1615/Lombok Timur dalam kesempatan tersebut memperkenalkan diri secara langsung kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberadaan TNI bukan hanya berkaitan dengan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari pengabdian kepada rakyat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Ia berharap hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat terus terjaga sehingga semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.

Hal senada disampaikan Kapolres Lombok Timur. Selain memperkenalkan diri, Kapolres mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Ia mengingatkan warga agar tetap menjaga persatuan, menghormati perbedaan pilihan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan.

Menurutnya, perbedaan pilihan dalam proses demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, kerukunan dan persaudaraan harus tetap dijaga agar seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan dengan aman, damai, dan kondusif.

Kehadiran jajaran Brimob dalam kegiatan tersebut semakin memperkuat semangat kebersamaan dan kolaborasi antarlembaga dalam memberikan perhatian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Lombok Timur kembali menegaskan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun solidaritas sosial dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS Lotim berharap kolaborasi bersama TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus berlanjut. Dengan sinergi yang kuat, kepedulian sosial diharapkan semakin meluas sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat Lombok Timur yang lebih peduli, rukun, dan sejahtera.

Jumat, 23 Oktober 2026

Kapolres Lotim Ajak Warga Waspada Hoaks Lewat Jumat Keliling

Okenews.net – Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha, S.I.K., M.H., mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks. Imbauan tersebut disampaikan saat kegiatan Jumat Keliling di Masjid Nurul Sa’adah, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 12.00 Wita itu merupakan bagian dari Program Quick Wins Polisi Jumat Keliling, sekaligus mendukung program prioritas Kapolri, yakni Polisi Bersama Masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres bersama sejumlah pejabat utama (PJU) Polres Lombok Timur melaksanakan salat Jumat berjemaah bersama warga. Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, termasuk mengantisipasi penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya.

Menurutnya, media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok dapat menjadi sarana komunikasi yang bermanfaat. Namun, masyarakat perlu berhati-hati agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Warga pun diimbau menerapkan prinsip saring sebelum sharing, yakni memeriksa sumber dan memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Penyebaran hoaks yang tidak terkendali berpotensi memicu kesalahpahaman, keresahan, hingga mengganggu stabilitas kamtibmas.

Selain persoalan hoaks, Kapolres mengajak masyarakat untuk berperan aktif mencegah tindak kriminalitas di lingkungan masing-masing. Ia meminta warga segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya pelanggaran hukum atau potensi gangguan keamanan.

Laporan dapat disampaikan melalui Bhabinkamtibmas di desa setempat, kantor polisi terdekat, atau layanan Call Center Polri 110.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Keliling menjadi salah satu upaya kepolisian untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Melalui tatap muka secara langsung, masyarakat dapat menerima pesan-pesan kamtibmas sekaligus menyampaikan informasi mengenai kondisi keamanan di lingkungannya,” jelas Rusmaladi.

Ia menambahkan, komunikasi yang terjalin antara polisi dan masyarakat juga penting untuk mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Dengan demikian, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat diantisipasi sedini mungkin.

Rusmaladi turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap tindakan kriminal maupun potensi gangguan kamtibmas kepada pihak kepolisian.

“Jika mengetahui atau menemukan tindak kriminal maupun potensi gangguan keamanan, segera laporkan melalui Bhabinkamtibmas, kantor polisi terdekat, atau Call Center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasiwas Polres Lombok Timur, perwakilan Satreskrim, Kasat Binmas, Kasat Samapta, perwakilan Satintelkam, Kasi Propam, serta jemaah Masjid Nurul Sa’adah Desa Seruni Mumbul.

Melalui program Polisi Jumat Keliling, Polres Lombok Timur berharap kesadaran masyarakat dalam bermedia sosial semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan warga demi mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Proctorship Cathlab Berhasil, RSUD Soedjono Selong Perkuat Layanan Intervensi Jantung

Okenews.net— RSUD dr. R. Soedjono Selong berhasil melaksanakan tindakan Catheterization Laboratory (Cathlab) terhadap pasien dalam rangkaian kegiatan proctorship, Jumat (23/10/2026). Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam pengembangan layanan intervensi jantung di Kabupaten Lombok Timur.

Pelaksanaan tindakan tersebut menandai kemajuan kesiapan teknis rumah sakit dalam menyediakan layanan diagnostik dan intervensi jantung. Pengembangan layanan ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah, terutama bagi pasien yang membutuhkan tindakan intervensi sesuai indikasi medis.

Kegiatan tersebut disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, pimpinan BPJS Kesehatan Cabang Lombok Timur, perwakilan rumah sakit pengampu dari RSUP, serta sejumlah direktur rumah sakit di Lombok Timur.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan dukungan lintas institusi terhadap pengembangan layanan kesehatan rujukan. Pelayanan intervensi jantung memerlukan kesiapan fasilitas, tenaga profesional, prosedur klinis, serta koordinasi antarlayanan untuk menjamin mutu dan keselamatan pasien.

Proctorship Perkuat Kesiapan Layanan

Proctorship merupakan proses pendampingan oleh tenaga ahli untuk memastikan kesiapan pelaksanaan tindakan medis sesuai standar yang berlaku. Dalam pengembangan layanan Cathlab, proses ini menjadi bagian penting untuk menilai kesiapan teknis dan pelaksanaan prosedur intervensi jantung.

Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. H. Lalu Ofan Hendardi, M.Kes., menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas rumah sakit, khususnya dalam pelayanan kardiovaskular.

Pengembangan layanan Cathlab mencakup kesiapan fasilitas medis, kompetensi tenaga kesehatan, prosedur pelayanan, koordinasi lintas unit, serta penerapan prinsip keselamatan pasien. Seluruh aspek tersebut diperlukan untuk mendukung pelayanan yang bermutu dan bertanggung jawab.

Dari sisi pembiayaan, rumah sakit telah memperoleh persetujuan BPJS Kesehatan untuk mendukung pengembangan layanan tersebut. Adapun cakupan pembiayaan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk jenis tindakan dan kondisi klinis pasien.

Prioritaskan Rujukan Pasien Serangan Jantung Akut

Cathlab merupakan fasilitas medis untuk melakukan pemeriksaan diagnostik dan tindakan intervensi pada jantung serta pembuluh darah. Salah satu pemanfaatannya adalah penanganan penyakit jantung koroner melalui tindakan sesuai indikasi medis.

RSUD dr. R. Soedjono Selong menyatakan bahwa layanan intervensi jantung dapat dimanfaatkan sebagai tujuan rujukan bagi pasien dengan serangan jantung akut. Rumah sakit juga mengimbau fasilitas kesehatan yang tergabung dalam jejaring rujukannya untuk memanfaatkan layanan tersebut sesuai kebutuhan klinis pasien.

Sementara itu, pembiayaan BPJS Kesehatan untuk tindakan intervensi jantung dalam skema yang disebutkan rumah sakit mencakup pasien dengan serangan jantung akut. Adapun tindakan elektif atau tindakan yang direncanakan pada pasien nonakut disebut belum termasuk dalam cakupan pembiayaan tersebut.


Pengembangan layanan Cathlab di RSUD dr. R. Soedjono Selong diharapkan dapat memperluas akses masyarakat Lombok Timur terhadap pelayanan jantung intervensi dan mengurangi kebutuhan rujukan ke luar daerah, sepanjang kebutuhan klinis pasien dan kapasitas layanan memungkinkan.

Keberhasilan pelaksanaan proctorship dan dukungan pembiayaan BPJS Kesehatan menjadi bagian penting dalam penguatan pelayanan kardiovaskular di Lombok Timur. Koordinasi antara pemerintah daerah, rumah sakit pengampu, BPJS Kesehatan, dan fasilitas kesehatan jejaring diperlukan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai standar dan kebutuhan masyarakat.


BAZNAS, TNI, Polri, dan PDAM Salurkan Air Bersih untuk 250 KK di Mekarsari

Okenews.net – Kepedulian terhadap warga terdampak kekeringan ditunjukkan melalui kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur bersama Kodim 1615/Lombok Timur, Polres Lombok Timur, dan PDAM Lombok Timur. Keempat instansi tersebut menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Suela, Kamis (22/10/2026).

Bantuan tersebut menyasar 250 kepala keluarga (KK) yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau. Pendistribusian dimulai sekitar pukul 14.00 WITA hingga malam hari untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kegiatan ini dihadiri Dandim 1615/Lombok Timur Letkol Inf. Hadiyansah beserta jajaran, Wakapolres Lombok Timur Kompol Kadek Metria bersama Kapolsek Suela dan jajaran, serta Ketua BAZNAS Lombok Timur Drs. H. Muhammad Kamli yang didampingi sejumlah pengurus BAZNAS.

Ketua BAZNAS Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, mengatakan bantuan air bersih tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, terutama ketika menghadapi situasi sulit akibat kekeringan.

Menurutnya, pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, seperti sembako, tetapi juga diarahkan untuk mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Air merupakan sumber kehidupan. Ketika masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, kita harus hadir dan berupaya memberikan solusi. Karena itu, BAZNAS Lombok Timur bersinergi dengan TNI, Polri, dan PDAM agar bantuan ini dapat dirasakan langsung oleh warga yang membutuhkan,” ungkap Kamli.

Sementara itu, Dandim 1615/Lombok Timur Letkol Inf. Hadiyansah menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen untuk membantu warga yang menghadapi kesulitan.

Ia menilai, kekeringan bukan sekadar persoalan keterbatasan air, melainkan juga berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan, dan kelancaran aktivitas masyarakat. Karena itu, kerja sama lintas instansi diperlukan agar penanganan persoalan tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama.

Kodim 1615/Lombok Timur, lanjutnya, siap terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan di wilayah Lombok Timur.

Hal senada disampaikan Wakapolres Lombok Timur Kompol Kadek Metria. Ia menyebutkan, pengabdian Polri kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga lewat kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polres Lombok Timur bersama Polsek Suela turut mendukung kelancaran penyaluran bantuan agar air bersih dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran air bersih kepada 250 KK di Desa Mekarsari ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam menghadapi dampak kekeringan. Kolaborasi BAZNAS, TNI, Polri, dan PDAM diharapkan dapat terus diperkuat untuk merespons kebutuhan masyarakat di wilayah lain yang mengalami kondisi serupa.

Melalui kegiatan tersebut, BAZNAS Lombok Timur juga menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Kamis, 22 Oktober 2026

Hari Santri 2026, Wabup Edwin Ajak Santri Berkontribusi Menuju Indonesia Emas

Okenews.net — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengajak para santri terus meningkatkan kualitas diri, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjaga akhlak sebagai bekal menghadapi tantangan zaman. Peran santri dinilai penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (22/10). Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam amanat Menteri Agama RI, KH. Nasaruddin Umar, yang dibacakan Edwin, Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Salah satu tonggak penting sejarah tersebut adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy'ari. Seruan itu membangkitkan semangat perjuangan umat Islam dan mendorong perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Sejarah tersebut, menurut amanat Menteri Agama, menunjukkan bahwa santri tidak hanya berperan menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa.

Karena itu, peringatan Hari Santri diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk meneruskan perjuangan para ulama melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, para santri didorong untuk mengambil peran strategis dalam mempersiapkan masa depan bangsa. Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berakhlak mulia, menguasai teknologi, serta mampu melahirkan berbagai inovasi.

Santri diharapkan tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga memperluas wawasan di bidang sains dan teknologi tanpa meninggalkan tradisi pesantren. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, jujur, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.

Semangat itu sejalan dengan prinsip pesantren man jadda wajada, yang berarti siapa yang bersungguh-sungguh akan memperoleh keberhasilan. Prinsip tersebut menjadi dorongan bagi santri untuk terus belajar, berusaha, dan berkarya agar kehadirannya memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Amanat Menteri Agama juga menyoroti pentingnya peran pesantren dalam membentuk karakter bangsa. Pesantren bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan akhlak, penanaman kemandirian, serta penguatan jiwa pengabdian.

Ke depan, santri diharapkan menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguat persatuan, penggerak kemandirian ekonomi, serta penjaga kelestarian lingkungan. Nilai-nilai agama diharapkan menjadi landasan dalam menebarkan kedamaian dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Pemerintah juga menegaskan komitmen memperkuat pesantren melalui optimalisasi tiga fungsi utamanya, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Menutup amanatnya, Menteri Agama mengingatkan bahwa Hari Santri merupakan milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung persatuan, dan mencintai tanah air.

Semangat hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air merupakan salah satu nilai yang perlu terus dirawat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, seluruh elemen masyarakat diajak memperkuat gotong royong, menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, serta mempererat persaudaraan demi mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Wabup Edwin Dorong 289 Ponpes di Lotim Saling Berbagi Keunggulan

Okenews.net- Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, mendorong seluruh pondok pesantren (ponpes) di daerah itu untuk saling berbagi pengalaman dan mereplikasi praktik baik demi meningkatkan kualitas pendidikan serta pengelolaan pesantren.

Menurut Edwin, Lombok Timur memiliki 289 pondok pesantren dengan karakteristik, kelebihan, dan tantangan masing-masing. Potensi tersebut perlu disinergikan agar setiap pesantren dapat berkembang melalui pembelajaran bersama.

Pesan itu disampaikan Edwin seusai mengukuhkan dan melantik pengurus Forum Kerja Sama Pondok Pesantren (FKSPP) Kabupaten Lombok Timur periode 2026–2031 di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (22/10/2026).

“Setiap pondok pesantren pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang dimiliki satu pesantren bisa direplikasi oleh pesantren lainnya,” ungkap Edwin.

Ia berharap FKSPP tidak hanya menjadi wadah komunikasi antarpesantren, tetapi juga mampu membuka akses pembinaan, pemberdayaan, dan kerja sama dengan berbagai lembaga.

Salah satu peluang yang disorot adalah kolaborasi dengan Bank Indonesia dalam pemberdayaan ekonomi pesantren, termasuk melalui pengembangan komoditas yang berpotensi mendukung pengendalian inflasi.

Edwin menilai, program pemberdayaan semacam itu dapat membantu pesantren memperkuat kemandirian ekonomi sehingga mampu membiayai sebagian kebutuhan pengembangannya melalui usaha yang dikelola secara mandiri.

“Peluang pembinaan ini perlu ditangkap oleh forum. Pesantren harus bisa mengakses program pemberdayaan agar semakin berkembang dan mampu membiayai usahanya sendiri,” jelasnya.

Selain mendorong pengembangan pendidikan dan ekonomi, Edwin menekankan pentingnya menjadikan pesantren sebagai lingkungan yang aman bagi seluruh santri dan santriwati.

Ia berharap FKSPP dapat merumuskan kode etik atau pedoman bersama untuk mencegah terjadinya kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan pesantren. Upaya tersebut dinilai penting, terutama bagi pesantren yang menampung santri putra dan putri dalam satu kawasan.

Edwin menyebut berbagai kasus yang terjadi di sejumlah pesantren, baik di Lombok maupun daerah lain, sebagai pengingat agar aspek perlindungan santri menjadi perhatian bersama.

Di sisi lain, ia mendorong FKSPP mengkaji regulasi yang memungkinkan pesantren mengakses dukungan program dan pendanaan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Dengan demikian, pesantren dan pemerintah daerah dapat saling berkontribusi dalam memperkuat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan Lombok Timur.

Sementara itu, Ketua FKSPP Lombok Timur, TGH. Muhammad Fikri, menegaskan bahwa forum tersebut memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan pondok pesantren sekaligus menjaga lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Ia menilai, keberadaan FKSPP yang berada dalam pembinaan pemerintah daerah dapat mempermudah komunikasi, koordinasi, serta sinergi dalam menjalankan berbagai program pengembangan pesantren.

“Forum ini menjadi wadah yang sangat strategis dan poin penting bagi pengembangan pondok pesantren di Lombok Timur. Kami terbuka kepada pemerintah daerah untuk memberikan pembinaan dan dukungan,” ungkapnya.

Fikri berharap FKSPP mampu menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat kualitas pendidikan pesantren, termasuk pendidikan salafiyah, sekaligus mendorong terwujudnya pesantren yang smart dan mendunia.

Kegiatan pengukuhan dan pelantikan tersebut juga diisi dengan penyampaian materi mengenai masa depan pondok pesantren serta strategi pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan salafiyah.

Melalui kepengurusan baru periode 2026–2031, FKSPP diharapkan mampu memperkuat kerja sama antarpesantren, memperluas akses pemberdayaan, dan memastikan pesantren terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas, mandiri, serta memberikan rasa aman bagi para santri.

Lombok Timur Kembali Raih TPAKD Award, Lotim Berkembang Jadi Andalan

Okenews.net — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Lombok Timur berhasil mempertahankan predikat terbaik untuk wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua dalam ajang TPAKD Award 2026.

Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, pada kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Capaian ini tidak terlepas dari berbagai program inovasi yang dijalankan pemerintah daerah untuk memperluas akses keuangan masyarakat, terutama melalui program Lombok Timur Berantas Rentenir melalui Kredit Tanpa Bunga atau Lotim Berkembang.

Program yang berjalan sejak 2020 tersebut telah membantu 14.564 debitur dari kalangan peternak dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Total kredit yang disalurkan mencapai lebih dari Rp170 miliar, dengan subsidi bunga yang ditanggung pemerintah sebesar Rp5,944 miliar.

Keberhasilan Lotim Berkembang turut didukung kolaborasi dengan sejumlah lembaga keuangan, di antaranya BRI, BNI, BCA, dan Pegadaian. Sinergi tersebut diperkuat melalui fasilitasi serta pendampingan kepada penerima manfaat dari tahap awal hingga pengembangan usaha.

Dari sisi kualitas pembiayaan, program ini mencatat tingkat non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah sekitar 1,03 persen. Angka tersebut menunjukkan pentingnya pendampingan dan kerja sama lintas lembaga dalam menjaga keberlanjutan program pembiayaan masyarakat.

Selain Lotim Berkembang, penguatan inklusi keuangan di Lombok Timur juga dilakukan melalui Ekosistem Pondok Pesantren Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS). Program ini mendorong lembaga keuangan syariah hadir lebih dekat dengan lingkungan pesantren melalui berbagai layanan, seperti pembukaan rekening, gadai, cicilan emas, dan tabungan emas.

Upaya memperluas literasi dan akses keuangan juga menyasar kalangan pelajar melalui Program Satu Pelajar Satu Rekening atau KEJAR. Hingga kini, jumlah rekening pelajar di Lombok Timur mencapai 325.620 rekening, dengan total tabungan lebih dari Rp77 miliar.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kemudahan memperoleh pembiayaan diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis, meningkatkan produktivitas, serta mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman berbunga tinggi.

Dalam Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya percepatan akses keuangan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Presiden menegaskan, akses keuangan tidak sekadar berkaitan dengan ketersediaan pembiayaan, tetapi juga menyangkut kesempatan bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, dan keluarga di berbagai pelosok Indonesia untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan kesejahteraan.

Pemerintah pusat turut mengapresiasi penyaluran kredit bagi masyarakat yang telah mencapai sekitar Rp53 triliun dengan dua juta penerima manfaat. Ke depan, penyaluran tersebut ditargetkan meningkat hingga Rp400 triliun untuk menjangkau sekitar 28 juta keluarga, terutama petani, nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Keberhasilan mempertahankan TPAKD Award menjadi pengakuan atas upaya Lombok Timur dalam memperluas inklusi keuangan. Tantangan berikutnya adalah memastikan program-program tersebut terus berkelanjutan dan semakin banyak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wabup Edwin Ajak Semua Pihak Perkuat Gerakan Cegah Stunting di Lotim

Okenews.net- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka stunting. Salah satu upaya yang dilakukan melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Sarasehan Kemitraan GENTING bersama mitra Pentahelix yang dibuka Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, di Selong, Kamis (22/10/2026). Kegiatan itu dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat kepada lembaga orang tua asuh serta penghargaan dari BKKBN Pusat kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Dalam sambutannya, Edwin menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak melalui semangat gotong royong, termasuk dukungan para mitra yang bersedia menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.

Menurutnya, upaya yang dilakukan selama ini mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), prevalensi stunting di Lombok Timur turun dari 22,4 persen pada 2025 menjadi 18,4 persen pada Agustus 2026.

Penurunan tersebut, kata dia, tidak terlepas dari kerja keras Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam program percepatan penurunan stunting.

“Penurunan stunting ini merupakan hasil kerja bersama. Kolaborasi harus terus diperkuat agar semakin banyak keluarga berisiko yang mendapatkan pendampingan dan intervensi secara tepat,” tegas Edwin.

Ia juga menyoroti keberhasilan Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, yang masuk tiga besar nominasi desa berkinerja baik tingkat nasional untuk Regional II tahun 2026. Salah satu aspek penilaiannya berkaitan dengan konvergensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting.

Meski menunjukkan perkembangan, Edwin mengingatkan bahwa upaya penanganan stunting di Lombok Timur masih membutuhkan perhatian serius. Ia menilai dukungan pemerintah provinsi dan pusat perlu diperkuat, mengingat Lombok Timur merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di NTB dan masih menghadapi persoalan kemiskinan ekstrem yang tercatat mencapai 15.800 kepala keluarga.

Ia juga menyinggung kontribusi BAZNAS Lombok Timur yang mengalokasikan anggaran sekitar Rp16 miliar hingga Rp18 miliar per tahun untuk mendukung keluarga rawan stunting di tiga desa.

“Harapannya, pemerintah provinsi dan pusat betul-betul memberikan perhatian terhadap Lombok Timur. Jika ingin angka stunting di NTB semakin baik, intervensi di Lombok Timur perlu diperkuat,” harapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kemendukbangga/BKKBN, Yuni Hastutiningsih, mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang meraih peringkat pertama Regional II dalam pelaksanaan Pekan GENTING 2026.

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari antusiasme organisasi perangkat daerah dan para pemangku kepentingan dalam membangun kerja sama untuk menurunkan angka stunting.

Yuni juga mengapresiasi proses identifikasi dan verifikasi keluarga sasaran yang dinilai berjalan baik melalui aplikasi Sistem Informasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (SIGENTING).

Ke depan, ia mendorong pembentukan Tim Pengendali GENTING (TPG) secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan bantuan dan memastikan keluarga yang membutuhkan mendapatkan intervensi sesuai sasaran.

“Ujung tombaknya ada di desa. Karena itu, camat dan kepala desa perlu membentuk tim pengendali GENTING agar bantuan dapat dihimpun dan disalurkan kepada keluarga yang membutuhkan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur, Muksin, menambahkan bahwa koordinasi pelaksanaan GENTING bersama Dinas Kesehatan, Bappeda, dan berbagai pihak terkait berjalan baik.

Ia menyebutkan, angka stunting di Lombok Timur mengalami penurunan sebesar empat poin persentase dalam kurun 2025 hingga 2026 berdasarkan data e-PPGBM.

Muksin berharap capaian tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan efektivitas program, sehingga upaya penurunan stunting di Lombok Timur dapat terus berlanjut.

“Ini baru awal mula. Kunci sukses penurunan stunting adalah peran strategis kita bersama. Semoga kemajuan ini menjadi langkah awal bagi Lombok Timur untuk semakin baik dibandingkan kabupaten/kota lainnya di NTB,” tutupnya.

Hulyani Usung Semangat TANGGUH, Dorong Desa Danger Lebih Transparan dan Mandiri

Okenews.net- Bakal calon Kepala Desa Danger, Hulyani, S.KH., mulai memantapkan langkah menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2027. Mengusung tagline Bersama Menuju Desa Danger TANGGUH, Hulyani menawarkan konsep pembangunan desa yang menitikberatkan pada transparansi tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pemberdayaan masyarakat.


Hulyani mengatakan, kontestasi Pilkades tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan jabatan kepala desa. Menurutnya, momentum demokrasi tersebut juga harus menjadi ruang mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.


"Ini proses demokrasi yang menjadi ruang bagi kita, tidak hanya berbicara tentang kompetisi, tetapi juga ruang untuk bersilaturahmi dan mendekatkan diri, khususnya bagi kita yang ada di Desa Danger," kata Hulyani, Kamis 22/10


Dia mengakui setiap bakal calon kepala desa memiliki pandangan dan konsep masing-masing dalam membangun desa. Karena itu, Hulyani bersama para pendukungnya yang tergabung dalam Sahabat TANGGUH ingin membawa semangat kebersamaan untuk mewujudkan pembangunan Desa Danger yang lebih baik.


Menurutnya, ada tiga hal utama yang menjadi perhatian dalam konsep pembangunan yang ditawarkan.


Pertama, mendorong transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa. Hulyani menilai keterbukaan menjadi bagian penting untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.


Kedua, meningkatkan kualitas SDM sebagai salah satu faktor penunjang pelayanan kepada masyarakat. Dia menilai aparatur desa perlu memiliki kapasitas yang memadai agar mampu memberikan pelayanan secara maksimal.


Selain itu, Hulyani menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam membangun desa. Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan satu orang atau kelompok tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


Ketiga, memperkuat pemberdayaan masyarakat yang berdampak pada kemandirian desa. Dia mendorong seluruh sektor dan potensi yang dimiliki Desa Danger agar dikembangkan melalui kolaborasi dan sinergi antarelemen.


"Pemberdayaan harus berdampak terhadap kemandirian desa. Semua sektor yang ada di Desa Danger perlu dikembangkan dengan semangat kebersamaan dan sinergitas. Semua elemen harus terlibat, karena kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri," ujarnya.


Ajak Masyarakat Bersatu di Tengah Keterbatasan Anggaran


Hulyani mengatakan, semangat TANGGUH juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk tetap bersatu dalam menghadapi tantangan pembangunan desa, terutama di tengah kondisi anggaran yang terbatas.


Menurutnya, pembangunan desa membutuhkan strategi, kerja sama, dan kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar program yang direncanakan dapat berjalan secara optimal.


Dia menilai sinergi dengan pemerintah daerah dan anggota DPRD menjadi salah satu hal penting untuk mendukung pembangunan Desa Danger ke depan.


"Kita harus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, teman-teman anggota dewan, serta seluruh elemen masyarakat. Komunikasi yang baik dan sinergitas harus dibangun agar kita bisa bersama-sama membangun desa di tengah kondisi anggaran yang ada," jelasnya.


Hulyani berharap seluruh masyarakat dapat mengambil bagian dalam proses pembangunan, tanpa membedakan pilihan politik dalam kontestasi Pilkades.


Baginya, semangat kebersamaan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan pembangunan, termasuk dampak kebijakan pemerintah pusat yang melakukan pemangkasan anggaran.


Siap Menang dan Siap Kalah


Terkait persaingan dalam Pilkades serentak 2027, Hulyani menyatakan kesiapannya menerima apa pun hasil dari proses demokrasi tersebut.


Dia menegaskan bahwa setiap calon harus memiliki sikap dewasa dalam berdemokrasi, baik ketika memperoleh kemenangan maupun saat harus menerima kekalahan.


"Siapa pun dia, menang harus siap, kalah pun harus siap, karena dalam sebuah proses tidak mungkin semua akan menang. Kami bersama Sahabat TANGGUH siap menerima apa pun hasil dari proses yang ada," tegasnya.


Hulyani berharap Pilkades Desa Danger dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan dan menentukan arah pembangunan desa ke depan.


Melalui semangat Bersama Menuju Desa Danger TANGGUH, dia ingin mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, pelayanan publik yang lebih baik, serta pemberdayaan masyarakat demi mewujudkan desa yang lebih mandiri.

Rabu, 21 Oktober 2026

Tekan Inflasi dan Perkuat Ketahanan Pangan, Lotim Jalin Kerja Sama Antar-Daerah

Okenews.net — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperkuat sinergi lintas daerah untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satu langkah yang ditempuh yakni menjalin Kerja Sama Antar-Daerah (KAD) bersama Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan KAD dalam Rapat Koordinasi dan Seremoni Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) NTB, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah itu dihadiri Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya yang mewakili Bupati. Mengusung tema “SIGAP PANGAN: Sinergi Penguatan dan Akselerasi Produksi-Hilirisasi Pangan NTB”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi antardaerah dalam menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan.

Dalam arahan Gubernur NTB H. Lalu Muhammad Iqbal yang disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal, ditegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis bagi perekonomian daerah. Terlebih, NTB kini menjadi salah satu penyangga pangan nasional yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan langkah konkret dalam mengantisipasi tekanan inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan NTB pada September 2026 mencapai 4,18 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,28 persen.

Tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kondisi ini menuntut pemerintah daerah untuk lebih sigap mengantisipasi kenaikan harga sejumlah komoditas strategis, seperti cabai rawit, daging ayam, telur, dan bawang merah.

Pemerintah Provinsi NTB pun mendorong seluruh anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) agar melakukan pemetaan wilayah surplus dan defisit komoditas sejak dini. Pemantauan harga secara berkala serta penguatan koordinasi dengan Bulog dan pelaku usaha juga menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran pasokan.

Dalam arahannya, Gubernur NTB mengingatkan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi tidak cukup diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui harga kebutuhan pokok yang terjangkau.

Untuk itu, Pemprov NTB menetapkan empat agenda prioritas, yakni memperkuat produksi dan potensi pangan lokal, mengembangkan pertanian yang adaptif terhadap perubahan cuaca, mempercepat kerja sama antardaerah dan hilirisasi pangan, serta mengintegrasikan tata kelola pengendalian inflasi di seluruh kabupaten/kota.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Hario Kartiko Pamungkas, menyampaikan bahwa GPIPS merupakan langkah konkret di tingkat daerah untuk mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Menurutnya, pengendalian inflasi pangan perlu dilakukan melalui empat pilar utama, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif atau dikenal dengan prinsip 4K.

Ia menegaskan, angka inflasi NTB sebesar 4,18 persen harus menjadi perhatian bersama agar koordinasi dan sinergi lintas sektor semakin diperkuat. Penanganan inflasi, lanjutnya, tidak cukup hanya melalui intervensi harga dalam jangka pendek, tetapi juga membutuhkan peningkatan produktivitas dari sektor hulu serta percepatan hilirisasi pangan secara berkelanjutan.

Penandatanganan kerja sama antara Lombok Timur, Lombok Barat, dan Sumbawa Barat diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat distribusi komoditas pangan, menjaga keseimbangan pasokan antarwilayah, serta menekan tekanan inflasi di NTB.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu membangun sistem pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan sehingga stabilitas harga tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bikin Kejutan di Bintang Rinjani, Abdul Fatah Daftar Kades Tawarkan Surat Gratis hingga Jaminan Sosial Lansia

Okenews.net- Peta Pilkades Bintang Rinjani 2027-2035 berubah. Abdul Fatah resmi mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa pada Senin 19 Oktober 2026 dan langsung mencuri perhatian dengan program yang tak biasa.

Diantar barisan pendukungnya ke sekretariat panitia, Abdul Fatah datang membawa tagline sederhana namun mengena: Maju Bersama Membangun Desa.

"Bintang Rinjani tidak bisa dibangun sendiri. Harus maju bersama dengan masyarakat," ujarnya lantang.

Tak seperti calon yang sibuk menebar janji infrastruktur megah, Abdul Fatah justru menyentuh dua hal yang paling sensitif bagi warga desa: transparansi anggaran dan biaya surat menyurat.

Ia menjanjikan APBDes dipublikasikan secara terbuka, bisa diakses semua warga. Bahkan pelayanan administrasi di kantor desa, termasuk surat jual beli tanah antar warga desa, digratiskan 100 persen tanpa pungli.

Gebrakan lainnya ada di sektor jaminan sosial. Ia menyiapkan program pendaftaran warga usia 61-64 tahun ke BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran ditanggung penuh pemerintah desa, plus santunan kematian bagi warga yang belum ter-cover.

"Selama ini bantuan sering tidak tepat sasaran. Kita akan data ulang warga miskin, supaya yang berhak benar-benar menerima," tegasnya.

Visi besarnya adalah mewujudkan Desa Bintang Rinjani yang Maju, Mandiri, Religius, Sejahtera dan Berkeadilan. Untuk itu ia meramu 7 misi Maju Bersama: pemerintahan bersih dan melayani, pembangunan merata hingga pelosok dusun, ekonomi desa bergerak lewat BUMDes dan UMKM, kesehatan dan pendidikan yang peduli ibu hamil hingga guru PAUD, penguatan sosial keagamaan, keamanan lingkungan dengan siskamling aktif, dan pembangunan untuk semua golongan tanpa terkecuali.

Ia juga menyentil praktik pemerintahan bayangan yang kerap terjadi di desa.

"Tidak boleh ada pimpinan di balik pimpinan. Desa ini harus dipimpin oleh kepala desa yang dipilih rakyat, bukan dikendalikan kelompok di belakang layar," katanya.

Di akhir, ia menitip pesan damai untuk semua kontestan Pilkades.

"Apapun pilihannya nanti, kita tetap satu keluarga, warga Desa Bintang Rinjani," pungkasnya.

BAZNAS Lombok Timur dan Kejari Sepakat Perkuat Pengumpulan Zakat, Siapkan Pembentukan UPZ

Okenews.net – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur terus memperluas sinergi dengan berbagai lembaga untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Salah satu langkah yang dilakukan yakni menjalin silaturahmi dan membangun kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Lombok Timur Rabu, 21/10/2026

Kunjungan silaturahmi pimpinan BAZNAS Lombok Timur bersama jajaran tersebut disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga, khususnya dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi jajaran Kejaksaan Negeri Lombok Timur dalam menunaikan zakat serta menyalurkan infak dan sedekah melalui BAZNAS.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur menyampaikan komitmen dan kesiapan untuk bersinergi dengan BAZNAS dalam mendukung optimalisasi pengumpulan ZIS.

Sebagai tindak lanjut konkret, Kejaksaan Negeri Lombok Timur menyatakan kesiapan untuk segera membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan kejaksaan. Pembentukan unit ini diharapkan dapat membuat proses pengumpulan ZIS lebih terarah, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

BAZNAS Lombok Timur menyambut positif komitmen tersebut. Kerja sama ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan penghimpunan ZIS sekaligus memperkuat peran zakat dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Melalui pengelolaan ZIS yang terarah, dana yang dihimpun diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi para mustahik, baik melalui bantuan sosial maupun program pemberdayaan ekonomi.

BAZNAS Lombok Timur juga terus berupaya menggali potensi ZIS melalui pendekatan lintas sektor, profesi, dan institusi di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Timur.

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen menjadikan zakat, infak, dan sedekah sebagai instrumen untuk membantu mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kepedulian sosial.

Dengan terbangunnya sinergi bersama Kejaksaan Negeri Lombok Timur, BAZNAS berharap kerja sama ini dapat berlanjut secara produktif dan berkesinambungan, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari pengelolaan zakat.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi