www.okenews.net: dikes
Tampilkan postingan dengan label dikes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dikes. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Maret 2026

Dinkes Lotim Minta Puskesmas Waspadai Campak, Belum Ada Kasus Positif

Okenews.net – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Timur meminta seluruh puskesmas meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit campak. Hingga kini, belum ditemukan kasus campak yang terkonfirmasi positif di wilayah Lombok Timur.

Kepala Dinkes Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, memastikan kondisi penyebaran campak masih dalam situasi aman. Meski demikian, langkah pencegahan tetap diperkuat untuk mencegah munculnya kasus dan penyebaran penyakit tersebut.

“Meski saat ini belum ada temuan kasus, kita harus tetap waspada,” kata Aries saat dihubungi, Selasa (10/3).

Menurutnya, Dinkes akan mengumpulkan seluruh puskesmas untuk memperkuat koordinasi sekaligus menyusun langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya kasus campak.

Selain pengawasan penyakit, upaya pencegahan juga dilakukan melalui penguatan imunisasi dasar lengkap. Berdasarkan data target imunisasi 2025, jumlah bayi di Lombok Timur mencapai 20.065 orang. Sementara target surviving infant sebanyak 25.387, baduta 25.306, serta sasaran imunisasi ibu hamil mencapai 28.000 orang.

Aries menilai cakupan imunisasi yang optimal menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan perlindungan masyarakat dari penyakit menular, termasuk campak.

“Dengan cakupan imunisasi yang optimal, kita yakini masyarakat Lotim memiliki daya tahan tubuh yang cukup baik untuk mengantisipasi virus campak,” ujarnya.

Dinkes juga memastikan stok vaksin di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan masih tersedia dan mencukupi. Puskesmas diminta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama orang tua, agar memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3KL) Dinkes Lombok Timur, Syahid Romdlan, mengatakan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) belum menemukan pasien yang dinyatakan positif campak.

Dalam dua bulan terakhir, kata dia, terdapat dua kasus yang sempat dicurigai sebagai campak. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan pengujian sampel di laboratorium, keduanya dinyatakan negatif.

“Dalam dua bulan terakhir memang ada dua kasus yang terduga. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap sampel, hasilnya negatif campak,” jelas Syahid.

Pengawasan kini terus diperkuat melalui jaringan 35 puskesmas yang tersebar di 21 kecamatan. Setiap puskesmas telah memiliki petugas surveilans yang bertugas memantau perkembangan penyakit menular dan melakukan pelacakan apabila ditemukan kasus suspek.

Syahid menjelaskan, campak biasanya ditandai dengan ruam atau bercak merah pada kulit yang muncul setelah gejala seperti demam, batuk, pilek, hingga menurunnya nafsu makan.

Penyakit tersebut dapat menyerang semua kelompok usia, namun anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan, terutama mereka yang belum memperoleh imunisasi campak pada usia sembilan bulan atau belum mendapatkan imunisasi secara lengkap.

Karena belum ditemukan kasus positif, Dinkes Lombok Timur juga belum melakukan Outbreak Response Immunization (ORI). Meski begitu, kewaspadaan di lapangan tetap ditingkatkan.

Jika ditemukan pasien yang diduga terinfeksi campak, petugas akan melakukan pemeriksaan klinis dan mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan positif campak, penanganan akan dilakukan sesuai standar, termasuk rujukan ke rumah sakit apabila pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Dinkes berharap peran aktif puskesmas dan masyarakat dapat mencegah campak berkembang di Lombok Timur, sekaligus memastikan anak-anak memperoleh perlindungan melalui imunisasi yang lengkap.

Kamis, 08 Januari 2026

Lantik Dua Kepala Dinas dan Serahkan SK PPPK, Bupati Lotim Tekankan Kerja Nyata dan Pelayanan Humanis

Pengambilan Sumpah Jabatan, dan Penyerahan SK PPPK 

Okenews.net- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur resmi melantik dua kepala dinas definitif pada Kamis (08/01/2026). Pelantikan tersebut masing-masing menetapkan L. Aries Fahrozi sebagai Kepala Dinas Kesehatan serta Nurul Wathoni sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur.


Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat itu dipimpin Sekretaris Daerah Lombok Timur dan dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) perpanjangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) angkatan 2021, yang diserahkan langsung oleh Bupati Lombok Timur.


Dalam sambutannya, Bupati Lombok Timur Hairul Warisin, mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar benar-benar memegang teguh sumpah jabatan yang telah diucapkan. Menurutnya, sumpah tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi aturan moral dan komitmen tidak tertulis dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.


“Dengan kepala dinas yang baru, saya berharap Lombok Timur bisa menjadi lebih baik ke depan. Kuncinya adalah koordinasi, kerja sama, dan kemauan untuk bekerja maksimal demi kemajuan daerah,” tegasnya.


Tak hanya itu, Hairul Warisin juga memberikan perhatian khusus kepada PPPK, terutama yang bertugas sebagai tenaga pendidik. Ia mendorong para guru PPPK untuk terus mengasah kemampuan, khususnya dalam menghadapi tantangan digitalisasi sistem pendidikan yang harus diterapkan secara menyeluruh.


Selain itu, ia mengingatkan seluruh pejabat agar terus bahu-membahu dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lombok Timur. Ia pun mengapresiasi kinerja jajaran kepala dinas yang dinilainya memiliki kualitas dan dedikasi yang luar biasa.


Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan belasungkawa kepada sejumlah daerah yang dilanda musibah, seraya bersyukur karena Lombok Timur terhindar dari bencana besar. Ia menilai kondisi ekonomi daerah saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik.


“Semua harus terus bergerak. Jangan karena mendekati masa pensiun lalu berhenti bekerja maksimal. Justru menjelang pensiun, kita harus meninggalkan jejak kebaikan bagi rekan kerja dan daerah,” pesannya.


Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan peluang bagi PPPK untuk menduduki jabatan strategis. PPPK berpotensi menjadi kepala sekolah, bahkan pemerintah daerah tengah mengkaji dan mengusulkan agar PPPK juga dapat menjabat sebagai kepala puskesmas.


Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh PPPK yang telah mendedikasikan diri untuk masyarakat Lombok Timur, serta mengingatkan jajaran pelayanan kesehatan agar selalu mengedepankan keramahan dan senyuman dalam melayani masyarakat.


“Pelayanan kesehatan harus ramah, humanis, dan penuh empati. Itu bagian dari kualitas pelayanan publik,” tutupnya.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi