www.okenews.net

Rabu, 09 September 2026

Menteri Nusron Peringatkan Pengusaha: Kebakaran Lahan Dapat Batalkan HGU

Okenews.net- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa tindakan pembukaan lahan dengan cara pembakaran bisa menyebabkan pengusaha kehilangan Hak Guna Usaha (HGU)-nya. Hal tersebut ia sampaikan saat Rapat Koordinasi (Rakor) antara Pemerintah dengan Perusahaan Pemegang HGU dalam Penanggulangan dan Penanganan Puncak Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026, di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, Senin (07/09/2026).

“Jadi kalau lahan terbakar itu dapat dibatalkan HGU-nya. Setelah melalui tahapan identifikasi dan inventarisasi, tinjauan lapangan atau verifikasi, pengkajian, pemberitahuan, dan pelepasan atau pembatalan HGU, apabila terbukti tidak dipenuhi (kewajibannya), HGU-nya dapat dibatalkan oleh menteri,” ujar Menteri Nusron di hadapan ratusan pengusaha pemegang HGU yang hadir dalam Rakor. 

Ketentuan mengenai pembatalan HGU pada lahan terbakar diatur dalam Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 15 Tahun 2016. Menteri Nusron menjelaskan, berdasarkan ketentuan tersebut, HGU akan dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir apabila pengelolaan usaha secara tidak bertanggung jawab membuka atau mengolah lahan dengan cara membakar.

“Kalau terbakarnya itu kurang dari 50% dari total lahan yang diberi HGU, maka yang dibatalkan adalah lokasi yang terdapat kebakaran. Tetapi, kalau kebakarannya di atas 50% dari total lahan HGU, misalnya HGU-nya 5.000 hektare, kebakarannya 3.000 hektare, maka pembatalannya dapat dilakukan keseluruhannya,” jelas Menteri Nusron.

Selain potensi sanksi, pemegang HGU juga memiliki berbagai kewajiban yang tercantum dalam Surat Keputusan Pemberian HGU. Pemegang hak diwajibkan menyediakan sarana dan prasarana pengendalian kebakaran, sumber air, melakukan tata kelola air, serta melakukan pencegahan, pemadaman, dan penanganan pascakebakaran.

Menteri Nusron kemudian mengajak para pengusaha untuk bekerja sama mencegah dan mengatasi kebakaran hutan yang terjadi berbagai daerah di Indonesia. "Kami harapkan kita semua bersama-sama menangani dan memitigasi bencana ini untuk kemaslahatan masyarakat luas dan bangsa negara," pungkasnya.

Turut menyampaikan pengarahan dalam Rakor ini, sejumlah Menteri dan Kepala Lembaga Kabinet Merah Putih, Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Jaksa Agung. Mendampingi Menteri Nusron, Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah, Asnaedi; Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Lampri; serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol, Achmad.

Didukung Kolaborasi Lintas Sektor, Penetapan LP2B Nasional Capai 87,52%

Okenews.net - Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) secara nasional telah mencapai 87,52%. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) yang berlangsung di Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan pada Senin (07/09/2026), Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyatakan bahwa angka tersebut sudah melampaui target penetapan LP2B untuk 2029.

“Setelah kita kerja delapan bulan dengan Kemendagri, BPS, dan semuanya di bawah bimbingan Kemenko Pangan, alhamdulillah secara nasional agregat 87,52%. Jadi, pekerjaan yang harusnya selesai tahun 2029 bisa kita selesaikan tahun 2026,” ujar Menteri Nusron.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN Tahun 2025-2029 dan Perpres Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, pemerintah menargetkan penetapan LP2B secara bertahap hingga minimal 87% pada 2029. Target penetapannya direncanakan bertahap, yaitu 78% pada 2026, 81% pada 2027, dan 84% pada 2028.

Menteri Nusron mengungkapkan, capaian tersebut meningkat signifikan dibanding kondisi di awal tahun ini. Pada Januari 2026, penetapan LP2B berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi baru mencapai sekitar 68%, sedangkan capaian nasional berdasarkan RTRW Kabupaten/Kota yang telah memasukkan LP2B baru 41,72%.

Untuk mempercepat penetapan LP2B, Kementerian ATR/BPN melakukan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Untuk daerah yang belum mampu memenuhi target secara mandiri, penghitungan capaian dilakukan secara agregat pada tingkat provinsi sehingga penetapan LP2B bisa tetap memenuhi target nasional. Upaya tersebut turut diperkuat melalui kerja sama, salah satunya diwujudkan lewat Surat Edaran Bersama dengan Kementerian Dalam Negeri.

“Ini semua yang kami lakukan untuk menopang ketahanan pangan, swasembada pangan. Karena, swasembada pangan tidak mungkin bisa terjadi tanpa adanya lahan dan air,” tutur Menteri Nusron.

Meski secara nasional telah mencapai 87,52%, saat ini masih ada tujuh provinsi yang capaian penetapan LP2B-nya berada di bawah 87%. Ketujuh provinsi itu antara lain Riau, Jambi, Banten, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Papua. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memberikan waktu kepada daerah tersebut untuk meningkatkan capaiannya dengan tetap mempertahankan angka yang telah ditetapkan sebagai batas minimal.

“Kabar bagus yang dilakukan Menteri ATR/Kepala BPN, LP2B sudah 87% secara nasional. Untuk yang tujuh provinsi (belum sampai batas minimal), kita kasih waktu saja untuk keterlambatan ini untuk bisa lebih, kasih waktu. Tidak boleh kurang dari itu (angka sebelumnya) karena secara nasional sudah memenuhi 87%,” tegas Menko Pangan.

Rakor ini turut dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman; Wakil Menteri Lingkungan Hidup; serta perwakilan kementerian/lembaga terkait. Menteri Nusron hadir dengan didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Tata Ruang, Suyus Windayana; Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), Lampri, serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN. 

Target 87% LP2B Tercapai Sebelum 2029, Menteri Nusron Apresiasi Kinerja Jajaran

Okenews.net- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengapresiasi kerja keras jajaran Kementerian ATR/BPN dalam mempercepat pencapaian target Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Hingga 2026, LP2B secara nasional telah melampaui target 87% yang semula disasar bisa tercapai pada akhir 2029.

“Untuk LP2B, alhamdulillah saya benar bersyukur. Saya terima kasih banget sama tim dari BPN se-Indonesia. Belum selesai 2026, kita sekarang sudah berhasil mengunci LP2B secara nasional di tahun 2026. Belum sampai tahun 2029, jauh lebih cepat dari yang ditargetkan,” ujar Menteri Nusron dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Transformasi Layanan Pertanahan di Pendopo Sasana Widya Bhumi, Politeknik Agraria STPN, Sleman, D.I. Yogyakarta, Jumat (04/09/2026) lalu.

Berdasarkan data terbaru, penetapan LP2B secara nasional sudah mencapai 87,52%. Angka tersebut melampaui target awal 87% yang ditetapkan untuk akhir 2029 melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 dan Perpres Nomor 4 Tahun 2026.

Menurut Menteri Nusron, capaian tersebut menjadi langkah penting dalam menopang ketahanan pangan nasional. Sejumlah provinsi yang sebelumnya menghadapi tantangan untuk mencapai target juga telah berhasil memenuhi atau melampaui angka yang ditetapkan. Jawa Barat, misalnya, telah mencapai 87,02%, sementara Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan mencapai 88%.

Menteri Nusron menegaskan, tercapainya target LP2B dan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) tidak berarti seluruh persoalan selesai. Pekerjaan berikutnya adalah menyusun kebijakan terkait pemanfaatan lahan sawah yang berada di luar kawasan LP2B agar alih fungsi lahan tetap terkendali.

Pengaturan tersebut juga akan menentukan jenis pemanfaatan yang dapat dilakukan terhadap 13% lahan sawah di luar LP2B.  Pemanfaatannya tetap harus dibatasi agar keberadaan lahan pertanian sebagai penopang ketahanan pangan nasional dapat dipertahankan. “Alih fungsi pada 13% lahan tersebut tidak berarti boleh dilakukan secara bebas. Boleh, tetapi terbatas,” tegas Menteri Nusron.

Di depan para Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN se-Indonesia dan 148 Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) yang mengikuti Rakor, Menteri Nusron menekankan agar kebijakan perlindungan lahan sawah tersebut dipertahankan. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencetak sekitar tiga juta hektare sawah baru di luar Pulau Jawa, termasuk di Papua dan Kalimantan Timur. 

“Kebijakan ini harus kita pertahankan setidaknya sampai tahun 2029, sampai urusan pencetakan sawah di Papua dan di Kaltim dan di kawasan lain di luar Jawa selesai. Di mana Pak Presiden mentargetkan ada tambahan sekitar 3 juta hektare sawah baru,” ujarnya.

Menurutnya, perlindungan lahan pertanian tidak dapat dilepaskan dari kepentingan kedaulatan negara. Selama pencetakan sawah baru di luar Jawa belum selesai, pemerintah perlu berhati-hati dalam memberikan ruang bagi alih fungsi lahan pertanian di Pulau Jawa. “Karena soal pangan ini adalah _necessary condition_. Tidak boleh ditawar. Salah satu bentuk negara kuat, kedaulatan negara kuat adalah masalah pangan. Ini tidak boleh ditawar,” pungkas Menteri Nusron.

Dalam Rakor ini, Menteri Nusron hadir dengan didampingi Sekretaris Jenderal ATR/BPN Dalu Agung Darmawan; Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (Dirjen PHPT), Asnaedi; Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah, Andi Tenri Abeng; serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kementerian ATR/BPN. 

Maulid Nabi dan HUT ke-2 Yayasan Darul Mujahidin NW Sukamulia Timur, Baznas Lotim Dorong Semangat Berbagi

Okenews.net– Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Yayasan Darul Mujahidin NW Sukamulia Timur berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, Rabu (9/9/2026).

Ratusan jamaah menghadiri kegiatan tersebut. Hadir pula Kepala KUA, Polmas, Babinsa, para tuan guru, tokoh masyarakat, santri, serta dewan guru Yayasan Darul Mujahidin NW Sukamulia Timur.

Momentum peringatan Maulid Nabi tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mengenang dan meneladani akhlak Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur, Dr. Asbullah Muslim, M.Pd.I, hadir memberikan sambutan sekaligus menyerahkan bantuan kepada pihak yayasan.

Dalam sambutannya, Dr. Asbullah memaparkan sejumlah program unggulan Baznas Lombok Timur yang selama ini diarahkan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Program tersebut mencakup bidang kesehatan, dakwah dan advokasi, pendidikan, ekonomi, serta berbagai program sosial dan kemanusiaan lainnya.

Menurutnya, Baznas Lombok Timur tidak ingin bantuan yang diberikan hanya menjadi solusi sesaat. Sebaliknya, berbagai program yang dijalankan diarahkan agar dapat memberikan manfaat berkelanjutan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.

“Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi bagaimana zakat yang kita kelola dapat menjadi jalan bagi masyarakat untuk bangkit, berkembang, dan menjadi lebih mandiri,” ujar Dr. Asbullah.

Ia menjelaskan, pada sektor kesehatan Baznas memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan. Sementara di bidang pendidikan, program diarahkan untuk membantu pelajar, santri maupun lembaga pendidikan.

Di sektor ekonomi, Baznas mendorong pemberdayaan masyarakat agar para penerima manfaat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki peluang untuk meningkatkan taraf hidup dan membangun kemandirian ekonomi.

Sedangkan melalui program dakwah dan advokasi, Baznas turut memperkuat pembinaan keagamaan serta memberikan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Pada kesempatan itu, Dr. Asbullah juga mengajak masyarakat yang telah memenuhi syarat dan memiliki kemampuan untuk menunaikan kewajiban zakat melalui Baznas.

Ia menegaskan, pengelolaan zakat secara profesional dan tepat sasaran akan membuat manfaat zakat semakin luas, sehingga lebih banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.

“Mari kita jadikan zakat sebagai kekuatan bersama untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semakin banyak zakat yang dihimpun dan dikelola dengan baik, semakin luas pula manfaat yang dapat kita hadirkan untuk masyarakat Lombok Timur,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Darul Mujahidin NW Sukamulia Timur, Ust. Lalu Irjan Nawadi, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Wakil Ketua Baznas Lombok Timur beserta bantuan yang diberikan kepada yayasan.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi sekaligus HUT ke-2 yayasan tersebut dapat menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan dakwah, sekaligus memperkuat hubungan serta silaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat.

Suasana kekeluargaan semakin terasa sepanjang kegiatan. Ratusan jamaah mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh khidmat.

Peringatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW serta menumbuhkan semangat kepedulian dan berbagi kepada sesama melalui zakat, infak dan sedekah.

Dengan semangat tersebut, Yayasan Darul Mujahidin NW Sukamulia Timur diharapkan terus berkembang menjadi salah satu wadah pendidikan dan dakwah yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Lombok Timur.

Selasa, 08 September 2026

Bupati Lotim Dorong Pelatihan Kerja Sesuai Kebutuhan Pasar

Okenews.net Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mendorong agar program pelatihan berbasis kompetensi tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi mampu melahirkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar dan potensi daerah.

Hal itu disampaikan Bupati saat menutup kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi sekaligus menyerahkan bantuan peralatan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) Tahun Anggaran 2026 di Pendopo Bupati Lombok Timur, Selasa (8/9).

Menurut Haerul Warisin, ijazah pendidikan formal belum selalu menjamin seseorang memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan dunia kerja. Karena itu, pelatihan menjadi ruang penting untuk membentuk kemampuan peserta agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.

Ia meminta penyelenggara pelatihan ke depan lebih cermat membaca kebutuhan masyarakat dan perkembangan pasar kerja. Materi pelatihan, kata dia, sebaiknya tidak terus berulang pada jenis keterampilan yang sama, melainkan disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan potensi sumber daya alam yang tersedia.

"Harus ada pemetaan kebutuhan masyarakat, latar belakang peserta, dan potensi yang ada di lingkungannya. Penyedia pelatihan harus jeli melihat peluang," tegasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya menyesuaikan keterampilan dengan bakat dan minat peserta. Dengan demikian, bantuan peralatan yang diberikan tidak berhenti sebagai fasilitas semata, tetapi benar-benar dapat digunakan untuk menunjang produktivitas dan membuka peluang usaha.

Ia menilai jenis keterampilan kekinian, termasuk content creator, juga memiliki peluang yang cukup besar sehingga perlu dikembangkan secara berkelanjutan.

Haerul Warisin mengapresiasi para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dan menerima bantuan peralatan. Ia meminta seluruh bantuan tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Bupati juga membuka ruang bagi peserta untuk kembali memperdalam keterampilan apabila masih membutuhkan pemantapan materi.

"Jangan ragu untuk datang kembali memperdalam ilmu jika masih membutuhkan pemantapan. Yang penting semakin percaya diri dengan keterampilan yang dimiliki," pesannya.

Sementara itu, Perwakilan BPVP Lombok Timur, Haeruziyat, menjelaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan menyalurkan anggaran APBN kepada sejumlah lembaga pelatihan sebagai bagian dari upaya menekan angka pengangguran yang saat ini mencapai sekitar 31 ribu orang di Lombok Timur.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan kompetensi yang lebih relevan, peserta diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri.

Pada Agustus 2026, pemerintah pusat memberikan Anggaran Belanja Tambahan. Melalui dukungan tersebut, LLK Selong memperoleh alokasi pelatihan untuk 720 peserta yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dalam beberapa gelombang.

Selain memperoleh pembelajaran dari para instruktur, peserta juga mendapatkan fasilitas berupa peralatan yang dapat digunakan sebagai penunjang kegiatan usaha.

Haeruziyat mengingatkan peserta agar mengikuti program tersebut dengan serius dan memanfaatkan fasilitas yang diberikan secara optimal. Kesempatan itu dinilai penting untuk membuka peluang karier sekaligus memberikan ruang kepada masyarakat lain yang akan mengikuti pelatihan pada gelombang berikutnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyematan kartu nama secara simbolis oleh Bupati Lombok Timur. Selanjutnya, Bupati bersama Wakil Bupati Lombok Timur menyerahkan bantuan peralatan dari DBH-CHT kepada sejumlah perwakilan penerima.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris.

Di akhir kegiatan, Bupati berharap komunikasi dan koordinasi antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Ketenagakerjaan terus diperkuat agar program peningkatan kompetensi tenaga kerja dapat berjalan berkesinambungan.

Tak Sekadar Menari, Anak Binaan LPKA Lombok Tengah Belajar Disiplin dan Percaya Diri

Okenews.net – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah terus menghadirkan program pembinaan yang kreatif, edukatif, dan membangun karakter anak binaan. Salah satunya melalui pembelajaran seni tari yang digelar pada Selasa (8/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi semakin menarik karena melibatkan mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram sebagai pendamping dan instruktur.


Dalam pembelajaran itu, anak binaan diperkenalkan sekaligus mempraktikkan Tari Gopala dan Tari Kecak. Para mahasiswa PKL terlebih dahulu memberikan contoh setiap gerakan, kemudian mendampingi anak binaan untuk mengikuti rangkaian gerakan secara bertahap.


Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Anak binaan tidak hanya diajak mengenal seni dan budaya, tetapi juga dilatih untuk berani tampil, berkonsentrasi, menjaga kekompakan, serta mengikuti setiap gerakan dengan disiplin.


Bagi LPKA Lombok Tengah, seni tari bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu. Lebih dari itu, seni menjadi media pembinaan yang dapat membantu anak binaan menggali potensi sekaligus membangun karakter positif.


Kepala LPKA Kelas II Lombok Tengah, Hidayat, mengapresiasi kolaborasi dengan mahasiswa IAHN Gde Pudja Mataram tersebut. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam program pembinaan sangat penting untuk memberikan pengalaman positif dan beragam kepada anak binaan.


“Melalui kegiatan seni, anak binaan dapat mengembangkan potensi dan kreativitas sekaligus belajar tentang disiplin dan kerja sama. Kami berharap pengalaman positif ini dapat menjadi bekal bagi mereka saat kembali ke masyarakat,” ujar Hidayat.


Ia menegaskan, LPKA Lombok Tengah akan terus mendorong lahirnya program-program pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga mampu membentuk mental dan karakter anak binaan.


Melalui kegiatan seni tari ini, anak binaan diharapkan semakin percaya diri, mampu bekerja sama, serta memiliki ruang untuk menyalurkan kreativitas secara positif.

Tangis Campur Bahagia, Ketua Baznas Lotim “Sebrangi Lautan” ke Gili Beleq

Okenews.net- Jarak dan kondisi geografis bukan penghalang bagi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur untuk terus hadir di tengah masyarakat. Hal itu dibuktikan melalui kegiatan “Sebrangi Lautan”, ketika Ketua Baznas Lombok Timur bersama jajaran dan timnya menyeberangi laut menuju Gili Beleq, Desa Pare Mas, Kecamatan Jerowaru, Selasa (8/9/2026).


Kehadiran rombongan Baznas Lotim tersebut dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sekaligus penyerahan santunan bagi anak yatim, fakir miskin, dan kaum dhuafa di Gili Beleq.


Kedatangan rombongan Baznas disambut hangat masyarakat. Warga terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, terlebih karena kehadiran pimpinan Baznas Lotim secara langsung menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat yang selama ini tinggal di wilayah kepulauan dengan akses yang tidak mudah.


Suasana haru bercampur bahagia pun terasa dalam kegiatan tersebut. Ketua Baznas Lotim mengaku tersentuh melihat antusiasme masyarakat Gili Beleq yang tetap semangat berkumpul dan mengikuti peringatan Maulid Nabi meski berada jauh dari pusat pemerintahan.


Menurutnya, perjalanan menuju Gili Beleq bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar Baznas memastikan kepedulian dan manfaat zakat dapat dirasakan masyarakat tanpa terkecuali.


“Kami menyeberangi lautan bukan karena dekatnya jarak, tetapi karena besarnya cinta dan kepedulian kepada saudara-saudara kita di Gili Beleq. Ketika melihat masyarakat berkumpul, anak-anak yatim tersenyum dan warga menyambut kami dengan penuh kehangatan, jujur hati saya sangat tersentuh. Ada rasa haru, tetapi juga kebahagiaan yang luar biasa,” ungkapnya.


Ia menegaskan, keberadaan Baznas tidak boleh hanya dirasakan masyarakat yang tinggal di perkotaan atau wilayah yang mudah dijangkau. Masyarakat pesisir, pulau-pulau kecil, hingga wilayah terpencil juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan manfaat dari zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun Baznas.


Dalam kesempatan tersebut, Ketua Baznas Lotim juga mengajak masyarakat Desa Pare Mas, khususnya warga Gili Beleq, untuk meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi.


Menurutnya, zakat bukan hanya kewajiban bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat, tetapi juga memiliki peran besar dalam memperkuat kepedulian sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan.


“Mari kita tunaikan zakat melalui Baznas Lombok Timur. InsyaAllah amanah dan tepat sasaran. Zakat yang kita keluarkan mungkin terlihat kecil bagi kita, tetapi bagi saudara kita yang membutuhkan, nilainya bisa sangat besar dan berarti bagi kehidupan mereka,” ajaknya.


Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW juga dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam hal kepedulian, kedermawanan, dan kasih sayang kepada sesama.


“Kecintaan kepada Rasulullah SAW jangan hanya kita tunjukkan dengan memperingati Maulid. Mari kita buktikan dengan memperbanyak amal, membantu sesama, menyantuni anak yatim, memperhatikan kaum dhuafa, dan berbagi sebagian rezeki kepada mereka yang membutuhkan,” tambahnya.


Dalam kegiatan tersebut, Baznas Kabupaten Lombok Timur menyerahkan santunan kepada sejumlah anak yatim, fakir miskin, dan kaum dhuafa di Gili Beleq.

Santunan tersebut merupakan bagian dari amanah zakat, infak, dan sedekah masyarakat Lombok Timur yang disalurkan kepada para penerima manfaat yang membutuhkan.


Bagi masyarakat Gili Beleq, kedatangan rombongan Baznas Lotim menjadi momen yang sangat berarti. Tidak hanya menerima santunan, warga juga merasa mendapatkan perhatian dan kepedulian meski tinggal di wilayah kepulauan yang membutuhkan perjalanan khusus untuk menjangkaunya.


Camat Jerowaru turut menyampaikan apresiasi atas langkah Baznas Lombok Timur yang hadir secara langsung di Gili Beleq. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi bukti bahwa perhatian kepada masyarakat tidak dibatasi oleh jarak dan kondisi geografis.


“Ini merupakan sesuatu yang sangat berarti bagi masyarakat kami. Kehadiran pimpinan Baznas Lotim secara langsung ke Gili Beleq tentu menjadi kebanggaan sekaligus membawa harapan bagi warga. Ini menunjukkan bahwa masyarakat di pulau juga menjadi bagian penting dari perhatian dan kepedulian sosial di Lombok Timur,” ujarnya.


Kelancaran kegiatan juga mendapat dukungan dari unsur pemerintahan dan keamanan setempat. Rombongan Baznas Lotim didampingi Camat Jerowaru, Polmas Desa Pare Mas, serta Babinsa.


Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, sekaligus memperlihatkan kolaborasi antara lembaga sosial, pemerintah, dan unsur keamanan dalam menghadirkan pelayanan serta kepedulian hingga ke wilayah kepulauan.


Kegiatan “Sebrangi Lautan” ditutup dengan tausiyah Maulid Nabi Muhammad SAW, doa bersama, dan ramah tamah antara jajaran Baznas Lotim dengan masyarakat Gili Beleq.

Senyum dan kebahagiaan terlihat di wajah warga, terutama anak-anak yatim serta penerima santunan yang mendapat perhatian langsung dari Baznas.


Melalui program “Sebrangi Lautan”, Baznas Kabupaten Lombok Timur ingin menegaskan bahwa gerakan zakat harus terus tumbuh dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Zakat tidak sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi instrumen kepedulian sosial yang mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.


Perjalanan menyeberangi laut menuju Gili Beleq pun meninggalkan pesan sederhana namun kuat: jarak bukan alasan untuk berhenti peduli.


Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian, Baznas Lotim berkomitmen untuk terus hadir, menyapa, berbagi, dan memastikan amanah zakat dapat dirasakan hingga pelosok dan pulau-pulau di Kabupaten Lombok Timur.


“Kami ingin tidak ada satu pun saudara kita yang merasa terlupakan. Sebab zakat adalah amanah, dan amanah itu harus sampai kepada mereka yang berhak menerimanya,” tutup Ketua Baznas Lotim.

Bupati Cup Voli Rarang Bakal Jadi Agenda Tahunan

Okenews.net Kejuaraan Voli Bupati Cup 2026 di Lapangan Bola Voli Rarang, Lombok Timur, mendapat perhatian khusus dari Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin. Turnamen tersebut dipastikan tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini, tetapi akan diarahkan menjadi agenda olahraga tahunan.

Hal itu disampaikan Haerul saat menghadiri penutupan Kejuaraan Voli Bupati Cup 2026 di Rarang, Selasa (8/9). Di hadapan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan, ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan turnamen tersebut setiap tahun.

“Kegiatan seperti ini adalah kegiatan yang akan kita lanjutkan setiap tahun. Kita jadikan turnamen di Desa Rarang ini sebagai agendanya Bupati Lombok Timur,” kata Haerul.

Tak hanya memastikan keberlanjutan turnamen, Bupati juga menyatakan akan meningkatkan dukungan anggaran pada pelaksanaan berikutnya. Dengan dukungan yang lebih besar, ia berharap kualitas penyelenggaraan dan pembinaan atlet voli di daerah juga semakin berkembang.

Menurutnya, keberadaan turnamen menjadi salah satu cara untuk membangun minat masyarakat terhadap olahraga, khususnya bola voli. Ia berharap ajang tersebut mampu memacu pemuda Rarang dan wilayah sekitarnya untuk menekuni olahraga secara serius.

Haerul mengakui peserta yang berlaga dalam kejuaraan tahun ini tidak seluruhnya berasal dari Rarang. Bahkan, sejumlah atlet datang dari luar Lombok Timur. Namun, kondisi tersebut dinilai dapat menjadi pemicu bagi atlet lokal untuk meningkatkan kemampuan dan tidak kalah bersaing.

“Justru ini kita harapkan menjadi motivasi bagi pemuda Rarang untuk lebih serius menekuni olahraga voli,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Haerul juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara serta aparat keamanan yang telah berperan menjaga kelancaran selama turnamen berlangsung.

Sementara itu, laga puncak mempertemukan ATN Samudera Rarang dengan LTP Bank NTBS. Tampil sebagai tuan rumah, ATN Samudera Rarang berhasil keluar sebagai pemenang dan menutup Kejuaraan Voli Bupati Cup 2026 dengan hasil membanggakan.

Senin, 07 September 2026

Pemda Lotim Kejar 127 Gerai KDKMP, Lahan Jadi Kendala

Okenews.net– Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mendorong percepatan pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang hingga kini belum terealisasi di sebagian wilayah.

Dari total 254 desa/kelurahan di Lombok Timur, sebanyak 101 gerai KDKMP masih dalam proses pembangunan dan 26 gerai telah rampung. Sementara 127 gerai lainnya belum mulai dibangun.

Persoalan lahan menjadi salah satu kendala utama. Sejumlah lokasi yang tersedia dinilai belum memenuhi persyaratan, terutama karena letaknya kurang strategis.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Penyiapan Lahan Pembangunan KDKMP di Aula Kodim 1615 Lombok Timur, Senin (7/9/2026).

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin meminta seluruh kepala desa maupun lurah segera mencari solusi agar pembangunan gerai KDKMP tidak terus tertunda.

Menurutnya, pembangunan gerai tersebut merupakan program pemerintah yang harus dimanfaatkan secara maksimal karena nantinya menjadi aset yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat.

“Ini menjadi PR kita bersama. Sangat penting untuk kita cari solusi dan kita selesaikan bersama,” tegas Haerul Warisin.

Ia menargetkan seluruh desa dan kelurahan di Lombok Timur dapat memiliki gerai KDKMP. Terlebih, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk pembangunan setiap gerai.

“Harus kita manfaatkan. Kapan lagi kita akan memiliki bangunan sebesar itu yang dibangunkan oleh pemerintah dengan dana Rp1 miliar,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan lahan, Bupati menawarkan sejumlah alternatif. Pembangunan dapat dilakukan di atas tanah pecatu, melakukan tukar guling apabila lokasinya tidak strategis, memanfaatkan aset Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, maupun menggunakan lahan milik Pemerintah Provinsi NTB.

Haerul juga meminta kepala desa dan penjabat kepala desa aktif berkomunikasi dengan masyarakat apabila diperlukan penyesuaian lokasi.

“Kalau lahannya tidak di pinggir jalan agar bisa tukar guling. Cari jalan keluarnya,” katanya.

Ia berharap desa yang telah memiliki lahan pecatu dapat segera memanfaatkannya sehingga pembangunan KDKMP bisa berjalan lebih cepat dan tidak menimbulkan kesenjangan fasilitas antardesa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut mengapresiasi keterlibatan Kodim 1615 Lombok Timur dalam mendukung percepatan pembangunan fisik maupun distribusi kebutuhan KDKMP.

“Semangat membangun dari TNI inilah yang sangat kita perlukan,” pujinya.

Sementara itu, Komandan Kodim 1615 Lombok Timur Letkol Inf. Hadiyansyah menjelaskan, pembangunan KDKMP yang belum selesai bukan berarti mangkrak. Sebagian besar disebabkan pembangunan belum dimulai karena berbagai persoalan di lapangan.

Untuk pembangunan tahap II, sebanyak 26 titik telah mencapai progres 100 persen. Kemudian 15 titik berada pada progres 91–99 persen, 20 titik mencapai 81–90 persen, sedangkan 68 titik masih berada pada progres 71 persen ke bawah.

Dandim juga memaparkan sebaran 127 gerai yang belum dibangun. Kecamatan Sakra Barat menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 20 desa.

Selain pembangunan fisik, KDKMP yang telah rampung nantinya mendapatkan dukungan sarana dan prasarana. Terdapat 17 jenis sarpras yang disiapkan, di antaranya truk, mobil pikap, kendaraan roda tiga, AC, rak gerai, mesin kasir beserta aplikasinya, CCTV, modem internet, seragam, genset, brankas, dan kipas.

Hadiyansyah menyebutkan, pendistribusian sarpras tersebut dilakukan secara bertahap dari pemerintah pusat sehingga tidak seluruh unit menerima perlengkapan pada waktu yang bersamaan.

“Untuk sarpras ini kami menunggu dari pusat. Tidak semua langsung didistribusikan, tetapi secara bergantian dan bertahap dikirim dari pusat,” jelasnya.

Terkait kendala pembangunan, Dandim menyebut terdapat dua persoalan yang sempat muncul, yakni adanya klaim lahan oleh ahli waris dan penolakan masyarakat terhadap penggunaan lahan tertentu.

Namun, kedua persoalan tersebut telah dimediasi dan diselesaikan. Persoalan klaim lahan oleh ahli waris telah dituntaskan, begitu pula keberatan masyarakat terhadap penggunaan fasilitas olahraga sebagai lokasi pembangunan.

Dengan penyelesaian sejumlah persoalan tersebut, Pemkab Lombok Timur berharap pembangunan 127 gerai KDKMP yang belum terealisasi dapat segera dikejar sehingga seluruh desa dan kelurahan memiliki fasilitas koperasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

IWAPI Lombok Timur Diminta Garap Potensi Alam dan Buka Lapangan Kerja

Okenews.net Sebanyak 38 pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Lombok Timur periode 2026–2031 resmi dilantik dan dikukuhkan.

Prosesi pelantikan berlangsung di Pendopo Bupati Lombok Timur, Senin (7/9/2026), dan menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat peran perempuan dalam dunia usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengapresiasi keberadaan IWAPI yang dinilainya beranggotakan para pengusaha mandiri dan tangguh.

Menurutnya, para pengusaha yang tergabung dalam IWAPI selama ini mampu menjalankan usaha secara mandiri tanpa menjadikan pemerintah sebagai tumpuan utama dalam menjalankan bisnis.

"IWAPI ini isinya orang-orang baik, pengusaha mandiri yang tidak pernah merepotkan pemerintah atau meminta-minta proyek," ujar Bupati.

Ia berharap amanah kepengurusan selama lima tahun ke depan tidak berhenti pada pengembangan usaha masing-masing anggota. Ada tiga hal penting yang harus menjadi perhatian, yakni membangun usaha, membuka lapangan pekerjaan dan memberdayakan masyarakat.

Bupati juga mendorong IWAPI Lombok Timur melihat potensi sumber daya alam (SDA) yang tersedia di daerah sebagai peluang untuk dikembangkan menjadi usaha produktif.

"Lombok Timur ini sangat kaya. Apa yang tidak ada di daerah lain, di sini semua ada. Karena SDA kita melimpah, IWAPI harus berpikir bagaimana menyandingkan peluang usaha dengan potensi alam yang ada," katanya.

Menurut Haerul Warisin, kemajuan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dengan dunia usaha dan sektor swasta menjadi bagian penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, ia mengajak IWAPI membangun kemitraan yang kuat dengan pemerintah daerah sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk memanfaatkan digitalisasi dalam pengembangan bisnis.

Bupati berharap program kerja IWAPI periode 2026–2031 mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

"Keberhasilan sejati IWAPI adalah ketika kehadirannya mampu menghidupi keluarga, membantu tetangga, serta memberi manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat banyak," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPC IWAPI Lombok Timur Ny. Hj. Sri Mahyu Wardhani menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut selama lima tahun mendatang.

Ia menilai amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk memperkuat solidaritas sekaligus meningkatkan peran strategis perempuan pengusaha di Lombok Timur.

"Amanah ini merupakan tanggung jawab besar untuk memperkuat solidaritas serta meningkatkan peran strategis perempuan pengusaha di Lombok Timur. Saya yakin dan percaya, berkat kerja sama serta kekompakan kita semua, IWAPI Lombok Timur mampu memberikan kiprah terbaiknya," ujarnya.

Sri Mahyu Wardhani menjelaskan, IWAPI tidak hanya menjadi wadah bagi perempuan yang telah menjalankan usaha, tetapi juga terbuka bagi perempuan yang baru ingin memulai langkah di dunia kewirausahaan.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara aktivitas usaha dan peran perempuan dalam keluarga.

Di sisi lain, IWAPI Lombok Timur berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor, terutama dengan pemerintah daerah, dalam mendorong perkembangan UMKM.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, IWAPI siap menjadi mitra aktif pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dan membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pelantikan 38 pengurus tersebut pun diharapkan bukan sekadar agenda organisasi, melainkan menjadi titik awal bagi IWAPI Lombok Timur untuk menghadirkan program yang berdampak nyata terhadap kemajuan ekonomi daerah dan pemberdayaan perempuan selama periode 2026–2031.

Warga Dapat Kepastian Soal Waktu, Pengukuran Terjadwal Percepat Layanan Pertanahan

Okenews.net- Layanan Pengukuran Terjadwal yang diterapkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sejak 17 Agustus 2026 mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain memberikan kepastian waktu, layanan ini juga dapat mempercepat pelaksanaan pengukuran tanah. Hal tersebut dirasakan Septiah Wulandari (36), warga Meruya Utara, Jakarta Barat, yang jadwal pengukurannya dimajukan hampir satu bulan.

Juli lalu, Septiah Wulandari mengajukan permohonan untuk mendaftarkan tanah warisan milik keluarganya ke Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Administrasi Jakarta Barat. Kala itu, ia mendapatkan jadwal pengukuran cukup lama, yakni 23 September 2026. Namun, setelah layanan Pengukuran Terjadwal diterapkan, waktu tunggu pengukuran tanahnya jadi bisa dipercepat.

Setelah dapat kabar percepatan jadwal, Septiah Wulandari melakukan pembayaran Surat Perintah Setor (SPS) pada 28 Agustus 2026. Lima hari kemudian, tepatnya 2 September 2026, petugas Kantah Kota Administrasi Jakarta Barat datang melakukan pengukuran bidang tanah miliknya. Jadwal tersebut maju hampir satu bulan dari jadwal yang sebelumnya ia terima.

“Kaget kemarin dapat WhatsApp kalau pengukurannya ternyata dipercepat sebulan. Sempat berpikir ini penipuan atau bukan, jadi saya konfirmasi langsung ke BPN. Ternyata benar, memang banyak berita kalau lagi berbenah ya BPN buat mempercepat layanan 12 hari,” ujar Septiah Wulandari di sela-sela menyaksikan proses pengukuran bidang tanahnya, Rabu (02/09/2026).

Percepatan jadwal pengukuran tanah sangat membantunya karena proses pengurusan tanah warisan yang ia urus secara mandiri ini jadi bisa segera berlanjut ke tahapan berikutnya. “Satu bulan lebih maju. Lumayan banget. Apalagi saya mengurus sendiri, jadi benar-benar harus mengikuti prosesnya dari awal,” kata Septiah Wulandari.

Pengalaman serupa dirasakan Iwan Prastika (66), warga Jakarta Barat yang juga mengurus sertipikasi tanahnya secara mandiri. Setelah melengkapi sejumlah persyaratan dan menyerahkan dokumen ke Kantah Kota Administrasi Jakarta Barat, ia diinfokan baru bisa mendapatkan jadwal pengukuran dengan waktu tunggu sekitar tiga bulan. Kondisi ini terjadi sebelum layanan Pengukuran Terjadwal mulai diterapkan. 

Tak lama setelah layanan Pengukuran Terjadwal diterapkan, Iwan Prastika dapat pemberitahuan dari Kantah kalau jadwal pengukurannya bisa lebih cepat. Kepastian tersebut membuatnya lebih tenang karena dapat mengetahui kapan petugas akan datang melakukan pengukuran. “Kita sangat senang sekali. Daripada nunggu-nunggu, sudah lama capek kita menunggunya. Sekarang pengajuannya lebih cepat, kita jadi tenang,” ungkapnya.

Baginya, kepastian waktu dalam proses layanan juga membuat masyarakat lebih mudah mengatur waktu untuk mengurus kebutuhan pertanahannya secara mandiri. “Sebetulnya kalau kita sudah terjun langsung, lebih enak kita urus sendiri. Memang mesti meluangkan waktu, tetapi kita jadi tahu prosesnya,” tuturnya.

Pengalaman Septiah dan Iwan menunjukkan manfaat Pengukuran Terjadwal dalam memberikan kepastian sekaligus memangkas waktu tunggu masyarakat. Setelah pembayaran SPS dilakukan, pengukuran bidang tanahnya dapat dilaksanakan dalam waktu lima hari, sesuai dengan semangat layanan yang menetapkan masa tunggu pengukuran maksimal tujuh hari.

Penerapan layanan ini juga terus diperkuat di berbagai Kantor Pertanahan. Di Jakarta Barat, misalnya, waktu tunggu pengukuran yang sebelumnya sekitar 139 hari telah turun menjadi enam hari setelah dilakukan penguatan sumber daya petugas ukur. Kondisi ini menunjukkan bahwa penataan jadwal dan penguatan kapasitas layanan dapat memangkas waktu tunggu masyarakat secara signifikan.

Pengukuran Terjadwal telah diterapkan di 455 Kantah sebagai bagian dari transformasi layanan pertanahan. Melalui layanan ini, masyarakat bisa memperoleh informasi yang lebih pasti mengenai waktu pengukuran sehingga dapat menyiapkan waktu dan kebutuhan yang diperlukan.

Transformasi layanan dilakukan Kementerian ATR/BPN untuk menghadirkan pelayanan yang bisa memberikan kepastian bagi masyarakat. Menurut Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, pemerintah harus memberikan “karpet merah” kepada masyarakat dalam layanan pertanahan, bukan justru membuat masyarakat menghadapi proses yang berbelit dan tidak pasti.

BAZNAS Lombok Timur Hadirkan Senyum Anak Yatim di Masjid Jami’ Darusalam Dasan Baru

Okenews.net- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur menyerahkan bantuan santunan kepada anak-anak yatim dalam rangka peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Darusalam Dasan Baru, Desa Bagik Payung Selatan, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Senin, 7/9


Penyerahan santunan tersebut merupakan wujud kepedulian BAZNAS Kabupaten Lombok Timur terhadap anak-anak yatim sekaligus bagian dari komitmen dalam mendistribusikan dana zakat, infak dan sedekah kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat.


Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Acara tersebut dihadiri oleh Pejabat Gubernur Nusa Tenggara Barat, para Tuan Guru, jajaran BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, Camat Suralaga, unsur Forkopimcam Kecamatan Suralaga, Kepala Desa Bagik Payung Selatan, pengurus Masjid Jami’ Darusalam Dasan Baru, tokoh agama, tokoh masyarakat serta para tamu undangan.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, Dr. H. Hamidi, ST., M.Pd, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak, kepedulian dan kasih sayang beliau terhadap sesama.


Menurutnya, Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat besar tentang pentingnya memperhatikan anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.


“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai sebuah kegiatan seremonial. Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama kepedulian beliau terhadap anak-anak yatim, kaum dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan.”


Dr. H. Hamidi menjelaskan bahwa BAZNAS Kabupaten Lombok Timur terus berkomitmen untuk menjalankan amanah pengelolaan zakat, infak dan sedekah secara profesional, transparan dan tepat sasaran agar dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat.


“Dana zakat, infak dan sedekah yang dikelola oleh BAZNAS adalah amanah dari para muzaki dan masyarakat. Oleh karena itu, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan amanah tersebut benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerimanya dan memberikan manfaat nyata.”


Ia berharap santunan yang diberikan kepada anak-anak yatim tersebut tidak hanya dilihat dari nilai materi, tetapi juga sebagai bentuk perhatian, kasih sayang dan dukungan moral kepada mereka.


“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan kebahagiaan dan semangat kepada anak-anak kita. Mereka adalah generasi penerus yang harus kita jaga bersama. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat, berakhlak mulia, berilmu dan mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa dan daerah.”


Lebih lanjut, Wakil Ketua II BAZNAS Lombok Timur tersebut mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan semangat berzakat, berinfak dan bersedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.


Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Jami’ Darusalam Dasan Baru menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Lombok Timur atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak yatim dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.


“Kami atas nama pengurus Masjid Jami’ Darusalam Dasan Baru dan seluruh masyarakat menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS Kabupaten Lombok Timur. Kehadiran BAZNAS dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, khususnya melalui penyerahan santunan kepada anak-anak yatim, merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi masyarakat.”


Ia menilai bahwa bantuan tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW tentang kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim.


“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat untuk semakin meningkatkan kepedulian sosial. Semangat Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada peringatan, tetapi diwujudkan melalui perbuatan nyata, saling membantu dan memperhatikan saudara-saudara kita yang membutuhkan.”


Kegiatan tersebut berlangsung penuh khidmat dan menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai keagamaan, ukhuwah Islamiyah serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.


Melalui momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, BAZNAS Kabupaten Lombok Timur kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat melalui berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat, infak dan sedekah.


Dengan semangat meneladani Rasulullah SAW, BAZNAS Kabupaten Lombok Timur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian, kebersamaan dan semangat berbagi demi terwujudnya masyarakat Lombok Timur yang religius, peduli dan sejahtera.

Pengurus Baru ABKIN NTB Dilantik: Profesionalisme Guru BK Diperkuat melalui Seminar Internasional


Okenews.net
— Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PD ABKIN) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2030 resmi dilantik dalam rangkaian Seminar Internasional ABKIN NTB, Senin (7/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 3 Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTB, Jalan Gajah Mada No. 173, Jempong Baru, Mataram, dengan mengangkat tema peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru BK.

Pelantikan kepengurusan baru menjadi momentum penguatan organisasi profesi sekaligus membuka agenda pengembangan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) secara berkelanjutan di seluruh wilayah NTB.

Rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Umum Pengurus Besar ABKIN Prof. Dr. Muh. Farozi M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Dr. Syamsul Hadi M.Pd, serta Kepala BGTK NTB Dr. Wirman Kasmayadi S.Pd M.Si.

Hadir pula akademisi, praktisi pendidikan, konselor, dan guru BK dari berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring profesional dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling.

Ketua Umum Pengurus Besar ABKIN Prof. Dr. Muh. Farozi M.Pd berharap NTB mampu menjadi role model pengembangan profesi guru BK secara nasional melalui inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan.

Harapan tersebut memberikan arah bagi kepengurusan baru untuk mengembangkan organisasi yang responsif terhadap perubahan pendidikan sekaligus mendorong guru BK meningkatkan kapasitas profesional secara konsisten.

Guru BK Didorong Mengawal Pembinaan Karakter

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Dr. Syamsul Hadi M.Pd menekankan peran strategis guru BK dalam mengawal pembinaan karakter peserta didik di lingkungan pendidikan.

"Guru BK memiliki posisi penting dalam mendampingi perkembangan peserta didik pada aspek pribadi, sosial, akademik, serta kesiapan menghadapi berbagai persoalan selama proses pendidikan," ujarnya. 

Penguatan peran tersebut membutuhkan peningkatan kompetensi yang mampu menyesuaikan layanan bimbingan dan konseling dengan karakteristik peserta didik serta perkembangan persoalan pendidikan.

Sementara itu, Kepala BGTK NTB Dr. Wirman Kasmayadi S.Pd M.Si mendorong penguatan sinergi antara BGTK NTB dan ABKIN NTB dalam mengawal program “Tujuh Jurus Guru BK Hebat.”

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bimbingan dan konseling sekaligus memperkuat pemahaman berbagai unsur pendidikan terhadap fungsi strategis layanan BK.

Menurut Wirman, pemahaman mengenai bimbingan dan konseling perlu berkembang secara luas agar seluruh unsur pendidikan dapat mendukung pelayanan yang lebih bermutu bagi peserta didik.

Pengembangan kompetensi secara berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam agenda tersebut karena guru BK perlu memperbarui pengetahuan, keterampilan, dan pendekatan sesuai kebutuhan peserta didik.

Seminar Internasional Dorong Penguatan Guru BK

Seminar Internasional ABKIN NTB menjadi bagian utama dari rangkaian kegiatan setelah pelantikan dengan menghadirkan narasumber yang membahas berbagai persoalan aktual dalam praktik bimbingan dan konseling.

Muhammad Safuan Bin Abdullah KB PA dari Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia membawakan materi “Beyond Counseling: Memperkuat Guru BK dengan Kemahiran Psychological First Aid, Stabilisasi Emosi dan Intervensi Awal Krisis.”

Materi tersebut memberikan perspektif mengenai penguatan kemampuan guru BK dalam menghadapi persoalan psikologis, kondisi krisis, serta kebutuhan peserta didik yang memerlukan pendampingan.

Dosen Universitas Hamzanwadi Dr. Suhartiwi M.Pd Kons menghadirkan materi “Layanan Klasikal Menginternalisasikan Nilai-Nilai Ta'lim Muta'allim untuk Membentuk Karakter Murid.”

Pembahasan tersebut mengarahkan layanan klasikal pada penguatan karakter melalui internalisasi nilai pendidikan sehingga guru BK memiliki pendekatan yang lebih kontekstual dalam mendampingi peserta didik.

Sementara itu, Harmoko S.Pd M.Pd Kons Gr selaku konselor pendidikan membawakan materi “Seni Menyingkap Trauma & Potensi Murid melalui Permainan Terapeutik.”

Materi tersebut memperkenalkan pendekatan kreatif yang dapat digunakan guru BK untuk membantu peserta didik mengenali pengalaman, mengelola persoalan, dan mengembangkan potensi secara positif.

Ragam materi seminar memperluas pembahasan mengenai kompetensi guru BK melalui isu penanganan krisis, penguatan karakter, serta pengembangan potensi peserta didik dalam layanan pendidikan.

Kehadiran narasumber dari Malaysia juga memberikan perspektif internasional bagi peserta mengenai perkembangan praktik konseling dan kebutuhan kompetensi profesional dalam menghadapi persoalan peserta didik.

Institut Elkatarie Raih Penghargaan, Dukung Layanan Konseling di PA Selong

Okenews.net- Komitmen Institut Elkatarie dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat mendapat apresiasi dari Pengadilan Agama (PA) Selong. Perguruan tinggi tersebut menerima penghargaan atas dukungannya terhadap pelaksanaan layanan konseling bagi masyarakat di lingkungan Pengadilan Agama Selong.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Rektor Institut Elkatarie, Dr. Asbullah Muslim, dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Pengadilan Agama Selong.

Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Institut Elkatarie dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat, khususnya melalui layanan konseling. Program tersebut diharapkan mampu memberikan pendampingan sekaligus membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan dukungan dan pendekatan yang humanis.

Dr. Asbullah Muslim menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi dorongan bagi Institut Elkatarie untuk semakin aktif membangun kerja sama dengan berbagai lembaga.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, terutama melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dr. Asbullah Muslim.

Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pelayanan publik seperti Pengadilan Agama memiliki nilai strategis. Kolaborasi tersebut tidak hanya memperluas ruang pengabdian akademik, tetapi juga dapat menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, humanis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kerja sama Institut Elkatarie dengan Pengadilan Agama Selong diharapkan terus berkembang, sehingga keberadaan perguruan tinggi tidak hanya dirasakan dalam ruang akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung di tengah masyarakat.

Institut Elkatarie pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir melalui berbagai program pengabdian dan kerja sama kelembagaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan perguruan tinggi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Tak Sekadar Ilmu Pertanahan, Rocky Gerung Nilai Taruna/i Politeknik Agraria STPN Belajar Banyak Disiplin Ilmu

Okenews.net- Pengelolaan pertanahan tidak dapat dipahami hanya melalui aspek teknis dan administrasi pertanahan. Menurut Rocky Gerung, persoalan tanah berkaitan erat dengan banyak disiplin ilmu, mulai dari hukum, politik, ekonomi, ekologi, hingga psikologi. Hal tersebut membuat Taruna dan Taruni Politeknik Agraria STPN memiliki lingkup belajar yang sangat luas.

“Jadi, Teman-teman yang belajar di sini sebenarnya belajar semua ilmu. Ilmu tentang psikologi, ilmu tentang administrasi, ilmu tentang hukum tata negara, ilmu tentang politik, ilmu tentang global security, ilmu tentang ekologi, ilmu tentang kematian, ilmu tentang cacing. Jadi ini kampus yang paling lengkap sebetulnya,” ujar Rocky Gerung saat mengisi Kuliah Umum di Politeknik Agraria STPN, Sleman, D.I. Yogyakarta pada Jumat (04/09/2026).

Rocky Gerung kemudian membandingkan ruang belajar di Politeknik Agraria STPN dengan institusi pendidikan lainnya. Menurutnya, mahasiswa di institusi tertentu cenderung mendalami disiplin ilmu yang spesifik, sementara taruna dan taruni di Politeknik Agraria STPN dituntut untuk memahami berbagai perspektif karena objek yang dipelajari, yakni tanah, bersinggungan dengan banyak bidang kehidupan.

“Kalau Anda ada di Akmil, Anda cuma belajar tentang cara mempertahankan negara. Kalau Anda ada di UI, Fakultas Ekonomi, Anda hanya diajarkan tentang _supply demand_ dari tanah. Kalau di Fakultas Teknik, ITB, Anda cuma diajarkan untuk melihat struktur tanah secara geologi. Anda ada di IPB, Anda cuma diajarkan cara memupuk tanah. Anda ada di sini, Anda belajar semua hal, kendati kurikulumnya tidak ada, tapi otomatis Anda mesti ambil risiko belajar semua hal,” tutur Rocky Gerung.

Pemahaman dasar terhadap tanah, menurutnya bisa dimulai dari pertanyaan mengenai makna tanah bagi negara, masyarakat, maupun pihak lainnya. “Keinginan kita untuk kuliah di institut ini adalah untuk memahami tanah itu sebetulnya apa maknanya bagi negara, karena Anda akan mengurus tanah negara, tapi lebih penting melihat kapan dan dengan siapa atau oleh siapa perebutan makna itu diselesaikan,” kata Rocky Gerung.

Akademisi dan filsuf Indonesia ini menjelaskan contoh perbedaan pemaknaan tanah antara negara, masyarakat adat, dan korporasi. Bagi negara, penguasaan tanah diwujudkan dalam bentuk hukum, sementara bagi masyarakat adat, tanah memiliki hubungan dengan leluhur dan kehidupan yang berlangsung secara turun-temurun. Adapun bagi korporasi, tanah dapat dipandang sebagai komoditas.

Perubahan pemaknaan terhadap tanah juga dapat terjadi seiring perubahan kepentingan dan fungsi suatu wilayah. Tanah yang awalnya memiliki makna adat dapat berubah menjadi tanah negara dan kemudian menjadi komoditas ketika terdapat kepentingan pembangunan. “Jadi kita tahu bahwa soal tanah ini adalah soal yang menyebabkan seluruh masalah ini timbul,” ujar Rocky Gerung.

Ia menilai persoalan pertanahan memiliki konsekuensi yang panjang. Oleh karena itu, para calon insan pertanahan perlu memiliki keberanian untuk memahami persoalan tanah secara lebih luas dan tidak berhenti pada aspek teknis. “Kita berupaya untuk menghindari pertanyaan karena menganggap kesalahan itu selalu bisa dimaafkan, tapi kesalahan dalam mengolah tanah tidak mungkin dimaafkan karena dia akan permanen,” pungkas Rocky Gerung.

Kuliah umum bertema "Tanah, Negara, dan Rakyat: Memaknai Kembali Transformasi Pelayanan Pertamahan dalam Perspektif Kebangsaan" ini, turut dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid. Kuliah umum juga diikuti oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN; Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN; seluruh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi beserta jajaran; dan lebih dari 500 Taruna/i Politeknik Agraria STPN. 

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi