Fenomena, Sebagian Masyarakat Dinilai Lebih Takut Tidak Dapat JPS Daripada Takut Covid-19 - Okenews.net | PT Bintang Mediaoke Pratama. All rights reserved

Breaking

Halaman

Kamis, 14 Mei 2020

Fenomena, Sebagian Masyarakat Dinilai Lebih Takut Tidak Dapat JPS Daripada Takut Covid-19

Saipul Muslimin
OkeNews - Kepala Desa Setungkeplingsar Kecamatan Keruak, Lombok Timur NTB, Saipul Muslimin menilai, ditengah pemberian bantuan terhadap masyarakat terdampak covid-19, ia melihat sebagian masyarakat seolah-olah lebih takut tidak dapat jatah bantuan atau jaring pengaman sosial (JPS) dari pada virus ganas itu.

"Sebagian masyarakat sepertinya lebih takut gak dapat bantuan ketimbang takut sama virus corona yang sangat-sangat mematikan ini," ungkap Saipul Muslimin pada wartawan, Rabu (13/05/2020) di kantornya.

Ungkapan tersebut lanjutnya bukan tanpa alasan. Lihat saja, kata dia, belakangan ini fenomena sebagian masyarakat sudah mulai menganggap wabah virus ini hal biasa. Hal itu bisa dilihat dari aktifitas masyarakat yang masih banyak belum menggunakan masker, masih banyak kerumunan, dan mengabikan protap kesehatan.

Terkait hal itu, ia mengegaskan hal ini tentu tidak bisa dibiarkan. Oleh sebab itu, ia bersama bersama tim terus bergerak untuk mengajak masyarakat agar tidak mengabaikan protap kesehatan ditengah covid-19 sebagaimana imbauan pemerintah.

"Jangan lalai dan lupa hal yang harus kita lakukan, menjauhi kerumunan, selalu menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan olah raga yang cukup," ajaknya.

Selain itu, ia bersama tim dan relawan desa terus melakukan pemantauan dengan turun di masyarakat untuk melakukan edukasi agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.

"Kita selaku tim di desa sekarang ini terus menekankan pengunaan masker kepada masyarakat secara masif. Kita terus kerahkan semua aparat di masing-masing dusun untuk mengawasi semua pergerakan masyarakat apakah mereka mengenakan masker atau tidak," tegasnya.

Jika mereka ditemukan tidak mengenkan masker, maka pihaknya segera memberikan edukasi, bahkan kalau ada yang terkesan tidak mengindahkan, ia bersama tim dengan tegas memberikan peringatan keras.

"Hal itu kita lakukan agar tidak ada lagi korban jiwa. Dan alhamdulillah di desa kita ini, kesadaran masyarakat sudah meningkat, bahkan masyarakat sendiri datang langsung meminta masker ke kantor desa," ujarnya.

Menyinggung soal bantuan, ia kembali menegaskan, pemerintah terus memperbaiki data agar masalah bantuan pada tahap berikutnya tidak ada masalah.

"Kita yakin pemerintah tidak ada yang menginginkan masyarakatnya tidak dapat. Oleh sebab itu pemerintah hingga saat ini terus bekerja. Tetapi yang perlu disadari tidak ada pekerjaan yang sempurna. Jadi kita harap masyarakat juga harus menyadari hal itu," ungkapnya.

Sekarang ini yang terbaik bagi semua masyarakat kata dia, mari tetap jaga kesehatan. Jangan melihat dan selalu menyalahkan pemerintah. "Saat ini mari bersyukur, ditengah pandemi ini kita masih bisa menikmati sehat dan kumpul bareng keluarga, sementara sebagian lainnya sedang berjuang menghadapi penyakit, terutama penyakit yang disebabkan virus corona ini," ungkapnya seraya berharap masyarakat bersabar dan bersyukur.