Korona: Stay At Home Perintah Rasulullah Saw - OKENEWS.NET | PT Bintang Mediaoke Pratama. All rights reserved

Breaking

Halaman

Jumat, 22 Mei 2020

Korona: Stay At Home Perintah Rasulullah Saw

Oleh: Siti Raihanun (Mahasiswa Prodi Tadris Fisika UIN Mataram)

Belakangan ini paling hangat diperbincangkan warga global adalah mengenai virus corona. Hal ini terjadi karena virus tersebut sangat mudah menyangkiti dan sudah tersebar di hampir seluruh Negara. Virus corona yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada akhir tahun lalu. Sementara Pemerintah Indonesia sendiri mengumumkan adanya kasus covid-19 dari bulan Maret 2020, dan telah ditetapkan sebagai pandemik global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Coronavirus atau virus korona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan, gejala yang timbul akibat virus ini ialah hidung beringus, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, demam dan merasa tidak enak badan. Namun hal yang perlu saya tegaskan beberapa virus corona dapat menyebabkan gejala yang parah, infeksinya dapat berubah menjadi bronchitis dan pneumonia yang mengakibatkan gejala seperti, demam yang mungkin cukup tinggi, batuk dengan lender, sesak napas dan nyeri dada. Infeksipun bisa semakin parah jika yang terjangkit adalah orang yang sudah memang mempunyai penyakit jantung atau paru-paru, dan pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemas seperti bayi dan lansia.

Pemerintah kita di Indonesia pun menganjurkan kepada masyarakat berbagai kegiatan yang harus kita lakukan untuk mencegah tertularnya dari virus korona ini, seperti sering mencuci tangan, hindari kontak dekat dengan orang lain, menggunakan masker, menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut, menghindari kerumunan, menghindari berjabat tangan. Selanjutnya kita harus tetap berada di dalam rumah, dan pemerintah pun sudah menerapkan atau menganjurkan physical distancing untuk kita atau seluruh warga Negara guna memutus rantai penyebaran virus ini. Physical distancing adalah pembatasan fisik atau menjaga jarak guna mengendalikan atau menghentikan penyebaran penyakit penularan virus ganas itu.
           
Jika menelusuri sejarah di zaman Rasulullah Saw pernah muncul sebuah wabah yang menular dan mematikan, yaitu wabah kusta yang melanda masyarakat Madinah. Dalam suatu riwayat disampaikan bahwa Rasulullah Saw meminta masyarakat untuk menjauhi penderita kusta. Imam Bukhari meriwayatkan hadist dari Abu Hurairah dari Nabi Saw beliau bersabda: ”Menyingkirlah dari orang-orang yang berpenyakitan kusta, seperti kamu menyingkir dari singa". Dan dalam riwayat lain, Rasulullah Saw memberikan batasan yang tegas agar kita menjaga jarak dari penyakit kusta. Selanjutnya Rasulullah Saw besabda: “Berbicaralah dengan orang yang berpenyakit kusta dalam jarak kira-kira satu tombak atau dua tombak".

Jadi sebenarnya, jaga jarak untuk menghindari penyakit menular sudah ada sejak lama. Rasulullah SAW pernah menerapkan hal ini. Rasulullah juga menganjurkan untuk isolasi bagi yang sedang sakit dengan yang sehat agar penyakit yang dialaminya tidak menular kepada orang lain. Hal ini dapat kita lihat dalam hadist Rasulullah yang artinya: “Janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Dalam Hadist lain Rasulullah Saw juga menjelaskan mengenai penanganan suatu wabah, Rasulullah Saw bersabda: ”Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya.Tapi jika wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu”.
         

Pada  masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab juga yaitu pada abad ke 18 hijriyah, pernah terjadi serangan wabah yang paling berat yaitu wabah awamas atau penyakit thaun. Kenapa wabah ini dikatakan awamas atau thaun karena pusat wabah itu ada di kampung kecil yang bernama Amawas. Wabah ini telah menewaskan puluhan ribu orang, termasuk para sahabat Rasulullah Saw. Selanjutnya Amr bin Ash menggantikan gubernur sebelumnya yaitu Ubaidah bin Jarrah dan Muaz bin Jabl yang meninggal karena wabah ini. Selang beberapa waktu Amr bin Ash mengatkan bahwa wabah itu seperti api "selama masih ada kayu bakar dia akan terus menyala". Artinya adalah selama masih ada orang yang sehat, wabah akan terus menyebar dan kemudian Amr bin Ash memutuskan untuk meminta warga yang sehat untuk menyingkir ke bukit-bukit atau dalam istilah yang kita kenal sekarang ialah physical distancing.
         

Dari pembahasan di atas, maka sangat penting bagi kita untuk menjaga jarak aman saat berinteraksi dengan penderita penyakit menular seperti wabah pada saat ini, atau istilahnya melakukan physical distancing, karena social distancing atau physical distancing merupakan cara yang efektif untuk mengehentikan persebaran wabah penyakit menular baik itu wabah thaun, kusta maupun wabah korona. Namun perlu kita ketahui, setiap sesuatu yang terjadi pasti ada hikmahnya begitupun dengan wabah korona ini, mungkin dengan adanya virus ini kita menjadi lebih menjaga kebersihan, membuat kita selalu full time bersama keluarga dan sebagai penguji keimanan kita.
           

Dalam hal tersebut marilah kita belajar meneladani cara Rasulullah dalam menghadapi penyakit menular atau wabah virus  dan mari kita mengikuti instruksi atau anjuran pemerintah demi kebaikan bersama. Sekarang berdiam diri di rumah akan sangat berguna untuk seribu tahun ke depan.