Solusi Jualbeli Ditengah Pandemi, Mahasiswa UNHAM Luncurkan Lapak Desa - OKENEWS.NET | PT Bintang Mediaoke Pratama. All rights reserved

Breaking

Halaman

Sabtu, 16 Mei 2020

Solusi Jualbeli Ditengah Pandemi, Mahasiswa UNHAM Luncurkan Lapak Desa

OkeNews - Direktur Lembaga Kerjasama dan Kehumasan Universitas Hamzanwadi (Unham), Dr. Muhammad Halqi mengatakan, era digital telah merubah paraidgma masyarakat. Berbagai inovasi pun terus dilakukan untuk menunjang kebutuhan dan kemudahan di dalam kehidupan dunia nyata.


"Meski ditengah pandemi covid-19, kreatifitas mahasiswa sebagai insan akademis tak menjadi masalah dalam melakukan inovasi. Hal ini terbukti dengan inovasi yang telah dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Hamzanwadi yang membuat aplikasi digital sebagai starup dalam bisnis virtual," ujar Halqi di Pancor, Sabtu (16/05/2020).

Ide kreatif mahasiswa itu, kata Halqi, terkadang muncul ditengah kebingungan, terlebih lagi disaat pandemi covid-19 seakan telah membawa penat dengan diam di rumah saja. Namun ternyata di era digital tak dibiarkan begitu saja oleh para inovator masa kini dan masa depan itu.

"Mahasiswa Universitas Hamzanwadi memandang era ini sebagai peluang untuk menerapkan ilmu mereka di bawah bimbingan para dosen, hingga akhirnya mereka menggebrak aplikasi lapak desa (Lades) sebagai sarana jual beli virtual yang sudah bisa didownload via google play store," ungkapnya.

Terciptanya aplikasi itu kata dia, dihajatkan untuk dapat dimanfaatkan semua kalangan guna membantu perekonomian desa, bergerak ke arah yang lebih baik.

"Aplikasi Lades merupakan ruang ekonomi berbasis desa dalam bentuk digitalisasi karya generasi lokal Sasak yang sedang mengembangkan bakat dan belajar di perguruan tinggi warisan Pahlawan Nasional Kiyai Hamzanwadi," ulas Halqi.

Sementara itu, Kapus Karir Unham mengatakan, elades adalah platform yang dibuat pada saat masa covid 19 untuk membantu kebijakan pemerintah tentang social distancing supaya bisa berjalan efektif guna memutus mata rantai penyebaran covid 19 dengan menyiapkan aplikasi supaya masyarakat bs melakukan aktivitas ekonomi tanpa harus ketemu secara fisik.

Meskipun begitu, elades tidak hanya dirancang untuk digunakan pada masa covdi 19, tapi setelah pase covid 19 selesai elades secara fungsional akan diperluas supaya bisa diakses oleh seluruh masyarakat baik itu pelaku usaha UMKM dalam menjual produknya juga bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.

Covid 19 ini, menurut Ali, akan menjadi titik balik dari perubahan sikap, perilaku dan gaya hidup masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya mulai dari belajar, bekerja dan juga melakukan transaksi ekonomi sehingga eLaDes kedepan akan fokus pada upaya mendorong proses digitakisasi ekonomi masyarakat khusunya desa dengan mendorong bumdes dan UMKM sbg aktor utama melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan bersma kampus

"Aplikasi Lades yang mengusung jargon "jualan di lades, pasti ludes” itu, saat ini sedang kita sosialisasikan, semoga bermanfaat dan berterima disemua kalangan," harapnya.