Bantu Petani NTB, HKTI Kerjasama BNI Salurkan KUR - Okenews.net | PT Bintang Mediaoke Pratama. All rights reserved

Breaking

Halaman

Selasa, 07 Juli 2020

Bantu Petani NTB, HKTI Kerjasama BNI Salurkan KUR

OkeNews.net - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) berkerjasama dengan Bank Nasional Indonesia (BNI) salurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada perwakilan petani NTB di Lombok Timur. 

Acara yang bertemakan Sinergi Bersama Penyaluran KUR Tani Untuk Mensejahterakan Petani tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum HKTI, DPP HKTI NTB, Direktur Pembiayaan Usaha Tani Kementerian Pertanian, Perwakilan BNI Cabang Mataram, Jasindo, serta unsur Forkopimda Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur.

Direktur Pembiayaan Usaha Tani Kementan, Ir. Indah Megawati menyatakan, target pemerintah untuk penyaluran KUR sebesar Rp.190 triliun, kemudian yang dialokasikan untuk pertanian sebesar Rp. 85 triliun, di mana Rp. 50 triliun dikhususkan teralokasi untuk HKTI dengan lima sasaran komoditi produksi pertanian. 

"Target pemerintah 190 triliun untuk KUR, untuk pertanian dialokasikan  85 triliun, sedangkan untuk HKTI mendapatkan alokasi 50 triliun pada lima komoditi yaitu tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, dan lainnya," jelas Indah Megawati, Selasa (07/07/2020) di Lombok Timur, NTB.

Disebutkan Indah Megawati, dana KUR yang dialokasikan untuk Pengurus HKTI Provinsi NTB juga cukup besar yakni senilai Rp. 1 triliun, tetapi yang bisa terealisasi pada tahun ini hanya Rp. 500 miliar.

Dana KUR yang disalurkan melalui HKTI, paparnya, para petani diberikan suku bunga lunak, berkisar 6 persen per tahun, dengan skema petani tidak diberikan uang tunai, melainkan prasarana dan sarana produksi.

"Besaran suku bunga untuk KUR sangat lunak, hanya 6 persen saja per tahun. Kita berikan dalam skema prasarana produksi, kalau kita berikan dalam bentuk tunai nanti dipakai beli motor sama petani kita," ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu Ketua Umum HKTI, Moeldoko menegaskan, pemerintah mendorong agar KUR disalurkan semaksimal mungkin. "Pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi mendorong KUR sebanyak-banyaknya diserap, tapi yang kita temukan tidak mudah karena persoalan administrasi yang berbelit," jelasnya. 

Sekarang ini, papar Moeldoko, HKTI akan menyalurkan KUR pada petani. "Hari ini akan direalisasikan KUR kepada petani dengan skema terbaik, dengan skema yang paling aman. Intinya saling percaya dan saling menguntungkan," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, terdapat lima persoalan kronis yang dialami petani dan bidang pertanian di Indonesia. Di antranya, persawahan semakin sempit, petani kekurangan modal, teknologi pertanian yang tertinggal, manajemen petani yang tidak rapi, dan terkahir persoalan pasca panen seperti harga anjlok dan daya tahan hasil panen yang rendah.

Terkait dengan itu, selaku Ketua Umum HKTI berharap agar permasalahan tersebut dapat diketahui dan dijadikan pembelajaran oleh petani, agar lebih termotivasi untuk bekerja keras, lebih produktif dan mampu mencapai taraf hidup yang sejahtera. 

Moeldoko juga berpesan kepada Ketua DPP HKTI NTB, H. Rumaksi Sj untuk bisa melakukan sinkronisasi skala kebutuhan petani dari hulu sampai hilir. 

"Saya harapkan Pak Rumaksi bisa mensingkronkan semua kebutuhan petani, mulai dari kapan masa panen, varietas bibit, kebutuhan lahan, pupuk, air, semuanya sampai masa pasca panen. Semoga petani kita di sini bisa surplus," harapnya. 

Ia juga berpesan kepada para petani yang hadir, untuk mentaati protokol kesehatan dan terus bekerja keras. "Saya imbau kepada para petani untuk selalu waspada dan taati protokol kesehatan dalam setiap kegiatan, kita tidak boleh takut, tapi harus waspada karena kehidupan terus berjalan," pungkasnya.