Wakil Ketua Dewan Dorong Tertibkan Oknum ASN, Ini Tanggapan Sekda Lotim - www.okenews.net

Kamis, 07 Januari 2021

Wakil Ketua Dewan Dorong Tertibkan Oknum ASN, Ini Tanggapan Sekda Lotim

OkeNews.net - Wakil Ketua DPRD Lombok Timur, H Daeng Paelori mendorong Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur untuk menertibkan beberapa oknum aparatur sipil negara (ASN) yang terindikasi melakukan politik praktis.

H Daeng Paelori dan HM Juaini Taofik (foto dokumen ist)




Ia juga berharap jangan ada yang terkesan jalan sendiri untuk pencitraan pada masyarakat apalagi ada beberapa oknum aparatur sipil negara (ASN) yang sudah terlihat mengarah pada aktivitas politik praktis.

 

Penegasan itu disampaikan karena selama ini ia melihat secara umum ada beberapa oknum ASN yang terdengar melakukan aktivitas politik praktis, dan jika itu terus terjadi maka sistem birokrasi tidak berjalan dengan sehat.

 

"Secara umum saya melihat ada indikasi beberapa ASN yang melakukan itu (politik praktis, red) yang sebenarnya tidak boleh," tegas Daeng Paelori di ruang kerjanya, Senin (04/01/2020).

 

Legislator Partai Golkar itu berharap agar beberapa oknum ASN yang ada di Lombok Timur ini untuk bergerak mendukung visi misi bupati agar sisa beberapa tahun kepemimpinan Bupati HM Sukiman Azmy dan H Rumaksi mencapai target.

 

"Mereka harus fokus. Mereka tahu ndak tugasnya sebagai ASN. Mereka itu fungsi pelayananan kepada masyarakat, bukan fungsi politis untuk bermain politik praktis," tegas Daeng Paelori yang juga Ketua DPD Golkar Lotim itu.

 

Oleh karena itu Wakil Ketua yang sudah beberapa periode sebagai dewan itu berharap kepada Sekda selaku kepala birokrasi menertibkan hal itu agar pemerintahan periode ini bisa meraih prestasi dan mencapai visi misi dalam membangun Lombok Timur yang lebih maju.

 

"Saya kira, tugas Sekda selaku kepala birokrasi ini harus memberikan contoh menata birokrasi dengan baik, supaya betul-betul memfungsikan dirinya sebagai aparatur sipil negara yang baik sesuai dengan tupoksinya sebagaimana diatur dalam undang-undang," harapnya.

 

Hal itu kata dia, penting dilakukan sehingga tidak ada terdengar lagi ada oknum ASN itu melakukan kampanye, baik itu yang jabatannya eselon 2 atau yang lainnya.

 

"Sekda harus terbitkan, saya kira itu harapan kita sehingga penghujung, sisa beberapa tahun kepemimpinan Sukma ini, setidak-tidaknya bisa meraih visi misi ASA (Adil Sejahtera dan Aman) itu bisa terwujud," harapnya.

 

Sebab kalau sudah ASN mulai dari sekarang kelihatan melakukan aktivitas politik, konflik of intresnya sangat tinggi dan membuat pemerintahan tidak bisa berjalan efektif. 

 

"Kalau ada kegiatan-kegiatan politik praktis, itu mereka sudah tidak efektif sebagai aparatur sipil negara," tegasnya lagi.

 

Ia juga menyarankan, semestinya awal tahun 2021 ini, pemerintah harus tetap solid dan terkonsolidasi dengan baik agar mereka efektif mengemban visi misinya yang sudah tertuang dalam bentuk rencana pembangunan jangka menengah (RPJM).

 

Sementara itu, Sekda Lombok Timur H Muhammad Juaini Taofik dikonfirmasi wartawan menegaskan, apa yang disarankan itu sudah dilaksanakan. Kalaupun ada yang menilai aktivitas para ASN itu melakukan aktivitas politik itu soal lain.

 

"Kalau ada yang ASN yang terlihat melakukan aktivitas politik atau tidak netral, pasti kita proses secara formal melalui BPKSDM, dan disitu sudah pasti ada intervensi Sekda," ujarnya pada wartawan, Rabu (06/01/2021).

 

Sebagai Sekda ia mengaku akan terus menjaga netralitas, karena aktivitas ASN itu tidak terlepas dari kode etik. Hanya saja di era digital yang sudah sangat canggih sehingga sulit dikontrol karena dunia maya tak terbatas.

 

"Sebagai Sekda, saya harus yang terdepan dalam menjalankan UU ASN," ujarnya. Ia juga bertekad untuk tetap bisa menjadi contoh dan berpegang pada sikap profesional dan bersikap netral dalam politik. 

 

Sekda juga menegaskan, masyarakat harus bisa dibedakan antara postingan orang lain di dunia maya dengan posting yang bersangkutan. "Kata kuncinya hanya satu, jangan postingan itu datang dari yang bersangkutan," tegasnya.

 

Ia juga tidak menampik banyak yang menilai kalau aktifitasnya selama ini banyak dikaitkan dengan politik, padahal selaku Sekda terkadang diperintah oleh bupati dan wakil bupati untuk mewakili kegiatan di masyarakat.

 

Juaini juga mencontohkan, ketika di suatu grup ada yang tiba-tiba memposting dirinya sebagai calon kepala daerah masa mendatang, ia langsung keluar dari grup. Tapi sebelum kelaur dari grup whatsapp ia telah menegaskan bahwa hal itu hoax. "Itulah bentuk tanggung jawab moral saya dan keluar dari grup,” tuturnya.

 

Sekda juga bertekad akan terus mengawal pembangunan daerah agar visi misi pemerintah daerah yang tertuang dalam RPJM dapat terpenuhi dengan baik disisa waktu kepemimpinan bupati bersama wakil bupati.

 

Bagikan artikel ini

Tambahkan Komentar Anda
Disqus comments