www.okenews.net: KKN
Tampilkan postingan dengan label KKN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KKN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Januari 2026

Mahasiswa Unram Dorong Olahan Kelapa Jadi VCO di Desa Korleko

KKN PMD Universitas Mataram

Okenews.net- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram menggelar sosialisasi bertema optimalisasi potensi kelapa melalui produksi Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, (22/01/2026), bertempat di Aula Kantor Desa Korleko, dan diikuti oleh pemuda serta masyarakat setempat.


Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang besarnya potensi kelapa sebagai komoditas unggulan desa yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN PMD mendorong terbentuknya kelompok UMKM baru yang mandiri, peningkatan keterampilan teknis produksi, diversifikasi usaha berbasis kelapa, serta peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat desa.


Selama ini, mayoritas petani di Desa Korleko menjual kelapa secara borongan kepada tengkulak dengan harga relatif murah. Kelapa tersebut kemudian dipasarkan keluar daerah setelah dipisahkan dari serabutnya dengan harga yang jauh lebih tinggi. Rendahnya nilai jual di tingkat petani disebabkan oleh minimnya pengolahan dan lemahnya sistem niaga. Padahal, di berbagai daerah lain, kelapa telah diolah menjadi beragam produk bernilai tambah dengan teknologi sederhana yang dapat diterapkan oleh industri kecil dan menengah.


Sebelum sosialisasi digelar, Tim KKN PMD Universitas Mataram Desa Korleko telah melaksanakan pelatihan pembuatan VCO bersama perwakilan pemuda dari setiap dusun. Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pemaparan program kerja yang disampaikan kepada pemerintah desa pada 29 Desember 2025.


Sekretaris Desa Korleko, Mawardi, S.Pd., menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia berharap kegiatan yang dijalankan mahasiswa KKN PMD dapat berkelanjutan.


“Jika adik-adik mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram mampu merancang program yang berkelanjutan, kami dari pihak desa siap mendukung pendanaannya. Kami juga meminta setiap dusun mengirimkan perwakilan pemuda untuk mengikuti pelatihan pembuatan VCO,” ujarnya.


Sebagai langkah keberlanjutan, Tim KKN PMD Universitas Mataram Desa Korleko membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang melibatkan pemuda desa. Pelatihan produksi Virgin Coconut Oil (VCO) dilaksanakan secara intensif mulai 5 hingga 17 Januari 2026.


Anggota Tim KKN PMD Universitas Mataram Desa Korleko 2025, Salju Anorawi, menyebutkan bahwa program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat.


“Program ini tidak hanya menambah pendapatan, tetapi juga menumbuhkan semangat wirausaha dan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal. Masyarakat Korleko kini mulai antusias memasarkan produk VCO di wilayah Labuhan Haji,” ungkapnya.


Melalui pengolahan kelapa menjadi VCO, masyarakat Desa Korleko diharapkan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari peningkatan nilai tambah produk. Selain mendongkrak pendapatan rumah tangga, program ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap fluktuasi harga kelapa mentah.


Rabu, 16 Agustus 2023

KKN PMD UNRAM di Desa Muncan Adakan Sosialisasi Cegah Merariq Kodeq Dalam Upaya Memberantas Stunting


Okenews.net-
Tim Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa ( KKN-PMD) Universitas Mataram (UNRAM), Desa Muncan 2023 bekerja sama dengan Puskesmas Muncan dan BKKBN Lombok Tengah melaksanakan kegiatan Sosialisasi Cegah Merariq Kodeq Dalam Upaya Memberantas Stunting pada Senin (31/07/2023) di SMPN 5 KOPANG.

 Merariq kodeq dan stunting merupakan dua isu serius yang memiliki jangka panjang terhadap perkembangan anak secara keseluruhan. Merariq kodeq yang sering berhubungan dengan kehamilan usia muda, dapat berkontribusi terhadap masalah stunting pada anak. Dalam upaya mencegah stunting dan memerangi dampak negatif merariq kodeq, sosialisasi menjadi salah satu solusi yang berperan penting sebagai alat untuk menyadarkan remaja akan urgensi mengatasi merariq kodeq.

                                                                  Narasumber dalam kegiatan ini ibu Baiq Sri Hartati., AMG kepala bidang gizi dari Puskesmas Desa Muncan. Beliau memaparkan bahwa stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan fisik dan mental anak terhambat akibat kekurangan nutrisi yang berkelanjutan, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu mulai dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun.                                                                                                                                          Sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko dan dampak buruk merariq kodeq. Melalui pendidikan yang tepat, remaja dapat memahami pentingnya mengesampingkan pernikahan hingga usia yang lebih matang.

                                                                                Kegiatan yang dihadiri oleh 40 siswa ini juga mendatangkan narasumber ibu Dra. Puji Astuti, Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Ketahanan Keluarga (KBKK) di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab. Lombok Tengah. Beliau dan mahasiswa tidak hanya mengedukasi terkait cegah merariq kodeq dalam upaya memberantas stunting melainkan juga menjelaskan tentang Undang-undang Pernikahan Anak. Metode pengajaran yang diterapkan yaitu, pengajaran didaktik seperti mengajarkan berbagai pengetahuan dan keterampilan lewat pemberian informasi melalui internet (Youtube).                                                                                                                     

Harapan kami dengan adanya sosialisasi ini para remaja  dapat meningkatkan pengetahuannya tentang stunting dan penyebab gejalanya, sehingga menciptakan remaja yang sadar berkomitmen untuk menunda pernikahan hingga mencapai usia yang matang.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi