www.okenews.net: Lombok Timur
Tampilkan postingan dengan label Lombok Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lombok Timur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Oktober 2026

BAZNAS Lotim Perkuat Strategi Pengelolaan Zakat di Rakornas dan Grand BAZNAS Award 2026

 

Okenews.net – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur terus berupaya memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS dan Grand BAZNAS Award 2026 di Jakarta, 13–15 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, bersama Wakil Ketua II, Dr. H. Hamidi, ST., M.Pd., dan Wakil Ketua III, Dr. Sirajun Nasihin, S.Pd., M.Pd.I.

Keikutsertaan jajaran pimpinan BAZNAS Lotim menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, memperluas wawasan kelembagaan, serta menyelaraskan strategi pengelolaan zakat daerah dengan arah kebijakan nasional.

Rakornas BAZNAS tahun ini mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak.” Tema tersebut menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang tidak hanya berfokus pada penghimpunan dana, tetapi juga pada pendistribusian dan pendayagunaan yang tepat sasaran serta mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Ketua BAZNAS Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, mengatakan Rakornas menjadi kesempatan penting untuk memperkuat komitmen dan meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah.

“Melalui Rakornas ini, kami ingin memperkuat sinergi dengan BAZNAS di seluruh Indonesia sekaligus menyerap berbagai pengalaman dan inovasi dalam pengelolaan zakat. Harapan kami, pengelolaan zakat di Lombok Timur semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kamli, pengelolaan zakat harus terus diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas, terutama oleh masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas program menjadi bagian penting dalam mendorong optimalisasi potensi zakat di Lombok Timur.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Lombok Timur, Dr. H. Hamidi, ST., M.Pd., menegaskan bahwa zakat memiliki potensi besar dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara terencana dan berkelanjutan.

“Zakat tidak hanya berfungsi membantu memenuhi kebutuhan mustahik, tetapi juga harus menjadi instrumen pemberdayaan agar mereka semakin mandiri secara ekonomi. Kami berharap strategi pendayagunaan zakat terus berkembang sehingga semakin banyak mustahik yang mampu meningkatkan taraf hidupnya dan kelak menjadi muzakki,” jelasnya.

Ia menambahkan, program pendayagunaan zakat perlu disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat agar bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Wakil Ketua III BAZNAS Lombok Timur, Dr. Sirajun Nasihin, S.Pd., M.Pd.I., menyoroti pentingnya penguatan tata kelola dan kualitas pelayanan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat.

“Kepercayaan masyarakat merupakan modal penting dalam pengelolaan zakat. Karena itu, setiap dana zakat, infak, dan sedekah harus dikelola secara amanah, transparan, dan bertanggung jawab. Hasil Rakornas ini diharapkan menjadi bekal bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Selain Rakornas, agenda tersebut dirangkaikan dengan Grand BAZNAS Award 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi dan kinerja dalam pengelolaan zakat. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong peningkatan kinerja serta memperkuat komitmen lembaga zakat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bagi BAZNAS Lombok Timur, forum nasional tersebut diharapkan menjadi sumber pembelajaran untuk mengevaluasi sekaligus mengembangkan program kerja sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat setempat. Berbagai praktik baik dalam penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat dapat menjadi referensi untuk meningkatkan efektivitas program di daerah.

BAZNAS Lombok Timur pun berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, meningkatkan profesionalisme kelembagaan, serta mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Melalui pengelolaan yang amanah dan berorientasi pada kemaslahatan umat, zakat diharapkan tidak hanya menjadi instrumen bantuan sosial, tetapi juga kekuatan untuk mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lombok Timur.

LK2T Dukung Langkah Tegas Bupati Lotim, Desak Pembenahan Total Layanan Kesehatan

Okenews.net — Lembaga Kajian Kebijakan dan Transparansi (LK2T) Lombok Timur mengapresiasi langkah tegas Bupati Lombok Timur yang mengganti direktur rumah sakit di tengah sorotan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk membenahi tata kelola dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.


Direktur LK2T Lombok Timur, Karomi, menegaskan bahwa pergantian pimpinan rumah sakit harus diikuti langkah konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan pelayanan. Menurutnya, pembenahan tidak cukup dilakukan melalui pergantian pejabat, tetapi harus menyentuh akar permasalahan dalam sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh.


“Kami mengapresiasi langkah tegas Bupati Lombok Timur. Namun, pergantian direktur rumah sakit harus menjadi pintu masuk bagi pembenahan yang lebih mendasar. Evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari rumah sakit, Dinas Kesehatan, puskesmas, hingga fasilitas pelayanan kesehatan lainnya,” tegas Karomi.


Menurutnya, evaluasi tersebut penting untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang berpotensi menghambat pelayanan kepada masyarakat. Mulai dari tata kelola manajemen, ketersediaan tenaga kesehatan dan obat-obatan, kelengkapan sarana prasarana, mekanisme rujukan, administrasi pelayanan, hingga koordinasi antarinstansi.


LK2T berpandangan bahwa langkah evaluasi harus dilakukan secara objektif, terukur, dan berbasis data. Dengan demikian, kebijakan yang diambil pemerintah daerah tidak sekadar merespons polemik yang berkembang, tetapi mampu menghadirkan solusi jangka panjang bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan.


Di sisi lain, LK2T juga mendorong adanya klarifikasi terbuka mengenai kebijakan dan mekanisme pelayanan BPJS Kesehatan yang berkaitan dengan persoalan di lapangan. Hal ini dinilai penting untuk memastikan apakah terdapat perubahan regulasi, persyaratan administrasi, mekanisme rujukan, atau ketentuan penjaminan yang berdampak terhadap akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.


Karomi menilai, seluruh pihak perlu melihat persoalan secara proporsional dan tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa permasalahan sepenuhnya bersumber dari satu institusi.


“Kita harus objektif melihat persoalan ini. Jangan sampai seluruh kesalahan langsung diarahkan kepada Dinas Kesehatan atau manajemen rumah sakit, sementara kemungkinan adanya persoalan regulasi maupun mekanisme pelayanan BPJS Kesehatan belum diklarifikasi secara terbuka. Semua pihak perlu duduk bersama, membuka data, dan menjelaskan persoalan sesuai kewenangannya masing-masing,” ujarnya.


Ia menegaskan, dorongan klarifikasi tersebut bukan untuk mengalihkan tanggung jawab pemerintah daerah maupun membenarkan kekurangan dalam pelayanan rumah sakit. Sebaliknya, penelusuran secara menyeluruh diperlukan agar setiap persoalan dapat diselesaikan berdasarkan fakta, dokumen, dan ketentuan yang berlaku.


Menurut LK2T, masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang utuh mengenai persoalan pelayanan kesehatan, termasuk kejelasan prosedur dan pihak yang bertanggung jawab. Transparansi juga diperlukan agar tidak berkembang saling menyalahkan antarinstansi yang justru berpotensi memperkeruh keadaan.


Untuk itu, LK2T mendorong Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengambil sejumlah langkah strategis. Pertama, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rumah sakit daerah, Dinas Kesehatan, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya dengan indikator kinerja yang jelas dan terukur.


Kedua, memfasilitasi koordinasi antara Dinas Kesehatan, manajemen rumah sakit, dan BPJS Kesehatan untuk mengklarifikasi berbagai ketentuan serta mekanisme pelayanan yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk memastikan ada atau tidaknya perubahan regulasi yang memengaruhi pelayanan pasien.


Ketiga, membuka ruang pengaduan masyarakat yang mudah diakses serta menyampaikan hasil evaluasi secara transparan, dengan tetap melindungi kerahasiaan data pribadi pasien.


Keempat, menetapkan target perbaikan bagi manajemen rumah sakit, mulai dari kecepatan pelayanan, kepastian prosedur, ketersediaan fasilitas dan obat-obatan, hingga efektivitas penanganan keluhan pasien.


Kelima, memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya agar pelaksanaan kebijakan berjalan selaras dan tidak menimbulkan hambatan bagi masyarakat.


LK2T menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar sekaligus hak masyarakat yang harus dipenuhi secara layak. Karena itu, persoalan birokrasi, lemahnya koordinasi, maupun ketidakjelasan pelaksanaan regulasi tidak boleh menjadi penghambat masyarakat dalam memperoleh pelayanan.


Karomi berharap Bupati Lombok Timur tidak hanya menunjukkan ketegasan melalui pergantian pejabat, tetapi juga memastikan adanya reformasi pelayanan kesehatan yang menyentuh persoalan mendasar. Keberhasilan kebijakan, menurutnya, harus diukur dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.


“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan siapa yang diganti atau siapa yang disalahkan, melainkan sejauh mana masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, mudah diakses, transparan, dan manusiawi. Jangan sampai masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan justru menjadi korban persoalan birokrasi dan ketidakjelasan koordinasi kebijakan,” tutup Karomi.


LK2T berharap momentum pergantian direktur rumah sakit tersebut menjadi awal pembenahan menyeluruh sektor kesehatan di Lombok Timur. Dengan evaluasi yang objektif, keterbukaan informasi, dan koordinasi lintas lembaga, pemerintah daerah diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, adil, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Rabu, 14 Oktober 2026

RSUD Soedjono Selong Siap Hadirkan Layanan Cathlab

Okenews.net- RSUD dr. R. Soedjono Selong menegaskan kesiapannya dalam menghadirkan layanan Catheterization Laboratory (Cathlab) sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan jantung bagi masyarakat Kabupaten Lombok Timur dan sekitarnya. Kesiapan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam visitasi jajaran BPJS Kesehatan Wilayah Bali Nusra ke RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Penanggung jawab layanan Cathlab RSUD dr. R. Soedjono Selong, dr. Hesti Wulandari, Sp.JP., menyampaikan bahwa rumah sakit telah siap untuk mendukung penyelenggaraan layanan Cathlab. Kesiapan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan jantung yang lebih komprehensif.

“Pada prinsipnya, rumah sakit sudah siap untuk menghadirkan layanan Cathlab. Kami berharap melalui visitasi ini, kesiapan yang telah dibangun dapat ditindaklanjuti sehingga layanan ini dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah,” ujar dr. Hesti Wulandari, Sp.JP, Rabu (14/10/2026).

Visitasi tersebut dilakukan oleh jajaran BPJS Kesehatan Wilayah Bali Nusra untuk meninjau kesiapan layanan Cathlab di RSUD dr. R. Soedjono Selong sebagai bagian dari upaya penguatan pelayanan kesehatan rujukan, termasuk aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan layanan dan pembiayaan melalui BPJS Kesehatan.

Rombongan visitasi dihadiri oleh Asisten Deputi Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK) dr. Ario Trisaksono, M.H, Analis JPK dr. Ni Made Adhe Sugi Windariani, serta staf JPK apt. Andika Purnama Devi, S.Farm., M.Sc dan I Gede Yudhi Martahadi, S.KM., M.M.

Turut hadir Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong Adrika Wendi, S.Si., Apt., M.M serta Ketua Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) Provinsi dr. Bayu Setia, M.Biomed., Sp.JP., FIHA.

Layanan Cathlab merupakan fasilitas medis penting dalam penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah. 

"Dengan dukungan teknologi dan tenaga medis yang kompeten, layanan ini dapat digunakan untuk pemeriksaan diagnostik maupun tindakan intervensi jantung sesuai indikasi medis pasien," jelasnya.

Pengembangan layanan Cathlab di RSUD dr. R. Soedjono Selong diharapkan mampu memperkuat kemampuan rumah sakit dalam menangani pasien dengan kebutuhan pelayanan jantung lanjutan. 

Kehadiran layanan ini juga menjadi langkah strategis untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat Lombok Timur sehingga pasien memiliki alternatif layanan rujukan yang lebih dekat.

Visitasi BPJS Kesehatan Wilayah Bali Nusra menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kesiapan rumah sakit dengan persyaratan penyelenggaraan pelayanan dan ketentuan pembiayaan JKN yang berlaku.

Dengan kesiapan yang telah dibangun, RSUD dr. R. Soedjono Selong berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan layanan Cathlab agar dapat beroperasi sesuai ketentuan, mengutamakan keselamatan pasien, serta memberikan pelayanan jantung yang profesional dan bermutu bagi masyarakat.

Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong dr. H. Anjasmoro, Sp.Rad menyampaikan kunjungan Deputi BPJS dan BPJS Cabang selong bertujuan untuk memastikan kesiapan layanan Intervensi Jantung dengan pemanfaatan tehnologi Cathlab, pelayanan Cathlab akan dimulai minggu depan tanggal 23 dan 24 Oktober 2026 dengan pasien yang ditangani sebanyak 6 Orang.

"Pelaksanaan layanan intervensi jantung kita akan mulai tanggal 23 Oktober 2026 dengan didampingi oleh Rumah Sakit Pengampu RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat," ujar spesialis radiologi itu.

Setelah itu layanan Cathlab akan terus berjalan di RSUD dr. R. Soedjono Selong, pelayanan ini sudah tercover BPJS sehingga untuk pembiayaan tidak menjdi kendala bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan Cathlab. 

"Tidak saja layanan Chatlab yang akan kita buka saat ini tapi ada juga pelayanan deteksi dini kangker payudara dengan alat canggih (mamografi) yang sedang proses ijin dari BPJS. Setelah ijin keluar maka layanan mamografi segera kita runingkan," ujar Anjasmoro.

Pelayanan lain yang sedang berproses adalah pelayanan kemoterapi untuk penderitaan kangker yang akan running akhir tahun ini. Penguatan layanan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya RSUD dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin profesional, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Sidak SDN 1 Jerowaru, Kadis Dikbud Lotim Soroti Siswa Belum Lancar Membaca

Okenews.net- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, menemukan siswa yang belum bisa membaca saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SDN 1 Jerowaru, Rabu (14/10/2026). Temuan tersebut menjadi perhatian serius dan mendorong perlunya evaluasi terhadap proses pembelajaran di sekolah tersebut.

Persoalan ini menjadi sorotan karena SDN 1 Jerowaru dinilai telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Sekolah tersebut bahkan menerima bantuan revitalisasi dari APBN dengan nilai lebih dari Rp1 miliar untuk mendukung peningkatan kualitas fasilitas pendidikan.

Selain dukungan infrastruktur, jumlah tenaga pendidik dinilai cukup memadai, sementara jumlah siswa yang masuk setiap tahun relatif stabil. Kondisi itu, menurut M. Nurul Wathoni, perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa.

“Gedung sudah bagus dan mentereng setelah mendapat bantuan revitalisasi APBN lebih dari Rp1 miliar. Guru juga memadai dan jumlah siswa relatif stabil. Sekarang, kepala sekolah memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan prestasi dan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari bagusnya bangunan sekolah maupun kelengkapan fasilitas. Kemampuan dasar siswa, terutama membaca dan menulis, harus menjadi perhatian utama dalam proses pembelajaran.

Karena itu, kepala sekolah bersama seluruh dewan guru diminta segera melakukan evaluasi dan menyusun langkah konkret untuk membantu siswa yang belum menguasai kemampuan membaca. Program pendampingan khusus, penguatan literasi, serta pemantauan perkembangan belajar siswa dinilai perlu menjadi bagian dari upaya perbaikan.

Dalam kunjungan tersebut, kepala sekolah SDN 1 Jerowaru kebetulan tidak berada di tempat saat Kadis Dikbud melakukan sidak.

M. Nurul Wathoni berharap temuan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah untuk memaksimalkan pembinaan akademik maupun nonakademik. Dengan demikian, dukungan anggaran dan pembangunan fasilitas yang diberikan pemerintah dapat berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan serta capaian belajar siswa.

Menurutnya, fasilitas yang memadai harus dibarengi dengan inovasi dan keseriusan tenaga pendidik agar setiap siswa memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, termasuk dalam menguasai kemampuan dasar membaca dan menulis.

BAZNAS Lotim Salurkan 40 Alat Bantu, Hadirkan Harapan Baru bagi Penyandang Disabilitas


Okenews.net– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan melalui penyaluran bantuan alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas dan warga dengan keterbatasan fisik. 


Pada Rabu (14/10/2026), BAZNAS Lombok Timur menyalurkan sebanyak 38 unit kursi roda dan dua buah tongkat kepada para mustahik.

Penyaluran berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Lombok Timur dengan dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Lotim H. Murjoko, Wakil Ketua IV Dr. Asbullah Muslim, Kepala Bagian Pendistribusian Muh. Munir Fauzi, M.Pd., beserta jajaran staf dan para penerima manfaat.


Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para penerima menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah, sekaligus meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup mereka.


Wakil Ketua I BAZNAS Lombok Timur, H. Murjoko, menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para muzaki yang harus dikelola dan diberikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.


“Bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki dan dermawan yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Kami hanya menjadi perantara untuk menyampaikan amanah umat kepada mereka yang berhak menerimanya,” ujar Murjoko.


Menurutnya, penyaluran alat bantu bagi penyandang disabilitas merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Lotim dalam menjalankan program kemanusiaan dan kesehatan, sekaligus mendorong para mustahik agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih mandiri.


“Kami berharap kursi roda dan tongkat ini dapat memberikan kemudahan bagi penerima manfaat untuk kembali beraktivitas, bersilaturahmi dengan keluarga dan masyarakat, serta menjalankan kegiatan sehari-hari. Semoga bantuan ini membawa kebahagiaan dan menumbuhkan kembali semangat mereka,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Bagian Pendistribusian BAZNAS Lotim, Muh. Munir Fauzi, M.Pd., menjelaskan bahwa para penerima bantuan berasal dari sejumlah kecamatan di Lombok Timur. Sebelum bantuan disalurkan, tim BAZNAS terlebih dahulu melakukan verifikasi dan asesmen guna memastikan bantuan diberikan sesuai kebutuhan dan tepat sasaran.


Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan motivasi kepada para mustahik untuk terus menjalani kehidupan dengan penuh semangat.


Penyaluran bantuan ini turut menghadirkan suasana haru dan kebahagiaan. Bagi sebagian penerima, kursi roda menjadi sarana penting untuk mempermudah mobilitas, terutama bagi mereka yang selama ini mengalami kesulitan bergerak dan membutuhkan bantuan orang lain untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.


Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Lombok Timur terus berupaya mengoptimalkan pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.


Lebih dari sekadar bantuan berupa alat mobilitas, program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemandirian, menjaga martabat penyandang disabilitas, serta mendorong terwujudnya Lombok Timur yang lebih peduli dan inklusif.

Selasa, 13 Oktober 2026

Akhir Tahun Ini, Jalan Rumbuk–Padamara Diperbaiki dengan Anggaran Rp5,6 Miliar

Okenews.net- Perbaikan Jalan Rumbuk–Padamara di Kabupaten Lombok Timur dipastikan masuk dalam program pembangunan melalui APBD Perubahan Kabupaten Lombok Timur Tahun Anggaran 2026 dengan pagu anggaran sebesar Rp5,6 miliar. Pengerjaan jalan tersebut direncanakan mulai November hingga akhir Desember 2026.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Timur, Ahmad Amrullah, mengatakan saat ini proses persiapan dokumen lelang tengah berlangsung. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.

“Saat ini sedang proses persiapan dokumen lelang dan insyaallah akan dikerjakan pada bulan November sampai dengan akhir Desember,” kata Ahmad Amrullah, Selasa 13 Oktober 2026 kepada media. 

Politisi yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Timur itu menjelaskan, alokasi anggaran untuk perbaikan Jalan Rumbuk–Padamara merupakan tindak lanjut atas kondisi infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Menurutnya, aspirasi mengenai kondisi jalan tersebut telah disampaikan masyarakat sejak lama. Karena itu, pihaknya berupaya memperjuangkan agar kebutuhan tersebut mendapat perhatian dalam kebijakan penganggaran daerah.

“Ini berangkat dari situasi di lapangan dan keluhan masyarakat yang sudah cukup lama. Aspirasi itu harus kita perjuangkan agar bisa ditindaklanjuti melalui kebijakan anggaran. Alhamdulillah, melalui APBD Perubahan tahun ini, perbaikan Jalan Rumbuk–Padamara mendapatkan alokasi anggaran Rp5,6 miliar,” ujarnya.

Ahmad menegaskan, perjuangan terhadap kebutuhan masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. Ia juga menyebut langkah tersebut sejalan dengan perintah dan amanat partai untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui jalur politik dan kebijakan pembangunan.

“Bagi kami, memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat adalah bagian dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Ini juga merupakan perintah dan amanat partai, agar keberadaan kami di lembaga legislatif benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ahmad menilai Jalan Rumbuk–Padamara memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat. Jalan bukan sekadar sarana penghubung antarkawasan, melainkan juga infrastruktur vital yang menopang mobilitas warga dan menggerakkan roda perekonomian setempat.

Kondisi jalan yang baik akan memudahkan 

masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari, memperlancar distribusi hasil pertanian dan barang dagangan, serta mendukung akses menuju pusat-pusat kegiatan ekonomi dan pelayanan publik.

Sebaliknya, kerusakan jalan berpotensi meningkatkan biaya transportasi, memperlambat perjalanan, dan menambah beban masyarakat yang setiap hari bergantung pada jalur tersebut. Karena itu, perbaikan jalan dinilai sebagai kebutuhan mendasar yang dampaknya berkaitan langsung dengan produktivitas dan kesejahteraan warga.

“Jalan ini memiliki fungsi penting bagi masyarakat. Ketika akses jalan baik, aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar, distribusi hasil usaha masyarakat lebih mudah, dan mobilitas warga juga semakin nyaman. Jadi, perbaikan ini bukan semata-mata membangun fisik jalan, tetapi juga mendukung pergerakan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Selain mendorong kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, perbaikan Jalan Rumbuk–Padamara juga diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan bagi pengendara bermotor. Kondisi jalan yang baik akan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang melintasi jalur tersebut setiap hari.

Ahmad Amrullah menegaskan, perbaikan infrastruktur jalan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi mobilitas, keselamatan berkendara, maupun peningkatan aktivitas ekonomi warga. Karena itu, ia berharap pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai jadwal dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Ia berharap proses persiapan dokumen lelang dapat berjalan sesuai ketentuan sehingga pekerjaan fisik bisa dimulai sesuai jadwal yang direncanakan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menunggu lebih lama untuk mendapatkan perbaikan infrastruktur yang selama ini diharapkan.

Ahmad juga menekankan pentingnya pelaksanaan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan standar kualitas yang telah ditetapkan. Menurutnya, pembangunan jalan harus memberikan manfaat jangka panjang, bukan hanya menyelesaikan persoalan kerusakan dalam waktu singkat.

“Kita berharap prosesnya berjalan lancar, pekerjaan bisa dimulai November dan dituntaskan sesuai target pada akhir Desember. Yang tidak kalah penting, kualitas pekerjaan harus dijaga agar jalan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Selasa, 06 Oktober 2026

BAZNAS Lotim dan Kodim 1615 Perkuat Sinergi ZIS, Dorong Terwujudnya Lombok Timur SMART

Okenews.net- Upaya memperkuat sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terus dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur. Kali ini, BAZNAS Lotim menggandeng Kodim 1615/Lombok Timur melalui silaturahmi kelembagaan sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Selasa (6/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kodim 1615/Lombok Timur tersebut dihadiri Ketua BAZNAS Lombok Timur H. Muhammad Kamli bersama jajaran pimpinan dan sekretariat BAZNAS Lotim. Hadir pula Dandim 1615/Lombok Timur Letkol Inf. Hadiasyah serta seluruh Komandan Rayon Militer (Danramil) se-Kabupaten Lombok Timur.

Dalam kesempatan tersebut, H. Muhammad Kamli memaparkan sejumlah program unggulan BAZNAS Lotim yang selama ini menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari sosial kemasyarakatan, kesehatan, dakwah hingga advokasi.

Di bidang sosial kemasyarakatan, BAZNAS Lotim secara rutin menyalurkan bantuan sembako bagi fakir miskin, program Rumah Layak Huni (Mahyani), bantuan modal usaha produktif bagi mustahik, hingga santunan bagi kaum jompo dan dhuafa.

Sementara di bidang kesehatan, BAZNAS memberikan bantuan biaya pengobatan, kursi roda, serta dukungan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami sakit menahun. Di bidang dakwah dan advokasi, perhatian diberikan kepada marbot masjid, guru ngaji, fisabilillah, hingga bantuan pembangunan masjid dan musala di wilayah pelosok.

H. Muhammad Kamli menegaskan, seluruh program tersebut merupakan amanah yang bersumber dari para muzaki dan donatur sehingga diperlukan kolaborasi yang semakin luas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

“Semua program ini adalah amanah dari para muzaki dan donatur. Untuk itu, kami ingin membangun sinergi, kolaborasi dan mempererat hubungan dengan Kodim 1615, sekaligus menggali potensi ZIS di wilayah Kodim 1615 Lombok Timur,” ujar H. Muhammad Kamli.

Ia juga mengajak jajaran TNI, khususnya di lingkungan Kodim 1615/Lombok Timur, untuk bersama-sama menjadi bagian dari gerakan zakat dan membantu mengoptimalkan penghimpunan ZIS.

Menurutnya, dana yang terkumpul nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan mustahik di wilayah masing-masing.

“Kami mengajak seluruh anggota TNI menjadi duta zakat. Dana yang terkumpul di lingkup Kodim akan kami distribusikan kembali kepada mustahik di wilayah tugas masing-masing Danramil. Prinsipnya, dari umat dan kembali untuk umat,” tegasnya.

Gayung bersambut. Dandim 1615/Lombok Timur Letkol Inf. Hadiasyah menyampaikan dukungan terhadap langkah kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi antara Kodim dan BAZNAS dapat menjadi jembatan untuk memperluas manfaat program sosial kepada masyarakat.

“Kami siap bekerja sama. Kodim 1615 beserta seluruh Danramil dan Babinsa di 21 kecamatan siap menjadi jembatan kebaikan antara BAZNAS dengan masyarakat,” ujar Letkol Inf. Hadiasyah.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat berjalan searah dengan visi pembangunan daerah dalam mewujudkan Lombok Timur SMART, khususnya melalui penguatan kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan Nota Kesepahaman (MoU) antara BAZNAS Kabupaten Lombok Timur dan Kodim 1615/Lombok Timur.

MoU tersebut menjadi langkah konkret untuk memperkuat sinergi pengelolaan dan penghimpunan ZIS di lingkungan Kodim 1615/Lombok Timur hingga jajaran Danramil yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Lombok Timur.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kelembagaan, tetapi juga membuka ruang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan untuk mendapatkan manfaat dari dana ZIS secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

Kamis, 01 Oktober 2026

IAH Pancor Sambut Dua Mahasiswi Thailand

Okenews.net — Institut Agama Hamzanwadi (IAH) Pancor menyambut dua mahasiswi asal Thailand, Nur Fatihah dan Safiyah, dalam acara penyambutan dan penyematan almamater di Ruang Pertemuan Lantai 3 IAH Pancor Kamis, 1/10


Kedatangan dua mahasiswi dari Pondok Pesantren Darul Barakah, Pattani, Thailand, tersebut menjadi bagian dari upaya IAH Pancor memperluas jejaring pendidikan sekaligus memperkuat langkah menuju kampus bertaraf internasional.


Acara dihadiri Wakil Rektor I, Wakil Rektor III, para dekan, wakil dekan, serta ketua program studi. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Shalawat Nariyah, sambutan, dan penyematan almamater kepada kedua mahasiswi.


Wakil Rektor I IAH Pancor menyebut kehadiran keduanya merupakan buah dari silaturahmi Rektor IAH Pancor, Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. T.G.K.H. Muhammad Zainul Majdi, M.A., ke Pondok Pesantren Darul Barakah pada Januari 2026.


“Kedatangan dua mahasiswa asing ini merupakan buah dari silaturahim yang pernah dilakukan oleh Bapak Rektor YH Pancor ke Pondok Pesantren Darul Barakah di Pattani, Thailand.”


Ia berharap kehadiran mahasiswa asing menjadi awal semakin luasnya minat masyarakat internasional untuk menempuh pendidikan di IAH Pancor.


Sementara itu, Ustazah Misbah, Lc., putri pimpinan Pondok Pesantren Darul Barakah, menyampaikan apresiasi atas sambutan IAH Pancor. Ia berharap kedua mahasiswi tersebut dapat menimba ilmu dengan sungguh-sungguh dan membawa manfaat bagi masyarakat di Thailand.


“Kami sangat berharap kedua santriwati ini dapat menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh di YH Pancor sehingga menjadi orang yang berilmu dan menjadi penyambung dari sanad ilmu Maulana Syeikh untuk disebarkan di Thailand.” ungkap Misbah


Wakil Rektor III IAH Pancor, Dr. Ahmad Muzayyin, juga berharap ke depan semakin banyak mahasiswa asing yang memilih IAH Pancor sebagai tempat menuntut ilmu.


Kehadiran Nur Fatihah dan Safiyah menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan pendidikan dan keilmuan antara Pancor dan Pattani, sekaligus membuka ruang pertukaran ilmu dan jejaring akademik lintas negara.

Senin, 21 September 2026

Lapas Selong Gelar Razia Gabungan, 15 Orang Jalani Tes Urine

Okenews.net-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong, Lombok Timur, memperketat pengawasan keamanan dengan menggelar razia gabungan dan tes urine, Senin (21/9/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA tersebut melibatkan Tim Satoppatnal Lapas Selong, perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Barat, serta unsur TNI dan Polri.

Razia dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut surat Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Barat Nomor WP.21-PK.10.01-1 Tahun 2026 tentang pelaksanaan razia gabungan dan tes urine.

Selain melakukan pemeriksaan di sejumlah kamar hunian, petugas secara acak mengambil sampel urine dari 15 orang yang terdiri atas lima pegawai dan 10 tahanan/narapidana.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta tes urine dinyatakan negatif.

Sementara itu, penggeledahan dilakukan di Blok Selaparang, mulai dari kamar 1 hingga kamar 22. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan telepon seluler maupun narkoba.

Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Sudirman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus mencegah potensi gangguan sejak dini.

“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami akan terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat deteksi dini, serta membangun sinergi dengan jajaran terkait untuk memastikan kondisi Lapas Selong tetap aman dan kondusif,” ujar Sudirman.

Ia menegaskan, pengawasan dan pemeriksaan akan terus dilakukan secara berkala dengan melibatkan pihak terkait. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib, serta bebas dari narkoba dan barang-barang terlarang.

Sabtu, 19 September 2026

PMII Lombok Timur Resmi Dilantik, Tegaskan Komitmen Kawal Masyarakat dan Perkuat Kaderisasi

Okenews.net— Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lombok Timur periode ke-XXIII resmi dilantik pada Jumat, 18 September 2026. Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk mempertegas arah gerakan organisasi, khususnya dalam memperkuat kaderisasi serta mengawal berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


Dalam sambutannya, Ketua PC PMII Cabang Lombok Timur M. Ikhwan Nawadifajar menegaskan bahwa PMII akan terus menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat, terutama dalam mengawal kepentingan warga yang menghadapi persoalan ketidakadilan.


Ia mengatakan, PMII tidak akan tinggal diam ketika masyarakat membutuhkan pembelaan. Bahkan, ketika persoalan tersebut membutuhkan gerakan massa, PMII menyatakan kesiapannya untuk turun langsung menyuarakan aspirasi masyarakat.


“PMII akan tetap bersama masyarakat yang tertindas. Ketika ada ketidakadilan dan masyarakat membutuhkan pembelaan, PMII harus hadir dan menjadi yang pertama turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka,” tegasnya.


Menurutnya, gerakan mahasiswa tidak cukup hanya dilakukan melalui ruang diskusi maupun kajian. Setiap kajian, kata dia, harus mampu menjadi dasar dalam menentukan sikap dan kemudian diterjemahkan melalui gerakan nyata ketika terdapat kepentingan masyarakat yang perlu dikawal.


Selain memperkuat gerakan sosial, Ketua PMII Cabang Lombok Timur juga menekankan pentingnya kaderisasi sebagai fondasi utama keberlangsungan organisasi.

Pengurus baru didorong untuk memperkuat proses kaderisasi mulai dari Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA), pendampingan kader, hingga penguatan struktur rayon dan komisariat.


Kaderisasi yang kuat diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang kritis, memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat, serta mampu membaca dan merespons berbagai dinamika sosial yang berkembang di Lombok Timur.


Sementara itu, Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Lombok Timur Irwan Safari turut menyoroti persoalan data desil yang berkembang di tengah masyarakat. Sorotan tersebut berkaitan dengan pernyataan Bupati Lombok Timur yang menyebut persoalan desil diatur oleh desa. Menurutnya, persoalan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka berdasarkan mekanisme serta pembagian kewenangan yang berlaku.


Ia menilai pemerintah desa tidak memiliki kewenangan penuh terhadap keseluruhan proses pengelolaan data desil. Karena itu, diperlukan penjelasan kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai pihak yang memiliki kewenangan dalam proses tersebut.


“Persoalan ini harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Jangan sampai muncul pemahaman bahwa seluruh persoalan desil merupakan kewenangan desa, sementara terdapat mekanisme dan kewenangan lain yang harus dijelaskan kepada publik,” ujarnya.


Ia juga meminta Pemerintah Daerah Lombok Timur memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme pengelolaan, pemutakhiran, serta penggunaan data desil.


Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai mekanisme tersebut penting untuk mencegah kebingungan di tengah masyarakat sekaligus memastikan persoalan data dapat dipahami secara utuh.


Pelantikan pengurus PMII Cabang Lombok Timur periode ke-XXIII diharapkan menjadi awal penguatan organisasi, baik dalam aspek kaderisasi maupun gerakan sosial. Kepengurusan baru juga didorong untuk tetap menjaga independensi organisasi serta konsisten hadir dalam mengawal aspirasi masyarakat dan berbagai persoalan sosial di Lombok Timur.

Kamis, 27 Agustus 2026

Perkuat Sinergitas, Lapas Selong Hadiri Pemusnahan Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Lombok Timur

Okenews.net — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong terus memperkuat sinergitas dan koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Lombok Timur. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran dalam kegiatan eksekusi pemusnahan barang bukti yang digelar Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA tersebut dipusatkan di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Lombok Timur. Dalam kegiatan itu, Lapas Kelas IIB Selong diwakili Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Dedy Aryadi.

Kehadiran jajaran Lapas Selong menjadi wujud nyata dukungan terhadap pelaksanaan proses penegakan hukum sekaligus mempererat hubungan kelembagaan dengan jajaran APH lainnya di wilayah Lombok Timur.

Sinergitas antarinstansi dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan sistem penegakan hukum yang berjalan efektif, profesional, transparan, dan berintegritas. Koordinasi yang baik juga menjadi bagian dari upaya membangun kesamaan langkah dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Melalui partisipasi dalam kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Selong menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi positif bersama Kejaksaan serta institusi penegak hukum lainnya.

Langkah ini diharapkan semakin memperkuat hubungan kerja antarlembaga sekaligus mendukung terciptanya penegakan hukum yang semakin solid di Kabupaten Lombok Timur.

Lapas Selong terus berkomitmen menjaga sinergitas dengan seluruh mitra kerja dan APH guna mendukung penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepastian hukum.

Minggu, 16 Agustus 2026

Festival Gawe Beleq Sakra Barat 2026 Siap Digelar, Ribuan Warga Diajak Rayakan HUT RI ke-81

Okenews.net– Lapangan Umum Kecamatan Sakra Barat sebentar lagi kembali bergemuruh. Festival Gawe Beleq Sakra Barat 2026 resmi membuka ruang bagi seluruh masyarakat Lombok Timur untuk bersama-sama memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selama tujuh hari, mulai 17 hingga 23 Agustus 2026, Sakra Barat akan disulap menjadi pusat pesta rakyat yang sarat hiburan, budaya, olahraga, religi hingga kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.

Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti masyarakat secara gratis tanpa tiket maupun syarat khusus. Warga dapat datang bersama keluarga, sahabat, maupun kerabat untuk menikmati berbagai agenda yang telah disiapkan panitia.

Ketua Panitia Festival Gawe Beleq Sakra Barat 2026, Faizun Fikry, S.IP., M.AP., mengatakan festival tahun ini tidak semata-mata menghadirkan hiburan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat Lombok Timur.

Mengusung tema “Karya Bersama Untuk Semua Menuju Lombok Timur Smart”, Gawe Beleq diharapkan mampu menjadi panggung bagi masyarakat untuk berkarya sekaligus merayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan.

“Kami mengundang Bapak, Ibu dan seluruh masyarakat Lombok Timur untuk hadir. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan tawa, doa, budaya dan karya bersama. Sakra Barat siap menyambut dengan tangan terbuka,” ujar Faizun.

Sekretaris Panitia, M. Ilham Jauhari, S.Pd.I., menambahkan, rangkaian kegiatan sengaja dirancang agar dapat dinikmati berbagai kalangan dan usia.

Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari lantunan Alba yang akan membuka malam kemerdekaan, Cilokaq Tokol Songak yang menghadirkan hiburan khas masyarakat, Temu Karya sebagai ruang bertukar gagasan dan kreativitas, hingga Sakbar Bersholawat yang menjadi momentum memperkuat nilai religius.

Kemeriahan diprediksi mencapai puncaknya pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Ribuan warga diperkirakan memadati Lapangan Umum Sakra Barat untuk menyaksikan Rudat Temu Karya sekaligus pelepasan 1.000 lampion yang akan menghiasi langit Sakra Barat.

Sebelum malam puncak, masyarakat juga dapat mengikuti Jalan Sehat dan Senam Bersama. Panitia turut menghadirkan Samsat Keliling dan Bazar Murah, sehingga kehadiran festival tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, rangkaian festival akan ditutup dengan kegiatan olahraga Fun Bike pada 23 Agustus 2026.

Panitia juga memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi melalui bazar. Langkah ini diharapkan dapat ikut menggerakkan perekonomian masyarakat selama festival berlangsung.

Ilham mengajak seluruh masyarakat Lombok Timur untuk tidak sekadar mendengar kemeriahan Gawe Beleq, tetapi datang dan menjadi bagian dari perayaan tersebut.

“Jangan sampai hanya dengar ceritanya. Datang langsung dan jadilah bagian dari Gawe Beleq Sakra Barat 2026. Karena ini bukan acara panitia, ini acara kita semua,” tegasnya.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Hairuman Syahroni di 081917802277 atau Agus Satriawan di 081944388887.

Sakra Barat telah bersiap menyambut masyarakat. Kini, ajakan untuk meramaikan Festival Gawe Beleq Sakra Barat 2026 menjadi milik seluruh warga Lombok Timur.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi