www.okenews.net: Partai
Tampilkan postingan dengan label Partai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Partai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Maret 2026

Solidaritas Tanpa Batas, PDI Perjuangan Lotim Bantu Kader Korban Kebakaran

PDI Perjuangan Lombok Timur

Okenews.net- Keluarga besar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Timur menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong kepada salah seorang kader akar rumput, Suryadi, yang tertimpa musibah kebakaran rumah di wilayah Wanasaba Lauk, Bagek Anjar RT 3. 

Peristiwa nahas itu terjadi saat Suryadi baru saja pulang menghadiri kegiatan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC PDI Perjuangan Lombok Timur beberapa waktu lalu.

Setibanya di rumah, Suryadi mendapati kediamannya telah ludes dan hangus dilalap api. Musibah tersebut menggugah empati seluruh kader dan pengurus partai, yang kemudian bergerak bersama untuk meringankan beban yang dialami Suryadi dan keluarganya.

Sebagai wujud solidaritas, DPC PDI Perjuangan Lombok Timur menggalang bantuan dari berbagai unsur partai. Ketua DPD PDI Perjuangan NTB yang juga Anggota DPR RI dapil NTB II Pulau Lombok, Rachmat Hidayat turut ambil bagian dalam aksi kepedulian ini. 

Dukungan juga datang dari anggota Fraksi PDI Perjuangan di Kota Mataram, Sumbawa Barat, serta khususnya Fraksi DPRD Lombok Timur.

Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Amrullah, kepada Suryadi di kediamannya pada Minggu (1/3/2026).

Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Sukro, dalam keterangannya menegaskan bahwa kepedulian kepada sesama kader dan masyarakat adalah nafas perjuangan partai.

“Musibah yang menimpa saudara kita Suryadi adalah duka kita bersama. PDI Perjuangan lahir dari rahim rakyat, tumbuh dari semangat kebersamaan, dan berdiri kokoh karena gotong royong. Kita tidak boleh membiarkan kader kita berjalan sendiri dalam kesedihan. Kita hadir, kita saling menguatkan, dan kita pastikan bahwa dari abu yang tersisa, harapan akan tumbuh kembali,” tegas Ahmad Sukro.

"Inilah jati diri kita sebagai partai ideologis bahwa keberpihakan itu tidak berhenti pada kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata," sambungnya.

Ketika satu kader tertimpa musibah, kata Sukro, seluruh keluarga besar partai harus bergerak. Pihaknya ingin memastikan bahwa kehadiran PDI Perjuangan benar-benar dirasakan sebagai rumah bersama, tempat setiap kader mendapatkan perlindungan moral dan dukungan kemanusiaan.

“Kami percaya, kebersamaan seperti ini adalah energi yang menjaga soliditas partai. Dari desa, dusun, hingga tingkat nasional, kita dirajut oleh rasa senasib sepenanggungan. Ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan pesan bahwa kita tidak pernah sendiri dalam perjuangan maupun dalam cobaan hidup,” tambah Ahmad Sukro.

Ia juga menambahkan bahwa solidaritas seperti ini adalah cerminan ideologis partai yang selalu berpihak kepada wong cilik dan menghadirkan politik yang berperikemanusiaan.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Amrullah, yang menyerahkan langsung bantuan kepada Suryadi, menyampaikan rasa haru sekaligus terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi.

“Kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh keluarga besar PDI Perjuangan dari tingkat DPD, DPC, fraksi di berbagai daerah, hingga para simpatisan yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada saudara kita Suryadi. 

Bantuan ini mungkin tidak mampu menggantikan seluruh yang hilang, tetapi kami berharap dapat menjadi penguat, menjadi tanda bahwa ia tidak sendiri. 

Inilah wajah gotong royong PDI Perjuangan: bergerak bersama, membantu dengan hati, dan merawat kemanusiaan,” ujar Ahmad Amrullah.

“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa semangat dan harapan. Kami ingin memastikan bahwa saudara Suryadi dapat bangkit kembali, menata ulang kehidupannya, dan tetap berdiri tegak sebagai bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan,” imbuhnya.

“Terima kasih kepada seluruh kader, anggota fraksi, serta para sahabat partai yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal kebaikan, dan menjadi pengingat bahwa kekuatan terbesar kita adalah persatuan dan gotong royong,” tutup Ahmad Amrullah.

Aksi kepedulian ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong tetap menjadi fondasi utama gerakan PDI Perjuangan, tidak hanya dalam perjuangan politik, tetapi juga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Minggu, 22 Februari 2026

Rachmat Hidayat dan Selly Andayani sampaikan Pesan Keberagaman lewat Baliho Ramadan

Okenews.net-PENGAMAT Politik Universitas Islam Negeri Mataram, Dr. Agus, M.Si, menilai pesan ucapan Ramadan itu tidak hadir secara kebetulan. Dalam perspektif komunikasi politik, baliho tersebut merupakan medium yang sarat makna sosial, sekaligus mencerminkan watak ideologis PDI Perjuangan sebagai partai kader yang menempatkan nilai, gagasan, dan konsistensi sebagai fondasi gerak politik.

“Di Indonesia, lebih-lebih di NTB, Ramadan bukan lagi sekadar ibadah, tapi peristiwa sosial. Bahasa seperti ini mudah diterima masyarakat,” ujar Agus, Minggu 22 Februari 2026 di Mataram 

Ia menjelaskan, dari sudut pandang sosio kultural, ucapan selamat Ramadan merupakan bentuk komunikasi yang relevan dengan karakter masyarakat NTB yang religius. Karena itu, baliho tersebut tidak hanya dimaknai sebagai simbol keagamaan, tetapi juga pesan keteduhan yang menjangkau lintas kelompok.

“Ini keteduhan di ruang publik,” katanya.

Agus mengaitkan pola komunikasi tersebut dengan tradisi ideologis PDI Perjuangan yang lekat dengan ajaran Soekarno. Dalam pandangan Bung Karno, seorang pemimpin harus menjadi penyambung aspirasi rakyat, yakni memahami jiwa masyarakat yang dipimpinnya, bukan memaksakan simbol yang asing bagi ruang sosial.

Dalam konteks itu, Agus menilai Rachmat Hidayat sebagai sosok nasionalis yang mempraktikkan nilai pluralisme secara konsisten. Sebagai kader yang dibesarkan dalam tradisi nasionalis, Rachmat tidak hanya hadir pada momentum keagamaan umat Islam, tetapi juga kerap menyampaikan ucapan dan kehadiran pada perayaan hari besar agama lain.

“Semua etnis dan semua agama ada di NTB. Saya melihat Pak Rachmat sudah berada di tengah-tengah itu,” ujar Agus.

Dari perspektif komunikasi politik, Agus menegaskan bahwa tidak ada tindakan politik yang bebas dari pesan. Baliho, sebagai medium komunikasi, tentu membawa makna dan tujuan tertentu.

“Publik pasti akan menafsirkan. Dalam politik, memang tidak ada perilaku yang tanpa pesan,” katanya.

Menurutnya, tafsir publik yang membaca baliho Ramadan tersebut sebagai upaya membangun citra kepemimpinan yang religius, moderat, dan inklusif merupakan hal yang wajar dan tidak bisa dihindari. Persepsi semacam itu, kata Agus, justru menunjukkan adanya hubungan dialogis antara aktor politik dan masyarakat.

Begitu pula dengan kehadiran Hj. Putu Selly Andayani dalam baliho Ramadan tersebut. Agus menilai, hal itu tidak bisa dilepaskan dari posisi Selly sebagai figur yang pernah bersentuhan langsung dengan dunia politik, termasuk saat maju sebagai kandidat Wali Kota Mataram pada Pilkada 2020.

“Meski berasal dari kalangan birokrat, Bu Selly juga tokoh politik. Jadi wajar jika publik menafsirkan ada proses branding,” ujarnya.

Namun demikian, Agus menegaskan bahwa dalam tradisi partai kader seperti PDIP, pengenalan figur di ruang publik merupakan proses yang lazim dan bagian dari strategi jangka panjang partai. Sebagai partai yang telah lama berakar di NTB, PDIP dipandang tidak ingin melepaskan momentum dan terus menjaga kader terbaiknya tetap hadir di ruang publik.

“Partai politik tidak bisa hanya muncul menjelang pemilu. Konsistensi kehadiran justru menjadi kunci. Pemilu 2029 tidak datang tiba-tiba,” katanya.

Dalam konteks ini, langkah Rachmat Hidayat dinilai sejalan dengan semangat Bung Karno yang memandang politik sebagai proses panjang perjuangan nilai dan ide, bukan sekadar kontestasi kekuasaan lima tahunan.

Penghormatan Nilai Keberagaman

Sementara itu, dimintai tanggapan terpisah, Rachmat Hidayat menegaskan bahwa ucapan selamat Ramadan melalui baliho yang dilakukannya semata bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai sosial dan keagamaan yang hidup di tengah masyarakat NTB.

“Ramadan mengajarkan kesabaran, empati, dan kebersamaan. Nilai-nilai itu sangat dekat dengan kehidupan masyarakat NTB. Karena itu, saya ingin menyampaikan pesan yang meneduhkan dan bisa dirasakan sebagai pesan bersama,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPR RI ini menegaskan, bahwa ajaran Bung Karno tentang kemanusiaan dan solidaritas global juga menjadi pijakan sikap politiknya. Ia mengingatkan pesan Bung Karno yang menyatakan bahwa selama kemerdekaan Palestina belum terwujud, maka kemerdekaan dunia belumlah sempurna.

“Pesan Bung Karno tentang Palestina itu bukan semata soal geopolitik, tapi keberpihakan pada keadilan dan kemanusiaan,” katanya.

Menurut Rachmat, semangat tersebut relevan dengan makna Ramadan sebagai bulan empati dan pembelaan terhadap kaum lemah. Nilai itu, lanjutnya, harus tercermin dalam sikap politik yang berpihak pada persatuan, perdamaian, dan keadilan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

“Nasionalisme tidak pernah bertentangan dengan agama. Agama memberi arah moral, sementara nasionalisme menjadi ruang bersama yang mempersatukan perbedaan,” ujarnya.

Menanggapi tafsir publik terkait kehadiran sang istri dalam baliho Ramadan, Rachmat menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bentuk kebersamaan keluarga dalam menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat. Ia menilai ruang publik sebagai ruang dialog yang sehat, tempat setiap warga bebas menafsirkan dan memberikan penilaian.

“Kami ingin hadir menyampaikan pesan kebaikan. Selebihnya, publik tentu memiliki penilaian masing-masing, dan itu kami hormati sebagai bagian dari demokrasi,” katanya.

Rachmat menegaskan, kehadirannya di ruang publik bukan aktivitas sesaat, melainkan komitmen jangka panjang untuk terus berdialog dengan masyarakat dan merawat nilai-nilai kebangsaan.

“Politik kan bukan kerja lima tahunan. Ini kerja nilai yang harus dijalankan terus-menerus. Kami ingin selalu hadir dan berjalan bersama rakyat, dengan kemanusiaan dan keadilan sebagai pijakan,” tutup Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini.

Sabtu, 14 Februari 2026

Kejutan di Musancab PDI Perjuangan Lotim, Rachmat Beri Kode Periode Terakhir Pimpin Partai

PDI Perjuangan

Okenews.net- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Lombok Timur menggelar Musyawarah Anak Cabang di Gedung Wanita Selong, Sabtu (14/2/2026). Tak sekadar forum organisasi, musyawarah ini menjadi ruang refleksi sejarah sekaligus meneguhkan komitmen para kader untuk terus menempel erat pada rakyat.

Musyawarah Anak Cabang PDI Perjuangan se Kabupaten Lombok Timur tersebut dibuka Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat, dengan rangkaian sakral dan menggugah. Kirab panji partai, hening cipta yang dipimpin Ahmad Amrullah Sekretaris DPC PDIP Lombok Timur yang juga Anggota DPRD Lotim, suasana gegap gempita kader, hingga pembacaan Dedication of Life Bung Karno. Nuansa ideologis terasa kuat, seolah mengajak seluruh kader senantiasa menengok kembali akar perjuangan partai.

Sebanyak 777 peserta hadir memenuhi arena Musancab, terdiri dari pengurus PAC dan ranting se-Lombok Timur, termasuk ketua PAC lama dan baru yang akan dilantik. Kehadiran penuh kader ini menandakan kesiapan struktur partai besutan Prof. Hj. Megawati Soekarno Putri ini hingga ke akar rumput. 

Tak lupa hadir pula pengurus inti DPD PDIP NTB, diantaranya H Ruslan Turmuzi, Made Slamet, Raden Nuna Abriadi, drg Melly, Endang Yuliati, Lalu Yudistira,  Mahsan, 

DPC PDIP Lombok Timur, dan Anggota DPRD Provinsi dan anggota DPRD kabupaten Lombok Timur dari PDI Perjuangan yakni Ahmad Amrullah, Marianah dan Luk Santi. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur Ahmad Sukro dalam laporannya mengungkapkan, Musancab ini merupakan momentum kebangkitan dan introspeksi bersama.

“Kita harus jujur melihat diri sendiri. Ini saatnya bangkit, memperbaiki struktur partai dari atas sampai ranting. Kita tidak ingin PDI Perjuangan dianggap tidak ada,” tegasnya.

Ia mengingatkan, Lombok Timur memiliki posisi historis dalam perjalanan PDI Perjuangan di NTB. “Di sinilah sejarah itu dibangun. Jangan sampai kita membuat malu perjuangan para pendahulu. Lombok Timur harus jadi sesuatu yang berbeda dibanding DPC lainnya,” ujarnya, disambut pekikan siap dari para kader.

Semangat para kader semakin membara saat Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H. Rachmat Hidayat menyampaikan arahan. Anggota DPR RI empat periode ini memberi kejutan kepada para kader dengan secara khusus mengundang para pejuang partai era 1980-an, sebuah masa ketika PDI Perjuangan berjuang keras di bawah tekanan rezim otoriter Orde Baru dan berhasil meraih enam kursi DPRD di Lombok Timur.

Hanya saja, partai ini kemudian didzolimi, karena haknya untuk mendapat kursi pimpinan DPRD ditelikung penguasa. Kursi Pimpinan DPRD Lombok Timur justru dialihkan penguasa ke Partai Persatuan Pembangunan yang hanya memiliki lima kursi. Sejak saat itu, perlawanan kader-kader Banteng di Lombok Timur pada pemerintahan Orde Baru kian trengginas. Fraksi PDI Perjuangan selalu menyatakan Minderheit Nota pada kebijakan pemerintah yang jelas-jelas menelikung rakyat.

Rachmat menegaskan, kehadiran para pejuang partai tersebut bukanlah seremonial belaka, melainkan pengingat nilai dasar perjuangan. Para pejuang partai itu kata dia, bukan cerita masa lalu, mereka adalah fondasi partai. Di masa sulit, mereka tidak menyerah.

Politisi kharismatik Bumi Gora ini menegaskan bahwa partai besar tidak boleh tercerabut dari sejarahnya. Nilai keberanian, militansi, dan keberpihakan pada rakyat yang diwariskan para pejuang lama harus menjadi pedoman kader hari ini.

“Dari daerah inilah perlawanan itu dibangun. Kita pernah enam kursi, di masa yang tidak mudah. Sekarang tinggal tiga, tapi jangan pernah merasa kecil. Dari tiga kita bisa kembali ke enam,” ujar Rachmat dengan suara bergetar penuh semangat.

Ia mengingatkan kejayaan masa lalu bukan untuk diratapi, melainkan dijadikan bahan bakar perjuangan. Menurutnya, kunci kebangkitan ada pada konsistensi kader untuk turun langsung ke masyarakat.

“Jangan hanya pandai bicara di forum. Temui rakyat, dengarkan keluhan mereka, dekati tokoh masyarakat. Partai ini hidup kalau kadernya hidup di tengah rakyat,” tegasnya.

Rachmat juga menekankan pentingnya pemberdayaan PAC dan ranting sebagai mesin utama gerakan partai. Ia bahkan meminta pengurus berdiri dan diabsen satu per satu, sebagai simbol kesiapan struktur menghadapi tantangan politik ke depan.

Tak kalah penting, ia menyoroti generasi muda sebagai harapan baru. Pemilu 2029 disebutnya sebagai momentum kebangkitan anak muda di PDI Perjuangan.

“Zamannya anak muda. Mereka independen, cerdas, dan kritis. Kalau kita tidak mendekati mereka dari sekarang, kita akan tertinggal,” katanya, disambut tepuk tangan panjang peserta Musancab.

Musancab PDI Perjuangan Lombok Timur ini merupakan agenda lima tahunan sesuai amanat kongres partai. Lebih dari itu, Musancab menjadi titik awal konsolidasi, menyatukan kembali ingatan sejarah, dan menyalakan api perjuangan kader untuk mengembalikan kejayaan partai dengan satu pesan utama, kembali ke rakyat, bersama rakyat.

Kode Periode Terakhir

Dalam arahannya, Rachmat Hidayat juga menyampaikan pernyataan penting yang menjadi kode bahwa dirinya mungkin akan menjalani periode terakhir sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan NTB. Ia menegaskan akan memanfaatkan sisa masa kepemimpinannya untuk turun langsung ke lapangan. Menyambangi masyarakat di setiap kecamatan di Lombok Timur dan juga di Pulau Lombok.

“Ini periode terakhir saya. Saya akan keliling kecamatan di seluruh Lombok Timur dan juga Pulau Lombok. Saya ingin memastikan PAC dan ranting hidup, bergerak, dan benar-benar bersama rakyat,” tegasnya.

Rachmat belum lama dikukuhkan kembali memangku amanah sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan NTB. Politisi lintas zaman ini akan mengakhiri periode lima tahun kepemimpinan pada 2030. Ia tercatat tanpa jeda berkhidmat memimpin PDI Perjuangan NTB semenjak tahun 2000 silam.

Karena itu, Rachmat mengaku sangat bangga melihat komposisi peserta Musancab yang didominasi kader muda, khususnya dari Lombok Timur. Menurutnya, hal tersebut menjadi sinyal kuat bahwa regenerasi di tubuh partai berjalan dan harus terus diperkuat.

Rachmat menekankan bahwa kader muda tidak cukup hanya hadir secara jumlah, tetapi harus ditempa melalui kerja nyata di PAC dan ranting, dengan satu prinsip utama yakni menempel di rakyat, mendengar, dan bekerja bersama masyarakat.

Itu sebabnya, mendapati semangat membara para kader-kader muda di hadapannya, Rachmat tak ragu bahwa sudah saatnya dirinya menegaskan kepemimpinan transisional yang sadar regenerasi, memastikan estafet partai tidak putus dan kader muda siap mengambil peran.

Langkah Rachmat yang menghadiran pejuang senior juga menjadi upaya mengikat memori kolektif partai, agar kader muda tidak tercerabut dari nilai ideologis dan sejarah perjuangan. Sebab, tanpa fondasi ini, regenerasi berisiko menjadi sekadar pergantian usia, bukan kesinambungan nilai.

Sabtu, 07 Februari 2026

PDI Perjuangan Kota Mataram Konsolidasi Kader, Tegas Tolak Pilkada Melalui DPRD

PDI Perjuangan

Okenews.net- Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Mataram resmi dibuka pada Sabtu (7/1/2026). Kegiatan konsolidasi organisasi partai tersebut berlangsung di Bangunan Serbaguna Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kota Mataram.

Musancab dibuka langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTB, H. Rachmat Hidayat, yang juga merupakan Anggota DPR RI Daerah Pemilihan NTB II Pulau Lombok, sekaligus politisi senior dan politisi kharismatik Bumi Gora. 

Tampak hadir juga Anggota DPRD NTB asal Dapil Kota Mataram Made Slamet, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram I Gede Wiska, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Mataram , Imam Budi Gunawan, semua  anggota DPRD Kota Mataram , Nyayu Ernawati, I Wayan Yogantara, Ni Luh Arini beserta pengurus dan seluruh kader.

Dalam sambutannya, H. Rachmat Hidayat menegaskan bahwa Musancab bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat ideologi, militansi, dan disiplin organisasi kader PDI Perjuangan hingga ke akar rumput.

“PDI Perjuangan adalah partai ideologis, partai kader, dan partai wong cilik. Karena itu, seluruh kader—dari tingkat DPC, PAC, ranting hingga anak ranting—harus senantiasa mengamalkan nilai-nilai luhur partai dalam setiap napas perjuangan,” tegas Rachmat.

Ia kemudian mengisahkan perjalanan panjang pengabdiannya bersama PDI Perjuangan sejak masa awal berdirinya partai, melewati berbagai fase perjuangan, tekanan politik, hingga konsolidasi demokrasi pascareformasi. 

Menurutnya, kekuatan utama PDI Perjuangan terletak pada kesetiaan kader terhadap ideologi Pancasila 1 Juni, ajaran Bung Karno, serta garis perjuangan partai.

Anak Ranting sebagai Busur Panah Perjuangan

Dalam penekanan ideologisnya, Rachmat Hidayat menyebut anak ranting sebagai “busur panah perjuangan” PDI Perjuangan. Anak ranting, menurutnya, adalah ujung tombak sekaligus garda terdepan partai yang bersentuhan langsung dengan rakyat.

“Anak ranting itulah yang menjadi busur panah perjuangan. Dari sanalah anak panah ideologi kita melesat, menembus persoalan rakyat, dan menghadirkan keberpihakan nyata,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta seluruh struktur partai agar tidak memandang remeh konsolidasi di tingkat paling bawah. Rachmat bahkan secara simbolik mengabsen satu per satu kehadiran pengurus PAC dan ranting sebagai bentuk penegasan bahwa disiplin organisasi adalah nafas perjuangan PDI Perjuangan.

“Tidak ada perjuangan tanpa disiplin. Partai ini besar karena disiplin ideologi dan disiplin organisasi. Itu harus dijaga,” katanya.

Tegas Menolak Pilkada Lewat DPRD

Dalam forum Musancab tersebut, PDI Perjuangan secara tegas menyatakan penolakan terhadap wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD. Rachmat Hidayat menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan konsekuensi ideologis PDI Perjuangan sebagai partai pelopor demokrasi.

“Pilkada langsung adalah manifestasi kedaulatan rakyat. Mengembalikan pemilihan kepala daerah ke DPRD sama saja menarik mundur demokrasi,” tegasnya.

Menurut Rachmat, PDI Perjuangan berpandangan bahwa rakyat harus tetap menjadi pemilik hak tertinggi dalam menentukan pemimpinnya. 

Pemilihan langsung bukan hanya soal prosedur, tetapi soal pendidikan politik, partisipasi rakyat, dan keberanian mempercayakan masa depan kepada kehendak rakyat.

Ia menegaskan, sikap PDI Perjuangan sejalan dengan ajaran Bung Karno tentang demokrasi yang berkepribadian dalam kebudayaan, berakar pada rakyat, dan berorientasi pada keadilan sosial.

“Kalau kedaulatan rakyat kita kebiri, maka yang kita khianati bukan hanya demokrasi, tapi juga sejarah perjuangan bangsa,” ujarnya.

Tantangan Politik Kian Kompleks

Lebih lanjut, Rachmat Hidayat mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan akan semakin kompleks di tengah dinamika dan perubahan politik yang sangat cepat. Arus globalisasi, disrupsi teknologi, hingga perubahan perilaku pemilih menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan kesiapan ideologis dan organisatoris.

Ia menekankan pentingnya kader PDI Perjuangan untuk terus membumikan politik yang beretika, politik yang membela kepentingan rakyat kecil, serta politik yang menjadikan kekuasaan sebagai alat perjuangan, bukan tujuan akhir.

“Kita harus siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri. PDI Perjuangan harus tetap berdiri tegak di atas kaki ideologi sendiri,” ujarnya.

Konsolidasi Menuju Partai Pelopor

Musancab DPC PDI Perjuangan Kota Mataram ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi total struktur partai menuju penguatan organisasi yang solid, ideologis, dan siap menghadapi agenda-agenda politik ke depan.

Dengan semangat gotong royong, soliditas kader, dan kesetiaan pada garis perjuangan partai, PDI Perjuangan Kota Mataram meneguhkan komitmennya untuk terus menjadi partai pelopor dalam memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Di tempat yang sama, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram I Gede Wiska dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kepemimpinan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTB, H. Rachmat Hidayat.

Ia secara khusus menyampaikan ucapan selamat kepada H. Rachmat Hidayat yang telah memperoleh penghargaan tertinggi partai, yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri.

“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan partai atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian panjang Bapak H. Rachmat Hidayat kepada PDI Perjuangan. Bagi kami di daerah, ini adalah teladan dan sumber inspirasi untuk terus setia pada garis perjuangan partai,” ujar I Gede Wiska.

Menurutnya, kepemimpinan H. Rachmat Hidayat telah menjadi perekat soliditas organisasi sekaligus peneguh arah ideologis PDI Perjuangan di Nusa Tenggara Barat, termasuk di Kota Mataram.

Dalam kesempatan tersebut, I Gede Wiska juga memohon arahan dan bimbingan politik dari Ketua DPD PDI Perjuangan NTB agar jajaran DPC, PAC, ranting, hingga anak ranting PDI Perjuangan Kota Mataram semakin kuat secara ideologi dan disiplin organisasi.

Ia menegaskan komitmen DPC PDI Perjuangan Kota Mataram untuk terus menjalankan politik kerakyatan dengan turun langsung ke tengah-tengah rakyat, menyerap aspirasi, serta memperjuangkan kepentingan wong cilik sebagai napas utama perjuangan partai.

“Kami berkomitmen untuk terus menyatu dengan rakyat, hadir dalam setiap denyut persoalan mereka, serta menjadikan PDI Perjuangan sebagai rumah besar perjuangan rakyat Kota Mataram,” tegasnya.

Lebih lanjut, I Gede Wiska menegaskan bahwa konsolidasi melalui Musancab ini diarahkan tidak hanya untuk penguatan struktur organisasi, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam meningkatkan perolehan suara dan kursi PDI Perjuangan pada agenda-agenda politik mendatang.

Dengan mengedepankan semangat gotong royong, militansi kader, dan kesetiaan pada ideologi Pancasila 1 Juni serta ajaran Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Kota Mataram optimistis mampu memperkuat posisi partai sebagai kekuatan politik utama yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Musyawarah Anak Cabang DPC PDI Perjuangan Kota Mataram ini menjadi penegasan bahwa partai terus bergerak melakukan konsolidasi menyeluruh dari tingkat pusat hingga akar rumput, guna memastikan PDI Perjuangan tetap menjadi partai pelopor, partai ideologis, dan partai rakyat di tengah dinamika politik yang terus berkembang.

Jumat, 23 Januari 2026

DPC PDI Perjuangan Lombok Timur Rayakat HUT Megawati ke-79, Potong Tumpeng hingga Resmikan Musholla

Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan

Okenews.net- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Timur menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan bersama rakyat.

Perayaan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Sukro, didampingi Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lombok Timur yang juga Anggota DPRD Lombok Timur, Ahmad Amrullah. Acara turut dihadiri para pengurus, kader dan simpatisan PDI Perjuangan se-Kabupaten Lombok Timur.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemotongan tumpeng bersama rakyat, di antaranya tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan pemuda. Bertempat di Musholla Al-Kautsar, Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Lombok Timur pada Jumat (23/01/2026).

Kegiatan itu sebagai simbol rasa syukur atas usia dan perjuangan panjang Megawati Soekarnoputri dalam membesarkan PDI Perjuangan sekaligus mengabdikan diri bagi bangsa dan negara. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Sukro, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur mendalam atas peringatan HUT ke-79 Megawati Soekarnoputri. Ia menegaskan bahwa perayaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali jati diri kader PDI Perjuangan sebagai pembela kepentingan rakyat.

“Kita bersyukur kepada Allah SWT atas kesehatan dan umur panjang Ibu Megawati Soekarnoputri. Di usia ke-79 ini, beliau tetap menjadi simbol keteguhan ideologi dan keberpihakan pada wong cilik. Ibu Megawati selalu mengingatkan kita, seluruh kader PDI Perjuangan, untuk tidak pernah menjauh dari rakyat, membela kepentingan rakyat, dan selalu berada di tengah-tengah rakyat,” tegas Ahmad Sukro.

Usai pemotongan tumpeng, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Musholla Al-Kautsar yang berlokasi di Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Musholla tersebut dipersembahkan untuk masyarakat setempat dan bersumber dari program aspirasi Ahmad Amrullah selaku Anggota DPRD dapil II Lombok Timur.

Peresmian Musholla Al-Kautsar menjadi wujud nyata komitmen PDI Perjuangan Lombok Timur dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung sarana ibadah dan penguatan nilai-nilai sosial keagamaan.

Melalui perayaan HUT ke-79 Megawati Soekarnoputri ini, DPC PDI Perjuangan Lombok Timur menegaskan kembali semangat gotong royong, keberpihakan pada rakyat kecil, serta konsistensi menjalankan politik yang membumi dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Perayaan ini adalah pengingat bagi kami semua bahwa PDI Perjuangan tidak boleh lelah melayani rakyat. Politik harus punya wajah kemanusiaan. Apa yang kami lakukan hari ini bersama rakyat, untuk rakyat adalah perintah ideologis partai yang selalu ditekankan oleh Ibu Megawati,” ujar Ahmad Sukro.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lombok Timur sekaligus Anggota DPRD Lombok Timur, Ahmad Amrullah, menyampaikan bahwa Musholla Al-Kautsar tersebut merupakan bentuk penyaluran aspirasi yang dipersembahkan sepenuhnya untuk masyarakat. 

Ia berharap keberadaan musholla itu dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga sekitar sebagai sarana ibadah dan penguatan kebersamaan sosial.

“Musholla Al-Kautsar ini kami serahkan kepada masyarakat agar benar-benar bermanfaat dan menjadi tempat ibadah yang menumbuhkan kebersamaan serta nilai-nilai kebaikan. Peresmian musholla ini juga menjadi tanda bahwa PDI Perjuangan hadir, peduli, dan akan senantiasa berada di tengah-tengah rakyat,” ujar Ahmad Amrullah.

Menurut Ahmad Amrullah, perayaan HUT ke-79 Megawati Soekarnoputri dan peresmian Musholla Al-Kautsar tidak dapat dipisahkan dari nilai perjuangan PDI Perjuangan yang berpihak kepada rakyat. Ia menegaskan bahwa seluruh kerja politik dan pengabdian kader partai harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.

“PDI Perjuangan tidak boleh berjarak dengan rakyat. Kami harus selalu hadir, membela kepentingan rakyat, dan memastikan setiap program yang kami perjuangkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Itulah garis perjuangan yang diajarkan oleh Ibu Megawati dan terus kami pegang,” tegas Ahmad Amrullah.

Senin, 27 Oktober 2025

Ganjar Pranowo Buka Konferda DPD PDIP NTB, Ingatkan Kader Senantiasa Membela Kepentingan Rakyat

PDIP NTB Gelar Koferda

Okenews.net - PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Konferensi Daerah (Koferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) kabupaten/kota se-NTB. Konferda dan Konfercab digelar di Lombok Raya Hotel Mataram pada Senin (27/10/2025).

Konferda tersebut dibuka langsung oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo, S.H., M.IP. Turut hadir juga perwakilan DPP PDI Perjuangan di antaranya Dr Andreas Hugo Pareira (Ketua DPP PDIP sekaligus Anggota Fraksi PDIP DPR RI), Sadarestuwati (Ketua DPP PDIP sekaligus Anggota Fraksi PDIP DPR RI), S.P., M.MA., dan Dra Hj Sri Rahayu (Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan).

Salah satu agenda penting dalam pelaksanaan Konferda tersebut adalah pemilihan Ketua DPD PDI Perjuangan NTB masa bhakti 2025-2030. Selain itu, Konferda menjadi ajang strategis untuk menentukan strategi dan program kerja partai untuk lima tahun ke depan.

Setelah melalui serangkaian proses baik pra-konferda maupun rapat-rapat saat Konferda berlangsung, DPP PDI Perjuangan memutuskan menujuk kembali politikus senior H. Rachmat Hidayat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTB periode 2025-2030.

Keputusan terpilihnya H. Rachmat Hidayat itu dibacakan langsung oleh Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Dra Hj Sri Rahayu.

"DPP PDI Perjuangan memutuskan dan menetapkan H. Rachmat Hidayat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTB periode 2025-2030," ujarnya diikuti pekikan kata "merdeka" oleh seluruh kader yang hadir. 

Ketua DPD PDIP NTB terpilih, Rachmat Hidayat, menegaskan para kader PDIP NTB untuk lebih mendahulukan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi.

“Jadi, jangan jadikan diri sendiri sebagai “tukang” yang hanya mencari keuntungan pribadi. Jangan barter diri dengan materi, tapi barterlah diri dengan kepentingan rakyat,” ucap Rachmat Hidayat.

Politikus gaek itu juga menegaskan, PDIP bukan partai oposisi, melainkan partai yang berdiri dan bersuara demi kemajuan bangsa dan daerah.

“Tidak ada oposisi, tidak ada partai oposisi. Kita bersama-sama membangun daerah, membangun negara ini. Jika ada kebijakan yang baik, kita harus dukung. Tapi kalau ada yang jelek, kita harus koreksi,” katanya.

PDIP, katanya, harus menjadi partai yang punya sikap korektif dan juga konstruktif. Artinya, partai PDIP harus menjadi partai politik yang berfokus pada upaya memperbaiki kesalahan, masalah, atau ketidaksesuaian yang terjadi dalam sistem pemerintahan atau kebijakan yang ada.

“Selama bertahun-tahun, inilah yang saya tanamkan kepada seluruh kader partai. Kalau ada yang kena masalah, ya itu untuk pembelajaran pribadi saja,” pungkasnya.

Rachmat Hidayat, menegaskan komitmennya untuk membersihkan internal partai dari praktik-praktik yang merugikan rakyat. Rachmat menyatakan bahwa ia selalu melatih kadernya untuk menjunjung tinggi integritas dan memberikan korektif untuk daerah.

“Saya melatih mereka sebagai kader partai supaya tetap korektif, konstruktif, dan objektif serta solutif dalam membangun daerah,” ujar Ketua DPD PDIP NTB itu.

Menurutnya, kader PDIP harus menjadi agen perubahan yang murni mengedepankan kepentingan rakyat, bukan materi.

“Kenapa? Supaya mereka menjadi kader sejati yang baik. Jadi jangan ditukar dan diinjak dengan uang, jangan barter dengan materi, tapi barter lah dirinya dengan kepentingan rakyat,” ujar anggota DPR RI ini.

Rachmat Hidayat menampik pandangan bahwa PDIP sebagai partai oposisi di NTB. Ia menegaskan, sikap partai adalah membangun bersama, namun tetap kritis terhadap kebijakan yang merugikan.

Ganjar Ingatkan Ingatkan Pesan Ibu Megawati Soekarnoputri untuk Senantiasa Membela Kepentingan Rakyat

Di tempat yang sama, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ganjar Pranowo memberikan sejumlah pesan dalam sambutannya.

Ganjar berpesan kepada seluruh kader agar terus hadir di tengah masyarakat dan menjadi tempat curhat rakyat. Menurutnya, kedekatan emosional dengan masyarakat adalah kunci membangun kepercayaan politik. 

“Kader harus aktif menemui masyarakat. Jadilah tempat mereka bercerita dan mencari solusi,” ujar Ganjar.

Ganjar juga menyoroti pentingnya pendekatan kepada generasi muda, terutama Gen Z, dalam menghadapi dinamika politik masa depan. Ia menilai kelompok muda memiliki peran strategis dalam pembentukan opini publik dan arah politik nasional.

Selain itu, mantan Gubernur Jawa Tengah itu memaparkan sejumlah program yang dapat diinisiasi partai sebagai bentuk kerja konkret di masyarakat. Salah satunya, program penurunan angka stunting yang menjadi perhatian khusus baik di tingkat daerah maupun nasional. 

Ganjar menegaskan, upaya ini telah menjadi bagian dari diskusinya bersama Ketua Umum partai untuk memperkuat kehadiran PDI Perjuangan dalam isu-isu sosial.

Menyongsong Pemilu 2029, Ganjar menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi internal. Ia mengingatkan bahwa baik-buruknya kinerja kepengurusan dan semangat kader di akar rumput akan menjadi penentu kemenangan partai. 

“Yang memenangkan PDI Perjuangan adalah rakyat akar rumput. Mereka bekerja tanpa pamrih, dan kita harus menghargai perjuangan itu,” kata Ganjar.

Ganjar juga mendorong pembentukan struktur dan sayap organisasi partai di seluruh tingkatan, mulai dari DPD, PAC, hingga anak ranting. Ia menekankan pentingnya merangkul berbagai komunitas, termasuk warga pendatang, dalam memperluas basis dukungan PDI Perjuangan di NTB.

Lebih jauh, Ganjar Pranowo mengingatkan seluruh kader di NTB untuk segera menuntaskan pekerjaan rumah (PR) politik. 

"Setidaknya kami sudah menuntaskan konsolidasi semua organisasi. Mulai dari setelah kongres, dan sekarang konferda di beberapa provinsi. Di NTB sudah tuntas, dan PR kami sekarang adalah tugas-tugas kepartaian, ada yang di struktural, legislatif, hingga eksekutif," kata Ganjar.

Ganjar menekankan pentingnya kader untuk bekerja nyata bagi masyarakat. "(Kami harus) bekerja untuk melayani rakyat," sambung Ganjar.

Fauzan Khalid Ajak Kader Bersatu Membesarkan Partai NasDem

Anggota DPR RI 

Okenews.net - Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid mengajak semua kader Partai NasDem untuk bekerjasama dan berkolaborasi membesarkan Partai NasDem, khusus di Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Fauzan, Partai NasDem harus berkembang dan lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kita bahu-membahu, bekerja keras membesarkan Partai NasDem. Jumlah kader bertambah, perolehan suara bertambah dan kader di DPR RI, DPRD provinsi, kabupaten/ kota juga harus bertambah. Kader sebagai kepala daerah juga harus bertambah,” tegas Fauzan dalam pengarahannya pada pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai NasDem se-Kabupaten Lombok Barat Periode 2025-2029 di Senggigi, Lombok Barat, NTB, Jumat (24/10/2025).

Fauzan mengatakan, sebagai kader Partai NasDem, para kader harus terus berpikir dan selalu semangat agar Partai NasDem tumbuh semakin besar. Karena itu, setiap kader turun lapangan memberi pemahaman dan wawasan kepada masyarakat tentang Partai NasDem.

Kader Partai NasDem, kata Fauzan, harus banyak-banyak memperkenalkan Partai NasDem kepada masyarakat, terutama di kalangan akar rumput. Kader harus banyak melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan partai, seperti kegiatan pada saat Hari Ulang Tahun Partai NasDem.

Fauzan menyarankan, untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat, sebaiknya dimulai dari para kader sendiri. “Contoh ringan dan mudah dilakukan, seperti memasang bendera Partai NasDem di rumah-rumah masing-masing pengurus dan kader. Ini mudah dilakukan, yang penting ada keinginan. Mari kita galakkan, pasang bendera NasDem di rumah,” tegas Fauzan.

Selain itu, setiap kader harus mengikuti perkembangan dan informasi berbagai kegiatan yang dilakukan melalui akun media sosial resmi partai. Para pengurus dan kader Partai NasDem secara otomatis harus mem-follow medsos Partai NasDem, seperti instagram, tiktok, dan medsos lainnya serta media-media lain, termasuk media online resmi yang dimiliki partai.  

Fauzan juga mengingatkan agar semua kader untuk terus menjaga soliditas karena tantangan kedepan akan lebih besar. Tantangan yang dihadapi pada pemilu tahun 2029 akan lebih besar dibandingkan pemilu 2024 lalu. 

“Apa pun tantangannya, kalau kita solid, insyaalloh bisa kita atasi bersama. Dibutuhkan persatuan yang kuat untuk menanggulangi berbagai persoalan yang muncul. “Untuk menjaga soliditas, maka saya akan banyak mengumpulkan kader, pengurus, termasuk anggota DPRD di dapil masing-masing,” ucapnya.

“Ini harus kita lakukan secepatnya, untuk memperkuat soliditas, solidaritas sesama kader, pengurus, anggota DPR RI, maupun DPRD. Kita perbanyak silaturrahmi. Segera kita jadwalkan. Insyaalloh Partai NasDem akan semakain besar. Ini tekad kita bersama,” tambah Fauzan.

Ketua DPD Partai NasDem Lombok Barat, Tarmizi mengatakan, para pengurus yang dilantik harus siap mengemban amanah rakyat dan meneruskan perjuangan partai menuju cita-cita besar, keadilan, kesejahteraan dan kemajuan bangsa. Tarmizi minta para pengurus yang dilantik agar bekerja dengan hati, dan niat tulus serta selalu menjaga marwah partai.

“Tunjukkan bahwa kita adalah pengurus dan kader Partai NasDem yang siap mengabdi. Partai NasDem selalu hadir bersama rakyat, bukan saat menjelang pemilu saja. Mari jadikan Partai NasDem menjadi rumah besar bagi kita semua, tempat lahirnya gagasan dan solusi bagi negeri, jelas Tarmizi.

Rabu, 01 Mei 2024

DPD PAN Lotim Tegaskan, Dukung Penuh ZULHAS Pimpin PAN Untuk Priode ke Tiga

 

DPD PAN Lotim
Okenews.net--Dewan Pimpinam Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Lombok Timur nyatakan dengan tegas sikapnya tetap mendukung kepemimpinan Zulkifli Hasan (ZULHAS) untuk memimpin PAN.

"Kami nyatakan dengan tegas DPD PAN Lombok Timur tetap mendukung ZULHAS pimpin PAN untuk priode ke tiga," tegas H. Saefuddin Zohri ketua DPD PAN Lombok Timur. Rabu (1/5/2024)

Dikatakan Saefuddin, ZULHAS masih dibutuhkan oleh PAN dimasa ini karena dibawah kepemimpinannya mampu membawa PAN yang lebih baik dari priode ke priode.

"Ini perlu dipertahankan jangan sampai hal yang baik bila diestapetkan pada yang lain akan membawa kemunduran, lebih baik ZULHAS kembali memimpin PAN untuk priode 2025-2030," ungkap Saefuddin.

Lebih jauh dikatakan, dengan motifasi yang besar dan strategi pembinaan yang dilakukan ZULHAS sehingga PAN di tiap daerah memiliki peningkatan kursi, artinya ini dibawah kepemimpinan ZULHAS ini sangat berpengaruh pada kemajuan partai.

"Kita saja di Lombok Timur Pileg 2019 meraih 5 kursi, sekarang pileg 2024 kita meraih 6 kursi. luar biasa kan," tutup Saefuddin.

Senin, 29 Maret 2021

Tolak Ketua DPD, Pengurus Partai Gelora Lotim Ajukan SK Tandingan

Okenews.net - Kondisi internal Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin memanas. Sebagian besar pengurus partai ini sempat melayangkan mosi tidak percaya kepada Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Lombok Timur, Umar Ubaid.

Pengurus yang menolak ketau DPD Gelora Lotim

Mosi tidak percaya ini kemudian disusul dengan 10 orang pengurus partai ini mendatangi kantor DPW Partai Gelora NTB untuk menyerahkan SK tandingan sesuai kesepakatan mayoritas Pengurus DPD dan DPC Partai Gelora Selombok Timur. Kedatangan 10 orang perwakilan pengurus ini diterima lansung oleh Ketua dan jajaran pengurus DPW Partai Gelora NTB pada Minggu (28/3/2021).


Dalam pertemuan tersebut, para pengurus membeberkan berbagai pertimbangan dan alasan mereka menolak Umar Ubaid untuk menakhodai DPD Partai Gelora Lombok Timur. Mulai dari kondisi organisasi yang tak terurus hingga masalah ketidakmampuan Ketua DPD mengakomodir serta menyelesaikan gejolak internal Partai Gelora Lombok Timur.


Rosidi, salah seorang pengurus DPD Gelora Lotim mengatakan, kedatangan mereka ke DPW dalam rangka menyerahkan data Kepengurusan Lotim yang utuh. Data tersebut terdiri dari 75 pengurus DPD, 714 pengurus DPC se-Kabupaten Lombok Timur. "Kita mendesak DPW untuk segera mengeluarkan SK kepengurusan yang diserahkan tadi," Sebut Rosydi.


Menurutnya, jajaran yang ada di draf kepengurusan lama yang diusulkan Ketua Umar Ubaid, tidak menunjukkan refresentasi keterwakilan semua wilayah, terutama dijajaran yang strategis di tingkat DPD.


Rosidi juga menyebut, usulan SK yang diserahkan merupakan representasi dari pengurus yang sudah diberikan SK oleh DPW Partai Gelora NTB. Ia juga menyinggung dari 75 daftar nama yang tertuang dalam usulan SK tersebut merupakan orang-orang yang berjuang dari awal untuk membesarkan partai Gelora Lombok Timur.


"Banyak teman-teman pengurus yang tertuang diusulan SK baru yang kita bawa ini tidak diakomodir dan di-SK-kan," tegas Rosyidi kepada awak media.


Rosyidi menilai dengan disampaikan data kepengurusan di tingkat DPD dan DPC se-Lombok Timur ini menunjukkan bahwa mereka tetap bekerja, tidak sekadar memikirkan bagi-bagi posisi strategis di DPD.


"Jangan-jangan kubu sebelah kerjaannya hanya otak atik posisi strategis, tidak pernah memikirkan kepengurusan ditingkat DPC dan PAC, gimana Partai mau besar, sementara verifikasi faktual sebentar lagi. Jadi itu fokus kami di kepengurusan kami, bahkan kami sudah mulai menyiapkan ribuan KTP, itu bentuk kerja kami untuk menjaga kebutuhan Partai kedepannya," ulas Rosyidi.


Rosyidi juga membeberkan bahwa DPW Partai Gelora NTB merasa berat untuk mencabut SK lama DPD Partai Gelora Lombok Timur yang dikomandoi Umar Ubaid. Ia bersama 9 orang perwakilan pengurus DPD Partai Gelora Lombok Timur akan terus mendesak DPW untuk segera mengevaluasi dan menyelesaikan polemik Internal Partai ini.


"Terbitnya SK itu ya kita merasa bahwa itu adalah spekulasi DPW yang terlalu terburu-buru, makanya jika itu berat, itu PR DPW yang harus diselesaikan, jika usulan teman-teman tidak diakomodir, ya kami akan perpanjang pertarungan ke step-step berikutnya," tegas Rosyidi.


Sementara Ketua DPW Partai Gelora NTB NTB L. Fahrurrozi saat ditemui wartawan di kantornya enggan untuk memberi komentar atas persoalan ini.


Ketua DPD Partai Gelora Lombok Timur Umar Ubaid saat dikonfirmasi menanggapi persoalan ini mengaku menyerahkan kepada DPW. Menurutnya, SK yang dikeluarkan DPW sudah melalui regulasi dan prosesnya panjang.


"Selaku ketua fungsionaris saya akan fokus untuk kerja dalam rangka mempersiapkan untuk 2024," terang Umair Ubaid singkat.


#Jurnalis: MUAZZIN

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi