Pemkab Lotim Perkuat Wilayah Binaan untuk Tekan Stunting
Okenews.net – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperkuat strategi penanganan stunting dengan membagi wilayah binaan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) dan unsur terkait.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa (1/9/2026).
Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya yang juga Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Lombok Timur.
Edwin menegaskan, pembagian wilayah binaan tidak boleh berhenti sebagai pembagian tugas administratif. Setiap OPD harus memiliki penanggung jawab atau person in charge (PIC) yang benar-benar memahami kondisi dan perkembangan program di wilayah masing-masing.
Menurutnya, keberadaan PIC akan memudahkan komunikasi, pemantauan serta tindak lanjut program. Dengan demikian, koordinasi tetap berjalan meskipun terjadi pergantian personel dalam rapat maupun kegiatan di lapangan.
“Pertemuan ini untuk membangun sistem kerja. Intervensi spesifik dan sensitif yang diperlukan harus disampaikan kepada mitra-mitra Genting,” tegas Edwin.
Selain memperjelas pembagian wilayah, Pemkab Lotim juga menekankan peningkatan kapasitas kader. Kader diharapkan memiliki keterampilan teknis dalam memberikan penyuluhan, melakukan pencatatan data hingga memantau perkembangan keluarga sasaran secara berkelanjutan.
Dukungan operasional juga dinilai penting, mulai dari ketersediaan logistik, insentif kader hingga koordinasi rutin di tingkat wilayah.
Program Genting sendiri tidak hanya mengandalkan bantuan makanan. Intervensi spesifik dilakukan melalui dukungan nutrisi berupa pemberian makanan tambahan (PMT) maupun bahan pangan kaya protein hewani bagi ibu hamil, ibu menyusui dan anak di bawah dua tahun.
Sementara intervensi sensitif menyasar kebutuhan dasar keluarga, seperti penyediaan air bersih, jamban sehat, bedah rumah tidak layak huni hingga pembangunan infrastruktur yang mendukung akses masyarakat.
Pendampingan juga dilakukan melalui edukasi, penyuluhan, komunikasi psikologis serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Provinsi NTB Lalu Makripuddin menyebut Lombok Timur sebagai salah satu barometer percepatan pencegahan dan penurunan stunting di NTB.
Menurutnya, posisi tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja.
Ia juga mengapresiasi sejumlah inovasi yang telah dilakukan Pemkab Lombok Timur. Namun, ia meminta persoalan sinkronisasi data Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) segera dituntaskan.
Realisasi BOKB yang tercatat dalam aplikasi disebut belum sepenuhnya sinkron dengan laporan Dinas P3AKB Lombok Timur. Karena itu, pembaruan data ke tingkat pusat dinilai penting agar sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
Lalu juga menyebut capaian Program Genting Lombok Timur telah mencapai 81 persen. Capaian tersebut diharapkan terus meningkat dengan memastikan setiap bantuan benar-benar diterima, dimanfaatkan dan dikonsumsi oleh keluarga sasaran.
Kepala Dinas P3AKB Lombok Timur Muksin menjelaskan, Genting menyasar keluarga berisiko stunting (KRS), mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, anak di bawah dua tahun (baduta) hingga anak yang mengalami stunting.
Berdasarkan target pemerintah pusat melalui BKKBN, terdapat 14.106 keluarga berisiko stunting di Lombok Timur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.610 KRS telah terintegrasi dalam program.
Intervensi yang telah dilakukan meliputi edukasi kepada 9.627 KRS, bantuan nutrisi untuk 1.574 KRS, akses air bersih bagi 394 KRS, jamban sehat untuk 14 KRS serta bantuan rumah layak huni kepada satu keluarga.
Pemkab Lombok Timur menargetkan intervensi tersebut tidak sekadar menyelesaikan persoalan jangka pendek. Perubahan perilaku keluarga menjadi salah satu kunci agar upaya pencegahan stunting memberikan dampak berkelanjutan.
Dengan pembagian wilayah binaan yang lebih jelas, penetapan PIC, penguatan kader dan kolaborasi lintas sektor, Program Genting di Lombok Timur diharapkan semakin tepat sasaran dan mampu mempercepat penurunan stunting di tingkat keluarga.
.png)
