www.okenews.net

Jumat, 25 Agustus 2023

Kampus Terbaik di NTB, Universitas Hamzanwadi Masuk 100 Top Rank di Indonesia 2023

Okenews.net - Universitas Hamzanwadi bertengger pada posisi nomor 97 sebagai perguruan terbaik di Indonesia versi UniRank 2023. Sementara di NTB, posisi Universitas Hamzanwadi masih posisi 2 setelah Universitas Negeri Mataram. 

Predikat ini tentu dapat menjadi rujukan para lulusan SMA sederajat masuk pada perguruan tinggi yang kompetitif. Dengan posisi yang baik dalam peringkat nasional dan regional, Universitas Hamzanwadi menawarkan peluang pendidikan yang menarik bagi calon mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Hamzanwadi Dr Abdullah Muzakar mengatakan pencapaian ini akan menguatkan komitmen universitas dalam memberikan pendidikan berkualitas dan berkelanjutan kepada mahasiswa. 

Menariknya kata Muzakar, meski predikat di NTB saat ini sama dengan tahun sebelumnya namun posisi nomor 97 secara nasional inilah yang cukup membanggakan karena masuk dalam dalam 100 top rank secara nasional.

"Oleh karena itu, saat ini kampus terus berikhtiar untuk meningkatkan kualitas dalam berbagai sisi agar lebih kompetitif sesuai dengan tuntutan era sekarang ini," kata Abdullah Muzakar, Jumat (25/08/2023). 

Meski meraih predikat kampus terbaik swasta di NTB, pihaknya  mengakui masih ada yang perlu dilengkapi dan diperbaiki agar mampu bertahan bahkan meningkatkan posisi yang diraih sekarang ini. "Predikat ini juga kita tidak sangka-sangka," ucapnya. 

Lebih lanjut ia menegaskan, era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, telah membuat perguruan tinggi harus terus meningkatkan kualitas karena dihadapkan dengan realitas kemajuan dunia yang berubah setiap waktu. 

Apa lagi peringkat yang baik dalam skala nasional dan regional saat ini, Universitas Hamzanwadi telah hadir menawarkan lingkungan akademik yang menarik, fasilitas modern, dan prodi berkualitas dengan berbagai disiplin ilmu, mulai dari ilmu sosial, eksak hingga teknologi. 

"Ikhtiar menjadi kampus terbaik dan menjadi kampus kompetitif kelas dunia harus terus kitanikhtiarkan. Karena ini kita dorong semua pihak yang ada dalam manjeman melakukan inovasi terbaik yang dapat mengharumkan nama baik kampus," harapnya. 

Sementara itu, Direktur Kerjasama dan Humas Dr Muhammad Halqi menambahkan, untuk mendukung dan mempertahan semua capaian ini maka piahkanya terus memperkuat jaringan kerja dengan berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri. 

"Karena sebagai salah satu indikator untuk meraih predikat dan menjadi kampus berkelas dunia harus membangun kerjasama dengan kampus maupun institusi berkelas internasional. Itulah sababnya tim kami terus membangun dan perkuat jaringan," paparnya. 

Ia berharap kedepan semua pihak yang telah bekerjasama dapat saling memberikan kontribusi untuk kemajuan kedua institusi. Semua jaringan yang sudah terbangun dapat bertahan dan dapat diperluas untuk memberikan manfaat bagi banyak pihak. "Karena itulah harapan kita semua," tutupnya. 

Usai Jalani Pendidikan Komcad, 73 Warga Asal Lotim Dikembalikan

Okenews.net – Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro mengatakan sebanyak 73 orang warga Kabupaten Lombok Timur telah selesai mengikuti pendidikan Kompenen Cadangan (Komcad) di Rindam IX/Udayana Tabanan Bali.

Hal itu diungkap Dandim 1615/Lotim saat di wawancara oleh insan media di ruang kerjanya di Makodim jalan Prof. M. Yamin Selong Lombok Timur, Jumat (25/8).

Dijelaskannya, sebanyak 73 orang yang tergabung dalam Komcad sudah kembali ke Lombok Timur pada Jumat minggu lalu setelah mengikuti pendidikan di Rindam IX/Udayana dan pemantapan di Pusdiklat Kopassus Batu Jajar Bandung Jawa Barat selama tiga bulan.

“Alhamdulillah mereka kita terima di Makodim dan kita berikan arahan, setelah itu mereka kembali ke keluarga masing-masing dan kembali bekerja sesuai dengan profesinya,” ungkap Bayu Sigit sapaan akrab Dandim 1615/Lotim.

“Selama mereka mengikuti pendidikan, mereka anggota Komcad diberikan latihan PBB, disiplin, wawasan kebangsaan, bela negara, dan beberapa materi lainnya dalam rangka mendukung tugas TNI termasuk latihan menembak,” sambungnya.

Hal itu dilakukan agar anggota Komcad sebagai komponen cadangan ini memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme terhadap bangsa dan negara.

“Mereka sesuai program akan diberikan penyegaran satiap tahun untuk mengingat dan memperkuat jiwa nasionalisme sebagai patriot bangsa dan negara,” ujar pria murah senyum itu. 

Mereka bisa digerakkan berdasarkan persetujuan DPR RI dan Komando Pengedaliannya berada pada Panglima TNI untuk mendukung dan membantu TNI selaku komponen utama dalam pelaksanaan tugas sesuai kebutuhan terutama dalam bela negara dan mempertahankan tanah air dari berbagai ancaman dan gangguan baik dari dalam maupun luar.

Terkait dengan beberapa anggota Komcad wilayah Kabupaten Lombok Timur yang belum memiliki pekerjaan, mantan Danyonif 742/SWY itu juga menyampaikan bahwa ia sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mencarikan solusi atau dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah.

“In syaa Allah kedepan akan kita berdayakan bersama sehingga mereka menjadi panutan di tempat tinggal maupun lingkungan tempat kerja," harapnya.

Pria kelahiran Bandung itu juga menegaskan pembinaan anggota Komcad ini akan dilakukan oleh Kodim selaku satuan Komando Kewilayahan sehingga kegiatan mereka akan terpantau oleh Kodim. 

Komponen Cadangan tahun 2023 ini dilantik langsung oleh Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto di Pusdilat Kopassus Batujajar Bandung Jawa Barat pada hari Jumat tanggal 11 Agustus 2023 lalu.

Kamis, 24 Agustus 2023

Gelar Studium General, Pascasarjana Universitas Hamzanwadi Bahas Explore the Power of Number


Okenews.net - Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Hamzanwadi hari ini menyelenggarakan Studium Generale dengan tema Metodologi Penelitian Kuantitatif: Explore The Power of Number di auditorium Hj. Siti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid Pancor. 

"Studium Generale ini menghadirkan seorang pakar metodologi penelitian kuantitatif yaknu Prof. Dr. Nyoman Dantes, guru besar di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja-Bali," kata Direktur Pascasarjana Universitas Hamzanwadi Dr Padlurrahman, Kamis (24/08/2023).

Ia menegaskan studium generale ini sebagai salah satu cara membangun budaya dan perilaku kecendekiaan di kalangan sivitas akademika S2 Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Hamzanwadi. 

"Agenda kuliah umum menjadi salah satu agenda rutin setiap mengawali perkuliahan pada setiap tahun akademik yang dihadiri oleh 200 lebih mahasiswa baru dan mahasiswa lama serta alumni," papar padlurrahman yang juga alumni IKIP Negeri Singaraja (sekarang Undiksha). 

Menurutnya, upaya membangun suasana akademik yang berbasis pada kecendekiaan adalah hal yang sangat penting dan harus mampu  dilaksanakan setiap semester agar budaya akademik terbangun dengan baik. 

Pada kesempatan lain, Dr. H. Musipuddin, M.Pd saat membuka acara ini menyebutkan seluruh peserta harus serius mengikuti acara ini sebab menjadi kesempatan untuk mengekplorasi secara substantif berbagai pendekatan dalam penelitian baik kuantitatif maupun kualitatif dalam bidang pendidikan. 

"Kita harus memiliki semangat menambah hasanah ilmu pengetahuan di berbagai jenjang dan tingkat agar memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan keadaan dimana kita hidup di era distrupsi ini," papar Warek 3 sekaligus ketua Ikatan Alumni Pascasarjana Undiksha ini. 

Prof. Dr. Nyoman Dantes selalu pemateri memaparkan kehidupan ini tidak bisa lepas dari ilmu. Di dunia ini yang berkuasa adalah ilmu, karena ilmu bisa menciptakan teknologi dan teknologi itu sendiri yang memiliki peran penting dalam menyelsaikan masalah di dunia ini. 

"Di dunia ini hanya satu yang tidak bisa diukur yakni ekspresi manusia menurut pendekatan kuantitatif," tegasnya sembari menyebutkan bahwa penelitian kuantitatif berbasis instrumen dan harus selesai di atas meja. 

Namun demikian, ia juga menegaskan tidak semua penyelidikan itu disebut penelitian, jadi harus jelas ontologi, epistemologi dan aksiologinya.

Tujak Ragi, Event Budaya Masyarakat Lombok Timur

Okenews.net – Event seni budaya Batur Rumbuk kembali digelar. Batur Rumbuk IV yang berlangsung tahun ini dibuka Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy di Masjid Jami` Al Wasilah Rumbuk, Kamis (24/8/2023).

Diawali penyambutan “Tamu Tanak Gadang Pringgasela”, Bupati, Kapolres, dan sejumlah pimpinan OPD selanjutnya turut mempersiapkan bumbu yang akan digunakan dalam acara adat tujak ragi bleq.

Bupati dan sejumlah undangan tampak mengupas bawang merah yang dan selanjutnya menumbuknya bersama beragam bumbu lain yang telah dipersiapkan dalam sebuah lesung itu.

Tujak ragi bleq, ungkap Bupati Sukiman sebelum membuka secara resmi kegiatan tersebut, mengandung filosofi koordinasi dan kebersamaan.

“Segala sesuatu kalau sendirian akan sulit terlaksana, akan tetapi bila dikoordinasikan dan dilakukan bersama akan meringankan dan lebih baik,” terangnya.

Karena itu ia mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari agenda tahunan Batur Rumbuk seraya mengajak untuk menyukseskannya bersama. “Mari laksanakan sebaik-baiknya bersama,” imbaunya.

Bupati Sukiman juga mengparesiasi kerja semua pihak yang berkontribusi untuk keberlangsungan event yang diagendakan berlangsung hingga Ahad (27/8/2023) tersebut.

Tidak hanya pemuda rumbuk, melainkan juga pemuda dan masyarakat lain yang memiliki ikatan kultur dan akar yang sama yaitu Pringgasela dan Temanjor.

Berharap berlangsung lancar dan mendatangkan keberkahan, ia juga mengingatkan penyelanggaraan event tersebut agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

Selain sejumlah acara adat, kegiatan ini juga diisi bazar, hiburan, hingga kegiatan sosial seperti sunatan masal, dan berbagai lomba.

Rabu, 23 Agustus 2023

TGH Najamudin Nobatkan Rachmat Hidayat Sebagai Bapak Pluralisme NTB

 


Okenews.net- Politisi TGH Najamuddin Mustafa mengungkapkan kekagumannya kepada anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan asal dapil NTB II Pulau Lombok H Rachmat Hidayat. Bagaimana tidak, Najamuddin mengaku H Rachmat Hidayat merupakan sosok politisi senior yang nyaris tidak ada politisi lain yang mampu mengimbangi pemikiran, sumbangsih, dan kinerjanya untuk masyarakat NTB.

Dijelaskan Najam, dalam perjalanan karier politiknya yang secara generasi berada di bawah H Rachmat Hidayat, Najam mengaku mulanya tak begitu tertarik dengan gaya politik H Rachmat Hidayat.

Sejak dahulu, Najam mengaku jarang sealiran pemikrian di kancah politik dengan H Rachmat Hidayat. Namun, perbedaan itu justru membuat Najam kian penasaran. Akhirnya, dirinya mengamati gerak-gerik dan tingkah-polah politik yang dijalankan H Rachmat Hidayat.

"Saya mengamaitnya sejak usia belasan tahun, skeitar 1982. Saya mengenal beliau, sering datang ke tempat saya, bertemu kakak saya. Saya tidak pernah membayangkan jadinya akan speerti ini. Yang saya bayangkan Rachmat Hidayat ini orang "jenggo" lah. "Begal" lah gayanya. Apa yang mau saya dpaatkan dari orang smeacam ini. Maka saya ndak mau ikuti," kata Najamuddin di hadapan H Rachmat Hidayat saat santap siang di Prime Park Hotel Mataram pada Selasa (22/8/2023).

Sejak ia amati mulai tahun 1987-1988, hidup H Rachmat Hidayat, kata Najam memang seperti itu. Ia adalah sosok politisi yang lahir dari kelas bawah "akar rumput". H Rachmat Hidayat termasuk target operasi rezim orde baru bersama teman seperjuangannya yang lain semisal Raden Suweno dan Sutomo.

Yang paling berkesan dari figure H Rachmat Hidayat menurut Najam adalah perihal konsistensi dan loyalitas.

"Yang saya lihat di beliau ini soal konsistensi dan loyalitas. Dia berani melawan rezim orde baru, dan cara melawannya kekeh dan tak surut. Hidupnya beliau seperti pengembara. Di kampung saya ndak asing lagi, wara-wiri di Sakre. Dia konsisten membela Megawati di saat orang-ornag lain lari karena gertakan orde baru," ujarnya.

Dengan pengalaman dan upaya persekusi oleh rezim kala itu, Najam tak membayangkan bahwa sejarah politik H Rachmat Hidayat akan secemerlang ini. Semestinya, dengan keberanian berteriak lantang membela Megawati di saat masa krisis, H Rachmat Hidayat tentu sangat dekat dengan bahaya.

"Rachmat lahir dari golongan yang sangat bawah, tapi sekarang? nyaris tidak ada yang tidak mengenalnya di masyarakat bawah, apalagi politisi-pejabat kelas tinggi. Maka bagi saya politisi baru ini di bawah masa beliau, saya berkesimpulan bahwa beliau memang besar karena tidak pernah pilih-pilih, bergaul dengan semua orang dan kalangan, tidak melihat latar belakang," jelasnya.

*Nobatkan Sebagai Bapak Pluralisme NTB, Punya Kesamaan Pemikiran dengan Gus Dur*

TGH Najamuddin yang juga merupakan Putra Kandung salah seorang ulama yang menyebarluaskan ajaran Nahdlatul Ulama (NU) di NTB yakni TGH Mustafa Gazali kelahiran Dusun Batu Sambak Desa Montong Tangi Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur itu mengaku takjub juga dengan aliran pemikiran H Rachmat Hidayat. Salah satu yang paling mencolok menurut Najam adalah H Rachmat Hidayat mampu menjadi pengayom lintas kalangan.

Kebaikannya tak pandang bulu dan latar belakang manapun. Karakteristik itu, menurut Najam sangat relevan dengan pemikiran Presiden ke IV RI yang juga ulama kharismatik Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Gus Dur dikenal sebagai Bapak Pluralisme Indonesia. Ia dikenal mampu menjadi 'orang tua' di balik keberagaman dan kemajemukan Indonesia.

"Saya pernah beberapa tahun ikut Gus Dur. Di Ciganjur saya kenal dengan Yenni Wahid putri beliau. Saya melihat ada persamaan cara berpikir H Rachmat Hidayat dengan Gus Dur. Saya bilang begini dari hati saya. Beliau ini sangat nasionalis, pluralismenya tinggi. Dia perlihatkan itu dalam setiap tindakannya, pikirannya mencerminkan kebangsaan," jelasnya.

Najamuddin mencontohkan, H Rachmat Hidayat getol sekali membangun saran ibadah bagi umat agama lain semisal Hindu dan Nasrani. Tak hanya tempat ibadah, H Rachmat Hidayat pula membangun sarana pendidikan bagi kelompok masyarakat agama lain di luar dirinya, yakni islam.

Sikap yang ditunjukkan politisi kharismatik Bumi Gora itu dinilai sangat berpegang teguh pada semangat kemanusiaan. Ia mengeliminasi perbedaan pandangan keberagamaan. Ia rajut itu dalam semangat kebhinekaan yang memiliki kesamaan hak sebagai anak bangsa.

"Ketika tokoh kita membangun masjid, pesantren, itu biasa. Tetapi ketika ada orang muslim membangun tempat peribadatan bagi orang Hindu, Nasrani, kita ndak salah mengatakan bahwa beliau sangat pluralis," ujarnya.

Dengan sikap konsisten itu, anggota DPRD NTB itu mengaku tak salah jika dirinya memberikan label "Bapak Pluralisme NTB" kepada H Rachmat Hidayat.

"Maka saya berkesikpulan orang ini saya nobatkan sebagai Bapak Plurasilme NTB. Dari hasil kinerjanya, sangat paham keberagaman. Kalau Gusdur Bapak Plurasilme Indonesia, Rachmat Hidayat  yang Bapak Pluralisme di NTB," bebernya.

"Saya ini tokoh NU, saya melihat bahwa seorang H Rachmat Hidayat sangat layak menjadi panutaa kita. Baik dari sisi prilaku dan ketokohan (senioritasnya). Cocok jadi Bapak bangsa kita di NTB," sambungnya.

Tak hanya melihat dari pandangan mata saja, Najam mengaku kiprah H Rachmat Hidayat juga diakui oleh kelompok umat agama lain. Najam mengaku sering bertanya kepada kawannya soal apa yabg telah diperbuat H Rachmat Hidayat.

Menurut Najam, perhatian dan sumbangsih H Rachmat Hidayat telah diakui dan diacungi jempol. Taj hanya oleh kelompok masyarakat muslim, melainkan juga non-muslim.

"Saya juga bertanya kepada teman-teman Budha, dikatakan Rachmat orang baik, pengayom kita, bukan hanya islam. Di teman-teman China dan Nasran, apa respon mereka? Beliau itu orang bagus. Sangat perhatian ke kita. Kalau orang kami mengatakan bagus, kenapa kita tidak," ulasnya.

"Ketika ada orang yang membangun tempat pendidikan agama lain, itu sangat luar biasa bagi saya. Bukan saya menyanggung, ngapain. Tapi ini bentuk perhatian dan kecintaaan saya berdasarkan pandangan dan kacamata empirik dari apa yang beliau lakukan. Ini diakui nurani dan barin saya," imbuh anggota Komisi I DPRD NTB itu.

Di NTB, kata Najam tidak ada politisi dan tokoh publik sekelas H Rachmat Hidayat. Secara pribadi, Najam mengaku tak akan mampu mengimbangi apalagi menyamai apa yang telah didharma-baktikan H Rachmat Hidayat kepada masyarakat NTB, khususnya Pulau Seribu Masjid.

"Tokoh NTB tidak ada yang seperti beliau. Saya sendiri ndak mampu mengimbangi pekerjaan beliau. Karena saya masih punya rasa takut, beliau punya tingkat keagamaan tang tinggi (makrifat) tidak peduli pandangan manusia. Ini makomnya lain. Ini bedanya beliau dengan tokoh-tokoh kita yang lain. Ini jadi pelajaran, tauladan kita semua," jelasnya.

Terkahir, Najam mengakui bahwa kemampuan dan ketajaman pemikiran yang dimiliki H Rachmat Hidayat tak diraih atau _by given_ dari orang lain. Melainkan itu buah dari sejarah kehidupan panjang yang dijalaninya secara otodidak.

"Ini tidak mudah saya sampaikan. Dia ini menurut saya tidak dapat ilmu dari orang, dia dapat ilmu dari dirinya, perjalanan hidupnya dia dapat ilmu dari alam. Maka saya bangga, serius saya bangga," jelasnya.

Dalam konteks NTB, Najam mengakui akan sangat sulit menemukan lagi tokoh seperti H Rachmat Hidayat. Butuh waktu ratusan bahkan ribuan tahun lagi untuk melahirkan sosok yang dapat mengimbangi apa yang telah diperbuat H Rachmat Hidayat.

Selasa, 22 Agustus 2023

Bertemu Ketum OKP Nasional, Ketum Pimpus Pemuda NWDI Bahas Kolaborasi dan Aksi Nyata

Okenews.net - Jelang HULTAH ke-88 NWDI, Ketua Umum Pemuda NWDI Muhammad Rifki Farabi melebarkan potensi kolaborasi dengan organisasi kepemudaan (OKP) melalui sebuah pertemuan.

Adapun pertemuan yang dilakukan Farabi melibatkan Ketua umum PB HMI Raihan Ariatama, Ketua Umum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri, Ketua Umum GMK Jefri Gultom.

Ditanya apakah pertemuan itu berkaitan dengan situasi politik yang akan dihadapi negara jelang 2024, putra sulung TGB Muhammad Zainul Majdi itu menjawab normatif.

"Banyak hal yang kami bahas. Terutama soal bagaimana OKP merespons kebutuhan zaman, mulai dari isu ekonomi hingga politik. Tapi secara garis besar ini adalah agenda silaturahmi yang dilakukan Pemuda NWDI di kancah nasional," kata Farabi, Selasa (22/8/2023).

Ia juga mengaku tidak menutup kemungkinan, melalui silaturahmi itu, Pemuda NWDI semakin terbuka peluangnya untuk turut berkontribusi dengan berbagai stakeholder yang ada di pusat.

"Sesuai dengan cita-cita mulia sang Maulana (Maulana Syaikh), yakni memberikan kebermanfaatan di segala ranah perkhidmatan," ujarnya. 

Farabi juga menyebut soal peluang santri di NTB mengembangkan bisnis di ranah nasional. Menurutnya, banyak lulusan pesantren maupun yang masih berstatus santri tengah mengembangkan berbagai karya dan prodak menarik.

Ia melihat produk-produk itu juga memiliki daya jual tinggi sehingga pantas didukung untuk bersaing ke kancah yang lebih luas.

"Dalam istilah hari ini disebut santripreneur. Ide-ide, gagasan, dan contoh-contoh karya santri NTB bahkan tiang bawa ke pusat untuk dipresentasikan. Sambutannya positif. Jadi Insyaallah dalam waktu dekat, gerakan kita juga bakal ke arah sana," pungkasnya. 

Terpisah, Dian Eka Purnama Sari owner UMKM Ketak Nusantara mengapresiasi gerakan Farabi menjalin silaturahmi dengan OKP nasional, terutama untuk mepresentasikan karya-karya pemuda NTB.

Dian yang juga merupakan alumni pesantren, menilai Farabi sudah dapat membaca strategi penguatan ekonomi bagi pemuda yang konsen dalam entrepeneur, apalagi hari dapat dikembangkan melalui flat form digital. 

"Sebagai pelaku UMKM, saya menilai itu gerakan yang konkret. Kita butuh jalan ke pusat, dan dengan jaringan Tuan Guru (Farabi), mestinya itu bisa kita capai," kata Dian.

Dian sendiri merasa kesulitan membangun kolaborasi dengan gerakan pemuda yang ada di pusat selain dari pameran-pameran. Ia melihat, mungkin melalui politik maupun organisasi kepemudaan, kolaborasi itu bisa tercipta.

"Ya gerakan kolaborasi itu penting. Tanpa kolaborasi kita bakal kesulitan bergerak sendiri-sendiri di daerah. Perlu ada kolaborasi yang dilakukan secara nasional. Apalagi untuk membawa ide bagus soal santripreneur itu," ujarnya.

Konsisten Perjuangkan Pendidikan Berkualitas dan Ekonomi Kerakyatan, Ini Profil Lalu Muhyi

 


Okenews.net – Dr TGH Lalu Abdul Muhyi Abidin atau akrab disapa Mamiq Muhyi menyatakan maju sebagai Caleg DPRD NTB Dapil 2 Lombok Barat dan Lombok Utara dari Partai Gerindra.

Mamiq Muhyi yang berdomisili di Desa Bajur Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat dikenal sebagai pribadi santun dan ramah. 

Sederet pengabdian telah dibuktikan oleh Mamiq Muhyi dengan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan pembinaan sosial dan Keagamaan dalam berbagai organisasi. 

Sejak mahasiswa, ia telah aktif dalam berbagai organisasi. Saat mengeyam pendidikan di Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Quran Jakarta ia telah aktif menjadi Aktivis Kemahasiswaan di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DKI Jakarta.

Saat menjadi Mahasiswa Pasca Sarjana di Universitas yang sama ia didaulat menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda NW.

Pasca menyelesaikan Program doktoralnya di Universitas Negeri Jakarta Mamiq Muhyi diangkat menjadi Sekertaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) pada masa kepemimpinan Umi Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid. Saat ini ia menjadi Katib Am Dewan Mustasyar PBNW. 

*Pengabdian dalam Dunia Pendidikan*

Sesuai dengan hajat perjuangannya untuk memperjuangkan pendidikan yang berkualitas, Mamiq Muhyi telah banyak berkiprah dan mengabdi dalam dunia pendidikan.

Saat ini ia menjabat sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Selama menjabat sebagai Rektor Ia menyediakan banyak program Beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu maupun yang berprestasi diantaranya Beasiswa Pahlawan, Beasiswa Hafidz, beasiswa berprestasi dan Beasiswa Maulanasyaikh.

Mamiq Muhyi juga mendirikan Pondok Pesantren Zainuddin Atsani di Desa Sesela Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pondok Pesantren ini fokus untuk mendidik anak-anak tidak mampu yang berkeinginan melanjutkan pendidikan.

Ia juga konsisten membangun dan membina Pondok Pesantren dengan menjadi Dewan Pembina dan Penasihat di beberapa Ponpes di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara. 

Pada tahun 2021 ia ikut menulis dan menerbitkan 2 Jurnal Ilmiah diantaranya :

- Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dengan Bio Tekhnologi EM4 (Efektif Mikroorganism) untuk Pengolahan Limbah Ternak di Kelompok Pemuda Mandiri Bug-bug Lombok Barat. 

-Revitalisasi Moral Generasi Muda dan Penekanan Angka Pernikahan Dini Melalui Sosialisasi Penguatan Nilai-nilai Agama dan Budaya di Desa Bagik Payung Timur, Lombok Timur.

Sementara dalam dunia Politik, Mamiq Muhyi pernah 2 periode sebagai anggota DPD-RI dan anggota DPRD NTB mewakili Dapil Lobar-KLU pada tahun 2014.

Pada Kontestasi pemilu 2024 mendatang Mamiq Muhyi mencalonkan diri dari Partai Gerindra dengan nomor urut terakhir no 12.

Dalam kampanyenya Ia berkomitmen untuk terus memperjuangkan Pendidikan Berkualitas dan Ekonomi Kerakyatan di NTB khusunya di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara dengan cara pengawalan terhadap proporsi APBD NTB dan pengawasan yang partisipatif dengan OPD Pemprov NTB terkait.

Rannya Kristiono Ajak kaum Milenial dan Gen Z Rubah Mindset Pasar Tradisional


 Okenews.net - Pasar Tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar. Bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar.

Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan buah, sayur-sayuran telur, daging, kain, pakaian, barang elektronik dan lain-lain.

Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, termasuk juga di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Bagi kebanyakan orang, keberadaan pasar tradisional menjadi hal yang lazim dari waktu ke waktu. Semua mengalir dengan sendirinya. Tapi tidak bagi politisi muda Gerindra, Rannya Agustyra Kristiono.

Rannya menilai potensi Pasar Tradisional sangat strategis dalam menggerakan perekonomian masyarakat dan daerah.  Apalagi jika revitalisasi dan kolaborasi pasar dengan sektor pariwisata bisa dilakukan.

"Saat ini kan, setidaknya sudah ada 8 pasar tradisional di Indonesia yang jadi destinasi wisata. Nah, di Lombok hal ini bukan mustahil untuk dilakukan juga," kata Rannya, Selasa 22 Agustus 2023. 

Ia mencontohkan, pasar Beringharjo Yogyakarta, pasar Apung Banjarmasin, pasar Mama-Mama Papua, pasar Gede dan pasar Klewer di Solo, juga pasar Sukowati di Bali, semua tadinya adalah pasar tradisional biasa, namun berubah menjadi destinasi setelah disentuh.

Menurut putri mendiang HBK ini, Lombok memiliki keunikan tersendiri jika dilihat dari sisi lokasi pasar tradisional. Sepanjang jalan nasional dari Ampenan, Kota Mataram hingga Labuhan Lombok, Lombok Timur, bisa dijumpai belasan hingga puluhan pasar tradisional di sisi ruas jalan negara.

"Bayangkan kalau salah satunya bisa menjadi destinasi wisata.Tentu ini akan berdampak bagus pada Lombok dan NTB umumnya yang sudah terbranding sebagai destinasi wisata internasional," katanya.

Rannya juga mengajak generasi muda [ baca : Milenial dan Gen Z ] untuk mengubah mindset tentang pasar tradisional. Apalagi di era persaingan global dimana gerai pasar modern sudah banyak tersedia termasuk di Lombok ini.

Ia mengatakan, gerai pasar modern memiliki pangsa pasar masyarakat perkotaan, ekonomi menengah ke atas. Sementara pasar tradisional terstigma menjadi pangsa ekonomi menengah ke bawah.

Padahal, papar dia, sejatinya gerai pasar modern berkaitan dengan investasi dan modal kapital. Sementara pasar tradisional digerakan oleh masyarakat lokal.

"Pasar modern bisa menyumbang lapangan kerja sebagai karyawan, sementara pasar tradisional bukan saja membuka lapangan kerja tapi juga kesempatan dan wadah berwirausaha," ujarnya.

Gagasan Rannya tentang pasar tradisional ini tak lepas dari semangat dan cita-cita mendiang ayahandanya, HBK. Masyarakat Lombok dan NTB umumnya sangat paham jika almarhum HBK sangat serius bekerja mewakili rakyat di DPR RI, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama para petani.

Menurut Rannya, bukan saja pada aspek produksi dan pengolahan pasca panen, petani juga harus punya akses pemasaran yang lebih terbuka dan maksimal. Salah satu yang paling make sense adalah pasar tradisional.

Namun untuk semua ini, papar dia, mindset masyarakat dan pedagang di pasar tradisional pun harus mulai diubah sedikit-demi sedikit. Mulai dari bagaimana kebersihan dan kenyamanan pasar, hingga bagaimana memberikan pelayanan dan hospitality yang ramah bagi pengunjung.

"Sehingga nantinya pasar tradisional bukan saja menampung hasil para petani, tetapi juga menjadi tempat yag nyaman dikunjungi, bahkan bisa menjadi destinasi wisata baru di Lombok ini," katanya.

Saat ini, Rannya Kristiono mulai aktif membangun jejaring dan membuka ruang diskusi dengan kelompok muda di Lombok. Salah satu yang terus dibahas adalah bagaimana generasi muda bisa ikut mendorong pengembangan pasar tradisional.

"Banyak rekan-rekan kita generasi muda Lombok yang fresh graduated, ada sarjana ekonomi, ada pertanian dan ada juga pariwisata. Mereka bisa kembali ke kampung untuk mengaplikasikan keilmuannya untuk masyarakat," tukas Rannya 

Kunjungannya ke pasar tradisional Kopang, Lombok Tengah, membuat Rannya optimistis. Bisa menghadirkan pasar tradisional yang merujuk destinasi wisata. Apalagi lokasi pasar tradisional Kopang tepat disisi jalan negara.

Menurut Rannya, dengan revitalisasi pasar dan mengkolaborasikannya dengan aspek pariwisata, akan mentrigger pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat, terutama para pedagang pasar dan para petani, peternak, dan juga nelayan.

Di sisi lain, sebagai destinasi baru, pasar tradisional juga akan memperkaya khasanah potensi wisata di NTB ini.

"Kalau sekarang wisatawan masih banyak belanja di gerai modern, ke depan pasar tradisional bisa menjadi pilihan yang tak kalah menarik," pungkasnya

H Lalu Hadrian Irfani Dorong Pengembangan Pariwisata dan Pertanian Terintegrasi



Okenews.net - Pengembangan sektor pertanian dan sektor pariwisata di NTB dinilai perlu mulai dikolaborasikan agar bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya para petani.

Anggota DPRD NTB, H Lalu Hadrian Irfani yang juga Ketua DPW PKB NTB  mengatakan, dua sektor unggulan ini bisa berjalan berdampingan secara terintegrasi dan berkesinambungan.

"Ke depan perlu ada inisiatif untuk mendorong kolaborasi dan elaborasi sektor pariwisata dan sektor pertanian secara luas" kata H Lalu Hadrian Irfani, politisi  yang bakal maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Pulau Lombok, Senin, 21 Agustus 2023.

Hadrian mengatakan, salah satu konsep yang bisa dikembangkan untuk menjembatani sektor pariwisata dan pertanian adalah agrowisata.

Agrowisata merupakan sebuah aktivitas yang mengkombinasikan sektor pariwisata dan sektor pertanian dalam satu bentuk usaha, sebagai upaya sektor pertanian meningkatkan kualitas hidup kaum tani.

Menurutnya, agrowisata merupakan tuntutan akan pariwisata yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab. Agrowisata adalah pemanfaatan alam sebagai atraksi wisata, pariwisata berwawasan pertanian yang memanfaatkan usaha pertanian sebagai objek.

"Sebagai pariwisata dengan peminatan khusus, agrowisata dapat dipandang sebagai pariwisata alternatif ketika sektor pariwisata melibatkan petani dalam usaha pariwisata. Keterlibatan petani dalam pengembangan pariwisata merupakan syarat utama keberlanjutan pembangunan agrowisata," urai Ketua DPW PKB NTB yang gemar bertani ini.

Hadrian memaparkan, keterlibatan ini terkait dengan partisipasi, pemberdayaan ataupun perencanaan partisipatif melalui pengembangan sektor pertanian dan sektor pariwisata menciptakan model agrowisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Melalui pengembangan agrowisata, petani diyakinkan untuk mampu menjadi pemangku kepentingan yang proaktif.

"Potensi untuk agrowisata di Lombok ini sangat besar. Agrowisata bisa dikemas sesuai dengan ruang lingkup dan potensi daya tariknya, seperti agrowisata tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, dan kehutanan," ujarnya.

Menurut dia, masing-masing jenis agrowisata tersebut memiliki karakter yang berbeda sehingga memerlukan pengelolaan yang berbeda pula. Agrowisata tanaman pangan dan hortikultura menyajikan berbagai kreasi dan proses kegiatan mulai dari pra panen, pasca panen berupa pengolahan hasil, sampai kegiatan pemasarannya.

Daya tarik objek wisata yang ditawarkan bisa berupa bunga-bungaan, yakni menampilkan nilai kekhasan bunga Indonesia, cara pemeliharaan yang masih tradisional, seni keindahan bunga seperti merangkai bunga, pameran bunga, taman bunga dan sebagainya.

Atau, buah-buahan. yakni dengan menampilkan kebun buah-buahan pada umumnya di desa atau pegunungan dan mempunyai pemandangan alam sekitar yang indah, memperkenalkan asal kota khas buah tersebut, cara tradisional pemetikan buah, pengelolaan buah. Bisa juga sayuran, yakni menampilkan kebun sayuran pada umumnya di desa atau pegunungan yang mempunyai pemandangan alam sekitar yang indah, cara tradisional pemeliharaan dan pemetikan sayuran, teknik pengelolaan serta budidaya sayuran. Dan, kebun tanaman obat-obatan atau jamu.

Sementara itu, agrowisata perkebunan menawarkan daya tarik historis dari areal perkebunan tersebut, pemandangan dan udara segar, cara konvensional dalam pola tanam, teknik pengolahan ataupun proses pengemasan hasil produk olahan.

"Pengembangan agrowisata ini akan berdampak pada aspek sosio-psikologis, aspek ekonomis, aspek lingkungan. Aspek sosiopsikologis dari agrowisata untuk memberikan keterampilan, wirausaha, pengalaman, dan profesi baru bagi petani kita," tandas Hadrian.

Dipaparkan, aspek ekonomis dari agrowisata untuk menstimulasi pengembangan fasilitas akomodasi, pengembangan pertanian, penyediaan kesempatan kerja, dan mengurangi pengangguran. Aspek lingkungan dari agrowisata untuk peningkatan perlindungan sumber daya alam dan lingkungan, pengembangan infrastruktur lokal, pemanfaatan sumber daya manusia.

"Agrowisata dapat memunculkan peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan pendapatan dan meningkatkan taraf hidup serta kelangsungan usaha mereka," tegas Hadrian

Saat ini, papar Hadrian, sektor pariwisata di Lombok dan NTB pada umumnya sudah cukup maju dan berkembang. Terlebih dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah.

Hanya saja, multiplier efect atau efek domino pariwisata belum bisa dirasakan masyarakat secara maksimal. Padahal jika dikelola dengan baik dan terintegrasi, pariwisata bisa sangat mendukung pertanian.

Ia mencontohkan, kebutuhan sayuran dan buah-buahan di perhotelan, saat ini masih dominan didatangkan dari luar. Padahal di daerah Lombok dan NTB secara umum hal itu tersedia.

Sehingga selain agrowisata, pola kemitraan petani dengan sektor pariwisata pun harus mulai didorong sejak sekarang.

"Jangan sampai pariwisata kita sangat maju dan mendunia, tetapi masyarakat khususnya petani hanya jadi penonton," imbuhnya.

Hadrian mengakui, produk pertanian lokal memang perlu ditingkatkan dari sisi mutu dan pengelolaan pasca panen. Sebab perhotelan juga memiliki standar tertentu untuk bisa menerima produk pertanian seperti sayuran dan buah buahan.

Ke depan hal ini yang akan diperjuangkan Lalu Hadrian Irfani jika diberi amanah untuk mewakili masyarakat Lombok du kursi Senayan.

"InshaAllah, ini yang akan saya perjuangkan. Sehingga dua sektor unggulan kita bisa berkembang dengan kolaborasi dan berkesibambungan. Muaranya jelas untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani," Pungkasnya.

Terus Bergerak, Relawan TGB dan HMD Turun Berikan Kartu Asuransi Perindo

HM Djamaluddin (tengah) bersama pendukung Perindo (foto ist/dok)
Okenews.net - DPD Partai Perindo Lombok Timur terus bergerak cepat untuk mengajak masyarakat berjuang bersama Partai Perindo dengan menawarkan kartu asuransi. Kartu asuransi ini diluncurkan sebanyak 20 juta keping kartu untuk disebarkan di seluruh wilayah Indonesia. 

Ketua DPD Perindo Lombok Timur HM Djamaluddin mengatakan kartu asuransi yang ditawarkan ini mencerminkan upaya untuk tidak hanya mengandalkan janji politik tradisional, tetapi memberikan manfaat nyata kepada anggota dan masyarakat, yang dapat mendorong keterlibatan mereka dalam proses politik.

"Dengan menawarkan kartu asuransi, Partai Perindo berupaya untuk membangun hubungan yang lebih personal dan berkelanjutan dengan anggotanya serta masyarakat secara terus menerus," paparnya di Pancor, Selasa (22/08/2023).

Ia menegaskan, saat ini pengurus DPD Lombok Timur terus bergerak untuk turun menyapa dan mengajak masyarakat berjuang bersama Partai Perindo dengan menyiapkan kartu asuransi seperti sekarang ini. 

Selain pengurus partai, relawan partai terutama dan pecinta TGB Zainul Majdi juga bergerak dan mengajak warga melakukan pendaftaran dengan melakukan aktivasi pada kartu asuransi tersebut, sejak diberikan oleh DPP Partai Perindo. 

Menurutnya, jumlah masyarakat yang mendaftarkan diri dalam dua hari ini sudah mencapai ribuan. "Kemarin dan hari ini pengurus dan relawan terus bergerak dan memasuki ruang-ruang yang memiliki potensi untuk berafiliasi kepada partai Perindo," ujar HMD (sapaan HM Djamaluddin) oleh relawan. 

Lebih lanjut HMD menegaskan, program asuransi ini mencakup perlindungan anggota dan masyarakat yang mengalami kecelakaan dan kematian. Asuransi ini dapat diklaim dengan cepat begitu informasi masuk ke pengurus partai. 

Jika pemegang kartu semisal mengalami kecelakaan dan menyebabkan luka parah, maka pemegang kartu akan mendapat jaminan uang sebesar Rp300 ribu. Dan jika tanpa diminta kecelakaan menyebabkan meninggal dunia, maka anggota pun akan mendapat uang jaminan sebesar Rp3 juta.

Namun terlepas dari itu, langkah Partai Perindo ini merupakan upaya berinteraksi dengan pemilihnya secara terus menerus atau tidak hanya sebatas pemilihan saja namun sama sama berkontribusi dalam membangun politik bangsa yang sehat serta rakyat hidup sejahtera.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi