www.okenews.net

Senin, 21 April 2025

Pemkab Lotim Pastikan Komitmen pada Isu Perempuan dan Anak

Okenews.net- Sejumlah organisasi non-pemerintah (NGO) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Kabupaten Lombok Timur menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur terhadap berbagai persoalan yang dihadapi perempuan. Momentum peringatan Hari Kartini menjadi pengingat akan semangat perjuangan R.A. Kartini dalam mengadvokasi hak-hak perempuan Indonesia, yang relevan hingga saat ini.

Pertemuan antara Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik dengan Aliansi Masyarakat Sipil Lotim yang berlangsung pada Senin (21/04/2025). di ruang kerja Sekda. 

Salah satu topik utama dalam pertemuan tersebut adalah wacana penggabungan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, yang menjadi sumber kegelisahan di kalangan aktivis dan pegiat sosial.

Menanggapi hal tersebut, Sekda yang didampingi perwakilan DP3AKB menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana resmi untuk penggabungan OPD tersebut. Ia menekankan pentingnya peran strategis DP3AKB dalam menangani isu pengarusutamaan gender, perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, serta isu-isu disabilitas dan inklusi sosial.

“DP3AKB adalah garda depan dalam memastikan isu-isu strategis ini terkoordinasi dan diimplementasikan secara tepat. Maka kami tidak memiliki niat untuk melemahkan peran tersebut,” tegas Sekda.

Lebih lanjut, Sekda menyampaikan bahwa Pemkab Lombok Timur tengah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030 dengan memastikan isu-isu krusial seperti kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga mendapat perhatian khusus. Ia menekankan pentingnya sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh adat dalam menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat.

Tak hanya itu, momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei mendatang juga akan dijadikan peluang untuk mengangkat dan mengarusutamakan isu pendidikan yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Kampanye dan program khusus akan dirancang secara kolaboratif bersama para pemangku kepentingan.

Ririn Hayudiani, perwakilan dari Aliansi Masyarakat Sipil, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan respons cepat Pemkab Lotim. 

“Pertemuan ini bertujuan memastikan komitmen pemda terhadap perlindungan perempuan dan anak. Kami merasa lega dan yakin bahwa pemerintah memiliki komitmen tinggi untuk mewujudkan Lombok Timur yang inklusif,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan DP3AKB sangat penting dalam memastikan terwujudnya pengarusutamaan gender, disabilitas, dan inklusi sosial, sebagai pilar dalam mewujudkan visi Lombok Timur SMART yang berpihak pada semua lapisan masyarakat.

Aliansi berharap sinergi yang sudah terbina dapat terus diperkuat, menjadikan organisasi masyarakat sipil sebagai mitra strategis dalam pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Pisah Sambut Kapolres Lombok Timur: Sinergi Terjalin, Harapan Baru Dicanangkan

Acara Pisah sambut Kapolres Lombok Timur yang Baru

Okenews.net- Dalam rangka melepas Kapolres lama AKBP Hariyanto dan menyambut Kapolres baeu AKBP I Komang Sarjana, Pemda Lotim gelar acara pisah sambut yang berlangsung pada Senin (21/04/2025).


Acara tersebut berlangsung hikmad dan penuh harmonisasi, dengan dihadiri Bupati Lombok Timur H. Hairul Warisin, Sekertaris Daerah serta Forum Komunikasi Pimpinan (Forkopimda), dan tamu undangan lainnya.


Bupati Hairul Warisin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tak terhingga kepada kapolres sebelumnya AKBP Hariayanto atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai kapolres Lombok Timur, terutama dalam menjaga stabilitas Lombok Timur selama menjabat, terutama saat Pemilu dan Pilkada.


Dirinya juga turut mendoakan yang terbaik untuk kesuksesan dan kebahagiaan AKBP Hariyanto saat di tempat yang baru.

Kepada AKBP I Komang Sarjana, Bupati lotim mengucapkan selamat datang dan menyambutnya dengan hangat, dan Optimis penglaman Kapolres yang baru tak kalah dari pengalaman Kapolres yang lama terutama terhadap karakter masyarakat NTB yang akan jadi modal utama dalam beradaptasi.


“Saya yakin Bapak akan sukses di Lombok Timur, dengan segudang pengalaman di tempat-tempat sebelumnya,” tuturnya.


H. Hairul Warisin juga turut menyoroti pentingnya kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan aparat kepolisisan terutama dalam pemberantasan penyalah gunaan Narkoba. Demi terciptanya lombok timur yang sehat dan bebas Narkoba


"Saya harap kolaborasi yang baik terus terjalin antara kepolisian dengan pemerintah daerah untuk terus memberantas dan menekan peredaran Narkoba,"harapnya


Sementara itu di tempat yang sama, AKBP Hariyanto saat sambutanya menyampaikan pamit dengan rasa syukur yang tak terhingga, atas dukungan dan kerjasama yang baik dari semua elemnt di Lombok Timur selama bertugas.


Sebagai bentuk kedekatan emosional, AKBP Hariyanto juga menyampaikan bahwa ia telah mengadopsi seorang bayi perempuan asal Lombok Timur sebagai bagian dari kenangannya di daerah ini.


“Saya sangat menikmati masa tugas di sini. Dukungan dari seluruh elemen, mulai dari Pemda hingga tokoh masyarakat dan media, luar biasa. Saya mohon maaf bila ada kekurangan selama bertugas,” ucapnya haru.


Sementara Kapolres baru, AKBP I Komang Sarjana, dalam perkenalan singkatnya memaparkan pengalaman tugasnya, termasuk di wilayah konflik seperti Poso, Sulawesi Tengah, serta posisi terakhirnya sebagai Kapolres Lombok Barat. Ia berharap dukungan dari semua pihak untuk bersama menjaga kamtibmas dan melanjutkan program-program yang telah ada.


“Semoga kehadiran kami memberi dampak positif bagi kemajuan Lombok Timur,”ujarnya singkat.

82 Tahun NBDI, Sivitas Akademika IAIH Pancor Ajak Masyarakat Ambil Banyak Pelajaran


Okenews.net- Sivitas Akademika Institut Agama Islam HAMZANWADI (IAIH) Pancor mengajak masyarakat Indonesia untuk mengambil pelajaran penting dan berharga dari berbagai momentum besar yang mengiringi perjalanan bangsa Indonesia. Di antaranya pelajaran dan hikmah dari pendirian dan kiprah Mahdrasah Nahdhatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) 82 tahun silam, tepatnya 21 April 1943 di Pancor Lombok Timur. Pendirian Madrasah NBDI adalah salah satu karya monumental Pahlawan Nasional asal Nusa Tenggara Barat, al Magfurullah TGKH. Muhammad Zaenuddin Abdul Majid.  


Pendirian madrasah NBDI merupakan pusat pendidikan perempuan pertama di Indonesia Timur waktu itu. Lebih dari itu, NBDI adalah jawaban dari realiras sosial bangsa Indonesia yang masih terpuruk dalam pendidikan dan ilmu pengetahuan. Maka TGKH. Muhammad Zaenuddin Abdul Majid yang juga pendiri madrasah NWDI pada tahun 1934, mendirikan madrasah NBDI sebagai pusat pendidikan dan ilmu pengetahuan bagi kaum perempuan Nusantara di Lombok pada khususnya.  


Karena itu, Sivitas Akademika IAIH Pancor, melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Hubungan Masyarakat, Dr. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd pada Senin 21 April 2025 di Pancor kepada media mengatakan sangat penting bagi seluruh elemen bangsa Indonesia untuk mengambil pelajaran dari sejarah madrasah NBDI berupa keteguhan iman taqwa, spirit, semangat, daya juang, konstribusi, emansipasi, pantang penyerah dan memberi yang terbaik bagi agama dan bangsa yang telah diberikan oleh al Magfurullah TGKH. Zaenuddin Abdul Majid melalui pendirian madrasah NBDI.


Menurut Dr. Hayyi Akrom, spirit dan semangat juang yang telah diberikan oleh Pahlawan Nasional asal Nusa Tenggara Barat dalam pendirian madrasah NBDI tetap sangat relevan bagi generasi penerus dalam mengiris kemerdekaan. Di tengah situasi zaman yang penuh dengan keterbatasan ketika itu, TGKH. Zaenuddin Abdul Majid tampil dengan ghirah membara dalam mendirikan, mencerdaskan dan memajukan kualitas kehidupan kaum perempuan Nusantara melalui pendirian NBDI yang secara bersamaan bertepatan dengan gerakan emansipasi wanita di Indonesia yaitu peringatan hari Kartini setiap tanggal 21 April.


Dengan tantangan zaman dan bangsa yang semakin kompleks saat ini, Sivitas Akademika IAIH Pancor memandang sangat relevan bagi seluruh elemen bangsa untuk mengambil pelajaran berharga dari pendirian madrasah NBDI. Bahwa dalam memajukan kehidupan bangsa harus berlandaskan iman taqwa, tetap optimis, tidak boleh menyerah pada kekurangan dan keterbatasan, dan menjaga semangat agar tetap hidup dalam diri generasi penerus dalam memberikan yang terbaik bagi agama dan bangsa.

Waspada Penipuan Berkedok Vaksin TBC Masyarakat Lombok Timur Diingatkan Tidak Mudah Terjebak


Okenews.net- Kekhawatiran publik kembali mencuat setelah beredar kabar adanya tawaran mengikuti uji coba vaksin Tuberkulosis (TBC) yang diduga tidak resmi. Warga di sejumlah desa di Kabupaten Lombok Timur mengaku pernah didekati oleh pihak yang tidak dikenal yang menawarkan partisipasi dalam program vaksinasi TBC.


Fenomena ini menimbulkan pertanyaan serius terkait keamanan informasi kesehatan di masyarakat, apalagi menyangkut isu sensitif seperti vaksin. Dinas Kesehatan Lombok Timur pun langsung turun tangan dan memastikan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah palsu.


“Tidak ada program uji coba vaksin TBC yang dilakukan di Lombok Timur. Informasi itu adalah hoaks,” tegas Budiman Satriadi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Timur, Rabu (21/05/2025).


Budiman menambahkan, saat ini vaksin TBC M72 memang tengah dalam tahap uji klinis oleh pemerintah pusat. Namun, pelaksanaan uji coba itu dilakukan terbatas hanya di beberapa institusi medis di Pulau Jawa, seperti Fakultas Kedokteran UI, RSUP Persahabatan, RS Islam Jakarta, serta FK UNPAD Bandung.


“Rekrutmen peserta uji klinisnya sudah ditutup pada pertengahan April lalu dan tidak melibatkan masyarakat di luar wilayah tersebut,” jelasnya.


Salah seorang warga Sukamulia, Baiq Her, mengaku dirinya dan beberapa tetangganya sempat ditawari untuk ikut dalam vaksinasi sukarela, tanpa penjelasan memadai soal penyelenggaranya.


“Katanya gratis dan untuk uji coba vaksin TBC. Tapi kami tidak tahu siapa yang menyelenggarakan. Jadi kami ragu dan takut,” katanya.


Dinkes pun menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menerima informasi kesehatan, terutama yang beredar dari mulut ke mulut atau melalui media sosial yang belum terverifikasi.


“Jangan langsung percaya jika ada ajakan vaksin yang tidak disampaikan oleh pihak resmi. Selalu cek ke puskesmas, rumah sakit, atau situs resmi Kementerian Kesehatan,” pesan Budiman.


Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa hoaks kesehatan bisa berdampak luas, bahkan membahayakan keselamatan warga jika tidak segera diklarifikasi. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran yang tidak jelas, apalagi menyangkut tindakan medis seperti vaksinasi.


"Menjadi Manusia Sepenuhnya Tanpa Kehilangan Kewanitaan": Membaca Kartini dari Perspektif Kaum Pergerakan


Andra Ashadi (Aktivis Pergerakan Lombok Timur) 

"Kami dapat menjadi manusia sepenuhnya, tanpa berhenti menjadi wanita seutuhnya." (RA. Karntini). 

Kalimat ini bukan sekadar serpihan inspirasi dari surat-surat Ajeng Kartini, melainkan pernyataan politik yang radikal dan penuh keberanian. Kartini tidak hanya berbicara tentang hak perempuan untuk bersekolah atau menulis surat, ia sedang menyatakan bahwa perempuan berhak menjalani kemanusiaannya secara utuh, tanpa harus meninggalkan identitas dan peran kewanitaannya. Dari perspektif kaum pergerakan, ungkapan ini mengandung makna strategis dan ideologis yang sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif dan memperluas medan perjuangan.

Kartini: Perempuan, Intelektual, dan Revolusi Kebudayaan

Dalam konteks zamannya, ketika akses pendidikan bagi perempuan begitu terbatas dan budaya patriarki masih begitu hegemonik, Kartini tampil sebagai pemikir dan pelaku perubahan. Ia adalah cermin dari kesadaran kultural yang sedang tumbuh dalam tubuh bangsa yang belum merdeka. Dalam surat-suratnya kepada sahabat-sahabatnya di Eropa, Kartini bukan hanya menyampaikan kegelisahan pribadi, tetapi juga keresahan kolektif perempuan pribumi yang terkekang oleh struktur budaya dan kolonial.

Pernyataan Kartini tentang “menjadi manusia sepenuhnya” dapat dibaca sebagai perlawanan terhadap sistem peodal yang meminggirkan perempuan dari ranah publik dan mengurungnya dalam peran domestik rumah tangga semata. Namun yang istimewa, Kartini tidak serta-merta menolak identitas kewanitaannya. Ia justru menempatkan feminitas sebagai sesuatu yang tak bertentangan dengan kemanusiaan. Di sinilah letak kekuatan ideologisnya.

Perspektif Kaum Pergerakan: Kemanusiaan dan  Tanpa Kelas

Bagi kaum pergerakan, terutama yang berpijak pada perjuangan kelas dan pembebasan struktural, kutipan Kartini ini menjadi jembatan penting antara perjuangan sosial dan perjuangan gender. Selama ini, banyak gerakan progresif yang terjebak dalam bias maskulinitas: bahwa menjadi pejuang berarti mengadopsi nilai-nilai keras, agresif, dan rasional secara ekstrem, seolah perempuan tidak punya tempat dalam arena itu kecuali sebagai pendukung.

Kartini menegaskan bahwa perempuan bisa menjadi bagian dari perjuangan, bahkan sebagai subjek utama, tanpa harus menanggalkan sifat-sifat yang secara sosial dikonstruksikan sebagai “kewanitaan”. Feminitas bukan halangan untuk berpikir kritis, memimpin, dan melawan ketidakadilan. Justru dari nilai-nilai empati, kasih sayang, dan kepekaan sosial yang melekat pada pengalaman perempuan, muncul energi transformasional yang sering luput dari pola-pola perlawanan yang terlalu maskulin dan konfrontatif.

Politik Perlawanan  Kesadaran Kesetaraan

Dalam membangun masyarakat yang adil dan setara, kaum pergerakan tidak bisa hanya bertumpu pada perubahan struktural dan ekonomi. Harus ada revolusi kebudayaan sebagai sebuah perubahan cara pandang terhadap perempuan sebagai subjek yang otonom. Kata-kata Kartini mengajarkan kita bahwa emansipasi bukan soal menyerupai hak laki-laki, tapi soal pengakuan terhadap keberagaman ekspresi kemanusiaan.

Gerakan sosial yang gagal mengintegrasikan perspektif gender dalam kerangka perjuangannya akan kehilangan separuh kekuatannya. Sejarah membuktikan, perempuan selalu hadir dalam setiap gelombang perjuangan: dari dapur-dapur logistik, ladang-ladang pertanian kolektif, hingga barisan demonstrasi. Namun pengakuan terhadap peran mereka sering tertunda atau bahkan dihapus dari narasi resmi.

Kartini menyadarkan kita akan pentingnya melihat perjuangan sebagai ruang bersama yang memanusiakan. Menjadi manusia seutuhnya berarti merdeka secara intelektual, spiritual, dan sosial, dan itu berlaku untuk siapa pun, tanpa terkecuali.

Dari Kartini ke Masa Kini: Agenda Pembebasan yang Belum Tuntas

Di tengah berbagai kemajuan yang telah dicapai perempuan Indonesia, kata-kata Kartini masih sangat relevan. Diskriminasi berbasis gender, kekerasan terhadap perempuan, eksploitasi buruh perempuan, kerja kerja ganda perempuan dalam domestik rumah tangga, perempuan masih di anggap kelas nomor dua, dan minimnya keterwakilan dalam pengambilan keputusan politik masih menjadi kenyataan pahit.

Kaum pergerakan masa kini harus menjadikan gagasan Kartini sebagai panduan etik dan politis. Kita harus memastikan bahwa perjuangan melawan kapitalisme, feodalisme, dan otoritarianisme juga menjadi perjuangan melawan patriarki. Tidak ada keadilan sosial tanpa keadilan gender.

Menjaga Api Kartini Tetap Menyala

Kartini adalah simbol dari api yang tak pernah padam. Ia adalah pengingat bahwa menjadi manusia sepenuhnya bukan berarti menanggalkan identitas, tetapi meneguhkan hakikat diri di tengah perjuangan kolektif untuk keadilan dan kemanusiaan.

Sebagai kaum pergerakan, kita harus terus melanjutkan semangat Kartini, bukan sekadar dalam seremoni tahunan, tetapi dalam praktik perjuangan sehari-hari. Mengakui, merayakan, dan memperjuangkan peran perempuan dalam setiap lini perubahan adalah bentuk penghormatan sejati terhadap cita-cita Kartini, kemerdekaan manusia yang utuh, setara, dan bermartabat, dan mulai awali dari rumah tangga kita masing-masing dengan memanusiakan seluruh anggota keluarga kecil kita.

Melihat Jejak Petualangan Geologi Mahasiswa Hamzanwadi di Goa Bangkang

Mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi saat eksplorasi di Goa Bangkang
ADA yang berbeda dari kegiatan belajar mahasiswa Prodi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi hari ini (Ahad, 20/04/2025). Bukannya duduk manis di ruang kelas, belasan mahasiswa itu justru memilih menjelajahi lorong gelap Goa Bangkang.

Goa ini merupakan sebuah situs geologi mempesona yang terletak di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Goa ini merupakan salah satu destinasi wisata goa yang berdekatan dengan sirkuit Mandalika. 

Berangkat dari kampus di Lombok Timur, rombongan mahasiswa datang dengan semangat yang berbeda dari biasanya. Goa Bangkang seakan menyambut mereka dengan mulut gua yang lebar dan aroma lembab. 

Bersama tiga dosen pembimbingnya, mereka melakukan eksplorasi geologi dan geomorfologi – istilah kerennya sih begitu, tapi intinya mereka sedang belajar langsung dari alam. Bukan sekadar jalan-jalan biasa, petualangan ini jadi laboratorium alam yang seru dan penuh pengetahuan.

Goa Bangkang sendiri dikenal sebagai salah satu goa batu kapur yang menyimpan banyak cerita dari masa lalu bumi. Di dalamnya, suasana sejuk, hening, dan penuh misteri – cocok untuk yang suka tantangan, tapi juga penuh keajaiban bagi pencinta alam.

Lombok, memang pulau eksotis di Indonesia, menyimpan keindahan alam yang menakjubkan, terutama di bagian selatan yang dikenal dengan keunikan geologi dan geomorfologinya. 

“Salah satu lokasi menarik adalah Goa Bangkang (Bat Cave), yang bukan hanya tempat berlindung bagi berbagai spesies kelelawar, tetapi menyimpan rahasia geologis penting tentang sejarah pembentukan pulau ini,” ujar Korprodi Pendidikan Geografi, Baiq Ahda Razula Apriyeni, M.Si, Senin (21/04/2025). 

Goa ini terbentuk dari proses erosi yang kompleks, di mana air mengalir melalui batuan kapur selama ribuan tahun, menciptakan struktur gua yang menakjubkan meskipun proses pembentukan goa karstnya belum sempurba karena rendahnya curah hujan.

Dari segi geomorfologi, area sekitar Goa Bangkang menunjukkan berbagai bentuk lahan menarik, termasuk tebing curam dan lembah. Penelitian geomorfologi di kawasan ini mengungkap bagaimana proses geologis, seperti pelipatan dan pemecahan, membentuk lanskap yang ada saat ini. 

Kekayaan flora dan fauna di sekitar Goa Bangkang juga menjadi daya tarik tersendiri dalam eksplorasi ini. Vegetasi khas kawasan karst yang tumbuh di sekitar mulut goa menjadi rumah bagi berbagai jenis serangga, burung, hingga reptil yang jarang dijumpai di tempat lain. 

“Beberapa spesies yang ditemukan bahkan tergolong endemik, menambah nilai ekologis dan potensi penelitian ilmiah dari Goa Bangkang sebagai laboratorium alam yang hidup dan dinamis bagi para ilmuan,” ujarnya.

Menururtnya, studi kasus di Goa Bangkang sangat penting, tidak hanya untuk ilmu pengetahuan, tetapi untuk upaya konservasi. Dengan meningkatnya aktivitas pariwisata di Lombok, perlindungan terhadap situs geologis seperti Goa Bangkang menjadi krusial. 

Penelitian yang dilakukan di goa ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk pengelolaan berkelanjutan, sehingga keindahan dan keunikan geologi Lombok dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Sepanjang eksplorasi, para dosen tak henti-hentinya menyemangati mahasiswa untuk memperhatikan dan menganalisis, serta mengaitkan temuan mereka dengan teori yang telah dipelajari di kelas. 

Bagi mereka, Goa Bangkang bukan lagi sekadar destinasi alam, melainkan ruang belajar terbuka yang mengajarkan banyak hal. Tentang geologi, tentang ekosistem, dan tentang bagaimana ilmu bisa terasa begitu dekat saat kita benar-benar menyentuhnya. 

“Petualangan ini membuktikan, bahwa belajar bisa lebih dari sekadar duduk dan mencatat. Kadang, belajar adalah soal melangkah, meraba batu, menengadah ke langit-langit goa, dan merasakan sendiri kisah yang ditulis oleh bumi,” tutup Baiq Ahda.

Bagi mahasiswa, eksplorasi ini menjadi pengalaman pertama mereka masuk ke dalam goa yang benar-benar alami. Salah satu mahasiswa, mengaku sempat merasa gugup saat pertama kali melangkah ke lorong goa. 

Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan seperti ini lebih membekas dibandingkan sekadar membaca teori dari buku. Baginya, semua pengalaman ini telah menghadirkan sensasi belajar yang penuh semangat sekaligus penuh tantangan.

Minggu, 20 April 2025

Hadi ke 72 NW dan Mukernas PBNW 2025 Digelar Serentak di Mataram


Okenews.net – Perayaan Hari Jadi (Hadi) ke-72 Organisasi Nahdlatul Wathan (NW) akan digelar bersamaan dengan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) 2025 di Kota Mataram pada 1 -3 Mei 2025 mendatang.

Kepastian jadwal tersebut diputuskan pada Rapat Koordinasi jajaran PBNW dengan panitia Hadi di Mataram, pada Jum’at 18 April 2025 kemarin.

“Insya Allah Perayaan HADI ke – 72 organisasi NW dan Mukernas PBNW untuk tahun ini kita adakan serentak di satu tempat. Kita putuskan dua agenda besar NW tersebut dilaksanakan di Kota Mataram pada 1-3 Mei 2025 mendatang,” kata Ketua Umum PBNW DR TGKH Muhammad Zainuddin Atasni, saat memimpin rapat.

Ia mengatakan, harusnya kegiatan ini digelar pada awal Maret lalu namun karena bertepatan dengan bulan ramadhan sehingga diundur hingga awal Mei mendatang.

“Panitia sudah kita perintahkan untuk gerak cepat (gercap) mempersiapkan baik Hadi NW maupun Mukernas PBNW. Insya Allah berkat kerjasama dan keikhlasan kita acara tersebut akan sukses dan berkah,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Hadi ke- 72 NW, Syamsu Rizal, mengaku siap bekerja maraton bersama panitia lainnya untuk mempersiapkan dan menyukseskan perayaan HADI ke 72 NW ini.

“Sebenarnya sejak dibentuk panitia pada Februari lalu, kita sudah mulai bekerja dan sudah melaksanakan kegiatan pra HADI seperti seminar Internasional, pembacaan Hizib serentak di seluruh pelosok Nusantara dan kegiatan sosial lainnya,” kata Rizal.

Ia juga mengatakan akan secepatnya melakukan rapat persiapan dengan panitia HADI dan Mukernas PBNW karena acaran dipuruskan dilaksnakan serentak. 

“Insya Allah asal kita bersatu dan kompak kedua agenda besar NW ini akan sukses dan berjalan lancar,”pungkasnya.

Profil Organisasi NW

Nahdlatul Wathan (NW) merupakan organisasi massa Islam yang didirikan oleh Pahlawan Nasional asal NTB, Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pada tanggal 1 Maret 1953 di Dusun Bermi Desa Pancor Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Organisasi ini didirikan sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan Islam yang berkualitas serta dakwah yang relevan dengan konteks sosial dan budaya lokal.

NW sejak berdiri telah menjadi episentrum pendidikan pesantren dan kegiatan-kegiatan keagamaan di Nusa Tenggara Barat khususnya di Pulau Lombok.

Latar Belakang Pendirian

Pendirian Nahdlatul Wathan dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, di antaranya:

Kebutuhan akan pendidikan Islam yang berkualitas: Pada masa itu, kondisi pendidikan Islam di Nusa Tenggara Barat masih sangat memprihatinkan. Banyak masyarakat yang buta huruf dan tidak memiliki akses terhadap pendidikan Islam yang memadai.

Keinginan untuk membina umat Islam: Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid memiliki keinginan yang kuat untuk membina umat Islam agar menjadi umat yang berilmu, beriman, dan bertakwa.

Tantangan sosial dan budaya: Pada masa itu, masyarakat Nusa Tenggara Barat menghadapi berbagai tantangan sosial dan budaya, seperti kemiskinan, kebodohan, dan pengaruh budaya asing yang negatif.

Sebagai wadah alumni madrasah yang didirikan oleh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid: Sebelumnya TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid telah mendirikan madrasah NWDI(Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah) untuk laki-laki, dan NBDI(Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah) untuk perempuan. Untuk mengakomodir dan mempermudah koordinasi, maka didirikanlah Nahdlatul Wathan.

Tujuan Pendirian

Nahdlatul Wathan didirikan dengan tujuan untuk:

Meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Nusa Tenggara Barat.

Membina umat Islam agar menjadi umat yang berilmu, beriman, dan bertakwa.

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menjaga dan melestarikan budaya lokal yang Islami.

Perkembangan Nahdlatul Wathan. Sejak didirikan, Nahdlatul Wathan telah berkembang pesat dan menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Organisasi ini memiliki banyak lembaga pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Selain itu, Nahdlatul Wathan juga aktif dalam kegiatan sosial dan dakwah Islamiyah.

Kontribusi Nahdlatul Wathan

Nahdlatul Wathan telah memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan masyarakat Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat dan kini telah ada di 36 Provinsi di Indonesia dengan ribuan lembaga pendidikannnya,. Organisasi ini telah berhasil meningkatkan kualitas pendidikan Islam, membina umat Islam, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berikut ini adalah beberapa poin penting mengenai sejarah Nahdlatul Wathan:

Didirikan pada tanggal 1 Maret 1953.

Didirikan oleh Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Didirikan di Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan dakwah Islamiyah.

Belajar dari Bumi dan Budaya, Mahasiswa Geografi Universitas Hamzanwadi Lakukan PKL Integratif

Mahasiswa Prodi Geografi Universitas Hamzanwadi saat berkunjung di Sade

Okenews.net – Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) Universitas Hamzanwadinkembali menggelar kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Integratif 2025 yang berlangsung di sejumlah lokasi strategis di Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Kegiatan yang dirancang selama 2 hari ini untuk memperkaya wawasan mahasiswa tentang konsep geografi secara holistik, mengintegrasikan aspek budaya, geologi, lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam yang saat ini menjadi perhatian ilmuan dunia. 

"Melalui pendekatan pembelajaran langsung di lapangan, diharapkan PKL ini berhasil memberikan pengalaman belajar yang aplikatif," ujar Korprodi Pendidikan Geografi, Baiq Ahda Razula Apriyeni, M.Si, Ahad (16/04/2025). 

Kegiatan yang diikuti oleh 12 mahasiswa ini dipandu oleh Korprodi dan para dosen berpengalaman, di antaranya Dr. Armin Subhani yang juga Wakil Dekan FISE dan Hasrul Hadi, M.Pd itu untuk belajar dari bumi dan budaya.

Untuk hari pertama akan berkunjung di Desa Sade, Sirkuit Mandalika, Bat Cave (Goa Bangkang Prabu) Kuta, dan Bukit Seger. Sementara untuk hari kedua, mahasiswa akan diajak untuk mengunjungi Pusat Informasi Geologi NTB, Balai Besar Wilayah Sungai (BWWS) Nusa Tenggara 1, dan Taman Budaya Narmada.

Menurut Baiq Ahda, kunjungan ke Desa Adat Sade, sebuah destinasi yang menjadi cerminan kekayaan budaya masyarakat Sasak yang masih terjaga kelestariannya dan banyak menarik wisatawan. 

Di desa ini, mahasiswa bukan hanya mempelajari arsitektur rumah adat yang unik, tetapi mendalami nilai-nilai budaya yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat yang penuh suasana damai. 

"Interaksi dengan penduduk lokal memberikan perspektif baru tentang bagaimana tradisi dan lingkungan saling memengaruhi, menciptakan harmoni yang berkelanjutan," tutur Baiq Ahda.

Perjalanan dilanjutkan dengan kajian geologi dan geomorfologi di Bat Cave dan Bukit Seger salah satu destiasi wisata di NTB yang menyuguhkan fenomena alam menakjubkan dan banyak diminati wisatawan mancanegara. 

Mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap formasi batuan dan proses erosi yang membentuk lanskap pantai tersebut. Diskusi kelompok di lapangan menjadi momen penting bagi peserta untuk menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan realitas alam yang mereka saksikan. 

"Tujuan kami mengajak mahasisa untuk mendapatkan pengalaman dan memperkuat pemahaman mereka tentang dinamika proses geologis dan geomorfologis yang membentuk permukaan bumi," ujar Baiq Ahda. 

Selain itu, kunjungan ke Bukit Seger melengkapi kajian geografi pariwisata yang menjadi salah satu fokus kegiatan. Di lokasi ini, mahasiswa menganalisis potensi wisata alam dan budaya, serta tantangan dalam pengelolaannya. 

Menurut Baiq Ahda, pendekatan interdisipliner yang diterapkan dalam PKL supaya mahasiswa dapat melihat hubungan antara aspek geografis, ekonomi, dan sosial dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia.

Sementara itu, Wakil Dekan FISE Dr. Armin Subhani menambahkan pada hari kedua, mahasiswa akan diajak berkunjungan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara 1. Ia berharap mahasiswa akan mendapatkan wawasan tentang pentingnya pengelolaan sumber daya air untuk menjaga keberlanjutan ekosistem. 

Pihaknya berharap, mahasiswa akan mendapat penjelasan dari para ahli tentang tantangan dan solusi dalam pengelolaan air di wilayah yang memiliki karakteristik geografis unik seperti NTB yang memerlukan kajian mendalam untuk lebih mehamaminya. 

"Pemahaman ini menjadi krusial bagi mahasiswa sebagai calon pendidik geografi yang diharapkan mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian sumber daya alam," jelas Doses Pascasarja Universitas Hamzanwadi itu. 

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan kunjungan ke Pusat Informasi Geologi NTB dan Taman Budaya Narmada. Di Pusat Informasi Geologi NTB, mahasiswa dapat mempelajari kebijakan pengelolaan sumber daya alam berbasis data geologis.

Sementara di Taman Budaya Narmada, mahasiswa akan mendalami upaya pelestarian warisan budaya yang menjadi bagian integral dari identitas masyarakat NTB yang memiliki keberagaman yang relatif banyak dan belum dipahami dengan baik termasuk para mahasiswa. 

"Kita yakin, kedua lokasi ini memberikan perspektif yang saling melengkapi tentang bagaimana pengelolaan lingkungan dan pelestarian budaya dapat berjalan seiring untuk mendukung pembangunan berkelanjutan," jelas Armin.

Lebih lanjut Armin menjelaskan, kegiatan PKL Integratif 2025 ini tidak hanya berhasil memperkaya pengetahuan akademik mahasiswa, tetapi menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap lingkungan serta budaya lokal. 

Melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual, mahasiswa diajak untuk memahami kompleksitas hubungan antara manusia dan lingkungannya, sekaligus mengasah kemampuan analisis mereka dalam menghadapi isu-isu geografis kontemporer. 

"Keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti komitmen Program Studi Pendidikan Geografi dalam mencetak generasi pendidik yang kompeten dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan dan budaya," pungkasnya.

Jumat, 18 April 2025

Pacu Siswa Berprestasi, MAN 1 Lotim Siap Ikuti 44 Kompetisi Priode April - Mei 2025

Okenews.net - Guna menjaga semangat prestasi siswa, MAN 1 Lotim tetap mendorong dan menyiapkan siswa untuk terus mengikuti berbagai ragam lomba bidang kademik dan non akademik.

Lomba yang akan diikuti mulai jenjang kabupaten, provinsi, nasional dan internasional. Pada periode April sampai Mei 2025 pihak MAN 1 Lotim telah disiapkan 44 lomba yang akan diikuti siswa. 

Keikutsertaan siswa dalam berbagai lomba merupakan salah satu cara untuk mengasah dan menambah pengalaman siswa sekaligus ajang evaluasi program pembinaan ekstrakuler yang telah diprogramkan  di MAN 1 Lotim.

"Pembiayaan lomba ini menjadi beban madrasah termasuk jika siswa meraih prestasi, pihak madrasah juga akan menebusnya melalui prrogram tebus prestasi," ungkap Kepala MAN 1 Lotim M. Nurul Wathoni, Jumat (18/04/2025). 

Berikut daftar 44 lomba yang akan diikuti siswa MAN 1 Lotim periode April sampai Mei 2025 sebagai berikut:

  1. Lomba olimpiade MIPA se-NTB di SMAN 1 Mataram diikuti 24 siswa
  2. Lomba penelitian siswa (OPSI) tingkat nasional yang diselenggarakan Kemendikdasmen RI yang diikuti 3 siswa  
  3. Lomba riset nasional KREASI tingkat nasional yang diselenggarakan abak UI - UGM yang diikuti 2 tim siswa
  4. Lomba LKBB Paskib Pusaka Se NTB diikuti 2 tim siswa
  5. Lomba debat bahasa Indonesia se NTB di SMAN 1 Mataram diikuti 2 tim siswa
  6. Lomba presenter tingkat nasional diikuti 6 siswa
  7. Lomba olimpiade sosiologi tingkat nasional di UNM Malang Jatim diikuti 3 siswa
  8. Lomba futsal di SMAN 1 Labuan Haji diikuti 1 tim siswa
  9. Lomba olimpiade matematika se NTB di Politeknik Medica Farma Mataram diikuti 3 siswa
  10. Lomba cerdas cermat empat pilar MPR RI diikuti 10 siswa 
  11. Lomba debat nasional di SMA Bina Bangsa diikuti 1 tim siswa
  12. Seleksi Duta Pelopor Pendidikan Nasional diikuti 1 siswa
  13. Lomba poster tingkat nasional di ITB diikuti 3 siswa
  14. Lomba poster tingkat nasional bidang pertambangan di Universitas Tri Sakti Jakarta diikuti 3 siswa
  15. Lomba taekwondo nasional di Yogyakarta diikuri 4 siswa
  16. Lomba semifinal robotik KOSSMI tingkat nasional diikuti 2 tim siswa
  17. Lomba semifinal olimpiade fisika  KOSSMI diikuti 3 siswa
  18. Lomba semifinal olimpiade ekonomi KOSSMI diikuti 3 siswa
  19. Lomba semifinal olimpiade matematika KOSSMI diikuti 1 siswa
  20. Lomba semifinal  olimpiade geograpi KOSSMI diikuti 1 siswa
  21. Lomba semifinal olimpiade kimia KOSSMI diikuti 2 siswa
  22. Lomba vidio edukasi se NTB di Poltekkes Mataram diikuti 7 siswa 
  23. Lomba olimpiade ekonomi nasional Bank Indonesia diikuti 4 tim siswa
  24. Lomba olimpiade IPS tingkat nasional yang diselenggarakan UNDIKSA Singaraja Bali diikuti 3 siswa
  25. Lomba olimpiade sejarah tingkat nasional  (PON) diikuti 3 siswa
  26. Lomba olimpiade bahasa Arab tingkat nasional (OBA) forum MGMP bahasa arab diikuti 3 siswa
  27. Lomba olimpiade bahasa Indonesia tingkat nasional  (PON) Diikuti 3 siswa
  28. Lomba O2SN Kemendikdasmen RI bidang ekonomi  diikuti 5 siswa
  29. Lomba O2SN Kemendikdasmen RI bidang geograpi diikuti 5 siswa
  30. Lomba O2SN Kemendikdasmen RI bidang fisika diikuti 5 siswa
  31. Lomba O2SN Kemendikdasmen RI bidang kimia  diikuti 5 siswa
  32. Lomba O2SN Kemendikdasmen RI Bidang biologi  diikuti 5 siswa
  33. Lomba O2SN Kemendikdasmen RI bidang matematika diikuti 5 siswa
  34. Lomba O2SN Kemendikdasmen RI bidang informatika/TIK  diikuti 5 siswa
  35. Lomba O2SN Kemendikdasmen RI bidang astronomi  diikuti 5 siswa
  36. Lomba O2SN Kemendikdasmen RI bidang kebumian diikuti 3 siswa
  37. Final lomba robotik KOSSMI tingkat nasional di Jakarta ABAK dan UI Jakarta diikuti 2 siswa
  38. Lomba olimpiade geograpi nasional di Univ Ganesha Singaraja Bali diikuti 3 siswa
  39. Lomba olimpiade kebumian tingkat nasional di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja Bali diikuti 3 siswa
  40. Lomba futsal di Bali wakili NTB oleh siswa MAN 1 Lotim yakni Dava Ramadoni SubiranXF  pada lomba Futsal ASEAN Youth  Bali 7S.  Football Turnament yang berlangsung dari tgl 18 - 20 April 2025 di Lapangan Training Center Ball Bali United di Bali. 
  41. Lomba vidio edukasi tingkat nasional di Universitas Negeri Malang Jawa Timur diikuti 12 siswa
  42. Lomba basket se-NTB di Sketsa SMAN 1 Mataram diikuti 1 tim putra
  43. Lomba seleksi Porprov wakili Lotim 2025 diikuti 5 pesilat
  44. Lomba LKTI Nasional di Universitas Hangtuah Jatim diikuti 3 tim siswa.

PSSI Lombok Timur Dukung 112 Pemain Muda Tampil di Kompetisi Internasional Bali 7s


Okenews.net
- Sebanyak 112 atlet muda berbakat dari Kabupaten Lombok Timur siap menunjukkan kemampuan mereka dalam Bali Seven International Youth Football Tournament 2025. Satria Muda Soccer Academy memberangkatkan para pemain ini ke Denpasar, Bali, tempat turnamen berlangsung pada 18–20 April 2025.  

Bali 7s 2025 menghadirkan persaingan ketat antar tim dalam dan luar negeri, memberi kesempatan bagi pemain muda Indonesia untuk menguji diri di tingkat internasional.  


Ketua Askab PSSI Lombok Timur, Muhammad Yusri, mengungkapkan kebanggaannya atas semangat orang tua dan atlet yang membiayai sendiri partisipasi mereka. Meski begitu, Askab PSSI Lotim tetap memberikan dukungan penuh.  


"Saya sangat bangga melihat dedikasi orang tua yang rela mengorbankan tenaga dan biaya agar anak-anak mereka bisa berlaga di turnamen bergengsi ini," ucap Yusri.  


Tim Lombok Timur akan bertanding di berbagai kategori usia, mulai dari U-10, U-12, U-14, U-16, hingga profesional. Yusri menegaskan, turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga kesempatan untuk mengasah bakat dan memperluas jaringan sepak bola muda Indonesia.  


"Sebanyak 112 atlet akan bersaing di Bali Seven International. Mereka akan menghadapi tim dari berbagai negara, jadi ini merupakan momen penting," jelasnya saat melepas keberangkatan atlet pada 17 April 2025.  


Yusri menjamin, Askab PSSI Lotim **akan terus mendukung semua pemain, baik yang terdaftar secara resmi maupun yang berlatih secara mandiri.  


"Kami tidak membeda-bedakan. Semua pemain akan mendapat perhatian dan dukungan yang sama," tegasnya.  


Ia berharap, keikutsertaan atlet Lotim **bisa mengharumkan nama daerah di kancah nasional dan internasional.  


"Semoga mereka bisa menampilkan permainan terbaik dan membawa pulang prestasi membanggakan untuk Lombok Timur," tutup Yusri. ***

Jalan Rusak Parah, Warga Desa Bintang Rinjani Tanam Pohon Pisang dan Segel Kantor Desa

Jalan Desa Bintang Rinjani Kecamatan Suralaga

Okenews.net- Waga Desa Bintang Rinjani, Kecamatan Suralaga tanam pohon pisang sebagai bentuk protes dan kekesalannya pada pemerintah yang tidak kunjung memperhatikan akses jalan yang rusak parah sepanjang 2 Kilo Meter dan tak tanggung-tangguh kantor desa pun disegel gerbangnya dengan sampah. Jumat (18/04/2025)

Aksi protes warga ini ditanami pohon pisang dan ditaruh sampah sepanjang jalan 2 Kilo meter, Jalan utama desa Bintang Rinjani ini sudah rusak parah dan tidak layak dikatan sebagai jalan untuk dilalui oleh kendaraan, pasalnya disana sini terdapat lubang tidak ada celah sehingga bukan lagi meresahkan masyarakat malahan seringkali menimbulkan kecelakaan bagi pengendara.

"Kami menanam pohon pisang dan pohon lainnya sepanjang jalan juga menaruh sampah di gerbang kantor desa sebagai bentuk protes," ucap salah seorang warga yang ikut menanam pohon. Kamis (18/4).

"Apalagi bila saya teringat saat membawa istri saya yang hamil besar untuk bersalin ini sungguh memperihatinkan, disamping menahan rasa sakit kontraksi ditambah lagi jalan yang rusak parah ini," ungkap salah seorang warga lainnya sambil menam pohon dan menaruh kayu di badan jalan.

Pengakuan salah satu tetua setempat mengatakan, Jalan ini sejak ada hanya satu kali dilakukan pengaspalan itupun hanya aspal curah pada tahun 2012 yang lalu hingga saat ini tidak pernah lagi dilakukan perbaikan. Kondisinya sudah sangat parah menyisakan batu kerikil dan lubang besar sepanjang jalan.

"Kami juga bayar pajak pak, apakah pemerintah tidak mau memperhatikan kami, lihat jalan yang kami lalui setiap hari kesini langsung, ini sangat-sangat tidak layak, masak sejak adanya jalan ini dari zaman belanda hanya satu sekali di aspal itupun aspal curah," terangnya

Menyikapi protes warga ini, Kepala Desa Bintang Rinjani, H. Nasrun saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah melaporkan kondisi jalan ini pada pemerintah daerah, hingga pada saat pemerintahan H. Sukiman juga pernah dijanjikan perbaikan, namun hingga masa pemerintahannya berakhir tak kunjung diperbaiki hanya sebatas janji belaka.

"Dan hingga saat ini kami juga sudah menghadap ke pak Bupati dan sudah direspont. Mudah-mudahan bisa direalisasikan secepatnya mengingat kondisi jalan ini sudah sangat memperihatinkan," jelas H. Nasrun. 

Kamis, 17 April 2025

Pegukuhan Pengurus GOW Lombok Timur 2025–2030: Perempuan Sebagai Pilar Pembangunan Daerah

Okenews.net- Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, selaku Dewan Pembina Gabungan Organisasi Wanita (GOW), secara resmi mengukuhkan Ketua dan Pengurus GOW Kabupaten Lombok Timur periode 2025–2030 pada Kamis (17/04/2025), Pendopo Bupati. Sebanyak 44 pengurus yang dilantik berasal dari 28 organisasi wanita yang aktif di daerah ini.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus GOW periode sebelumnya (2023–2025) atas dedikasi dan tanggung jawab yang telah ditunaikan dengan baik hingga akhir masa jabatan. Kepada pengurus baru, ia menyampaikan selamat bertugas dan berbakti bagi kemajuan masyarakat Lombok Timur.

Menurut Bupati, GOW memiliki peran strategis dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi kaum perempuan di masyarakat, termasuk isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pemberdayaan ekonomi perempuan, hingga peningkatan kapasitas dan kualitas hidup perempuan secara umum.

Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) sebagai tolok ukur keterlibatan perempuan dalam pembangunan. Oleh karena itu, organisasi ini diharapkan mampu menerima kritik yang konstruktif serta merespons berbagai tantangan dengan solusi yang nyata.

Bupati menegaskan pentingnya sinergi antarorganisasi perempuan di bawah naungan GOW dengan lembaga pelatihan kerja seperti LLK dan BPVP Lombok Timur. “Harus ada pemberdayaan nyata, bagaimana perempuan yang sebelumnya menganggur bisa memiliki keterampilan dan pekerjaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap GOW dapat berkontribusi dalam menangani berbagai persoalan daerah seperti stunting, anak putus sekolah, serta anak-anak yang diasuh oleh kakek-neneknya karena orang tua mereka bekerja di luar negeri, yang seringkali kurang mendapat pendidikan memadai. Untuk itu, Bupati mendorong pemanfaatan APBD secara tepat sasaran dan kerja sama yang erat dengan OPD terkait.

Sementara itu, Ketua GOW terpilih, Sri Mahyu Wardani Edwin, menyampaikan terima kasih kepada pengurus demisioner atas kontribusi bermakna selama masa kepengurusan sebelumnya. Ia mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bekerja lebih optimal, terutama dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat Lombok Timur.

Kepengurusan GOW ini merupakan hasil Musyawarah Daerah (Musda) VI GOW yang digelar pada 17 Maret 2025. Ke depan, GOW berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah, serta mendukung keberhasilan visi dan misi pembangunan daerah.

Acara pengukuhan turut dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, Kepala OPD lingkup Pemerintah Daerah Lombok Timur, serta para pimpinan organisasi wanita, seperti Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Ketua Umum DPD IWAPI Provinsi NTB, dan Ketua DPD IKABOGA Provinsi NTB.

Universitas Hamzanwadi Luncurkan Kelas Perdana Pengayaan Bahasa Jepang

Rektor Universitas Hamzanwadi bersama perwakilan Indonesia Nipon Anugerah
Okenews.net – Universitas Hamzanwadi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) bersama PT Indonesia Nippon Anugerah, Rabu (16/04/2025). 

Kerja sama strategis ini dilakun untuk mendukung Program Internship Jepang yang digagas Program Studi Pariwisata, membuka pintu bagi mahasiswa untuk meraih pengalaman profesional di panggung internasional.

Acara penandatanganan yang berlangsung khidmat di kampus Universitas Hamzanwadi dihadiri oleh seluruh dekan fakultas, menunjukkan sinergi lintas disiplin ilmu dalam mendorong internasionalisasi pendidikan. 

Momen ini juga menjadi langkah strategis sekaligus peluncuran kelas perdana pengayaan Bahasa Jepang yang dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja dan budaya Jepang secara langsung.

Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menekankan pentingnya kerja sama ini dalam memperluas wawasan dan peluang mahasiswa menghadapi tantangan ke depan. 

“Kami tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga profesional muda yang mampu bersaing di pasar global dengan penguasaan bahasa, keterampilan, dan pemahaman budaya yang mendalam,” ungkapnya. 

Ia menegaskan, program ini sejalan dengan visi universitas untuk menjadi pusat pendidikan yang mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul dan kompetitif serta adaptif dengan kemajuan zaman. 

Selain itu, PT Indonesia Nippon Anugerah akan mendukung proses pelatihan intensif, termasuk penguatan kemampuan Bahasa Jepang dan pembekalan keterampilan kerja yang relevan dengan standar industri global. 

"Program Internship Jepang tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga memperkuat posisi Lombok Timur sebagai pusat pendidikan yang berorientasi global," ulasnya. 

Dengan langkah ini, Universitas Hamzanwadi optimistis dapat terus memperluas jaringan kerja sama internasional, menciptakan lebih banyak peluang bagi mahasiswa, dan memperkuat reputasinya sebagai institusi pendidikan terdepan di Indonesia.

Diketahui, PT Indonesia Nipon merupakan lembaga pelatihan kerja yang melakukan pemberdayaan generasi muda melalui program pembentukan sikap mental, keterampilan, serta kemandirian berupa Diklat Bahasa Jepang Terpadu dan Pemagangan ke Jepang.

Rabu, 16 April 2025

Bupati Lotim Tegaskan Komitmen Tata Kelola Tambang Galian C

Rapat Koordinasi Sektor Mineral Bukan Logam 
Okenews.net- Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menggelar rapat koordinasi sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) sekaligus silaturahmi bersama para pengusaha tambang galian C pada Rabu (16/04/2025). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) 1 Kantor Bupati dan dihadiri oleh Kepala Bapenda, Kadishub, Kepala BPKAD, dan Kasatpol PP.


Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang dialog konstruktif antara pemerintah daerah dan pelaku usaha pertambangan. Ia menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda formal, tetapi juga wadah silaturahmi yang mempererat hubungan layaknya sahabat dan mitra strategis pembangunan daerah.


Bupati menyoroti peran vital sektor galian C dalam mendongkrak perekonomian lokal, seraya mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya alam sesuai amanat UUD 1945. Ia juga menjelaskan kebijakan Pemda terkait penyesuaian harga jual tanah tambang sebagai langkah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah tambang.


Persoalan legalitas usaha tambang menjadi salah satu sorotan utama. Bupati menjelaskan bahwa meskipun perizinan teknis berada di bawah kewenangan provinsi, namun operasional di lapangan tetap membutuhkan rekomendasi dan persetujuan dari Bupati. Karena itu, ia mengajak seluruh pengusaha untuk mengurus perizinan secara resmi dan tertib.


Lebih lanjut, Bupati mendorong pembentukan dan penguatan asosiasi pertambangan sebagai upaya menciptakan kesepahaman harga dan menekan praktik ilegal. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan iklim usaha yang sehat dan adil.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung potensi retribusi dari sektor MBLB berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 yang dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia mengingatkan bahwa optimalisasi PAD sangat penting untuk menangani berbagai persoalan daerah, termasuk tingginya angka kemiskinan.


Bupati turut menegaskan komitmennya untuk membela kepentingan masyarakat Lombok Timur, dan tidak akan mentolerir praktik pungli. Ia bahkan meminta masyarakat untuk melaporkan jika menemukan adanya tindakan pungli oleh aparat, dengan jaminan penindakan tegas dari pemerintah.


Menanggapi kerusakan lahan sawah akibat aktivitas pertambangan, Bupati menegaskan komitmen pemda untuk mencari solusi yang berkelanjutan. Salah satunya adalah dengan menginstruksikan Dinas Pertanian agar membantu pengusaha tambang dalam pembangunan kolam endapan sebagai bentuk pengelolaan limbah tambang yang ramah lingkungan.


Di akhir pertemuan, Bupati menyampaikan rasa bangga dan bahagianya bisa bertemu langsung dengan para pengusaha tambang, serta berharap sinergi yang baik ini dapat terus terjaga demi mewujudkan Lombok Timur yang lebih maju dan sejahtera. Ia juga mengingatkan pentingnya pembayaran retribusi secara tepat waktu sebagai bentuk kontribusi nyata kepada daerah.


Sementara itu, Ketua Asosiasi Pertambangan Kabupaten Lombok Timur, H. Humaedi, mengapresiasi langkah Bupati dan menyebut potensi sumber daya alam di Lotim memiliki kualitas luar biasa sebagai modal penting untuk meningkatkan PAD. Ia menekankan pentingnya menciptakan suasana usaha yang kondusif, aman, dan nyaman sebagai kunci menarik investasi dari luar daerah. H. Humaedi juga menyoroti perlunya penindakan terhadap tambang ilegal agar tidak merusak persaingan usaha yang sehat.

Serap Aspirasi, Fauzan Khalid Bertemu Jajaran Pegawai BPN se-NTB


Okenews.net - Berbagai kegiatan dilakukan Anggota DPR RI selama reses masa persidangan II (Kedua) tahun sidang 2025 ini. Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Fauzan Khalid mengisi kegiatan reses dengan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan para pejabat pemerintah daerah, mitra kerja komisi dan masyarakat daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat.


Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat, Legislator Partai NasDem yang terpilih dari daerah pemilihan (dapil) Pulau Lombok ini bertemu jajaran pegawai  Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) NTB, di Aula Kanwil BPN NTB di Kota Mataram, Senin (14/4). Hadir dalam pertemuan ini Kakanwil BPN NTB, Lutfi Zakaria bersama seluruh jajaran dan para Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/ Kota se-NTB.


Dalam kegiatan penyerapan aspirasi ini, Fauzan bersama jajaran pegawai BPN se-NTB melakukan dialog dan diskusi terbuka untuk mencari solusi tepat mengatasi permasalahan dan hambatan pertanahan di NTB. Materi bahasan diantaranya kegiatan dan implementasi peraturan Menteri ATR/ Kepala BPN No. 2 Tahun 2025 tentang perubahan peraturan No. 16 tahun 2022 tentang pelimpahan kewenangan penetapan hak atas tanah dan kegiatan pendaftaran tanah.

Dalam dialog terungkap sejumlah permasalahan pertanahan di wilayah di NTB. 


Di NTB ada 270-an ribu bidang tanah atau 14 persen yang belum memiliki peta bidang dan menjadi sumber konflik. Karena itu, Fauzan meminta Kepala Kanwil BPN NTB berkoordinasi dengan Gubernur NTB untuk mengadakan rapat koordinasi (rakor) khusus masalah pertanahan di NTB dengan mengundang bupati dan walikota se-NTB.


“Insyaalloh saya juga akan berkomunikasi dengan Pak Gubernur untuk meminta hal yang sama, mengadakan rakor pertanahan. Saya selaku Anggota Komisi II DPR RI siap hadir dan ikut membantu menyelesaikan berbagai permasalahan pertanahan di NTB,” tegas Fauzan.


Masalah lainnya terkait asset pemerintah yang diklaim masyarakat, dan banyak yang tidak dapat dibuktikan oleh pemerintah daerah. Contoh kasus, yaitu tanah rumah potong hewan di Loang Balok Kota Mataram.

Menanggapi permasalahan ini, Fauzan yang pernah menjabat Bupati Lombok Barat dua periode mengatakan, tanah rumah potong hewan seluas empat hektar ini sudah diputuskan dibagi masing-masing dua hektar untuk Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan dua hektar untuk Pemeruntah Kota Mataram. 


Namun permasalahannya saat ini ada klaim dari salah seorang pekerja rumah potong hewan tersebut. Padahal pemilik rumah potong hewan telah menandatangani bahwa tanah yang diklaim karyawan tersebut milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.


Terkait dengan pra sertifikat program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL), Fauzan meminta untuk dilakukan sosialisasi ke desa-desa, terutama menjelaskan hal-hal yang terkait dengan biaya yang diakomodir APBN dan mana yang tidak. Sebab, banyak laporan terkait dari beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM).


Kepala Kanwil BPN NTB, Lutfi Zakaria menyambut baik penyerapan aspirasi oleh  Anggota Komisi II DPR RI dapil Pulau Lombok Fauzan Khalid. Selain menyampaikan aspirasi dan beberapa permasalahan pertanahan di NTB, pertemuan ini menjadi ajang silaturrahmi dan saling mengenal.


“Pertemuan dengan mitra Komisi II DPR RI ini tentu sangat baik dan sesuai surat dan arahan Fraksi NasDem DPR RI dan DPP Partai NasDem untuk menyerap aspirasi dari masyarakat selama reses 21 Maret hingga 16 April 2025,” ujar Fauzan.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi