Kadis Perkim: Pembangunan RTLH Hampir Rampung - Okenews.net | PT Bintang Mediaoke Pratama. All rights reserved

Breaking

Halaman

Rabu, 08 Juli 2020

Kadis Perkim: Pembangunan RTLH Hampir Rampung

OkeNews.net - Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Lombok Timur, Ir. Sahri mengatakan, meski terlibat sebagai tim penanganan Covid-19, namun bukan berarti melalaikan pekerjaan yang sudah dirancang sebelumnya yakni rumah tidak layak huni (RTLH).

Kadis Perkim, Ir. Sahri
Menurutnya, pembangunan RTLH bagi masyarakat kurang mampu terus berjalan meski ditengah pandemi covid-19, bahkan posisi bangunan fisiknya sudah mencapai 90 persen dari anggaran yang 50 persen pada tahap pertama.

"Peningkatan kualitas rumah tidak layak huni menjadi layak huni yang tertuang di dalam DPA kita yang bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) sebanyak 322 unit. Dari 322 unit itu seluruhnya kita laksanakan," ujar Sahri, Rabu (08/07/2020).

Dijelaskan, sampai dengan hari ini progres untuk keuangan sudah mencapai 50% yang terserap, untuk fisik rumah, di mana untuk pengerjaan fisiknya sudah berada di angka 90%.

"10% lagi kami akan selesaikan dalam waktu sebulan. Itu untuk fisik rumah. Kemudian sekarang ini lagi tahap persiapan pengajuan tahap dua," tegasnya.

Lebih lanjut ditegaskannya, dengan posisi fisik 90 persen dari anggaran tahap satu, maka saat ini pihaknya sedang melakukan persipan pengajuan anggaran tahap dua yang 50 persen.

"Anggaran terbagi menjadi dua tahap, 50% kedua sekarang sedang proses pengajuan dan mudahan tuntas pada minggu ini dan minggu depan sudah realisasi," harapnya.

Dijelaskan pula, dengan direalisasikannya 50 persen tahap kedua, maka pihaknya optimis dapat menyelesaikan dalam jangka satu bulan ini. "Dengan realisasi tahap kedua yang 50% itulah, nanti akan menjadi tuntas pekerjaan kita yang 322 unit itu," tegasnya lagi.

Disamping menyelesaikan program di dinas yang dipimpin, pihaknya juga menegaskan, beberapa hal penting yang berkenanaan dengan perumahan, meski bukan pihaknya yang mengerjakan.

"Di samping kita melaksanakan tugas itu, tentu juga harus kita sampaikan bahwa hasil komunikasi kita, baik pemerintah pusat maupun provinsi, pemerintah pusat itu ada kegiatan peningkatan kualitas RTLH," ujarnya.

Meski anggaran ada di mereka, kata dia, tetapi pihaknya terlibat sebagai tim teknis di lapangan. "Terpenting bagi kami disini, kita semua di Lombok Timur adalah penerima manfaat itu," sambungnya.

Ditegaskan, untuk bantuan RTLH dari pemerintah pusat sebanyak 560 unit dari program strategis. "Sebelumnya, pemerintah pusat hanya akan memberikan 500 unit, tapi ditengah pandemi covid-19, kita ada tambahan 60 unit, sehingga jumlahnya  560 unit.

Sedangkan bantuan pemerintan pusat dari program reguler, lanjut dia, tadinya ada 230 unit, tetapi ada tambahan sedang persiapan sekarang 50 unit sehingga menjadi 280 unit. "Jadi total dari APBN adalah 840 unit," jelasnya

Selain bantuan pusat, ia juga menyebutkan ada bantuan dari pemerintah provinsi. Semula bantuan dari provinsi sebanyak 500 unit namum yang terealisasi hanya 233 unit untuk tahun ini.

Kendati demikian, pihaknya terus melakukan terobosan agar bisa mendapatkan program tambahan. "Mudah-mudahan akhir tahun ini kami dapat tambahan, kami lagi intens komunikasi dengan pemerintah pusat," pungkasnya.