Santuni Anak Yatim, Kabid Logistik BPBD Lombok Timur Apresiasi Pemdes Sukadana - OKENEWS.NET | PT Bintang Mediaoke Pratama. All rights reserved

Breaking

Halaman

Sabtu, 12 September 2020

Santuni Anak Yatim, Kabid Logistik BPBD Lombok Timur Apresiasi Pemdes Sukadana

OkeNews.net - Pemerintah Desa (Pemdes) Sukadana Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur memiliki program yang cukup menarik. Sejak tahun 2019 pemerintah desa memberikan bantuan kepada masyarakatnya dari hasil lahan pecatu. Kali ini, pemerintah desa setempat memberikan santunan kepada 186 anak yatim di desa setempat. 


Kegiatan yang berlangsung di aula Lumbung Desa Sukadana itu dihadiri oleh seluruh Kepala Wilayah (Kawil) Desa Sukadana, tokoh masyarakat, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur.


Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Lombok Timur, Iwan Setiawan sangat mengapresiasi program Pemerintah Desa Sukadana yang membantu masyarakatnya yang kurang mampu.

"Program Desa Sukadana ini patut menjadi contoh nyata yang baik bagi desa-desa yang ada di Lombok Timur, karena Desa Sukadana ini mampu membantu masyarakat seperti anak yatim, orang sakit, dan lansia dari hasil tanah pecatu desa," jelas Iwan Setiawan saat menghadiri acara, Jum'at (11/09/2020).


Ia menyebutkan, kalau saja semua desa bisa seperti Desa Sukadana, maka akan banyak masyarakat yang merasa terbantu, terlebih anak yatim yang wajib dibantu.


"Sebagaimana kita ketahui, beberapa desa selalu terlihat sibuk dengan ADD, tetapi di desa ini jauh berbeda. Oleh karena itu saya berharap, dan mengingat program ini adalah program yang baik bagi masyarakat, saya harapkan dapat terus dijalankan dengan istiqamah oleh Kades Sukadana," harapnya.


Sementara itu, Kades Sukadana, Lalu Diraksa menyampaikan, program santunan seperti ini bukan pertama dilakukan, melainkan telah dimulai sejak tahun 2019 lalu. 


Namun diakui, program sebelumnya dikhususkan bagi masyarakat yang sakit menahun, lansia, dan masyarakat yang sadar akan kebersihan lingkungan desa. Adapun santunan setiap bulan yang diberikan berupa 10 kilo gram beras dari hasil pengelolaan tanah pecatu desa.


"Santunan bagi anak yatim yang baru dilauncing dan bagi lansia pada program sebelumnya, kami berikan murni dari hasil pengelolaan tanah pecatu desa yang seluas 6 hektar," tuturnya.


Lalu Diraksa menegaskan, untuk stock gabah yang dapat dihasilkan dari pengelolaan tanah pecatu sesa saat ini mencapai 50 ton gabah kering, dan hingga hari ini masih tersisa sekitar 33 ton dan siap akan disalurkan kepada masyarakat. 


Jumlah masyarakat miskin di Desa Sukadana, lanjutnya, saat ini masih mencapai sekitar 30 persen dari total jumlah penduduk 11 ribu jiwa, sementara rata-rata mata pencaharian masyarakat Desa Sukadana merupakan buruh tani, tani, dan peternak.


Program pemberdayaan kepada masyarakat berupa pemberian beras melalui hasil pengelolaan tanah pecatu desa ini merupakan ikhtiar pemerintah setempat untuk dapat membantu masyarakat miskin dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari yang dimulai sejak tahun 2019. 


Sementara itu pada musim kali ini lahan pecatu desa, tengah ditanami tanaman jagung dan pada musim panen mendatang pemerintah desa berencana untuk menjual hasil panen jagung. Hasil penjualan akan disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk ternak sapi.


"Kedepan, selain terus melanjutkan program sosial ini, saya juga punya keinginan menjadikan Desa Sukadana sebagai desa dengan seribu ternak sapi dengan harapan melalui ternak yang akan dibagikan oleh desa dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," harapnya.


Usai kegiatan launching, Kabid BPBD bersama Kades Sukadana secara simbolis menyerahkan bantuan kepada 186 anak yatim berupa beras 5 kilo gram dan uang.