Satu Lagi, Pesantren Pencetak Generasi Qur'ani di Lombok Timur - Okenews.net | PT Bintang Mediaoke Pratama. All rights reserved

Breaking

Halaman

Senin, 01 Februari 2021

Satu Lagi, Pesantren Pencetak Generasi Qur'ani di Lombok Timur

OkeNews.net - Pendidikan pondok pesantren (Ponpes) dengan program unggulan tahfidz, bahasa asing, teknologi dan lainnya saat ini menjadi satu pilihan masyarakat untuk memasukkan anaknya menjadi santri, terutama pesantren pencetak generasi qur'ani.

Santri-santriwati Pesantren Darul Barokah
Walkaromah Desa Lepak Timur
Generasi Qur’ani merupakan generasi yang menjadikan al-Quran sebagai pedoman hidup mereka, meyakini kebenaran al-Quran, membaca dan memamahinya dengan benar dan baik, serta mengamalkannya dalam seluruh aspek kehidupan mereka.


Generasi itulah yang menjadi idaman bagi umat Islam kapan dan di mana pun mereka hidup dan berada. Generasi Qur’ani di zaman Rasulullah adalah generasi yang menjadikan al-Qur’an sebagai sumber utama kehidupannya. Sekaligus menjadi ukuran dan dasar berpikir mereka.


Saat ini, satu lagi pondok pesantren dengan program unggulan tahfidz al-Qur'an yang mencetak generasi qur'ani. Pesantren yang berlokasikan di Montong Mas Desa Lepak Timur Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur berhasil mencetak hafidz dan hafidzoh dalam waktu kurang dari dua tahun senjak didirikan.


"Alhamdulillah, semenjak didirikan pada akhir tahun 2019 pondok tahfidz ini mampu mencetak hafidzh dan hafidzoh sebanyak empat orang," tutur Ketua Yayasan Ponpes Darul Barokah Walkaromah, Muhammad Hambali, SE pada wartawan, Senin (1/02/2021).


Hafidzoh yang pertama mampu menyelesaikan hafalannya dalam kurun waktu tepat 8 bulan. Dan tiga lainnya berhasil menyelesaikan hafalannya dalam waktu 1 tahun. Hafidzoh perdana sudah diwisudakan pada tahun 2020 dan tiga lainnya akan diwisuda dalam waktu dekat ini.


"Enam calon hafidz dan hafidzoh lainnya yang akan menyusul, masing-masing ada 23 juz, 10 juz,  juz, 7 juz , 4 juz dan 2 juz, semoga mereka tetap semangat," harapnya.


Sistem menghafal yang digunakan adalah sistem dauroh atau sistem cepat. "Per hari ditargetkan 5 halaman, jadi siapa cepat dapat 1 halaman itu yang bisa menyetor hafalan" ujar Siti Nurul Baya, pioner hafidzoh di pondok tahfidz tersebut.


Sementara itu, Kepala Desa Lepak Timur H. Subhan Amin menyampaikan, kehadiran ponpes dengan program unggulan tahfidz Qur'an di Desa Lepak Timur menjadi hal yang membanggakan. Ia yakin kedepan ponpes itu akan mengharumkan nama desa.


"Kami bangga dengan pencapaiaan ini, kami akan mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini, lebih-lebih ini bisa memperkenalkan desa dengan memiliki madrasah unggul dalam agama," ujarnya.


Ia juga berharap pemerintah terkait memperhatikan dan  berkontribusi terhadap santri pengahfal Al-Qur'an agar bisa semakin baik. Ia juga yakin tidak hanya membawa nama baik desa tapi nama daerah.


#Jurnalis: Rahman Hakiki | Editor: Am Aliya