Okenews.net- Anggota
DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid mengapresiasi Kementerian Dalam Negeri
(Kemendagri) yang telah membantu pemerintah daerah (pemda) dalam pengelolaan
sampah. Langkah ini dinilai sangat membantu penyelasaian persoalan sampah yang
banyak dialami beberapa daerah.
“Persoalan
sampah tidak hanya di hilir tapi juga di hulu (rumah tangga). Karena itu,
Kemendagri dan pemda agar secara massif mendorong pemilahan sampah organik dan
anorganik dari rumah tangga untuk mencegah penumpukan di TPA, memudahkan daur
ulang, dan mengurangi pencemaran,” kata Fauzan dalam rapat kerja dengan
Mendagri/ Kepala BNPP, Ketua DKPP, dan Kepala OIKN, di Kompleks Parlemen
Senayan Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Sejauh
ini, Kemendagri telah membantu belasan pemda di Indonesia untuk pengelolaan
sampah. Adapun nilai bantuan berupa mesin-mesin pengelolaan sampah tersebut
mencapai miliaran rupiah.
“Saya
kira ini penting sekali agar sampah dapat diubah
menjadi instrumen pembangunan yang produktif. Karena itu, pemerintah,
dalam hal ini Kemendagri dapat memberikan insentif bagi pemda yang berhasil mengatasi
masalah sampah dengan baik,” kata Fauzan,
Anggota DPR RI yang terpilih dari dapil NTB II Pulau Lombok ini.
Dalam raker, Fauzan, Bupati Lombok Barat
dua periode (2016-2024) ini juga minta kepada Kepala Badan Nasional Pengelola
Perbatasan (BNPP) agar menetapkan fokus utama untuk mengakselerasi pertumbuhan
ekonomi di wilayah perbatasan. Kebijakan berpusat pada penguatan produktivitas,
peningkatan daya beli masyarakat, optimalisasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
sebagai pusat ekonomi baru, serta digitalisasi.
Menurut Fauzan, pemberdayaan ekonomi lokal
bisa dilakukan dengan mendorong produktivitas sektor pertanian, kelautan, dan usaha mikro di
kawasan perbatasan untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Optimalisasi PLBN
dilakukan dengan memaksimalkan aktivitas lintas batas dan perdagangan, serta
mengembangkan fasilitas kawasan di sekitar PLBN untuk menciptakan pusat-pusat
pertumbuhan ekonomi baru.
“Kolaborasi
lintas sektoral untuk memastikan hunian yang layak. Termasuk rehabilitasi
belasan ribu rumah tidak layak huni di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan
Terluar (3T),” jelas Ketua KPU NTB (2008-2013)
ini.
Terkait
dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Fauzan, Anggota Komisi II DPR RI
minta agar OIKN secara proaktif menerapkan strategi
pemanfaatan tahap demi tahap untuk fasilitas yang telah selesai dibangun. OIKN
agar mengoperasikan fasilitas perkantoran secara bertahap seiring percepatan
pembangunan, dan fokus pada target fungsionalitas IKN sebagai ibu kota politik
pada tahun 2028.
.png)
