Okenews.net – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memasuki tahap akhir Sayembara Desain Gedung Serbaguna Tahun 2026 dengan menggelar presentasi lima karya terbaik yang berhasil lolos ke babak final. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Lombok Timur dan dibuka langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, didampingi Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik.
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa pembangunan gedung serbaguna menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan fasilitas publik yang lebih representatif bagi masyarakat Lombok Timur.
Menurutnya, keberadaan Gedung Wanita yang telah berdiri sekitar tiga dekade lalu kini sudah tidak lagi mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Karena itu, pemerintah merancang pembangunan gedung baru yang tidak hanya megah dan modern, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat.
“Gedung ini diharapkan menjadi ikon baru Lombok Timur yang mencerminkan karakter dan jati diri daerah,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, pembangunan di Lombok Timur saat ini terus bergerak maju, baik di kawasan perkotaan maupun perdesaan yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Karena itu, setiap pembangunan infrastruktur strategis diharapkan mampu mendukung transformasi daerah secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) NTB, Lalu Agus Supriadi, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang membuka ruang bagi para arsitek dari berbagai daerah untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui sayembara desain.
Ia mengungkapkan, antusiasme peserta sangat tinggi. Sebanyak 320 peserta mendaftar dan 117 karya dari 15 provinsi berhasil masuk dalam proses penilaian.
“Ini menjadi salah satu sayembara arsitektur terbesar dalam skala nasional. Tingginya partisipasi menunjukkan Lombok Timur memiliki daya tarik tersendiri di kalangan arsitek Indonesia,” katanya.
Gedung serbaguna yang direncanakan tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 2.000 orang dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk meningkatkan kenyamanan dan fungsi kawasan.
Pemrakarsa kegiatan, Ahmad Dewanto Hadi, menjelaskan bahwa sayembara telah melalui proses panjang mulai dari studi kelayakan hingga seleksi desain. Lima finalis terbaik yang berasal dari Jakarta, Jakarta Timur, Palembang, Jawa Tengah, dan Surabaya kini bersaing memperebutkan posisi juara.
Setelah penentuan pemenang, desain terpilih akan dilanjutkan ke tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebelum memasuki proses pembangunan fisik.
“Target kami, peletakan batu pertama atau groundbreaking dapat dilaksanakan pada akhir Oktober atau awal November 2026,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menyebut pembangunan gedung serbaguna tersebut merupakan bagian dari visi pemerintah daerah untuk menghadirkan fasilitas Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) berskala besar yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain menjadi pusat kegiatan masyarakat, gedung ini juga diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan yang profesional.
Melalui sayembara ini, Pemkab Lombok Timur berharap lahir sebuah bangunan ikonik yang tidak hanya menjadi pusat pertemuan dan kegiatan publik, tetapi juga simbol kemajuan daerah serta representasi budaya Gumi Patuh Karya di masa depan.
.png)
