www.okenews.net: Masyarakat
Tampilkan postingan dengan label Masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masyarakat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Juni 2026

Ekonomi Lombok Timur Tumbuh 7 Persen, Bupati Sebut Pertanian Jadi Motor Utama

Okenews.net Di tengah tantangan ekonomi nasional dan ketidakpastian global, Kabupaten Lombok Timur berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang menggembirakan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 7 persen di luar sektor pertambangan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Yayasan Shirotul Khair di Ambung, Masbagik Timur, Sabtu (6/6).

Menurut Bupati, capaian tersebut menempatkan Lombok Timur sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Lombok. Ia menjelaskan, meskipun Kabupaten Sumbawa Barat mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi hingga 30 persen, angka tersebut didorong oleh aktivitas industri pengolahan dan smelter emas.

"Kalau di Lombok Timur, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh sektor pertanian yang menjadi kekuatan utama masyarakat," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk memberikan data yang akurat kepada petugas BPS yang tengah melakukan pendataan ekonomi. Ia menegaskan bahwa data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan menentukan program prioritas bagi masyarakat.

Menurutnya, informasi yang disampaikan warga akan digunakan untuk memetakan kondisi ekonomi masyarakat, mulai dari kategori miskin ekstrem, miskin, hingga kelompok yang telah sejahtera.

"Jangan sampai memberikan data yang tidak sesuai kondisi sebenarnya, karena hasil pendataan ini akan menjadi acuan pemerintah dalam mengambil kebijakan," katanya.

Selain menyoroti sektor ekonomi, Bupati juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan daerah. Ia mengapresiasi peran para ulama dan tokoh agama yang selama ini aktif membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan, baik berbasis pondok pesantren maupun sekolah umum.

Ia menyebut Lombok Timur memiliki ribuan satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta. Bahkan untuk jenjang SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) sederajat, jumlahnya mencapai ratusan sekolah.

Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui dukungan pemerintah pusat maupun program daerah.

"Pemerintah pusat saat ini sedang melakukan revitalisasi sekolah secara nasional, dan Lombok Timur juga menjadi bagian dari program tersebut," jelasnya.

Bupati menambahkan, berbagai pondok pesantren yang telah mengajukan proposal bantuan telah mendapatkan perhatian pemerintah. Salah satunya Yayasan Al-Khair yang disebutnya telah memiliki alokasi anggaran bantuan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan gedung baru Yayasan Shirotul Khair, Bupati berjanji akan menyalurkan bantuan semen pada awal pekan mendatang.

Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para Tuan Guru dan pengelola lembaga pendidikan yang terus berjuang meningkatkan kualitas pendidikan di Lombok Timur.

"Semangat para Tuan Guru dalam membina generasi muda adalah modal besar bagi kemajuan daerah ini," pungkasnya.

Sabtu, 30 Mei 2026

Lentera Lombok Nusantara Satukan Tokoh Daerah, Siapkan Program Tahunan untuk Masyarakat

Foto: Yayasan Lentera Lombok Nusantara


Okenews.net– Yayasan Lentera Lombok Nusantara menggelar kegiatan makan bersama yang dihadiri pengurus yayasan, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan di Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Sabtu (30/5/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus merumuskan program kerja tahunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.


Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir dalam kegiatan itu Ketua Komisi Informasi (KI) NTB, Ketua Peradin dan Posbakumadin, Kapolsek Sakra Barat, Camat Sakra Barat, Ketua GLF, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.



Sekretaris Yayasan Lentera Lombok Nusantara, Hairuman Syahroni, mengatakan pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang memperkuat kebersamaan, tetapi juga wadah konsolidasi untuk menyusun berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat.


“Malam ini kita berkumpul bukan sekadar makan bersama, tetapi menyatukan visi dan langkah. Ke depan, Yayasan Lentera Lombok Nusantara akan menghadirkan program-program tahunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.


Menurutnya, sinergi antara yayasan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan program yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Sakra Barat dan Camat Sakra Barat mengapresiasi inisiatif Yayasan Lentera Lombok Nusantara yang terus aktif membangun kolaborasi sosial di tengah masyarakat. Mereka berharap kerja sama lintas sektor dapat semakin diperkuat untuk mendukung terciptanya lingkungan yang aman, maju, dan berdaya saing.


Sementara itu, Ketua KI NTB, Sahnam, menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat dalam setiap program pembangunan maupun kegiatan sosial yang dilaksanakan.


Kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi santai dan doa bersama sebagai simbol komitmen seluruh pihak untuk terus memperkuat kerja-kerja sosial dan pemberdayaan masyarakat di Lombok Timur.


Yayasan Lentera Lombok Nusantara sendiri merupakan lembaga sosial yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong di wilayah Lombok Timur dan sekitarnya.


Rabu, 06 Mei 2026

Porang Jadi Andalan, Lotim Perkuat Desa Berdaya dan Ketahanan Pangan

Foto: Bupati Lombok Timur

Okenews.net- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Hal itu terungkap dalam audiensi antara Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin bersama jajaran Dinas Perindustrian Provinsi NTB dan Perum Bulog di ruang rapat Bupati, yang membahas program strategis mulai dari desa berdaya, hilirisasi, hingga ketahanan pangan Rabu,(6/5)

Bupati Haerul Warisin menegaskan, sejumlah program yang dipaparkan sejalan dengan fokus pembangunan daerah saat ini. Salah satu komoditas unggulan yang menjadi perhatian adalah porang, yang dinilai memiliki prospek cerah.

Menurutnya, harga porang di Lombok Timur saat ini mencapai Rp10.200 per kilogram, bahkan melampaui harga acuan Bulog. Selain itu, komoditas ini relatif mudah dibudidayakan karena tidak membutuhkan perawatan khusus serta memiliki waktu panen yang fleksibel.

“Produksi porang kita bisa mencapai 50 hingga 60 ton per hari, mulai dari umbi hingga menjadi tepung. Ini terus kami awasi agar kualitas tetap terjaga,” ujarnya.

Selain porang, Pemkab Lombok Timur juga mendorong penguatan program desa berdaya. Tujuh desa yang menjadi prioritas yakni Tetebatu, Sakra, Pijot, Pringgabaya Utara, Sembalun Bumbung, Pesanggrahan, dan Lendang Nangka Utara. Bupati meminta pemerintah provinsi melakukan identifikasi kebutuhan spesifik di masing-masing desa agar intervensi program lebih tepat sasaran.

Di sektor perkebunan, Lombok Timur dinilai memiliki potensi besar pada komoditas kelapa. Pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan investor, termasuk ketertarikan investor asal Malaysia untuk pengembangan komoditas tersebut.

Sementara di sektor pertanian, pengendalian inflasi menjadi perhatian utama, khususnya pada komoditas cabai dan sayuran. Pemkab mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan, sebagai langkah menjaga stabilitas harga. Sebelumnya, pemerintah daerah juga sempat mendatangkan pasokan cabai dari luar daerah guna menekan lonjakan harga.

Untuk mendukung produktivitas pertanian, Pemkab Lombok Timur telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk pembangunan greenhouse.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Lalu Wiranata, menyebutkan saat ini terdapat sekitar 40 desa di NTB yang masuk program desa berdaya, dengan tujuh desa berada di Lombok Timur. Program tersebut difokuskan pada desa dengan kategori miskin ekstrem melalui penguatan ekonomi lokal dan bantuan stimulan.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Rizal, menyatakan kesiapan Bulog dalam mendukung program ketahanan pangan di Lombok Timur, termasuk penyediaan beras serta pelaksanaan operasi pangan murah di desa-desa berdaya.

Di hari yang sama, Bupati juga menerima audiensi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram terkait rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Partisipatif (KKP). Sebanyak 754 mahasiswa akan diterjunkan ke lima kecamatan, yakni Jerowaru, Keruak, Sakra, Sakra Barat, dan Sakra Timur, mencakup 58 desa.

Bupati menyambut baik program tersebut dan berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam meningkatkan literasi digital masyarakat desa. Selain itu, mahasiswa diharapkan membantu masyarakat dalam mengakses layanan digital seperti BPJS dan pembayaran pajak.

“Ini penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus meminimalisasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah,” tegasnya.

Audiensi ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, lembaga, dan akademisi dalam mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan di Lombok Timur.

Selasa, 05 Mei 2026

Bupati Lotim Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pringgabaya, Janji Pulihkan Aktivitas Pasar

Foto: Bupati Lombok Timur dalam Acara Penyerahan Bantuan Terhadap Korban Terdampak Kebakaran Pasar Peringgabaya

Okenews.net– Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran di Kecamatan Pringgabaya, Selasa (5/5). Bantuan tersebut disalurkan melalui program pemberdayaan asnaf miskin yang digagas BAZNAS Kabupaten Lombok Timur dan berlangsung di aula Kantor Camat Pringgabaya.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung saat peristiwa kebakaran terjadi. Ia menjelaskan, pada waktu bersamaan dirinya tengah berada di Jakarta untuk mengurus persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi ratusan ribu warga Lombok Timur yang dinonaktifkan.

Selain penyaluran bantuan, pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk memulihkan kondisi pasar yang terdampak kebakaran. Bupati menyebut, upaya normalisasi aktivitas ekonomi masyarakat menjadi prioritas, meski tetap harus melalui tahapan perencanaan dan prosedur yang berlaku.

“Pemerintah ingin aktivitas pasar segera kembali normal, namun semua harus melalui proses, mulai dari perencanaan hingga penganggaran,” ujarnya.

Adapun bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp2 juta untuk masing-masing penerima. Meski dinilai belum sebanding dengan kerugian yang dialami para pedagang, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban sekaligus menjadi bentuk kepedulian pemerintah.

Bupati juga menekankan pentingnya dukungan moral dan kebersamaan dalam menghadapi musibah tersebut. Ia meminta para pedagang untuk bersabar sembari menunggu langkah lanjutan dari pemerintah daerah dalam memulihkan fasilitas pasar.

“Kami akan berupaya mengembalikan kebutuhan masyarakat di pasar. Mohon bersabar, karena semua harus melalui mekanisme yang ada,” pungkasnya.

Sabtu, 02 Mei 2026

Anggota DPR RI NasDem Fauzan Khalid, Jadi Khatib Sholat Jum’at

Fauzan Khalid

Okenews.net – Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid terjun langsung menemui masyarakat mengisi masa reses. Salah satu kegiatan yang dilakukan dengan mengunjungi  masjid di wilayah Pulau Lombok, dan ikut sholat jum’at bersama masyarakat.

Fauzan, Anggota Komisi II DPR RI, dalam setiap kunjungannya pada Hari Jum’at, sekaligus  bertindak sebagai khatib sholat Jumat. Pada Jum’at (01/05/2026), Fauzan, menemui warga, dan menjadi khatib sholat Jum’at di Masjid Al-Falah, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam khotbahnya, Fauzan, yang terpilih dari dapil NTB II Pulau Lombok mengajak semua masyarakat berbuat baik, dan menghindari berbagai hal tidak baik, yang bisa menghancurkan, bahkan membuat manusia hidup sengsara. “Lakukan secara maksimal untuk selalu berbuat kebaikan, agar kita selamat di dunia dan akhirat,” jelasnya.

Fauzan menjelaskan, tiga hal yang bisa menyelamatkan kehidupan manusia, adalah takut kepada Allah SWT, baik dalam posisi sedang sendirian maupun di tengah keramaian. Hal lainnya adalah berlaku adil kepada siapa saja dan dalam keadaan suka, tidak suka atau marah. Perilaku adil juga harus dilaukan baik saat memegang jabatan atau tidak.

“Hal yang bisa menyelamatkan kita juga adalah memiliki perilaku cara pandang sederhana. Apakah saat kaya atau saat memiliki banyak ilmu pengetahuan. Ini mudah kita ucapkan, tapi prakteknya kadang kita bisa tergelincir. Karena itu, kita terus berdoa agar kita selamat dan selalu berbuat kebaikan,” tegas Fauzan, Bupati Lombok Barat dua periode (2016-2024).

Fauzan, dalam khotbah Jum’at ini juga mengatakan, Alloh SWT juga mengingatkan kita semua sebagai umatnya, tiga hal yang bisa menghancurkan kehidupan manusia adalah berperilaku pelit atau kikir, berperlaku menuruti hawa nafsu dan mengagungkan diri sendiri.

“Mari kita maksimalkan upaya kita untuk berbuat kebaikan agar kita selamat, dan maksimalkan usaha agar kita terhindar dari hal-hal yang menghancurkan hidup kita,” katanya sembari menyebutkan bahwa hal ini sesuai Firman Allah SWT dan hadis Rasulullah SAW.

Fauzan, usai sholat Jum’at juga sempat berdialog dengan warga, dan para jamaah sholat jum’at. Dalam dialog, Fauzan, mengingatkan warga dan pengurus Masjid Al-Falah agar segera mengurus sertifikat tanah wakaf masjid, jika belum memiliki sertifikat.

Menurut Fauzan, serfikasi tanah wakaf masjid, kuburan atau aset-aset lain yang diwakafkan penting dilakukan untuk menghindari sengketa di kemudian hari. Sebab, jika masjid atau aset yang diwakafkan memiliki sertifikat, akan lebih kuat dan memiliki legalitas hak milik yang sah, sehingga tidak bisa lagi digugat, jika ada pihak lain yang menggugat.

“Ini perlu menjadi perhatian, karena jika nanti ada pihak yang menggugat, masjid bisa-bisa kalah di pengadilan, karena tanah yang diwakafkan, kemungkinan tidak dilengkapi dokumen ikrar wakaf. Karena itu, segera urus sertifikatnya,” jelas Fauzan.

Jumat, 01 Mei 2026

Wabup Lotim Hadiri HUT ke-74 Maraqitta’limat, Gubernur NTB Tekankan Pentingnya Adab dan Pengentasan Kemiskinan

Foto: Wabup Lotim Bersama Gubernur dan Sekertaris Daerah Lotim

Okenews.net – Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Yayasan Maraqitta’limat yang dirangkaikan dengan Haul ke-35 Almaghfurullah TGH. Zainuddin Arsyad. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Maraqitta’limat, Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Jumat (1/5).

Acara ini juga dihadiri Gubernur NTB H. Lalu Muhammad Iqbal yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap peran Yayasan Maraqitta’limat, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya, lembaga pendidikan di bawah yayasan tersebut tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai adab. Ia mencontohkan profesi perawat yang tidak hanya dituntut memiliki kompetensi, tetapi juga sikap ramah dan empati kepada pasien.

“Bukan hanya karena kemampuannya, tetapi juga adabnya. Dalam kondisi apa pun, seorang perawat harus mampu menghadirkan senyum kepada pasien, dan itu menjadi ciri khas lulusan Maraqitta’limat,” ujarnya.

Gubernur Iqbal juga menyoroti pentingnya nilai adab di tengah masyarakat yang dinilainya semakin sulit ditemukan. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk mendukung pengembangan yayasan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut memaparkan tiga program prioritas Pemerintah Provinsi NTB untuk lima tahun ke depan, yakni pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan sektor pariwisata.

Ia menyebut NTB memiliki potensi besar di berbagai sektor yang perlu dimaksimalkan agar tidak lagi masuk dalam kategori 12 provinsi termiskin di Indonesia. Namun, menurutnya, capaian tersebut sangat bergantung pada dukungan sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Gubernur Iqbal juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa visi NTB Makmur Mendunia harus diwujudkan secara inklusif tanpa meninggalkan satu pun kelompok masyarakat.

“NTB tidak hanya harus makmur dan mendunia, tetapi dalam prosesnya tidak boleh ada satu pun yang tertinggal,” tegasnya.

Ia mengakui target tersebut bukan hal mudah, namun optimistis dapat dicapai dengan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Selasa, 28 April 2026

Bupati Lotim Sampaikan Masalah Sekolah Rakyat dan BPJS ke Mensos

Bupati Lombok Timur bersama Kementrian Sosial RI

Okenews.net- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyampaikan sejumlah persoalan strategis kepada Saifullah Yusuf dalam audiensi bersama Kementerian Sosial RI di Jakarta, Selasa (28/4).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang didampingi Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik menyoroti dua isu utama, yakni program Sekolah Rakyat dan kepesertaan BPJS Kesehatan.

Bupati Haerul mengungkapkan, pelaksanaan Sekolah Rakyat di Lombok Timur yang telah berjalan selama dua tahun masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Saat ini, sebanyak 100 siswa setingkat SD masih menumpang di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lenek, sementara 125 siswa setingkat SMA menggunakan gedung eks Akper Sakra.

Pemda, lanjutnya, sebenarnya telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare untuk mendukung program tersebut. Namun, belakangan diketahui kebutuhan lahan mencapai 7 hektare. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk melanjutkan program tersebut.

Selain itu, Bupati juga menyoroti persoalan BPJS Kesehatan. Ia menyebut sekitar 130 ribu warga Lombok Timur mengalami penonaktifan kepesertaan. Padahal, pada 2026 Pemda telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk pembiayaan BPJS, meningkat dari Rp80 miliar pada tahun sebelumnya.

Menurutnya, jika seluruh peserta yang dinonaktifkan tidak ditanggung pemerintah pusat, maka daerah harus menambah anggaran hingga Rp50 miliar, yang dinilai cukup membebani APBD.

Sementara itu, untuk penyaluran bantuan sosial, Bupati memastikan kondisi di Lombok Timur relatif aman dan berjalan lancar.

Menanggapi hal tersebut, Mensos Saifullah Yusuf menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program Sekolah Rakyat, mulai dari pelaksanaan hingga pengawasan.

Terkait BPJS, ia menjelaskan bahwa dari 130 ribu peserta yang dinonaktifkan, sekitar 70 ribu di antaranya berdasarkan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Di sisi lain, sebanyak 72 ribu warga justru diaktifkan kembali sesuai kriteria penerima bantuan.

Mensos menegaskan, penyesuaian data dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Ia juga meminta pemerintah daerah tidak lagi menganggarkan peserta yang sudah ditanggung pemerintah pusat.

Kamis, 23 April 2026

Baznas RI Dorong Transformasi Pangan, Lotim Andalkan Lahan Kering untuk Kesejahteraan Petani

Foto: Bupati Lombok Timur Saat Menghadiri Panen Raya Jagung di Peringgabaya

Okenews.net- Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, H. Sodik Mudjahid, menekankan pentingnya pengelolaan potensi pangan secara serius dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan petani. Hal itu disampaikannya saat menghadiri panen raya jagung varietas ADV Jago di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Kamis (23/4).

Dalam kesempatan tersebut, Sodik mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang dinilai mampu mengoptimalkan potensi lahan kering melalui program percontohan pertanian. Ia menilai daerah ini memiliki sumber daya pangan yang besar, namun perlu didukung pengelolaan yang tepat, terutama pada tahap pascapanen agar nilai ekonomi hasil pertanian semakin meningkat.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama di sektor pangan global, dengan mencontoh negara seperti Thailand yang telah sukses menembus pasar internasional, termasuk memenuhi kebutuhan pangan jamaah haji Indonesia.

Sodik juga mengingatkan bahwa ada tiga sektor strategis yang harus dijaga dengan baik, yakni pangan, air, dan energi. Ia menilai Baznas dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung penguatan ekonomi nasional, meski potensinya belum dimanfaatkan secara maksimal.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memaparkan bahwa daerahnya memiliki 45 ribu hektare lahan sawah beririgasi dan sekitar 113 ribu hektare lahan kering yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Pringgabaya, Sambalia, Sakra Timur, Keruak, dan Jerowaru.

Untuk mengatasi keterbatasan air, kata Bupati, petani menerapkan strategi berbeda sesuai kondisi wilayah. Di bagian selatan, petani secara mandiri membangun embung dengan mengalokasikan sebagian lahannya sebagai penampung air hujan. Sementara di wilayah utara, pola tanam disesuaikan dengan curah hujan, dan penggunaan sumur bor menjadi alternatif untuk musim tanam berikutnya.

Ia optimistis, pengelolaan air yang tepat serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Baznas, akan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan lahan kering.

Bupati juga menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi daerah, terlihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Selain itu, komoditas tembakau turut memberikan sumbangan signifikan melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang mencapai sekitar Rp50 miliar.

Lebih jauh, ia menilai komoditas padi tetap menjadi indikator utama kesejahteraan petani. Dengan pengelolaan yang baik, petani di Lombok Timur mampu memperoleh hasil yang cukup tinggi, didukung kondisi iklim yang relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah daerah, lanjutnya, terus memberikan pendampingan kepada petani, termasuk dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman melalui pelatihan teknis. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir risiko gagal panen dan menjaga produktivitas pertanian.

“Dengan dukungan dan pembekalan yang tepat, kami optimistis hasil pertanian akan terus meningkat dan menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Rabu, 22 April 2026

Peletakan Batu Pertama Masjid As Syuhada, Bupati Lotim Soroti Semangat Pembangunan Warga

Peletakan Batu Pertama Masjid Asyuhada

Okenews.net- Komitmen masyarakat dalam membangun sarana keagamaan kembali terlihat di Kabupaten Lombok Timur. Pembangunan Masjid As Syuhada di Dusun Lendang Belo, Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, resmi dimulai dengan peletakan batu pertama, Rabu (22/4).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, yang memberikan apresiasi terhadap antusiasme warga dalam membangun rumah ibadah. Masjid ini diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp3 miliar dan diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus aktivitas sosial keagamaan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati menilai geliat pembangunan yang dilakukan masyarakat menjadi sinyal positif bagi daerah. Ia menyebut, semangat gotong royong yang tumbuh saat ini merupakan bagian dari keberkahan yang dirasakan bersama.

“Pembangunan rumah ibadah yang semakin masif menunjukkan kondisi masyarakat yang semakin baik. Ini patut kita syukuri,” ujarnya.

Menurutnya, capaian ekonomi Lombok Timur yang tumbuh hingga 4,39 persen turut mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Angka tersebut menempatkan Lombok Timur di posisi kedua di Provinsi NTB setelah Kota Mataram.

Selain pembangunan Masjid As Syuhada, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan sejumlah proyek besar lainnya. Di antaranya renovasi Masjid Agung Al-Mujahiddin Selong dengan anggaran sekitar Rp50 miliar, serta rencana pembangunan Gedung Wanita Selong menjadi fasilitas representatif berkapasitas hingga 5.000 orang.

Bupati juga mengungkapkan bahwa Lombok Timur masuk dalam nominasi nasional sebagai daerah dengan konsep Entrepreneur Government atau pemerintahan berbasis kewirausahaan. Ia berharap dukungan masyarakat agar daerah tersebut mampu meraih hasil terbaik.

Di sisi lain, perhatian pemerintah terhadap sektor keagamaan terus ditingkatkan. Sepanjang 2025, Pemkab Lombok Timur telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp7 miliar untuk membantu pembangunan masjid dan pondok pesantren.

Khusus untuk Masjid As Syuhada, pemerintah daerah turut memberikan bantuan berupa 250 sak semen sebagai bentuk dukungan awal terhadap pembangunan tersebut.

Senin, 20 April 2026

Pemda Lotim Cari Solusi Gas dan Kualitas DOC, Bupati: Jangan Panik Hadapi Isu

Foto: Bupati Dalam Rapat Koordinasi bersama Pelaku Usaha Peternak Ayam Broiler

Okenews.net- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar rapat koordinasi bersama para pelaku usaha peternakan ayam broiler, Senin (20/4), di ruang rapat Bupati. Pertemuan ini dipimpin langsung Bupati H. Haerul Warisin, didampingi Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta dihadiri perusahaan mitra dan peternak.

Rapat tersebut difokuskan pada penyelarasan kebijakan peralihan penggunaan elpiji subsidi ke non subsidi, sekaligus memastikan kualitas pasokan Day Old Chick (DOC) bagi peternak.

Bupati Haerul Warisin menegaskan, forum tersebut harus menghasilkan solusi konkret atas berbagai persoalan yang berkembang di lapangan. Ia mengingatkan agar para pihak tidak terpancing isu yang dapat memicu kepanikan.

“Yang terpenting kita cari jalan keluar bersama. Jangan sampai isu yang beredar justru memperkeruh keadaan,” tegasnya.

Bupati juga mengapresiasi kesiapan peternak untuk beralih ke elpiji non subsidi. Ia meminta perusahaan mitra tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi turut berperan aktif membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi peternak.

Sebagai langkah lanjutan, Bupati menginstruksikan Dinas Peternakan untuk melakukan pendataan jumlah kandang serta menghitung kebutuhan gas non subsidi secara menyeluruh di Lombok Timur.

Selain persoalan energi, kualitas DOC juga menjadi perhatian utama. Bupati meminta perusahaan memastikan distribusi bibit ayam yang unggul, serta meningkatkan pembinaan kepada peternak, termasuk dalam hal manajemen pemeliharaan dan penggunaan energi yang tepat.

Ia juga membuka opsi penggunaan alternatif penghangat kandang, seperti kompor berbahan oli bekas. Namun, efektivitasnya akan diuji terlebih dahulu guna memastikan tidak berdampak pada pertumbuhan ayam.

Di sisi lain, perwakilan perusahaan mitra menyatakan kualitas DOC yang disalurkan telah sesuai standar. Jika ditemukan hasil yang kurang optimal, hal itu disebut lebih dipengaruhi oleh kondisi kandang dan manajemen pemanasan yang belum maksimal.

Perusahaan juga menyatakan tidak keberatan dengan peralihan ke elpiji non subsidi, selama ketersediaannya terjamin. Mereka menilai selisih biaya produksi relatif kecil, namun meminta adanya fleksibilitas bagi peternak kecil selama masa transisi.

Sementara itu, perwakilan asosiasi peternak, Ridatul Yasa, mengungkapkan masih ditemukan DOC dengan bobot di bawah standar. Ia juga berharap pembinaan dari dinas dan perusahaan dapat dilakukan lebih intensif.

Peternak turut menyoroti kelangkaan elpiji non subsidi di lapangan, khususnya tabung 12 kilogram yang disebut sulit diperoleh karena tingginya permintaan.

Menutup rapat, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi perusahaan sekaligus melindungi peternak rakyat.

“Pemda ingin semua pihak berjalan seimbang. Perusahaan nyaman berusaha, peternak juga mendapatkan pembinaan yang baik,” tandasnya.

Rapat lanjutan dijadwalkan dalam waktu dekat untuk memastikan implementasi hasil kesepakatan berjalan optimal.

Jumat, 17 April 2026

Pemda Lotim Sosialisasi LPG 3 Kg, Peternak Ayam Diminta Beralih Bertahap

Foto: Bupati dalam Pengambilan solusi kelangkaan gas kepada kelompok peternak

Okenews.net– Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai mengambil langkah strategis menyikapi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang sempat dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui sosialisasi penggunaan elpiji subsidi kepada kelompok peternak ayam yang digelar di Pendopo Bupati, Jumat (17/04).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas distribusi elpiji subsidi yang dinilai belum tepat sasaran. Mengacu pada edaran Pertamina, usaha peternakan ayam termasuk kategori yang tidak diperbolehkan menggunakan gas elpiji bersubsidi.

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyampaikan bahwa fenomena kelangkaan elpiji tidak terjadi pada tahun sebelumnya. Ia menilai kondisi tersebut dipicu meningkatnya penggunaan elpiji subsidi oleh pihak yang tidak berhak, ditambah kekhawatiran masyarakat yang mendorong pembelian berlebih.

“Sekarang pengguna elpiji subsidi semakin meluas, bahkan tidak sesuai peruntukannya. Ini yang harus kita benahi bersama,” ujarnya.

Meski demikian, Pemda mengakui tidak memiliki kewenangan dalam penentuan kuota maupun distribusi elpiji, karena hal tersebut menjadi domain Pertamina. Namun, pemerintah daerah telah mengusulkan penambahan kuota guna mengantisipasi kebutuhan masyarakat.

Dalam sosialisasi itu juga ditegaskan bahwa elpiji 3 kilogram diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Sementara pelaku usaha, termasuk peternak ayam, hotel, restoran, hingga usaha jasa lainnya, diminta untuk beralih ke elpiji non-subsidi.

Pemda Lombok Timur melalui Satgas elpiji akan terus melakukan pengawasan agar distribusi berjalan sesuai aturan. Bupati juga mengimbau para peternak mulai menyiapkan penggunaan elpiji non-subsidi secara bertahap sembari menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat.

Sebagai bentuk dukungan, Pemda berencana membantu proses penukaran tabung gas bagi peternak, seperti yang telah dilakukan di Kecamatan Suralaga. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban pelaku usaha sekaligus menjaga stabilitas distribusi elpiji subsidi.

“Peternak adalah mitra pemerintah. Kebutuhan daging ayam dan telur sangat bergantung pada mereka, sehingga solusi harus tetap kita carikan bersama,” tegasnya.

Pemda berharap seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama dalam penggunaan elpiji sesuai peruntukan, demi menjaga keseimbangan kebutuhan masyarakat dan keberlangsungan usaha di daerah.

Senin, 13 April 2026

Gas Elpiji 3 Kg Langka di Lotim, Pemda Dorong Tambahan Pasokan dan Perketat Pengawasan

Foto: Bupati dan Jajaran Rakor kelangkaan Gas Elpiji 3 kg
Okenews.net – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Pertamina, agen, dan perwakilan pangkalan elpiji menggelar rapat koordinasi guna merespons keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh gas elpiji 3 kilogram. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Senin (13/4).

Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, mengakui kelangkaan elpiji 3 kg mulai dirasakan sejak akhir Ramadan. Menurutnya, kondisi ini dipicu isu yang tidak benar sehingga memicu kepanikan masyarakat dan berujung pada aksi pembelian berlebihan atau panic buying.

Di sisi lain, Tim Satgas Elpiji menemukan adanya penyalahgunaan distribusi di lapangan. Gas subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu justru digunakan oleh pelaku usaha, termasuk peternak ayam. Padahal, pada tabung elpiji telah tertera jelas peruntukannya.

“Masih banyak yang tidak berhak justru menggunakan elpiji 3 kg,” tegas Bupati.

Ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Lombok Timur yang cukup tinggi pada 2025, yang berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat, termasuk dalam penggunaan elpiji.

Sebagai langkah cepat, Bupati meminta Pertamina menambah pasokan melalui skema super ekstra dropping untuk menekan kepanikan warga. Upaya tersebut akan dibarengi pengawasan ketat oleh satgas guna memastikan distribusi tepat sasaran.

Selain solusi jangka pendek, Pemkab Lombok Timur juga menyiapkan langkah jangka panjang dengan mengusulkan penggunaan data desil dalam pendistribusian elpiji subsidi agar lebih tepat sasaran bagi masyarakat miskin.

Pemerintah daerah juga meminta agen tetap menyalurkan elpiji secara normal serta tidak mengurangi jatah pangkalan. Koordinasi intensif dengan Pertamina Patra Niaga terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan.

Menanggapi hal tersebut, Sales Branch Manager (SBM) Rayon 1 NTB Pertamina Patra Niaga, Tommy Wisnu Ramdan, menyatakan pihaknya akan menyampaikan usulan tambahan pasokan ke pusat. Ia mengungkapkan, selama 1 hingga 14 April, distribusi elpiji di Lombok Timur mencapai sekitar 40.556 tabung per hari, termasuk tambahan 5.000 hingga 6.000 tabung dari alokasi normal.

Sementara itu, salah satu agen elpiji, Reza, mengaku pihaknya telah mengimbau pangkalan agar masyarakat membeli sesuai kebutuhan, yakni satu tabung per orang. Namun, tren pembelian saat ini menunjukkan masyarakat cenderung membeli sekaligus tabung dan isiannya.

“Pertamina juga kewalahan. Tambahan pasokan sudah melebihi alokasi normal,” ujarnya.

Ia menegaskan, agen tetap berkomitmen menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Data di lapangan menunjukkan terdapat sekitar 1.000 kandang ayam di Lombok Timur, yang sebagian di antaranya masih menggunakan elpiji subsidi. Hal serupa juga ditemukan pada mitra dapur MBG.

Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menambahkan bahwa pihaknya bersama satgas telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan operasi pasar untuk menjaga stabilitas distribusi.

Menurutnya, dengan tambahan pasokan dan skema fakultatif yang berjalan, kondisi seharusnya sudah mencukupi. Ia juga menegaskan bahwa isu tersendatnya pasokan elpiji tidak benar.

“Alokasi saat ini sudah jauh di atas normal, diharapkan kondisi segera kembali stabil,” pungkasnya.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi