www.okenews.net: Pendidikan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 November 2026

Bupati Lotim Dukung Pengembangan Ponpes Yanwi NW Kebon Erat

Okenews.net – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pendidikan Islam dan pembangunan infrastruktur sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Haflah Hadi ke-5 Yayasan Pondok Pesantren Al Wadiyah (YANWI) NW Kebon Erat, Kelayu Utara, Selong, Lombok Timur, Ahad (1/11). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menguatkan Pendidikan Islami Menuju Generasi Qurani yang Berakhlak Rabbani”.

Dalam sambutannya, Haerul Warisin mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendorong perubahan dan kemajuan Lombok Timur. Menurutnya, pembangunan harus dirasakan seluruh masyarakat, baik yang tinggal di perkotaan maupun wilayah perdesaan.

Ia menyebutkan, pemerintah daerah saat ini terus menggenjot pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan jaringan irigasi. Perhatian terhadap irigasi dinilai penting mengingat Lombok Timur merupakan salah satu daerah penyangga pangan.

“Kelestarian sumber air dan saluran irigasi harus kita jaga bersama. Jangan sampai persoalan pengairan mengganggu produktivitas pertanian dan berdampak terhadap ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Bupati juga memberikan apresiasi kepada Yayasan Pondok Pesantren YANWI NW Kebon Erat yang telah berkontribusi menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan berbasis pesantren sangat membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak, sekaligus membentuk generasi yang memiliki pengetahuan umum, pemahaman agama, serta akhlak yang baik.

“Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga bagaimana membentuk adab dan akhlak generasi muda. Karena itu, pendidikan umum dan agama harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan yayasan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memberikan bantuan sebesar Rp50 juta. Selain itu, Haerul Warisin secara pribadi membeli tanah seluas dua are untuk diwakafkan bagi pengembangan pondok pesantren.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua IV BAZNAS NTB H. Ahmad Rusli turut menyampaikan apresiasi atas perjuangan Yayasan Pondok Pesantren YANWI NW Kebon Erat yang telah merintis lembaga pendidikan selama hampir lima tahun.

Ia mengakui membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan bukanlah perkara mudah. Namun, dengan semangat dan dukungan masyarakat, pondok pesantren diharapkan terus berkembang serta mampu melahirkan ulama yang berkontribusi bagi masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Barat.

Ahmad Rusli juga menyebut para orang tua yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya di pondok pesantren sebagai orang yang beruntung, karena turut menanamkan nilai-nilai agama sejak dini.

Ia berharap momentum milad kelima menjadi titik awal bagi YANWI NW Kebon Erat untuk semakin maju dalam membina masyarakat.

“Pondok pesantren tidak akan berkembang tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, sinergi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk memajukan lembaga pendidikan ini,” pungkasnya.

Jumat, 30 Oktober 2026

Lantik 115 Kepala Sekolah, Bupati Lotim Tekankan Integritas dan Pendidikan Akhlak

Okenews.net– Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, melantik dan mengambil sumpah jabatan 115 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengemban tugas sebagai kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP. Pelantikan berlangsung di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Jumat (30/10).

Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kepala sekolah yang baru dilantik. Ia berharap amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Lombok Timur.

Menurutnya, jabatan kepala sekolah memiliki tanggung jawab yang tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan lembaga pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter dan moral peserta didik.

Bupati menegaskan, pendidikan akhlak, adab, dan etika harus menjadi perhatian utama sejak usia dini, baik di tingkat TK, SD, maupun SMP. Anak-anak perlu dibimbing agar tumbuh menjadi generasi yang menghormati orang tua dan guru, serta memiliki ketaatan kepada Allah SWT.

“Pembinaan karakter harus ditekankan sejak dini. Anak-anak kita harus dibekali akhlak mulia, adab, dan etika, sehingga menjadi generasi yang mampu menghormati orang tua serta taat kepada Allah SWT,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan pendidikan agar tetap aman dan menjadi tempat yang nyaman bagi peserta didik. Menurutnya, guru dan kepala sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik.

Haerul Warisin menyebut Lombok Timur sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai religius. Hal tersebut tercermin dari keberadaan masjid, marbot, dan pondok pesantren yang tersebar di berbagai wilayah.

Karena itu, nilai-nilai keagamaan harus terus diperkuat dalam dunia pendidikan, termasuk melalui pembiasaan akhlakul karimah, penghormatan kepada orang tua, serta ketaatan kepada guru.

Selain menekankan pendidikan karakter, Bupati juga menegaskan bahwa pelantikan kepala sekolah tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan profesionalitas.

Ia memastikan pengangkatan para kepala sekolah dilakukan berdasarkan penilaian kinerja dan kompetensi, tanpa adanya pungutan biaya.

“Pelantikan ini murni berdasarkan kinerja dan kompetensi. Tidak ada pungutan biaya sepeser pun. Prinsip transparansi ini harus terus dijaga dan berlaku bagi seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Bupati berharap seluruh kepala sekolah yang baru dilantik diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya.

“Selamat bekerja, selamat bertugas, dan selamat mendidik,” pungkasnya.

Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kualitas kepemimpinan sekolah, meningkatkan mutu pendidikan, serta membentuk generasi Lombok Timur yang berkarakter, berakhlak mulia, dan berdaya saing.

Kamis, 22 Oktober 2026

Hari Santri 2026, Wabup Edwin Ajak Santri Berkontribusi Menuju Indonesia Emas

Okenews.net — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengajak para santri terus meningkatkan kualitas diri, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjaga akhlak sebagai bekal menghadapi tantangan zaman. Peran santri dinilai penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (22/10). Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam amanat Menteri Agama RI, KH. Nasaruddin Umar, yang dibacakan Edwin, Hari Santri menjadi momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Salah satu tonggak penting sejarah tersebut adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy'ari. Seruan itu membangkitkan semangat perjuangan umat Islam dan mendorong perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Sejarah tersebut, menurut amanat Menteri Agama, menunjukkan bahwa santri tidak hanya berperan menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam perjalanan bangsa.

Karena itu, peringatan Hari Santri diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk meneruskan perjuangan para ulama melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, para santri didorong untuk mengambil peran strategis dalam mempersiapkan masa depan bangsa. Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berakhlak mulia, menguasai teknologi, serta mampu melahirkan berbagai inovasi.

Santri diharapkan tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga memperluas wawasan di bidang sains dan teknologi tanpa meninggalkan tradisi pesantren. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, jujur, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial.

Semangat itu sejalan dengan prinsip pesantren man jadda wajada, yang berarti siapa yang bersungguh-sungguh akan memperoleh keberhasilan. Prinsip tersebut menjadi dorongan bagi santri untuk terus belajar, berusaha, dan berkarya agar kehadirannya memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Amanat Menteri Agama juga menyoroti pentingnya peran pesantren dalam membentuk karakter bangsa. Pesantren bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan akhlak, penanaman kemandirian, serta penguatan jiwa pengabdian.

Ke depan, santri diharapkan menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguat persatuan, penggerak kemandirian ekonomi, serta penjaga kelestarian lingkungan. Nilai-nilai agama diharapkan menjadi landasan dalam menebarkan kedamaian dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Pemerintah juga menegaskan komitmen memperkuat pesantren melalui optimalisasi tiga fungsi utamanya, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Menutup amanatnya, Menteri Agama mengingatkan bahwa Hari Santri merupakan milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung persatuan, dan mencintai tanah air.

Semangat hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air merupakan salah satu nilai yang perlu terus dirawat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, seluruh elemen masyarakat diajak memperkuat gotong royong, menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, serta mempererat persaudaraan demi mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Wabup Edwin Dorong 289 Ponpes di Lotim Saling Berbagi Keunggulan

Okenews.net- Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, mendorong seluruh pondok pesantren (ponpes) di daerah itu untuk saling berbagi pengalaman dan mereplikasi praktik baik demi meningkatkan kualitas pendidikan serta pengelolaan pesantren.

Menurut Edwin, Lombok Timur memiliki 289 pondok pesantren dengan karakteristik, kelebihan, dan tantangan masing-masing. Potensi tersebut perlu disinergikan agar setiap pesantren dapat berkembang melalui pembelajaran bersama.

Pesan itu disampaikan Edwin seusai mengukuhkan dan melantik pengurus Forum Kerja Sama Pondok Pesantren (FKSPP) Kabupaten Lombok Timur periode 2026–2031 di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (22/10/2026).

“Setiap pondok pesantren pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan yang dimiliki satu pesantren bisa direplikasi oleh pesantren lainnya,” ungkap Edwin.

Ia berharap FKSPP tidak hanya menjadi wadah komunikasi antarpesantren, tetapi juga mampu membuka akses pembinaan, pemberdayaan, dan kerja sama dengan berbagai lembaga.

Salah satu peluang yang disorot adalah kolaborasi dengan Bank Indonesia dalam pemberdayaan ekonomi pesantren, termasuk melalui pengembangan komoditas yang berpotensi mendukung pengendalian inflasi.

Edwin menilai, program pemberdayaan semacam itu dapat membantu pesantren memperkuat kemandirian ekonomi sehingga mampu membiayai sebagian kebutuhan pengembangannya melalui usaha yang dikelola secara mandiri.

“Peluang pembinaan ini perlu ditangkap oleh forum. Pesantren harus bisa mengakses program pemberdayaan agar semakin berkembang dan mampu membiayai usahanya sendiri,” jelasnya.

Selain mendorong pengembangan pendidikan dan ekonomi, Edwin menekankan pentingnya menjadikan pesantren sebagai lingkungan yang aman bagi seluruh santri dan santriwati.

Ia berharap FKSPP dapat merumuskan kode etik atau pedoman bersama untuk mencegah terjadinya kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan pesantren. Upaya tersebut dinilai penting, terutama bagi pesantren yang menampung santri putra dan putri dalam satu kawasan.

Edwin menyebut berbagai kasus yang terjadi di sejumlah pesantren, baik di Lombok maupun daerah lain, sebagai pengingat agar aspek perlindungan santri menjadi perhatian bersama.

Di sisi lain, ia mendorong FKSPP mengkaji regulasi yang memungkinkan pesantren mengakses dukungan program dan pendanaan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Dengan demikian, pesantren dan pemerintah daerah dapat saling berkontribusi dalam memperkuat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan Lombok Timur.

Sementara itu, Ketua FKSPP Lombok Timur, TGH. Muhammad Fikri, menegaskan bahwa forum tersebut memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan pondok pesantren sekaligus menjaga lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Ia menilai, keberadaan FKSPP yang berada dalam pembinaan pemerintah daerah dapat mempermudah komunikasi, koordinasi, serta sinergi dalam menjalankan berbagai program pengembangan pesantren.

“Forum ini menjadi wadah yang sangat strategis dan poin penting bagi pengembangan pondok pesantren di Lombok Timur. Kami terbuka kepada pemerintah daerah untuk memberikan pembinaan dan dukungan,” ungkapnya.

Fikri berharap FKSPP mampu menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat kualitas pendidikan pesantren, termasuk pendidikan salafiyah, sekaligus mendorong terwujudnya pesantren yang smart dan mendunia.

Kegiatan pengukuhan dan pelantikan tersebut juga diisi dengan penyampaian materi mengenai masa depan pondok pesantren serta strategi pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan salafiyah.

Melalui kepengurusan baru periode 2026–2031, FKSPP diharapkan mampu memperkuat kerja sama antarpesantren, memperluas akses pemberdayaan, dan memastikan pesantren terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas, mandiri, serta memberikan rasa aman bagi para santri.

Selasa, 20 Oktober 2026

LPKA Lombok Tengah Buka Peluang Masa Depan Anak Binaan Lewat Pendidikan

Okenews.net– Pendidikan menjadi salah satu kunci penting dalam membuka kesempatan kedua bagi anak-anak yang sedang menjalani masa pembinaan. Menyadari hal tersebut, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Lombok Tengah terus berkomitmen memenuhi hak pendidikan anak binaan agar mereka tetap dapat belajar dan mempersiapkan masa depan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Andikpas yang menjadi wadah bagi anak binaan untuk memperoleh pendidikan formal maupun pendidikan kesetaraan melalui program Paket A, Paket B, dan Paket C.

Melalui program tersebut, anak binaan tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sesuai jenjang yang dibutuhkan, meskipun sedang menjalani masa pembinaan. Dengan demikian, proses pendidikan mereka tidak terhenti dan peluang untuk meraih cita-cita tetap terbuka.

Kepala LPKA Kelas II Lombok Tengah, Hidayat, menegaskan bahwa pembinaan terhadap anak tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku, tetapi juga pada pengembangan potensi dan kesiapan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat.

Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan dan kesempatan untuk memperbaiki diri, tanpa terkecuali anak-anak yang sedang menjalani proses hukum.

“Pendidikan merupakan hak mendasar bagi setiap anak, termasuk anak-anak binaan di LPKA Lombok Tengah. Kami berkomitmen memfasilitasi kebutuhan belajar mereka melalui PKBM Andikpas agar ketika bebas nanti, mereka memiliki bekal dan kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan serta membangun masa depan,” ujar Hidayat.

Ia menekankan, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, meningkatkan pengetahuan, serta menumbuhkan kepercayaan diri anak binaan agar mampu menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Pelaksanaan pendidikan tersebut juga didukung melalui sinergi antara petugas LPKA, tenaga pengajar, dan semangat anak binaan dalam mengikuti proses pembelajaran. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan intelektual maupun karakter mereka.

LPKA Lombok Tengah memandang bahwa masa pembinaan bukanlah akhir dari perjalanan hidup seorang anak. Sebaliknya, periode tersebut dapat menjadi kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan langkah baru menuju masa depan yang lebih baik.

Melalui keberlanjutan pendidikan, anak binaan diharapkan dapat kembali ke masyarakat dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang lebih kuat. Dengan begitu, mereka memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, serta berkontribusi positif di lingkungan tempat tinggalnya.

Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah dan berkembang. Sebab, di balik tembok pembinaan, pendidikan tetap menjadi jalan untuk menumbuhkan harapan dan membuka pintu masa depan.

Perkuat Mutu Akademik, Fakultas Syariah Institut Elkatarie Jalin Kerja Sama dengan IAI Hamzanwadi Pancor

Okenews.net- Fakultas Syariah Institut Elkatarie menjalin kerja sama kelembagaan dengan Fakultas Syariah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Selasa (20/10/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis kedua institusi dalam memperkuat sinergi perguruan tinggi Islam, khususnya dalam pengembangan keilmuan syariah, peningkatan kualitas akademik, serta pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Penandatanganan MoU tersebut diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi, baik dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kerja sama ini, kedua fakultas berpeluang mengembangkan sejumlah kegiatan bersama, seperti seminar dan diskusi ilmiah, penelitian kolaboratif, publikasi karya ilmiah, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta kegiatan pengabdian masyarakat di bidang hukum dan syariah.

Selain memperkuat hubungan kelembagaan, kemitraan ini juga diharapkan mampu memperluas jejaring akademik dan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan tinggi Islam yang kolaboratif, inovatif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Dekan Fakultas Syariah Institut Elkatarie, Ruslan, S.EI., M.A., bersama Dekan Fakultas Syariah IAI Hamzanwadi Pancor, M. Indra Gunawan, M.H.I., menjadi representasi kedua institusi dalam membangun sinergi untuk mendukung pengembangan pendidikan tinggi Islam.

Bagi Fakultas Syariah Institut Elkatarie, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi. Pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik akademik yang baik diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Kolaborasi tersebut tidak hanya diharapkan berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi juga diwujudkan melalui program-program konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh dosen, mahasiswa, institusi, dan masyarakat luas.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, kedua fakultas diharapkan dapat membangun kemitraan yang berkelanjutan sekaligus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, memperkuat pengembangan ilmu hukum dan syariah, serta mendorong kemajuan pendidikan tinggi Islam.

Kamis, 15 Oktober 2026

Perdana Digelar, PAI Fair Lombok Timur Libatkan 197 Peserta

Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur M Nurul Wathoni saat membuka acara
Okenews.net — Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur menggelar PAI Fair 2026 pada 15–20 Oktober 2026. Ajang perdana tingkat kabupaten ini melibatkan 197 peserta dari jenjang TK hingga SMA/SMK.

Mengusung tema “Knowledge and Character Competition: Membangun Generasi Emas yang Berkarakter, Berilmu, Berakhlak, dan Bermanfaat”, kegiatan ini melibatkan jajaran pengawas dan guru PAI se-Kabupaten Lombok Timur. Pembukaan berlangsung di halaman Aula Kantor Kemenag Lombok Timur, Kamis (15/10/2026).

Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur M Nurul Wathoni mengapresiasi inisiatif dan kerja sama para guru PAI, pengawas, serta jajaran Kemenag yang mewujudkan penyelenggaraan PAI Fair untuk pertama kalinya di Lombok Timur. 

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semangat luar biasa dari para guru PAI serta dukungan penuh dari jajaran Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur. Berkat kolaborasi dan komitmen bersama ini, PAI Fair tingkat Kabupaten Lombok Timur yang pertama ini dapat terwujud dan dilaksanakan dengan sangat baik,” ujar Nurul Wathoni.

Sementara itu, H. Shulhi menegaskan PAI Fair berperan sebagai ruang silaturahmi sekaligus pembinaan moral dan karakter peserta didik. Ia berharap kegiatan tersebut berlanjut sebagai agenda tahunan yang mempertemukan guru, pengawas, dan peserta didik dalam penguatan pendidikan agama.

“PAI Fair ini bukan saja tempat berkompetisi meraih juara, tetapi merupakan ruang silaturahmi yang sangat berharga antara guru, pengawas, serta siswa dan siswi se-Kabupaten Lombok Timur. Kita sangat berharap agenda ini dapat terus konsisten dilaksanakan sebagai kegiatan tahunan dalam membina moral dan karakter anak-anak kita,” kata Shulhi.

Sebanyak 197 peserta mengikuti lima cabang lomba yang tersebar di lima lokasi di Selong dan sekitarnya. Peserta berasal dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK dengan rincian sebagai berikut.

Olimpiade PAI sebanyak 28 peserta dari jenjang SD, SMP, dan SMA, bertempat di SMKN 1 Selong. Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) sebanyak 57 peserta dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA, bertempat di Masjid Polres Lombok Timur.

Untuk Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) sebanyak 38 peserta dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK, bertempat di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong. Lomba pidato sebanyak 38 peserta dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK, bertempat di Masjid Jami’ Pancor.

"Lomba lagu Islami sebanyak 36 peserta dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK, bertempat di Aula Kantor Kemenag Lombok Timur," ujarnya.

Melalui PAI Fair 2026, Kemenag dan Dinas Pendidikan Lombok Timur bersama para pendidik PAI berharap lahir generasi muda yang menguasai ilmu pengetahuan, memiliki pemahaman agama yang kuat, berakhlak mulia, serta berkontribusi bagi masyarakat.

Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Lombok Timur, H. Shulhi bersama jajaran pejabat di lingkungan Kemenag dan para guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan.

Guru Lauq Indonesia dan Repoq Literasi Luncurkan Program Belajar Aksara Sasak

Okenews.net- Guru Lauq Indonesia berkolaborasi dengan Repoq Literasi meluncurkan Program Belajar Aksara Sasak Hanacaraka untuk memperkuat literasi budaya dan menjaga keberlanjutan warisan leluhur masyarakat Sasak. Peluncuran program berlangsung pada Kamis (15/10/2026).

Direktur Program Belajar Aksara Sasak, Muhir, mengatakan program tersebut dirancang untuk memperluas pengenalan dan pembelajaran aksara Sasak di kalangan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi ruang belajar yang mempertemukan literasi dengan pelestarian budaya lokal.

Menurut Muhir, pembelajaran aksara perlu dikembangkan melalui kegiatan yang terarah dan berkelanjutan agar masyarakat memiliki kesempatan mengenal, memahami, dan mempraktikkan pengetahuan tentang aksara Sasak.

Ia menegaskan, keberhasilan program bergantung pada kesinambungan kegiatan setelah peluncuran. Kelas rutin, pendampingan, dan penyediaan bahan ajar menjadi bagian penting untuk menumbuhkan minat belajar sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam pelestarian aksara Sasak.

Founder Guru Lauq Indonesia Dr. Hanapi, M.Si mengatakan program tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap semakin terbatasnya pengenalan aksara tradisional Sasak. Perubahan zaman dan pola komunikasi turut memengaruhi ruang pewarisan pengetahuan aksara ini.

“program ini berangkat dari kegelisahan kami melihat aksara tradisional Sasak yang mulai jarang dikenal dan dipelajari. Kami ingin menghadirkan ruang belajar agar dapat mengenal aksara ini,” ujar Hanapi.

Ia menjelaskan, pembelajaran aksara Sasak Hanacaraka perlu ditempatkan dalam kerangka penguatan kesadaran budaya. Bahasa dan aksara menyimpan identitas, pengetahuan lokal, serta ingatan kolektif yang membentuk kehidupan masyarakat Sasak.

Hanapi berharap program ini berkembang menjadi kegiatan pembelajaran yang berkesinambungan, didukung keluarga, komunitas literasi, lembaga pendidikan, budayawan, tokoh adat, dan pemerintah.

“Kita berharap aksara Sasak kembali hadir di ruang belajar dan kehidupan masyarakat. Generasi muda perlu mengenal dan mempelajarinya, karena kita adalah pewaris masa kini sekaligus penjaga warisan bagi generasi mendatang,” katanya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Dikbu Lombok Timur Abd Hayyi, M.Pd mengapresiasi gagasan Guru Lauq Indonesia dalam mengembangkan pembelajaran aksara Sasak Hanacaraka. Ia berharap program tersebut dapat diperluas melalui integrasi pembelajaran bahasa dan aksara Sasak ke dalam kurikulum pendidikan.

Menurut Hayyi, integrasi tersebut perlu dipersiapkan secara sistematis agar dapat diterapkan di lingkungan sekolah. Penguatan pembelajaran bahasa dan aksara Sasak juga perlu diperjuangkan melalui Kongres Internasional Bahasa Sasak agar memperoleh perhatian dan menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini pihaknya telah menyusun capaian pembelajaran (CP), modul, dan perangkat pendukung lainnya tengah dirancang untuk memperkuat pembelajaran bahasa Sasak.

Dukungan kurikulum, bahan ajar, dan tenaga pendidik dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pewarisan bahasa dan aksara Sasak. Melalui dukungan tersebut, pengenalan warisan budaya dapat berlangsung secara terencana di lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Pengerakse Majlis Adat Sasak (MAS) Dr. Lalu Sajim Satrawan, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Sasak melalui penguatan kesadaran terhadap identitas dan kebudayaan sendiri. 

Ia mengingatkan bahwa masyarakat Sasak perlu mengambil peran lebih besar dalam merawat warisan budaya di tengah perubahan sosial. Menurutnya, masyarakat Sasak terbentuk melalui perjumpaan berbagai unsur etnis yang membangun kehidupan bersama di bumi Sasak. 

Ia juga menyoroti semakin banyaknya diksi atau kosakata Sasak yang jarang digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena bahasa menyimpan pengetahuan, nilai, dan cara pandang yang diwariskan antargenerasi.

Bagi Mamiq Sajim, inisiatif pembelajaran aksara Sasak Hanacaraka menjadi bagian dari upaya membangun kembali kesadaran masyarakat terhadap bahasa dan budayanya. Pelestarian membutuhkan keterlibatan lintas generasi serta dukungan keluarga, komunitas literasi, lembaga pendidikan, dan tokoh adat.

Ia menegaskan, keberhasilan program perlu dilihat dari tumbuhnya minat belajar, bertambahnya masyarakat yang mengenal aksara Sasak, serta berkembangnya kesadaran untuk meneruskan pengetahuan tersebut kepada orang lain.

Kolaborasi Guru Lauq Indonesia dan Repoq Literasi diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan gerakan literasi budaya yang lebih luas. Melalui pembelajaran, dokumentasi, dan pewarisan secara berkelanjutan, aksara Sasak diharapkan memperoleh ruang yang lebih kuat dalam kehidupan masyarakat dan lembaga pendidikan.

Rabu, 14 Oktober 2026

Sidak SDN 1 Jerowaru, Kadis Dikbud Lotim Soroti Siswa Belum Lancar Membaca

Okenews.net- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, menemukan siswa yang belum bisa membaca saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SDN 1 Jerowaru, Rabu (14/10/2026). Temuan tersebut menjadi perhatian serius dan mendorong perlunya evaluasi terhadap proses pembelajaran di sekolah tersebut.

Persoalan ini menjadi sorotan karena SDN 1 Jerowaru dinilai telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Sekolah tersebut bahkan menerima bantuan revitalisasi dari APBN dengan nilai lebih dari Rp1 miliar untuk mendukung peningkatan kualitas fasilitas pendidikan.

Selain dukungan infrastruktur, jumlah tenaga pendidik dinilai cukup memadai, sementara jumlah siswa yang masuk setiap tahun relatif stabil. Kondisi itu, menurut M. Nurul Wathoni, perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa.

“Gedung sudah bagus dan mentereng setelah mendapat bantuan revitalisasi APBN lebih dari Rp1 miliar. Guru juga memadai dan jumlah siswa relatif stabil. Sekarang, kepala sekolah memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan prestasi dan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari bagusnya bangunan sekolah maupun kelengkapan fasilitas. Kemampuan dasar siswa, terutama membaca dan menulis, harus menjadi perhatian utama dalam proses pembelajaran.

Karena itu, kepala sekolah bersama seluruh dewan guru diminta segera melakukan evaluasi dan menyusun langkah konkret untuk membantu siswa yang belum menguasai kemampuan membaca. Program pendampingan khusus, penguatan literasi, serta pemantauan perkembangan belajar siswa dinilai perlu menjadi bagian dari upaya perbaikan.

Dalam kunjungan tersebut, kepala sekolah SDN 1 Jerowaru kebetulan tidak berada di tempat saat Kadis Dikbud melakukan sidak.

M. Nurul Wathoni berharap temuan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah untuk memaksimalkan pembinaan akademik maupun nonakademik. Dengan demikian, dukungan anggaran dan pembangunan fasilitas yang diberikan pemerintah dapat berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan serta capaian belajar siswa.

Menurutnya, fasilitas yang memadai harus dibarengi dengan inovasi dan keseriusan tenaga pendidik agar setiap siswa memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, termasuk dalam menguasai kemampuan dasar membaca dan menulis.

Sabtu, 10 Oktober 2026

Fakultas Syari’ah IAIH Pancor Raih Juara I BEI Award 2026, Perkuat Literasi Investasi Mahasiswa

Okenews.net– Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I Road to Galeri Investasi BEI Award 2026 kategori Outstanding Smaller Capital City. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya fakultas dalam mengembangkan literasi keuangan dan edukasi pasar modal di kalangan mahasiswa.

Capaian tersebut tidak terlepas dari komitmen civitas akademika dalam mendorong pemahaman mahasiswa mengenai investasi yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab. Melalui pengembangan Galeri Investasi, Fakultas Syari’ah berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pengetahuan praktis tentang dunia pasar modal.

Di bawah kepemimpinan Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, M.A., IAIH Pancor terus mendorong peningkatan mutu pendidikan, penguatan budaya akademik, serta pengembangan berbagai program inovatif yang mendukung kompetensi mahasiswa.

Dekan Fakultas Syari’ah, M. Indra Gunawan, M.H.I., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Rektor beserta jajaran Wakil Rektor atas dukungan dan bimbingan yang diberikan dalam pengembangan Galeri Investasi di lingkungan fakultas.

“Prestasi ini merupakan hasil dari dukungan pimpinan, kerja sama seluruh pihak, serta semangat mahasiswa yang terus mengembangkan Galeri Investasi. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan kualitas literasi dan edukasi investasi agar semakin banyak mahasiswa memahami pasar modal secara bijak dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa yang selama ini menjadi pengurus sekaligus penggerak berbagai program Galeri Investasi. Menurutnya, dedikasi dan partisipasi aktif mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendorong keberhasilan program tersebut.

Selain memperluas wawasan tentang investasi, keberadaan Galeri Investasi diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang mandiri, kritis, inovatif, serta cermat dalam mengambil keputusan keuangan. Pemahaman tersebut dinilai penting agar generasi muda dapat mengenali peluang investasi sekaligus memahami risiko yang menyertainya.

Ke depan, Fakultas Syari’ah IAIH Pancor berkomitmen memperkuat peran Galeri Investasi sebagai pusat pembelajaran dan edukasi pasar modal. Berbagai program literasi diharapkan terus dikembangkan agar mahasiswa memiliki pemahaman keuangan yang lebih baik serta menjunjung tinggi integritas dan tanggung jawab dalam berinvestasi.

Raihan Juara I Road to Galeri Investasi BEI Award 2026 ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar IAIH Pancor sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan kompetensi mahasiswa.

Melalui prestasi tersebut, Fakultas Syari’ah berharap dapat memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam membangun generasi muda yang melek keuangan, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Jumat, 09 Oktober 2026

Perkuat Kerja Sama Akademik, Universitas Hamzanwadi dan UNU NTB Tandatangani MoU

Fose bareng usai tanda tangan MoU di Universitas Hamzanwadi

Okenwes.net — Berangkat dari kesamaan tradisi pendidikan pesantren dan pengabdian organisasi kemasyarakatan Islam, kedua perguruan tinggi berkomitmen memperluas kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi, memperkuat kelembagaan, serta membangun lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat.

Universitas Hamzanwadi dan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) memperkuat kerja sama kelembagaan melalui silaturahmi dan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kesepakatan yang berlangsung Rabu (07/10/2026) di Rektorat Universitas Hamzanwadi ini menjadi landasan formal bagi pengembangan kemitraan akademik kedua institusi yang memiliki kedekatan historis melalui tradisi pendidikan Islam dan pesantren.

Penandatanganan MoU dilakukan Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Rektor UNU NTB Dr. Hj. Baiq Mulyanah, M.Pd disaksikan jajaran pimpinan kedua perguruan tinggi.

Rektor Universitas Hamzanwadi didampingi Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, dan Wakil Rektor IV. Sementara itu, dari UNU NTB hadir Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Kepala Penjaminan Mutu, dan Kepala Pusat Ekonomi.

Pertemuan kedua rektor perempuan tersebut turut menegaskan peran kepemimpinan perempuan dalam pengembangan pendidikan tinggi, penguatan jejaring kelembagaan, dan perluasan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

Penguatan Kerja Sama Akademik dan Kelembagaan

Kerja sama Universitas Hamzanwadi dan UNU NTB telah berkembang melalui keterlibatan dosen dan sivitas akademika dalam berbagai kegiatan bersama, terutama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hubungan akademik tersebut menjadi modal awal bagi pengembangan kemitraan pada tingkat kelembagaan.

Selama ini, kolaborasi berkembang melalui jejaring antardosen, pertukaran gagasan, dan kesamaan perhatian terhadap persoalan pendidikan serta pemberdayaan masyarakat. Namun, kerja sama tersebut belum diperkuat dengan dokumen kesepahaman formal pada tingkat pimpinan universitas.

Penandatanganan MoU memberikan landasan kelembagaan bagi pengembangan kerja sama yang lebih terarah. Melalui kesepakatan ini, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat merencanakan program bersama, menetapkan sasaran kegiatan, serta mengevaluasi pelaksanaannya secara sistematis dan berkelanjutan.

Ruang lingkup kerja sama mencakup penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kapasitas dosen, serta peningkatan kualitas pembelajaran dan pengalaman akademik mahasiswa. Program-program tersebut diharapkan memperkuat mutu akademik sekaligus memperluas kontribusi kedua institusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Kemitraan Perguruan Tinggi untuk Peningkatan Mutu Pendidikan

Kedua rektor berpandangan bahwa kemajuan perguruan tinggi membutuhkan keterbukaan dan kemitraan antarlembaga. Tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks menuntut institusi untuk memperluas jejaring, mengembangkan keunggulan akademik, dan meningkatkan kapasitas kelembagaan melalui kerja sama.

Di Nusa Tenggara Barat, kemitraan antarkampus memiliki arti strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat penelitian, dan memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat. Pertukaran pengalaman, pemanfaatan sumber daya, dan pengembangan program bersama dapat memperkaya proses akademik sekaligus meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan daerah.

Kerja sama Universitas Hamzanwadi dan UNU NTB diharapkan turut memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di NTB yang terbuka terhadap pertukaran pengetahuan, responsif terhadap persoalan masyarakat, dan berorientasi pada peningkatan mutu akademik.

Kepemimpinan kedua rektor perempuan juga mencerminkan kontribusi perempuan dalam pengambilan keputusan strategis, pengembangan kemitraan, dan pengelolaan institusi pendidikan tinggi. Peran tersebut penting dalam mendorong tata kelola perguruan tinggi yang inklusif dan berorientasi pada kemajuan bersama.

Kesamaan Tradisi Pendidikan dan Pengabdian NWDI–NU

Universitas Hamzanwadi dan UNU NTB memiliki kedekatan historis dan kultural melalui tradisi pendidikan Islam, pesantren, serta pengabdian kepada masyarakat yang berkembang dalam lingkungan organisasi kemasyarakatan Islam.

Universitas Hamzanwadi berakar pada perjuangan pendidikan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), sedangkan UNU NTB tumbuh dalam lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Kedua organisasi memiliki tradisi pengabdian dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kesamaan orientasi tersebut menjadi modal sosial bagi kedua perguruan tinggi untuk memperluas kontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat. Tradisi pendidikan dan pengabdian yang melatarbelakangi kedua institusi juga menjadi landasan kultural bagi penguatan hubungan antarkampus.

Kedekatan historis tersebut tercermin dalam hubungan personal sejumlah dosen UNU NTB dengan lingkungan pendidikan di Pancor. Sebagian di antaranya merupakan alumni atau pernah menempuh pendidikan keagamaan di lingkungan pesantren Pancor.

Latar belakang tersebut turut menghadirkan suasana kekeluargaan dalam pertemuan kedua institusi. Silaturahmi ini mempererat hubungan persaudaraan yang telah terjalin melalui jejaring pendidikan dan keagamaan sekaligus membuka ruang bagi pengembangan kemitraan akademik yang lebih luas.

Tata Kelola Pendidikan dan Perlindungan Warga Kampus

Selain membahas pengembangan kerja sama akademik, pertemuan kedua perguruan tinggi turut menyoroti pentingnya tata kelola lembaga pendidikan yang menjamin keamanan, perlindungan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Perhatian tersebut relevan di tengah pemberitaan mengenai kasus kekerasan terhadap perempuan, anak, dan santri di sejumlah lingkungan pendidikan dan keagamaan. Persoalan tersebut menegaskan pentingnya sistem pencegahan dan perlindungan yang terencana dalam penyelenggaraan pendidikan.

Mutu lembaga pendidikan perlu tercermin melalui capaian akademik, tata kelola, serta kemampuan institusi menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan bagi seluruh warga kampus. Dalam pendidikan berbasis keagamaan, nilai moral dan ajaran kemanusiaan perlu diwujudkan melalui kebijakan serta praktik kelembagaan yang konsisten.

Universitas Hamzanwadi dan UNU NTB memiliki tanggung jawab untuk memperkuat nilai kemanusiaan, keteladanan, dan perlindungan terhadap kelompok rentan. Upaya tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan sistem pencegahan dan penanganan kekerasan, peningkatan kesadaran sivitas akademika, serta penerapan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Kemitraan kedua perguruan tinggi juga dapat dikembangkan melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan kampus, pendidikan karakter, serta perlindungan terhadap perempuan, mahasiswa, dan santri. Pengembangan bidang tersebut perlu didukung program yang terencana dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing institusi.

Kepemimpinan kedua rektor perempuan diharapkan turut memperkuat perhatian terhadap perlindungan dan kesetaraan di lingkungan pendidikan. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kebijakan, mekanisme perlindungan, dan budaya kelembagaan yang menghormati martabat setiap warga lingkungan pendidikan.

Dari Silaturahmi Menuju Kolaborasi Berdampak

Kehadiran jajaran pimpinan kedua universitas mencerminkan dukungan kelembagaan terhadap pengembangan kemitraan yang menjangkau fakultas, program studi, lembaga, dan unit pelaksana kegiatan akademik. Pelibatan berbagai unsur tersebut penting agar kesepakatan pada tingkat pimpinan dapat ditindaklanjuti melalui program yang terarah.

Ke depan, kerja sama ini diharapkan menghasilkan penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, inovasi pembelajaran, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kedua perguruan tinggi juga dapat mengembangkan program pemberdayaan sosial dan ekonomi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan daerah.

Penandatanganan MoU menjadi landasan formal bagi pengembangan kemitraan yang lebih terstruktur. Keberlanjutan kerja sama memerlukan tindak lanjut melalui penyusunan program, pembagian peran, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi bersama.

Melalui kemitraan tersebut, Universitas Hamzanwadi dan UNU NTB diharapkan memperkuat mutu kelembagaan sekaligus memperluas kontribusi pendidikan tinggi bagi masyarakat. Kesamaan tradisi pendidikan dan pengabdian menjadi modal bagi kedua institusi untuk mengembangkan kolaborasi yang berdampak bagi kehidupan akademik, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan daerah di Nusa Tenggara Barat.

 

Sabtu, 03 Oktober 2026

Institut Elkatarie Serukan Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Pelestarian Budaya Sasak

Okenews.net- Institut Elkatarie menggelar Seminar Nasional bertajuk “Urgensi Pahlawan Kebudayaan dalam Penguatan Kearifan Budaya Sasak”, Sabtu (3/10/2026). Forum tersebut menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali peran budaya lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Sasak di tengah perubahan zaman.

Seminar menghadirkan akademisi dan praktisi budaya yang membahas berbagai persoalan terkait pelestarian kebudayaan, mulai dari pentingnya menjaga tradisi hingga upaya mentransformasikan nilai-nilai kearifan lokal agar tetap relevan bagi generasi masa kini.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mahasiswa, akademisi, pemerhati budaya, serta masyarakat mengikuti seminar dengan penuh perhatian. Nuansa budaya Sasak juga terasa kuat melalui kehadiran peserta yang mengenakan busana dan atribut tradisional.

Dalam diskusi, budaya Sasak tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai modal sosial dan identitas masyarakat yang dapat dikembangkan untuk menjawab tantangan masa depan. Nilai-nilai lokal dinilai memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi dalam pendidikan, ekonomi kreatif, pariwisata hingga pembangunan masyarakat.

Komitmen untuk terus menjadikan perguruan tinggi sebagai ruang pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus tempat merawat dan menghidupkan kembali kekayaan budaya lokal.

Pesan penting yang mengemuka dalam seminar tersebut adalah perlunya keterlibatan lintas generasi dalam menjaga keberlanjutan budaya Sasak. Generasi muda memiliki peran strategis agar kearifan lokal tidak sekadar menjadi simbol atau romantisme masa lalu, melainkan tetap hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan dinamika zaman.

“Merawat budaya berarti menjaga identitas, sementara menghidupkan kearifan lokal berarti menyiapkan masa depan.”

Melalui seminar nasional ini, Institut Elkatarie berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa kebudayaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus dirawat, dikaji, dan diwariskan sebagai kekuatan bagi generasi mendatang.


Selasa, 29 September 2026

Juara FTBI Lombok Timur 2026 Diumumkan, Berikut Daftar Lengkapnya

Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur M. Nurul Wathoni, M.Pd
Okenews.net – Para juara Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Lombok Timur 2026 resmi diumumkan 28 September 2026. Capaian tersebut menjadi hasil dari proses latihan dan penampilan peserta dalam tujuh cabang lomba bahasa, sastra, seni, dan budaya Sasak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur (Lotim) M. Nurul Wathoni mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti FTBI. Menurutnya, keberanian anak-anak tampil dan mengembangkan kemampuan merupakan bagian penting dari proses pendidikan.

Sebelumnya, Wathoni menegaskan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan bakat di bidang seni dan budaya. Festival ini merupakan ruang bagi anak-anak untuk terus menunjukkan bakat-bakatnya.

“Pengembangan bakat anak-anak kita dalam seni dan budaya yang menjadi warisan nenek moyang harus didorong agar tetap lestari dan berkelanjutan. Kita memiliki kewajiban melestarikan tradisi dan budaya itu,” ujar Wathoni.

Ia juga mengingatkan agar sekolah tidak melihat prestasi peserta didik hanya dari kemampuan akademik. Anak-anak yang memiliki potensi di bidang seni, bahasa, budaya, olahraga, maupun bidang nonakademik lainnya tetap membutuhkan ruang untuk berkembang.

“Berhentilah kita sebagai guru yang hanya memberikan prioritas kepada anak-anak yang hanya menguasai bidang akademik saja. Doronglah anak-anak kita yang kemampuan akademiknya kurang, tetapi dia punya minat bakat di bidang yang lain,” tegasnya.

Menurut Wathoni, kemampuan tersebut perlu terus diasah karena peserta didik akan menghadapi lingkungan yang semakin terbuka. Keberanian tampil, berkomunikasi, berkreasi, dan menunjukkan kemampuan menjadi bekal penting bagi perkembangan mereka.

Dalam konteks FTBI, ia berharap prestasi yang diraih para juara tidak berhenti pada pengumuman dan penerimaan hadiah. Para pemenang perlu mendapatkan pembinaan lanjutan agar kemampuan mereka semakin berkembang dan siap mewakili Lombok Timur pada jenjang berikutnya.

“Anak kita harus dilatih untuk siap bersaing sejak dini, bisa tampil di ruang-ruang publik secara mandiri, dan itu harus kita dorong,” harapnya.

Wathoni juga menyampaikan apresiasi kepada guru pembina dan sekolah yang telah memberikan pendampingan kepada peserta. Menurutnya, prestasi anak tidak lahir secara tiba-tiba, tetapi melalui proses latihan, bimbingan, dan dukungan dari lingkungan pendidikan.

Bagi para pemenang, penghargaan yang diterima menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras selama mengikuti rangkaian FTBI. Meskipun hadiah yang diberikan kurang, namun pengalaman, keberanian tampil, serta kesempatan mengembangkan kemampuan menjadi bagian penting mereka bawa ke depan.

Karena itu, para juara diharapkan tidak cepat berpuas diri. Prestasi FTBI tingkat kabupaten harus menjadi motivasi untuk terus berlatih, memperbaiki kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada tingkat Provinsi NTB.

Pembinaan berkelanjutan juga penting agar bahasa dan budaya Sasak tidak berhenti menjadi materi perlombaan. Kemampuan begolohan, bewaran, mace puisi, pidarte, nembang, nulis cerita konteq (cekon), dan nyurat perlu terus hidup melalui praktik dan penggunaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pengumuman juara pada 28 September tersebut sekaligus menjadi penanda lahirnya talenta-talenta muda yang diharapkan dapat membawa nama Lombok Timur pada tingkat yang lebih tinggi. Mereka merupakan bagian dari generasi yang akan melanjutkan keberadaan bahasa dan budaya Sasak di masa mendatang. Daftar lengkap pemenang FTBI Lombok Timur 2026, silakan klik DOWNLOAD

Senin, 07 September 2026

Pengurus Baru ABKIN NTB Dilantik: Profesionalisme Guru BK Diperkuat melalui Seminar Internasional


Okenews.net
— Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PD ABKIN) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2030 resmi dilantik dalam rangkaian Seminar Internasional ABKIN NTB, Senin (7/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 3 Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTB, Jalan Gajah Mada No. 173, Jempong Baru, Mataram, dengan mengangkat tema peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru BK.

Pelantikan kepengurusan baru menjadi momentum penguatan organisasi profesi sekaligus membuka agenda pengembangan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) secara berkelanjutan di seluruh wilayah NTB.

Rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Umum Pengurus Besar ABKIN Prof. Dr. Muh. Farozi M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Dr. Syamsul Hadi M.Pd, serta Kepala BGTK NTB Dr. Wirman Kasmayadi S.Pd M.Si.

Hadir pula akademisi, praktisi pendidikan, konselor, dan guru BK dari berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring profesional dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling.

Ketua Umum Pengurus Besar ABKIN Prof. Dr. Muh. Farozi M.Pd berharap NTB mampu menjadi role model pengembangan profesi guru BK secara nasional melalui inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan.

Harapan tersebut memberikan arah bagi kepengurusan baru untuk mengembangkan organisasi yang responsif terhadap perubahan pendidikan sekaligus mendorong guru BK meningkatkan kapasitas profesional secara konsisten.

Guru BK Didorong Mengawal Pembinaan Karakter

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Dr. Syamsul Hadi M.Pd menekankan peran strategis guru BK dalam mengawal pembinaan karakter peserta didik di lingkungan pendidikan.

"Guru BK memiliki posisi penting dalam mendampingi perkembangan peserta didik pada aspek pribadi, sosial, akademik, serta kesiapan menghadapi berbagai persoalan selama proses pendidikan," ujarnya. 

Penguatan peran tersebut membutuhkan peningkatan kompetensi yang mampu menyesuaikan layanan bimbingan dan konseling dengan karakteristik peserta didik serta perkembangan persoalan pendidikan.

Sementara itu, Kepala BGTK NTB Dr. Wirman Kasmayadi S.Pd M.Si mendorong penguatan sinergi antara BGTK NTB dan ABKIN NTB dalam mengawal program “Tujuh Jurus Guru BK Hebat.”

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bimbingan dan konseling sekaligus memperkuat pemahaman berbagai unsur pendidikan terhadap fungsi strategis layanan BK.

Menurut Wirman, pemahaman mengenai bimbingan dan konseling perlu berkembang secara luas agar seluruh unsur pendidikan dapat mendukung pelayanan yang lebih bermutu bagi peserta didik.

Pengembangan kompetensi secara berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam agenda tersebut karena guru BK perlu memperbarui pengetahuan, keterampilan, dan pendekatan sesuai kebutuhan peserta didik.

Seminar Internasional Dorong Penguatan Guru BK

Seminar Internasional ABKIN NTB menjadi bagian utama dari rangkaian kegiatan setelah pelantikan dengan menghadirkan narasumber yang membahas berbagai persoalan aktual dalam praktik bimbingan dan konseling.

Muhammad Safuan Bin Abdullah KB PA dari Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia membawakan materi “Beyond Counseling: Memperkuat Guru BK dengan Kemahiran Psychological First Aid, Stabilisasi Emosi dan Intervensi Awal Krisis.”

Materi tersebut memberikan perspektif mengenai penguatan kemampuan guru BK dalam menghadapi persoalan psikologis, kondisi krisis, serta kebutuhan peserta didik yang memerlukan pendampingan.

Dosen Universitas Hamzanwadi Dr. Suhartiwi M.Pd Kons menghadirkan materi “Layanan Klasikal Menginternalisasikan Nilai-Nilai Ta'lim Muta'allim untuk Membentuk Karakter Murid.”

Pembahasan tersebut mengarahkan layanan klasikal pada penguatan karakter melalui internalisasi nilai pendidikan sehingga guru BK memiliki pendekatan yang lebih kontekstual dalam mendampingi peserta didik.

Sementara itu, Harmoko S.Pd M.Pd Kons Gr selaku konselor pendidikan membawakan materi “Seni Menyingkap Trauma & Potensi Murid melalui Permainan Terapeutik.”

Materi tersebut memperkenalkan pendekatan kreatif yang dapat digunakan guru BK untuk membantu peserta didik mengenali pengalaman, mengelola persoalan, dan mengembangkan potensi secara positif.

Ragam materi seminar memperluas pembahasan mengenai kompetensi guru BK melalui isu penanganan krisis, penguatan karakter, serta pengembangan potensi peserta didik dalam layanan pendidikan.

Kehadiran narasumber dari Malaysia juga memberikan perspektif internasional bagi peserta mengenai perkembangan praktik konseling dan kebutuhan kompetensi profesional dalam menghadapi persoalan peserta didik.

Institut Elkatarie Raih Penghargaan, Dukung Layanan Konseling di PA Selong

Okenews.net- Komitmen Institut Elkatarie dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat mendapat apresiasi dari Pengadilan Agama (PA) Selong. Perguruan tinggi tersebut menerima penghargaan atas dukungannya terhadap pelaksanaan layanan konseling bagi masyarakat di lingkungan Pengadilan Agama Selong.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Rektor Institut Elkatarie, Dr. Asbullah Muslim, dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Pengadilan Agama Selong.

Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Institut Elkatarie dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat, khususnya melalui layanan konseling. Program tersebut diharapkan mampu memberikan pendampingan sekaligus membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan dukungan dan pendekatan yang humanis.

Dr. Asbullah Muslim menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi dorongan bagi Institut Elkatarie untuk semakin aktif membangun kerja sama dengan berbagai lembaga.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, terutama melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dr. Asbullah Muslim.

Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pelayanan publik seperti Pengadilan Agama memiliki nilai strategis. Kolaborasi tersebut tidak hanya memperluas ruang pengabdian akademik, tetapi juga dapat menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, humanis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kerja sama Institut Elkatarie dengan Pengadilan Agama Selong diharapkan terus berkembang, sehingga keberadaan perguruan tinggi tidak hanya dirasakan dalam ruang akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung di tengah masyarakat.

Institut Elkatarie pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir melalui berbagai program pengabdian dan kerja sama kelembagaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan perguruan tinggi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Rabu, 26 Agustus 2026

BAZNAS Lotim Konsolidasikan Gerakan Kemanusiaan Bersama Mahasiswa, Pelajar dan Pemuda

Okenews.net- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur memperkuat gerakan kemanusiaan dengan melibatkan berbagai unsur mahasiswa, pelajar, dan pemuda. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Forum Mahasiswa se-Kabupaten Lombok Timur, Forum OSIS/OSIM Lombok Timur, serta sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Rabu, 26/8/2026


Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan potensi berbagai elemen generasi muda dalam membangun gerakan sosial yang terorganisir, transparan, dan tepat sasaran. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana penggalangan dana dan dukungan sosial bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan dan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Pulau Lombok.


Pertemuan tersebut juga menjadi ruang konsolidasi untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun komitmen bersama. Mahasiswa, pelajar, pemuda, organisasi kepemudaan, dan lembaga sosial diharapkan dapat mengambil peran nyata dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi musibah.


Kepedulian terhadap korban bencana, menurut semangat yang dibangun dalam pertemuan tersebut, tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi. Kehadiran moral, solidaritas, dukungan sosial, serta semangat gotong royong juga menjadi bagian penting dalam menguatkan masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit.


Rapat koordinasi itu dihadiri langsung Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, Drs. H. Muhammad Kamli, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, Dr. H. Hamidi, S.T., M.Pd., serta Kepala Bagian Keuangan dan Pelaporan, Syamsul Hadi.


Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS tersebut menunjukkan komitmen lembaga dalam mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai agenda kemanusiaan. Di sisi lain, BAZNAS juga menekankan pentingnya agar setiap gerakan sosial dilaksanakan secara tertib, amanah, transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.


Dalam rapat tersebut terbangun kesepahaman bahwa persoalan kemanusiaan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap elemen masyarakat memiliki ruang dan peran untuk berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing.


Forum mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran publik serta menggerakkan solidaritas di lingkungan perguruan tinggi. Sementara Forum OSIS/OSIM diharapkan mampu menanamkan nilai kepedulian sosial, pendidikan karakter, dan semangat berbagi di kalangan pelajar.


Adapun OKP memiliki peran penting dalam memperluas jejaring gerakan kemanusiaan hingga ke berbagai lapisan masyarakat. Sinergi ketiga unsur tersebut diharapkan mampu melahirkan gerakan sosial yang lebih luas, terarah, dan berkelanjutan.


Dalam penggalangan dana nantinya, aspek profesionalitas juga menjadi perhatian utama. Setiap dana yang berhasil dihimpun harus dikelola berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, amanah, dan tepat sasaran. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.


Gerakan kemanusiaan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penggalangan dana. Lebih dari itu, sinergi BAZNAS bersama mahasiswa, pelajar, dan pemuda diharapkan berkembang menjadi ekosistem solidaritas sosial yang mampu merespons berbagai persoalan kemanusiaan, baik di Lombok Timur dan Pulau Lombok maupun di daerah lain yang membutuhkan perhatian.


Khusus bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT, gerakan tersebut menjadi wujud bahwa jarak geografis bukanlah penghalang untuk menghadirkan rasa persaudaraan. Begitu pula ketika terjadi persoalan kemanusiaan di Pulau Lombok, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat hadir melalui semangat gotong royong, saling membantu, dan saling menguatkan.


Melalui rapat koordinasi ini, BAZNAS Kabupaten Lombok Timur bersama Forum Mahasiswa, OSIS/OSIM, dan OKP berkomitmen membangun gerakan kemanusiaan dengan semangat “Dari Lombok untuk Kemanusiaan.”


Semangat tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas masyarakat Lombok Timur sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa, pelajar, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan memiliki kepedulian serta tanggung jawab sosial terhadap sesama.


Pada akhirnya, gerakan kemanusiaan bukan semata-mata tentang seberapa besar dana yang dapat dihimpun, tetapi tentang seberapa besar kepedulian yang mampu dibangun. Setiap rupiah yang disumbangkan, setiap tangan yang membantu, dan setiap langkah yang dilakukan bersama merupakan bagian dari ikhtiar untuk meringankan beban saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.


BAZNAS Kabupaten Lombok Timur bersama mahasiswa, pelajar, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat Lombok Timur bergerak bersama untuk kemanusiaan. Sebab, ketika saudara kita terluka, kepedulian adalah wujud nyata dari persaudaraan.


Institut Elkatarie dan NUTRAL Perkuat Kolaborasi Riset dengan Perguruan Tinggi di Indonesia

Okenews.ent -Institut Elkatarie bersama NUTRAL (Nusa Putra Research Global) terus memperkuat kolaborasi di bidang riset dan pengembangan akademik melalui sinergi dengan Universitas Nusa Putra serta 10 perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring akademik sekaligus mendorong peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa.

Melalui kerja sama ini, Institut Elkatarie dan NUTRAL membuka ruang yang lebih luas untuk pengembangan riset bersama, publikasi ilmiah berskala nasional dan internasional, penyelenggaraan seminar dan konferensi, pertukaran akademik, hingga pengembangan berbagai program inovasi di bidang pendidikan dan penelitian.

Pimpinan Institut Elkatarie menyampaikan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi untuk memperluas jejaring akademik dan meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta penyelesaian berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Sinergi Institut Elkatarie dan NUTRAL menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring riset sekaligus memperkuat kualitas publikasi ilmiah. Kami berharap kerja sama ini tidak hanya menghasilkan karya akademik yang berkualitas, tetapi juga melahirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, penguatan kolaborasi ant perguruan tinggi menjadi semakin penting di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan daya saing akademik. Karena itu, jejaring riset yang dibangun diharapkan mampu menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk saling bertukar gagasan, berbagi pengetahuan, serta menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi Institut Elkatarie dan NUTRAL juga diharapkan menjadi fondasi terbentuknya jejaring riset nasional yang semakin kuat, kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.

Dengan semakin luasnya kemitraan akademik tersebut, Institut Elkatarie berkomitmen untuk terus mengambil peran dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang produktif, memperkuat budaya riset, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat.

Senin, 24 Agustus 2026

Jelang Pelantikan, Pengurus Baru ABKIN NTB Silaturahmi ke Dikpora dan BGTK Mataram

Pengurus ABKIN NTB saat silaturrahmi dengan Dikpora NTB
Okenews.net — Jelang pelantikan kepengurusan periode 2026–2030, jajaran pengurus baru Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) NTB melakukan silaturahmi ke Dinas Dikpora NTB dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) di Mataram, Senin (24/8/2026).

Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari konsolidasi awal kepengurusan setelah Dr. H. Musifuddin, M.Pd kembali dipercaya sebagai Ketua Pengurus Daerah ABKIN NTB melalui Konferensi Daerah (Konferda) pada 3 Agustus 2026.

Selain memperkenalkan kepengurusan yang akan menjalankan amanah periode 2026–2030, kunjungan tersebut menjadi langkah awal membangun komunikasi dan sinergi dengan pemangku kepentingan pendidikan di Nusa Tenggara Barat.

Menurut Musifuddin, jajaran Dikpora NTB dan BGTK Mataram menyambut baik kedatangan pengurus baru ABKIN NTB. Sambutan tersebut, kata dia, menunjukkan terbukanya ruang kolaborasi untuk memperkuat pengembangan profesi bimbingan dan konseling.

“Kami mendapat sambutan yang baik dari kedua pihak. Ini tentu menjadi energi positif bagi kami untuk membangun komunikasi dan kerja sama ke depan, terutama dalam penguatan layanan bimbingan dan konseling,” ujar Musifuddin.

Ketua terpilih sekaligus formatur ABKIN NTB itu mengatakan, silaturahmi menjadi bagian penting untuk membangun komunikasi kelembagaan sejak awal sebelum kepengurusan resmi dilantik dan menjalankan berbagai program kerja.

Silaturrahmi dengan BGTK di Mataram
Menurutnya, ABKIN sebagai organisasi profesi memiliki tanggung jawab untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, serta berbagai pihak yang berkepentingan terhadap pengembangan profesi bimbingan dan konseling.

“Silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan sinergi. Kami ingin kepengurusan ke depan hadir sebagai mitra strategis dalam memperkuat layanan bimbingan dan konseling di NTB,” katanya.

Musifuddin menegaskan, kepengurusan periode 2026–2030 tidak hanya diarahkan pada penguatan internal organisasi, tetapi juga peningkatan kompetensi profesional anggota, pengembangan keilmuan, riset, publikasi, serta perluasan jejaring kemitraan.

Ia menyebut tantangan pendidikan yang semakin kompleks membutuhkan keberadaan konselor yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan layanan sesuai kebutuhan perkembangan peserta didik.

Karena itu, ABKIN NTB akan mendorong penguatan ekosistem profesi bimbingan dan konseling melalui kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah, satuan pendidikan, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Organisasi profesi harus menjadi ruang untuk bertumbuh bersama, memperkuat kapasitas anggota, sekaligus memastikan layanan bimbingan dan konseling semakin relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan pendidikan,” katanya.

Sebelumnya, Musifuddin selaku ketua terpilih sekaligus formatur telah mengusulkan struktur kepengurusan ABKIN NTB periode 2026–2030 kepada pengurus pusat untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) sebagai dasar legalitas kepengurusan.

Setelah proses tersebut, tahapan berikutnya adalah mempersiapkan pelantikan Pengurus Daerah ABKIN NTB periode 2026–2030 yang dijadwalkan berlangsung pada 7 September 2026.

Pelantikan tersebut akan menjadi momentum dimulainya secara resmi masa bakti kepengurusan baru sekaligus menandai berlanjutnya konsolidasi organisasi setelah pelaksanaan Konferda dan penyusunan struktur kepengurusan.

Dengan kepengurusan baru tersebut, ABKIN NTB diharapkan semakin mampu mengambil peran strategis dalam pengembangan profesi bimbingan dan konseling, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan di NTB.

Sabtu, 15 Agustus 2026

FISE Universitas Hamzanwadi Lepas 184 Mahasiswa Asistensi Mengajar ke 30 Sekolah

Dekan FISE Prof. Dr. Muh. Fahrurrozi, M.M
Okenews.net — Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) Universitas Hamzanwadi melepas 184 mahasiswa peserta Asistensi Mengajar (AM) ke 30 satuan pendidikan, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Para mahasiswa tersebut akan menjalankan kegiatan pembelajaran dan program pendidikan di sekolah mitra dengan pendampingan 15 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) selama pelaksanaan program.

Asistensi Mengajar merupakan kegiatan akademik yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sesuai bidang keilmuan sekaligus memahami dinamika pendidikan di satuan pendidikan.

Program tersebut diarahkan untuk memberikan pengalaman experiential learning kepada mahasiswa, sekaligus mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan profesional, komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan pemecahan masalah. 

Dekan FISE Universitas Hamzanwadi, Prof. Dr. Muh. Fahrurrozi, M.M., mengatakan Asistensi Mengajar harus dipandang sebagai ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan pendidikan secara langsung.

Menurutnya, mahasiswa perlu memperoleh pengalaman nyata di sekolah agar mampu memahami persoalan pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan berinteraksi dengan peserta didik dan lingkungan sekolah.

“Mahasiswa harus mampu menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang nyata, bukan hanya untuk mengajar, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan,” ujar Fahrurrozi.

Ia berharap kehadiran mahasiswa di sekolah mitra mampu memberikan kontribusi positif sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa sebagai calon tenaga profesional yang memiliki kompetensi dan tanggung jawab di bidang pendidikan.

Fahrurrozi juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater, menghormati guru pamong, membangun komunikasi yang baik, serta menunjukkan kedisiplinan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Jangan melihat Asistensi Mengajar hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi jadikan kesempatan ini untuk belajar menjadi pendidik profesional, adaptif, bertanggung jawab, dan mampu memberikan solusi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia AM FISE, Danang Prio Utomo, M.M., mengatakan persiapan pelaksanaan telah dilakukan melalui sejumlah tahapan untuk memastikan mahasiswa memiliki pemahaman dan kesiapan sebelum menjalankan program.

Menurut Danang, mahasiswa terlebih dahulu memperoleh pembekalan mengenai konsep, tujuan, mekanisme, tata krama kehidupan sekolah, pengelolaan lembaga pendidikan, serta berbagai aspek teknis pelaksanaan program. 

“Pembekalan diarahkan agar mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi memahami etika, tanggung jawab, serta cara membangun kerja sama dengan sekolah selama menjalankan program,” jelas Danang.

Setelah pembekalan, mahasiswa melakukan pendalaman bersama DPL untuk memperoleh arahan mengenai pelaksanaan kegiatan, termasuk penyusunan program dan mekanisme pendampingan selama berada di sekolah sasaran.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyusun program berdasarkan permasalahan dan potensi sekolah, kemudian melaksanakan kegiatan melalui kerja sama dengan pihak sekolah serta melakukan konsultasi secara berkala. 

Mahasiswa juga diwajibkan mencatat kegiatan melalui logbook, mendokumentasikan pelaksanaan program, melakukan refleksi, serta menyusun laporan sebagai bagian dari pertanggungjawaban akademik.

Selain pelaksanaan program di sekolah, mahasiswa juga diwajibkan menghasilkan artikel ilmiah dari kegiatan Asistensi Mengajar untuk dipublikasikan pada jurnal yang terindeks minimal SINTA 4. Publikasi artikel tersebut menjadi salah satu syarat dikeluarkannya nilai Asistensi Mengajar. 

Dalam proses publikasi, DPL memiliki kewajiban membimbing mahasiswa dalam penyusunan artikel ilmiah, sementara mahasiswa wajib mencantumkan nama DPL dalam artikel yang dipublikasikan. 

Sementara itu, DPL bertugas memberikan bimbingan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi, termasuk mengontrol program, membimbing penyusunan laporan dan artikel, serta melakukan monitoring lapangan. 

Program Asistensi Mengajar FISE Universitas Hamzanwadi dilaksanakan selama satu semester dengan pola blok selama 24 minggu efektif, sedangkan waktu efektif kegiatan ditetapkan selama enam hari kerja setiap minggu. 

Pelaksanaan program diharapkan tidak hanya memenuhi capaian akademik mahasiswa, tetapi memperkuat hubungan kemitraan antara FISE Universitas Hamzanwadi dan satuan pendidikan dalam mendukung pengembangan kualitas pembelajaran.

Asistensi Mengajar juga menjadi sarana memperkuat kemitraan sekaligus memberikan dukungan pemikiran, tenaga, ilmu, dan teknologi bagi pengembangan pembelajaran di sekolah. 

Melalui program tersebut, FISE Universitas Hamzanwadi berharap mahasiswa memperoleh pengalaman profesional yang kuat, menghasilkan karya ilmiah, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi sekolah selama menjalankan Asistensi Mengajar 2026.

Selasa, 28 Juli 2026

Guru Lauq Indonesia Resmi Buka Program English Camp


okenews.net
– Guru Lauq Indonesia secara resmi membuka Program English Camp bagi santri jenjang SMP dan SMA di Pondok Madinatul Qur’an Lombok, Bunut Baok, Praya, Lombok Tengah, Selasa (28/7/2027).

Kegiatan tersebut merupakan implementasi nota kesepahaman (MoU) antara Guru Lauq Indonesia dan Yayasan Madinatul Qur’an Lombok. Pembukaan program dihadiri Ketua Yayasan Madinatul Qur’an Lombok, pengurus yayasan, para ustaz dan ustazah, seluruh peserta English Camp, serta rombongan Guru Lauq Indonesia.

Suasana pembukaan berlangsung penuh antusias sebagai penanda dimulainya kolaborasi kedua lembaga dalam memperkuat kapasitas santri melalui penguasaan bahasa Inggris yang terintegrasi dengan pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman.

Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Guru Lauq Indonesia dalam memperluas akses pendidikan berkualitas melalui program-program penguatan kompetensi generasi muda. Sementara itu, bagi Yayasan Madinatul Qur’an Lombok, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas lulusan pesantren agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tuntutan global.

Guru Lauq Indonesia menugaskan sejumlah tutor berpengalaman untuk tinggal bersama santri selama satu bulan penuh. Pendampingan dilakukan secara intensif, sehingga santri tidak hanya belajar bahasa Inggris di ruang kelas, tetapi menggunakannya sebagai bahasa komunikasi dalam berbagai aktivitas sehari-hari di lingkungan pesantren.

Selama program berlangsung, para santri akan mengikuti berbagai kegiatan, seperti speaking class, conversation, public speaking, diskusi kelompok, presentasi, permainan edukatif, praktik kepemimpinan, hingga pembiasaan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Founder Guru Lauq Indonesia, Dr. Hanapi, M.Si, mengatakan English Camp dirancang untuk membangun lingkungan belajar yang mampu mendorong santri menggunakan bahasa Inggris secara aktif sekaligus membentuk karakter, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi.

“Program ini merupakan ikhtiar membangun budaya berbahasa Inggris di lingkungan pesantren melalui pembelajaran dan praktik yang dilakukan setiap hari. Pembiasaan tersebut diharapkan mempercepat peningkatan kemampuan komunikasi santri sekaligus menumbuhkan karakter, kedisiplinan, dan keberanian dalam menghadapi tantangan global,” ujar Hanapi.

Menurut Hanapi, pembelajaran bahasa Inggris di pesantren perlu dibangun melalui pengalaman nyata, bukan hanya penguasaan teori. Ketika santri terbiasa mendengar, berbicara, berdiskusi, dan berinteraksi menggunakan bahasa Inggris setiap hari.

Ia menambahkan, penguasaan bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda pada era globalisasi. Bagi santri, kemampuan tersebut akan menjadi bekal untuk memperluas akses terhadap literatur internasional, melanjutkan pendidikan, memperoleh peluang beasiswa, hingga menyampaikan dakwah kepada masyarakat dunia.

“Kami berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan jangka pendek, tetapi menjadi awal terbentuknya budaya berbahasa Inggris di lingkungan pesantren. Dengan demikian, santri memiliki daya saing global tanpa kehilangan identitas, akhlak, dan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama pendidikan pesantren,” tambah Hanapi.

Melalui kolaborasi tersebut, Guru Lauq Indonesia dan Yayasan Madinatul Qur’an Lombok berharap Program English Camp mampu melahirkan santri yang unggul dalam ilmu keislaman, memiliki kemampuan komunikasi internasional, berkarakter kuat, serta siap menjadi generasi yang mampu berkontribusi bagi bangsa dan umat di tingkat nasional maupun global.

 

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi