Pengurus Baru ABKIN NTB Dilantik: Profesionalisme Guru BK Diperkuat melalui Seminar Internasional
Okenews.net — Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PD ABKIN) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2030 resmi dilantik dalam rangkaian Seminar Internasional ABKIN NTB, Senin (7/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 3 Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTB, Jalan Gajah Mada No. 173, Jempong Baru, Mataram, dengan mengangkat tema peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru BK.
Pelantikan kepengurusan baru menjadi momentum penguatan organisasi profesi sekaligus membuka agenda pengembangan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) secara berkelanjutan di seluruh wilayah NTB.
Rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Umum Pengurus Besar ABKIN Prof. Dr. Muh. Farozi M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Dr. Syamsul Hadi M.Pd, serta Kepala BGTK NTB Dr. Wirman Kasmayadi S.Pd M.Si.
Hadir pula akademisi, praktisi pendidikan, konselor, dan guru BK dari berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring profesional dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling.
Ketua Umum Pengurus Besar ABKIN Prof. Dr. Muh. Farozi M.Pd berharap NTB mampu menjadi role model pengembangan profesi guru BK secara nasional melalui inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan.
Harapan tersebut memberikan arah bagi kepengurusan baru untuk mengembangkan organisasi yang responsif terhadap perubahan pendidikan sekaligus mendorong guru BK meningkatkan kapasitas profesional secara konsisten.
Guru BK Didorong Mengawal Pembinaan Karakter
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Dr. Syamsul Hadi M.Pd menekankan peran strategis guru BK dalam mengawal pembinaan karakter peserta didik di lingkungan pendidikan.
"Guru BK memiliki posisi penting dalam mendampingi perkembangan peserta didik pada aspek pribadi, sosial, akademik, serta kesiapan menghadapi berbagai persoalan selama proses pendidikan," ujarnya.
Penguatan peran tersebut membutuhkan peningkatan kompetensi yang mampu menyesuaikan layanan bimbingan dan konseling dengan karakteristik peserta didik serta perkembangan persoalan pendidikan.
Sementara itu, Kepala BGTK NTB Dr. Wirman Kasmayadi S.Pd M.Si mendorong penguatan sinergi antara BGTK NTB dan ABKIN NTB dalam mengawal program “Tujuh Jurus Guru BK Hebat.”
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bimbingan dan konseling sekaligus memperkuat pemahaman berbagai unsur pendidikan terhadap fungsi strategis layanan BK.
Menurut Wirman, pemahaman mengenai bimbingan dan konseling perlu berkembang secara luas agar seluruh unsur pendidikan dapat mendukung pelayanan yang lebih bermutu bagi peserta didik.
Pengembangan kompetensi secara berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam agenda tersebut karena guru BK perlu memperbarui pengetahuan, keterampilan, dan pendekatan sesuai kebutuhan peserta didik.
Seminar Internasional Dorong Penguatan Guru BK
Seminar Internasional ABKIN NTB menjadi bagian utama dari rangkaian kegiatan setelah pelantikan dengan menghadirkan narasumber yang membahas berbagai persoalan aktual dalam praktik bimbingan dan konseling.
Muhammad Safuan Bin Abdullah KB PA dari Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia membawakan materi “Beyond Counseling: Memperkuat Guru BK dengan Kemahiran Psychological First Aid, Stabilisasi Emosi dan Intervensi Awal Krisis.”
Materi tersebut memberikan perspektif mengenai penguatan kemampuan guru BK dalam menghadapi persoalan psikologis, kondisi krisis, serta kebutuhan peserta didik yang memerlukan pendampingan.
Dosen Universitas Hamzanwadi Dr. Suhartiwi M.Pd Kons menghadirkan materi “Layanan Klasikal Menginternalisasikan Nilai-Nilai Ta'lim Muta'allim untuk Membentuk Karakter Murid.”
Pembahasan tersebut mengarahkan layanan klasikal pada penguatan karakter melalui internalisasi nilai pendidikan sehingga guru BK memiliki pendekatan yang lebih kontekstual dalam mendampingi peserta didik.
Sementara itu, Harmoko S.Pd M.Pd Kons Gr selaku konselor pendidikan membawakan materi “Seni Menyingkap Trauma & Potensi Murid melalui Permainan Terapeutik.”
Materi tersebut memperkenalkan pendekatan kreatif yang dapat digunakan guru BK untuk membantu peserta didik mengenali pengalaman, mengelola persoalan, dan mengembangkan potensi secara positif.
Ragam materi seminar memperluas pembahasan mengenai kompetensi guru BK melalui isu penanganan krisis, penguatan karakter, serta pengembangan potensi peserta didik dalam layanan pendidikan.
Kehadiran narasumber dari Malaysia juga memberikan perspektif internasional bagi peserta mengenai perkembangan praktik konseling dan kebutuhan kompetensi profesional dalam menghadapi persoalan peserta didik.
.png)















_11zon.jpeg)





