www.okenews.net: Pendidikan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Januari 2026

Silaturahmi Ulama Nusantara–Thailand: Rektor IAIH Pancor Kunjungi Saiburi Islam Wittaya School

Silaturrahmi Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Okenews.net- Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., melakukan kunjungan silaturahmi ke Saiburi Islam Wittaya School yang berada di Saiburi, Pattani, Thailand. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat jejaring keilmuan sekaligus memperkokoh persaudaraan antarlembaga pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.

Kehadiran TGB beserta rombongan disambut hangat oleh pimpinan Saiburi Islam Wittaya School, Ustadz Abdulloh. Ia menyampaikan rasa hormat dan kebanggaan atas kunjungan tokoh ulama dari Indonesia tersebut, yang dinilai membawa semangat persatuan dan kolaborasi pendidikan lintas negara.

“Kami merasa terhormat menerima kunjungan ulama dan tokoh besar dari Indonesia. Semoga pertemuan ini menjadi awal terjalinnya persahabatan dan kerja sama yang kuat antara Saiburi Islam Wittaya School dan sivitas akademika IAIH Pancor,” ujar Ustadz Abdulloh, Selasa (21/1/2026).

Selain itu, TGB juga disambut langsung oleh pendiri Saiburi Islam Wittaya School, Dato’ Abdul Kadir, tokoh Islam berpengaruh di Thailand Selatan. Dato’ Kadir menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan tersebut yang dinilainya sebagai kehormatan besar bagi lembaga dan masyarakat sekitar.

“Kami sangat berbahagia atas kehadiran TGB di Saiburi. Ini adalah bentuk silaturahmi yang sangat kami hargai dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkapnya.

Pertemuan dua tokoh ini memiliki makna khusus mengingat TGB dan Dato’ Abdul Kadir sama-sama merupakan alumni Universitas Al-Azhar, Mesir. Kesamaan latar belakang keilmuan tersebut semakin menguatkan ikatan intelektual dan ukhuwah Islamiyah di antara keduanya.

Dalam sambutannya, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi menyampaikan penghargaan dan rasa hormat yang tinggi kepada keluarga besar Saiburi Islam Wittaya School atas dedikasi mereka dalam mengembangkan pendidikan Islam di Thailand Selatan.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar YPH PPD NWDI Pancor, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan dan jihad ta’lim yang dilakukan Saiburi Islam Wittaya School. Para pejuang pendidikan di wilayah ini adalah garda terdepan umat,” tutur TGB yang juga menjabat Ketua Umum PB NWDI dan Ketua OIA Al-Azhar Indonesia.

Ia menegaskan bahwa kemajuan umat tidak dapat dipisahkan dari penguasaan ilmu pengetahuan. Menurutnya, ilmu dan hikmah merupakan fondasi utama dalam membangun umat yang kuat dan bermartabat.

“Pintu kemajuan umat adalah ilmu. Dengan ilmu dan hikmah, umat akan menjadi baik dan berdaya. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk belajar kepada ahlinya,” tegasnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi tonggak penguatan kerja sama dan persaudaraan antara lembaga pendidikan Islam Indonesia dan Thailand, sekaligus menginspirasi pengembangan pendidikan Islam yang berorientasi pada ilmu, akhlak, dan kemajuan peradaban umat.

Silaturahmi ke Thailand, TGB Apresiasi Festival Akademik dan Dorong Pendidikan Islam Holistik

Kunjungan TGB ke Thailand Selatan
Okenews.net-Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor (IAIH) Lombok Timur, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., melakukan kunjungan silaturahmi ke Sekolah Markas Asshaqofah al-Ammah, Thailand Selatan, Selasa (21/01/2026). Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan tausiah serta peninjauan langsung festival akademik yang digelar oleh santri dan santriwati.

Didampingi Wakil Rektor I IAIH Pancor Dr. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd., TGB beserta rombongan terlebih dahulu menyaksikan berbagai penampilan dalam festival akademik. Kegiatan tersebut menampilkan ragam kreativitas, bakat, dan kemampuan intelektual santri dan santriwati, mulai dari bidang akademik hingga seni dan keterampilan.

Festival akademik ini menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana pengembangan potensi peserta didik dalam suasana yang edukatif, inspiratif, dan penuh semangat keilmuan.

Pimpinan Sekolah Markas Asshaqofah al-Ammah, Ustadz Abdul Hakim, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran Rektor IAIH Pancor di lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Ia menilai kunjungan tersebut sebagai sebuah kehormatan sekaligus motivasi besar bagi seluruh civitas sekolah.

“Kami sangat bersyukur dan berbahagia atas kehadiran Bapak TGB di Sekolah Markas Asshaqofah al-Ammah. Semoga silaturahmi ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi lembaga kami serta seluruh santri dan santriwati,” ujarnya.

Dalam tausiahnya, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi mengaku terkesan dengan semangat belajar dan kreativitas para santri dan santriwati yang ditampilkan dalam festival akademik tersebut. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat penting untuk membentuk generasi yang percaya diri dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Saya merasa sangat bahagia bisa bersilaturahmi sekaligus menyaksikan langsung aktivitas santri dan santriwati dalam festival akademik ini. Semangat belajar dan kreativitas yang ditunjukkan patut diapresiasi dan terus dikembangkan,” ungkap TGB yang juga menjabat Ketua Umum PB NWDI.

Ia mendorong pihak sekolah agar terus menghadirkan berbagai program pendidikan yang mampu menggali, menumbuhkan, dan mengangkat potensi santri dalam beragam disiplin ilmu.

“Sekolah perlu terus mengembangkan kegiatan yang dapat menumbuhkan bakat dan potensi santri dan santriwati di berbagai bidang keilmuan agar mereka siap menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.

Lebih lanjut, TGB menyinggung sejarah Islam pada masa Nabi Muhammad SAW., di mana para sahabat Nabi berasal dari beragam latar belakang profesi. Menurutnya, sejak awal Islam telah menempatkan seluruh bidang kehidupan sebagai ruang pengabdian umat.

“Sejak masa Nabi, para sahabat tidak hanya ulama, tetapi juga pedagang, penyair, petani, dan pengrajin. Semua ranah ilmu dan profesi harus diisi oleh umat Islam. Karena itu, generasi Islam, termasuk di Thailand Selatan, perlu dibekali dengan berbagai disiplin ilmu,” jelasnya.

Ia menutup tausiahnya dengan menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu dan pembentukan akhlak. Menurutnya, Sekolah Markas Asshaqofah al-Ammah mencerminkan model pendidikan Islam yang ideal.

“Pendidikan Islam harus dibangun di atas keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Sekolah ini menjadi contoh lembaga pendidikan Islam dengan keilmuan yang kuat dan akhlak yang nyata,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat semakin mempererat silaturahmi antar-lembaga pendidikan Islam lintas negara, sekaligus menguatkan semangat pendidikan holistik dalam mencetak generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi bagi umat serta bangsa.

Selasa, 20 Januari 2026

TGB Zainul Majdi Sampaikan Tausiah Al-Qur’an di Thailand, Santri Darussalam Antusias

Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi

Okenews.net- Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., menyampaikan kajian keislaman di Sekolah Darussalam, Narathiwat, Thailand. Kehadiran ulama dan cendekiawan Al-Qur’an tersebut disambut antusias oleh para santri dan santriwati.

Sambutan selamat datang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Rusdi yang mewakili pihak Sekolah Darussalam. Ia mengungkapkan rasa bahagia sekaligus kehormatan atas kehadiran Rektor IAIH Pancor di lingkungan pendidikan mereka.

“Kami merasa sangat bahagia dan terhormat atas kehadiran Rektor IAIH Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., di Sekolah Darussalam. Kehadiran beliau menjadi kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi para santri dan seluruh keluarga besar Darussalam,” ujar Rusdi, Senin (19/01/2026).

Rusdi juga berharap terjalinnya kerja sama keilmuan dan pendidikan yang berkelanjutan antara Sekolah Darussalam dan Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi. Menurutnya, fokus kajian Darussalam pada integrasi Al-Qur’an dan sains sejalan dengan keilmuan TGB sebagai ulama dan cendekiawan Al-Qur’an.

“Kami berharap kerja sama keilmuan dan pendidikan ini dapat terus terjalin. Fokus kajian Darussalam pada integrasi Al-Qur’an dan sains sangat sejalan dengan keilmuan beliau,” tambahnya.

Dalam tausiahnya, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi menekankan keutamaan Al-Qur’an sebagai sumber keberkahan dan penjaga kehidupan manusia. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang menjaga dan menekuni Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh, maka Al-Qur’an akan menjadi penjaga sekaligus pembuka berbagai pintu kebaikan dalam hidupnya.

“Siapa yang menjaga Al-Qur’an, maka Al-Qur’an akan menjaganya. Dan siapa yang menekuni Al-Qur’an, akan dibukakan baginya banyak jalan dan pintu keberkahan,” ungkap TGB yang juga Ketua Umum PB NWDI dan Ketua OIA Al-Azhar Indonesia.

Ia turut membagikan perjalanan hidupnya sebagai motivasi bagi generasi muda. TGB mengisahkan mulai menghafal Al-Qur’an pada usia 17 tahun dan mampu menyelesaikannya dalam waktu sekitar satu setengah tahun.

“Saya mulai menghafal Al-Qur’an pada usia 17 tahun dan menyelesaikannya dalam waktu sekitar satu setengah tahun. Keberkahan Al-Qur’an telah membuka banyak jalan penting dalam hidup saya, mulai dari pendidikan S1 hingga doktoral di Universitas Al-Azhar Mesir, hingga amanah sebagai anggota DPD RI, Gubernur NTB dua periode, dan Ketua Alumni Al-Azhar Indonesia,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, TGB berharap generasi muda Muslim di Thailand, khususnya para santri Sekolah Darussalam, menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kehidupan dan perjuangan intelektual. Ia meyakini, dari ketekunan terhadap Al-Qur’an akan lahir generasi dan aktor-aktor peradaban pada masa mendatang.

“Saya berharap para santri menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kehidupan dan perjuangan intelektual. Jika Al-Qur’an ditekuninya secara konsisten, saya yakin dari Darussalam akan lahir generasi dan aktor peradaban di masa depan,” pungkasnya.

TGB Zainul Majdi Gaungkan Persatuan Umat, Akhlak, dan Hakikat Ilmu di Forum Internasional Thailand

TGH Muhammad Zainul Majdi, MA. Rektor IAIH Hamzanwadi Pancor

Okenews.net- Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA, menyampaikan gagasan mendalam tentang persatuan umat, akhlak Islam, dan hakikat ilmu pengetahuan dalam sebuah seminar ilmiah internasional yang digelar di Dawood Conference Room, Attarkiah Islamiah Institute, Thailand, Senin (19/01/2026).


Seminar tersebut diawali dengan sambutan penuh kehangatan dari TGB yang mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT serta penghormatan kepada para ulama, akademisi, dan pemimpin yang hadir. Dalam kesempatan itu, ia secara khusus menyebut Sheikh Babu Hussien sebagai bentuk penghormatan, sekaligus mengenang Dr. Faisal sebagai sosok guru yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan intelektualnya.


Dalam pemaparannya, TGB menegaskan bahwa kedekatan antarmanusia tidak semata ditentukan oleh jarak geografis, melainkan oleh keselarasan hati, pemikiran, dan visi.


“Saya memiliki pengalaman bersama Dr. Faisal dan sejumlah tokoh lain yang meskipun baru bertemu, namun telah merasakan ikatan batin yang kuat. Inilah yang sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW tentang persatuan hati di antara manusia,” ujar TGB yang juga menjabat Ketua Umum PB NWDI.


Ia menekankan pentingnya persatuan umat Islam lintas negara, seraya menyatakan bahwa perbedaan budaya dan wilayah tidak seharusnya menjadi penghalang kebersamaan.


“Persamaan iman dan tujuan jauh lebih besar. Orang-orang beriman adalah bersaudara dan saling menguatkan, baik di Indonesia, Thailand, maupun di belahan dunia lainnya,” tegasnya.


Lebih lanjut, TGB menyoroti nilai ta’awun (saling menolong) sebagai fondasi utama peradaban Islam. Menurutnya, kejayaan Islam di masa lalu tidak terlepas dari semangat kolaborasi, pelayanan, dan kesediaan untuk saling melengkapi dalam ilmu dan amal.


“Nilai ta’awun sebagai fondasi peradaban Islam tetap relevan untuk terus dihidupkan dalam konteks masyarakat modern,” ujarnya.


Dalam salah satu refleksi penting, ia mengulas makna etika Islam dalam penghormatan kepada tamu, yang disimbolkan melalui pemutaran lagu kebangsaan Indonesia sebelum lagu kebangsaan Thailand.


“Itu merupakan perwujudan ajaran Islam yang menempatkan adab dan perbuatan nyata di atas sekadar retorika. Kebaikan yang diwujudkan melalui tindakan mampu diterima secara universal, melampaui sekat agama dan budaya,” jelasnya.


TGB juga menegaskan bahwa dakwah Nabi Muhammad SAW lebih banyak ditunjukkan melalui keteladanan akhlak daripada ceramah verbal semata.


“Sebagian besar kehidupan Nabi diisi dengan praktik akhlak mulia yang konsisten, sementara penyampaian lisan dilakukan secara bijak agar pesan tetap membekas,” katanya.


Ia kemudian mengulas metode dakwah Rasulullah SAW di Madinah yang sederhana namun efektif, seperti membiasakan salam, berbagi makanan dengan tetangga, menjaga silaturahmi, serta menghidupkan ibadah malam.


“Nilai-nilai ini mampu membangun masyarakat yang harmonis dan penuh kepedulian sosial,” paparnya.


Dalam konteks keilmuan, TGB menjelaskan bahwa ilmu dalam Islam tidak berhenti pada penguasaan teori, melainkan harus melalui tiga tahapan utama, yakni ad-dhilawatu (membaca dan mencari pengetahuan), ad-tazkiyatu (penyucian dan penghayatan diri), serta ad-takliyatu (pengamalan ilmu).


“Ilmu yang tidak diamalkan dan tidak membentuk akhlak hanya akan menjadi pengetahuan yang kosong,” tegasnya.


Mengakhiri pemaparannya, TGB mengutip firman Allah SWT, “Innama yakhsyallaha min ‘ibadihil ‘ulama”, seraya menegaskan bahwa ilmu sejati melahirkan khashyah, yakni rasa takut yang dilandasi cinta dan penghormatan kepada Allah.


“Ukuran ilmu bukanlah gelar akademik, melainkan perilaku dan akhlak yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.


Minggu, 18 Januari 2026

Dyah Ayu Anjani: Di Antara Awan dan Sunyi (Episode 01)

Shang Dyah Ratna Ayu Dewi Anjani (foto ilustrasi AI
ALAM sebagai kanvas sunyi tempat imajinasi belajar bernapas, setiap desir angin menjadi bisikan cerita, setiap riak air menjelma menjadi gagasan, dan setiap bayangan pepohonan mengajak pikiran melampaui batas nyata menuju dunia yang hanya dapat disentuh oleh rasa.

Penulis: Am. Pupu

Am. Pupu alias Guru Muhir
Istana Raja Taun tidak berdiri di atas tanah sebagaimana bangunan manusia, melainkan menggantung di antara langit dan keheningan. Awan-awan tebal melingkupinya siang dan malam, berlapis-lapis seperti tirai yang sengaja diturunkan oleh alam untuk menyembunyikan rahasia yang terlalu agung bagi mata biasa. Dari kejauhan, puncak Rinjani tampak sunyi dan kosong, seolah tak pernah disentuh kehidupan. Namun bagi mereka yang peka, batinnya terbuka oleh doa atau luka panjang perjalanan jiwa, istana itu dapat dirasakan lalu hadir tanpa rupa serta nyata tanpa wujud.

Udara di sekeliling istana terasa dingin dan berat, seakan menyimpan bisikan zaman purba. Pada setiap hembusan angin hadir gema langkah-langkah yang tak kasatmata, suara kain sutra yang terseret pelan, serta denting logam halus yang tak pernah benar-benar terdengar. Waktu berjalan berbeda di sana. Detik-detik meregang terasa panjang, sementara kenangan berjatuhan seperti abu dupa. Manusia yang mendekat tanpa izin akan merasakan dada mengencang dan langkah yang goyah, seolah ada kekuatan tak terlihat yang memintanya berpaling.

Dinding-dinding istana memantulkan cahaya samar yang bukan berasal dari matahari maupun bulan. Cahaya itu hidup. Sesekali berubah warna mengikuti getar niat siapa pun yang berada di dalamnya. Aula-aula luas terbentang sunyi, dijaga bayang-bayang para Rekyan Patih yang setia pada sumpah lama. Mereka hadir tanpa suara, tanpa usia, menatap dengan mata yang seolah menembus masa lalu dan masa depan sekaligus.

Keangkeran istana bukanlah ancaman, melainkan peringatan. Ia menguji siapa pun yang datang. Apakah langkahnya digerakkan keserakahan atau kesadaran jiwa. Hanya mereka yang terpilih seperti para pertapa, penjaga warisan leluhur, atau jiwa-jiwa yang dipanggil takdir yang dapat melihat gerbangnya terbuka perlahan dari lipatan awan. Bagi yang lainnya, istana itu akan tetap menjadi mitos, cerita bisik-bisik di bawah api unggun, atau rasa ganjil yang tertinggal di dada saat memandang puncak Rinjani terlalu lama. Di sanalah, dalam sunyi yang menggetarkan, istana Raja Taun terus berdiri. Angker, misterius, dan setia menjaga rahasia dunia yang belum siap diketahui manusia.

Di balik tirai awan yang menggantung rendah, halaman belakang istana berdenyut oleh kesibukan yang tertahan. Beberapa sosok bergerak dalam diam, menjalankan tugas masing-masing tanpa perlu aba-aba. Ada yang menyapu permukaan batu hitam yang selalu basah oleh embun abadi, gerakannya perlahan namun pasti, seolah setiap sapuan adalah bagian dari doa. Ada pula yang merawat pusaka-pusaka tua di bawah naungan pohon berdaun perak, membersihkan bilah dan gagang dengan ramuan yang hanya dikenal para penjaga istana. Di sudut lain, asap tipis mengepul dari tungku batu, pertanda ritual kecil sedang dilakukan, menjaga keseimbangan agar istana tetap terikat pada kehendak Raja Taun.

Tak satu pun dari mereka berbicara. Kesunyian menjadi bahasa bersama, karena di tempat itu suara dapat membangunkan hal-hal yang tak seharusnya terjaga. Namun di balik ketenangan gerak, tersimpan kewaspadaan yang rapat. Mata mereka sesekali menoleh ke arah gerbang depan, seakan merasakan getaran yang belum menjelma peristiwa.

Sementara itu, di hadapan gerbang utama istana, suasana jauh berbeda. Para prajurit penjaga berdiri berderet, tubuh tegak bagai patung batu, namun urat-urat tangan mereka menegang. Senjata telah siap pakai. Tombak bermata cahaya suram, keris pendek terselip di pinggang, dan perisai berukir tanda-tanda kuno yang berdenyut pelan mengikuti napas pemiliknya. Awan di sekitar gerbang tampak lebih tebal, berputar perlahan seperti pusaran yang menunggu perintah.

Tak ada teriakan komando, tak pula tanda bahaya yang kasatmata. Namun semua tahu, istana berada dalam keadaan siaga satu. Setiap langkah asing akan terasa bahkan sebelum menjejak tanah. Setiap niat buruk akan tercium lebih dahulu oleh angin. Para prajurit menatap lurus ke depan, ke arah kehampaan yang bagi mata manusia biasa tampak kosong. Padahal di sanalah batas antara dunia yang diizinkan dan dunia yang harus ditolak.Di antara detak jantung istana dan bisikan awan, satu keyakinan mengikat mereka semua, apa pun yang akan datang, istana Raja Taun tidak akan jatuh tanpa perlawanan.

Aula utama istana terbentang luas dalam keheningan yang nyaris sakral. Langit-langitnya menjulang tinggi, lenyap dalam bayang-bayang, seolah tak pernah benar-benar berakhir. Cahaya redup menyusup dari celah-celah dinding, memantul lembut pada aneka lukisan tua yang berjajar rapi, ada kisah-kisah zaman lampau terbingkai dalam warna yang telah memudar, namun auranya tetap hidup. Pada setiap kanvas tergambar perjalanan Raja Taun, perjanjian dengan alam, serta wajah-wajah leluhur yang menatap keluar dari waktu, menunggu untuk dikenang kembali.

Meja-meja panjang dari kayu hitam berurat perak tersusun di sisi aula, permukaannya halus oleh usia dan sentuhan tangan-tangan setia. Kursi-kursi berukir duduk membisu, kaki-kakinya kokoh menjejak lantai batu yang dingin. Aneka perabot antik seperti peti pusaka, lemari tinggi berlapis ukiran halus, serta lampu-lampu gantung dari logam tua, mengisi ruang tanpa kesan berlebih, seolah setiap benda tahu batas keberadaannya. Di bawah semuanya, karpet-karpet tebal terbentang, motifnya rumit dan sarat simbol, meredam setiap langkah hingga gema pun enggan terdengar.

Di ujung aula, singgasana Raja Taun berdiri megah namun ditinggalkan. Tahta itu terbuat dari batu dan logam yang tak dikenal manusia, memancarkan wibawa yang tak luntur oleh waktu. Di pojok kanan singgasana, tersusun aneka bunga segar dan hiasan alam, kelopak-kelopak putih, merah, dan ungu yang menguarkan aroma lembut, dedaunan hijau gelap yang masih basah oleh embun, serta rangkaian anyaman kecil sebagai penanda penghormatan. Tak satu pun bunga layu yang seakan-akan waktu memilih berhenti di sudut itu, menunggu sang pemilik takhta kembali.

Namun aula itu kosong. Sepi. Tak ada langkah kaki, tak ada suara napas, hanya detak halus yang entah berasal dari jantung istana atau dari ingatan masa lalu. Keheningan menggantung tebal, menekan namun tidak mengancam, seperti doa yang belum selesai diucapkan. Aula istana menunggu. Menunggu Raja Taun, menunggu Shang Dyah, atau menunggu sesuatu yang akan mengubah segalanya.

Di bawah payung langit Kerajaan Taun, ketika kabut pagi masih menggantung di antara puncak dan lembah, berdirilah para pembantu agung Raja Taun. Mereka yang disebut Rekhyan Patih, penjaga keseimbangan semesta kerajaan. Mereka bukan sekadar pejabat istana, melainkan titisan kehendak alam yang hidup, berdenyut, dan bernapas bersama tanah Taun itu sendiri.

Rekhyan Patih Tirta adalah yang pertama disebut dalam doa-doa rakyat. Ia menguasai air, sumber kehidupan sekaligus murka alam. Sungai, danau, hujan, hingga embun pagi tunduk pada isyarat tangannya. Di bawah komandonya berdiri pasukan rahasia dengan sandi kuno: Belabur Bukit dan Belabur Gunung; yakni pasukan yang muncul dan lenyap secepat aliran air yang menyusup celah batu. Mereka menjaga jalur air, bendungan alami, dan mata air suci agar tak jatuh ke tangan yang serakah. Konon, bila Tirta murka, sungai akan meluap tanpa hujan, dan bila ia berbelas kasih, tanah kering pun akan kembali basah oleh kehidupan.

Di jantung bumi, bekerja tanpa sorak puja, berdirilah Rekhyan Patih Mangku Gumi. Ia adalah penjaga keseimbangan unsur hara, penentu kesuburan ladang dan kekuatan tanah. Dengan laku tapa yang sunyi, ia mendengar bisikan bumi. Retakan kecil, getar halus, dan keluh kesah tanah yang kelelahan. Bila keseimbangan terganggu, Mangku Gumi akan mengembalikannya, menenun ulang harmoni antara manusia dan bumi agar panen tetap datang tepat waktu dan tanah tidak menuntut balas.

Lebih dalam lagi, di wilayah yang tak tersentuh mata manusia, Rekhyan Patih Getih Gatah memikul amanah yang jarang dipahami. Ia bertanggung jawab atas seluruh makhluk yang hidup di dalam tanah seperti cacing, akar, serangga, dan roh-roh kecil penjaga bumi. Getih Gatah percaya bahwa denyut kehidupan sejati bermula dari bawah pijakan kaki manusia. Jika makhluk tanah terluka, maka permukaan pun akan runtuh. Maka ia menjaga agar kehidupan yang tersembunyi tetap lestari, agar darah bumi, getih gatah tetap mengalir hangat.

Sementara itu, di atas segalanya, melintasi lembah dan puncak, bersemayamlah Rekhyan Patih Bayu Urip, pengendali angin. Nafasnya adalah hembusan semilir, amarahnya adalah badai. Bayu Urip membawa pesan kerajaan ke empat penjuru mata angun, menggerakkan awan, dan menjaga agar udara tetap hidup. Ia tahu kapan angin harus menenangkan perahu nelayan, dan kapan harus menghalau wabah dari perbatasan kerajaan.

Di batas hijau yang menjadi benteng alami kerajaan, berdiri tegak Rekhyan Patih Mangku Alas, penjaga hutan. Ia melindungi rimba tua yang menyimpan rahasia leluhur dan makhluk-makhluk gaib. Di bawah pengawasannya, hutan hadir bukan sekadar kayu dan daun, melainkan perisai hidup kerajaan. Setiap pohon yang tumbang tanpa izin menghadirkan pertanda, dan setiap langkah serakah berujung pada sunyi yang menyesatkan.

Sementara itu, untuk mengikat seluruh penjagaan agar tetap selaras, berkeliling tanpa henti Shang Dyah Ratna Ayu Dewi Anjani. Ia ditugaskan memantau setiap sudut wilayah kerajaan sebagai mata dan telinga Raja Taun. Dengan kecantikan yang tenang dan kewaspadaan seorang ksatria, Dewi Anjani menjelajah darat, air, hutan, hingga langit. Melalui pengawasannya, sumpah para Rekhyan Patih tetap terjaga, dan bila muncul celah pengkhianatan atau ancaman asing, dialah yang pertama kali merasakannya.

Demikianlah Kerajaan Taun berdiri, bukan hanya oleh kekuasaan Raja, tetapi oleh kesetiaan para penjaga alam. Selama mereka tetap selaras, Taun akan abadi. Namun para tetua berbisik, bila satu saja dari mereka goyah, maka alam sendiri yang akan menulis babak terakhir kerajaan itu. Tanda itu tidak pernah diumumkan dengan genderang atau panji kerajaan. Ia datang senyap, nyaris seperti kesalahan alam. Orang-orang menyebutnya Ketumbuk yakni hari ketika matahari berdiri tepat di puncaknya, dan bayangan kehilangan keberadaannya. Bumi seakan dilucuti dari penanda waktu yakni tiang, manusia, bahkan menara istana berdiri tanpa jejak gelap di kaki mereka.

Hanya sedikit yang memahami maknanya. Lebih sedikit lagi yang tahu bahwa Ketumbuk bukan sekadar peristiwa langit, melainkan isyarat Sang Prabu Raja Taun telah menjadwalkan kedatangannya untuk inspeksi rutin atas negeri-negeri taklukannya. Rahasia itu pernah dibisikkan Rekhayan Patih Ander Geni pada suatu senja yang asin oleh uap samudra. Saat itu mereka berada di atas geladak kapal badai, ketika langit dan laut nyaris tak memiliki bStas. Shang Dyah berdiri di samping sang patih, jubahnya berkibar liar, sementara di kejauhan pasukan badai baru saja mereka kawal menembus arus ganas atas undangan kehormatan dari Senopati Tirta Segara, penguasa laut dalam.

Ketumbuk itu… kapan datangnya?” suara Shang Dyah nyaris tenggelam oleh deru angin. Ander Geni tidak langsung menjawab. Ia menatap cakrawala, tempat matahari seakan menggantung tanpa arah. Lalu, dengan nada yang hanya cukup untuk satu jiwa, ia membalas. “Ketika matahari tak lagi memberi bayangan." Saat itu, Sang Prabu sudah menyiapkan langkahnya. “Itu berarti…. ” Shang Dyah menahan kata-katanya. “Ia akan hadir,” potong Ander Geni pelan. “Bukan untuk disambut, tapi untuk menilai.”

Percakapan itu seharusnya berakhir di antara desir ombak dan rahasia. Namun Patih Bayu, yang baru saja kembali dari buritan setelah memastikan pasukan badai tertib, tanpa sengaja melambatkan langkahnya. Angin membawa sisa kalimat itu kepadanya; terpotong, samar, tapi cukup jelas untuk membuat dadanya mengeras. “Hari tanpa bayangan…” gumam Bayu dalam hati.

Ia tidak berani menoleh, tidak pula menyela. Tetapi sejak saat itu, setiap kali matahari meninggi dan bayangannya memendek, Patih Bayu tahu: negeri ini sedang dihitung waktunya. Dan Ketumbuk, yang selama ini dianggap keanehan langit, kini menjelma menjadi penanda takdir; datangnya Sang Prabu Raja Taun, tepat ketika bayangan pun memilih menghilang.

Menjelang senja, ketika angin mulai berjalan lebih pelan seolah menimbang rahasianya sendiri, Rekhyan Patih Bayu Urip diam sejenak di punggung bukit, lalu mencatat sesuatu dengan goresan halus pada ujung ikat pinggangnya—sebuah pertanda yang hanya ia pahami, lahir dari getar udara yang tak lazim dan bisikan arah angin yang berbelok dari kodratnya. 

Ia tidak mengucap apa pun, sebab angin mengajarkannya bahwa ada firasat yang lebih aman disimpan daripada diumumkan. Jauh di sisi lain Kerajaan Taun, tanpa tanda dan tanpa suara, Shang Dyah Ratna Ayu Dewi Anjani berhenti melangkah, dadanya bergetar oleh rasa asing yang tak terlihat, seakan alam sendiri menyentuh batinnya dan memanggilnya seorang diri, membuka jalan sunyi menuju kisah berikutnya, yang hanya dapat dirasakan oleh mereka yang benar-benar mendengar denyut dunia.

#Bersambung Episode 02 pekan depan. 

Sabtu, 13 Desember 2025

Wabup Edwin Apresiasi Semarak HGN PGRI Sambelia, Dorong Penguatan Peran Guru

Hari Guru Nasional

Okenews.net- Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, memberikan apresiasi atas inisiatif dan semarak kegiatan yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sambelia dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional (HGN), Sabtu (13/12/2025).


Menurut Wabup Edwin, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para pendidik, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan dedikasi guru dalam memajukan dunia pendidikan di Lombok Timur, khususnya di Kecamatan Sambelia.


Dalam kesempatan itu, Wabup Edwin memaparkan sejumlah isu strategis di sektor pendidikan, di antaranya rencana pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Program tersebut diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.


Seiring dengan pergeseran sistem pendidikan yang semakin inovatif, Wabup Edwin menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan di lapangan. Ia menilai, kualitas guru menjadi kunci utama keberhasilan transformasi pendidikan ke arah yang lebih adaptif dan berkualitas.


Sementara itu, Ketua Panitia, Mahsuf, melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan peringatan HGN dilaksanakan berdasarkan hasil rapat koordinasi Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Sambelia bersama seluruh unsur pendidikan setempat.


Mahsuf menjelaskan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah memberikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi, inovasi, dan pengabdian luar biasa yang telah diberikan, sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan tenaga pendidik.


Di akhir kegiatan, ia berharap sinergi dan kerja sama yang telah terjalin antara PGRI, unsur pendidikan, dan Pemerintah Daerah Lombok Timur dapat terus diperkuat demi kemajuan pendidikan di masa mendatang.

Yudisium Ke-35 IAI Hamzanwadi Pancor Kukuhkan 549 Lulusan

IAIH Hamzanwadi Pancor
Okenews.net- Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor menggelar Yudisium ke-35 dengan mengukuhkan 549 mahasiswa dari tiga fakultas, Sabtu (13/12/2025). Momentum ini menjadi penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal pengabdian para lulusan di tengah masyarakat.

Prosesi yudisium dipimpin Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.MPd., yang secara simbolis menetapkan status kelulusan para peserta. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan pengukuhan tanggung jawab intelektual dan moral sebagai seorang sarjana.


“Yudisium berasal dari bahasa Latin judicium yang berarti penetapan. Hari ini saudara-saudari dinyatakan tuntas dan sah menyandang gelar sarjana IAI Hamzanwadi Pancor,” ujarnya.


Ia menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah menempuh proses akademik selama kurang lebih 4,5 tahun. Menurutnya, gelar sarjana harus dibarengi rasa syukur dan komitmen untuk memberi manfaat nyata bagi umat dan bangsa.


Dalam pesannya, Abdul Hayyi Akrom menekankan pentingnya nilai syukur sebagaimana diajarkan ulama besar Syekh Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani, yakni kesadaran bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT, memanfaatkan nikmat untuk ketaatan, serta memperbanyak pujian kepada-Nya.


“Sebagai sarjana, saudara-saudari dituntut menghadirkan nilai lebih. Jangan menyamakan diri dengan mereka yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Jadilah teladan di tengah masyarakat,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan bahwa IAIH Pancor merupakan kampus perjuangan yang didirikan Pahlawan Nasional Almagfurullah Syekh Muhammad Zainuddin Abdul Majid, yang tidak terlepas dari spirit perjuangan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI).


“Kampus ini adalah bagian dari instrumen perjuangan menegakkan agama Allah. Alumni IAIH Pancor harus menjadi pelanjut perjuangan, bukan perusaknya,” tandasnya.


Menutup sambutan, ia menekankan dua kunci utama kesuksesan, yakni berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) serta menjaga adab dan penghormatan kepada guru.


“Saya tidak pernah menemukan orang sukses yang tidak berbakti kepada orang tuanya dan melupakan gurunya,” pungkasnya.


Ia pun mendoakan agar ijazah yang diraih para lulusan disertai ilmu yang barokah serta mampu memberi kontribusi nyata bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Kamis, 11 Desember 2025

ICSH 2025: FDK IAIH Pancor Bahas Tantangan Sosial Era Digital

IAIH Hamzanwadi Pancor

Okenews.net-Fakultas Dakwah dan Komunikasi Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor menggelar International Conference on Social Humanities (ICSH) 2025 bertema “Resilience and Harmony: Navigating Social Change, Humanities and Da’wa” di Ruang Rapat Lantai 3 IAIH Pancor.


Ketua Panitia ICSH 2025, Daeng Sani Ferdiansyah, M. Sos., dalam sambutannya menegaskan bahwa konferensi ini digagas untuk memperkuat kontribusi akademisi terhadap isu-isu sosial yang berkembang. Ia menilai perubahan sosial yang terjadi saat ini menuntut perguruan tinggi untuk hadir memberikan arah dan solusi.


“Konferensi ini bukan sekadar forum ilmiah, tetapi ruang kolaborasi untuk membaca ulang kondisi sosial kita. Melalui pertukaran gagasan, riset, dan dialog lintas negara, kita berharap dapat merumuskan perspektif baru yang relevan bagi masyarakat,” ujar Daeng (11/12/2025)


Ia menambahkan bahwa ICSH 2025 dirancang sebagai platform berkelanjutan bagi peneliti, mahasiswa, dan praktisi untuk mengkaji ketahanan sosial serta harmonisasi nilai-nilai kemanusiaan dalam konteks perubahan zaman.


“Kami ingin ICSH 2025 menjadi tradisi akademik yang konsisten, yang tidak hanya memotret masalah, tetapi juga menawarkan arah perbaikan,” katanya.


Sementara itu, Rektor IAIH Pancor, Dr. TGB. M. Zainul Majdi,, MA., menilai tema konferensi sangat relevan dengan perubahan sosial yang terjadi di berbagai lapisan masyarakat. Ia menyebut audiens dakwah kini jauh lebih kritis dibandingkan dua dekade sebelumnya.


“Sekarang audiens mempertanyakan banyak hal yang dulu dianggap aksioma. Pola pertanyaan jamaah pun bergeser dari isu keseharian menjadi persoalan global,” ujarnya.


Ia juga membagikan refleksinya tentang dinamika dakwah. Ia menyebut karakter audiens saat ini jauh lebih kritis dibandingkan ketika ia pulang dari Kairo pada 1997.


“Sekarang audiens mempertanyakan banyak hal yang dulu dianggap aksioma atau postulat. Pertanyaan jamaah pun bergeser dari isu domestik ke isu global,” ucapnya.


Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat menuntut para pendakwah, akademisi, dan pemimpin publik untuk memperkuat kapasitas keilmuan serta sensitivitas sosial.


“Kita tidak bisa lagi berdakwah dengan pendekatan lama. Masyarakat kini menuntut argumentasi, data, dan kedalaman pandangan,” tegasnya.


Hadir sebagai pembicara tamu, Dekan FMKK Universitas Islam Selangor, Malaysia, Dr. Juzlinda Moh Ghazali, menyoroti pentingnya literasi digital dan etika kecerdasan buatan (AI) dalam menjaga ketahanan sosial. Ia mengingatkan bahwa 60 persen populasi Muslim berusia di bawah 30 tahun, sehingga adaptasi teknologi berkembang sangat cepat.


“Masyarakat mengonsumsi lebih banyak informasi, tetapi menyerap lebih sedikit kebijaksanaan. Kita semakin terhubung secara digital namun semakin terputus secara emosional,” katanya.


Ia menekankan perlunya kerangka etika AI dan literasi digital untuk mengurangi risiko misinformasi, manipulasi, dan kecanduan digital pada generasi muda.


“Kita tidak boleh hanya menjadi pengguna, tetapi harus menjadi pembentuk dan penjaga etis AI,” tegasnya.


Konferensi berlangsung dinamis dengan tingginya partisipasi peserta dalam sesi presentasi dan diskusi. ICSH 2025 menjadi salah satu upaya FDK IAIH Pancor memperkuat kontribusi akademik terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan.

Sabtu, 29 November 2025

Universitas Hamzanwadi Wisuda 1.287 Lulusan, Rektor Soroti Transformasi dan Daya Saing

Universitas Hamzanwadi

Okenews.net- Universitas Hamzanwadi menggelar Wisuda ke-10. Prosesi pengukuhan yang berlangsung sejak pagi itu dihadiri ribuan orang tua dan tamu undangan. Sebanyak 1.287 lulusan dari berbagai fakultas resmi dilepas untuk memasuki dunia kerja.Sabtu (29/11/2025).

Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah, menyebut pelaksanaan wisuda tahun ini beriringan dengan momentum peringatan Hari Guru. Ia menjelaskan bahwa kampus tersebut memiliki akar sejarah panjang sebagai STKIP yang berperan besar dalam mencetak pendidik di NTB selama puluhan tahun.

“Kita baru memperingati Hari Guru, dan kampus ini berdiri dari tradisi mencetak tenaga pendidik,” ujar wanita yang akrab disapa ummi Rohmi ini.

Ia mengatakan alumni Hamzanwadi telah tersebar di banyak wilayah dan lama mengabdi dalam dunia pendidikan. Rektor menilai hal ini menjadi pengingat penting bagi seluruh civitas akademika agar tetap menjaga mutu lulusan di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga profesional.

“Banyak guru yang bekerja di NTB maupun luar daerah merupakan lulusan kampus ini. Itu menjadi tanggung jawab besar bagi kita semua,” katanya.

Selain itu, Rohmi memaparkan beberapa capaian universitas dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut pembukaan fakultas kedokteran serta program studi pendidikan khusus bagi penyandang disabilitas sebagai langkah strategis yang jarang dimiliki perguruan tinggi di Indonesia, terutama di kawasan Bali Nusra.

“Prodi seperti pendidikan khusus jumlahnya sangat sedikit, dan Hamzanwadi menjadi salah satu yang menyediakannya,” ucapnya.

Menurutnya, capaian tersebut tidak boleh berhenti pada sekadar kebanggaan institusi. Ia menekankan bahwa seluruh kemajuan harus diikuti peningkatan kualitas layanan akademik dan non-akademik agar kampus tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Segala pencapaian ini harus memotivasi kita untuk bekerja lebih serius dan lebih berkualitas,” tegasnya.

Rohmi juga menyoroti dinamika pasar kerja yang berubah cepat akibat perkembangan teknologi. Ia menyampaikan bahwa Hamzanwadi kini sedang melakukan penataan struktur internal untuk memperkuat orientasi riset dan inovasi.

“Kami mulai bergerak dari teaching university menuju research university,” katanya.

Transformasi itu diperkuat melalui pembentukan tiga center of excellent yang berfokus pada literasi digital, bahasa asing, dan kewirausahaan. Rektor menilai ketiga aspek tersebut menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki lulusan agar dapat bersaing secara global.

“Mahasiswa harus melek digital, kuat berbahasa asing, dan berjiwa entrepreneur,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan adaptasi menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan lulusan di dunia kerja. Menurutnya, banyak pekerjaan saat ini tidak lagi berpatokan pada kesesuaian antara jurusan dan profesi, melainkan pada kelincahan lulusan membaca peluang.

“Banyak lulusan bekerja tidak sesuai jurusan, tapi mereka sukses karena adaptif,” katanya.

Untuk mendukung kesiapan lulusan, kampus juga memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui perkuliahan dan inkubator bisnis. Program tersebut digulirkan untuk mendorong mahasiswa menciptakan peluang usaha sejak masih kuliah.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mencari pekerjaan, tapi mampu menciptakan pekerjaan,” jelasnya.

Selain itu, Universitas Hamzanwadi membentuk Halal Center untuk membantu pelaku UMKM mendapatkan sertifikasi halal. Rektor menilai upaya itu penting agar produk daerah memiliki kesempatan masuk ke pasar internasional.

“Sertifikasi halal adalah kebutuhan untuk pengakuan global, dan kami ingin UMKM dipermudah,” tutupnya.

Selasa, 18 November 2025

Universitas Tarumanagara Duduki Peringkat 1 Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Universitas Tarumanegara

Okenews.net– Salah satu kampus swasta tertua  di Indonesia, Universitas Tarumanagara (Untar) menempati urutan pertama (1) di antara perguruan tinggi swasta di Indonesia dalam kategori kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pencapaian ini berdasarkan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Keputusan Nomor 0968/C3/DT.05.00/2025 tentang Penetapan Klaster mandiri Perguruan Tinggi Tahun 2026.

Dengan predikat ini, Untar menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan salah satu pilar utama Tridharma perguruan tinggi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pencapaian ini merupakan  tonggak penting dalam perjalanan Universitas Swasta terbaik yang memiliki 8 fakultas untuk jenjang S1, S2 dan S3.  

Menurut Rektor Universtas Tarumangara, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., penetapan predikat pada klaster mandiri sebagai perguruan tinggi swasta nomor satu (1) dalam kinerja penelitian dan pengabdian masyarakat ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga panggilan tanggung jawab untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat nyata dan berdampak positif bagi bangsa serta dunia Pendidikan khususnya.

“Seluruh sivitas akademika Untar telah bekerja keras menguatkan sinergi antara penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pengabdian yang memberikan dampak langsung,” kata Prof Amad. 

Kedepan, lanjut Prof Sudiro, Untar akan memperkuat kolaborasi interdisipliner, menggandeng mitra nasional dan internasional, serta memastikan bahwa penelitian dan pengabdian kami dapat dirasakan dampaknya secara luas oleh masyarakat.

“Dengan komitmen ini, kami yakin Untar dapat bertransformasi menjadi institusi yang semakin unggul, berdaya saing global, namun tetap berakar pada kepedulian sosial dan integritas akademik,” Kata Prof Sudiro.

Sementara itu, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara mengatakan sebagai yayasan yang menaungi Untar, merasa bangga sekaligus percaya bahwa posisi ini merupakan hasil dari sinergi yang baik antara visi strategis, sumber daya manusia, dan budaya kampus yang dinamis.

Peringkat tertinggi dalam klaster penelitian dan pengabdian masyarakat ini menegaskan bahwa Untar tidak hanya mengedepankan pendidikan formal, tetapi juga berkomitmen kuat untuk menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat. 

“Kami berharap pencapaian ini menjadi pijakan untuk langkah selanjutnya memperluas jaringan kemitraan, memperkuat kontribusi sosial dan membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan inovatif,” kata Prof Ariawan.

Yayasan Tarumangara, menurutnya akan terus mendukung penguatan infrastruktur riset, optimalisasi dana penelitian, serta pembinaan mahasiswa dan dosen agar mampu berkiprah secara nasional dan global.

Seperti diberitakan sebelumnya, Universitas Tarumanagara menempati peringkat satu (1) universitas swasta di bidang kinerja penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat dan menempati peringkat 11 secara nasional. 

Kamis, 13 November 2025

Ikuti Olimpiade di Kemenag RI, Dua Siswa MAN 1 Lotim Raih Dua Juara

Para juara MAN 1 Lombok Timur
Okenews.net - Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI kembali tahun ini gelar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Nasional yang  betlangsung di Asrama Haji Tangerang Banten pada 10 sd 12 Nopember 2025 yang diikuti seluruh juara OMI tingkat provinsi Se Indonesia. 

Pada lomba olimpiade paling bergengsi di Kementerian Agama ini, dua siswa  MAN 1 Lotim sukses meraih dua prestasi juara yakni: Rizky jihadul Fajri (XII IPA 1) Juara 3  atau meraih medali Perunggu bidang Fisika, sementara jaura Dhiya kausar XII IPA 1 Juara 3 atau peraih medali Perunggu pada bidang Kimia. 

"Kedua siswa ini berhasil membawa pulang medali juatmra, sertfikat dan dana pembinaan dari pihak panitia Kemenag RI, ungkap M Rodi dan Saripatul Mahmudah sebagai pembina pendamping kedua siswa MAN 1 Lotim ini di Tangerang Banten. 

Sementara itu kepala MAN 1 Lotim, M. Nurul Wathoni mengungkapkan rasa bahagia atas torehan prestasi dua siswanya. Capaian yang luar biasa ditengah persaingan yang semakin kompetitif. 

"Tentu ini tercapai karena kesungguhan siswa, pembina dan dukungan keluarga besar MAN 1 Lotim, pihak komite madrasah, pihak kemenag kabupaten, dan juga suport yang besar dari kanwil kemenag NTB. Prestasi ini menjadi pembuktian tentang prestasi MAN 1 Lotim ditingkat nasional, ungkap Wathoni.  

Dengab torehan prestasi yang sangat membanggakan ini, kepala Kanwil Kemenag NTB Haji Zamroni Aziz mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya. Bahwa pada OMI tahun ini, NTB sukses membawa pulang 10 prestasi juara dan ini sebuah pencapaian yang maksimal.  

"Ini menjadi bukti nyata dari kualitas dan mutu pendidikan madrasah NTB yang sangat baik. Tentu prestasi tahun ini hendaknya menjadi pemacu kita untuk tahun depan bisa meraih prestasi yang lebih banyak lagi. Insya alloh, jika kita benar_benar punya komitmen dan kesungguhan untuk meningkatkan prestasi pasti bisa  tercapai dan saya yakin anak_anak NTB mampu," tegas Zamroni

Rabu, 12 November 2025

Wabup Edwin Buka MTQ Aikmel, Dorong Lahirnya Generasi Qurani Berprestasi

Pembukaan MTQ Ke-31 Aikmel

Okenews.net– Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 tingkat Kecamatan Aikmel resmi dibuka oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, pada Selasa (11/11/2025) di Masjid Jami’atul Islamiyah Lendang Karang, Desa Kalijaga Timur.
 

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Camat Aikmel, Danramil, seluruh kepala desa se-Kecamatan Aikmel, Dewan Hakim, Tuan Guru, pimpinan pondok pesantren, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, pemerintah kecamatan, desa, Dewan Hakim, dan pondok pesantren yang telah berpartisipasi aktif mengirimkan kafilah terbaiknya. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju MTQ tingkat Kabupaten Lombok Timur yang akan digelar pada akhir November mendatang.


“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tapi memiliki misi besar sebagai wadah pembinaan generasi Qurani di tengah pesatnya perkembangan zaman,” ujar Wabup Edwin. 


Ia juha menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi daerah yang SMART, di mana salah satu poin utamanya adalah religiusitas.


Pemda, lanjutnya, menargetkan peningkatan prestasi Lombok Timur pada MTQ tingkat Provinsi tahun 2026 mendatang, dengan ambisi masuk tiga besar. Untuk mencapai hal tersebut, pembinaan sejak tingkat kecamatan menjadi kunci utama. 


Wabup menekankan pentingnya peran Dewan Hakim untuk bekerja jeli, objektif, dan profesional dalam menyeleksi peserta terbaik yang layak menjadi duta kabupaten.

Selain itu, pola pelatihan dan Training Center (TC) bagi para peserta MTQ tingkat kabupaten juga akan diperkuat. Hal ini merupakan tindak lanjut dari hasil kaji tiru Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Lombok Timur ke Kabupaten Lombok Tengah, yang dikenal berhasil menorehkan prestasi di tingkat provinsi.


“Apresiasi bagi para juara juga akan ditingkatkan sebagai bentuk motivasi dan penghargaan atas prestasi mereka,” tambahnya.


Menutup sambutan, Wabup Edwin mengingatkan seluruh pihak untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan objektivitas selama pelaksanaan MTQ. Ia yakin setiap langkah dan upaya yang dilakukan bernilai ibadah serta menjadi bagian dari pembentukan karakter Qurani di Lombok Timur.


MTQ ke-31 tingkat Kecamatan Aikmel ini akan berlangsung selama lima hari, mulai 11 hingga 15 November, dan diharapkan melahirkan para juara yang siap membawa nama baik daerah di ajang MTQ tingkat kabupaten maupun provinsi.

Selasa, 11 November 2025

Bawaslu Bangun Literasi Demokrasi di Gen Z Berkebutuhan Khusus

Badan Pengawas Pemilu Lombok Timur

Okenews.net- Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Lombok Menggelar Pengawasan Partisipatif di Sekolah Luar Biasa ( SLB ) Kabupaten Lombok Timur pada hari Selasa ( 11/11/2025).

Ketua Bawaslu Kabupaten Lombok Timur Suadi Mahsun mengatakan, kegiatan ini silaturrahmi dan memperkuat pengawasan partisipatif. Karena melihat berbagai kebutuhan kita di Bawaslu,Bahwa pengawasan ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh bawaslu itu tanpa melibatkan banyak pihak.

"Bawaslu memiliki kepentingan terhadap pemilih disabilitas terutama siswa-siswi yang ada di sekolah luar biasa negeri satu Lombok Timur ini harus dikawal hak pilihnya,"ujarnya.

Ia mengatakan, dengan adanya pengawasan partisipatif yang dilakukan di SLB ini katanya, terjalin kolaborasi, kerjasama yang baik di dalam memberikan pemahaman terkait dengan kepemiluan.Lebih-lebih, siswa-siswa yang ada di sini ada yang akan memasuki sebagai pemilih pemula

"Dari hasil pertemuan hari ini, ada yang kita dapatkan informasi ada yang sudah berusia 17 tahun, ada yang sudah berusia 17 tahun. Bahka  ada yang sudah memilih pada pemilu pemilihan yang telah lalu,"ujarnya.

Selain itu tambahnya, dalam pertemuan ini, yang paling penting, bagi pemilih disabilitas ini bahwa seluruh memastikan apakah sudah terpenuhi segala hak-haknya sebagai pemilih disabilitas di dalam menyalurkan hak potensinya. Diantaranya, yang berkaitan dengan hak disabilitas.

"Apakah yang bersangkutan sudah terdaftar tidak di DPT? I Apakah sudah terdaftar sebagai pemilih? apakah pemilih disabilitas ini mendapatkan akses gampang di dalam menyalurkan hak pilihnya,"ungkap ketua.

Dikatakannya juga, dalam kegiataj pangawasan Partisipatif di sekolah Luar biasa in, dimana para siswa merupakan siswa yang berkebutuhan khusus, tentunya kebutuhan - kebutuhannya harus terpenuhi seperti pendampingan, surat suara bagi yang tidak bisa melihat dan lain - lain.

"Dari seluruh pengawasan yang kita lakukan oleh Bawaslu ya, kita melihat memang kaitannya dengan soal pemilih disabilitas ini ya kurang terekspose, kurang dapat perhatian yang serius dari penyelenggara,"akunya.

Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan seperti ini, kita dapat menumukan solusi untuk mengatasi persoalan - persoalan yang kongkret soal kebutuhan disabilitas dan menjadi titik fokus pada pemilihan mendatang.

Sementara itu, Kepala sekolah Slb Takariyanto menjelaskan, jumlah siswa di SLB sebanyak 200 siswa, dimana jumlah siswa ini dibagi menjadi lima katagori. diantaranya Tuna Netra, Tuna rungu, tuna grahita, tuna Daksa, Autis.

"Yang paling banyak sekarang yang kita temukan adalah penyakit autis,"katanya.

Ia mengakan, dengan adanya pengawasan partisipatif dan kerja sama yang dilakukan dengan Bawaslu ini, tentunya akan sangat membantu bagi siswa kita, mengingat banyak yang akan menjadi pemilih pemula pada pemilihan tahun 2029 mendatang.

"Untuk siswa kita disini, dalam memberikan pembelajaran, harus dengan edukai  yang nyata, tidak terlalu banyak teori,"katanya

Untuk itu, berkat ada kegiatan seperti ini, sekolah merasa sangat berterima kasih karena mau memberikan pemahaman kepada siswa."ini merupakan salah satu bentuk untuk membangkitkan semagat siswa, "katanya.

Senin, 10 November 2025

Bawaslu Lotim dan Pramuka Bentuk Saka Adhyasta Pemilu, Tanamkan Semangat Demokrasi Sejak Dini

Badan Pengawas Pemilu Lotim

Okenews.net Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Timur menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Lombok Timur, Senin (10/11/2025). Kerja sama ini dilakukan dalam rangka pembentukan Saka Adhyasta Pemilu, satuan karya yang berfokus pada pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif di kalangan remaja.

Ketua Bawaslu Lombok Timur, Suhaidi Mahsun, mengatakan pembentukan Saka Adhyasta Pemilu merupakan langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini, terutama bagi kalangan pemilih pemula.

“Kerja sama ini berfungsi membantu pengawasan sekaligus memberikan edukasi politik kepada anggota Pramuka, khususnya tingkat Penegak dan Pandega yang akan segera menjadi pemilih,” jelas Suhaidi.

Ia menambahkan, jumlah pemilih pemula di Lombok Timur hingga semester III tahun ini mencapai 47 ribu orang, angka yang dinilainya sangat signifikan. Karena itu, keterlibatan Pramuka sebagai mitra strategis dinilai penting untuk memperluas jangkauan pengawasan partisipatif.

“Personel Bawaslu hanya sekitar 350 orang, sementara pemilih di Lombok Timur lebih dari satu juta. Maka pengawasan partisipatif menjadi solusi efektif, salah satunya melalui kerja sama dengan Gerakan Pramuka,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Lotim, Johari Marjan, menegaskan bahwa pembentukan Saka Adhyasta Pemilu merupakan tindak lanjut dari arahan Bawaslu RI.

“Saka Adhyasta sudah lama menjadi bagian dari struktur Bawaslu. Momentum Hari Pahlawan ini memberi semangat baru bagi kami untuk memperkuat pendidikan dan pengawasan Pemilu,” ungkapnya.

Ke depan, kata Johari, Bawaslu dan Kwarcab akan menggelar berbagai kegiatan kolaboratif untuk memperluas pemahaman tentang demokrasi dan meningkatkan partisipasi aktif generasi muda dalam pengawasan Pemilu.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lombok Timur, H. Lalu Ahmadi, menyambut baik kerja sama ini.

“Kami bersyukur Bawaslu menggandeng Pramuka sebagai mitra dalam membentuk Saka Adhyasta Pemilu. Ini menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk berperan aktif dalam kehidupan demokrasi,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, diharapkan semangat kepahlawanan dan nilai-nilai demokrasi dapat tumbuh kuat di kalangan generasi muda Lombok Timur.

Jumat, 31 Oktober 2025

Dua Lokasi Diusulkan, Pembangunan SMA Garuda Tunggu Hasil Kajian

Bupati Lombok Timur H. Hairul Warisin 

Okenews.net– Komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) diwujudkan melalui usulan dua lokasi untuk pembangunan SMA Unggul Garuda. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendorong pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin pada Jumat (31/10/2025) memimpin langsung peninjauan dua lokasi usulan, masing-masing di Lemor dan Gunung Malang. Setelah peninjauan, dilanjutkan dengan diskusi bersama tim dari Kementerian Pendidikan, di Ruang Kerja Bupati.


Bupati menegaskan komitmen penuh Pemda untuk mendukung proyek pendidikan nasional tersebut.


“Keputusan ada di pusat. Yang jelas kita sudah usulkan dua lokasi. Menurut saya, ini lokasi sangat menarik. Ada sisi positif dan negatif yang perlu kita sempurnakan,” ujar Bupati.


Sementara itu, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Ahmad Najib Burhani, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemkab Lombok Timur.


“Kami memang mencari lokasi di kawasan Indonesia Timur. Salah satu daerah yang belum memiliki Sekolah Garuda adalah Nusa Tenggara Barat. Karena itu, kami berterima kasih atas usulan Bupati,” ungkapnya.


Najib menyebutkan, pemilihan lokasi di Lombok Timur menjadi “selection headache” atau pilihan sulit, karena keduanya sama-sama strategis dan memenuhi sebagian besar kriteria. Syarat utama yang dipertimbangkan adalah ketersediaan lahan minimal 20 hektar, dengan akses jalan dan infrastruktur pendukung memadai.


“Yang terpenting adalah kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat. Jika semua proses mendapat dukungan yang baik, pembangunan bisa berjalan lancar dan cepat,” tambahnya.


Dirjen juga menargetkan, jika seluruh proses kajian berjalan sesuai rencana, pembangunan SMA Unggul Garuda akan dimulai tahun 2026, dan tahun 2027 sudah bisa menerima peserta didik baru.


“Untuk 2025 ada empat lokasi yang dibangun, dan tahun 2026 kami rencanakan tambahan, salah satunya di NTB, di Lombok Timur,” jelasnya.


Sementara itu, Muhamad Fajar Subkhan dari Politeknik Negeri Malang yang tergabung dalam tim penilai, menjelaskan bahwa kajian kelayakan meliputi legalitas lahan dan aspek teknis di lapangan.


“Kami memastikan tanahnya clear and clean, baik dari sisi legalitas maupun teknis. Idealnya, lokasi sudah siap bangun dengan dukungan sarana dasar seperti listrik dan air, karena sekolah ini akan berbasis asrama,” pungkasnya.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi