www.okenews.net: Pendidikan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 April 2026

Sekolah Sempat Ambruk, SDN 4 Pandan Wangi Kini 80 Persen Selesai

Foto: SDN 4 Pandan Wangi Jerowari

Okenews.net – Setelah sempat ambruk, gedung SDN 4 Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, akhirnya rampung dikerjakan. Proyek pembangunan sekolah tersebut kini telah mencapai 80 persen. 


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, menyampaikan pembangunan ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur melalui pelaksana CV Mitra Karya. 


“Secara teknis, Dinas Pendidikan yang membuatkan proposal ke Bupati, kemudian dikerjakan oleh BPBD Lombok Timur,” ujar Wathoni, Senin, 27 April 2026.


Ia menjelaskan, pembangunan sekolah menelan anggaran Rp260 juta. Dana tersebut bersumber dari Dana Tidak Terduga (DTT) APBD Lombok Timur. 


Sebelumnya, gedung SDN 4 Pandan Wangi dilaporkan ambruk sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Pemerintah daerah kemudian merespons cepat dengan mengajukan pembangunan darurat melalui BPBD.


Wathoni mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah. “Kami berterima kasih kepada Pemda Lombok Timur yang telah gerak cepat menyelesaikan pembangunan ini. Dengan progres 80 persen, siswa akan segera bisa belajar dengan layak,” katanya. 


Dengan selesainya pembangunan ini, aktivitas belajar mengajar SDN 4 Pandan Wangi diharapkan kembali normal dalam waktu dekat.

Sabtu, 25 April 2026

Dua Siswa MAN 1 Lotim Raih Juara 1 dan Juara 3 Lomba Karya Ilmiah Nasional di Malang

Noval Anugrah kelas XI IPS 1 dan Hyvatya Al Maida kelas X I,

Okenews.net
– Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lombok Timur (Lotim) berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 dan Juara 3 pada lomba karya ilmiah tingkat nasional Edu Spark Vol. II yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang, Jawa Timur, Sabtu (25/4/2026).

Ajang yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini diawali dengan seleksi daring untuk menjaring finalis terbaik. Enam siswa MAN 1 Lotim yang aktif dalam ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) berhasil lolos ke babak final dan mempresentasikan karya mereka secara langsung di kampus penyelenggara.

Koordinator Tim Prestasi MAN 1 Lotim, Siti Surodiana menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari konsistensi pembinaan serta semangat kompetitif siswa dalam mengembangkan tradisi ilmiah.

“Alhamdulillah, ini prestasi yang sangat membanggakan. Enam siswa kita mampu menembus final nasional dan dua di antaranya meraih juara. Ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan riset siswa kita mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan, termasuk dari Jawa seperti MAN 2 Malang,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari peran pembina KIR yang selama ini aktif membimbing siswa dalam mengasah kemampuan menulis dan berpikir kritis, inovatif, kolaboratif, adaptif, serta berdaya saing tinggi.

Adapun Juara 1 diraih oleh Noval Anugrah, siswa kelas XI IPS 1, melalui karya berjudul “Transformasi Budaya Scroll Menjadi Budaya Kritis: Pemanfaatan Media Sosial Bagi Siswa. Sementara Juara 3 diraih oleh Hyvatya Al Maida, siswa kelas X I, dengan karya berjudul “Menjembatani Kesenjangan Digital: Transformasi Pendidikan di Wilayah Pelosok Melalui Aplikasi EduPelosok.”

Sementara Pelaksana Tugas (PLt) Kepala MAN 1 Lotim L Dedi Mardono menegaskan komitmen madrasah dalam mendukung pengembangan potensi akademik siswa melalui berbagai ajang kompetisi, serta memperkuat budaya riset, literasi, inovasi, dan prestasi berkelanjutan di lingkungan madrasah.

“Kami memberikan dukungan penuh, baik dari sisi pembinaan maupun pembiayaan. Enam siswa yang lolos final telah difasilitasi secara maksimal hingga mengikuti presentasi di Malang. Atas prestasi ini, mereka juga mendapatkan piala, sertifikat, dan dana pembinaan, serta akan diberikan reward tambahan dari madrasah,” tegasnya.

Ia berharap, prestasi ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh siswa MAN 1 Lotim untuk terus berinovasi dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat budaya riset di lingkungan madrasah.

Jumat, 24 April 2026

Hamzanwadi Go Global: 19 Mahasiswa Pariwisata Siap Magang ke Jepang

Universitas Hamzanwadi

Okenews.net-Universitas Hamzanwadi melalui Direktorat Kerja Sama dan Hubungan Internasional menggelar kegiatan pelepasan peserta Program Magang Internasional ke Jepang bagi mahasiswa Program Studi Pariwisata. Kegiatan ini berlangsung di Meeting Room Rektorat Universitas Hamzanwadi, pukul 09.00–11.00 WITA.

Acara dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, jajaran wakil rektor, Dekan Fakultas Bahasa, Seni, dan Humaniora, Koordinator Prodi Pariwisata Muhammad Ramli, M.Pd, Direktur PT Indonesia Nippon Anugrah (INA) Parman Munte, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Lombok Timur, Kepala Kantor Imigrasi Lombok Timur, serta para peserta dan orang tua.

Koordinator Prodi Pariwisata menjelaskan bahwa program ini telah berjalan sejak 15 April 2025, dimulai dari tahap sosialisasi, seleksi, wawancara, hingga pelatihan bahasa. Sebanyak 19 mahasiswa akan diberangkatkan dalam dua kloter, dengan keberangkatan pertama dijadwalkan pada 5 Mei 2026. Program magang berlangsung selama satu tahun dan akan dikonversi menjadi dua semester perkuliahan, yakni semester 6 dan 7.

Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal. “Gunakan waktu satu tahun ini untuk meningkatkan skill dan kemampuan bahasa. Pengalaman tidak bisa dibeli, tetapi akan menjadi bekal berharga di masa depan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT INA atas kerja sama yang terjalin dan berharap kolaborasi dapat terus diperluas.

Sementara itu, Direktur PT INA, Parman Munte, menyampaikan bahwa peserta akan dibagi dan ditempatkan di dua tempat, yakni Gensen Holding dan Itoens Hotel. Ia optimistis mahasiswa Universitas Hamzanwadi mampu beradaptasi dengan baik di Jepang, mengingat hasil pelatihan dan seleksi menunjukkan kesiapan yang positif.

Melalui program ini, Universitas Hamzanwadi terus mendorong mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman global serta meningkatkan daya saing di industri pariwisata internasional.

OPSI 2

“Tembus Industri Global, Mahasiswa Hamzanwadi Berangkat Magang ke Jepang”

Selong — Suasana penuh semangat dan optimisme mewarnai pelepasan peserta Program Magang Internasional ke Jepang bagi mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kerja Sama dan Hubungan Internasional ini berlangsung di Meeting Room Rektorat Universitas Hamzanwadi, pukul 09.00–11.00 WITA.

Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, jajaran wakil rektor, Dekan Fakultas Bahasa, Seni, dan Humaniora, Koordinator Prodi Pariwisata Muhammad Ramli, M.Pd, Direktur PT Indonesia Nippon Anugrah (INA) Parman Munte, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Lombok Timur, Kepala Kantor Imigrasi Lombok Timur, serta para peserta beserta orang tua.

Sebanyak 19 mahasiswa akan diberangkatkan dalam dua kloter, dengan keberangkatan pertama pada 5 Mei 2026. Program ini merupakan hasil proses panjang sejak April 2025, mulai dari sosialisasi, seleksi, wawancara, hingga pelatihan bahasa. Selama satu tahun, mahasiswa akan menjalani magang di industri internasional yang kemudian dikonversi menjadi dua semester perkuliahan.

Koordinator Prodi Pariwisata mengingatkan agar mahasiswa tetap menjaga komitmen akademik, khususnya dalam penyelesaian tugas akhir, sekaligus membuka peluang bagi batch berikutnya untuk mengikuti program serupa.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pesan penuh motivasi kepada peserta. “Manfaatkan waktu satu tahun ini sebaik mungkin. Tingkatkan skill dan kemampuan bahasa. Pengalaman seperti ini tidak bisa dibeli, tetapi akan menjadi bekal besar untuk masa depan,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi kerja sama dengan PT INA serta membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Ketenagakerjaan dan Imigrasi Lombok Timur, guna menyiapkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global.

Sementara itu, Direktur PT INA menyampaikan bahwa mahasiswa akan ditempatkan di Gensen Holding dan Itoens Hotel. Ia optimistis mahasiswa Universitas Hamzanwadi mampu beradaptasi dengan cepat di Jepang, didukung hasil pelatihan dan seleksi yang menunjukkan kesiapan yang sangat baik.

Program ini menjadi langkah nyata Universitas Hamzanwadi dalam mendorong mahasiswa menembus batas global, sekaligus memperkuat kompetensi dan kepercayaan diri dalam menghadapi dunia kerja internasional.


OPSI 3

“Harapan dan Doa Mengiringi Langkah ke Jepang, Hamzanwadi Lepas Mahasiswa Magang Internasional”

Selong — Suasana haru, bangga, dan penuh harapan menyelimuti pelepasan peserta Program Magang Internasional ke Jepang bagi mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kerja Sama dan Hubungan Internasional ini berlangsung di Meeting Room Rektorat Universitas Hamzanwadi, pukul 09.00–11.00 WITA.

Dihadiri oleh Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, jajaran pimpinan universitas, mitra industri, serta orang tua mahasiswa, momen ini menjadi langkah awal perjalanan besar bagi 19 mahasiswa yang akan menapaki pengalaman internasional.

Koordinator Prodi Pariwisata, Muhammad Ramli, M.Pd, menjelaskan bahwa program ini telah melalui proses panjang sejak April 2025, mulai dari sosialisasi, seleksi, wawancara, hingga pelatihan bahasa. Para peserta akan diberangkatkan dalam dua kloter, dengan keberangkatan pertama pada 5 Mei 2026, untuk menjalani magang selama satu tahun yang dikonversi menjadi dua semester perkuliahan.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan pesan yang menyentuh sekaligus penuh makna. Ia mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.

“Gunakan waktu satu tahun ini untuk meng-upgrade skill dan kemampuan bahasa. Pengalaman seperti ini tidak bisa dibeli, tetapi akan menjadi bekal hidup yang sangat berharga,” tuturnya.

Tak hanya itu, Rektor juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para orang tua.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Hamzanwadi untuk mendidik putra-putri Bapak/Ibu. Dukungan dan doa orang tua adalah kekuatan terbesar bagi mereka dalam menempuh perjalanan ini,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan komitmen universitas dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak, termasuk mitra industri dan instansi pemerintah.

Sementara itu, Direktur PT Indonesia Nippon Anugrah (INA), Parman Munte, menyampaikan bahwa mahasiswa akan ditempatkan di Gensen Holding dan Itoens Hotel. Ia optimistis seluruh peserta mampu beradaptasi dengan cepat di Jepang, mengingat kesiapan yang telah ditunjukkan selama proses pelatihan.

Pelepasan ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik awal perjalanan mimpi. Dengan doa orang tua, dukungan kampus, dan semangat belajar yang tinggi, para mahasiswa diharapkan mampu membawa nama baik almamater dan kembali dengan pengalaman yang mengubah masa depan.

Rabu, 22 April 2026

Jelang PPDB 2026, Dikbud Lotim Perketat Aturan, Cegah Pungli dan Atasi Ketimpangan Siswa

Foto : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur

Okenews.net- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur terus mematangkan persiapan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2026. Sejumlah regulasi disiapkan guna mengantisipasi persoalan yang kerap muncul, termasuk praktik pungutan liar (pungli) serta ketimpangan jumlah siswa antar sekolah.

Kepala Dikbud Lombok Timur (Lotim), Nurul Wathoni, menegaskan bahwa petunjuk teknis (juknis) PPDB telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan ditindaklanjuti oleh daerah dengan penyesuaian kondisi lokal.

"Juknis dari kementerian sudah ada, dan kami juga telah mengeluarkan turunan yang disesuaikan dengan kondisi daerah. Termasuk menyiapkan regulasi dan surat edaran untuk mencegah adanya pungli dalam proses penerimaan siswa baru," ujarnya, Rabu (22/4).

Menurutnya, aturan tersebut penting untuk memastikan proses PPDB berjalan transparan dan sesuai ketentuan. Selain itu, pihaknya juga telah mengusulkan kuota tertentu ke kementerian sebagai upaya mengurangi persoalan yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Ia mengakui, sistem zonasi masih menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan PPDB. Di satu sisi terdapat sekolah dengan kuota terbatas namun memiliki minat tinggi, sementara di sisi lain masih ada sekolah yang kekurangan siswa.

"Ada sekolah yang dibatasi jumlah siswanya, sementara minat masyarakat sangat besar. Ini yang menjadi persoalan sejak diberlakukannya sistem zonasi," jelasnya.

Lebih lanjut, Wathoni menilai preferensi masyarakat yang cenderung memilih sekolah tertentu berdasarkan reputasi turut memperparah ketimpangan tersebut, meskipun kualitas pendidikan di sekolah lain dinilai tidak kalah bersaing.

"Masih ada wali murid yang fanatik pada satu sekolah, padahal sekolah lain juga memiliki prestasi yang baik. Ini yang menjadi beban bagi kami," tambahnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dikbud telah melakukan berbagai sosialisasi melalui UPTD dan pihak sekolah agar pemahaman masyarakat terhadap sistem zonasi semakin meningkat.

Selain itu, sekolah-sekolah yang kurang diminati juga didorong untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas agar mampu menarik minat masyarakat.

"Sekolah yang kurang diminati harus melakukan pembenahan agar bisa menarik minat masyarakat," tegasnya.

Ia mengungkapkan, sekolah yang kekurangan siswa umumnya berada di wilayah pedesaan dengan akses terbatas, serta menghadapi persaingan dengan sekolah swasta maupun pondok pesantren.

Bahkan, Dikbud Lotim telah menutup sejumlah sekolah yang tidak lagi aktif akibat minimnya jumlah siswa.

“Sudah ada empat sekolah yang kami tutup karena dalam beberapa tahun tidak aktif. Ada juga kasus di Sembalun, satu SMP hanya memiliki lima siswa,” ungkapnya.

Ke depan, pihaknya akan lebih selektif dalam memberikan izin pendirian sekolah baru dengan mempertimbangkan kebutuhan riil di lapangan melalui kajian yang lebih komprehensif.

Halal Bihalal PGRI Masbagik, Bupati Resmikan Gedung dan Lepas Jemaah Haji

PGRI Masbagik

Okenews.net– Kebersamaan dan nuansa religius terasa kental dalam kegiatan Halal Bihalal keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Masbagik, Rabu (22/4). Kegiatan yang berlangsung di halaman SDN 3 Masbagik Selatan ini dirangkai dengan pelepasan jemaah calon haji serta peresmian gedung PGRI Kecamatan Masbagik.

Peresmian gedung ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan pendidik dalam mendorong terwujudnya Lombok Timur Smart.

Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin memberikan pesan kepada para calon jemaah haji agar mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Ia menekankan pentingnya menjaga kesabaran, keikhlasan, serta menghindari emosi selama menjalankan ibadah haji.

“Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan hati. Jaga lisan, bersabar, dan ikhlas agar memperoleh haji yang mabrur,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga menegaskan komitmennya dalam pembangunan daerah. Ia menyebut ketegasan yang selama ini diterapkan bertujuan mempercepat pencapaian program dan target pembangunan.

Kepada para guru, Bupati meminta agar terus menjalankan peran sebagai pendidik dengan penuh keikhlasan serta menjadi teladan bagi peserta didik. Ia juga mengapresiasi sekolah-sekolah yang mampu menjaga lingkungan pendidikan yang kondusif.

“Peran guru sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Teruslah menjadi contoh yang baik sesuai nilai-nilai pendidikan,” pesannya.

Sementara itu, mewakili Ketua PGRI Lombok Timur, Kepala UPT Dinas Dikbud Masbagik Mahsun menyampaikan bahwa PGRI merupakan organisasi besar dengan jumlah anggota yang signifikan, termasuk di Masbagik.

Ia menegaskan dukungan PGRI terhadap program pemerintah daerah, terutama dalam memajukan sektor pendidikan. Mahsun juga mengapresiasi kebijakan Bupati yang dinilai berpihak kepada tenaga pendidik, termasuk rencana pembangunan gedung sekretariat PGRI yang lebih representatif.

“PGRI siap bersinergi dan mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Lombok Timur,” tegasnya.

Sabtu, 18 April 2026

Halal Bihalal PGRI Pringgabaya, Sekda Tekankan Peran Guru dan Jaminan Kesejahteraan

Foto: Sekertaris Daerah dalam Halal Bihalal PGRI Peringgabaya

Okenews.net– Keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Pringgabaya menggelar Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan pelepasan guru purnabakti, Sabtu (18/4). Kegiatan berlangsung di halaman SMPN 1 Pringgabaya dan dihadiri ratusan guru.

Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, yang hadir mewakili Bupati H. Haerul Warisin, menyampaikan pesan agar para pemimpin daerah mampu bergerak cepat dalam menangkap peluang dari pemerintah pusat, baik dalam bentuk program maupun tambahan anggaran pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Sekda juga memberikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi dan loyalitas mereka dalam menjaga kebersamaan. Ia menilai momentum Halal Bihalal harus menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas pengabdian di dunia pendidikan.

Menurutnya, arah pembangunan pendidikan di Lombok Timur telah tertuang jelas dalam dokumen perencanaan daerah. Pemerintah, melalui sinergi dengan BKPSDM, berkomitmen memperhatikan status kepegawaian tenaga pendidik, khususnya mendorong guru paruh waktu menjadi penuh waktu demi peningkatan kesejahteraan.

Sekda menegaskan, peran guru sangat vital sebagai ujung tombak pendidikan, terutama dalam memperkuat karakter siswa di tengah derasnya arus informasi. Ia juga mengingatkan pentingnya sikap adaptif agar mampu menghadapi tantangan zaman.

Selain itu, ia menyinggung rencana pembangunan Sekolah Garuda di wilayah Pringgabaya yang ditujukan untuk mencetak generasi unggul dengan kemampuan teknologi tinggi.

Terkait isu PPPK, Sekda meminta para guru tetap optimistis. Ia memastikan pemerintah daerah terus berupaya memperjuangkan nasib tenaga pendidik agar mendapatkan kepastian dan peningkatan kesejahteraan.

“Di Lombok Timur, kebijakan kepala daerah sangat berpihak kepada guru. Upaya komunikasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan,” ujarnya.

Sekda juga berpesan agar para guru turut menjaga kondusivitas di media sosial dengan memperkuat solidaritas dan saling mendukung.

Sementara itu, Ketua Panitia Mukhsin mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan mempererat silaturahmi antaranggota PGRI sekaligus menjadi momen saling memaafkan usai Idul Fitri.

Acara juga diisi dengan prosesi pelepasan guru purnabakti sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka. Pada kesempatan tersebut, Sekda menyerahkan cinderamata secara simbolis kepada perwakilan guru yang telah memasuki masa purna tugas.

Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPRD, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala BKPSDM Lombok Timur sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap peran strategis guru dalam pembangunan daerah.

Rabu, 15 April 2026

Halal Bihalal PGRI Selong, Bupati Dorong Guru Wujudkan Lotim Smart

Foto: Bupati Lombok Timur dalam Halal Bihalal PGRI

Okenews.net – Suasana kebersamaan mewarnai kegiatan halal bihalal yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Selong, Rabu (15/4). Acara yang berlangsung di SDN 2 Kelayu Utara ini dirangkai dengan pelepasan guru purna tugas serta pemberian bingkisan kepada calon jamaah haji dari kalangan pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan UPT Dikbud Kecamatan Selong.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kekompakan para guru dan pengurus PGRI dalam menyukseskan acara yang sarat nilai silaturahmi tersebut.

Bupati juga menyampaikan kabar positif terkait kondisi ekonomi daerah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Lombok Timur saat ini menempati posisi kedua tertinggi di NTB setelah Kota Mataram, yang berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat.

“Ini terlihat dari antusiasme dan kesiapan kegiatan hari ini,” ujarnya.

Selain itu, Haerul Warisin memberikan motivasi kepada para pendidik agar menjalankan tugas dengan penuh ketulusan. Ia menekankan pentingnya peran guru dalam mencetak generasi unggul melalui proses pendidikan yang berkualitas.

Terkait visi “Lombok Timur Smart”, Bupati mengakui tantangan yang dihadapi cukup besar. Namun, ia optimistis target tersebut dapat tercapai jika seluruh elemen, termasuk guru, bersinergi dan bergerak bersama.

Ia juga meminta para guru turut mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar benar-benar memberikan manfaat optimal bagi peserta didik, khususnya dalam pemenuhan gizi.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan sekretariat PGRI Lombok Timur melalui anggaran perubahan tahun berjalan.

Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Selong, Zulkarnadi, menyebut kegiatan halal bihalal ini menjadi momentum mempererat ukhuwah antarpendidik. Ia juga menyampaikan bahwa tahun ini terdapat 24 guru yang memasuki masa purna tugas serta 9 guru yang akan menunaikan ibadah haji.

“Semangat kebersamaan ini akan terus kami jaga, termasuk dalam upaya membangun sekretariat PGRI ke depan,” tandasnya.

Selasa, 14 April 2026

Dugaan Pelanggaran Ujian TKA SMP, Dikbud Lotim Panggil Pihak Sekolah

Kepala Dinas Dikbud Lotim M. Nurul Wathoni, M.Pd
Okenews.net
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur mengambil langkah tegas menyikapi dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang melibatkan salah satu SMP IT swasta di wilayah Sembalun. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen menjaga integritas serta mutu pelaksanaan asesmen pendidikan di daerah.


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur, M. Nurul Wathoni menyampaikan pihaknya akan segera memanggil pihak sekolah terkait untuk dilakukan klarifikasi secara resmi. Pemanggilan tersebut dijadwalkan berlangsung Rabu (15/04/3026) pagi di kantor Ddikbud guna memastikan fakta dan kronologi kejadian secara objektif.

“Besok pagi kami panggil pihak SMP IT swasta di Sembalun untuk klarifikasi di Dinas Pendidikan. Jika terbukti terjadi pelanggaran, tentu akan kami berikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya, Selasa (14/04/2026).

Selain SMP, data dugaan pelanggaran TKA juga dilakukan oleh salah satu madrsadah swasta. Oleh karena itu ia berharap Kementerian Agama Lombok Timur dapat melakukan langkah yang sama agar tidak mencoreng nama baik Kabupaten Lombok Timur.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah secara terbuka menyampaikan daftar satuan pendidikan yang dikenai sanksi secara nasional, termasuk yang berada di wilayah Lombok Timur. Langkah transparansi tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh sekolah dan madrasah agar lebih serius dan bertanggung jawab dalam melaksanakan asesmen.

Menurutnya, pelaksanaan TKA bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan instrumen penting dalam mengukur capaian serta memetakan mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan. Oleh karena itu, setiap proses pelaksanaannya harus menjunjung tinggi prinsip kejujuran, objektivitas, dan akuntabilitas.

“Hasil TKA sangat penting sebagai dasar pengukuran dan pemetaan mutu pendidikan. Dari sana akan menjadi acuan dalam perbaikan serta penataan program penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan, termasuk bagi Dinas Pendidikan dalam merumuskan kebijakan ke depan,” jelasnya.

Wathoni menegaskan, seluruh satuan pendidikan harus memiliki kesungguhan dalam melaksanakan TKA sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ke depan, pengawasan akan diperketat dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Agama, akan terus diperkuat guna memastikan setiap tahapan pelaksanaan asesmen berjalan dengan baik dan berintegritas.

Senin, 13 April 2026

Institut Elkatarie Raih Akreditasi “Baik Sekali”, Tadris Bahasa Inggris Makin Kompetitif

Foto: Rektor Institut Elkatarie Asbullah Muslim

Okenews.net- Institut Elkatarie kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan tinggi. Program Studi Tadris Bahasa Inggris resmi meraih akreditasi “Baik Sekali” dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, sebagai pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan di bidang kependidikan.

13/4


Capaian ini menjadi bukti konsistensi Institut Elkatarie dalam meningkatkan mutu akademik. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan kualitas pembelajaran, hingga pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat global.


Rektor Institut Elkatarie, Asbullah Muslim, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh civitas akademika.


“Akreditasi ‘Baik Sekali’ ini adalah buah dari kerja kolektif seluruh elemen kampus. Ini bukan akhir, melainkan langkah awal untuk terus meningkatkan mutu menuju akreditasi Unggul,” ujarnya.


Program Studi Tadris Bahasa Inggris juga terus berinovasi dalam proses pembelajaran. Integrasi teknologi digital, pendekatan komunikatif, serta penguatan nilai-nilai keislaman menjadi fokus utama dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.


Selain itu, kontribusi dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat turut menjadi pilar penting dalam mendukung peningkatan kualitas institusi secara berkelanjutan.


Ke depan, Institut Elkatarie berkomitmen memperluas jejaring kerja sama, meningkatkan kualitas lulusan, serta memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun internasional.


Dengan raihan akreditasi ini, Institut Elkatarie semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada mutu, inovasi, dan keberlanjutan di dunia pendidikan.

209 Mahasiswa KKN Diterjunkan, Lotim Perkuat Program Kesehatan Desa

Foto: Bupati Lombok Timur H. Haerul Wasisin

Okenews.net – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menerima 209 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Poltekkes Kemenkes Mataram, Senin (13/4). Kehadiran ratusan mahasiswa ini diharapkan mampu memperkuat program kesehatan masyarakat hingga tingkat desa.

KKN tahun ini mengusung fokus pada percepatan penanganan stunting, peningkatan cakupan imunisasi, serta penguatan upaya promotif dan skrining penyakit berbasis masyarakat. Para mahasiswa akan diterjunkan langsung ke rumah-rumah warga untuk melakukan pendekatan personal sekaligus pendataan kesehatan.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Poltekkes Kemenkes Mataram yang kembali menjadikan Lombok Timur sebagai lokasi pengabdian. Ia menilai kehadiran mahasiswa menjadi peluang besar untuk membantu pemerintah daerah dalam menjangkau masyarakat secara lebih dekat.

Menurutnya, KKN merupakan fase penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam kondisi nyata di lapangan. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan di masyarakat jauh lebih kompleks, sehingga kemampuan komunikasi menjadi kunci utama.

“Mahasiswa akan berhadapan dengan beragam karakter masyarakat. Di sinilah kemampuan beradaptasi dan menyampaikan edukasi sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan kesehatan, termasuk upaya menekan angka stunting serta kematian ibu dan bayi. Berbagai fasilitas kesehatan terus dikembangkan, mulai dari rumah sakit hingga layanan berbasis masyarakat.

Namun demikian, ia mengakui ketersediaan sumber daya manusia (SDM) kesehatan masih menjadi tantangan utama. Pemerintah, kata dia, terus mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan agar pelayanan semakin optimal.

Bupati juga berpesan kepada seluruh mahasiswa KKN agar aktif melakukan edukasi langsung kepada masyarakat, terutama terkait pola hidup sehat, gizi, dan pentingnya data kesehatan yang akurat.

Sementara itu, Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Mataram, Ni Putu Karunia Ekayani, menjelaskan bahwa KKN merupakan program wajib yang dirancang untuk membentuk kemampuan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat.

Ia menyebut Lombok Timur sebagai mitra strategis yang konsisten menjadi lokasi KKN. Tahun ini, program dilaksanakan dengan pendekatan Interprofessional Collaboration (IPC) yang melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu kesehatan.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami kondisi sosial masyarakat dan bekerja lintas profesi dalam menyelesaikan persoalan kesehatan,” jelasnya.

Sebanyak 209 mahasiswa akan disebar di sejumlah desa pada tiga kecamatan, mencakup sekitar 20 desa lokasi KKN. Mereka diharapkan mampu berbaur dengan masyarakat serta memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas kesehatan.

Ekayani juga mengingatkan agar seluruh peserta menjaga nama baik institusi dengan menjunjung tinggi etika, sopan santun, serta menghormati budaya lokal selama menjalankan tugas pengabdian.

Minggu, 12 April 2026

Wabup Lotim Tekankan Sinergi Pendidikan dan Sosial di Milad LPS Sirzam Pancor

Foto: Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya

Okenews.net- Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menegaskan pentingnya perpaduan antara pendidikan dan aspek sosial dalam menghadapi tantangan masyarakat modern. Hal itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Milad ke-4 Lembaga Pendidikan Sosial (LPS) Sirzam Pancor, Sabtu (11/04/2026).

Menurutnya, nilai yang selama ini dipegang Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dalam menyandingkan pendidikan dan sosial harus terus dijaga. Ia menilai, penyelesaian persoalan sosial hanya bisa dilakukan secara efektif jika ditangani oleh sumber daya manusia yang berpendidikan.

“Masalah sosial akan lebih mudah diselesaikan jika ditangani oleh orang-orang yang memiliki bekal pendidikan yang baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga memaparkan program “Sekolah Rakyat” sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan. Program berbasis asrama yang berlokasi di Lenek tersebut saat ini telah menampung sekitar 100 siswa dari keluarga kurang mampu. Selain itu, pemerintah juga tengah mempersiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Garuda.

Ia juga menyoroti fenomena kepanikan masyarakat terkait isu kelangkaan gas elpiji. Menurutnya, maraknya informasi di media sosial tanpa diimbangi literasi yang baik memicu panic buying, sehingga memperparah kondisi distribusi.

“Bukan hanya soal pasokan, tapi kepanikan masyarakat juga membuat distribusi semakin terganggu,” jelasnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, kini fokus mempercepat distribusi setelah adanya tambahan pasokan melalui Pelabuhan Lembar. Ia juga mengingatkan bahwa ketergantungan impor elpiji nasional turut memengaruhi kondisi di daerah, terlebih saat lonjakan kebutuhan pada Ramadan dan Idulfitri.

Wabup turut mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup hemat energi di tengah pengawasan subsidi yang semakin ketat. Bahkan, kebijakan Work From Home (WFH) tengah diuji coba sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar.

Sementara itu, Ketua Panitia Mursidin menyampaikan bahwa rangkaian milad diisi berbagai kegiatan keagamaan, seperti ujian hafalan Al-Qur’an bagi santri dengan kategori 3, 5, hingga 10 juz, serta Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) tingkat lembaga yang telah digelar sebelumnya.

Ia menambahkan, LPS Sirzam yang awalnya hanya berfokus pada pembelajaran dasar Al-Qur’an kini berkembang menjadi lembaga pembinaan tahfidz yang lebih terstruktur, dengan jumlah santri mencapai lebih dari 100 orang.

Peringatan milad yang berlangsung di Lapangan RTQ Sirzam Pancor tersebut juga dirangkaikan dengan wisuda hafalan santri Rumah Tahfidz Quran (RTQ) Sirzam Pancor.

Jumat, 03 April 2026

Pacasarjana Hamzanwadi Gelar Halalbihalal Bersama Kadis Dikbud Lotim

Suasana acara Halalbihalan Pascasarja Universitas Hamzanwadi bersama Kadis Dikbud
Okenews.net - Program Pascasarjana Universitas Hamzanwadi menggelar halalbihalal bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur pada Jumat, 03 April 2026. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Direktur Pascasarjana Dr. H. Musifuddin mengatakan halalbihalal bukan sekadar dimaknai sebagai tradisi sosial pasca-Ramadan, tetapi sebagai ruang refleksi kolektif, memperkuat relasi sosial, dan meneguhkan nilai-nilai etika dalam kehidupan akademik.

“Halalbihalal memiliki dimensi moral dan filosofis yang sangat relevan bagi kehidupan akademik. Dalam konteks perguruan tinggi, silaturrahmi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem intelektual yang sehat, dialogis, dan kolaboratif,” ujar Musifuddin.

Ia menegaskan kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan semacam ini menjadi energi sosial yang penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pembentukan karakter.

Selain sebagai ajang mempererat hubungan antar sivitas akademika, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan menyosialisasikan Program Pascasarjana Universitas Hamzanwadi kepada masyarakat luas.

“Momentum kebersamaan ini dimanfaatkan sebagai media syiar akademik untuk mengajak para pendidik dan praktisi pendidikan melanjutkan studi pada jenjang yang lebih tinggi sehingga sumber daya manusia (SDM) lebih berkualitas.

Saat ini, program pascasarjana masih mengelola program pendidikan dasar dan manajemen pendidikan. Keduanya dirancang untuk memperkuat kapasitas akademik dan profesional para pendidik dalam merespons dinamika serta tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.

Ke depan, pihaknya akan membuka program doktoral sebagai manifestasi komitmen dalam memperluas horizon keilmuan dan memperdalam tradisi akademik. Kehadiran program ini tidak sekadar menambah jenjang pendidikan, tetapi menjadi penanda transformasi institusi menuju pusat keunggulan.

Program doktoral diharapkan menjadi ruang dialektika intelektual yang produktif, tempat lahirnya gagasan-gagasan transformatif dalam menjawab kompleksitas pendidikan. Di tengah arus perubahan yang cepat, kebutuhan akan pemikir, peneliti, dan pemimpin pendidikan visioner.

“Karena itu, pengembangan program ini diarahkan tidak hanya pada penguatan kapasitas akademik, tetapi juga pada pembentukan kepemimpinan ilmiah yang berintegritas, kritis, dan solutif,” ujar doktor jebolan Universitas Negeri Jakarta itu.

Lebih dari itu, kehadiran program doktoral menjadi strategi jangka panjang dalam memperkuat posisi Pascasarjana Universitas Hamzanwadi sebagai episentrum pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi pendidikan di tengah kemajuan zaman.

Program ini diharapkan mampu melahirkan kontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan yang berkelanjutan dan berkeadilan serta menghadirkan pendidikan tinggi dan membebaskan, memanusiakan, dan memberi arah bagi peradaban.

Musifuddin juga menegaskan, saat ini tengah melakukan penyesuaian kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Pendekatan ini menekankan pada capaian pembelajaran yang terukur dan relevansi kompetensi lulusan sesasui kebutuhan dunia pendidikan dan masyarakat.

“Melalui kurikulum berbasis OBE, proses pembelajaran diarahkan agar lulusan tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga memiliki kompetensi yang aplikatif, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan,” ulasanya.

Kepada Kepala Dinas Dikbud, ia berharap mendapat dukungan sekaligus sinergi agar Pascasarjana Universitas Hamzanwadi dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi kemajuan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.

“Ke depan, kami berharap adanya sinergi yang semakin kuat antara Pascasarjana Universitas Hamzanwadi dan Dinas Pendidikan Lombok Timur sehingga mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan,” pungkas Ketua ABKIN NTB itu. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Lombok Timur M. Nurul Wathoni menyatakan keberadaan Universitas Hamzanwadi selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Lombok Timur.

“Kami di Dinas Pendidikan merasa sangat terbantu. Ketika sebuah perguruan tinggi dikelola dengan baik dan menjaga kualitas akademiknya, maka dampaknya akan langsung dirasakan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusianya,” tegas Wathoni..



Jumat, 27 Maret 2026

Honor PPPK PW Tuntas Dibayar, Dikbud Lotim Kini Perjuangkan 917 Non-Database

Kepala Dinas Dikbud Lotim M. Nurul Wathoni, M.Pd

Okenews.net - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur M. Nurul Wathoni menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperjuangkan kepastian status dan kesejahteraan tenaga honorer di lingkungan pendidikan. 

Hal itu disampaikan menyusul tuntasnya proses pembayaran gaji bagi 4.876 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkup Dikbud Lombok Timur, Jumat 27 Maret 2026.

Wathoni mengatakan, setelah pembayaran gaji PPPK Paruh Waktu tersebut tuntas, perhatian pemerintah daerah kini diarahkan pada 917 tenaga honorer non-database yang belum terakomodasi dalam seleksi PPPK Paruh Waktu sebelumnya. 

Menurutnya, keberadaan tenaga honorer tersebut tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena mereka telah lama berkontribusi dalam proses pendidikan di Lombok Timur.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan membiarkan para tenaga honorer tersebut kehilangan kepastian kerja. Hal ini sejalan dengan arahan Bupati Lombok Timur yang menekankan agar tenaga honorer, khususnya di sektor pendidikan, tidak dirumahkan.

“Kami akan terus berikhtiar mencari solusi terbaik agar 917 tenaga honorer non-database ini tetap mendapatkan kepastian legalitas formal dan penghasilan. Arahan Bupati Lombok Timur sangat jelas, mereka tidak boleh dirumahkan,” tegas Wathoni.

Menurutnya, Dikbud Lombok Timur saat ini tengah melakukan berbagai langkah koordinasi dan kajian untuk memastikan keberlanjutan status para tenaga honorer tersebut. Upaya ini dilakukan agar mereka tetap dapat mengabdi sambil menunggu mekanisme kebijakan dalam memberikan kepastian status ke depan.

Pria yang kerap disapa Guru Seneng itu menekankan tenaga guru merupakan garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga keberadaan mereka harus dijaga dan diperhatikan secara serius.

“Para guru dan tenaga pendidikan adalah ujung tombak dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kami memiliki keyakinan bahwa setiap perjuangan untuk memperjuangkan nasib tenaga pendidik akan menemukan jalan keluar,” ujarnya.

Ia berharap semua pihak dapat memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam mencari solusi terbaik bagi para tenaga honorer tersebut, sehingga proses pendidikan di Lombok Timur dapat terus berjalan dengan baik dan stabil.

“Insyaallah, dengan kerja bersama dan ikhtiar maksimal, kita berharap ada kemudahan dalam memperjuangkan masa depan tenaga pendidik di Lombok Timur,” pungkas pria yang telah membawa MAN 1 Lombok Timur moncer ke level Internasional itu.

Jumat, 06 Maret 2026

UPTD Dikbud Sakra Barat Klarifikasi Soal Pungutan Guru Paruh Waktu

Sumber Foto: Humas UPTD Dikbud Sakra Barat

Okenews.net- Kepala UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kecamatan Sakra Barat, Muhamad Taufik Ismail, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan pungutan kepada sejumlah guru paruh waktu (PW) saat proses penandatanganan Surat Perjanjian Kerja (SPK).

Taufik menjelaskan, uang yang dikeluarkan oleh para guru tersebut bukanlah pungutan resmi dari pihak UPTD maupun dinas, melainkan hasil kesepakatan para guru paruh waktu sendiri.

“Bahkan yang membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) itu teman-teman dari guru paruh waktu sendiri,” ujarnya kepada media ini, Kamis (5/3/2026).

Ia menerangkan, dalam proses penandatanganan SPK terdapat sejumlah dokumen yang harus dilengkapi dengan materai. Total dokumen yang harus ditandatangani mencapai 14 lembar, sehingga para guru berinisiatif membeli materai secara mandiri.

“Karena jumlah dokumen cukup banyak, guru-guru di Sakra Barat sepakat mengeluarkan uang sebesar Rp30 ribu per orang. Jumlah ini juga berbeda di setiap kecamatan, tergantung kesepakatan masing-masing,” jelasnya.

Menurutnya, dana tersebut digunakan untuk kebutuhan administrasi, seperti pembelian materai, kertas, tinta printer, serta alat tulis lainnya. Hal itu dilakukan karena tidak ada anggaran operasional yang tersedia di UPTD untuk keperluan tersebut.

“Saya tegaskan, tidak ada perintah dari dinas terkait hal ini. Ini murni kesepakatan teman-teman guru di bawah yang melihat kondisi keuangan yang tidak ada,” tegas Taufik.

Terkait kesejahteraan guru paruh waktu, Taufik menyebutkan bahwa saat ini kondisi mereka dinilai lebih baik dibanding sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa guru PW kini menerima honor sebesar Rp550 ribu per bulan, ditambah dengan tunjangan sertifikasi bagi yang memenuhi syarat.

“Kalau berbicara kesejahteraan, sekarang jauh lebih baik. Ada gaji yang bersumber dari Dana BOS dan ada juga dari APBD,” pungkasnya.

Senin, 02 Maret 2026

Bupati Lotim Ingatkan 143 Kepsek Baru. Kelola Anggaran dengan Bersih dan Amanah

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Kepala Sekolah

Okenews.net-Haerul Warisin menegaskan peran strategis kepala sekolah sebagai manajer di tingkat satuan pendidikan. Penegasan itu disampaikannya saat melantik 143 Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Jabatan Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Senin (2/3/2026), di Pendopo Bupati.

Dalam arahannya, Bupati mengingatkan para kepala sekolah agar berhati-hati dalam mengelola keuangan sekolah dan tidak tergiur melakukan penyalahgunaan anggaran. Ia menekankan pentingnya belajar dan berkonsultasi dengan pihak yang berpengalaman jika belum memahami tata kelola keuangan secara menyeluruh.

“Pesan saya hati-hati, kalau belum mampu mengelola dan me-manage keuangan dengan baik, bertanyalah kepada yang sudah berpengalaman,” tegasnya.

Menurutnya, kepala sekolah yang “clear” bukan sekadar bersih dari persoalan hukum, tetapi juga mampu mengelola seluruh aspek sekolah secara profesional dan transparan. Ia menyadari bahwa menjadi pemimpin di satuan pendidikan bukanlah tugas mudah, namun dengan keikhlasan dan rasa amanah, tanggung jawab tersebut dapat dijalankan dengan baik.

“Pemimpin itu tidak gampang. Tapi kalau ada rasa keikhlasan dan kita bekerja untuk pendidikan, untuk mengayomi guru-guru, insyaallah kita akan menjadi kepala sekolah yang baik,” ujarnya.

Bupati bahkan membuka peluang karier yang lebih luas bagi kepala sekolah yang berprestasi. Ia menyebut jabatan Kepala Dinas bukan hal mustahil diraih, selama mampu membuktikan kepiawaian dalam manajemen, pembinaan guru, serta mencetak siswa berprestasi.

Tak hanya soal kurikulum, orang nomor satu di Lombok Timur itu juga mendorong inovasi berbasis potensi sumber daya alam. Ia mencontohkan gerakan menanam cabai di polybag secara kolektif oleh ribuan guru sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya mendukung program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) demi peningkatan kualitas gizi peserta didik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan kepala sekolah untuk menjaga aset sekolah, termasuk rumah dinas dan tanah yang belum termanfaatkan. Ia menegaskan bahwa seluruh aset tersebut menjadi objek pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, sehingga harus dikelola dan dilaporkan secara tertib.

Tak kalah penting, ia mengimbau para guru untuk disiplin membayar zakat dan meminta agar tidak ada pihak, termasuk UPTD, yang berani menyalahgunakan dana zakat.

“Jika ada yang menyalahgunakan zakat, tidak perlu pakai hati, langsung gunakan hukum,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengucapkan selamat kepada 143 kepala sekolah yang resmi dilantik. Ia berharap momentum tersebut menjadi langkah awal peningkatan mutu pendidikan di Lombok Timur, sehingga sekolah-sekolah di daerah ini semakin dipercaya dan menjadi pilihan utama masyarakat.

Jumat, 13 Februari 2026

Institut Elkatarie Tegaskan Komitmen Riset Rumput Laut Internasional di Lombok Timur

Institut Elkatarie

Okenews.net -Institut Elkatarie menegaskan komitmennya untuk terlibat aktif dalam kebangkitan riset rumput laut dunia yang mulai dikembangkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama Universitas Mataram.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama Riset Rumput Laut Internasional dan Laboratorium Spesialis Kedokteran Kepulauan yang melibatkan seluruh perguruan tinggi se-Lombok Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Ekas Buana Kamis, 12/2/2026

Dalam sambutannya, Stella Christie menegaskan pentingnya riset dan inovasi sebagai kunci daya saing Indonesia di pasar global.

“Riset dan inovasi adalah fondasi utama agar Indonesia mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing di tingkat global, termasuk dalam pengembangan bioteknologi rumput laut,” tegas Stella Christie.

Ia berharap Lombok Timur dapat mengambil peran strategis dalam kebangkitan industri berbasis bioteknologi yang berorientasi ekspor dan bernilai tambah tinggi.

Sementara itu, Bupati Haerul Warisin mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga kawasan Ekas Buana sebagai lokasi strategis pengembangan riset.

“Semua aset daerah dan aset nasional yang ada di Ekas ini harus kita jaga bersama, baik keamanan maupun kebersihannya,” tegas Bupati.

Menurutnya, keberhasilan program riset internasional tidak hanya bergantung pada akademisi dan pemerintah, tetapi juga dukungan serta partisipasi masyarakat setempat.

Rektor Institut Elkatarie, Dr. Asbullah Muslim, menegaskan kesiapan institusinya untuk terlibat aktif dalam pengembangan riset hingga hilirisasi industri rumput laut.

“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dalam pengembangan industri lokal berbasis riset menuju pasar global. Riset rumput laut ini harus menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi masyarakat pesisir Lombok Timur,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas perguruan tinggi yang didukung pemerintah pusat dan daerah menjadi peluang strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, inovasi bioteknologi, serta daya saing industri rumput laut daerah.

Melalui kerja sama riset internasional ini, Lombok Timur diharapkan mampu tampil sebagai episentrum kebangkitan riset rumput laut dunia, yang tidak hanya mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga memperkuat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Selamat Hari Korpri

Pendidikan

Hukum

Ekonomi