JEJAK SHANG DYAH (Episode 02)
![]() |
| Shang Dyah Ratna Ayu Dewi Anjani (foto ilustrasi AI) |
![]() |
| Shang Dyah Ratna Ayu Dewi Anjani (foto ilustrasi AI) |
![]() |
| Institut Elkatarie |
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Rektor Institut Elkatarie, Dr. Hasbulloh Muslim, bersama Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Elkatarie, Dr. Irfan Azim. Kesepakatan tersebut menegaskan komitmen kedua institusi untuk bersinergi dalam pengembangan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing.
Melalui kerja sama ini, Institut Elkatarie dan UNISDA Lamongan sepakat mengembangkan berbagai program, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, kolaborasi riset dan publikasi ilmiah, pendampingan peningkatan mutu akademik, hingga penguatan tata kelola perguruan tinggi.
Rektor Institut Elkatarie, Dr. Hasbulloh Muslim, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan UNISDA Lamongan merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan Institut Elkatarie.
“Kerja sama ini diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi dapat diwujudkan dalam program-program nyata yang memberi manfaat bagi dosen, mahasiswa, dan institusi,” ujarnya.
Sementara itu, pihak UNISDA Lamongan menyambut baik penandatanganan MoU tersebut sebagai langkah bersama dalam membangun perguruan tinggi Islam yang unggul, adaptif, dan responsif terhadap tantangan zaman.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, Institut Elkatarie dan UNISDA Lamongan optimistis dapat menghadirkan inovasi akademik serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi dan pemberdayaan masyarakat luas.
![]() |
| KKN PMD Universitas Mataram |
Okenews.net- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram menggelar sosialisasi bertema optimalisasi potensi kelapa melalui produksi Virgin Coconut Oil (VCO) di Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, (22/01/2026), bertempat di Aula Kantor Desa Korleko, dan diikuti oleh pemuda serta masyarakat setempat.
Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang besarnya potensi kelapa sebagai komoditas unggulan desa yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN PMD mendorong terbentuknya kelompok UMKM baru yang mandiri, peningkatan keterampilan teknis produksi, diversifikasi usaha berbasis kelapa, serta peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat desa.
Selama ini, mayoritas petani di Desa Korleko menjual kelapa secara borongan kepada tengkulak dengan harga relatif murah. Kelapa tersebut kemudian dipasarkan keluar daerah setelah dipisahkan dari serabutnya dengan harga yang jauh lebih tinggi. Rendahnya nilai jual di tingkat petani disebabkan oleh minimnya pengolahan dan lemahnya sistem niaga. Padahal, di berbagai daerah lain, kelapa telah diolah menjadi beragam produk bernilai tambah dengan teknologi sederhana yang dapat diterapkan oleh industri kecil dan menengah.
Sebelum sosialisasi digelar, Tim KKN PMD Universitas Mataram Desa Korleko telah melaksanakan pelatihan pembuatan VCO bersama perwakilan pemuda dari setiap dusun. Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pemaparan program kerja yang disampaikan kepada pemerintah desa pada 29 Desember 2025.
Sekretaris Desa Korleko, Mawardi, S.Pd., menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia berharap kegiatan yang dijalankan mahasiswa KKN PMD dapat berkelanjutan.
“Jika adik-adik mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram mampu merancang program yang berkelanjutan, kami dari pihak desa siap mendukung pendanaannya. Kami juga meminta setiap dusun mengirimkan perwakilan pemuda untuk mengikuti pelatihan pembuatan VCO,” ujarnya.
Sebagai langkah keberlanjutan, Tim KKN PMD Universitas Mataram Desa Korleko membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang melibatkan pemuda desa. Pelatihan produksi Virgin Coconut Oil (VCO) dilaksanakan secara intensif mulai 5 hingga 17 Januari 2026.
Anggota Tim KKN PMD Universitas Mataram Desa Korleko 2025, Salju Anorawi, menyebutkan bahwa program ini memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Program ini tidak hanya menambah pendapatan, tetapi juga menumbuhkan semangat wirausaha dan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal. Masyarakat Korleko kini mulai antusias memasarkan produk VCO di wilayah Labuhan Haji,” ungkapnya.
Melalui pengolahan kelapa menjadi VCO, masyarakat Desa Korleko diharapkan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari peningkatan nilai tambah produk. Selain mendongkrak pendapatan rumah tangga, program ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap fluktuasi harga kelapa mentah.
![]() |
| Silaturrahmi Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor |
Okenews.net- Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., melakukan kunjungan silaturahmi ke Saiburi Islam Wittaya School yang berada di Saiburi, Pattani, Thailand. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat jejaring keilmuan sekaligus memperkokoh persaudaraan antarlembaga pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.
Kehadiran TGB beserta rombongan disambut hangat oleh pimpinan Saiburi Islam Wittaya School, Ustadz Abdulloh. Ia menyampaikan rasa hormat dan kebanggaan atas kunjungan tokoh ulama dari Indonesia tersebut, yang dinilai membawa semangat persatuan dan kolaborasi pendidikan lintas negara.
“Kami merasa terhormat menerima kunjungan ulama dan tokoh besar dari Indonesia. Semoga pertemuan ini menjadi awal terjalinnya persahabatan dan kerja sama yang kuat antara Saiburi Islam Wittaya School dan sivitas akademika IAIH Pancor,” ujar Ustadz Abdulloh, Selasa (21/1/2026).
Selain itu, TGB juga disambut langsung oleh pendiri Saiburi Islam Wittaya School, Dato’ Abdul Kadir, tokoh Islam berpengaruh di Thailand Selatan. Dato’ Kadir menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan tersebut yang dinilainya sebagai kehormatan besar bagi lembaga dan masyarakat sekitar.
“Kami sangat berbahagia atas kehadiran TGB di Saiburi. Ini adalah bentuk silaturahmi yang sangat kami hargai dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkapnya.
Pertemuan dua tokoh ini memiliki makna khusus mengingat TGB dan Dato’ Abdul Kadir sama-sama merupakan alumni Universitas Al-Azhar, Mesir. Kesamaan latar belakang keilmuan tersebut semakin menguatkan ikatan intelektual dan ukhuwah Islamiyah di antara keduanya.
Dalam sambutannya, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi menyampaikan penghargaan dan rasa hormat yang tinggi kepada keluarga besar Saiburi Islam Wittaya School atas dedikasi mereka dalam mengembangkan pendidikan Islam di Thailand Selatan.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar YPH PPD NWDI Pancor, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan dan jihad ta’lim yang dilakukan Saiburi Islam Wittaya School. Para pejuang pendidikan di wilayah ini adalah garda terdepan umat,” tutur TGB yang juga menjabat Ketua Umum PB NWDI dan Ketua OIA Al-Azhar Indonesia.
Ia menegaskan bahwa kemajuan umat tidak dapat dipisahkan dari penguasaan ilmu pengetahuan. Menurutnya, ilmu dan hikmah merupakan fondasi utama dalam membangun umat yang kuat dan bermartabat.
“Pintu kemajuan umat adalah ilmu. Dengan ilmu dan hikmah, umat akan menjadi baik dan berdaya. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk belajar kepada ahlinya,” tegasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi tonggak penguatan kerja sama dan persaudaraan antara lembaga pendidikan Islam Indonesia dan Thailand, sekaligus menginspirasi pengembangan pendidikan Islam yang berorientasi pada ilmu, akhlak, dan kemajuan peradaban umat.
![]() |
| Kunjungan TGB ke Thailand Selatan |
Didampingi Wakil Rektor I IAIH Pancor Dr. Abdul Hayyi Akrom, M.Pd., TGB beserta rombongan terlebih dahulu menyaksikan berbagai penampilan dalam festival akademik. Kegiatan tersebut menampilkan ragam kreativitas, bakat, dan kemampuan intelektual santri dan santriwati, mulai dari bidang akademik hingga seni dan keterampilan.
Festival akademik ini menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana pengembangan potensi peserta didik dalam suasana yang edukatif, inspiratif, dan penuh semangat keilmuan.
Pimpinan Sekolah Markas Asshaqofah al-Ammah, Ustadz Abdul Hakim, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kehadiran Rektor IAIH Pancor di lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Ia menilai kunjungan tersebut sebagai sebuah kehormatan sekaligus motivasi besar bagi seluruh civitas sekolah.
“Kami sangat bersyukur dan berbahagia atas kehadiran Bapak TGB di Sekolah Markas Asshaqofah al-Ammah. Semoga silaturahmi ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi lembaga kami serta seluruh santri dan santriwati,” ujarnya.
Dalam tausiahnya, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi mengaku terkesan dengan semangat belajar dan kreativitas para santri dan santriwati yang ditampilkan dalam festival akademik tersebut. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat penting untuk membentuk generasi yang percaya diri dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Saya merasa sangat bahagia bisa bersilaturahmi sekaligus menyaksikan langsung aktivitas santri dan santriwati dalam festival akademik ini. Semangat belajar dan kreativitas yang ditunjukkan patut diapresiasi dan terus dikembangkan,” ungkap TGB yang juga menjabat Ketua Umum PB NWDI.
Ia mendorong pihak sekolah agar terus menghadirkan berbagai program pendidikan yang mampu menggali, menumbuhkan, dan mengangkat potensi santri dalam beragam disiplin ilmu.
“Sekolah perlu terus mengembangkan kegiatan yang dapat menumbuhkan bakat dan potensi santri dan santriwati di berbagai bidang keilmuan agar mereka siap menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.
Lebih lanjut, TGB menyinggung sejarah Islam pada masa Nabi Muhammad SAW., di mana para sahabat Nabi berasal dari beragam latar belakang profesi. Menurutnya, sejak awal Islam telah menempatkan seluruh bidang kehidupan sebagai ruang pengabdian umat.
“Sejak masa Nabi, para sahabat tidak hanya ulama, tetapi juga pedagang, penyair, petani, dan pengrajin. Semua ranah ilmu dan profesi harus diisi oleh umat Islam. Karena itu, generasi Islam, termasuk di Thailand Selatan, perlu dibekali dengan berbagai disiplin ilmu,” jelasnya.
Ia menutup tausiahnya dengan menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu dan pembentukan akhlak. Menurutnya, Sekolah Markas Asshaqofah al-Ammah mencerminkan model pendidikan Islam yang ideal.
“Pendidikan Islam harus dibangun di atas keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Sekolah ini menjadi contoh lembaga pendidikan Islam dengan keilmuan yang kuat dan akhlak yang nyata,” pungkasnya.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat semakin mempererat silaturahmi antar-lembaga pendidikan Islam lintas negara, sekaligus menguatkan semangat pendidikan holistik dalam mencetak generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi bagi umat serta bangsa.
![]() |
| Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi |
Okenews.net- Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., menyampaikan kajian keislaman di Sekolah Darussalam, Narathiwat, Thailand. Kehadiran ulama dan cendekiawan Al-Qur’an tersebut disambut antusias oleh para santri dan santriwati.
Sambutan selamat datang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Rusdi yang mewakili pihak Sekolah Darussalam. Ia mengungkapkan rasa bahagia sekaligus kehormatan atas kehadiran Rektor IAIH Pancor di lingkungan pendidikan mereka.
“Kami merasa sangat bahagia dan terhormat atas kehadiran Rektor IAIH Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA., di Sekolah Darussalam. Kehadiran beliau menjadi kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi para santri dan seluruh keluarga besar Darussalam,” ujar Rusdi, Senin (19/01/2026).
Rusdi juga berharap terjalinnya kerja sama keilmuan dan pendidikan yang berkelanjutan antara Sekolah Darussalam dan Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi. Menurutnya, fokus kajian Darussalam pada integrasi Al-Qur’an dan sains sejalan dengan keilmuan TGB sebagai ulama dan cendekiawan Al-Qur’an.
“Kami berharap kerja sama keilmuan dan pendidikan ini dapat terus terjalin. Fokus kajian Darussalam pada integrasi Al-Qur’an dan sains sangat sejalan dengan keilmuan beliau,” tambahnya.
Dalam tausiahnya, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi menekankan keutamaan Al-Qur’an sebagai sumber keberkahan dan penjaga kehidupan manusia. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang menjaga dan menekuni Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh, maka Al-Qur’an akan menjadi penjaga sekaligus pembuka berbagai pintu kebaikan dalam hidupnya.
“Siapa yang menjaga Al-Qur’an, maka Al-Qur’an akan menjaganya. Dan siapa yang menekuni Al-Qur’an, akan dibukakan baginya banyak jalan dan pintu keberkahan,” ungkap TGB yang juga Ketua Umum PB NWDI dan Ketua OIA Al-Azhar Indonesia.
Ia turut membagikan perjalanan hidupnya sebagai motivasi bagi generasi muda. TGB mengisahkan mulai menghafal Al-Qur’an pada usia 17 tahun dan mampu menyelesaikannya dalam waktu sekitar satu setengah tahun.
“Saya mulai menghafal Al-Qur’an pada usia 17 tahun dan menyelesaikannya dalam waktu sekitar satu setengah tahun. Keberkahan Al-Qur’an telah membuka banyak jalan penting dalam hidup saya, mulai dari pendidikan S1 hingga doktoral di Universitas Al-Azhar Mesir, hingga amanah sebagai anggota DPD RI, Gubernur NTB dua periode, dan Ketua Alumni Al-Azhar Indonesia,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, TGB berharap generasi muda Muslim di Thailand, khususnya para santri Sekolah Darussalam, menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kehidupan dan perjuangan intelektual. Ia meyakini, dari ketekunan terhadap Al-Qur’an akan lahir generasi dan aktor-aktor peradaban pada masa mendatang.
“Saya berharap para santri menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kehidupan dan perjuangan intelektual. Jika Al-Qur’an ditekuninya secara konsisten, saya yakin dari Darussalam akan lahir generasi dan aktor peradaban di masa depan,” pungkasnya.
![]() |
| TGH Muhammad Zainul Majdi, MA. Rektor IAIH Hamzanwadi Pancor |
Okenews.net- Rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor, Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi, MA, menyampaikan gagasan mendalam tentang persatuan umat, akhlak Islam, dan hakikat ilmu pengetahuan dalam sebuah seminar ilmiah internasional yang digelar di Dawood Conference Room, Attarkiah Islamiah Institute, Thailand, Senin (19/01/2026).
Seminar tersebut diawali dengan sambutan penuh kehangatan dari TGB yang mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT serta penghormatan kepada para ulama, akademisi, dan pemimpin yang hadir. Dalam kesempatan itu, ia secara khusus menyebut Sheikh Babu Hussien sebagai bentuk penghormatan, sekaligus mengenang Dr. Faisal sebagai sosok guru yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan intelektualnya.
Dalam pemaparannya, TGB menegaskan bahwa kedekatan antarmanusia tidak semata ditentukan oleh jarak geografis, melainkan oleh keselarasan hati, pemikiran, dan visi.
“Saya memiliki pengalaman bersama Dr. Faisal dan sejumlah tokoh lain yang meskipun baru bertemu, namun telah merasakan ikatan batin yang kuat. Inilah yang sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW tentang persatuan hati di antara manusia,” ujar TGB yang juga menjabat Ketua Umum PB NWDI.
Ia menekankan pentingnya persatuan umat Islam lintas negara, seraya menyatakan bahwa perbedaan budaya dan wilayah tidak seharusnya menjadi penghalang kebersamaan.
“Persamaan iman dan tujuan jauh lebih besar. Orang-orang beriman adalah bersaudara dan saling menguatkan, baik di Indonesia, Thailand, maupun di belahan dunia lainnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, TGB menyoroti nilai ta’awun (saling menolong) sebagai fondasi utama peradaban Islam. Menurutnya, kejayaan Islam di masa lalu tidak terlepas dari semangat kolaborasi, pelayanan, dan kesediaan untuk saling melengkapi dalam ilmu dan amal.
“Nilai ta’awun sebagai fondasi peradaban Islam tetap relevan untuk terus dihidupkan dalam konteks masyarakat modern,” ujarnya.
Dalam salah satu refleksi penting, ia mengulas makna etika Islam dalam penghormatan kepada tamu, yang disimbolkan melalui pemutaran lagu kebangsaan Indonesia sebelum lagu kebangsaan Thailand.
“Itu merupakan perwujudan ajaran Islam yang menempatkan adab dan perbuatan nyata di atas sekadar retorika. Kebaikan yang diwujudkan melalui tindakan mampu diterima secara universal, melampaui sekat agama dan budaya,” jelasnya.
TGB juga menegaskan bahwa dakwah Nabi Muhammad SAW lebih banyak ditunjukkan melalui keteladanan akhlak daripada ceramah verbal semata.
“Sebagian besar kehidupan Nabi diisi dengan praktik akhlak mulia yang konsisten, sementara penyampaian lisan dilakukan secara bijak agar pesan tetap membekas,” katanya.
Ia kemudian mengulas metode dakwah Rasulullah SAW di Madinah yang sederhana namun efektif, seperti membiasakan salam, berbagi makanan dengan tetangga, menjaga silaturahmi, serta menghidupkan ibadah malam.
“Nilai-nilai ini mampu membangun masyarakat yang harmonis dan penuh kepedulian sosial,” paparnya.
Dalam konteks keilmuan, TGB menjelaskan bahwa ilmu dalam Islam tidak berhenti pada penguasaan teori, melainkan harus melalui tiga tahapan utama, yakni ad-dhilawatu (membaca dan mencari pengetahuan), ad-tazkiyatu (penyucian dan penghayatan diri), serta ad-takliyatu (pengamalan ilmu).
“Ilmu yang tidak diamalkan dan tidak membentuk akhlak hanya akan menjadi pengetahuan yang kosong,” tegasnya.
Mengakhiri pemaparannya, TGB mengutip firman Allah SWT, “Innama yakhsyallaha min ‘ibadihil ‘ulama”, seraya menegaskan bahwa ilmu sejati melahirkan khashyah, yakni rasa takut yang dilandasi cinta dan penghormatan kepada Allah.
“Ukuran ilmu bukanlah gelar akademik, melainkan perilaku dan akhlak yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
![]() |
| Shang Dyah Ratna Ayu Dewi Anjani (foto ilustrasi AI) |
![]() |
| Hari Guru Nasional |
Okenews.net- Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, memberikan apresiasi atas inisiatif dan semarak kegiatan yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sambelia dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional (HGN), Sabtu (13/12/2025).
Menurut Wabup Edwin, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para pendidik, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan dedikasi guru dalam memajukan dunia pendidikan di Lombok Timur, khususnya di Kecamatan Sambelia.
Dalam kesempatan itu, Wabup Edwin memaparkan sejumlah isu strategis di sektor pendidikan, di antaranya rencana pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Program tersebut diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Seiring dengan pergeseran sistem pendidikan yang semakin inovatif, Wabup Edwin menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan di lapangan. Ia menilai, kualitas guru menjadi kunci utama keberhasilan transformasi pendidikan ke arah yang lebih adaptif dan berkualitas.
Sementara itu, Ketua Panitia, Mahsuf, melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan peringatan HGN dilaksanakan berdasarkan hasil rapat koordinasi Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Sambelia bersama seluruh unsur pendidikan setempat.
Mahsuf menjelaskan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah memberikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi, inovasi, dan pengabdian luar biasa yang telah diberikan, sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan tenaga pendidik.
Di akhir kegiatan, ia berharap sinergi dan kerja sama yang telah terjalin antara PGRI, unsur pendidikan, dan Pemerintah Daerah Lombok Timur dapat terus diperkuat demi kemajuan pendidikan di masa mendatang.
![]() |
| IAIH Hamzanwadi Pancor |
Prosesi yudisium dipimpin Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.MPd., yang secara simbolis menetapkan status kelulusan para peserta. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan pengukuhan tanggung jawab intelektual dan moral sebagai seorang sarjana.
“Yudisium berasal dari bahasa Latin judicium yang berarti penetapan. Hari ini saudara-saudari dinyatakan tuntas dan sah menyandang gelar sarjana IAI Hamzanwadi Pancor,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah menempuh proses akademik selama kurang lebih 4,5 tahun. Menurutnya, gelar sarjana harus dibarengi rasa syukur dan komitmen untuk memberi manfaat nyata bagi umat dan bangsa.
Dalam pesannya, Abdul Hayyi Akrom menekankan pentingnya nilai syukur sebagaimana diajarkan ulama besar Syekh Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani, yakni kesadaran bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT, memanfaatkan nikmat untuk ketaatan, serta memperbanyak pujian kepada-Nya.
“Sebagai sarjana, saudara-saudari dituntut menghadirkan nilai lebih. Jangan menyamakan diri dengan mereka yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Jadilah teladan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa IAIH Pancor merupakan kampus perjuangan yang didirikan Pahlawan Nasional Almagfurullah Syekh Muhammad Zainuddin Abdul Majid, yang tidak terlepas dari spirit perjuangan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI).
“Kampus ini adalah bagian dari instrumen perjuangan menegakkan agama Allah. Alumni IAIH Pancor harus menjadi pelanjut perjuangan, bukan perusaknya,” tandasnya.
Menutup sambutan, ia menekankan dua kunci utama kesuksesan, yakni berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) serta menjaga adab dan penghormatan kepada guru.
“Saya tidak pernah menemukan orang sukses yang tidak berbakti kepada orang tuanya dan melupakan gurunya,” pungkasnya.
Ia pun mendoakan agar ijazah yang diraih para lulusan disertai ilmu yang barokah serta mampu memberi kontribusi nyata bagi agama, masyarakat, dan bangsa.
okenews.net l selalu oke di hati